diva/sumut pos
BANTUAN: Wakapolsek Medan Timur, AKP Rosmeri, didampingi Kapolsek, M Arifin, menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga tak mampu.
diva/sumut pos BANTUAN: Wakapolsek Medan Timur, AKP Rosmeri, didampingi Kapolsek, M Arifin, menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga tak mampu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin, selalu memantau keamanan wilayah hukumnya dengan mengkayuh sepeda. Tak hanya itu, dirinya juga tak lupa untuk melakukan kegiatan sosial dengan bersedekah.
Seperti yang dilakukannya pada Jumat (4/1). Bersama dengan jajarannya, mantan Kasi Propam Polrestabes Medan itu mengunjungi rumah yang sangat sederhana yang dihuni seorang wanita tua di Jalan Brigjen Bejo Gang Jeruk No 36 Kelurahan Pulo Brayan Darat II Kecamatan Medan Timur.
Wanita bernama Syofriani (54) itu diketahui sebagai seorang single parent yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Suaminya telah lama meninggalkan Syofriani dan 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Sehingga, Syofriani harus berjuang bekerja keras seorang diri untuk membesarkan 4 orang anaknya.
Dalam kesempatan itu, Arifin, S.H serta personel Polsek Medan Timur tersentuh untuk memberikan bantuan kepada Syofriani, sekaligus mengupayakan pelayanan pengobatan gratis dari Puskesmas setempat kepada keluarga Syofriani.
“Ini memang bagian dari program Polrestabes Medan untuk menyambangi masyarakat kurang mampu dan memberikan bantuan berupa sembako serta mengupayakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu,” ujar Arifin di sela-sela kegiatan.
Syofriani yang berstatus janda ini, sejak ditinggal suaminya, terpaksa menghidupi keempat anaknya yang masih kecil-kecil. “Anaknya empat orang dan masih kecil-kecil,” kata Arifin.
Apalagi kondisi kesehatan Syofriani yang tinggal di rumah kecil saat ini sering sakit-sakitan dan butuh jaminan kesehatan.
“Prihatin dengan kondisi ekonomi ibu ini dan kesehatannya. Kita upayakan pengobatan gratis ke puskesma ,” kata Arifin.
Usai berbagi rezeki, Kapolsek Medan Timur beserta Personel Polsek Medan Timur melanjutkan kegiatan dengan menyambangi warga dan tokoh agama serta tokoh masyarakat .”Dengan bersepeda kita kembali menyambangi warga dan tokoh masyarakat,” pungkasnya. (dvs/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MELINTAS_Sejumlah pengendara melintas di ruas underpass saat uji coba di Jalan Brigjend Katamso Medan, Jumat (28/12/2018). Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan itu mulai diujicoba sebelum diresmikan dan dioperasionalkan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MELINTAS_Sejumlah pengendara melintas di ruas underpass saat uji coba di Jalan Brigjend Katamso Medan, Jumat (28/12/2018). Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan itu mulai diujicoba sebelum diresmikan dan dioperasionalkan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan proyek Underpass Titi Kuning Medan ditargetkan akan dibuka seluruhnya pada pekan ketiga Januari 2019. Meskipun ada ke-terlambatan penyelesaian, namun prosesnya tinggal penyempurnaan dan perapian.
c Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Medan Bambang Pardede mengatakan bahwa saat ini proses pengerjaan penyelesaian proyek Underpass Titi Kuning terus berjalan. Hanya saja disebutkan, untuk fisik utama yakni jalan dan jembatan, sudah selesai.
“Sebenarnya sudah selesai untuk fisiknya (utama). Tinggal perlu ada penyempurnaan, perapian dan kalau ada yang cacat. Itu kemarin setelah serah terima pekerjaan atau PHO (provisional hand over),” ujar Pardede, Jumat (4/1).
Dikatakan Pardede, berdasarkan laporan PPK (pejabat pembuat komitmen), target operasional Underpass Titi Kuning adalah pekan ketiga. Karena itu katanya, di lapangan dapat dilihat bahwa pengerjaan terus berjalan untuk penyempurnaan ornamen bagian dalam bangunan satu jalur.
“Memang waktu PHO itu belum sempurna. Makanya mungkin ada denda untuk itu, karena melewati waktu pelaksanaan. Tetapi pastinya kapan dan besarannya belum tahu. Yang terpenting adalah bagaimana mengejar penyelesaian,” katanya.
Sedangkan terkait wacana keterlambatan pengerjaan proyek karena berbagai kendala di awal pelaksanaan seperti persoalan utilitas milik PLN dan PDAM dan sebagainya, adalah lumrah. Masalah tersebut pun sudah terlewati dan tinggal menunggu agar masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan tersebut.
“Terlambat itu kan manusiawi, utamanya bagaimana bisa Underpass ini dirasakan masyarakat. Apalagi sejak awal, Menteri (PU-PR) berorientasi pada mutu (kualitas) proyek. Jadi semua unsur diperhatikan, seperti K3 (keamanan dan keselamatan kerja), dan bagaimana meminimalisir dampak. Dan sekarang kita tunggu itu dibuka semuanya,” jelasnya.
Dirinya berharap target pembukaan jalur bawah tanah (fly over untuk jalur atas) dua pekan mendatang, dapat dicapai. Sebab katanya, masyarakat menanti-nanti pembangunan ini dinikmati warga dan memperlancar arus lalu lintas di persimpangan Brigjen Katamso Titi Kuning. (bal/ila)
IST
RINGSEK: Bus Bilah Pane Sejati tampak ringsek setelah menabrak truk dan gerobak pedagang di Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan.
IST RINGSEK: Bus Bilah Pane Sejati tampak ringsek setelah menabrak truk dan gerobak pedagang di Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan.
RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Bus Bilah Pane Sejati BK 7186 LY mengalami kecelakaan di Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan, Jumat (4/1) dini hari. Akibatnya, puluhan penumpang luka-luka.
Informasi dihimpun, bus yang mengangkut rombongan berpenumpang sekitar 20-an orang itu berangkat dari Desa Ujung Padang Pamingke, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) untuk menghadiri pesta pernikahan di Simarpinggan, Tapanuli Selatan.
Namun naas, saat berada di kawasan Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan, pengemudi bus diduga tidak dapat mengendalikan stiur hingga menabrak truk jenis Cold Diesel milik Toko Star Prabot yang sedang parkir.
Meski menabrak truk, bus juga menabrak tiang telepon dan beberapa gerobak pedagang yang ada di tepi jalan.
Informasi yang dihimpunAkibat insiden ini, seorang penumpang Natas Siadari (37) harus dilarikan ke RSUD Rantauprapat karena empat jari tangan kanannya putus. Serta puluhan orang mengalami shock atau goncangan hebat dan luka-luka ringan.
“Setelah kejadian itu, kami keluar dari bus dibantu warga. Banyak penumpang luka-luka. Bahkan ada saudara kami empat jari tangannya putus hingga dilarikan ke RSUD Rantauprapat,”ungkap M Boru Sihaloho, salah satu penumpang bus rombongan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Sonny Harsono SIK saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kecelakaan tersebut.
“Kita cek dulu ya ke piket Laka,” ujarnya singkat melalui pesan Whatsapp. (bud/smg/han)
TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, MSi mengeluarkan pengumuman tentang hasil akhir seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Taput 2018.
Dari ribuan peserta yang mendaftar untuk mengisi sebanyak 210 formasi jabatan, hanya 171 peserta dinyatakan lulus dalam seleksi tersebut. Berdasarkan pengumuman bernomor 800/1065/35.2.1.XII/2018 yang dikeluarkan pada akhir tahun 2018 tersebut, peserta yang lulus seleksi akhir wajib melakukan pemberkasan ulang dengan melengkapi dan membawa dokumen persyaratan sejak 7 Januari-11 Januari mendatang di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Taput.
Kepala BKD Taput, Hotman Nababan kepada wartawan, Kamis (3/1) mengatakan, peserta yang lulus seleksi untuk diangkat menjadi CASN, hanya peserta yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang dapat diusulkan dan di proses penetapan Nomor Induk Kepegawaian serta memperoleh Surat keputusan tentang pengangkatan sebagai CPNS.
Ia menambahkan, jika dalam jangka waktu sejak 7 Januari sampai 11 Januari peserta tidak melengkapi data dan dokumen, maka peserta dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.
“Selain itu, apabila dalam pelaksanaan tahapan seleksi atau dikemudian hari setelah adanya pengumuman kelulusan hasil akhir, diketahui terdapat keterangan data dan dokumen yang tidak sesuaikan atau tidak benar, panitia seleksi dapat menggugurkan kelulusan peserta yang bersangkutan. Dan keputusan panitia seleksi bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat,” katanya. (as/osi/smg)
SOPIAN/SUMUT POS
PEDULI: Karang Taruna Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi menggalang dana untuk korban Tsunami Selat Sunda.
SOPIAN/SUMUT POS PEDULI: Karang Taruna Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi menggalang dana untuk korban Tsunami Selat Sunda.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota Karang Taruna Kecamatan Rambutan melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban tsunami Selat Sunda. Aksi peduli sosial tersebut dilakukan di Simpang Empat Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Jumat (4/2).
Ketua Karang Taruna Kota Tebingtinggi Asnawi Mangkualam SHI didampingi Ketua Karang Taruna Kecamatan Rambutan Dedi Sinulingga, mengatakan bahwa aksi sosial tersebut lahir dari pemikiran anggota Karang Taruna baik dari Kelurahan dan Kecamatan.
“Inilah wujud aksi kepedulian sosial sesama manusia, hati karang taruna terpanggil karena merasa terharu dengan kondisi bangsa, terutama masyarakat yang tinggal di sisi Selat Sunda yang menjadi korban tsunami akibat meletusnya Gunung Anak Krakatau,”bilang Asnawi.
Dikatakan Asnawi, bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Karang Taruna Provinsi. Selanjutnya akan disalurkan langsung kepada Karang Taruna di Lampung dan Jawa Barat yang menjadi korban tsunami.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat terutama pengguna jalan raya yang mau peduli dengan korban Tsunami. Mudah-mudahan bantuan ini akan mengurangi penderitaan mereka berkurang,”kata Asnawi.
Salah seorang masyarakat yang melintas, Edi (45) warga Serdang Bedagai mengaku terharu melihat aksi sosial yang dilakukan oleh Karang Taruna Kota Tebingtinggi untuk membantu sahabat dan rekan yang menjadi korban tsunami di Selat Sunda.
“Kalau organisasi kepemudaan lainnya banyak yang peduli dengan apa yang dilakukan Karang Taruna, mungkin bertambah ringan beban saudara kita yang menjadi korban bencana tsunami,”kata Edi. (ian/han)
TOMY/SUMUT POS
RESMIKAN: Perwakilan Kementerian ESDM, Sampe L Purba didampingi Kadis ESDM Pemprovsu dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Asahan, Drs H Hasby Simbolon MSi meresmikan sarana air bersih sumur bor di Desa silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
TOMY/SUMUT POS RESMIKAN: Perwakilan Kementerian ESDM, Sampe L Purba didampingi Kadis ESDM Pemprovsu dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Asahan, Drs H Hasby Simbolon MSi meresmikan sarana air bersih sumur bor di Desa silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima satu unit fasilitas sarana air bersih dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Asahan.
Penyerahan fasilitas air bersih berupa sumur bor tersebut diwakili Tenaga Ahli Kementerian ESDM, Sampe L Purba didampingi Kadis ESDM Pemprovsu dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Asahan, Drs H Hasby Simbolon MSi, Jumat (4/1).
Sampe L Purba mengatakan, penyerahan sarana air bersih melalui sumur bor air tanah yang diperuntukkan bagi warga Desa Silo Bonto ini merupakan program badan geologi kementerian ESDM tahun anggaran 2018 di wilayah Kabupaten Asahan.
“Artinya sarana air bersih ini dibangun pada Tahun Anggaran 2018 yang dapat digunakan secara penuh oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,”kata Sampe.
Selain itu, peresmian sumur bor ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pemerintah pusat melalui kementerian ESDM bekerjasama dengan Pemda dan di dukung oleh Komisi VII DPR-RI memiliki program pro rakyat.
Perlu diketahui, fasilitas sarana air bersih yang dibangun tahun 2018 ini memiliki spesifikasi kedalaman 126 meter dengan debit 2 liter/detik menggunakan konstruksi pipa besi galvanis berdiameter 6 inci.
“Sumur bor ini menggunakan genset dengan kapasitas 10 kVA sama dengan 8 kwatt, menggunakan pom pa selang berkekuatan 3 PK dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter dan mampu melayani kebutuhan air 2.800 jiwa,”bilang Sampe.
Sementara itu, Bupati Asahan diwakili Hasby Simbolon, menyebutkan program ini termasuk dalam pro gram nasional dibidang penyediaan air bersih yang bersinergi dengan daerah dalam program 100-0-100, yang artinya seratus persen pelayanan air bersih, Nol persen kawasan kumuh dan seratus persen pelayanan sanitasi masyarakat.
“Program penyediaan sarana air bersih di Kabupaten Asahan baru mencapai 46,06 persen dari jumlah penduduk sebanyak 723.885 jiwa,”sebut Hasby. (omi/han)
Dedi Jailani/sumut pos
SAMBUTAN: Ketua Pengadilan Agama Panyabungan Yunadi, Sag membacakan sambutan Menteri Agama RI pada upacara peringatan HAB ke-73 Kemenag di Madina.
Dedi Jailani/sumut pos SAMBUTAN: Ketua Pengadilan Agama Panyabungan Yunadi, Sag membacakan sambutan Menteri Agama RI pada upacara peringatan HAB ke-73 Kemenag di Madina.
MANDAILAING NATAL, SUMUTPOS.CO – Upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-73 Kemenag Mandailing Natal digelar di pertapakan Rumah Sakit Umum Panyabunga Komplek Perkantoran Paya Loting, Kamis (3/1).
Ketua Pengadilan Agama Panyabungan selaku inspektur upacara Yunadi, SAg membacakan sambutan Menteri Agama RI mengatakan, bahwa berdirinya Kementerian Agama adalah untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat. Agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang kian rekat.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti ke-73, Kementerian Agama mengingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Dalam negara kita berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi negara, bahkan kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama.
Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”, lanjut Yunadi membacakan sambutan Menteri Agama menyikapi tahun politik ini, mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan.
“Mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesama anak negeri,”katanya.
Upacara peringatan HAB ke-73 Kemenag tersebut diwarnai penyematan Satya Lencana dan penyerahan Piagam Penghargaan masa bakti 10 tahun di lingkungan Kementrian Agama Mandailing Natal kepada 18 orang pegawai.
Turut hadir Sekda Mandailing Natal, Drs Mhd Safi’i Lubis, M Si, Asisten III Drs Sahnan Batubara MM, Kakan Kemenag Mandailing Natal Dr H Dur Brutu MA, Ketua Pengadilan, Kepala BNN, Pimpinan OPD, Anggota PKK, Anggota Dharma Wanita, ASN dan Honorer dan Siswa-siswi MTs N, MAN. (mag-6/han)
Longsor kembali terjadi dan menimbun jambtan sidua-dua Parapat
Longsor kembali terjadi dan menimbun jambtan sidua-dua Parapat
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Tanah longsor kembali menerjang Jembatan Kembar Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Kamis (3/1). Akibatnya, akses dari Pematangsiantar menuju kawasan wisata Danau Toba sempat terputus. Arus lalu lintas pun dialihkan melalui jalur alternatif baik dari Pematangsiantar maupun Parapat.
NORMALISASI yang dilakukan di Jembatan Siduadua Parapat Kabupaten Simalungun, Kamis (3/1) pagi, ternyata tidak otomatis membuat material lumpur di jembatan bersih. Sebab longsor susulan kembali terjadi pada Kamis (3/1) siang sekira pukul 12.05 WIB. Beruntung saat longsor susulan terjadi, petugas sudah menyadarinya sehingga tidak ada lagi yang bekerja di jembatan.
Dari informasi yang diperoleh, saat itu petugas sedang membersihkan material longsor yang masih tersisa. Tiba-tiba para petugas yang berjaga di lokasi mendengar suara gemuruh. Petugas yang sedang bekerja langsung berhenti beraktivitas. Arus kendaraan yang akan melintas pun langsung dihentikan. Tidak lama kemudian, material longsor berupa tanah berlumpur dan batang kayu dengan jumlah besar turun dan menutupi jembatan Siduadua.
“Kendaraan yang hendak melintas kita arahkan untuk balik kanan ke arah Parapat atau Siantar. Untuk mencari kantong parkir terdekat atau memilih jalur alternatif lainnya,” kata Kapolsek Parapat AKP Bambang Priyatno kepada wartawan.
Bambang juga memastikan, evakuasi tidak akan selesai dilakukan dalam satu hari. Karena material longsor yang menimbun jalan sangat besar. “Kali ini longsoran sangat besar. Lebih besar dari sebelum-sebelumnya,” sebutnya.
Tercatat, ini adalah longsor kelima yang menerjang jembatan Sidua-dua dalam dua bulan terakhir. Pertama kali longsor menerjang pada Selasa (18/12). Sejumlah kendaraan tertimpa material longsor. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Longsor yang kedua terjadi pada Minggu (30/12). Selajutnya pada Senin (31/12). Terakhir longsor terjadi pada, Selasa (1/12).
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, pengendara dari arah Siantar sudah dialihkan secara total melalui jalan alternative via Sitahoan, dengan sistem satu arah. Sementara dari arah Parapat tidak diperbolehkan melintas menuju Kota Siantar, diarahkan melalui Porsea, Pulo Raja, Kabupaten Asahan. Bagi yang ingin ke Siantar, harus menunggu di kantong parkir yang ada di jalan lintas di Parapat dan Tobasa. Bambang juga mengungkapkan, Polisi saat ini sedang berupaya naik ke bukit untuk mengetahui penyebab terjadinya longsor secara terus-menerus.
Satu Jalur Dibuka
Sementara, evakuasi material longsor terus dikebut pengerjaannya. Kabar terakhir menyebut, kendaraan sudah bisa melintas satu jalur. Camat Girsang Sipanganbolon, Boas Manik menjelaskaan, jalur sudah dibuka sejak pukul 16.00 WIB, Kamis (3/1). Petugas kepolisian melakukan sistem buka tutup jalur. “Kami bersama beberapa pihak swasta dan masyarakat bergotong royong untuk membuka jalur,” kata Boas Manik, Kamis (3/1) petang.
Hingga kini, ada tiga alat berat dari pihak swasta yang dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Saat melakukan pembersihan, longsor kembali terjadi. Namun volumenya tidak besar. Ia melanjutkan, pihak kecamatan mencatat, ini adalah longsor yang ke 17 kalinya di jalur tersebut selama dua bulan terakhir. Namun yang bervolume besar sebanyak tujuh kali.
Dia mengatakan, saat kejadian longsor yang terjadi sekira pukul 12.05 WIB, tiga kendaraan hampir menjadi korban. Namun beruntung bisa cepat dicegah oleh beberapa petugas. “Mudah-mudahan cepat bisa dievakuasi semuanya. Jangan sampai ada hujan, supaya tidak ada longsor lagi,” ungkapnya.
Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis yang dikonfirmasi Sumut Pos kemarin sore juga mengakui, lalu lintas pada ruas jalan tersebut dilakukan buka tutup, mengingat pembersihan material longsor oleh petugas di lapangan. “Sekarang kondisinya sudah bisa dilalui kembali. Namun masih buka tutuplah karena material longsor mesti dibersihkan dari badan jalan,” katanya.
Pihaknya hanya meminta pengendara yang melalui jalur tersebut untuk lebih berhati-hati, mengingat aspal jalan begitu licin usai diterjang longsor. “Kalau bisa untuk sementara ini melalui jalur alternatif dulu, tapi jika mesti lewat jalur tersebut lebih berhati-hati lagi sebab jalanan licin,” pungkasnya.
PT TPL Kerahkan Eskavator
Pihak Polres Simalungun dibantu alat berat dari PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) dan PT Bumi Karsa, kembali melakukan pembersihan material longsoran berupa lumpur. Sore harinya, jalan kembali bisa dilintasi dengan sistem satu arah dari Parapat menuju Kota Siantar.
Direksi PT TPL, Mulia Nauli mengungkapkan, satu unit eskavator yang disiapkan oleh perusahaan untuk membantu membersihkan lumpur longsoran dipergunakan dan disiagakan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Pemkab Simalungun dan Polres Simalungun untuk membantu memperlancar arus lalu lintas, khususnya pada musim liburan Natal & Tahun Baru 2019. Eskavator kami terus bekerja sejak bencana longsor pada 21 Desember 2017 lalu untuk membersihkan lumpur longsoran yang menutupi seluruh badan jalan raya dan jembatan,” ujar Mulia Nauli.
Jalur Alternatif lewat Simpang Palang
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II sudah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang melintasi ruas Siantar-Parapat. Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBPJN II, Bambang Pardede mengatakan, pengendara yang datang dari arah Pematangsiantar menuju Parapat dan Tobasa dapat melalui Simpang Palang-Simpang Sitahoan. Yakni ke kanan arah ke Parapat dan ke kiri arah ke Tobasa, Ajibata, Balige dan Tapanuli Utara. Begitupun kendaraan yang datang dari arah simpang Simarjarunjung dengan tujuan Parapat dan Tobasa, dapat berbelok lanjut ke arah Simpang Palang.
“Sedangkan untuk kendaraan yang datang dari Parapat menuju Siantar, dapat menuju jalan nasional Parapat-Siantar. Ini hasil rapat kami dengan Kasatlantas Simalungun Rabu malam,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (3/1).
Pihaknya membantah atas informasi yang beredar soal penutupan total untuk ruas jalan itu. Menurut dia, pihak kepolisian hanya melakukan buka tutup jalan tersebut dengan tujuan memudahkan petugas melakukan pembersihan material longsor. “Memang kemarin ada ditutup mulai pukul 15.00-16.30 WIB untuk membersihkan jembatan yang satu lagi. Mungkin nanti sore diambil 1,5 jam lagi untuk kegiatan serupa. Jadi tidak total ditutup semua. Masih bisa dilalui kendaraan,” katanya.
Bambang menerangkan, saat pembersihan lumpur pascalongsor, manuver alat di lokasi memerlukan space (ruang kosong). Terlebih pengangkutan lumpur yang dilakukan sebanyak dua kali, yang selanjutnya akan dibuang di luar area jembatan. “Jadi inilah langkah-langkah yang kami lakukan saat ini di lapangan. Termasuk sudah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara yang akan melalui ruas Siantar-Parapat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun, Ramadani Purba kepada wartawan juga mengatakan, pekerjaan pembersihan material longsor di jalan nasional Desa Sibaganding,Kecamatan Girsang Sipanganbolon membuat jalan ditutup total dan pengguna jalan dari Pematangsiantar menuju Parapat diimbau melalui jalan alternatif masuk Simpang Palang keluar Desa Girsang, begitu juga sebaliknya.
Kemacetan arus lalu lintas terjadi, menurutnya karena arus balik Tahun Baru diperkiran mulai berlangsung kemarin, sehingga kenderaan akan banyak yang melintas dari jalan alternatif. Selain itu kondisi jalan yang berlumpur juga membuat laju kenderaan lambat. “Beberapa hari lalu kenderaan yang menuju Pematangsiantar masih bisa melintas dari Sibaganding sehingga kenderaan yang menuju Parapat bisa melintas dari jalur alternatif Simpang Palang keluar Desa Girsang dengan arus lalulintas satu arah, namun saat pekerjaan pembersihan diberlakukan dua arah,” sebut Ramadani.
Guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Parapat-Siantar, Polres Tobasa juga menyampaikan informasi kepada pengguna Jalinsum di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), apabila hendak menuju Kota Medan agar melalui Jalan Sigura-gura. “Kami sampaikan kepada seluruh pengguna jalan menuju Kota Medan supaya mengikuti jalan arah dari Jalan Sigura-gura sebab saat ini Jalan Parapat-Medan sementara tidak berfungsi,” ujar personel Polres Tobasa, Brigadir Surya, di Pos Jaga Bundaran Balige.
Dia mengatakan, informasi itu didapat dari pos jaga di tempat kejadian di Parapat, Kabupaten Simalungun, diteruskan kepada Polres Tobasa dan untuk disampaikan kepada pengguna jalan agar tidak terjebak macet di Parapat. “Demi kelancaran perjalanan bapak dan ibu sekalian, silakan menggunakan jalur jalan Sigura-gura,” imbaunya. (bbs/prn/dvs/adz)
ist LPDSK: Ketua KPU Medan Agussyah Damanik bersama komisioner lainnya menyerahkan LPSDK kepada perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019 di kantornya, Kamis (3/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh peserta Pemilihan Umum 2019 tingkat Sumatera Utara sudah menyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) ke KPU Sumut, Rabu (2/1). Berdasarkan data yang Sumut Pos peroleh dari KPU Sumut, dari 16 partai politik peserta Pemilu, Partai Gerindra menjadi yang tertinggi LPSDK-nya mencapai Rp2,75 miliar. Sedangkan PDI Perjuangan, Hanura dan Partai Berkarya menjadi yang terendah yakni Rp0 alias nihil.
Partai Amanat Nasional (PAN) berada diurutan kedua senilai Rp2,47 miliar disusul Partai Golkar sebesar Rp2,37 miliar, Partai Nasional Demokrat (NasDem) senilai Rp1,84 miliar, Partai Demokrat senilai Rp1,76 miliar, PBB senilai Rp705 juta lebih, PPP senilai Rp629 juta lebih, PKPI senilai Rp623 juta lebih, dan PKS senilai Rp376 juta lebih. Selanjutnya PKB senilai Rp319 juta lebih, PSI senilai Rp277 juta lebih, Perindo senilai Rp250 juta lebih, dan Partai Garuda senilai Rp20 juta lebih.
Dari ketiga parpol yang tidak menyampaikan LPSDK ke KPU, dua partai pendukung capres petahana cukup mengundang perhatian publik; PDI Perjuangan dan Hanura. Partai Hanura sejak Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) juga sama sekali belum mencantumkan nominal uang, atau sekadar membuka rekening dana kampanye saja. Sedangkan PDI Perjuangan ada menyampaikan LADK senilai Rp5 juta.
Menurut Kasubbag Teknis dan Hukum KPU Sumut, Maruli Pasaribu, LPSDK ini masih bersifat fluktuatif. Bisa saja memang saat ini para peserta Pemilu tidak mencantumkan secara rinci besaran biaya kampanye, baik yang bersumber dari donatur yang tidak mengikat, ataupun calon legislatif mereka.
“Yang terpenting di tahapan terakhir nantinya, yaitu LPPDK semua sumbangan masuk, penggunaan sampai pengeluaran dana kampanye peserta pemilu wajib diserahkan kepada KPU. Sehingga akan memudahkan tim audit melihat aliran dana kampanye yang dipergunakan selama masa kampanye,” katanya kepada Sumut Pos, Kamis (3/1).
Sekretaris Partai Hanura Sumut, Edison Sianturi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang sejauh ini belum ada menerima sumbangan dana kampanye baik dari caleg maupun pihak manapun. “Jadi memang ada partai yang memasukkan sumbangan dari calegnya, lalu nanti akan dikembalikan lagi untuk kebutuhan kampanye si caleg. Kalau kami tidak seperti itu pemahaman dalam menyusun laporan keuangannya,” katanya.
Meski begitu pihaknya tetap memiliki kas partai yang bersumber dari iuran para anggota DPRD Sumut tiap bulan, serta sumbangan dana bantuan parpol dari pemerintah. Kas partai ini, disebut Edison, memungkinkan untuk dimanfaatkan bila memang perlu sebagai agenda kampanye partai kedepan.
“Kami kan dapat Rp600 juta bantuan dari pemerintah tahun lalu. Tapi itukan untuk kepentingan partai, operasional partai. Untuk caleg, kami memang tidak ada terapkan harus menyumbang ke partai, biar mereka fokus pembiyaaan kampanyenya sendiri,” terangnya.
Menurut dia, alur keuangan partai semasa kampanye nantinya akan dituangkan dalam Laporan Penggunaan Penerimaan Dana Kampanye (LPPDK) pada 2 Mei 2018. “Justru di tahapan inilah harusnya ada rincian pengeluaran dana kampanye, sehingga nanti di LPPDK disampaikan semua di situ. Setelah LPSDK inilah alur penerimaan dan pengeluarannya perlu dicantumkan,” katanya.
Selain LPSDK parpol, KPU turut menerima LPSDK Tim Kampanye Daerah (TKD) calon presiden dan calon wakil presiden tingkat Sumut. Dimana untuk TKD capres-cawapres nomor urut 01, mencantumkan LPSDK dengan nominal sebesar Rp90 juta. Sedangkan TKD capres-cawapres nomor urut 02, memiliki LPSDK sebesar Rp.162.359.000.
Di Medan, Golkar Tertinggi dan PKS Terendah
KPU Kota Medan juga mengumumkan LPSDK Parpol Peserta Pemilu 2019, kemarin. Selain LPSDK, KPU Medan juga mengumumkan Laporan Dana Awal Kampanye (LADK). Ketua KPU Medan Agussyah Damanik mengatakan, ada 15 parpol yang menyampaikan LPSDK dan LADK.
Khusus sumbangan dana kampaye, Partai Golkar tertinggi menerima sumbangan yakni sebesar Rp1,6 miliar lebih. Selanjutnya, Partai Gerindra Rp1,3 lebih dan posisi ketiga PDIP Rp1,1 miliar lebih. Sedangkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terendah yaitu Rp69 juta (selengkapnya lihat grafis). “LPSDK yang disampaikan parpol peserta Pemilu 2019 berasal dari sumbangan para caleg. Sumbangan dana tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan kampanye,” kata Agussyah, Kamis (3/1).
Disebutkan Agussyah, setelah tahapan LPSDK selanjutnya parpol akan menyampaikan kegiatan dana kampanye yang disusun dalam Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK). Laporan ini nantinya akan diaudit oleh auditor dari Kantor Akuntan Publik. “Kami sudah sampaikan dan ingatkan agar menyampaikan LPPDK sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai 26 April hingga 2 Mei 2019 pukul 18.00 WIB. Apabila ada parpol yang tidak menyerahkan LPPDK atau melebihi waktu yang ditetapkan maka ada sanksi yang harus diterima. Sanksi terberat bisa dicoret,” sebut Agussyah.
Komisioner KPU Medan Divisi Hukum, Zefrizal menuturkan, dalam penyerahan LPSDK masih ada beberapa partai politik yang terlambat menyerahkan. Berdasarkan P-KPU 33/2018 batas akhir penyerahan LPDSK yakni pada 2 Januari 2019 pukul 18.00 WIB. Namun, masih ada yang menyerahkan diatas ketentuan tersebut. “Ada empat parpol yang terlambat menyerahkan LPSDK yaitu PKPI, Demokrat, Berkarya dan Garuda. Keempat parpol ini menyerahkan laporan lewat dari pukul 18.00 WIB,” tutur Zefrizal.
Ia menambahkan, terhadap parpol yang terlambat menyampaikan LPSDK tersebut tidak ada sanksi. “Memang tidak ada sanksi bagi yang terlambat menyerahkan LPSDK. Tetapi, kalau terlambat menyerahkan LPPDK, ada sanksi yang mengatur. Sanksinya, calon legislatif terpilih bisa tidak ditetapkan (dibatalkan),” tandas Zefrizal.
Sementara, berbeda dari KPU Medan disampaikan Bawaslu Medan yang mencatat setidaknya ada 5 parpol terlambat menyerahkan LPSDK. Komisioner Bawaslu Medan, Muhammad Fadly menyatakan, 5 parpol tersebut adalah Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Berkarya, PKPI dan Partai Garuda.
“Batas akhir penyerahan LPSDK yakni 2 Januari 2019 pukul 18.00 WIB. Namun, kelima parpol tersebut menyerahkan diatas ketentuan yang telah diatur. Demokrat menyerahkan pukul 18.30 WIB, PDI Perjuangan pukul 18.38 WIB. PKPI pukul 18.19 WIB. Partai Garuda pukul 21. 31 WIB dan Partai Berkarya pukul 20.48 WIB,” pungkas Fadly. (prn/ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama berlangsungnya liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sejumlah kasus kejahatan tercatat masih terjadi di wilayah hukum Polda Sumatra Utara (Sumut). Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, berdasarkan data yang diperolehnya, terhitung sejak 21 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019, terdapat sebanyak 94 kasus kejahatan (kriminal) yang telah dilaporkan masyarakat ke kepolisian (LP).
“Ada 94 laporan yang kita terima, dari sejumlah wilayah di Polres jajaran Polda Sumut,” ungkapnya kepada wartawan di kantornya, Kamis (3/1)n
MP Nainggolan memaparkan, hingga perayaan Natal 2018, terdapat 36 LP yang di laporkan oleh masyarakat. Sedangkan hingga libur Tahun Baru 2019, sambungnya, ada terdapat 58 LP. “Hal itu meliputi, curas, curanmor, curat, penganiayaan, pencabulan, penipuan, narkotika, pembakaran, penggelapan hingga penodaan agama,” jelasnya.
Jumlah tertinggi, ujar MP Nainggolan, terdapat pada kasus pencurian 15 LP, penganiayaan 14 LP, curat 9 LP dam curanmor 8 LP. Sedangkan kasus kejahatan terendah, antara lain meliputi perjudian 1 LP, penganiayaan berat 1 LP, penodaan agama 2 LP, dan pengrusakan 2 LP. “Kasus-kasus ini sudah ditangani oleh Polres setempat untuk dilakukan proses lebih lanjut. Hal ini membuktikan komitmen kepolisian untuk menjamin kamtibmas khususnya di wilayah Polda Sumut,” pungkasnya.
Sementara berdasarkan catatan akhir tahun Polda Sumut, untuk kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sumatera Utara, sebanyak 1.916 pengendara tewas akibat lakalantas di jalanan. Namun jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Dimana, pada 2017 tercatat sebanyak 2.135 korban meninggal dunia (MD) disebabkan laka lantas. Jumlah itu menurun 11,4 persen jika dibanding pada 2018, yakni 1.916. Para korban terdiri pengendara roda 4 atau sejenisnya dan roda 2 serta pengguna jalan lainnya.
Untuk jumlah lakalantas di 2018, yakni 5.686 justru mengalami kenaikan 0,8 persen dibanding 2017, sebanyak 5.636 kejadian. Laka lantas itu dialami berbagai jenis kendaraan dan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kerusakan jalan, human eror, kelaikan kendaraan.
Sedangkan korban luka berat (LB) pada 2018 tercatat 1.589, menurun 7 persen dibanding 2017, yakni 1.702. Luka ringan (LR) 2018 sebanyak 6.246, meningkat 2,6 persen dibanding 2017, yakni 6.082. Jadi, total korban pada 2018 sebanyak 155.938, dan pada 2017 sebanyak 169.711.
Sementara itu, selama pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2018 pada 21 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019, tercatat 5 kasus kecelakaan terjadi di Kota Medan. Jumlah ini menurun dibanding pelaksanaan Operasi Lilin Toba pada 2017. (dvs/bbs)