31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5652

8 ASN Pemko Tebingtinggi Dipecat

.
.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak delapan dari 16 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tebingtinggi sudah menerima SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan karena korupsi.

“SK PTDH-nya sudah diserahkan kepada yang bersangkutan,” kata Kepala Badan Kepegawain Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tebingtinggi Syaiful Fahri saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (3/1).

Dijelaskan Fachri, SK PTDH terhadap 8 dari 16 ASN dari Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) sudah diserahkan. Sementara untuk 8 orang ASN lainnya akan diberikan menyusul karena masih dalam tahap proses.

Disebutkan Facri, salah seorang ASN yang akan mendapat SK PTDH tersebut karena tidak pernah masuk kerja di luar batas ketentuan. Dimana ASN itu bertugas di Kantor Camat Rambutan.

“Kami ini hanya menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan, tidak punya kewenangan untuk menunda-nundanya, dan SK tersebut akan segera kami serahkan kepada yang bersangkutan,”pungkasnya. (ian/han)

Lokalisasi Bukit Maraja Dirazia

.
.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Polres Simalungun menggelar razia narkoba di 2 lokasi, yakni Penginapan Mandarin di Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas dan Lokalisasi Bukit Maraja, di Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Sabtu (29/12) sekira pukul 22.30 WIB.

Dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Simalungun AKP Heri Edrino Sihombing SIK, tim gabungan terdiri dari Polisi Militer Pematangsiantar dan Satreskrim Narkoba.

Saat mendatangi Penginapan Mandarin, namun saat tiba di lokasi yang berada di sekitar lokasi wisata alam pemandian Karang Anyar itu, terlihat tutup. Kemudian para petugas itu pun meminta kepada pemilik agar membuka pintu, dan langsung melakukan pemeriksaan, yang ternyata memang benar sudah dalam keadaan kosong.

Selanjutnya, para petugas kembali bergerak menuju Lokalisasi Bukit Marja. Di tempat tersebut petugas kembali memeriksa tempat-tempat hiburan. Satu persatu dilakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung, dari mulai pemeriksaan badan hingga kepada pemeriksaan urine. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap minuman yang dijual di lokalisasi itu.

Hasil dari semua pemeriksaan, selain menemukan beberapa botol minuman keras yang memiliki kadar alkohol lebih dari 5%, petugas tidak mendapatkan pengunjung yang menggunakan narkoba saat dilakukan test urine. Begitu juga saat dilakukan pemeriksaan badan tidak ditemukan pengunjung yang membawa narkoba.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang serentak dilaksanakan oleh pihak kepolisian di seluruh Indonesia. Dari hasil kegiatan ini, kami tidak menemukan adanya pengunjung yang membawa narkoba. Dan dari hasil pemeriksaan urine, juga tidak ada ditemukan pengunjung yang menggunakan narkoba. Kami hanya menyita minuman beralkohol mencapai kadarnya 20%,” kata AKP Heri Edrino Sihombing SIK, kepada para awak media yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Mengantisipasi pergerakan dan peredaran narkoba dan minuman keras dimerata tempat di Simalungun, adalah tujuan dari kegiatan ini. Dan kegiatan ini tidak berhenti sampai malam ini saja, kedepannya kita akan lakukan secara rutin dan berkelanjutan,” tambahnya. (adi/esa/smg)

Konsep Smart Building di Pasar Modern Rambung

Pasar Modern Rambung
Pasar Modern Rambung

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham meninjau langsung pembangunan Pasar Modern Rambung di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, kemarin (2/1) siang. Pasar modern yang merogoh anggaran senilai Rp15 miliar tersebut akan segera dibuka pada pertengahan 2019 ini.

“Kalau tidak ada halangan, rencana pada pertengahan tahun ini akan sudah bisa dibuka,” ujar Idaham.

Idaham menambahkan, pembangunan pasar ini menggunakan konsep smart building atau lebih memaksimalkan penggunaan teknologi. Ini dapat dilihat dari fasilitas yang ada di Pasar Modern Rambung tersebut. Seperti penggunaan fasilitas ruang ATM, musala, foodcourt, ekskalator dan pencahayaannya yang menggunakan panel surya berkekuatan 100 ribu watt.

“Nanti juga dibangun zona tempat bermain untuk anak-anak. Keberadaan Pasar Modern ini adalah pasar yang paling ideal di jaman ini,” sambungnya. Idaham menilai, pembangunan Pasar Modern Rambung ini mengadopsi pusat perbelanjaan terlengkap di negara tetangga, Singapura. Dibangun dua lantai, Pasar Modern Rambung berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 4.000 meter persegi dengan kapasitas 86 kios.

Disoal pedagang mana yang akan mengisi kios-kios ini, Idaham sebut, Pemerintah Kota Binjai tetap akan memprioritaskan pedagang asal Kota Rambutan. Pun begitu, kata Idaham, Pemko Binjai lebih dulu melakukan pendataan.

Idaham menambahkan, Pasar Modern Rambung tidak hanya hanya berfungsi sebagai tempat orang berbelanja. Tapi juga dapat sebagai tempat wisata.

Karenanya, sambung Idaham, Pasar Modern Rambung akan memiliki akses atau jalur yang terhubung ke Gedung Olahraga Binjai. “Di belakang (Pasar Modern Rambung), akan dibangun tempat anak muda yang memiliki hobi skateboard serta komunitas lainnya. Jadi, mereka bisa berkumpul sambil berkreativitas di pasar ini,” tandas Idaham. (ted/han)

TPID Langkat Gelar Rapat Kordinasi Jaga Stabilitas Pangan

PIMPIN: Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM memimpin langsung Rapat Koordinasi TPID untuk menjaga Stabilitas Pangan.
PIMPIN: Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM memimpin langsung Rapat Koordinasi TPID untuk menjaga Stabilitas Pangan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabuapten Langkat menggelar rapat kordinasi, untuk menjaga kestabilan harga pangan memasuki tahun 2019. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, selaku Pelaksana Harian TPID Langkat.

Disebutkan Indra, terkait Inflasi Bulan Nopember dan Desember 2018, diminta kepada Kepala OPD yang tergabung dalam TPID Langkat, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Langkat dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, memahami tentang apa itu inflasi dan maksud tujuan dari pada pengendalian inflasi.

“Agar dapat membuat program unggulan TPID yang dapat mengatasi dan pengendalian inflasi atau menjaga lonjakan harga bahan pangan di Kab.Langkat untuk Tahun Anggaran 2019,” katanya, Kamis (3/1).

Sementara Kabag Perekonomian Setdakab Langkat, H Sutrianto, Ssos MAP menerangkan, bahwa inflasi di Sumut sepanjang 2018 terkendali, sedangkan pada bulan Nopember lalu mengalami deplasi sebesar 0,51 persen. “Untuk itu dimohon kepada instansi terkait agar menyampaikan laporan dan permasalahan yang berkaitan dengan inflasi daerah guna ditindaklanjuti,” sebutnya.

Sutrianto juga mengharapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian membuat program unggulan TPID Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2019. “Berupa mesin penyimpanan bawang merah dan cabai merah controlled atmosphere storage (CAS),” katanya.

Sedangkan untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan, agar mengawal / mengontrol Kerangka Sampleh Area (KSA) lahan persawahan Kabupaten Langkat yang sebenarnya.

Lalu Dinas Kelautan dan Perikanan menyiapkan lahan tanah lebih kurang luasnya 1.000 meter kubik untuk tempat penyimpanan ikan segar (Kolstorik).

Selanjutnya, Laporan Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi oleh BPS Kabupaten Langkat, memaparkan, bahwa terkait dengan perkembangan Inflasi Bulan Nopember 2018 di 4 Kota IHK di Sumatera Utara mengalami Inflasi yakni Kota Sibolga sebesar 0,28 persen, Pematangsiantar sebesar 0,01 persen, Medan sebesar 0,64 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,50 persen.

“Dengan demikian, gabungan 4 IHK di Sumatera Utara mengalami deplasi sebesar 0,51 persen. Deplasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh turunnya indeks tiga kelompok pengeluaran,” sebutnya.

Adapun kelompok pengeluaran yakni, sambungnya, kelompok bahan makanan sebesar 3.30 persen, kelompok sandang sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10%. Untuk komoditasitas utama penyumbang Deplasi/ mengalami penurunan harga selama Bulan Nopember 2018 di Medan antara lain cabai merah, cabai upah, pembantu rumah tangga, rawit, sandang, daging sapi, cabai hijau dan gula pasir.

Laporan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab.Langkat menyampaikan, ketersediaan pangan dan harga pangan bulan nopember dan desember 2018 cukup tersedia dan harga pangan stabil dan terjangkau.

“Seperti beras ir.64 berkisar antara Rp10.500 sampai Rp11.000 perkilo, gula pasir Rp11.000 samapai Rp12.000 perkilo , minyak goreng curah kuning Rp.10.500 samapai Rp.11.000 perkilo , tepung roti segi tiga biru Rp.8.000 sampai Rp8.500 perkilo, telur ayam broiler Rp23.000 sampai Rp24.000 perkilo, cabai merah Rp24.000 sampai Rp28.000 perkilo, kentang Rp8.500 sampai Rp9.000 perkilo, wortel Rp4.000 sampai Rp5.000 perkilo,” terangnya.

Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan laporannya, bahwa ketersediaan beras bulan Oktober dan Nopember 2018 cukup tersedia, dikarena sebagian petani sudah mulai panen dengan harga padi gabah kering panen Rp4.500 sampai Rp5.000 perkoli, begitu juga Jagung pipil kering ditingkat petani seharga Rp4.500 sampai Rp5.000 perkilo. Bahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga telah menyiapkan beras standart murah di Toko Tani di beberapa Kecamatan.

“Sedangkan untuk daging sapi dan daging ayam broiler (Ayam Potong) juga cukup tersedia, harga daging sapi murni Rp105.000 sampai 110.000 perkilo dan daging ayam potong Rp26.000 sampai Rp28.000 perkilo,” jelasnya. Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Langkat dalam laporannya, bahwa pada bulan nopember 2018 harga ikan laut masih mengalami kenaikan, hal disebabkan cuaca buruk/kurang mendukung bagi nelayan untuk melaut. “Maka harga pasar ikan tongkol Rp.23.000 perkilo, gembung kuring Rp.35.000 perkilo, biji nangka Rp.15.000 perkilo, kakap merah Rp.55.000 perkilo, udang kelong Rp.90.000 perkilo, udang kertas Rp.60.000 perkilo,” sebutnya.

Komunitas Bandara KNIA Deklarasikan Zona Integritas

.
.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Delapan Komunitas Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang terdiri PT Angkasa Pura II, Bea Cukai, Otoritas Bandara, Balai Karantina, Imigrasi, KPK, AOC, Dinas Kesehatan dan Instansi yang berada di Bandara Kualanamu, deklarasi komitmen bersama dalam pembangunan zona integritas Bandara Internasional, di atrium terminal kedatangan domestik, Kamis (3/1).

Kepala Bea Cukai Kualanamu Bagus Nugroho menyebutkan, deklarasi ini dilatarbelakangi tekad dan komitmen seluruh komunitas dalam membangun zona integritas dan kesadaran bahwa pembangunan integritas merupakan modal utama perubahan.

“Pembangunan zona integritas bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam menegakkan integritas antar instansi. Dengan deklarasi tersebut diharapkan dapat menjadi centre of excellence dan tolak ukur pembangunan zona integritas dan pelayanan publik di Sumut bahkan di Indonesia,” sebutnya

Selain itu, kegiatan ini juga membuktikan kepada masyarakat bahwa legal itu mudah dan sinergi antas instansi merupakan fakta. Pada akhirnya pembangunan integritas KNIA akan meningkatkan citra Sumut dan Indonesia karena Bandara KNIA mwrupakan salah satu gerbang utama Sumut dan Indonesia.

“Harapan dari deklarasi ini agar setiap pimpinan unit memastikan tercapainya tujuan dari deklarasi sehingga KNIA berintegritas untuk kejayaan negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Bintang Hidayat sebagai pimpinan komunitas Bandara oleh Kepala Kantor Otoritas Bandara Kualanamu menyebutkan komitmen dilakukan secara bersinergi antara komunitas di bandara untuk melaksanakan fakta integritas menolak korupsi dan meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat.

“Beberapa prestasi yang terbaik berbintang 4 Skytrax, pelayanan terbaik pada layanan haji,alat alat layanan juga sudah canggih dan cepat ,berbagai kemudahan informasi dibandara baik dari video tron , customer servis dan lainnya ,layanan bea cukai yang cepat ,seluruh instansi berkomitmen meningkatkan layanan prima , deklarasi Bersama Anti Korupsi ini adalah yang pertama di Indonesia,” pungkasnya. (btr/han)

Tinjau Lokasi Banjir di Desa Ketaren, Bupati Karo Turunkan Alat Berat

SOLIDEO/SUMUT POS TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan rombongan meninjau Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe yang sering banjir bila turun hujan.
SOLIDEO/SUMUT POS
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan rombongan meninjau Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe yang sering banjir bila turun hujan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk mengatasi banjir di Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Bupati Karo Terkelin Brahmana turun langsung dengan menurunkan alat berat. Hal itu dilakukan untuk menormalisasi saluran drainase di lokasi banjir.

Selain melakukan normalisasi, bupati juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menurunkan mobil penyedot air.

Bupati dan rombongan sengaja datang untuk merespon keluhan warga. Pasalnya, setiap hujan turun, air pasti meluap dan menggenangi rumah warga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak pemerintah desa telah membangun saluran drainase menggunakan dana desa. Hal ini dikatakan Ketua Badan Permusyawararan Desa, Harianja Purba saat menemui bupati. “Memang selama ini drainase tak sanggup menampung debit air. Apalagi saat hujan deras, air pasti meluap dan menggenangi rumah warga,” kata Harianja.

Karena itulah, bupati meminta OPD terkait segera menindaklanjuti masalah tersebut dengan melakukan normalisasi. Menurut bupati, alat berat itu diturunkan untuk mengorek tanah dan sampah yang menumpuk di parit. Tanah dan sampah ditaruh ke truk untuk dibuang. Karena sejuah ini masyarakat sekitar hanya bisa melakukan pengorekan secara manual.

“Mudah-mudahan dengan bekerjanya alat berat ini, harapan saya apa yang dikawatirkan warga tidak akan terjadi lagi. Banjir bisa segera teratasi. Apalagi keadaan ini sidah dikeluhkan warga selama setahun,”harap bupati, Kamis (3/1).

Sementara BPD Desa Ketaren Munjur Ketaren mengaku sangat berterimakasih atas kepedulian Bupati Karo beserta rombongan. “Kehadiran bupati sangat membantu kami warga Desa Ketaren, sebab tidak lama setelah bupati datang dan berada di lokasi, semua alat berat berdatangan,”ungkap Munjur.

“Luar biasa kepedulian Bupati Karo diawal tahun 2019 ini, sebab kami warga dan perangkat desa terbentur dengan alat berat yang tidak bisa kami sediakan karena anggaran dana desa sangat terbatas. Untuk itu sekali lagi dengan bekerjanya alat berat ini, sangat membantu warga,”sambungnya.

Munjur juga mengaku salut karena ikut mengawasi normalisasi saluran drainase tersebut hingga sore hari. (deo/han)

Tabrak Tiang Lampu Jalan, Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas

Korban kecelakaan
Korban kecelakaan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Sisingamangaraja simpang Masjid Raya tepatnya, persisnya di depan Madani Hotel, Senin (31/12) sekitar pukul 02.30 WIB. Dua orang pengendara sepeda motor tewas di tempat usai menabrak tiang lampu jalan.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan maut itu terjadi saat Berlin Porma Parapat (32) mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 2390 AGR membonceng dua teman wanitanya Noveliana Samosir (24) warga Lingkungan II, Kampung Nipah, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, dan Devita (26) warga Jalan Kemiri II, gang Pinang, Kecamatan Medan Kota, melaju kencang saat menuju arah Jalan Pandu. Namun setibanya di lokasi kejadian, Berlin menabrak tiang lampu jalan.

Alhasil, ketiganya terlempar ke aspal. Naas, Berlin dan Noveliana tewas di tempat karena dada dan kepala terbentur aspal. Sedangkan Devita langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Berlin dan Noveliana meninggal dunia di tempat karena mengalami benturan yang keras di dada dan kepala mereka,”ujar Haikal, saksi mata.

Sementara Devita, sambung Haikal, tercampak sekitar lima meter dan mengarah ke halte bus. Terpisah, Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan memintai keterangan korban yang masih hidup.

“Kita masih memeriksa saksi korban untuk mengetahui kronologis kejadiannya. Apakah pengemudi motor dalam keadaan mabuk atau tidak, sehingga bisa kehilangan kontrol dan menabrak tiang lampu di pulau jalan,”katanya.

Revi berharap kepada masyarakat apabila melihat ada korban kecelakaan, agar membantu korban. “Karena yang namanya kecelakaan tidak ada yang tahu kapan dan di mana,”ujarnya. (dvs/han)

Dua Wisatawan Hilang di di Pantai Tureloto Nias

Pantai Tureloto Nias.
Pantai Tureloto Nias.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Dua dari delapan orang warga Nias Selatan yang tengah berlibur ke Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) dikabarkan hilang, Kamis (3/1). Mereka hilang, setelah berenang di tengah laut, tepatnya di perairan Kabupaten Nias Utara.

Koordinator Pos SAR Nias, Tonggor Gultom mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan soal dua orang yang hilang. “Mereka pengunjung dari Nias Selatan yang bertamasya ke Pantai Tureloto  di Nias Utara,” kata Tonggor, Kamis (3/1) malam.

Dari informasi yang di dapat, lima dari delapan orang tersebut terjun ke laut untuk berenang saat akan kembali ke daratan. Tiga orang berhasil kembali naik ke kapal. Namun, dua lagi tidak berhasil naik ke kapal.

“Teman-temannya sempat mencari. Diduga yang dua lagi itu tidak bisa berenang,” ungkapnya.

Merasa bingung, rekan-rekannya kembali ke daratan. Kemudian, kejadian itu dilaporkan ke kepolisian setempat.

Saat ini, Tim SAR Nias sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi. Namun, sebelumnya Tonggor sudah berkoordinasi dengan instansi terkait yang berada dekat dengan lokasi.

“Kita sedang dalam perjalanan. Karena jaraknya dari kami sekitar dua setengah jam,” ungkapnya.

Aparat terkait dari TNI AL, BPBD dan masyarakat sudah melakukan pencarian. Baik menyisir di lokasi korban hilang, hingga melakukan penyelaman.

“Hingga tadi saya mendapat laporan, hasilnya masih nihil. Pencarian sementara dihentikan karena sudah gelap. Tidak efektif melakukan pencarian di malam hari,” ujarnya.

Untuk identitas para korban, pihak SAR masih menunggu konfirmasi dari kepolisian. Sehingga, belum diketahui identitas siapa saja yang menjadi korban tenggelam.

“Kita masih menunggu. Mungkin karena masalah sinyal telepon di sana. Pencarian akan dilanjutkan esok hari. Kita terus melakukan koordinasi dengan kepolisian,” tandasnya. (pra/JPC)

Antrean Panjang Hanya di Parapat, Puncak Arus Balik Nataru di Prediksi 5-6 Januari

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga 2 Januari 2019, penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Sumatera Utara berjalan padat lancar. Tidak ada kejadian menonjol. Baik kecelakaan lalu lintas, penumpukan penumpang, maupun pelanggaran oleh operator. Hanya di ruas jalan nasional Siantar-Parapat terjadi antrean panjang kendaraan hingga beberapa kilometer. Itupun karena ada longsoran tanah ke badan jalan.

“TERJADI kemacetan di ruas jalan nasional Siantar-Parapat hingga tiga kali, dikarenakan kondisi alam. Yakni ada longsoran tanah bercampur material lain ke badan jalan sebanyak tiga kali pada hari yang berbeda-beda. Longsoran ini mengakibatkan antrean cukup panjang,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut), Darwin Purba menjawab Sumut Pos, Rabu (2/1).

Kemacetan juga sempat terjadi di ruas Medan-Berastagi pada beberapa titik, namun berhasil diurai petugas dengan cepat.

Khusus kondisi terkini lajur Siantar-Parapat, pihaknya berharap hujan tidak turun dalam beberapa hari ke depan, agar material longsor dapat dibersihkan dengan maksimal.

“Sebenarnya untuk ruas Siantar-Parapat, kalau tidak ada longsoran ke badan jalan, arus lalu-lintas berjalan normal. Makanya kita berharap hujan tidak turun beberapa hari ke depan ini,” katanyan

Untuk puncak arus balik Nataru, sesuai pemetaan Dishub Sumut, akan terjadi pada 5-6 Januari mendatang. “Puncak arus balik kami perkiraan pada 5-6 Januari 2017, mengingat anak sekolah sudah masuk pada 7 Januari,” katanya.

Di Tebing, Polisi Lakukan Sistem Buka Tutup

Arus lalu-lintas yang akan memasuki pintu tol Tebingtinggi Medan tepatnya di Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mulai menujukkan kepadatan mulai pukul 11.00 WIB siang, Rabu (2/1).

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Enda Iwan, melalui via telepon mengatakan pihaknya bersama jajaran Polantas Polres Tebingtinggi, Dinas Perhubungan Serdang Bedagain

Satpol PP dan Dinas Kesehatan siap-siaga melakukan pemantauan dan pengawasan arus balik libur Nataru 2019 di pintu tol Tebingtinggi Medan.

“Personil yang dilibatkan sebanyak 160 orang gabungan dari Polres Tebingtinggi dan bersama unsur TNI, Dishub, Sat Pol PP serta Kesehatan, unsur yang dilibatkan dari Pemko Tebingtinggi dan Pemkab Sergai,” terangnya.

Ribuan kendaraan yang didominasi oleh kendaraan pribadi, diperkirakan akan memadati pertigaan pintu tol Tebingtinggi Medan hingga larut malam. Karena hatri ini, Kamis (3/1) ada beberapa sekolah yang sudah masuk.

“Sistem buka tutup pertigaan pintu tol Tebingtinggi Kualanamu berkordinasi dengan pihak JMKT. Kemacetan di pintu tol terjadi sudah sejak kemarin sore, Selasa (1/1) sekira pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,” terang AKP Enda Iwan.

Adapun beberapa titik kemacetan, menurutnya, karena traffic light di pertigaan simpang tol Tebingtinggi Medan kurang berfungsi. Ditambah lagi dengan banyaknya penjual lemang yang berjualan di pinggir Jalinsum Tebingtinggi Sei Rampah Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai.

“Kemacetan yang terjadi bukan kemacetan total. Kendaraan terlihat padat merayap dengan antrian rata-rata 1 kilometer, baik dari Tebingtinggi menuju Medan dan sebaliknya. Kita mengimbau kepada pengemudi untuk selalu menaati peraturan lalu-lintas. Budayakan antri dan tidak saling mendahului apabila ada kemacetan,” pintanya.

Jalur Langkat-Karo Padat Lancar

Sementara untuk jalur alternatif Langkat-Karo melalui Sei Bingai, terlihat mulai padat dilintasi pengendara roda dua maupun empat. Jalur ini dipilih karena kondisi jalan sudah diaspal 90 persen. Arus lalu lintas yang ingin menuju Tanah Karo keluar Lau Kawar terpantau padat lancar pada 1 dan 2 Januari 2019.

Salahseorang pengguna jalan, Muhammad Zuhron, mengatakan dirinya berangkat ke Tanah Karo melalui Kecamatan Sei Bingai, Langkat bersama keluarganya. Jumlahnya ada 9 mobil rombongan.

“Waktu pergi, kondisi lalu-lintas padat lancar. Kami berangkat rombongan keluarga besar untuk mengisi waktu libur, berangkat siang mau ke Danau Lau Kawar, Tanah Karo,” kata warga Kelurahan Damai, Binjai Utara, Rabu (2/1) ini.

Ia senang, karena warga Binjai yang ingin berangkat ke Tanah Karo kini tidak mesti melintasi jalur Medan dan Deliserdang. Cukup melalui Sei Bingai, waktu tempuh menuju Tanah Karo dapat dipangkas hingga 90 menit.

“Keluarga pengen lewat dari Telagah, karena jalanan sudah mulus sampai ke Lau Kawar. Seru melintasi jalur Telagah, lebih dekat ke Lau Kawar dari Binjai. Dan masih asri, kalau kita melintasi dari situ,” beber Zuhron.

Sepanjang perjalanan menuju Lau Kawar, kata Zuhron, tidak terlihat polisi berpakaian dinas mengatur lalu-lintas. Namun arus lalu-lintas tetap lancar meski padat. Sesampai di Lau Kawar, pengunjung pada tempat wisata itu cukup ramai.

Namun saat hendak pulang, rombongan Zuhron kena macet. “Kami pulang sekitar pukul 17.30 WIB, lalu lintas macet. Tidak bergerak sejak di daerah Telagah sebelum Simpang Lau Kulap,” ujar dia.

Buntutnya, rombongan Zuhron putar arah. “Kami memutuskan jalan pulang kembali ke Lau Kawar dan pulang lewat Berastagi,” beber dia.

Karena harus melintasi Medan, waktu tempuh hingga ke Kota Binjai mencapai 4 jam. “Kemacetan terjadi karena ada mobil rusak,” katanya.

Banyak Pungli

Meski arus lalu-lintas selama libur 1 Januari 2019 berlangsung relatif lancar, ada beberapa evaluasi dari masyarakat yang berlibur. Di sejumlah jalur alternatif Langkat-Karo persisnya mulai dari Simpang Desa Namu Ukur sampai ke Desa Pamah Semelir, ada pemuda setempat yang diduga melakukan pungutan liar alias pungli. Preman menggunakan seragam Oknum Kepemudaan (OKP) itu meminta uang kepada wisatawan yang melintas di jalan tersebut. Bahkan, terjadi beberapa kali pemaksaan. Modusnya, oknum preman ini memaksa wisatawan membeli minuman mineral.

“Informasi yang saya dapat, banyak pungli di sana dengan modus menjual minuman minetal dengan harga mahal dan paksa. Tapi alhamdulillah kami tidak kena pungli,” aku Zuhron.

Kapolsek Sei Bingai, AKP Yusril Irwanto, yang coba dikonfirmasi, menolak berkomentar. “Coba cek sama Kasat Lantas,” katanya melalui telepon selular.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak yang dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat WhatsApp, Rabu (2/1), mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi terkait dugaan pungli.

“Kita telah mengantisipasi tindakan-tindakan pungli melalui kegiatan patroli dan Kring Serse, termasuk kejahatan-kejahatan lainnya,” tulis Donald. “Bila ada sekelompok oknum yang melakukan pungli atau pengutipan-pengutipan yang ilegal yang membuat masyarakat resah, kita akan tangkap dan proses hukum,” sambungnya.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan Polres Binjai mendukung sekaligus menguatkan Maklumat Kapolda Sumut terkait pencegahan aksi premanisme.

Disinggung hasil patroli yang telah dilakukan, Donald mengatakan, sudah ada kasus pungli yang ditangkap dan diproses sampai pengadilan. “Ada 3 (pelaku pungli),” tandasnya tanpa membeberkan identitas ketiga pelaku.

Bencana 2018 Didominasi Karhutla & Banjir

Sekaitan bencana alam di Sumut selama 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut merekapitulasi, bencana yang terjadi didominasi kebakaran hutan atau lahan (Karhutla), kemudian banjir dan longsor.

“Karhutla sebanyak 241 peristiwa atau laporan. Banjir sebanyak 61 peristiwa, longsor 32 peristiwa, cuaca ekstrem 15 peristiwa, banjir bandang tiga peristiwa,” ujar Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Bencana banjir sebanyak 61 peristiwa itu, meliputi wilayah Kota Medan (8), Binjai (1), Tebingtinggi (2), Tanjungbalai (1), Siantar (1), Sibolga (3), Padangsidempuan (3), Langkat (7), Sergai (1), Asahan (9), Labuhanbatu (3), Paluta, Palas, Taput, Karo, Samosir dan Dairi masing-masing satu peristiwa, Tapsel (5), Batubara (2), Madina dan Nias masing-masing empat peristiwa.

Untuk cuaca ekstrem meliputi Medan 2 peristiwa, Langkat, Deliserdang dan Asahan masing-masing dua peristiwa, Labura, Paluta, Tobasa, Simalungun, Karo, Batubara, Nias Utara masing-masing satu peristiwa.

“Terkhusus erupsi Gunung Sinabung, Karo, ada sebanyak 12 laporan sesuai data yang kami miliki. Untuk bencana longsor antara lain Labuhanbatu (1), 3 Sibolga (3), Deliserdang, Langkat, Asahan, Tapteng, Tobasa, dan Padangsidempuan masing-masing satu peristiwa, Tapsel, Nisel dan Siantar masing-masing dua peristiwa, serta Madina (5),” sebutnya.

Untuk banjir bandang masing-masing terjadi satu kali yang meliputi wilayah Tapsel, Madina dan Dairi. Sementara untuk Karhutla, tercatat Labura (16), Labuhan Batu (28), Labusel (18), Tapsel (25), Tapteng (4), Tobasa dan Karo (9), Dairi (6), Samosir (13), 5 Deliserdang (5), Asahan (6), Madina (7), Simalungun (10), Humbahas (11), Paluta (34), Langkat (5), Sergai (4), Padang Lawas (22), Taput dan Pakpak Bharat (3), Medan, Sibolga dan Gunungsitoli (1).

Kecelakaan Kapal Motor Sinar Bangun juga menjadi catatan buruk bagi Sumut terutama bagi jalur transportasi air. “KM Sinar Bangun kita catat sebagai rekapitulasi tahunan,” katanya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati atau waspada bila hendak akan melakukan perjalanan. Kemudian, untuk seluruh bupati dan wali kota se Sumut telah diimbau untuk dapat melakukan pengawasan hingga pengecekan terhadap daerah rawan bencana.

“Untuk masyarakat selalu dapatkan informasi cuaca dari BMKG atau BPBD setempat kalau melakukan perjalanan. Kemudian sudah bolak-balik kami ingatkan kabupaten/kota untuk mengecek jalur lintas provinsi ataupun daerah-daerah rawan terjadi bencana seperti longsor dan juga banjir,” katanya. (prn/ian/ted)

Penumpang Kereta Api Naik 17 Ribu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS STASIUN_Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Kereta Api Medan,
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
STASIUN_Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Kereta Api Medan,

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru), PT Kereta Api (KAI) Devisi Regional I Sumut mencatat ada 180.392 penumpang melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api. Baik berangkat maupun tiba di Stasiun Besar Kota Medan.

“Angka tersebut pencapaiannya 110 persen dari realisasi Nataru tahun 2017/2018 yang mencapai 163.354 penumpang atau naik sekitar 17 ribu. Itu data Nataru dari tanggal 20 Desember sampai 31 Desember 2018n

Untuk tanggal 1 Januari 2019, masih dilakukan update oleh anggota,” ungkap Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M. Ilud, kepada Sumut Pos, Rabu (2/1) siang.

Ilud memperkirakan, lonjakan penumpang angkutan Natura bakal terjadi pada tanggal 2 dan 6 Januari 2019. Mengingat aktivitas perkantoran sudah aktif dan anak sekolah sudah mulai bersekolah tanggal 7 Januari 2019.

“Diperkirakan pada tanggal itu, penumpang di atas 15 ribu orang. Untuk saat ini, aktivitas penumpang masih mengalami peningkatan dari hari biasa,” jelas Ilud.

Ilud mengimbau kepada para penumpang untuk membawa barang bagasi sesuai aturan yang berlaku. Barang dengan berat dan volume dianggap masih dapat dibawa ke dalam kereta, dapat disimpan di rak bagasi atas, di ruang depan tempat duduk penumpang.

“Di bagian ujung kereta atau tempat lainnya yang memungkinkan tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang, serta tidak berpotensi membahayakan atau menimbulkan kerusakan pada kereta. Dan proses naik turun bagasi dimaksud tidak akan menimbulkan kelambatan pada perjalanan kereta api,” ucap Ilud.

Ukuran dan berat maksimum barang bagasi setiap penumpang kereta api maksimum 100 dm3, dengan dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm. Berat maksimum 20 kilogram yang disediakan pihak PT KAI.

“Adapun barang-barang bagasi penumpang yang tidak diperbolehkan dibawa adalah binatang, narkotika psikotoprika, dan zat adiktif lainnya, senjata api dan senjata tajam, semua barang-barang yang mudah terbakar/meledak,semua barang-barang berbau menyengat, amis atau karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan dan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas boarding atau pemeriksa bagasi karena keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi, barang yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Ilud.

Penumpang untuk ketentuan Ibu Hamil Naik Kereta Api Jarak Jauh, diperbolehkan untuk usia kehamilan 14 sampai dengan 28 minggu. “Jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, ibu hamil tersebut wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan, yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, Kandungan ibu dalam keadaan sehat. Kemudian, tidak ada kelainan dalam kandungan dan wajib didampingi oleh minimun 1 orang pendamping dewasa,” jelas Ilud.

Apabila kedapatan calon penumpang ibu hamil yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut saat melakukan proses boarding pass, calon penumpang diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat wajib melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun keberangkatan.

Kemudian, membuat surat pernyataan bahwa PT KAI dibebaskan dari pertanggung jawaban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

“Apabila kondektur mendapati penumpang hamil yang melanggar ketentuan tersebut di atas KA, maka penumpang hamil yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa dia sanggup melakukan perjalanan KA jarak jauh dan segala risiko menjadi tanggung jawab penumpang,” tutur Ilud.

Ilud mengatakan apabila hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan di stasiun keberangkatan menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, tiket atau boarding pass penumpang yang bersangkutan dapat dibatalkan.

“Dan bea tiket akan dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan. Begitu juga dengan tiket calon penumpang yang mendampingi ibu hamil tersebut,” sebut Ilud.

PT KAI dalam angkutan liburan Natal dan Tahun Baru menggunakan KA Sribilah, KA Putri Deli, KA Srilelawangsa dan KA Siantar Ekspress. Ilud menjelaskan pihaknya mempersiapkan 30 unit lokomotif dan 76 unit kereta api untuk melayani masyarakat di Sumut untuk melakukan perjalanan tersebut.

“Selain itu, 4 unit kereta cadangan. Sementara untuk jumlah Kereta Api (KA), tahun ini KAI menyiapkan 16 perjalanan KA reguler, 42 perjalanan KA Bandara dan lokal 24 perjalanan serta 8 perjalanan KA Perintis Cut Meutia untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini,” ungkap Ilud.

Kapasitas tiket yang di sediakan di masa angkutan nataru PT KAI per hari, ada tambahan. Dari semula 17.556 menjadi 18.324 tiket untuk seluruh KA Kelas Eksekutif, Bisnis, Ekonomi dan KA Lokal untuk melayani perjalanan masyarakat.

“Untuk pencapaian target di prediksi tahun ini 4 persen dari realisasi tahun 2017/2018 sebesar kurang lebih 13.858 per hari,” sebut Ilud.

Guna memberikan rasa aman bagi pengguna jasa KA. Ilud menjelaskan selama angkutan Natal dan Tahun Baru, PT KAI menyiapkan 279 personel keamanan yang terdiri dari 73 personel Polsuska, 206 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 38 personel.

“Personal keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya sepeiti dipo lokomotif dan kereta,” pungkasnya.

KNIA Mulai Dipadati Arus Balik

Sementara itu, arus balik Nataru 2019 mulai memadati Bandara Kualanamu International Airport (KNIA). Terlihat beberapa penumpang berderet dalam antrian di beberapa kounter check in tiket, area Sekurity Checkpoint (SCP) I dan II, menuju ruang tunggu keberangkatan baik domestic dan international terminal Bandara Kualanamu, Rabu (2/1).

Untuk mengurai antrian para penumpang, petugas Avsec turun tangan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang diterapkan pihak AP II. Sesekali petugas membantu membawa barang bawaan bagasi penumpang, supaya antrian tidak terlalu panjang mengular.

Eksekutif General Manager PT AP II Bandara Kualanamu, Bayuh Iswantoro didampingi Sekretaris Posko Nataru 2019, Faisal Hakim, membenarkan terjadi kepadatan arus balik Nataru pada H+7.

“Banyak warga yang kembali pulang ke berbagai tujuan, usai merayakan Natal dan Tahun Baru. Di samping itu, banyak penjemput jemaah umroh, atau sekedar berkunjung di terminal Bandara,” katanya.

Data penumpang yang datang dan pergi memasuki di H+7, mencapai 26,580 orang. Sedangkan pergerakan pesawat di kisaran 192 penerbangan. Dibandingkan tahun 2017, terjadi penurunan tetapi tidak begitu jauh.

“Kepadatan ini diprediksi akan terus terjadi hingga seminggu ke depan, mengingat libur anak sekolah masih berlanjut,” katanya. (gus/btr)