29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5647

Pengedar dan Pemakai Sabu Diciduk

Pengedar dan Pemakai Sabu Diciduk
Pengedar dan Pemakai Sabu Diciduk

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsekta Berastagi, mengamankan dua orang pemakai narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (5/1) malam. Keduanya ditangkap di sebuah penginapan, di Desa Jaranguda, Jalan Jaranguda, Berastagi.

Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Iptu J Munthe mengatakan, kedua pelaku bernama Asma Riza Kaban (54) dan Ilham Anas (30). Menurut Munthe, Asma merupakan pengedar.

Sebab, saat diinterogasi, Ilham mengaku mendapatkan sabu dari Asma. “Keduanya berhasil kita amankan di sebuah penginapan, sekira pukul 22.00 tadi malam. Saat kita tanyai, ternyata sorenya si Ilham mendapatkan narkoba dari si Asma,” ujar Munthe, Minggu (6/1).

Diungkap Munthe, Asma sempat membuang barang bukti sabu ke dalam bak mandi ketika polisi melakukan penggerebekan. Saat ditanyai personel, Asma mengaku sedang buang air kecil.

Saat diperiksa, ternyata botol plastik dengan ukuran kecil itu, berisikan enam paket sabu. “Pas kita grebek, salah satunya lari ke kamar mandi, alasannya buang air kecil. Kelihatan juga dia membuang botol itu ke bak mandi,” katanya.

Munthe kembali menjelaskan, ketika personel memerintahkan pelaku untuk mengambil botol tersebut tersangka menolaknya.  Pelaku juga berkilah kalau botol yang berisikan paket sabu tersebut bukanlah miliknya.

Untuk keperluan pengembangan, keduanya langsung dibawa ke Mapolsekta. Dari tangan keduanya, didapati tujuh paket sabu dengan berat kotor 1,49 gram, uang tunai yang diduga hasil dari penjualan sabu sebanyak Rp4.530.000 dan 1 unit botol kaca yang digunakan sebagai alat hisap sabu.

Saat ini, kasus keduanya telah dilimpahkan ke Satnarkoba Polres Tanah Karo. Keduanya akan dijerat dengan pasal 112 subsider 111 subsider 114, undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun hingga 15 tahun penjara.(bbs/trm/ala) 

Pasca Banjir Bandang, 2.500 Pelanggan Kesulitan Air Bersih di Dairi

IST TINJAU: Ketua PD Perpamsi Sumut beserta rombongan meninjau lokasi bencana di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Dairi, didampingi Direktur PDAM Tirta Nciho beserta staf pasca banjir bandang menerjang daerah itu yang mengakibatkan rusaknya fasilitas air bersih di Kabupaten Dairi, Kamis (27/12).
IST
TINJAU: Ketua PD Perpamsi Sumut beserta rombongan meninjau lokasi bencana di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Dairi, didampingi Direktur PDAM Tirta Nciho beserta staf pasca banjir bandang menerjang daerah itu yang mengakibatkan rusaknya fasilitas air bersih di Kabupaten Dairi, Kamis (27/12).

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Dairi pada 19 Desember 2018 lalu, tak hanya merenggut korban jiwa, tapi juga merusak sejumlah infrastruktur. Diantaranya merusak jaringan perpipaan air bersih di daerah itu.

Hal ini terungkap saat kunjungan Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Perusahaan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumut Ir Heri Batangari Nasution MPsi didamping unsur pengurus lainnya seperti Puspa Sibuea (Direktur PDAM Tapanuli Tengah) dan Ewin Putra SE (Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi) ke Kabupaten Dairi, Kamis (27/12) lalu.

Kepada wartawan, Heri Batangari Nasution mengatakan, begitu mendapatkan berita musibah tersebut, PD Perpamsi Sumut bekerjasama dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut langsung mengirimkan dua unit mobil tangki untuk membantu suplai kebutuhan air bersih kepada warga dan mengirimkan pipa beserta assesorisnya serta tenaga teknisi.

“Pengiriman dua unit mobil tangki dan pipa beserta accesories itu untuk perbaikan jaringan perpipaan serta beberapa orang tenaga teknisi untuk membantu pemulihan pelayanan air bersih di Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi,” kata Heri Batangari. Namun dikarenakan kerusakanya cukup parah, lanjut Heri, pelayanan air bersih di Ke camatan Silima Pungga-Pung ga Kabupaten Dairi belum pulih.

Pada kesempatan tersebut, PD Perpamsi Sumut dan para pimpinan pimpinan PDAM se-Sumut juga telah mengumpulkan dana guna membantu meringankan beban PDAM Tirta Nciho. Bantuan yang terkumpul sebesar Rp25 juta, yang diserahkan kepada Direktur PDAM Tirta Nciho, Wahlin Munte didampingi staf di kantor PDAM Tirta Nciho.

Kepada PD Perpamsi Sumut, Direktur PDAM Tirta Nciho Wahlin Munte menyampaikan bahwa akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Bong karas dan Longkotan, mengakibatkan kerusakan jaringan perpipaan sepanjang 1.500 meter sehingga menyebabkan gangguan pendistribusian air bersih kepada sekitar 2.500 pelanggan.

Wahlin Munte juga sangat beterima kasih atas bantuan dari PD Perpamsi Sumut dan PDAM Tirtanadi karena PDAM Tirta Nciho sangat memerlukan material perpipaan beserta acesoriesnya dan biaya yang cukup besar untuk dapat memulihkan kembali pelayanan air bersih kepada warga.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PD Perpamsi Sumut dan PDAM Tirtanadi karena memang akses air bersih saat ini di Kabupaten Dairi rusak parah pasca banjir. Tentu saja bantuan ini sangat berarti bagi kami maupun warga,” ucap Wahlin Munthe.

Wahlin Munthe berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat melalui instansi terkait kiranya berekasi cepat membantu PDAM Tirta Nciho mengingat sampai saat ini masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air bersih.(adz)

Bappeda Karo Gelar Family Gathering, Diharapkan Bisa Meningkatkan Etos Kerja ASN

Solideo/sumut pos DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Cory S Sebayang diabadikan bersama ASN Bappeda di sela-sela acara Family Gathering.
Solideo/sumut pos
DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Cory S Sebayang diabadikan bersama ASN Bappeda di sela-sela acara Family Gathering.

KARO, SUMUTPOS.CO – Di pekan awal tahun baru 2019, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karo menggelar family gathering di Hotel Sinabung Berastagi, Jumat (4/1). Kegiatan ini dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Karo Corry Sriwaty Sebayang.

Kepala Bappeda Karo, Nasib Sianturi menyebutkan, family gathering dihelat untuk memupuk rasa kebersamaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bappeda Karo, sekaligus merayakan pergantian tahun baru 2019.

“Family gathering ini dapat menjalin keeratan, kekompakan sesama ASN Bappeda Karo beserta keluarga bagi yang turut hadir. Menambah keakraban dalam suasana tahun baru,” ujar Nasib.

Selain itu, kata Kepala Bappeda, family gathering memberikan spirit bagi ASN Bappeda. “Tidak ada yang spesial dalam acara ini, hanya memberikan spirit bagi anggota anggota, khususnya di Bappeda. Agar kedepan saling bahu membahu dengan berkolaborasi satu dengan lain. Agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan. Ini harapan saya selaku panitia sekaligus sebagai Kepala Bappeda,” imbuh Nasib.

Bupati Karo Terkelin Brahmana berpesan agar family gathering dapat memotivasi, meningkatkan etos kerja ASN. Bupati mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap terus berlanjut. Alasannya, acara ini dijadikan ajang asah, asih, dan asuh sesama keluarga ASN.

“Karena terjalin kerja sama dan keakraban sesama ASN di jajaran Bappeda. Ayo Peduli, Ayo Ikhlas (slogan Bupati di tahun 2018),” ucap Terkelin. Sementara Wakil Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menyatakan, meski acara digelar sederhana tapi penuh makna. “Family gathering Bappeda ini patut kita apreaisasi karena sifatnya mendidik bagi ASN maupun keluarga ASN sendiri. Di sini ditampilkan kebersamaan dan kekompakan,” pungkas Cory. Family gathering Bappeda disemarakan dengan acara nyanyi, menari serta lucky draw. (deo/han)

Pemko Binjai Belum Umumkan Lulusan Seleksi CASN

Ilustrasi
Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, Pemko Binjai belum mengumumkan nama-nama peserta yang lolos seleksi CASN tahun 2018. Padahal, sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang ada di Sumut sudah mengumumkan.

Kepala Bidang Kepegawaian dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai, Hendra Januar yang dihubungi Sumut Pos belum memberikan jawaban meski berulangkali dihubungi. Bahkan, pesan singkat yang dilayangkan juga tidak dibalas. Sumut Pos yang sempat melirik website Pemko Binjai untuk mengetahui nama-nama CASN 2018 yang dinyatakan lulus seleksi. Namun pengumuman nama-nama peserta yang lulus seleksi belum ada ditampilkan di halaman website.

Ini dilakukan Sumut Pos lantaran Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai acap kali menyatakan, bahwa pihaknya kerap memberikan informasi dalam website.

Sementara itu, Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanim merasa senang dan girang setelah mengetahui anaknya lulus dalam seleksi tahap akhir penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai.

Yasmina Irfa, anak Fatimah dinyatakan lulus CASN di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungbalai.

“Anak saya kemarin mencoba di RSUD Tanjungbalai. Anak saya lulusan IPB ilmu Ahli Gizi. Bukan di Binjai. Karena di Binjai tidak ada (untuk lulusan Ahli Gizi),” ujar Fatimah ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu (6/1).

Sumut Pos juga mengucapkan selamat atas anaknya yang dinyatakan lulus sebagai ASN. Mendengar ini, Fatimah mengucapkan terimakasih. “Di Binjai kemarin yang dicari kebanyakan guru,” imbuh Fatimah.

Dia senang karena ada penerusnya ke depan sebagai abdi negara. Menurut dia, Yasmina Irfa dinyatakan lulus setelah melihat pengumuman yang disampaikan melalui surat elektronik atau email pada Jumat (4/1) petang.

“Pengumuman yang masuk ke email semua nama. Alhamdulillah, anak saya ada salah satu yang lulus. Yang lulus ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara,” tandas dia. (ted/han)

318 Peserta Lulus Seleksi CASN Karo

Ilustrasi
Ilustrasi

KARO, SUMUTPOS.CO – Hasil seleksi CASN Karo yang lulus berjumlah 318 orang, dari 674 peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Adapun rincian peserta yang lulus meliputi, eks honorer K-2 sebanyak 2 orang, guru sebanyak 221 orang, bidang kesehatan sebanyak 66 orang dan tenaga teknis sebanyak 29 orang. Sedang yang tidak lulus sebanyak 356 orang.

Sementara itu, formasi yang tidak terisi 33 jabatan. Antara lain, dokter spesialis 10 orang, guru TIK 9 orang, sanitarian 8 orang, radiografer 5 orang dan pengelola penyehatan lingkungan 1 orang.

“Hasil akhir kelulusan setelah kita amati dan lihat sesuai surat yang kita terima, maka jumlah peserta yang mengikuti SKB sebanyak 674 orang, dinyatakan lulus 318 orang, dengan perincian eks honorer K-2 sebanyak 2 orang, guru 221 orang, kesehatan 66 orang, tenaga teknis 29 orang,” papar

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karo, Mulianta Tarigan mengatakan, sedangkan sebanyak 356 peserta dinyatakan tidak lulus seleksi. Dan daftar peserta yang lulus sesuai kategori diatas ini lanjutnya sudah pula dimuat di website Kab. Karo. “Bagi perserta yang lulus wajib melengkapi berkas pada tanggal 14 s/d 18 Januari 2019 pada jam kerja bertempat di Badan Kepegawaian Daerah Kab. Karo,”katanya.

Adapun yang harus dilengkapi ada 14 item. Namun agar lebih jelas dan lengkap, para peserta diimbau datang ke kantor BKD Karo. “Apabila pelamar yang dinyatakan lulus tidak hadir atau tidak melengkapi berkas lamaran yang dibutuhkan pada tanggal 14 s/d 18 Januari 2019, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,”tegasnya. (deo/han)

Asap Pembakaran Tandan Sawit Resahkan Warga

BAMBANG/SUMUT POS RESAHKAN: Kepulan asal yang ditimbulkan dari pembakaran sawit meresahkan warga Desa Sawit Hulu.
BAMBANG/SUMUT POS
RESAHKAN: Kepulan asal yang ditimbulkan dari pembakaran sawit meresahkan warga Desa Sawit Hulu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di seputaran Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, resah. Pasalnya, sudah sekitar sebulan ini Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Unit Sawit Hulu, asap tandan sawit yang dibakar menimbulkan polusi udara.

Sedikitnya, 1 kilometer kepulan asap terus menyeruak tak jauh dari PKS. Masyarakat semakin cemas karena tandan sawit yang dibakar di bawah tiang listrik yang ada di Desa Sawit Hulu.

“Kita lewat ini tak ubahnya bagaikan melewati neraka bang, panasnya gak tanggung dan hampir saja kita tidak bisa melihat karena dampak dari asap tersebut mata pun perih. Hampir sebulan ini kondisi jalan menjadi gelap. Bahkan akibatnya kerap terjadi kecelakaan di jalan ini dan kita sudah bernafas bang,” ucap Ramlan, warga sekitar yang saat itu melintas. Akibat dari asap dan abu yang beterbangan, jelasnya, selain sesak nafas dan mengalami gangguan kesehatan lainnya.

“Pencemaran udara oleh asap pabrik memiliki dampak yang sangat membahayakan untuk kesehatan. Untuk meminimalisasi terjadinya pencemaran udara oleh asap pabrik, sebaiknya ada kerja sama antara pihak masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Sementara menurut Viktor, Pemerintah setempat melalui Dinas Lingkungan Hidup, harus bergerak cepat, namun sayang hingga kini pihak tersebut belum melakukan langkah untuk menghentikan aktivitas pembakaran tandan kosong kelapa sawit tersebut.

“Kalau memang dibakar orang yang tidak bertanggung jawab, kenapa dibiarkan sampai berbulan-bulan, kenapa tidak ada upaya pemadaman dari pihak PKS,” beber Viktor.

Lanjut masih kata Viktor, beda dengan kebakaran tandan kosong yang terjadi di areal PT. MAR di Karang Sari tempo hari. Pihak PT MAR langsung sigap dan menghubungi pihak pemadam kebakaran dan kebakaran tidak sampai berbulan-bulan. Untuk itu Viktor dan masyarakat lain berharap kedepan kiranya pihak PTPN 2 harus lebih jelih untuk mengangkat menyipkapi masalah ini

Terpisah, HO Sinaga selaku Askep PKS saat coba ditemu mengaku sibuk, namun dalam sabungan selular dirinya membantah kalau ada melakukan pembakaran terhadap tandan tersebut. “Saya akan menangkap yang membakar tandan kosong dipinggir jalan umum ini dan saya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” ketus H.O Sinaga, sembari mengaku nanti diharapkan menghubungi kembali. (bam/han)

PT Pegadaian Punya Dirut Baru

istimewa BERSAMA: Dirut PT Pegadaian, Kuswiyoto (kanan) berjabat tangan dengan mantan Dirut Pegadaian, Sunarso usai serah terima jabatan di Jakarta, Jumat (4/1).
istimewa
BERSAMA: Dirut PT Pegadaian, Kuswiyoto (kanan) berjabat tangan dengan mantan Dirut Pegadaian, Sunarso usai serah terima jabatan di Jakarta, Jumat (4/1).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri BUMN Rini Soemarni menunjuk Kuswiyoto, mantan Direktur Corporate Banking BRI menjadi Direktur Utama PT Pegadaian, Jumat (4/1).

Kuswiyoto menggantikan Sunarso yang kembali menjabat sebagai Wadirut BRI.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi, Gatot Trihargo mengatakan, persaingan bisnis dalam jasa keuangan, termasuk bisnis gadai semakin ketat.

Karena itu, dirut baru diminta untuk terus membawa Pegadaian semakin maju dan berkembang.

“Saya mengucapkan selamat atas pengangkatan Kuswiyoto untuk mengemban tugas sebagai Dirut Pegadaian. Saya optimistis, di bawah kepemimpinan Kuswiyoto Pegadaian semakin maju dan berkembang serta terus menjadi market leader di bisnis gadai dan fidusia,” ucap Gatot.

Gatot juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sunarso yang telah menjalankan tugas dengan baik dan membuat gebrakan simbol branding The Gade Coffee & Gold, serta mengeksekusi transformasi di RKAP 2019.

Selanjutnya dia berharap dirut baru segera melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan jajaran pimpinan Pegadaian lainnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kuswiyoto berkarir di BRI. Kuswiyoto menjabat sebagai Direktur BRI sejak 2015 hingga akhir 2018.(chi/jpnn/ram)

Gunakan Drone, BBPJN II Temukan Kerusakan di Hulu Sungai

foto-foto: kompu bbpjn II medan for SUMUT POS PUSAT LONGSOR: Pusat lokasi longsor di atas jembatan Sidua Dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, yang diambil BBPJN II dengan drone pada ketinggian 190 meter pada 24 Desember 2018 lalu. Longsor ini disinyalir disebabkan terjadinya kerusakan di hulu sungai di atas bukit.
foto-foto: kompu bbpjn II medan for SUMUT POS
PUSAT LONGSOR: Pusat lokasi longsor di atas jembatan Sidua Dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, yang diambil BBPJN II dengan drone pada ketinggian 190 meter pada 24 Desember 2018 lalu. Longsor ini disinyalir disebabkan terjadinya kerusakan di hulu sungai di atas bukit.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bencana longsor yang menerjang Jembatan Kembar Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, hingga enam kali disinyalir terjadi akibat ulah tangan manusia. Kerusakan pada hulu sungai diduga menjadi sebab terjadinya bencana tersebut secara berulang.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede kepada Sumut Pos, Jumat (4/1). “Kami meyakini longsor akan kembali terjadi ketika hujan deras. Kenapa? Karena di hulunya sana yang di luar kewenangan kami, sudah terjadi longsor. Kami hanya menerima dampaknya saja,” ucapnya.

Pernyataan yang ia lontarkan ini bukan tanpa alasan. Menurut Bambang, pihaknya sudah melakukan pemantauan melalui drone untuk mengetahui kenapa bisa longsor terus terjadi. Berdasarkan hasil amatan, tanah pada bagian hulu sungai sudah terbuka alias mengalami kerusakan. “Gambar tersebut saya tunjukkan tadi kepada kawan-kawan wartawan televisi waktu mewawancarai saya, dan mereka heran-heran melihatnya. Di hulu jembatan itu memang sudah longsor. Jadi kalau nanti hujan deras lagi, ya akan longsor lagi,” ujarnya

Menurut dia, ada baiknya permasalahan ini ditanyakan ke instansi terkait seperti Dinas Kehutanan. “Kami ini hanya merasakan dampak dan akibatnya. Kami sinyalir kerusakan itu terjadi di hulu sungai. Boleh kalian pakai drone kami untuk tanyakan ke Dinas Kehutanan, apa kira-kira langkah pemulihannya,” kata dia.

Pihaknya sendiri berwenang pada kondisi jalan yang diterjang longsor. Di mana, sampai saat ini masih terus melakukan pembersihan material longsor dari badan jalan. Di samping itu, sambung Bambang, sampai sekarang hanya satu lajur jembatan saja yang dapat difungsikan di titik bencana, karena pada jembatan satunya lagi sedang dilakukan upaya pembersihan.

“Petugas dan alat kami masih stand by di sana. Ya, memang cuma satu lajur saja yang berfungsi. Satu lajur lainnya kami jaga untuk pembersihan sebab ketika hujan deras akan kembali terjadi (longsor),” pungkasnya.

foto-foto: kompu bbpjn II medan for SUMUT POS
PUSAT LONGSOR: Pusat lokasi longsor di atas jembatan Sidua Dua, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, yang diambil BBPJN II dengan drone pada ketinggian 190 meter pada 24 Desember 2018 lalu. Longsor ini disinyalir disebabkan terjadinya kerusakan di hulu sungai di atas bukit.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis belum berani mengakui sumber longsor yang terus menerjang jalan lintas Sumatera Siantar-Parapat akibat kerusakan di hulu sungai. Pihaknya berupaya melakukan pemantauan langsung terhadap daerah yang terkena longsor dengan menggunakan drone. “Kami telah melakukan pemantauan langsung menggunakan drone, memang di atas ada kerusakan, kalau tidak ditangani di atas itu, maka akan terus longsor nanti ini,” ujarnya.

Secara darurat, pihaknya juga tengah melakukan monitoring terhadap daerah-daerah rawan bencana lainnya, untuk selanjutnya mengambil langkah komprehensif dengan menggelar rapat koordinasi terpadu mengundang stakeholder terkait masalah ini. “Tapi saya belum bisa mengatakan itu dulu (ada kerusakan di hulu sungai akibat ulah manusia), kami tentu akan menganalisisnya. Memang di atas itu ada yang rusak, di atas itu juga ada sungai kecil, kemungkinan besar bisa saja dari situ titik longsornya,” katanya seraya menyebut dalam waktu dekat ada rencana pihaknya melakukan pembangunan bendungan untuk mengalihkan aliran longsor, saat bencana tersebut datang.

“Saat ini tengah dilakukan pengukuran seberapa besar Sabodam yang akan dibangun pada sisi jembatan. Itu salah satunya, dan kini tengah dihitung berapa meter atau hektare daerah itu yang bisa dibuatkan kolam,” sambungnya.

Sekretaris Camat Girsang Sipanganbolon, Doni Sinaga mengatakan, untuk mengantisipasi longsor susulan yang sudah lebih dari 6 kali terjadi, mereka akan melakukan beberapa upaya. “Upaya yang akan dilakukan hari ini, menjatuhkan tanah yang masih rawan longsor dari atas bukit, sehingga diharapkan tidak lagi terjadi longsor susulan,” kata Doni.

Dia menambahkan, setelah tanah yang rawan longsor dijatuhkan, pembersihan material longsor kembali dilakukan, dengan menutup total jalan dari Parapat ke Pematang Siantar dan mengalihkannya melalui Girsang keluar ke Simpang Palang, begitu juga sebaliknya yang akan menuju kawasan Tapanuli.

Ekstra Hati-hati

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengingatkan pengendara atau pemudik yang melintasi wilayah-wilayah rawan bencana untuk ekstra hati-hati dan waspada. Terlebih pada 6 Januari besok, diketahui merupakan periode kedua puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satunya yang perlu diantisipasi, menurut Gubsu, ialah dengan memastikan kondisi badan si pengendara dan juga kendaraan yang dibawa, benar-benar sehat. “Bagi semua pemudik-pemudik kita dengan kondisi cuaca yang sedang kurang bersahabat saat ini, untuk memastikan kondisi kendaraan, kondisi stamina untuk selalu fokus pada situasi yang ada, insyaallah selamat sampai tujuan,” katanya.

100 Ton Material Longsor Tutupi Jembatan

Tim gabungan dari Pemkab Simalungun, Polisi dan TNI serta instansi terkait dari Pemprovsu serta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), sudah membersihkan lebih dari 100 ton material longsor yang menutupi jembatan Siduadua di Desa Sibaganding,Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara hingga Jumat (4/1) sore.

Kepala Bidang Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Simalungun, O Manik kepada wartawan mengatakan, pekerjaan pembersihan material longsor dari pukul 08.00 WIB pagi sudah berhasil membersihkan material longsor sekitar 100 ton lebih dalam bentuk tanah berlumpur atau bercampur air.

Menurutnya, satu jembatan sudah berhasil dibersihkan meski belum total, namun sudah dapat dilintasi dengan pengaturan buka tutup arus lalu lintas. “Sudah sekitar 100 ton lebih material longsor yang menutupi jembatan Siduadua yang dibersihkan dan diperkirakan bisa lebih dari 200 ton jika sudah total dibersihkan seluruhnya,” kata Manik. Pembersihan material longsor menurutnya dilakukan dengan mengerahkan sedikitnya 2 alat berat, salah satunya milik Pemkab Simalungun.

Camat Girsang Sipanganbolon Boas Manik menjelaskan, di lokasi sudah ada empat alat berat yang diturunkan. Terjadi kemacetan panjang karena sistem buka tutup yang diterapkan. “Dibuka dua jam sekali. Lalu dua jam itu alat berat bekerja kembali,” kata Boas Manik, Jumat (4/1).

Selain alat berat, di lokasi juga diturunkan armada pemadam kebakaran. Armada pemacam ini secara bergantian menyiram material lumpur longsor supaya lebih mudah dibersihkan. Dia mengimbau, para pengendara bisa melintasi jalur alternatif yang sudah disiapkan. Baik yang dari arah Kota Pematang Siantar atau pun dari Kabupaten Toba Samosir.

Informasi yang dihimpun dari lokasi, para pengendara bisa melintasi jalur alternatif via Sitahoan-Simpang Palang. Ataupun bisa ditempuh via Kabupaten Asahan-Siguragura-Porsea. Namun kabarnya jalur ini juga sempat terputus karena longsoran.

Ia menerangkam, saat ini cuaca di kawasan Danau Toba terpantau cerah. Itu semakin memudahkan petugas membersihkan material longsor. Namun jika hujan, mereka takut longsor susulan terjadi. “Kita sudah menyiapkan petugas di atas bukit untuk memantau apakah ada pergerakan tanah dari atas,” tandasnya.

Untuk diketahui, jalur lintas Siantar-Parapat sempat terputus akibat diterjang longsor pada Kamis (3/1) sekira pukul 12.05 WIB. Menurut Boas Manik, ini adalah longsoran yang ke-17 kali di lokasi tersebut. Namun diantaranya, tujuh kali yang bervolume cukup besar. (prn/dvs)

LPSDK Tiga Parpol Nihil, Bawaslu: Awas LPPDK Melonjak

Johan Alamsyah Plh Ketua Bawaslu Sumut
Johan Alamsyah
Plh Ketua Bawaslu Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut telah mengumumkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) masing-masing partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, Kamis (3/1) lalu. Hasilnya, tiga parpol yakni PDI Perjuangan, Partai Hanura dan Partai Berkarya menyampaikan penerimaan dana kampanyenya Rp0 alias nihil.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut tidak mempermasalahkan ketiga parpol tersebut menyampaikan penerimaan sumbangan dana kampanyenya nihil. Namun Bawaslu Sumut mengimbau agar seluruh peserta pemilu mau mematuhi semua prosedur dan ketertiban dalam penyerahan LPSDK, meski mencantumkan penerimaan sumbangan nihil saat melaporkannya.

“Persoalan pelaporan LPSDK ini penting, agar kita bisa mengukur pemakaian dan pengeluaran dana kampanye. Jadi yang disampaikan pada 2 Januari kemarinn

masih sebatas sumbangan belum pengeluaran,” kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu Sumut, Johan Alamsyah menjawab Sumut Pos, Jumat (4/1).

Johan menekankan, LPSDK yang telah disampaikan semua peserta pemilu kepada KPU, amat berkaitan dengan pengeluaran dana kampanye sampai batas waktu yang ditentukan. “Kita imbau agar seluruh peserta pemilu mau mematuhi semua prosedur dan ketertiban dalam penyerahan LPSDK itu,” katanya.

Menurutnya, Johan juga masih menunggu laporan LPSDK ini dari Bawaslu kabupaten/kota. Dimana selanjutnya akan melakukan pencermatan dan telaah atas neraca keuangan tersebut. “Ini sedang kita lakukan pengecekan sembari menunggu laporan dari kabupaten/kota. Bahwa bagaimana sebenarnya laporan yang telah disampaikan tersebut bentuknya,” katanya.

Sebab, kata dia, tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman atas penyusunan LPSDK ini oleh masing-masing peserta pemilu berbeda-beda. “Memang ada yang seperti itu (cuma melaporkan saja sebagai kewajiban). Tapi kami menghimbau peserta pemilu jika mereka mematuhi aturan pemilu, akan mendapatkan hasil lebih baik dalam pemilu. Sebaliknya jika ada pelanggaran pemilu yang mereka lakukan, hasilnya juga takkan baik. Contohnya penyerahan LPSDK, bila ada yang membuat nihil tiba-tiba saat di LPPDK (Laporan Penerimaan Penggunaan Dana Kampanye) melonjak, itukan bisa jadi keanehan. Rekam jejak pemakaian dananya bisa nggak dapat,” pungkasnya.

Ketua KPU Sumut Yulhasni mengatakan, tidak ada masalah dan sanksi bagi peserta pemilu yang tidak mencantumkan nominal uang saat penyerahan LPSDK. Menurutnya, secara lebih rinci pemakaian dana sumbangan kampanye wajib dicantunkan saat LPPDK. “Inikan soal patuh dan tidak patuh saja. Ditahap LPSDK memang tidak mesti dicantumkan, gak ada masalah kalaupun dilaporkan nihil. Nanti mesti rinci itu waktu LPPDK, disitu harus mereka cantunkan semua dana kampanyenya,” pungkasnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutarto mengakui kalau LPSDK yang mereka sampaikan ke KPU nihil. Menurutnya, meskipun ada rekening khusus dana kampanye dibuat, namun seluruh caleg mereka tidak diwajibkan untuk melaporkan biaya kampanye masing-masing sumbangan. Sebab menurutnya, para kader harus melaporkan penggunaan dana kampanye kepada partai pada saat laporan akhir.

“Dan memang dalam hal ini, PDIP tidak mewajibkan caleg memeberi kontribusi ke partai (sumbangan finansial). Kita memberikan otoritas pengeluaran dana kampanye caleg,” ujar Sutarto, Jumat (4/1).

Laporan yang mereka terima, adalah penggunaan dana kampanye seluruh caleg dari setiap personal. Selanjutnya, partai yang akan melaporkan pengelolaan dan kampanye secar menyeluruh yang dalam hal ini, untuk caleg DPRD Sumut kepada KPU Sumut. “Ketentuannya kan dari caleg ke partai. Jadi partai yang melaporkan ke KPU. Karena jauh hari caleg sudah diberi pembekalan dan pembobotan,” jelasnya.

Pembekalan dimaksud Sutarto, termasuk bagaimana menyusun laporan penggunaan dana kampanye. Sedangkan kontribusi ke partai, pihaknya menekankan tugas penting menghadapi Pemilu serentak. Sehingga target utama adalah suara di Pilpres, suara untuk partai sekaligus untuk caleg sendiri.

“Kita yakin semua caleg PDIP akan patuh dalam memberikan laporan penggunaan dana kampanye. Makanya sekarang, hasil pembekalan kita sudah tahap implementasi. Termasuk kalau suara caleg lebih besar dari perolehan pilpres, kita akan pertimbangkan untuk dilantik (dibatalkan),” pungkasnya.

Tak Lapor LPPDK, Caleg Terpilih Bisa Gugur

Komisioner KPU Deliserdang Devisi Parmas dan SDM, Boby Indra Prayoga mengungkapkan, Caleg bisa gugur meski telah terpilih sebagai anggota legislatif jika tidak menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk KPU. “LPPDK itu partai yang membuat. KPU tidak menggenal LPPDK dari caleg,” sebut Boby didampinggi komisioner lainnya Lisbon Situmorang di Sekretariat KPUD Deliserdang, Lubukpakam, Jumaat (4/1).

Ditegaskanya, sebagai dasar adalah Peraturan KPU No 24 Tahun 2018 tentang Dana Kampanye Pemilihan Umum pada pemberatan Pasal 68 ayat 1. Disebutkan, partai politik peserta Pemilu anggota DPRD dan DPRD yang tidak menyampaikan LPPDK kepada Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk oleh KPU sampai batas waktu. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 ayat (2) dikenakan saksi beruapa tindak diskualifikasi calon anggota DPR dan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Partai Politik yang bersangkutan menjadi calon terpilih.

“LPPDK jangan dianggap remeh oleh para Caleg. Sebab kalau tidak melaporkan LPPDK mereka bisa dibatalkan menjadi anggota legislatif,” tegasnya.

Disebutnya, jadwal waktu menyerahkan LPPDK ke Kantor Akuntan Publik pada 26 April–2 Mei 2019. Hal itu sesuai peraturan KPU No 24 Tahun 2018 tenatng Dana Kampanye Pemilihan Umum. Karena itu, Lisbon mengimbau seluruh caleg agar semua kegiatan kampanye yang telah dilakukan didokumentasikan dengan baik. “Setiap kegiatan kampanye harus didata dan dikonversi menjadi rupiah,” terangnya.

Namun, setiap kegiatan caleg, misalnya dihadiri 20 – 30 orang, harus didata dalam pelaporan dana kampanye nanti dan membuat catatan kerja. “Setiap pertemuan dengan masyarakat harus dilaporkan ke KPU. Misalnya ada 30 peserta dengan 30 komsumsi dengan berapa biaya yang dibutuhkan. Itulah yang dilaporkan,” sebutnya mencontohkan.

Untuk mengontrol caleg yang tidak melaporkan hasil kegiatanya, KPU akan meminta data tembusan ke pihak kepolisian. “Nanti kami kontrolnya lewat tembusan dari KPU terhadap laporan dari peserta pemilu (caleg) yang mau kampanye yang melapor atau izin ke Polisi. Kalau misalnya kegiatanya 100 kali, tapi dia hanya melaporkan 50 kali. Itu akan ketahuan,” sebutnya.

Ditambahkan Lisbon, partai politik boleh saja tidak menyerahkan laporan LPPDK ke KAP. Tapi dengan catatan bahwa kegiatan kampanye partai politik yang bersangkutan tidak ada. “Kalau ketahuan ada, sanksinya tegas,” sebutnya. (bal/prn/btr)

Polda Gandeng BMKG dan BPBD Antisipasi Bencana

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ARUS MUDIK_Ratusan calon penumpang menunggu keberangkatan di Bandara Kualanamu kabupaten Deli Serdang,
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
ARUS MUDIK_Ratusan calon penumpang menunggu keberangkatan di Bandara Kualanamu kabupaten Deli Serdang,

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan prediksi dari Kepolisian, hari ini menjadi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Guna mengantisipasi gangguan dalam mengawal arus balik ini, Polda Sumut telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, sesuai arahan Kapolda dalam Operasi Lilin Toba tahun ini, personel Polri di daerah-daerah Sumatera Utara akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggapn

kantong-kantong kemacetan pada arus balik. “Tujuannya membantu dan memudahkan masyarakat dalam perjalanan arus balik nanti. Kita juga bekerjasama dengan instansi terkait baik BMKG dan BPBD, pemda/pemko termasuk TNI maupun masyarakat memantau titik-titik rawan longsor maupun banjir, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin,” kata Tatan kepada Sumut Pos, Jumat (4/1).

Untuk Kota Medan, Tatan mengatakan, akan ada beberapa titik yang bakal menjadi pusat kepadatan kendaraan arus balik Nataru. Hal ini terjadi juga karena volume kendaraan dengan lebar jalan sudah tidak sebanding. “Seperti kita ketahui jalanan di Medan inikan masih yang itu-itu saja, tidak ada penambahan (pelebaran,red). Ditambah lagi masyarakatnya kan padat, apalagi itu akhir pekan jadi prediksi kami bakal ada potensi penumpukan. Itulah yang akan kita kawal dengan penempatan personel,” katanya.

Ia mengatakan, kepadatan arus lalulintas akan terjadi di Lintas Timur, kemudian jalur Medan-Berastagi. “Semuanya sudah kita atur sedemikian rupa agar arus balik berjalan lancar. Alat berat juga akan ditempatkan di titik yang rawan bencana sehingga memudahkan dan mempercepat proses evakuasi bila terjadi bencana,” pungkas Tatan.

PT KAI Angkut 231.312 Penumpang

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut memprediksi, puncak arus balik Nataru bakal terjadi MInggu (6/1). “Mengingat masa libur sekolah berakhir dan kembali normal pada Senin (7/1) besok,” kata Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M Ilud kepada Sumut Pos, Jumat (4/1) siang.

Menurutnya, selama 15 hari arus mudik dan balik Nataru, PT KAI mencatat, sebanyak 231.312 penumpang menggunakan transportasi kereta api melalui Stasiun Besar Kota Medan. “Data tersebut dari tanggal 20 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019. Dengan realisasi pencapaian 118 persen dibanding angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, dengan total 14.252 penumpang,” sebut Ilud.

Sedangkan untuk total penumpang yang diangkut untuk keberangkatan tanggal 3 Januari 2019, sebanyak 14.252 penumpang. Dibanding tahun lalu, pada tanggal yang sama sebanyak 16.778 penumpang atau persentase pencapain target 118 persen.

Ilud juga mengimbau kepada para penumpang untuk membawa barang sesuai aturan yang berlaku. Barang-barang yang dapat dibawa ke dalam kereta yakni berukuran dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm, berat maksimum 20 kilogram sesuai dengan yang disediakan pihak PT KAI.

Aktivitas Penumpang Meningkat di 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut juga mencatat terjadi lonjakan jumlah penumpang, selama Januari hingga November 2018. BPS Sumut mencatat jumlah penumpang domestik dan internasional di Bandara Internasional Kualanamu mengalami kenaikan baik yang tiba maupun berangkat.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut, Bismark SP Sitinjak mengungkapkan, secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat Januari-November 2018 mencapai 3.464.044 orang, naik 3,43 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar 3.349.040 orang.

“Sedangkan, Jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumut melalui KNIA selama November 2018 mencapai 272.602 orang, atau turun 11,22 persen dibanding bulan Oktober 2018 yang mencapai 307.051 orang,” papar Bismark kepada wartawan di Medan, Jumat (4/1) siang.

Bismark menjelaskan, selama Januari-November 2018 penumpang domestik yang datang di KNIA mengalami kenaikan sebesar 7,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 3.495.043 orang menjadi 3.764.628 orang.

“Untuk penumpang domestik yang datang di KNIA Bulan November 2018 mencapai 311.592 orang, atau turun 9,12 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 342.845 orang,” tutur Bismark.

Sementara penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing, pada November 2018 naik sebesar 7,51 persen dibanding bulan Oktober 2018, yaitu dari 78.238 orang menjadi 84.112 orang. “Sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri selama Januari-November 2018 mencapai 976.165 orang, atau naik 10,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 879.652 orang,” ungkap Bismark sembari mengatakan untuk data penumpang di Bulan Desember 2018 tengah dilakukan pengumpulan data tersebut.

Di sisi lain, hal yang sama dalam perkembangan angkutan laut di Sumut mengalami kenaikan jumlah penumpang melalui Pelabuhan Belawan, Kota Medan. BPS Provinsi Sumut mencatat mencatat secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat angkutan laut antar pulau atau dalam negeri, selama bulan Januari-November 2018 mencapai 71.452 orang, atau naik 9,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai 65.023 orang. “Untuk jumlah penumpang angkutan laut antar pulau yang berangkat pada bulan November 2018 tercatat sebanyak 3.975 orang, naik 51,95 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 2.616 orang,” ucap Bismark.

Ia mengungkapkan, untuk jumlah penumpang yang datang pada bulan November 2018 tercatat sebanyak 2.955 orang, atau turun 85,68 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 20.633 orang. “Selama Januari-November 2018 jumlah penumpang yang datang mencapai 67.433 orang, mengalami kenaikan 29,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 52.253 orang,” jelasnya.

Bismark mengatakan untuk transportasi barang melalui laut di Pelabuhan Belawan, Secara kumulatif jumlah barang yang dimuat selama bulan Januari-November 2018 mencapai 203.431 ton, atau naik 18,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 171.705 ton. “Untuk selama bulan November 2018 angkutan ?barang antar pulau untuk kegiatan muat barang sebesar 32.810 ton, atau mengalami kenaikan 82,27 persen dibanding bulan Oktober 2018 sebesar 18.001 ton,” kata Bismark.

Sedangkan, untuk kegiatan bongkar barang di Pelabuhan Belawan, Selama Januari-November 2018 barang yang dibongkar mencapai 2.812.259 ton, mengalami penurunan 40,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 4.756.990 ton. “Untuk November 2018 mengalami penurunan 7,00 persen, dari 323.891 ton pada bulan Oktober 2018 menjadi 301.215 ton pada bulan November 2018,” tandasnya. (dvs/gus)