31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5663

Hj Nuraidah Imbau PKK Lakukan Evaluasi

TEDDY AKBAR/sumut pos TALI ASIH: Ketua TP PKK Langkat, Ny Hj Nuraidah Ngogesa memberikan tali asih kepada anak yatim usai ac acara.
TEDDY AKBAR/sumut pos
TALI ASIH: Ketua TP PKK Langkat, Ny Hj Nuraidah Ngogesa memberikan tali asih kepada anak yatim usai ac acara.

– Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Ny Hj Nuraidah Ngogesa menghadiri acara pertemuan bulanan PKK. Sekaligus pelantikan Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPMI) Babalan masa bakti 2018-2023 di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat.

Ny Hj Nuraidah pada bimbingan dan arahannya menekankan, agar seluruh kegiatan yang sudah baik bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan yang dianggap belum maksimal, agar dibenahi melalui evaluasi yang objektif.

“Saya berharap seluruh kepengurusan PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa terus bersinergi untuk saling mendukung dan memberikan masukan guna kebaikan program kegiatan. Agar kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Ny Nuraidah dalam sambutannya, Jumat (22/12).

Selain itu, Ny Nuraidah menegaskan agar peran PKK sebagai mitra pemerintah harus benar-benar menjadi tanggung jawab semua. “Guna menunjukkan bahwa organisasi ini adalah peran nyata kaum perempuan dalam melibatkan diri pada pembangunan,” tutur Ny Nuraidah.

“Marilah kita terus meningkatkan semangat bersama PKK, berbuat didalam PKK dan menjaga nama baik PKK,” sambungnya.

Selain itu, Ny Nuraidah berharap, semoga keberadaan pengurus IPMI dapat mendongkrak perekonomian kaum ibu di Babalan.

Camat Babalan Hafizam Parinduri SSos, mengucapakan selamat dan terimaksih atas kedatangan Ny Nuraidah dan Ny Tio Rita, yang telah menyempatkan diri datang di Kecamatan Babalan.

“Semoga arahan dan bimbingan yang diberikan Ny Nuraidah, dapat memotivasi para pengurus PKK Babalan untuk semakin maju dan bersemangat menjalankan program,” imbuhnya. Diketahui, pengurus IPMI yang dilantik sebanyak 20 orang wanita. Acara dirangkai dengan pemberian tali asih kepada 10 orang anak yatim oleh PKK Kabupaten Langkat.

Turut hadir ketua DWP Langkat Ny Indra Salahuddin, Istri Bupati Langkat terpilih Ny Tio Rika Terbit Rencana, Ketua IPEMI Sumut Ny Yulidar, Ketua PKK DPRD Langkat Ny Surialam, para pengurus PKK Langkat dari tingkat kabupaten sampai desa, Kades se-Kecamatan Babalan, pemuka agama/masyarakat dan undangan lainnya. (bam/ala)

222 Korban Tsunami Selat Sunda, Semuanya WNI

Sutopo
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

BANTEN, SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, dari 222 korban tewas akibat tsunami Selat Sunda kebanyakan berasal dari wisatawan.

Namun, semuanya adalah wisatawan lokal. Dia memastikan, tak ada satu pun yang berasal dari warga negara asing.

“Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini berasal dari empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus,” katanya.

Sutopo kemudian memerinci, untuk di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, dan dua orang hilang.

Lalu, kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, sembilan hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak.

“Daerah yang terdampak di sepuluh kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo,” papar dia.

Sutopo mengatakan, korban banyak wisatawan karena sedang berwisata di sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Kemudian, di Kabupaten Serang tercatat sebelas orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Untuk kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. “Lalu di Kabupaten Tanggamus terdapat satu orang meninggal dunia,” tandas dia. (cuy/jpnn)

Longsoran Gunung Krakatau Bisa Picu Tsunami jika Masif

Tsunami Selat Sunda Hantam Properti Bakrieland.
Tsunami Selat Sunda Hantam Properti Bakrieland.

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum dapat menyimpulkan pemicu tsunami yang terjadi di Perairan Selat Sunda karena aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kabid Mitigasi Gunung Api Wawan Irawan mengatakan, tim harus melakukan pengecekan dan pendalaman ke lapangan.

Ia menyebutkan, jika dilihat dari kegempaan, tsunami yang terjadi di wilayah Selat Sunda bukan berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau. Tremor atau getaran pada Gunung Anak Krakatau terjadi sejak bulan Juni. Letusan terbesar terjadi pada November 2018. Dengan lontaran lava yang keluar, kecil kemungkinan berpotensi memicu tsunami.

“Kalau dari kegempaanya, jelas itu bukan karena letusan (Gunung Anak) Krakatau. Tapi yang perlu kita cek itu adalah apakah ada longsoran di tubuh Krakatau dan mengakibatkan tsunami. Itu juga kalau terjadi longsoran perlu yang besar sekali sehingga menimbulkan tsunami,” kata Wawan, di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018).

Berdasarkan sejarahnya, longsoran pernah terjadi pada Gunung Krakatau tahun 1883. Untuk memicu gelombang tsunami ini diperlukan longsoran yang masif (besar). “Sejauh ini pernah terjadi di Krakatau itu pada tahun 1883. Salah satunya longsoran tubuh Gunung Krakatau itu. Besaran longsoran itu mungkin harus di atas VEI atau volcano eruption indeks-nya 6. Di Indonesia salah satunya yang satu itu ya tahun 1883 itu. Krakatau-nya yang longsor. Saat itu Krakatau ada tubuhnya juga terus hancur, kemudian tumbuh lagi dia,” jelas Wawan.

Saat ini, tim PVMBG bertolak ke lokasi kejadian untuk mengecek langsung ke lapangan, memastikan apakah tsunami tersebut karena letusan Gunung Anak Krakatau atau ada pemicu lainnya seperti longsoran. “Saat ini coba cek ke lapangan apakah betul pasang laut tsunami itu karena letusan Krakatau atau ada longsoran,” kata dia.

Kasubid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Ahmad Solihin menilai, erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau sangat kecil kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

“Kalau dari erupsi atau letusannya itu kemungkinan tidak sampai menimbulkan tsunami karena dari pantauan seismiknya juga erupsinya strombolian, itu seperti lontaran (semburan) lava pijar kayak air mancur tapi lava. Jadi kemungkinan kecil ini,” ujar Ahmad Solihin. Meski demikian, lanjut Solihin, ada dugaan longsoran material di dalam air yang memicu peristiwa itu. Namun hal ini juga masih perlu didalami dan diselidiki.

“Dugaan sementara atau probabilitasnnya paling besar longsoran atau enggak longsoran di lokasi lain karena kita belum tahu itu. Atau mungkin juga dari badai semalam bisa menyebabkan itu, jadi dari faktor cuaca. Cuma itu mungkin bukan ranah kami,” ujar Solihin.(agie/kps)

Freeport

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh Dahlan Iskan

Saya kirim ucapan selamat. Untuk Ignatius Jonan. Menteri ESDM. Juga untuk Budi Sadikin. CEO Inalum. Tentang Freeport. Yang berhasil dikuasai Indonesia 51 persen. Sejak minggu ini.

Pun sebetulnya saya akan berbuat serupa. Dari Lebanon ini. Mengirim ucapan selamat kepada Bapak Presiden, Menteri Keuangan, Menteri BUMN dan Menteri Lingkungan Hidup. Tapi saya tidak punya nomor telepon beliau-beliau itu. Hanya Jonan dan Budi Sadikin. Yang nomor HP-nya ada di HP saya.

Itu pun nomor lama. Yang saya masih memilikinya. Sejak ketika saya masih jadi atasan mereka. Semoga ucapan selamat itu masih sampai pada mereka. Dan diteruskan kepada mereka.

Tentu, baiknya, saya juga mengirimkan ucapan selamat kepada pak SBY. Yang di zaman beliau menjadikan PT Inalum dikuasai 100 BUMN. Diambil alih dari Jepang. Dalam posisi perusahaan sangat jaya. Kondisi fisiknya prima. Operasionalnya istimewa. Dan tabungan uang kontannya banyak luar biasa.

Ibarat ‘kendaraan’, Inalum sudah seperti Land Cruiser. Sanggup diajak menanjak tinggi. Sampai pegunungan Jayawijaya. Membeli Freeport di sana.

Inalum yang seperti itu sangat dipercaya. Untuk mencari dana global sekali pun. Empat miliar dolar sekalipun. Untuk membeli saham mayoritas Freeport itu.

Tentu saya juga ingin mengucapkan selamat pada MacMoran Amerika. Yang sudah 50 tahun menguasai Papua. Yang pernah keuangannya mengalami kendala. Hingga minta bantuan Rio Tinto Australia. Yang perjanjian antara dua perusahaan global itu bisa menimbulkan celah. Untuk dimasuki Indonesia.

Celah itulah.

Tidak ada yang bisa melihatnya. Selama ini. Tidak juga saya. Hanya orang seperti Jonan yang berhasil mengintipnya. Yang justru menteri ESDM yang tidak ahli tambang itu.

Lewat celah itulah negosiasi bisa mendapat jalannya. Didukung oleh kedipan-kedipan mata. Dari dua wanita kita: Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lewat celah perpajakan. Dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Lewat kerusakan alam.

Sudah sejak kapan pun. Kita ingin Freeport dikuasai bangsa. Tapi selalu tersandung batu: perjanjian yang tidak bisa dilanggar begitu saja.

Kalau pun selama ini salah: itu karena tidak ada yang bermata sejeli Jonan. Dalam melihat celah tersembunyi itu.

Mungkin saja pandangan mata itu seperti hati. Bisa memandang jauh. Kalau kondisinya bersih. Bersih mata. Bersih hati. Bersih kepentingan.

Dalam proses Freeport ini memang luar biasa. Menteri ESDM-nya, Jonan, bukan ahli tambang. Ia justru orang keuangan. CEO Inalum-nya, yang cari uang, dari teknik. Ia lulusan ITB. Budi Sadikin.

Saya pernah minta maaf pada bapak Presiden SBY. Melanggar tata kelola. Mengangkat Budi Sadikin. Menjadi Dirut Bank Mandiri. Tanpa lapor. Tanpa minta pendapat. Tanpa minta persetujuan. Pun tidak kepada menteri keuangan.

Saya tahu itu salah. Dan siap dimarahi.

Tapi saya begitu takutnya. Jabatan Dirut Bank Mandiri jadi barang dagangan. Terutama dagangan politik. Padahal ada anak muda sekali. Hebat sekali. Dari dalam Bank Mandiri pula. Budi Sadikin itu.

Maka saya SK-kan saja. Soal dimarahi itu urusan di kemudian hari. Dipecat sekali pun.

Maafkan pak SBY.

Saya melanggar.

Demi kejayaan Bank Mandiri.

Dan maafkan. Itu bukan satu-satunya.

Sebenarnya, di Freeport itu, masih ada satu kekhawatiran saya. Di bidang partisipasi lokal. Yang 10 persen. Yang kelihatannya kecil. Tapi justru bahaya. Misalnya. Begitu yang kecil itu memihak ke sana selesailah. Sananya jadi mayoritas.

Tapi Jonan-Budi adalah orang pintar. Mengatasinya dengan skema yang berjenjang.

Tentu masih akan ada kritik. Tapi saya tidak melihat yang lebih baik dari yang telah dilakukan ini. (Dahlan Iskan)

BNPB Update Tsunami Banten: 43 Orang Meninggal, 584 Luka-luka

Tsunami Banten menewaskan puluhan orang, Minggu (23/12/2018).
Tsunami Banten menewaskan puluhan orang, Minggu (23/12/2018).

JAKARTA, SUMUT.CO – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai di sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 43 orang. Sementara 584 orang mengalami luka-luka.

Data tersebut merupakan data terkini BNPB, Minggu (23/12/2018) per pukul 07.00 WIB.

“Dua orang hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak,” kata Sutopo dalam keterangan persnya.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Menurut dia, pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu Sabtu (22/12/2018) pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menduga bahwa tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,9 meter ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang pada Sabtu bererupsi hingga 4 kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB.

Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi. Menurut BMKG, gelombang yang menerjang bisa jadi lebih tinggi dari yang terdata sebab ada beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda yang punya morfologi teluk seperti di Palu. (kps)

Tsunami Banten, 20 Orang Meninggal Ratusan Luka-luka

Tsunami-Ilustrasi
Tsunami-Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, dampak tsunami yang menerjang wilayah pantai di kawasan Selat Sunda terus bertambah.

“Data sementara hingga Minggu (23/12/2018) pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Minggu pagi.

Sutopo memaparkan, jumlah korban tersebut terdapat di tiga wilayah yaitu, di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang.

Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur. Data sementara di wilayah tersebut tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

“Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita,” papar Sutopo.

Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat tiga orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat tiga orang meninggal dunia, empat orang luka, dan dua orang hilang.

“Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan,” ungkapnya.

Menurut Sutopo, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menyelidiki guna mengetahui faktor penyebab tsunami ini.

“Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama,” kata dia.

Ia memandang, dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai.

Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan Banten yang berada di sekitar Selat Sunda merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu Sabtu (22/12/2018) pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi. (Kps)

32 Tim Bersaing di Festival U-11 Askot PSSI Medan Piala Ketua KONI Medan

Foto: Doni/Sumut Pos PEMBUKAAN: Ketua Askot Medan, Iswanda Ramli bersama Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani bersama para peserta festival U-11 saat pembukaan di Stadion Kebun Bunga Medan.
Foto: Doni/Sumut Pos
PEMBUKAAN: Ketua Askot Medan, Iswanda Ramli bersama Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani bersama para peserta festival U-11 saat pembukaan di Stadion Kebun Bunga Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 32 tim bersaing pada turnamen Askot PSSI Medan Piala Ketua KONI Medan yang digelar di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (22/12) hingga Minggu (23/12). Ajang ini membuktikan komitmen Askot dalam membina pesepakbola usia dini setelah sukses dengan turnamen tiga kelompok usia.

Kali ini Askot menggandeng KONI Medan. 32 tim terbagi dalam empat grup yakni Sahata, Mandiri, Sinar Sakti, Mabar Putra B, Sejati Pratama B, Banteng Muda, Gumarang, Satria Porta B (Grup A), HPM, Garuda Deli, Sinar Belawan B, Satria Jaya A, Soccer Pratama, Putra Elegen, Medan Utara, Andalas City (Grup B).

Selanjutnya Generasi A, Satria Jaya B, Bhineka, Tasbi, Satria Porta A, Sejati Pratama, USU, Bayern Muda (Grup C) serta Bintang Johor, Sinar Belawan A, Putra Mulya, Generasi B, GTH, Waskita Jaya, Bintang Marelan, Mabar Putra (Grup D).

Ketua Askot Medan H Iswanda Ramli mengatakan festival ini merupakan agenda tahunan yang digelar Askot Medan sebagai pembinaan para pemain muda serta pesepakbola amatir di Kota Medan.

“Inilah bentuk komitmen Askot Medan dan KONI Medan dalam membina para pesepakbola khususnya pesepakbola muda di Medan. Untuk itu, tentunya diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi sepakbola di kota ini. Mudah-mudahan dari sini lahir calon-calon pemain PSMS ke depan,” ujar Nanda, sapaan akrabnya

Ia mengatakan setiap tim harus menjunjung tinggi sportivitas. “Yang namanya olahraga harus mengutamakan sportivitas. Karena bagaimanapun yang terpenting dalam sepakbola adalan sportivitas, apalagi inikan tujuannya murni pembinaan,” bebernya.

Sementara itu Ketua KONI Kota Medan Eddy H Sibarani mengapresiasi semangat Askot Medan dalam membina para pesepakbola muda di Sumut khususnya Kota Medan. Untuk itu, KONI Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir telah bekerjasama dengan Askot Medan menggelar festival kelompok umur ini.

“Harus ada lapisan-lapisan pemain bola di Medan yang dipersiapkan dengan baik. Makanya salah satu caranya menjaring para pesepakbola muda dengan menggelar turnamen atau festival seperti ini. Apalagi sebelumnya Askot baru saja menggelar turnamen kelompok usia,” ujarnya.

“Paling tidak, KONI Medan ingin memberikan kontribusinya dalam membangun sepakbola Medan. Dan kami ingin mengawalinya dengan pembinaan pesepakbola muda Medan,” tegasnya.

Menurutnya KONI Medan juga memiliki komitmen untuk membangun fanatisme terhadap sepakbola kepada anak usia dini. Apalagi saat ini bisa dikatakan prestasi sepakbola di Sumut khususnya Medan cukup meredup.

“Semoga saja, niat baik KONI Medan bersama sejumlah stakeholder terkait membuahkan hasil ke depannya. Namun di sisi lain, niat baik ini juga tidak dapat sukses tanpa adanya dukungan dari masyarakat,” pungkasnya. (don)

Dorong Millenial Menuju Indonesia Emas

Nicholas Goh, CEO QIU, di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.
Nicholas Goh, CEO QIU, di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Statistik Indonesia (2012) menganalisa bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar tahun 2025 dan Provinsi DKI Jakarta diperkirakan sudah mengalami bonus demografi yang terus berlangsung hingga tahun 2030.

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2017) agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Dengan demografi yang dimiliki, Indonesia diperkirakan akan mencapai keemasan pada tahun 2045, tepat 100 Tahun setelah merdeka (BPS, 2015).Mereka yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2045 nanti merupakan penduduk yang saat ini berusia 0-37 tahun, termasuk generasi millennial yang kini berusia 17-37 tahun.

Sebelum memasuki masa keemasan, anak-anak muda Indonesia ini memerlukan persiapan yang berkualitas. Kualitas ini dibutuhkan agar mereka dapat ‘survive’ di era globalisasi dengan derasnya arus komunikasi dan teknologi.Kemampuan dasar di bidang literasi sangat dibutuhkan agar tetap bisa melakukan komunikasi dan menerima informasi. Kemampuan tersebut dapat berkembang dengan pendidikan yang baik.

Pendidikan, sebagai aspek paling penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, menjadi salah satu alasan khusus agar siswa Indonesia setidaknya memiliki pengalaman sekolah di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Pengalaman ini akan mempertajam kemampuan literasi berbahasa Inggris serta kemampuan interaksi multikultural dengan siswa dari negara-negara lain.

Quest International University Perak (QIU), salah satu institusi pendidikan tinggi di Ipoh-Malaysia, didirikan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang cerdas dan menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki ambisi dan kapasitas intelektual yang mumpuni. Lebih dari 5 fakultas dengan lebih dari 40 jurusan, QIU dapat menjadi pilihan bagi siswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tingginya kelak.

“QIU memiliki standar internasional untuk memaksimalkan pendidikan yang berkualitas. Bagi kami, membangun karakter melalui sistem pendidikan dan lingkungan yang mendukung sangatlah penting. Oleh karena itu, melalui lingkungan belajar yang multikultural serta kondusif meskipun jauh dari rumah, kami menciptakan lulusan siap kerja melalui kesempatan praktik yang besar,” jelas Nicholas Goh, CEO QIU, di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.

QNET, sebuah perusahaan penjualan langsung yang tergabung dalam Grup QI di Malaysia dan juga terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), memberikan dana hibah sebesar USD 100,000 atau sekitar Rp 1,5 milyar kepada QIU sebagai dana penelitian mengenai daur ulang plastik.

“Grup QI sangat tertarik terhadap hasil penemuan QIU mengenai daur ulang sampah plastik ini. Sangat menarik mengetahui bahwa QIU menemukan 7 plastik yang dapat didaur ulang menjadi batu-bata. Dengan demikian nilai plastik bekas akan sangat berharga sehingga masyarakat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Ganang Rindarko, GM QNET Indonesia.

Sejalan dengan misi mewujudkan Indonesia Emas dari hasil bonus demografi, QIU memberikan kesempatan siswa di Indonesia memiliki pengalaman mengenyam pendidikan di luar negeri yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, siap kerja, dan mampu berinteraksi di lingkungan multikultural. (Rel/sih)

Telkomsel Luncurkan Aplikasi mBanking (Mobile Banking)

General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel – Agus Sumirat, General Manager Digital Product Area Expansion Sumatera Telkomsel – Robby Aris Cahyady, General Manager Youth and Community Sumatera Telkomsel – Nurcahyo Priyadi dan Manager Digital Banking Business and Partnership – Verry Hananto saat prosesi Peluncuran Aplikasi Mbanking Telkomsel yang digelar hari ini (21/12).
General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel – Agus Sumirat, General Manager Digital Product Area Expansion Sumatera Telkomsel – Robby Aris Cahyady, General Manager Youth and Community Sumatera Telkomsel – Nurcahyo Priyadi dan Manager Digital Banking Business and Partnership – Verry Hananto saat prosesi Peluncuran Aplikasi Mbanking Telkomsel yang digelar hari ini (21/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel meluncurkan layanan terbaruDigital Banking yaitu aplikasi mBanking Telkomsel, sebuah aplikasi Mobile Banking Telkomsel yang memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk dapat mengakses rekening Bank yang dimiliki melalui ponsel terutama melalui sistem Android.  Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, pelanggan diharapkan sudah memiliki layanan SMS Banking. Bagi pelanggan yang belum aktif layanan SMS Banking maka pelanggan dapat mendaftarkan nomor handphone Telkomsel di kantor cabang Bank terdekat.

General Manager Digital Product Area Expansion Sumatera Telkomsel Robby Aris Cahyadi mengatakan “Melalui peluncuran aplikasi mBanking Telkomsel ini, kami terus mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia dengan menghadirkan terobosan baru untukmembangun Indonesia Digital. Layanan Digital Bankingkami terus berkembang dan telah membantu banyak lembaga keuangan di lebih dari 80 bank baik nasional maupun lokal. Komitmen kami, layanan mobile bankingini akan memberikan masyarakat Indonesia akses yang lebih luas terhadap transaksi keuangan, serta membantu pemerintah mewujudkan cashless society.”

Dalam aplikasi mBanking Telkomsel memiliki beberapa fiitur menarik, antara lain: transaksi perbankan, transaksi merchant, promo program, sinkronasi data, dan pencari ATM terdekat. Transaksi perbankan menjadi mudah dengan mBanking Telkomsel, pelanggan cukup memilih menu yang ada pada aplikasi kemudian akan di arahkan untuk bertransaksi menggunakan SMS atau USSD *141# (sistem berbasis Android).

mBanking Telkomsel juga memfasilitasi pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran dan pembelian produk-produk pada merchant yang sudah bekerja sama dengan Bank seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan sebagainya. Selain itu, pelanggan akan selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai promo-promo menarik dari merchant, Bank, dan Telkomsel sekaligus memfasilitasi pengiklan untuk dapat beriklan pada aplikasi ini dengan target pelanggan Banking.

Pada fitur sinkronisasi memfasilitasi pelanggan untuk dapat mencadangkan dan memulihkan data (back up data) yang pelanggan miliki di dalam aplikasi ini keserver Telkomsel sehingga akan memudahkan pelanggan bila pelanggan memiliki data favorit dan kemudian berganti ponsel. Dengan menggunakan aplikasi ini, aktivitas penarikan tunai juga dipermudah dengan adanya fitur pencarian ATM terdekat yang terintergrasi dengan GPS smartphone.

Dalam tahap awal ini, jumlah bank yang sudah terintegrasi dalam aplikasi mBanking lebih dari 15 bank, dan bagi pelanggan Telkomsel yang mengunduh dan melakukan transaksi akan langsung mendapatkan paket data Telkomsel sebesar 2GB untuk 100.000 orang pertama. Seluruh pelanggan KartuHalosimPATIKartu As, dan LOOP berkesempatan mendapatkan hadiah langsung ini selama periode 12 Desember 2018 sampai 31 Januari 2019.

“Saat ini pelanggan Mobile Banking Telkomsel sekitar 10 juta dan untuk aplikasi mBanking Telkomsel ini kami menargetkan diunduh lebih dari 500 ribu pelanggan dalam setahun ke depan. Kami harapkan akan lebih banyak lagi masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat memanfaatkan transaksi keuangan lebih nyaman, aman dan mudah dengan aplikasi mBanking Telkomsel,” tutup Robby.

***

Waldemar, Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan Tewas

Petugas saat melakukan evakuasi korban dari lokasi banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Jumat (21/12/2018).
Petugas saat melakukan evakuasi korban dari lokasi banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Jumat (21/12/2018).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satu lagi korban banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (21/12/2018).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi Bahagia Ginting mengatakan, korban atas nama Waldenar Simarmata (49), ditemukan pada Jumat pukul 10.45 WIB. “Korban sudah dievakuasi di posko. Ditemukan tak jauh dari sungai di Desa Bongkaras,” kata Ginting.

Hingga kini sudah tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, tim penyelamat sudah menemukan jenazah Elfrida Sinaga (45), warga Desa Bongkaras dan Bariun Sitorus (38), warga Desa Longkotan. Bariun ditemukan di Sungai Lae Souraya, Sumbulsalam, Aceh pada Rabu (19/12/2018) sore. Sedangkan Elfrida ditemukan tak jauh dari lokasi banjir, Kamis (20/12/2018) siang.

Ginting mengatakan, pihaknya terus melakukan proses pencarian para korban yang masih hilang dengan mengerahkan petugas melibatkan sejumlah institusi, seperti BPBD, TNI, Polri bahkan melibatkan masyarakat.

“Kurang lebih 100 personel turun melakukan pencarian ke lokasi banjir sejal pagi hingga pukul 5 sore,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang terjadi di dua desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Dairi, Maria Victima mengatakan, banjir bandang terjadi Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras mengguyur Kabupaten Dairi. Dua desa yang diserang banjir bandang yakni Desa Bongkaras dan Desa Longkotan. (kps)