26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 5644

PLTA Batangtoru Berada di Zona Merah Patahan

Prayugo Utomo/JawaPos.com Ahli Geofisika asal Institut Teknologi Bandung (ITB), Teuku Abdullah Sanny dihadirkan sebagai saksi ahli saat memberikan keterangan pada persidangan gugatan Walhi Sumut terhadap PT NSHE atas izin lingkungan pembangunan PLTA Batangtoru.
Prayugo Utomo/JawaPos.com
Ahli Geofisika asal Institut Teknologi Bandung (ITB), Teuku Abdullah Sanny dihadirkan sebagai saksi ahli saat memberikan keterangan pada persidangan gugatan Walhi Sumut terhadap PT NSHE atas izin lingkungan pembangunan PLTA Batangtoru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang gugatan izin lingkungan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru kembali dilanjutkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Medan, Senin (7/1). Ahli Geofisika asal Institut Teknologi Bandung (ITB), Teuku Abdullah Sanny dihadirkan sebagai saksi ahli.

Dalam persidangan, terkuak fakta PLTA Batangtoru berada di zona merah patahan yang cukup berbahaya. Jika terjadi gempa, banyak potensi bahaya yang mengancam proyek yang dikerjakan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) tersebut.

Usai persidangan, Teuku Abdullah Sanny memaparkan hal menarik soal fakta patahan di kawasan Batangtoru. Dia menjelaskan, bendungan yang menjadi sumber energi tersebut memang tidak berada tepat di patahan. Namun, vibrasi atau getaran dari gempa di patahan bisa memberikan pengaruh yang signifikan.

“Di dekat situ ada patahan, di peta lima kilometer dari situ. Bagaimana pengaruh patahan atau vibrasi terhadap bendungan, itu yang perlu diperhatikan. Perlu dilakukan penelitian detil,” ungkapnya, Senin (7/1).

Penelitian detil dari aspek geofisika memang sangat dibutuhkan, karena zona merah dikatakan sebagai zona yang berbahaya. Belum ada penelitian yang menunjukkan jika lokasi pembangunan bendungan berada di segmen yang paling berbahaya.

Bahkan, Teuku Abdullah Sanny sendiri tidak berani menjamin jika proyek itu diteruskan tanpa penelitian dari aspek geofisika. “Saya tidak tahu Seperti apa. Karena bisa berbahaya di zona merah. Artinya sekarang tektonik begitu aktif. Gempa di mana mana. Jika sudah jadi bendungan bisa menimbulkan problem besar bagi lingkungan, sosial, masyarakat dan segala macam,” ungkapnya.

PT NSHE juga diduga menggunakan bahan peledak dalam jumlah besar untuk membuat terowongan. Kata Abdullah, penggunaan bahan peledak juga memberikan pengaruh dan berpotensi membuat fracture (patahan) baru.

“Jelas berpengaruh. Tapi bagaimana pengaruhnya mungkin mereka sudah menghitung atau bagaimana saya belum tahu,” ungkapnya.

Penggunaan bahan peledak, kata dia, bisa menjadi pemicu ampifikasi batuan yang ada di sana. Sehingga, dia kembali menekankan untuk dilakukan penelitian detil.

“Penelitian harus meyakinkan itu diteruskan atau tidak atau dipindahkan. saya juga belum bisa mengatakan sekarang. Tapi yang jelas Sudah wanti-wanti. Para ahli di seluruhdunia sama kesepakatannya, itu berada di zona merah,” jelasnya.

Dari skala 1-10, PLTA Batangtoru berada di angka enam dari sisi bahaya karena dibangun di dalam zona merah.

Koordinator Kuasa Hukum WALHI sebagai penggugat, Golfrid Siregar dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jimmy Claus Pardede terus mempertanyakan kenapa aspek geofisika terkesan dikesampingkan. Menilik dari dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTA.

“Makanya kita pertanyakan, ini masalah bendungan. Ini masalah Dam. Bahwa mereka mengetahui lokasi itu rawan gempa. Tapi kenapa mengenyampingkan geologinya,” tukasnya.

Dalam persidangan tadi, pihak NSHE juga mendatangkan Ketua Tim Penyusunan Amdal Jonis Ginting. Namun sayangnya, Jonis enggan dimintai keterangan.

“Kalau untuk wawancara saya tidak ada waktu,” ujarnya sambil berlalu dengan beberapa orang dari NSHE.

Rizal Kapita, salah seorang pejabat NSHE tidak menjawab saat dihubungi via seluler. Pesan singkat yang dilayangkan juga tidak ditanggapi.

Pembangunan PLTA berkapasitas 510 Megawatt itu terus menuai polemik. Selain berpotensi menimbulkan bahaya baru, pembangunan PLTA menjadi ancaman bagi spesies Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang baru diumumkan pada November 2017 lalu. Jumlahnya yang berada di angka di bawah seribu ekor menempatkannya dalam status terancam punah.

Selain orangutan Tapanuli, banyak satwa dilindungi lainnya di dalam hutan (Harangan) Batangtoru. Seperti Harimau Sumatera, Beruang Madu, oa, dan jenis unggas yang dilindungi.

Pembangunan PLTA akan membuat fragmentasi antara blok barat dan blok Timur serta suaka margasatwa sebagai habitat Orangutan Tapanuli. Walhi bersama organisasi yang aktif di bidang lingkungan dan satwa dilindungi terus melakukan kampanye penolakan terhadap PLTA.

Sidang gugatan rencananya akan dilanjutkan pekan depan. Walhi akan menghadirkan saksi ahli dari Perancis. Sedangkan tergugat juga akan mendatangkan saksi ahli. (yugo/budi)

Raja Baru Malaysia Dipilih 24 Januari Mendatang

AFP/Mohd Rasfan Sultan Muhammad V dari Kelantan.
AFP/Mohd Rasfan
Sultan Muhammad V dari Kelantan.

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO – Dewan Penguasa Malaysia memutuskan akan kembali bertemu pada 24 Januari mendatang untuk memilih raja dan wakil raja yang baru. Penentuan tanggal pemilihan tersebut sebagai hasil dari konferensi dewan penguasa Malaysia yang dilangsungkan di Istana Negara, pada Senin (7/1/2019).

Raja dan wakil raja baru yang terpilih dalam pertemuan mendatang selanjutnya akan dilantik pada 31 Januari 2018. Demikian disampaikan Penjaga Segel Penguasa, Syed Danial Syed Ahmad, seperti dilansir Channel News Asia dari Bernama. Pertemuan Dewan Penguasa Malaysia yang digelar sehari usai pengumuman pengunduran diri raja tersebut dihadiri enam dari sembilan sultan negara bagian, yakni dari Terengganu, Perlis, Negeri Sembilan, Johor, Perak, dan Kedah. Baca

Kabar Raja Muhammad V dari Kelantan yang turun takhta pada Minggu (6/1/2019) mengejutkan masyarakat Malaysia, meski sebelumnya telah beredar isu yang memperkirakan hal tersebut sejak sepekan lalu. Sultan Muhammad V dari Kelantan diangkat sebagai raja dengan jabatan Yang Dipertuankan Agong Ke-15 pada 13 Desember 2016. Masa jabatannya seharusnya baru berakhir pada 2021.

Namun sultan berusia 49 tahun yang dikabarkan telah menikah dengan mantan Miss Moscow itu secara tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri setelah sebelumnya mengambil cuti selama dua bulan. Ini menjadi kali pertama seorang raja yang berkuasa di Malaysia memutuskan turun takhta sebelum masa jabatannya berakhir.

Sampai Konferensi Para Penguasa memutuskan raja berikutnya, Wakil Yang Dipertuankan Agong Sultan Nazrin akan bertindak sebagai raja sementara.

Seperti diketahui, takhta raja Malaysia akan berpindah tangan setiap lima tahun sekali, biasanya bergiliran di antara penguasa sembilan negara bagian. Malay Mail melaporkan, Sultan Ahmad Shah dari Pahang, yang pernah menjadi Agong pada 1979-1984, berada pada giliran selanjutnya sebagai pemegang takhta. Namun, kondisi kesehatannya saat ini telah memicu spekulasi tentang kemungkinan takhta dapat pindah ke urutan raja berikutnya dalam, yakni Sultan Ibrahim Ismail dari Johor. Pahang masih berpotensi untuk mengambil takhta melalui putra sultan, Tunku Abdullah.

Sementara itu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah berharap raja baru Malaysia dapat dipilih sesegera mungkin. Mahathir mengatakan, pemilihan harus dipercepat karena dia harus mengadakan audiensi dengan raja mengenai hal-hal tertentu.

“Pemerintah menerima keputusan Sultan Muhammad V untuk mundur. Itu sesuai dengan konstitusi,” kata perdana menteri kepada wartawan, Senin (7/1/2019). (agni/kps)

Oknum Caleg Hanura Ancam Warga Pakai Pistol

Mesde Huala Riris Siahaan
Mesde Huala Riris Siahaan

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Oknum calon legislatif (Caleg) dari Partai Hanura berinisial JS dilaporkan Mesde Huala Riris Siahaan (31) ke Polsek Siantar Marihat. Pasalnya, JS mengancam Mesde menggunakan pistol mainan berbentuk revolver.

Kapolsek Siantar Marihat AKP Rudi Lapian membenarkan laporan korban. Menurutnya, pelaku sudah dikenakan wajib lapor. “Pistol sudah kita sita. Namun pistolnya mainan,” ujar Rudi, Minggu (6/1).

Kata Rudi, pelaku juga sudah diperiksa. Ia tidak bisa memastikan jika pelaku dalam gangguan jiwa atau tidak.

Diketahui, Rabu (2/1) siang, Mesde yang tengah bermain kembang api bersama anaknya di lapangan bola dikejutkan dengan ancaman dari pelaku.

“Ketika saya sedang bermain kembang api bersama anakku, ketepatan ada juga acara nyanyi-nyanyi. Tiba-tiba dia ini datang dan menodongkan pistol,” ungkap Mesde di Mapolsek Siantar Marihat.

Tak hanya itu, pelaku juga menodongkan pistol ke arah anaknya. “Anakku juga sempat ditodongkan pistol,”ujarnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh kerabat korban. Menurut kerabatnya, pelaku sering menggunakan senjata api jenis air soft gun.(bbs/trm/ala)

Rehat Sejenak

STARTER: Xherdan Shaqiri bakal jadi starter menghadapi Wolverhampton Selasa (8/1) dini hari.
STARTER: Xherdan Shaqiri bakal jadi starter menghadapi Wolverhampton Selasa (8/1) dini hari.

SUMUTPOS.CO – Dibanding tim Premier League lainnya yang hanya menghadapi tim kasta di bawahnya, Liverpool menjadi tim yang harus mendapat ujian terberat. Mereka menghadapi tim sesama Premier League, Wolverhampton Wanderers (Wolves) pada babak ketiga Piala FA di Stadion Molineux, Selasa (8/1) dini hari.

Namun Liverpool kali ini akan melakukan rotasi skuad. Dengan komposisi yang terus sama selama 20 laga terakhir Premier League, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mulai melihat tanda-tanda kelelalahan dalam skuadnya. “Ya, kami harus (melakukan perubahan). Jelas sekali. Kami melewati periode intens dan sekarang terbilang oke, tapi tentu saja kami harus membuat perubahan,” kata Klopp.

Liverpool baru menelan kekalahan pertamanya di Premier League musim ini. Kekalahan 1-2 tersebut tak mengubah posisi Liverpool sebagai pemuncak klasemen, tapi mereka kini hanya unggul empat poin atas City.Liverpool ingin segera melupakan kekalahan itu, dan cara terbaik adalah dengan mengalahkan Wolverhampton.

Namun dia belum memastikan, apakah rotasi akan dilakukan secara menyeluruh. Dia cukup yakin dengan kedalaman skuadnya. “Untuk seberapa banyaknya, saya tak tahu. Tapi, kami memang harus melakukannya. Tak ada ruang untuk pilihan lain apa pun.”

Bertandang ke Molineux, untuk kedua kalinya sepanjang musim ini, sebagai bagian pamungkas dari rangkaian 11 laga selama kurang dari enam pekan terakhir. “Jika kami memenangkan Piala FA, maka orang akan mengatakan bahwa kami tidak memenangkan Liga Premier selama bertahun-tahun. Kami tidak dapat bisa mengubah apa yang dipikirkan orang lain,” sambungnya.

Kali ini, Simon Mignolet dan Alberto Moreno dipastikan akan jadi bagian dari skuat utama. Sementara itu, Joe Gomez (cedera kaki) dan Joel Matip (cedera tulang selangka) tengah berproses untuk kembali bergabung dengan latihan bersama tim utama dalam beberapa hari ke depan. Namun, laga yang akan digelar pada Senin dirasa masih terlalu cepat bagi duet bek Reds tersebut. “Dia (Mignolet) akan bermain, tentu saja,” ujar sang bos.

“Saya bisa katakan Alberto (Moreno) juga akan bermain, itu tak perlu diragukan. Dia harus bermain, itu sudah jelas.

Klopp menegaskan, sekarang jadi kesempatan yang tepat bagi bek sayap Spanyol itu untuk unjuk kebolehan setelah dalam beberapa kesempatan terakhir kerap kali dipinggirkan. Lebih jauh Klopp menilai, Moreno sekarang dalam kondisi terbaiknya dan bahkan menyatakan timnya wajib diperkuat sang fullback “Dia berada dalam kondisi yang amat sangat bagus, dia senang berlatih, senang bermain dan cinta hal-hal yang demikian. Dia benar-benar hebat bersama para pemain lainnya,” pungkasnya.

Sementara Wolverhampton tampil cukup impresif di Premier League musim ini. Hanya saja, meski main kandang, Wolverhampton harus menyandang status underdog untuk laga nanti. Kedua tim bertemu sebelum Natal, ketika Liverpool raih kemenangan 2-0 di Molineux lewat gol-gol Mohamed Salah dan Virgil van Dijk.

Kedua tim juga pernah bertemu di Piala FA musim 2016/17, ketika Wolves tampil mengejutkan dengan mengalahkan Liverpool, 2-1, di Anfield, dan lolos ke putaran ke-5.The Reds menang empat kali dan kalah satu kali dalam lima pertemuan terakhir mereka dengan Wolves. (bbs/don)

Banjir Bandang Dairi Akibat Pembalakan Liar, Ditkrimsus Poldasu Kejar Pelaku

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menemukan adanya indikasi penebangan liar di Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi. Penebangan pohon secara liar ini yang diyakini sebagai penyebab banjir bandang yang menerjang Kecamatan Silima Punggapungga yang terjadi 18 Desember 2018 lalu. Ditkrimsus Poldasu pun berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Dairi mengejar pelaku pembalakan liar tersebutn

Bencana alam itu, Sembilan orang terseret arus banjir. Dua diantaranya selamat, sedangkan lima orang ditemukan tewas dan dua orang hingga kini belum ditemukan. Bahkan, dua jasad korban ditemukan di Sungai Lae Souraya, Sumbulsalam, Aceh.

Kasubdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Herzoni Saragih kepada Sumut Pos mengaku baru saja pulang dari Kabupaten Dairi untuk menyelidiki penyebab banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Silima Punggapungga tersebut. Menurutnya, banjir bandang yang menghancurkan areal perladangan dan persawahan masyarakat Desa Bongkaras, diduga memamg karena masyarakat setempat melakukan penembangan pohon secara liar.

“Ditemukan di lokasi banjir bandang batang pohon kayu beserta akarnya dan batang pohon kayu yang diduga bekas penebangan dengan menggunakan mesin gergaji. Ini terlihat dari tekstur potongan kayunya,” sebut Herzoni.

Dikatakannya, untuk menyelidiki kebenaran adanya penebangan pohon secara liar ini, pihaknya sudah mintai keterangan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi banjir bandang. “Saat ditemui dan dimintai informasi terkait dugaan adanya kegiatan penebangan pohon di areal perbukitan, mereka tidak mau memberikan informasi apapun,” ungkapnya.

Kesimpulannya, kata Herzoni, banjir bandang di Dairi kemarin disebabkan adanya kegiatan penebangan pohon oleh masyarakat setempat di areal perbukitan. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Dairi untuk mencari siapa pelaku penebangan di sana,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi memperkirakan ada sembilan desa di Kecamatan Silima Punggapungga yang terendam banjir. Menurut Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting, banjir bandang tersebut terjadi lantaran kawasan tersebut terus diguyur hujan deras selama sepekan terakhir.

Bahagia juga mengatakan, dalam kejadian tersebut, banjir dan longsor membawa material lumpur dan kayu. Sejumlah gelondongan kayu besar tumpah di desa yang diterpa banjir bandang.

Tak cuma itu, banjir bandang juga merusak seratusan hektar lahan pertanian warga. Kerusakan yang terjadi cukup parah. “Akibat bencana itu, sekitar 110 hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak berat. Saluran irigasi juga rusak. Termasuk akses jalan desa,” ucapnya.

Selain lahan pertanian, ternak warga juga hilang disapu banjir. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan ternaknya diduga hanyut terbawa arus. “Kita juga mencatat jembatan penghubung antar dusun putus,” ungkapnya.

Ia menyebut, tim terus melakukan evakuasi dan mendata kerusakan yang terjadi. Kepada masyarakat di Dairi pihaknya mengimbau agar terus waspada. “Kita bersama tim gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Kita berharap masyarakat tetap waspada dengan bencana alam,” pungkas Bahagia.(dvs)

Poldasu Kaji Penyebab Longsor, Dugaan Kerusakan Hutan di Jembatan Sidua-dua

foto-foto: kompu bbpjn II medan for SUMUT POS PUSAT LONGSOR: Pusat lokasi longsor di atas jembatan Sidua Dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, yang diambil BBPJN II dengan drone pada ketinggian 190 meter pada 24 Desember 2018 lalu. Longsor ini disinyalir disebabkan terjadinya kerusakan di hulu sungai di atas bukit.
Personel TNI bersama seorang berpakaian sipil melihat lokasi pusat longsor, beberapa waktu lalu.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dalam dua pekan terakhir, bencana longsor hingga enam kali menerjang Jembatan Kembar Sidua-dua, sekitar 1 Kilometer dari Parapat. Penyebabnya, kerusakan pada hulu sungai yang disinyalir akibat ulah tangan manusia. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) pun langsung menurunkan tim guna menyelidiki dan mengkaji, apakah longsor itu benar akibat ulah manusia atau tidak.

DIREKTUR Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Rony Samtama Putra kepada Sumut Pos mengaku, sebelum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II menyelidiki penyebab longsor dengan drone, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki. Menurut pria berpangkat tiga melati emas ini, tim Poldasu sudah turun ke lapangan sejak kejadian longsor pertama. “Pas kejadian, sudah diturunkan tim ke sana untuk menyelidiki apa penyebabnya,” kata Rony, Minggu (6/1). Sayang, Rony belum mau membeberkan seperti apa hasil penyelidikann

yang dilakukan oleh timnya terkait penyebab longsor tersebut. Sementara itu, Kasubdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsua Polda Sumut, Kombes Pol Herzoni Saragih yang diwawancarai Sumut Pos, mengaku sudah diperintahkan pimpinannya untuk turun ke lokasi longsor. Ia memgatakan saat ini mereka masih mengumpulkan sejumlah data-data terkait penebangan di areal hutan tersebut.

“Kita juga masih lakukan penyelidikan, nanti apa hasilnya akan kita ungkapkan apakah ada pembalakan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab,” katanya.

Terpisah, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto juga mengaku, pihaknya kini tengah melakukan kajian terhadap bencana tersebut. Namun, sejauh ini belum dapat dipastikan apa yang melatarbelakangi kejadian longsor itu. “Saat ini (longsor itu) sedang kita kaji,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (5/1).

Namun menurut jenderal bintang dua ini, tingginya curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini telah membuat debit air menuju aliran sungai meningkat. Hal inilah, yang kemungkinan menjadi penyebab longsor yang berulang di jembatan kembar Parapat tersebut sampai terjadi. “Tingginya curah hujan membuat debit air menuju aliran sungai, sehingga mengakibatkan longsor,” pungkasnya.

Menyikapi ini, praktisi hukum Adamsyah Kota, mendesak Polda Sumut serius mengusut indikasi tangan jahil manusia yang menyebabkan terjadi longsor di Jembatan Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun. “Ya harus diusut secara serius. Aku kira keseriusan Polda dalam menangani ilegal logging, tentu didukung perangkat adat setempat,” kata Adamsyah Kota kepada Sumut Pos, Minggu (6/1).

Pernyataan ini ia lontarkan menyikapi dugaan kerusakan hulu sungai yang melintasi Jembatan Sidua-dua, seperti diungkapkan Plh Kepala BPPJN II, Bambang Pardede, Jumat kemarin. “Aku berkeyakinan, jika Polda nantinya turun dan maksimal melakukan pengusutan, akan diketahui siapa pelakunya. Bahkan jika ada kerja sama yang dilakukan dengan perangkat adat yang masih memegang hak tanah Ulayat, meskipun ada indikasi cukong-cukong kayu yang bermain dengan individu masyarakat,” katanya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Warga Indonesia (LBHWI) ini juga mensinyalir, pada wilayah tersebut ada tanah register yang tentu menjadi peran pemerintah untuk ikut mengusut dugaan itu. “Dengan keseriusan kepolisan, saya yakin ini dapat diusut. Tidak mungkin ini tidak terungkap. Petunjuk untuk melakukan lidik sudah ada, bahwa penebangan kayu-kayu itu ‘kan jelas. Termasuk ke mana diarahkan ke tempat tujuannya,” tegas Adam.

Diketahui, Polda Sumut sebelumnya sudah pernah turun ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal. Tim turun ke sana untuk mengecek adanya dugaan kuat pembalakan liar hutan negara ataupun pengerusakan lahan. Namun hasilnya nihil. Poldasu mengungkapkan, tidak menemukan adanya indikasi tersebut pada sejumlah titik bencana.

“Ini tentu jadi momen yang tepat juga untuk polisi bekerja, lakukan pengusutan atas indikasi kerusakan lahan di wilayah jembatan kembar Parapat itu. Apalagi polisi punya otoritas memanggil pihak-pihak berwenang untuk mencari tahu informasi awal tentang dugaan tersebut. Ini tentu prestasi besar bagi Polda Sumut jika mampu membuktikan indikasi kerusakan lahan maupun hutan di sana,” pungkasnya.

Sementara, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut berang melihat sikap pemerintah daerah, khususnya di kawasan Danau Toba (KDT) yang tidak mau berubah dan belajar dari pengalaman terkait musibah longsor yang menimbun jalan nasional Pematangsiantar-Parapat. Menurut Walhi Sumut, selama ini pemerintah sudah terbiasa bertindak sebagai “pemadam kebakaran”.

Karenanya, Walhi Sumut akan menggelar gugatan hukum sembari melakukan investigasi mencari penyebab longsor terutama yang terjadi di jembatan Sidua-dua, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

“Kalau memang ada perusakan lingkungan atau hutan, dilakukan penindakan kepada pelakunya, jangan bertindak sebagai pemadam kebakaran,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan.

Ditambahkan Dana, harusnya ada pemantauan secara terus menerus, wilayah mana yang berpotensi longsor lalu mencari akar masalahnya dan menyelesaikannya. “Ancaman bencana ekologi sudah di depan mata, penanganan oleh pemerintah tidak bisa jadi pemadam kebakaran terus,” ujarnya.

Siantar-Parapat Mulai Normal

Sementara, jalan nasional Siantar-Parapat sudah dapat dilintasi dua arah, Minggu (6/1). Hal ini setelah tim gabungan selama dua hari secara maratoh membersihkan material longsor yang menimbun Jembatan Siduadua. Sebelumnya, akibat longsor yang terjadi beberapa kali sejak 18 Desember 2018 lalu, jembatan Siduadua terpaksa digunakan buka tutup dan beberapa kali ditutup total karena tertutup material longsor berupa tanah lumpur yang berasal dari perbukitan.

Namun setelah dilakukan pembersihan dengan mengerahkan 3 alat berat dan mobil pemadan kebakaran oleh tim gabungan,sejak dua hari lalu jembatan Siduadua sudah dapat dilintasi dua arah sehingga arus lalulintas Pematang Siantar- Parapat dan sebaliknya sudah normal kembali.

Kapolsekta Parapat, AKP Bambang P, mengatakan, sejak Minggu (6/1) arus lalulintas Pematangsiantar-Parapat sudah normal kembali setelah seluruh material longsor selesai dibersihkan. “Material longsor yang menutupi jembatan Siduadua sudah bersih dan sejak Minggu pagi sudah dapat dilintasi dua arah,” sebut Bambang.

Bambang tetap mengimbau pengguna jalan waspada melintasi jembatan Siduadua apalagi saat hujan deras turun karena tidak dapat dipastikan longsor tidak terjadi lagi. Menyikapi ini, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menilai, ke depannya untuk mengantisipasi longsor di kawasan Danau Toba (KDT), khususnya di Jembatan Sidua-dua, tidak cukup dengan membuat tembok penahan sebagaimana yang lazim dilakukan pemerintah selama ini. Yang lebih penting memperkuat kontur tanah yang labil dengan vegetasi tanaman.

“Beberapa kasus longsor disebabkan tanah labil, batuan tua, lapuk, tidak ada vegetasi tanaman penahan, dan kemiringan curam. Oleh karenanya perlu langkah-langkah antisipatif dan dikelola secara sistemik. Misal daerah yang rawan longsor diberi turap/dinding penahan, dibuat saluran-saluran air di wilayah miring dan lain sebagainya. Namun yang lebih penting dari itu adalah soal vegetasi tanaman,” kata Sekretaris Umum YPDT Andaru Satnyoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/1).

Ketua Umum YPDT, Maruap Siahaan menambahkan, bencana alam di kawasan Danau Toba termasuk juga penyakit endemik, kecelakaan transportasi darat dan danau beberapa waktu lalu adalah sintesa dari perilaku stakeholder terutama pelaku usaha yang merusak lingkungan hidup dan Pemda maupun pemerintah yang tidak menjalankan tugasnya sebagai pembuat regulasi dan sebagai pengawas.

“Sejak beberapa tahun silam pemerintah/Pemda mengatakan, Danau Toba tercemar, penebangan kayu secara illegal. Terakhir Bank Dunia yang dianggap sumber terpercaya sudah memberi kajian dan pemerintah sudah mengumumkan bahwa Danau Toba telah rusak parah. Lalu sampai saat ini tidak ada tindakan radikal melakukan upaya perbaikan,” jelas Maruap.

Dikatakan Maruap, Pemda/pemerintah belum melihat Danau Toba sebagai sumber kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat di KDT, sehingga ketika terjadi tindakan eksploitatif terhadap kawasan Danau Toba dibiarkan saja. Bahkan pemerintah/pemda turut mendukung dengan membiarkan tindakan tersebut terjadi.

Sementara, Sekretaris Camat Girsang Sipanganbolon, Ferri Risdoni Sinaga kepada wartawan mengatakan, aktivitas perekonomian masyarakat di Parapat sudah mulai normal. Beberapa pedagang buah dan rumah makan mulai buka sejak arus lalulintas Pematang Siantar-Parapat normal. “Aktivitas perekonomian masyarakat sudah mulai normal. Beberapa pedagang buah mangga khas Parapat dan rumah makan mulai berjualan sejak arus lalulintas Pematang Siantar-Parapat normal kembali,” sebut pria yang akrab dipanggil Doni itu. (dvs/prn)

Medan-Berastagi Padat, Puncak Arus Balik Nataru 2019

istimewa ANTRE: Para penumpang mengantre saat hendak menaiki kereta api di Stasiun Besar Medan, Sabtu (5/1) lalu.
istimewa
ANTRE: Para penumpang mengantre saat hendak menaiki kereta api di Stasiun Besar Medan, Sabtu (5/1) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) melalui jalur darat, laut dan udara mencapai puncaknya pada Sabtu (5/1) dan Minggu (6/1). Jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Pelabuhan Belawan dan Stasiun Besar Kereta Api Medan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. Bahkan, volume kendaraan di ruas jalan Medan-Berastagi juga mengalami peningkatan sehingga menyebabkan kemacetan.

Pantauan Sumut Pos pada Sabtu (5/1), antrean kendaraan dari Medan menuju Berastagi sudah terjadi mulai Simpang Tuntungan hingga Pasar Pancurbatu. Sebaliknya, dari Berastagi ke Medan juga antrean kendaraan sudah ‘mengular’ panjang. Bahkan, Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago turun langsung ke lapangan guna mengurai kemacetan yang terjadi. “Memang terjadi peningkatan arus kendaraan karena momen arus balik,” ungkap Faidir kepada Sumut Pos.

Ia mengaku sengaja turun langsung ke lapangan untuk mengontrol personel lantas dalam mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut. “Kemarin saya turun langsung mengawal dan mengurai kemacetan. Memang kondisi jalan yang menyempit di Pajak Pancurbatu menyebabkan terjadinya perlambatan arus kendaraan,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini menyebut, kepadatan arus lalu lintas itu terjadi karena selain arus balik, masyarakat juga masih menikmati liburan wisata ke Brastagi. Selain di jalur tersebut, pihaknya juga memantau kemacetan di sejumlah pusat-pusat perbelanjaan di Kota Medan.

Ia menerangkan, guna mengurai kepadatan arua lalulintas, setidaknya ditempatkan personel di Jalan Djamin Ginting persis di Simpang Selayang, Pajak Pancurbatu dan Simpang Sembahe. Kemudian Jalan Jamin Ginting Simpang PDAM Tirtanadi, Jalan Jamin Ginting di dekat Green Hill dan Tikungan Amoi Bandar Baru. Kemudian penempatan personel juga dilakukan di pusat perbelanjaan seperti di Manhattan Mall, Plaza Medan Fair, Thamrin Plaza, Centre Point dan Sun Plaza.

Mantan Kapolsek Medan Timur ini juga mengaku, pihaknya melakukan hal ini untuk mengantisipasi dan kesiapan mengatasi kepadatan arus lalu lintas menjelang berakhirnya liburan. “Kita juga menempatkan personel di setiap persimpangan yang berpotensi alami kemacetan. Selain mengurai dan mencegah terjadinya kemacetan, kita juga mengantisipasi terjadinya lakalantas,” katanya.

Sampai saat ini, sambung Juliani, situasi arus lalu lintas pada obyek yang dimaksud masih lancar dan normal. Mengenai jalur alternatif apabila jalur Brastagi mengalami kemacetan, Kasatlantas mengaku para pengemudi bisa melalui jalur dari Simpang Kongsi menuju Duren Tonggal dan Duren Pitu. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan, patuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan main HP saat mengemudikan kendaraan,” pungkasnya.

31 Ribu Penumpang Padati KNIA

Kepadatan juga terlihat di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Ribuan penumpang terlihat memadati counter check in tiket dan ruang keberangkatan penumpang. Menurut Maneger Humas PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, lonjakan penumpang terjadi karena kemarin merupakan hari terakhir arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019. Bahkan dia memperkirakan, keramaian penumpang akan terjadi hingga Minggu (6/1) malam.

Bersarkan data yang diperoleh Sumut Pos di posko pantau, penumpang tercatat sebanyak 31.446 orang pada H +11 liburan Natal dan Tahun Baru 2019 dengan pergerakan pesawat sebanyak 218 penerbangan. Untuk antisipasi antrean panjang calon penumpang, pihak maskapai membuka lebih banyak counter check in tiket, bebegitu juga dengan petugas pemeriksaan barang bawaan bagasi penumpang ditambah.

“Kesiapan fasilitas dan layanan hari ini (kemarin) dimaximalkan, diantaranya juga ketersediaan trolly bagasi dan kebersihan toilet menjadi perhatian kami. Untuk perkiraan penumpang pada hari terakhir liburan panjang tetap di atas 30 ribuan penumpang,” tegasnya.

3.160 Orang Bertolak ke Batam

Pemandangan serupa juga terlihat di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Sabtu (5/1). Ribuan calon penumpang sejak pagi telah memadati lapangan parkir terminal dengan membawa banyak barang bawaan. Mereka menanti kedatangan KM Kelud dari Tanjungpriok yang akan bersandar di Belawan.

Kepala Operasional Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengatakan, jumlah penumpang KM Kelud yang datang dari Tanjungpriok dan Batam pada hari itu sebanyak 2.687 penumpang. Sedangkan yang akam berangkat dari Belawan ke Batam sebanyak 3.160 penumpang. “Jumlah penumpang yang naik masih sesuai dengan ambang batas dan jika tidak diawasi, jumlah penumpang yang naik bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Selama arus balik, kata Irwansyah, KM Kelud akan melayani keberangkatan pulang pergi (PP) Batam dan Belawan dari tanggal 5 hingga 9 Januari 2019. Kemudian pada 11 Januari, keberangkat mulai normal Belawan tujuan Batam dan Tanjung Priok. Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, lonjakan penumpang bakal terus terjadi hingga (9/1) mendatang.

“Melihat tahun sebelumnya, penumpang banyak yang balik ke Batam, makanya dilakukan rute pulang pergi (PP) Belawan dan Batam. Kita juga membatasi kapasitas penumpang yang akan diangkut KM kelud. Berdasarkam ketetapan dispensasi yang diputuskan Kementrian Perhubungan dengan daya angkut penumpang maksimal 3.164 orang,” jelas Irwansyah.

Untuk melayani penumpang menikmati jasa angkutan KM Kelud, PT Pelni telah menerapkan pelayanan tiket melalui online, agar menghindari calo. Selain itu, pihaknya berharap, kepada penumpang yang akan berangkat untuk tiba di terminal 2 jam sebelum keberangkatan, agar tidak terjadi desakan saat nail ke KM Kelud. “Kita tekankan tidak ada penjualan tiket secara manual, jadi penumpang jangan tertipu dengan calo-calo tiket. Untuk keberangkatan perdana KM Kelud, sejauh ini belum ada kendala masalah waktu dan persiapan armada,” terang Irwansyah.

Di tengah kepadatan calon penumpang yang turun dari KM Kelud, petugas Bea Cukai Belawan berhasil mengamankan ratusan minuman keras yang dibawa penumpang dari Batam tujuan Belawan. Semua minuman itu disita petugas Bea Cukai dari sejumlah petugas porter atau pengangkut barang yang berusaha membawanya ke luar terminal. “Pemilik barang ini tidak kita ketahui, karena kita tangkap dari porter. Selanjutnya tindakan terhadap barang ini akan diambil setelah semua barang ini dibawa ke kantor,” kata seorang petugas Bea Cukai di lapangan.

Penumpang KA Meningkat 112 Persen

Kepadatan penumpang juga terlihat di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Bahkan, jumlah penumpang pada Minggu (6/1), diperkirakan melonjak hingga 10 ribu orang lebih. Dari pantauan Sumut Pos, aktivitas penumpang di Stasiun Besar Kota Medan sudah sangat padat, baik datang dan pergi. “Kita akan terus monitor aktivitas penumpang hingga malam harinya,” ungkap Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M Ilud kepada Sumut Pos, kemarin siang.

Menurutnya, sesuai program angkutan Nataru 2018/2019 PT KAI menyiapkan kurang lebih 18.324 tiket per harinya untuk semua jurusan dan kelas kereta api. Ilud mengatakan, untuk laporan seluruh jumlah penumpang angkutan Natura selama 16 hari, sejak 20 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019 sebanyak 247.704 penumpang, yang menggunakan transportasi kereta api ini. “Dengan periode yang sama, pada angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berjumlah 221.380 penumpang dengan persentase pencapaian 112 persen,” jelas Ilud.(dvs/btr/fac/gus)

Target Prakonstruksi di APBN Induk, Perjuangan Jalur Layang Medan-Berastagi Masih Jalan

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perjuangan menyampaikan usulan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi langsung ke Presiden RI Joko Widodo memang belum membuahkan hasil. Even Natal Nasional 2018 yang direncakan momen tepat untuk menyampaikan usulan itupun berlalu begitu saja. Meskipun begitu, upaya masih terus berjalan dengan target minimal prakonstruksi bisa dianggarkan di APBN 2019.

Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, upaya mereka bersama Ikatan Cendikiawan Karo dalam menggolkan usulan membangun jalur layang itu terus berjalan. Karena itu, harapann

agar aspirasi pembangunan bisa dikabulkan Pemerintah Pusat tetap terjaga.

“Masih tetap kita upayakan bisa sampaikan usulan ini ke Presiden RI. Memang kemarin karena saya tidak di Medan, jadi momentum Natal Nasional waktu itu kita belum sempat upayakan bertemu,” kilah Sutrisno, Minggu (6/1).

Disampaikannya, untuk langkah berikut, upaya bertemu Presiden akan dilanjutkan dengan jalan memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Dimana untuk pertemuan besar internal partai itu, bisa digunakan sebagian wadah menyampaikan usulan tersebut. “Dalam waktu dekat memang ada agenda Rakernas PDIP. Dari situ kita akan perjuangkan bagaimana sampaikan usulan ke Presiden. Sejauh ini kita terus kejar dari relawan,” katanya.

Sementara untuk target capaian mereka, Sutrisno menyebutkan agar bagaimana usulan bisa diterima langsung sehingga dapat dikejar penganggaran pada APBN Induk untuk pra-konstruksi. Sehingga konstruksi bisa dijalankan dan APBN Perubahan. “Karena kan kalau prakonstruksi itu tetap harus ada penganggaran. Jadi kalau bisa diterima Presiden usulannya, bisa dimasukkan anggaran ke sana. Nah untuk APBN Perubahan, bisa diusulkan untuk konstruksi. Kalaupun tidak, minimal di Perubahan bisa dimasukkan untuk pra konstruksi,” jelasnya.

Sutrisno pun berharap, usulan ini dapat secepatnya diterima. Meskipun diakuinya pihak kementerian terkait, pada dasarnya sudah menerima usulan dan menilai pembangunan jalur layang ini bisa dijalankan. (bal)

BMKG Warning Hujan Masih Terjadi

Logo BMKG
Logo BMKG

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BALAI Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan warning khususnya bagi daerah pegunungan dan lereng, termasuk kawasan Pematangsiantar dan Parapat. Dalam dua hari ke depan, hingga tanggal 8 Januari 2019, kawasan pegunungan dan lereng berpotensi hujan deras.

“Dalam beberapa hari ke depan, wilayah pegunungan, lereng, termasuk juga wilayah pantai barat agar dapat mewaspadai potensi hujan lebat yang mungkin dapat terjadi. Termasuk masyarakat di Parapat, Siantar, Karo, Madina, tetap waspada karena hujan diprediksi masih terjadi,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I, Syahnan kepada Sumut Pos, Minggu (6/12) siang.

Syahnan menjelaskan, adapun potensi hujan dengan intensitas tinggi tersebut diperkirakan dapat terjadi pada sore hingga malam hari. Terutama pada daerah Tarutung, Sidikalang, Salak, Dolok Sanggul, Pangururan, dan Sibuhuan. “Untuk kawasan pantai barat, potensi ini diperkirakan juga dapat berlangsung di daerah Sibolga, Panyabungan, dan Pandan,” jelasnya.

Selain hujan deras, potensi hujan sedang terangnya juga dapat terjadi di wilayah Sumut. Hal ini umumnya dapat berlangsung di wilayah Sipirok, Kabanjahe, Pematang Raya, Balige, Binjai, Padang Sidimpuan, Gunung Tua, Gunung Sitoli, Stabat, dan Lubukpakam. “Sedangkan untuk hujan ringan, secara merata diperkirakan dapat berlangsung bagi seluruh wilayah Sumut,” terangnya.

Sementara itu, untuk suhu udara, ujar Syahnan, dalam 3 hari kedepan diperkirakan dapat berlangsung mulai 16 derajat hingga 31 derajat Celcius. Hal ini diikuti dengan kelembaban udara mencapai 70 persen hingga 100 persen, dan kecepatan angin maksimal 20 Km/jam. “Kondisi ini tentunya tergantung pada daerah dan iklim wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Sedangkan suhu panas yang terjadi di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir, masih normal. Panas yang terjadi, dikatakan Syahnan, karena saat ini sedang masa peralihan. “Dari prediksi klimatoliginya kita mau memasuki musim panas. Untuk suhunya masih normal yakni 33, “ ujar Syahnan. Meski begitu, diakuinya, diprediksi hujan masih akan terjadi dua hari ke depan di Kota Medan, antara sore dan malam hari. (ain/adz)

Eks Pelatih PSMS Besut Borneo FC

net KEMBALI: Fabio Lopez kembali ke Indonesia.
net
KEMBALI: Fabio Lopez kembali ke Indonesia.

SUMUTPOS.CO – Masih ingat Fabio Lopez? Pelatih asal Italia itu sebelumnya pernah membesut PSMS saat dualisme kompetisi. Dia membesut PSMS versi Indonesia Premier League (IPL) pada 2012 lalu. Kini berselang enam tahun, Fabio resmi kembali ke Indonesia dengan membesut Borneo FC.

Kepastian tersebut disampaikan akun resmi Borneo FC, Sabtu (5/1/2019). “Benvenuto Allenatire Fabio Lopez, Kasih Manyala Coach,” begitu keterangan video unggahan tentang perjalanan Fabio hingga ke Borneo.

Setelah melatih PSMS IPL, Fabio melanglang buana kembali, sempat singgah ke Bangladesh menjadi pelatih timnas di sana. Lalu melatih klub bergengsi Arab Saudi, Al-Ahli.

Fabio sendiri saat ini masih berada di Roma. Via messenger Facebook, Fabio membenarkan sudah resminya ke Borneo. “Senang kembali ke Indonesia. Dan saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari Borneo musim ini sebagai pelatih,” ungkap pelatih pemegang lisensi UEFA A Pro tersebut.

“Diskusi tentang saya menyetujui kontrak hanya 10 menit dan kami setuju memulai petualangan dengan tantangan baru. Saat chemistry dimulai dengan cara ini, tidak mungkin menolak persahabatan untuk bersama-sama membawa klub ini lebih baik,” lanjutnya.

Fabio pun mengatakan semakin senang begitu melihat respon fans Pesut Etam-julukan Borneo FC, yang positif terkait penunjukkannya sebagai pelatih baru. “Saya gembira dan merasa tersanjung serta terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Borneo dengan harapan saya bersama staff bisa memberikan klub ini yang terbaik,” lanjutnya.

“Fans memberikan sambutan hangat, dan saya harap bisa membalas mereka dengan hasil terbaik di lapangan sebagai ucapan terima kasih terbaik,” ucapnya. (bbs/don)