net
PERIKSA: Ratu Tisha kembali dipanggil Satgas Antimafia Bola Polri.
net PERIKSA: Ratu Tisha kembali dipanggil Satgas Antimafia Bola Polri.
SUMUTPOS.CO – Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri kembali melakukan pemeriksaan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria terkait kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Pemeriksaan ini merupakan yang kedua kali dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Ratu Tisha hadir dan lagi diperiksa,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).
Pemeriksaan ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan pada 28 Desember 2018 kali terkait skandal pengaturan skor.
Dalam pemeriksaan kali ini, Ratu diminta memberikan keterangan dan data ke penyidik guna membantu menumpas mafia bola. Pihaknya hendak mendalami sejumlah regulasi dari setiap pertandingan sepak bola dari mulai jadwal pertandingan hingga teknis tentang liga.
“Hari ini diminta verifikasi dan klarifikasi baik secara lisan atau data itu Sekjen PSSI. Karena operasional organisasi Sekjen PSSI. Oleh karenanya dari Sekjen sangan koperatif akan berikan keterangan dan data kembali,” bebernya.
Tisha keluar ruang penyidikan sekitar pukul 15.30 WIB. Dia telah memenuhi panggilan penyidik sejak pukul 09.30 WIB. Tisha mengaku ditanya mengenai tugas pokok dan fungsi struktur organisasi PSSI. Menurutnya, tim penyidik lebih melakukan pemeriksaan ke arah mekanisme prosedur operasi standar (SOP) PSSI.
“Seperti langkah-langkah yang telah diambil PSSI sejak tahun 2017 untuk memerangi match fixing, mulai kerja sama dengan genius sport sampai kerja sama dengan JFA,” kata Tisha.
Tisha mengaku, pertanyaan yang dilontarkan penyidik lebih ke arah transparasi tubuh PSSI. “Jadi mekanisme keorganisasian seperti apa, jadi posisinya ini seperti kerja sama PSSI dan Polri untuk mengetahui lebih lanjut tentang mekanisme keorganisasian,” ucapnya.
Oleh karenanya, Tisha menyebut, untuk memerangi mafia bola tidak bisa dilakukan secara pribadi. Namun perlu aparat penegak hukum yang dapat mengusut tuntas. “Karena ada area terjangkau dan ini area yang di-support penuh oleh kepolisian. Kita sangat berterima kasih,” pungkasnya.
Selain Tisha, Satgas juga memeriksa pejabat PT LIB. Hingga kini dua pejabat PT LIB yang dipanggil oleh Satgas Antimafia Bola untuk dimintai keterangan. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan dan Risha Adi Wijaya. Pemanggilan tersebut sebatas meminta keterangan dari keduanya mengenai wewenang dan tanggung jawab PT LIB dalam kompetisi Liga Indonesia.
“Prinsipnya sebenarnya kami sangat setuju. Kami sangat senang dengan adanya pemberian keterangan yang kami sampaikan kepada satgas karena itu bagian dari tujuan kita semua,” ungkap Risha.
Menurut Risha, pemanggilan tersebut memberikan dampak positif bagi atmosfer sepak bola Indonesia. Sebab, secara langsung PT LIB ikut membantu tugas satgas dalam menangani polemik tersebut. (bbs/don)
doni hermawan/sumut pos
TANDANG: Muhammad Rifki dan Jacken Thiago saat bertandang ke Medan bersama Barito Putera, Mei lalu.
doni hermawan/sumut pos TANDANG: Muhammad Rifki dan Jacken Thiago saat bertandang ke Medan bersama Barito Putera, Mei lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tidak sedikit talenta-talenta hebat pemain Medan yang belum pernah singgah memperkuat PSMS. Salah satunya adalah Muhammad Rifki. Bek asal Barito ini masih menanti kapan berjodoh dengan PSMS.
Musim ini, Rifki kemungkinan hengkang dari Barito. Kebersamaan dua tahun bek asal Medan itu akan berakhir tahun ini seiring dengan keinginannya mencari pelabuhan baru bersama klub lain. Namun adakah peluang memperkuat PSMS?
Sebenarnya Rifki masih memendam keinginan memperkuat klub tanah kelahirannya PSMS. Namun belum berjodoh. “Inginnya main di Medan sih, tapi belum ada rezeki kesana. Ya mungkin sekarang tetap jadi pendukung saja,” bebernya.
Ya, jika pulang ke Medan, Rifki akan menyempatkan diri untuk menonton PSMS jika sedang ada pertandingan. Rifki mengaku selalu mendukung PSMS.
Sebelumnya Rifki hanya sempat memperkuat Pro Duta selama dua tahun. Sebelum akhirnya dia berkelana ke luar Medan memperkuat Sriwijaya, Gresik United hingga Barito.
Rifki mengakui jika sudah mendapat tawaran dari klub Liga 1 lain. Usai menuntaskan kontrak bersama Barito, Rifki segera menuju pintu keluar.
“Yang pasti masih nunggu habis kontrak sama Barito dulu Januari ini. Tapi sekarang memang sudah ada yang nawar. Dari tim Liga 1 juga. Lagipula di Barito belum ada kejelasan diperpanjang atau tidak. Sementara ini saya kumpul dengan keluarga dulu di Medan,” ujar Rifki.
Salah satu klub yang kabarnya mengincarnya adalah Semen Padang. Namun Rifki belum mau membeberkan identitas klub tersebut sebelum ada kepastian.
“Kemungkinan besar pindah. Memang masih sebatas bicara dengan klub tersebut, belum bicara harga karena saya juga hargai kontrak di Barito,” ujar bek berusia 25 tahun itu.
Rifki sudah dua musim memperkuat Barito. Selama dua tahun, Rifki mendapatkan menit bermain yang cukup lumayan. Musim ini dia tampil 19 laga dan 15 di antaranya sebagai starter. Menariknya, Rifki cleansheet dari kartu.
“ Alhamdulillah selama di Barito pelatih kasih saya banyak kesempatan main. Saya juga cukup puas dengan kesempatan yang dikasi pelatih. Tapi mungkin memang saya mau coba suasana dan tantangan baru. Bukan berarti yang cari jaminan menit bermain, tapi saya akan berusaha mendapatkan itu,” kata eks pemain Sriwijaya dan Pro Duta ini. (don)
istimewa
TERBANG: Pesawat Lion Air Group yang terdiri dari Batik Air, Lion Air, dan Wings Air memiliki kebijakan baru terkait dengan bagasi mulai 8 Januari mendatang.
istimewa TERBANG: Pesawat Lion Air Group yang terdiri dari Batik Air, Lion Air, dan Wings Air memiliki kebijakan baru terkait dengan bagasi mulai 8 Januari mendatang.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maskapai Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru terkait dengan kebijakannya tentang bagasi dan barang bawaan penumpang untuk layanan penerbangan domestik. Lion Air dan Wings Air akan memberlakukan kebijakan baru berupa penyesuaian kapasitas (berat) barang bawaan dan bagasi terdaftar gratis atau cuma-cuma efektif 8 Januari 2018 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Ketentuan barang bawaan dan bagasi, seluruh penerbangan domestik Lion Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 20 kilogram per penumpang. Seluruh penerbangan domestik Wings Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 10 kilogram per penumpang,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/1).
Danang menambahkan, calon penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2018 tetap memperoleh layanan bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air. Menurut Danang, setiap calon penumpang, kecuali bayi, diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat tujuh kilogram dan satu barang pribadi seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan membaca, binocular, tas jinjing wanita.
“Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin adalah 40 cm x 30 cm x 20 cm,” papar Danang. Penerbangan Lion Air Group juga memberlakukan bahwa beberapa barang yang diikat atau dibungkus jadi satu tidak akan dianggap sebagai satu buah bagasi kabin.
Bagi calon penumpang yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi melalui agen perjalanan (tour and travel), website Lion Air dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.
Penerbangan Lion Air dan Wings Air menawarkan kapasitas bagasi ekstra atau kelebihan atas bagasi yang ditetapkan. Hal ini sebagai bagian upaya membantu setiap pelanggan dalam meminimalisir biaya tambahan yang relatif tinggi karena kelebihan bagasi. “Setiap pelanggan yang membawa barang bawaan atau bagasi lebih dari ketentuan bagasi perorangan yaitu tujuh kilogram akan dikenakan biaya kelebihan bagasi sesuai tarif yang berlaku pada hari keberangkatan,” kata Danang.
Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, Lion Air Group mengimbau setiap pelanggan bisa mematuhi dan menerapkan aturan dari larangan atau pembatasan tambahan untuk pengangkutan barang tertentu, mengetahui pasti mengenai barang-barang yang dilarang untuk dibawa, termasuk mengenai batasan aerosol, cairan dan gel.(boy/jpnn/ram)
Seorang petugas teknisi Telkomsel sedang memeriksa kondisi perangkat jaringan Telkomsel di daerah pelosok, beberapa waktu lalu.
Seorang petugas teknisi Telkomsel sedang memeriksa kondisi perangkat jaringan Telkomsel di daerah pelosok, beberapa waktu lalu.
SUMUTPOS.CO – Dalam upaya mendukung pemerintah memeratakan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, Telkomsel terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan hingga ke pelosok. Termasuk di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), saat ini sudah tersedia layanan 4G LTE hampir seluruhnya.
Vice President ICT Network Management Area Sumatera Telkomsel, Awal R Chalik mengungkapkan, selama tahun 2018 ada 129 unit infrastruktur baru yang dibangun di wilayah Sumatera berbasis 4G LTE. Dari 129 infrastruktur baru ini, paling banyak di Sumbagut hingga ke pelosok sebanyak 64 unit. Sedangkan di Sumbagteng 56 unit dan 9 unit lagi di Sumbagsel.
“Sudah 80 persen di wilayah Sumbagut tersedia layanan 4G. Target kita pada 2019 seluruhnya, Sumbagut dan Sumatera hingga ke pelosok sudah 4G,” ungkap Awal dalam temu pers persiapan Natal dan Tahun Baru di Graha Merah Putih Telkomsel Lantai 2 Medan, baru-baru ini.
Awal menuturkan, Kepulauan Nias basis jaringan layanannya semua sudah 4G LTE. Jadi, di Sumbagut hanya tinggal di kawasan Simeulue, Aceh. “Dari 64 unit infrastruktur baru di Sumbagut, ada di Aceh ada 2 unit khususnya di daerah wisata. Sedangkan sisanya 62 unit di Sumut dan merupakan paling banyak,” tuturnya.
Menurut Awal, dibangunnya infrastruktur baru tersebut karena Telkomsel tengah fokus untuk peningkatan penggunaan layanan data. Sebab, potensi bisnis di sektor ini sangat besar. “Selain kaum milenial ternyata kelompok orang tua juga sudah ikut memanfaatkan teknologi media sosial. Oleh karenanya, kita menyiapkan ini semua dan persentase kenaikan hingga 30 persen atau 4.529 terrabite,” sebutnya.
Lebih lanjut Awal mengatakan, kehadiran infrastruktur baru di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak memperoleh akses 4G LTE semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam membangun dan memajukan seluruh negeri, tidak hanya di kota dan daerah yang menguntungkan secara bisnis.
“Kami terus berupaya menyediakan layanan komunikasi berkualitas yang merata di seluruh Indonesia untuk mendorong pertumbuhan masyarakat dalam segala aspek kehidupan,” ucapnya.
Awal melanjutkan, teknologi ini merupakan solusi komunikasi untuk melayani daerah-daerah pelosok dengan kondisi geografis yang menantang. Dengan begitu, bisa dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan produktivitas masyarakat yang sebagian besar memiliki mata pencaharian di bidang pertanian dan peternakan. Sebagai contoh, kini masyarakat semakin cepat dan mudah dalam bertukar informasi dalam bentuk teks maupun foto untuk melaporkan hasil panen jagung maupun melakukan transaksi jual beli pupuk.
“Hadirnya BTS 4G Telkomsel terbukti nyata mentransformasi kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah pelosok. Ke depannya, Telkomsel tidak hanya menghadirkan konektivitas layanan komunikasi, namun juga menyediakan solusi produk dan layanan digital yang turut mendukung produktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah pelosok,” imbuhnya.
Executive Vice President Sumatera Telkomsel, Paulus Djatmiko mengatakan, komitmen Telkomsel dalam membangun jaringan hingga ke pelosok khususnya di Sumbagut dibuktikan dengan di kawasan Danau Toba. Sebab, Danau Toba merupakan salah satu destinasi pariwisata, sehingga Telkomsel telah membangun 59 BTS 4G LTE. Komitmen ini wujud dukungan Telkomsel dalam memajukan pariwisata nasional melalui penggelaran jaringan 4G LTE yang andal.
“Sumatera merupakan bagian dari 10 destinasi andalan wisata nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata, yakni Danau Toba (Sumatera Utara) dan Tanjung Kelayang (Bangka Belitung). Kehadiran infrastruktur telekomunikasi sangat penting dalam menunjang pariwisata suatu daerah. Untuk itu, kami telah membangun sejumlah BTS 4G LTE baru untuk mempermudah wisatawan membagi dan menyebarkan ekosistem Indonesia ke seluruh dunia,” katanya saat Gala Dinner Media Gathering Telkomsel Sumatera di Belitung beberapa waktu lalu.
Paulus berharap upaya yang dilakukan pihaknya mendigitalisasi pariwisata ini mampu menarik semakin banyak wisatawan untuk berkunjung langsung menikmati Wonderful Indonesia, sehingga turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. “Optimalisasi jaringan di wilayah Sumatera yang kami lakukan di antaranya perluasan jangkauan, penambahan kapasitas, dan peningkatan kualitas jaringan untuk kenyamanan layanan telekomunikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam melayani masyarakat dan bangsa ini tentunya membutuhkan kerja keras untuk memberikan layanan terbaik. Untuk itu, mari sama-sama mengembangkan bagaimana bisa merasakan sinyal Telkomsel yang begitu bagusnya hingga ke pelosok.
Sementara, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel karena dinilai memberikan kontribusi kepada pembangunan daerah pelosok melalui penggelaran jaringan yang dilakukan Telkomsel. Sebab, saat ini Telkomsel telah menghadirkan layanan Telkomsel 4G LTE yang menjangkau seluruh Kabupaten di Sumatera Utara khususnya, sehingga pelanggan yang berada di pelosok bisa memiliki pengalaman mobile digital lifestyle yang setara dengan masyarakat perkotaan.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Telkomsel karena terbukti peduli membuka jaringan hingga ke pelosok, dan saya berharap bahwa apa yang dilakukan Telkomsel tidak berhenti sampai disini, tetapi terus meningkatkan kualitas layanannya termasuk tetap menggelar jaringan kedaerah pelosok agar perekonomian didaerah semakin meningkat seiring dengan terbukanya isolasi komunikasi selular,” kata Parlindungan.
Ia berkomitmen akan mendukung upaya Telkomsel, karena pembangunan tersebut tidak akan berjalan sendiri tetapi perlu dukungan berbagai pihak antara lain dukungan pemerintah setempat, infrastruktur jalan ke lokasi, hingga pasokan listrik. “Saya akan pertemukan seluruh stakeholder terkait agar pembangunan telekomunikasi bisa berjalan hingga ke pelosok, sehingga Telkomsel tidak memiliki kendala dalam membangun jaringan telekomunikasi karena didukung oleh seluruh pihak yang saling mendukung,” kata Parlindungan.
Saat ini, sambung dia, Telkomsel terus menggencarkan pembangunan infrastruktur broadband ke berbagai wilayah Indonesia termasuk Sumatera Utara. Selain itu, melahirkan inovasi produk dan layanan digital yang semakin beragam, memperluas saluran distribusi produk dan layanan secara online, mengembangkan solusi bisnis terpadu untuk kebutuhan instansi pemerintah, korporat, serta usaha kecil dan menengah (UKM).
Terpisah, pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke pelosok tentu membawa dampak yang sangat positif bagi masyarakat. Dari sisi ekonomi, pastinya menggerakan ekonomi kerakyatan. “Pembangunan jaringan telekomunikasi memberi pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebab, produktifitas akan jauh lebih meningkat karena terbebas dari keterpencilan suatu tempat dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Bahkan, dengan pembangunan infrastruktur jaringan Telkomsel yang baik dan berkualitas, akan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan karena mendorong jaringan informasi dan akses pasar lebih baik lagi,” ujarnya. (ris/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Medan yang mencairkan dana insentif guru honorer hanya 6 bulan yang seharusnya 12 bulan, terus menuai polemik. Kasus ini pun mendapat tanggapan serius dari DPRD Medan.
Mereka pun menggulirkan usulan penggunaan hak interpelasi. Usulan interpelasi itu digulirkan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Jumadi.
Menurut Jumadi, ada yang tidak beres dengan tidak dicairkannya sebagian bantuan insentif guru honorer ini. Menurutnya, alasan Disdik Medan tentang pencairan insentif guru honorer yang 6 bulan tidak masuk akal.
“Jika alasan anggaran itu tumpang tindih, kenapa dicairkan sebagian. Harusnya tidak dicairkan semuanya,” katanya, Jumat (4/1).
Jumadi menyebut, komisi B DPRD Medan yang sejak awal menginisiasi anggaran ini hingga ditampung di APBD 2018 mengaku heran dengan kebijakan Dinas Pendidikan tersebut.”Kita yang mengusulkan anggaran ini, kemudian ditampung dan tidak ada masalah saat dievaluasi. Sekarang setelah dianggarkan timbul permasalahan yang mengada-ada ini,” jelas anggota Komisi B itu.
Dikarenakan kuatnya dorongan guru honorer untuk menuntaskan permasalahan ini, pihaknya mempertimbangkan untuk mengkaji penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Medan. “Permasalahan ini sudah sangat serius, kita pertimbangkan menggunakan hak interpelasi anggota DPRD Medan,” tegasnya.
Diutarakannya, langkah tersebut sangat memungkinkan untuk ditempuh sebagai kesungguhan DPRD Medan dalam memperjuangkan nasib guru honorer di Kota Medan yang kesejahteraanya sangat memprihatinkan.
Anggota Komisi B Fraksi Gerindra, Surianto juga mempertanyakan kebijakan Disdik Medan yang hanya mencairkan insentif kepada guru honorer selama 6 bulan.
Dari laporan yang ia terima, guru honor sekolah negeri penerima insentif Rp600.000 per bulan yang bersumber dari APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2018 tidak lagi mendapatkan Tunjangan Fungsional (Tufu) sebesar Rp2,8 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut.
“Nomenkelaturnya saja sudah beda dan tidak ada peraturan yang dilanggar. Kenapa Disdik Medan hanya menyalurkan bantuan kepada guru honor sekolah negeri yang Rp600.000 itu saja? Kan jadi pertanyaan kebijakan ini. Atas dasar apa Plt Kadisdik Medan (Ramlan Tarigan) ambil keputusan itu,” katanya.
Sebelumnya, guru honorer yang keberatan dengan kebijakan pencairan insentfi selama 6 bulan telah melaporkan Disdik Medan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut serta ke BPK RI Perwakilan Sumut.
Seperti diketahui, total dana bantuan insentif Rp15 miliar dianggarkan di 2018 itu, diproyeksikan untuk 1.962 guru honorer selama satu tahun penuh.(ris/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia saat bergerak ke gedung DPRD Medan untuk berunjukrasa, Jumat (4/1). Foto bawah, Warga Sari Rejo melampiaskan kemarahannya dengan menendang pagar depan Gedung DPRD Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO: Warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia saat bergerak ke gedung DPRD Medan untuk berunjukrasa, Jumat (4/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga yang bermukim di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, mengecam aksi pemasangan plang jalan berlabel Ksatrian TNI AU. Warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) mendadak melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Medan, untuk diagendakan rapat dengar pendapat (RDP) guna meminta penjelasan, Jumat (4/1) sore.
Pahala Napitupulu, salah seorang warga yang juga Ketua Formas mengaku aksi yang dilakukan warga spontanitas atau tak terencana atas keresahan terhadap pemasangan plang jalan berlabel TNI AU.
“Kemarin (Kamis, 3/1) sekitar pukul 16.00 WIB, ada pemasangan plang Jalan Antariksa dengan label Ksatrian TNI AU serta Pemko dan Dishub Medan. Plang tersebut dipasang menggantikan plang jalan yang lama, tanpa embel-embel Ksatrian TNI AU,” ujar Pahala.
Diutarakan dia, Jalan Antariksa statusnya adalah jalan kota bukan milik Ksatrian TNI AU. “Sari Rejo itu bukan wilayah Ksatrian TNI AU, tapi kenapa plang jalan diberi label itu. Tidak ada hubungan Ksatrian TNI AU dengan pemukiman di sini, karena tidak ada asrama prajurit,” cetusnya.
Menurut Pahala, tanah Sari Rejo merupakan tanah negara yang digarap masyarakat. Bukan tanah TNI AU yang digarap masyarakat. Tanah tersebut awalnya terlantar, kemudian pada tahun 1984 digarap masyarakat. Proses sengketa tanah itu juga telah dimenangkan warga di Mahkamah Agung, tetapi TNI AU merasa itu tetap milik mereka.
“Seharusnya kalau memang merasa tanah mereka, maka keputusan Mahkamah Agung digugat. Bukan seperti ini caranya, dan warga ditakut-takuti dan bahkan menyerang kampung,” tuturnya.
Pahala mengaku, ada hampir 20 plang jalan berlabel TNI AU di kawasan Sari Rejo. Plang jalan tersebut sudah dicabut warga. “Plang jalan itu anehnya hanya ada di kawasan Sari Rejo, di tempat lain tidak ada ditemukan,” ucapnya.
Ia menyebutkan, plang itu dipasang oleh pekerja atau buruh yang disuruh oleh TNI AU. “Kami sudah tanyakan langsung kepada orang atau pekerja yang memasang plang itu. Tetapi, TNI AU tidak ada ikut mendampingi ke lokasi. Begitu kita suruh panggil pihak yang menyuruh pasang, pekerja itu tidak kembali lagi. Mereka memasang tanpa ada koordinasi dengan warga ataupun pihak kelurahan setempat,” bebernya.
Pahala menyatakan, pemasangan plang jalan tersebut sebagai bentuk teror dan intimidasi terhadap warga Sari Rejo. Seakan-akan, wilayah tersebut milik mereka, padahal kenyataannya tidak demikian. Melainkan, milik warga dan diperkuat dengan keputusan Mahkamah Agung.
“TNI AU semestisnya menjaga kondusifitas, apalagi menjelang Pemilu 2019. Bukan melakukan dengan cara-cara yang menteror warga. Kondisi warga sudah susah, muncul pula teror seperti ini, apa warga enggak mengamuk? Jadi, menjelang Pemilu 2019, TNI AU dihimbau menahan diri. Jangan lakukan cara-cara yang arogan,” kata Pahala.
Dia menambahkan, kepada anggota dewan diminta untuk memanggil Wali Kota Medan dan TNI AU agar menjelaskan kepada warga dalam satu minggu terakhir. “Kenapa plang jalan kota bisa berlabel TNI AU? Ini kan plang jalan kota, dananya dari APBD, jadi harus dijelaskan juga. Jangan warga dikorbankan dengan cara-cara picik seperti ini, padahal bisa jadi ada kepentingan? Misalnya, mau dibangun perumahan. Hal-hal ini atau praduga negatif muncul karena ketidakterbukaan terhadap pemasangan plang jalan tersebut. Jadi, ada apa ini sebenarnya dan perlu dijelaskan kepada warga,” tegasnya.
Setelah setengah jam berunjuk rasa, kehadiran warga diterima Anggota DPRD Medan Zulkifli Lubis. Zulkifli mengaku akan segera menyampaikan aspirasi dan tuntutan warga untuk RDP ke Komisi A. “Kebetulan saya di Komisi C, jadi saya tak berwenang. Namun, saya berjanji akan meneruskan persoalan ini kepada Komisi A agar segera dilakukan RDP dan memanggil pihak-pihak terkait seperti Dishub dan lainnya,” ujar Zulkifli.
Usai mendengar penyampaian anggota dewan, puluhan warga pun membubarkan diri. Secara bertahap, warga meninggalkan gedung wakil rakyat tersebut dan kembali ke rumahnya masing-masing. (ris/ila)
file/SUMUT POS
NELAYAN:Nelayan tradisional pergi melaut di kawasan Belawan Medan, beberapa waktu lalu. Saat ini hanya 400 kapal nelayan yang layak melaut.
Rabu (4/1) Karena cuacaburuk belakangan ini mempengaruhi tangkapan nelayan yang mengakibatkan tinggi nya harga ikan di sejumlah pasar di kota medan.
file/SUMUT POS NELAYAN:Nelayan tradisional pergi melaut di kawasan Belawan Medan, beberapa waktu lalu. Saat ini hanya 400 kapal nelayan yang layak melaut. Rabu (4/1) Karena cuacaburuk belakangan ini mempengaruhi tangkapan nelayan yang mengakibatkan tinggi nya harga ikan di sejumlah pasar di kota medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) 71/2016 tentang alat tangkap, sebanyak 40 persen jumlah kapal yang legal layak melaut. Sisanya, 60 persen kapal terpaksa ditambatkan bersandar karena tak diperkenankan melaut.
Berdasarkan persentase jumlah kapal ikan di Gabion Belawan jumlahnya ada 1.000 unit, dengan demikian hanya 400 unit atau sekitar 40 persen kapal yang diperkenankan melaut karena menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
“Untuk saat ini, data yang kita peroleh hanya 400 unit kapal itu mulai dari ukuran 10 GT hingga 200 GT yang melaut, selebihnya yakni 600 kapal tidak melaut karena menggunakan alat tangkap dilarang,” kata Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Salim, Jumat (4/1).
Dijelaskannya, sejak Permen KP 71/ 2016 diberlakukan, Syahbandar Belawan melakukan pengawasan ketat terkait izin berlayar agar semua kapal yang melanggar aturan atau yang alat tangkapnya tidak ramah lingkungan, tidak melaut.
“Mungkin nelayan menilai kapal besar yang melaut adalah kapal yang melanggar aturan. Padahal itu salah karena kapal yang mau melaut dari Gabion telah sesuai aturan,” jelas Salim.
Disinggung tentang perincian atau bentuk alat tangkap yang diperbolehkan atau ramah lingkungan, Salim mengatakan semuanya telah dijelaskan dengan rinci dalam Permen KP 71/ 2016.
“Jadi tidak ada alasan bagi pengusaha kapal ikan tidak tahu. Tapi mungkin karena masalah permodalan pengusaha tidak mampu merubah alat tangkap. Sedangkan untuk kapal 10 GT ke bawah, akan mendapat bantuan dari pemerintah,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatera (AMANSU), Alfian MY menegaskan, selama ini memang tidak ada lagi alat tangkap pukat trawl dan tarik dua beroperasi. Seharusnya, nelayan tradisional sudah bisa berpikir maju mengarah ke nelayan modern.
Artinya, modernisasi bukan berarti menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan, tapi pemerintah yang tidak punya desain untuk kemajuan nelayan. Sehingga, kisruh nelayan tradisional dengan nelayan modern pasti terus bergejolak di Sumatera Utara khususnya di Belawan.
“Yang jelas, nelayan modern menggunakan alat tangkap pukat trawl sudah tidak ada yang melaut. Kalaupun ada, itu nelayan skala kecil menggunakan pukat taril dua yang setara dengan nelayan tradisional. Kita juga kesal dengan pemerintah, mereka mengawasi pukat trawl dalam negeri, tapi di tengah laut sana, nelayan luar negeri seperti Malaysia malah mencuri hasil laut kita dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang juga, inikan tidak adil dan kita anggap pemerintah tidak tegas,” ujar Alfian.
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Agus Andrianto menegaskan, pihaknya tetap menegakkan aturan kepada alat tangkap yang melanggar Permen KP 71/2016, dengan melakukan penyitaan alat tangkap dan membina nelayan yang melanggar aturan.
“Untuk alat tangkap pengganti akan segera direalisasikan oleh Pemko Medan, untuk anggaran akan segera diberikan dalam waktu dekat, bahkan distribusi alat tangkap akan diperbantukan dengan dana CSR perusahaan yang ada, agar masalah alat tangkap ini segera terealisasi,” tegas Kapolda. (fac)
diva/sumut pos
NAIK PANGKAT: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menyalami anggotanya yang naik pangkat.
diva/sumut pos NAIK PANGKAT: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menyalami anggotanya yang naik pangkat.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.722 personel Poldasu mengikuti peng-ukuhan kenaikan pangkat di halaman KS.Tubun Mapolda Sumut, Jumat (4/1). Salah seorang di an-taranya, Kabid Propam Poldasu Kombes Pol Yofie Girianto Putro SIK Kenaikan pangkat terhitung mulai Januari 2019 sejajaran Poda Sumut yang berjumlah 1.722 orang, terdiri dari perwira 298 orang dengan rincian pangkat Kombes 1 personel, AKBP 24 personel, Kompol 33 personel, AKP 11 personel, Iptu 203 personel dan Ipda 26 personel. Sementara Bintara dan Tamtama berjumlah 1.381 personel dengan catatan pangkat Aiptu 14 personel, Aipda 310 personel, Bripka 234 personel, Brigpol 90 personel, Briptu 732 personel dan Bharatu 1 personel.
Sebagai pemimpin upacara korps raport kenaikan pangkat, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas pengabdian yang dilakukan selama bertugas.”Kiranya membawa kebahagiaan dan semangat baru, baik bagi saudara dan keluarga maupun organisasi,” kata Agus.
Kapolda juga menyampaikan kiranya kenaikan pangkat ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam kepercayaan publik terhadap kinerja Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.
Kapoldasu berpesan, kalau kenaikan pangkat bukanlah hak yang melekat pada setiap anggota Polri, tapi merupakan penghargaan (reward) dari pimpinan berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan.
“Oleh karena itu syukuri anugerah kenaikan pangkat ini dengan sikap tanggungjawab yang lebih dari sebelumnya serta terus berupaya meningkatkan etos dan kualitas kinerja saudara dimanapun bertugas,” ucapnya.
Agus mengajak seluruh personel untuk mewujudkan jati diri Polri yang profrsional modern dan terpercaya (promoter), sikap dan prilaku yang menjadi teladan di tengah-tengah masyatakat. “Khusus kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dinaikan golongannya, harus mampu menunjukkan kualitas dalam membantu tugas-tugas Polri di bidang struktural maupun fungsional,” ungkapnya.
Jendral bintang dua ini menyampaikan beberapa penekanan yang dapat dipedomani dalam pelaksanaan tugas, antara lain tingkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas. Selalu bersyukur dalam situasi apapun, dan berupaya untuk selalu bersikap rendah hati dan tidak arogan dalam pelaksanaan tugas.
Bekerjalah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dengan niat yang tulus dan hati yang bersih untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Tingkatkan profesionalitas khususnya dalam bidang sains dan teknologi, pahami perkembangan zaman serta memanfaatkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan Polri dimata masyarakat. Bina soliditas dan sinergitas TNI-Polri, dalam menjaga keutuhan NKRI. (dvs/ila)
FILE/SUMUT POS
Seorang nelayan menampung minyak yang tumpah saat perahu nelayan melakukan pengisian bahan bakar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (DPPSB) Belawan, belum lama ini.
FILE/SUMUT POS Seorang nelayan menampung minyak yang tumpah saat perahu nelayan melakukan pengisian bahan bakar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (DPPSB) Belawan, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Agus Andrianto dengan tegas akan mengusut pelaku penyelewengan atau ketimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) khusunya solar kepada nelayan “Kita akan lakukan penyelidikan dan akan minta tambahan informasi dari Pertamina, maka kita bisa usut untuk mengidentifikasi siapa pelaku ketimpangan BBM ini. Kita juga tegaskan, kalau ada anggota yang terlibat dalam penyelewengan ini akan kita tindak tegas,” kata Agus di Mesjid Djaafar Warahmah Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (4/1).
Dijelaskan Kapoldasu, pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan Pertamina, apakah masalah kelangkaan minyak solar ke nelayan ada indikasi ketimpangan. Bila memang tidak, berarti distribusi berjalan lancar.”Yang jelas, ini akan terus kita awasi dan kawal agar distribusi BBM ini sampai kepada nelayan,” tegas Agus didampingi Wakapolda, Brigjend Pol Mardiaz.
Agus juga mengaku, pihaknya telah menerima keluhan nelayan terkait masalah kelangkaan BBM. Ia akan mencari solusi agar distribusi BBM kepada nelayan dapat disalurkan agar nelayan mampu melaut.
“Makanya kita hadir disini, agar kebutuhan BBM kepada nelayan dapat tersalurkan. Karena ini tujuan pemerintah mensejahterakan masyarakat. Kita cari solusi dengan membahas masalah ini ke GM Pertamina,” terang Agus didampingi Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan.
Seorang nelayan, Andika Gemilang mengaku, sejak 4 bulan belakangan ini, nelayam skala kecil yang bersandar di pinggiran Sungai Deli, kesulitan memperoleh solar. Anehnya, Depo Pertamina yang hanya berjarak tidak begitu jauh, tidak mampu mengatasi masalah yang dialami nelayan.
“Bayangkan saja, kami mau beli ke galon (SPBU) pun tidak boleh. Bagaimana kami mau melaut untuk membiayai anak kami sekolah dan memberikan makan keluarga,” keluh Andika.
Dengan kedatangan Kapolda, kata Andika, sangat membantu nelayan untuk mengakomodir distribusi solar. Sehingga, pihak Pertamina akan segera menyalurkan distribusi solar dengan tidak mempersulit nelayan.
“Untuk nelayan di pinggiran benteng Sungai Deli ada sebanyak 800 unit kapal, kita membutuhkan kuota solar sebanyak 7 hingga 8 ton per hari. Kami sangat berterima kasih dengan Bapak Kapolda yang telah membantu menerima keluhan nelayan,” ungkap Andika. (fac/ila)
Sky Bridge /sumu tpos
TERBENGKALAI: Sky bridge yang menghubungkan ke Stasiun Kereta Api saat ini terbengkalai.
Sky Bridge /sumu tpos TERBENGKALAI: Sky bridge yang menghubungkan ke Stasiun Kereta Api saat ini terbengkalai.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan sky bridge atau jembatan layang yang menghubungkan kawasan Lapangan Merdeka Medan dengan Stasiun Kereta Api belum diketahui kapan bisa digunakan.
Bangunan yang menelan APBD hingga Rp35 miliar itu sudah selesai dibangun pada Desember 2014 lalu, kondisinya kini sudah dalam keadaan rusak atau dibiarkan terbengkalain
Pemerintah Kota (Pemko) Medan sepertinya tidak memiliki niat untuk memfungsikan sky bridge atau jembatan penyeberangan dari sisi timur Lapangan Merdeka ke Stasiun Besar Kereta Api.
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan proyek yang telah menghabiskan Rp35 miliar. Eldin sangat santai dengan kondisi sky brigde yang semakin mengkhawatirkan.
Bahkan, ketika ditanya kendala tidak difungsikannya sky brigde, Eldin menyebut tidak ada masalah. Ia mengaku kondisi sky bridge yang rusak parah akan diperbaiki.”Sudah dibicarakan dengan PT KAI soal sky bridge, mustilah deal (sepakat) dulu dengan PT KAI. Nanti diperbaiki yang rusak,” ujar Eldin baru-baru ini.
Jawaban wali kota tersebut sudah sering terlontar dari mulutnya. Beberapa bulan bahkan tahun lalu juga demikian. Namun, sayangnya hingga kini tidak kunjung terealisasi.
Sementara, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut-Aceh, Ilud Siregar mengaku, difungsikan atau tidaknya sky bridge merupakan kebijakan dari Pemko Medan. Kata Ilud, PT KAI tidak ikut di dalamnya.”Sky bridge itu kan ranahnya Pemko Medan, tergantung mereka untuk operasionalnya. Jadi bukan ranah PT KAI,” ujar Ilud yang dihubungi wartawan.
Ia menegaskan jika Pemko Medan ingin mengoperasionalkan sky bridge, PT KAI dengan senang hati akan membuka pintu yang menghubungkan sky bridge ke Stasiun Besar. “Sekali lagi, jadi tergantung Pemko Medan,” pungkasnya. (ris/ila)