31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5694

Pemprovsu Harus Cari Terobosan

bagus/SUMUT POS ATRAKSI: Sejumlah penari menampilkan atraksi saat penutupan Festival Danau Toba 2018 di Kabupaten Dairi, Sabtu (8/12).
bagus/SUMUT POS
ATRAKSI: Sejumlah penari menampilkan atraksi saat penutupan Festival Danau Toba 2018 di Kabupaten Dairi, Sabtu (8/12).

SUMUTPOS.CO – GELARAN event Festival Danau Toba (FDT) 2018 yang berlangsung di Silahi Sabungan, Silalahi, Kabupatennya Dairi menjadi sorotan publik karena dinilai kurang meriah. Atas kondisi itu, diharapkan ada evaluasi sekaligus terobosan baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang hadir.

Anggota DPRD Sumut dari dapil Dairi, Robert Lumbantobing mengatakan, soal kondisi sepinya pengunjung di event FDT 2018 kali ini perlu menjadi bahan evaluasi agar perencanaan hingga tahapan yang dijalankan, baik saat acara (konsep) maupun pra kegiatan seperti promosi dan sosialisasi ke publik.

“Saya kira soal itu, nanti akan ada laporan dari kepanitiaan. Dari situ kita bisa analisis kenapa sampai sepeti ini kondisinya, tidak banyak minat dari pengunjung,” ujarnya, Minggu (9/12).

Menurutnya beberapa kemungkinan yang menyebabkan event FDT kali ini terasa kurang meriah adalah sosialisasi dan promosi. Sebab, biasanya sebuah kegiatan besar dan prioritas seperti ini, perlu diberitahukan kepada masyarakat luas. Sehingga jauh hari sebelum pelaksanaan, publik mendapat informasi tersebut. “Apakah sosialisasi kurang maksimal, atau mungkin waktunya tidak tepat. Harusnya kan sudah disiapkan sejak awal,” sebutnya.

Dengan begitu katanya, tidak maksimalnya pelaksanaan FDT 2018 perlu dipertanyakan kepada penyelenggara dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. “Mungkin perlu juga dicari terobosan baru dari persoalan ini. Apalagi kita kan ada pencanangan Monaco of Asia untuk Danau Toba. Agar semua kegiatan bisa disinergikan kepada pengembangan kawasan itu,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun berharap event FDT tahun depan bisa disiapkan dengan dukungan dan konsep penuh pemerintah provinsi. Mengingat event ini merupakan program tahunan dari Pemprov sebagimana dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jangan lagi seperti mengerjakan acara seremonial saja. Sehingga kesannya event ini biasa-biasa, padahal harusnya dibuat meriah. Jadi konsepnya bisa belajar dari festival yang lain yang luar biasa,” katanya.

Begitu juga pelaksanaan FDT tahun berikutnya, harus menyesuaikan visi misi Sumut Bermartabat yang diusung Gubernur-Wakil Gubernur saat ini. Dengan begitu, animo masyarakat harus jadi pertimbangan khususnya dalam menarik minat pengunjung atau wisatawan lokal, Nusantara hingga Mancanegara.

 

2019, Target 500 Ribu Wisatawan

Sementara itu, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) tidak mau mengambil pusing soal FDT 2018, yang dinilai biasa-biasa saja itu. BPODT terus fokus mengembang destinasi Danau Toba dengan cari mereka tersendiri. Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengatakan, target kunjungan wisatawan ke Danau Toba 2019 harus mencapai 500 ribu wisatawan. “Pencapian target wisatawan ke Danau Toba tahun ini belum kita cek angkanya. Tapi 2019 minimal harus mencapai 500 ribu kunjungan wisatawan,” sebut Arie.

Di 2019, sudah ada sejumlah program yang akan dilakukan BPODT. Tapi, Arie enggan membeberkan secara detail program tersebut. Sudah dipastikan program yang akan dilakukan pada tahun depan mencari pasar baru untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman dan wisnus (wisatawan nusantara). “Kalau kita hanya berharap dari hasil capaian BPODT tahun ini maka hasilnya akan sama. Jadi minimal seperti tahun sebelumnya. Tiap tahun kita harus ada inovasi,” tutur Arie.

Arie juga menjelaskan, salah satu cara meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya dari mancanegara adalah dengan menambah rute penerbangan baru ke Danau Toba. Dengan demikian, diharapkan target kunjungan wisatawan ke Danau Toba bisa tercapai di 2019. “Tidak mungkin kita bicara peningkatan tapi kursi pesawatnya itu-itu saja yang diharapkan. Kementerian Pariwisata sangat konsen untuk penambahan perbangan. Kita juga akan kembangkan rute-rute baru ke Danau Toba bukan hanya dari Kualanamu. Tapi, juga Silangit,” ungkap Arie. (bal/gus)

Target 26 Ribu e-KTP, Pendaftaran Program Gisa di Sumut Capai 31,7 Ribu

Perekaman eKTP di Program GISA Sumut
Perekaman eKTP di Program GISA Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang digelar baru-baru ini di Sumut, telah mendistribusikan sebanyak 15 ribu lebih blanko e-KTP kepada warga yang datang. Hingga kini sudah ada sekitar 31.700 data yang registrasi. Namun jika dilihat dari datanya, kemungkinan angkanya hanya 26 ribuan blanko e-KTP.

“Yang registrasi sudah 31ribu lebih, tetapi belum semua mengambil formulir. Ada juga yang mengambil dua kali. Makanya yang diakomodir adalah yang memenuhi syarat. Kemungkinan angkanya hanya 26 ribuan,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumatera Utara (Sumut), Dr Ismael P Sinaga, Ismael, akhir pekan kemarin.

Kemudahan proses satu hari selesai ini, dinilai sebagai pesan bahwa proses pembuatan e-KTP sebenarnya mudah dan cepat. Mengapa pelayanan e-KTP bisa cepat diselesaikan dengan jumlah warga yang mengurus daya kependudukan itu lebih besar dari proyeksi, Ismael mengatakan, pihaknya menggelar jalur khusus. “Ini ibarat jalur khusus, jadi bisa cepat selesai,” katanya.

Terkait lambatnya pelayanan kependudukan di tingkat kecamatan dan Disdukcapil kabupaten/kota selama ini, Ismael tidak mau membahas. Menurutnya, Program GISA itu digelarnya untuk menunjukkan, bahwa proses administrasi kependudukan (Adminduk) bisa dilakukan dengan mudah.

“Ini menjadi pesan agar pelayanan kepada masyarakat tidak dipersulit. Kalau bisa cepat, kenapa harus lama? Kalau bisa mudah, kenapa harus dipersulit?” katanya seakan bertanya.

Terpisah, anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir mengatakan, kepengurusan adminduk oleh pemerintah lebih mengedepankan pelayanan di sentra terdekat dari masyarakat, yakni tingkat kecamatan. Program ini kemungkinan besar hanya akan dapat dirasakan maksimal oleh warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Sedangkan bagi yang di pedalaman, kemungkinan tidak tersentuh.

“Yang terpenting itu sebenarnya kepastian saja. Di Kecamatan ‘kan juga sudah pernah diberikan alatnya (perekam data). Kalau saja mengurus adminduk bisa selesai tiga hari, menurut saya sudah bagus dan termasuk cepat. Ya kesannya ini tumpang tindih,” katanya.

Karena itu, ia meminta pemerintah lebih mengutamakan pelayanan di tingkat bawah. Menyelesaikan masalah yang selama ini muncul tentang pungli atau birokrasi yang lambat untuk urusan data kependudukan. Sehingga sebagai warga negara, hal seperti ini bukan lagi sesuatu yang sulit untuk didapat. Bahkan Negara harusnya menjemput bola, karena berkepentingan dalam validasi data masyarakat.

“Masyarakat sebenarnya sudah sadar adminduk itu penting. Karena mereka juga punya kepentingan mengurus sesuatu hal menggunakan KTP. Namun kenyataannya untuk mendapatkan itu, bisa sampai berbulan-bulan. Jadi kita harus belajar dari kesalahan,” pungkasnya.

Mental Birokrasi Jadi Perhatian

Masalah ketiadaan blanko dan proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang hingga kini belum tuntas, dinilai sebagai persoalan teknis yang perlu diselesaikan dengan perencanaan jelas serta terukur. Sehingga program GISA yang baru saja dilaksanakan, dapat dilanjutkan hingga tingkat bawah.

Anggota DPRD Sumut Richard Sidabutar, mengatakan program GISA sebagai jalan yang baik dalam memberikan bukti tentang mudahnya mengurus data administrasi kependudukan bagi seluruh warga Negara. Betapa tidak, warga yang berbondong-bondong hadir di lokasi pelaksanaan program tersebut, mendapatkan pelayanan cepat.

“Memang masalah e-KTP ini katanya kekurangan blanko. Tetapi sebetulnya itu hal yang bisa diatasi. Karena Undang-undang Adminduk sudah memerintahkan hal itu, agar setiap warga negara harus punya nomor induk sebagai identitas utama. Jadi kita apresiasi tingginya antusias masyarakat mengurus data kependudukannya,” ujar Richard, Minggu (9/12).

Namun menurutnya, persoalan data kependudukan tidak selesai lewat program GISA yang digelar kemarin. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumut, harus mampu melakukan langkah serupa di tingkat kabupaten/kota, yang adminduk-nya belum terlayani secara baik.

“Misalnya Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota bisa koordinasi dan sinergi untuk melakukan langkah serupa. Jadi untuk Sumut, tidak hanya di Medan saja, tetapi juga daerah lain. Karena bagaimanapun administrasi kependudukan ini adalah hal yang sama,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan bahwa keluhan masyarakat selama ini adalah mengurus e-KTP, sering tidak dapat blanko. Karena itu, bagaimana bisa mendorong pemerintah membuat terobosan sehingga penduduk punya kartu identitas.

Masalah birokrasi juga menjadi sorotan. Selama ini, pengurusan oleh warga terkesan dipersulit dan lama. Kerap juga harus membayar. “Tentu itu harus diperingatkan, harus ada tindakan. Sehingga janji-janji selama ini e-KTP siap sekian jam, cepat, mudah tanpa biaya, masyarakat tidak termakan janji itu,” sebutnya.

Untuk itu, Richard meminta pemerintah segera mengubah pola lama yang mempersulit dan mengurangi antusias warga mengurus data adminduk di tingkat bawah. Dengan begitu, citra buruk soal birokrasi komplek selama ini bisa diperbaiki melaui perubahan mental yang lebih melayani. (bal)

Embarkasi Medan Sabet 2 Penghargaan Terbaik

Gusman/Sumut Pos EMBARKASI TERBAIK: Kakanwil Kemenag Sumut, H Iwan Zulhami SH, saat menerima penghargaan dari Komisi Pengawasan Haji Indonesia. Embarkasi Medan berhasil meraih 2 penghargaan sebagai embarkasi terbaik.
Gusman/Sumut Pos
EMBARKASI TERBAIK: Kakanwil Kemenag Sumut, H Iwan Zulhami SH, saat menerima penghargaan dari Komisi Pengawasan Haji Indonesia. Embarkasi Medan berhasil meraih 2 penghargaan sebagai embarkasi terbaik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Embarkasi Medan berhasil meraih dua penghargaan dari Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI), pada penyelenggaraan haji tahun 1439 H/2018 M. Embarkasi Medan memboyong penghargaan sebagai Embarkasi Haji Terbaik V dan Embarkasi Terbaik Bidang Kesehatan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPHI Pusat, Drs H Samidin Nasir, MM, saat acara Tasyakuran atas Pencapaian Indeks Kepuasan Jamaah Haji tahun 2018, yakni sangat memuaskan, yang digelar Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, di Aula Wisma Birr Ali Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (6/12) lalu.

Penghargaan diterima Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, H Iwan Zulhami, SH, MAP, didampingi Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Drs H Muslim, MM.

Ketua KPHI mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi mendorong peningkatan dan mewujudkan Target Indeks Kepuasan Jemaah haji tahun ini. Di mana Hasil Survey yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik, Embarkasi Medan meraih angka 85,23 persen (sangat memuaskan). Indeks ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang berada di angka 84,85 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa dari tahun ke tahun, progress perhajian di tanah air semakin membaik,” kata Samidin.

Atas pencapaian tersebut, Kakanwil Kemenag Sumut mengucapkan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan 1439 H/2018 M, yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Khususnya kepada Gubernur Sumut sebagai koordinator, sehingga Embarkasi Medan berhasil meraih penghargaan dari KPHI.

“Terimakasih kepada Gubernur Sumut yang telah menjadi koordinator selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2018. Dan terimakasih kepada PPIH Embarkasi Medan, yang telah bekerja dengan baik selama melayani jamaah haji,” ujarnya, Sabtu (8/12).

Iwan Zulhami juga mengharapkan melalui penghargaan ini, PPIH Embarkasi Medan dapat bekerja lebih giat lagi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji agar prestasi ini dapat lebih ditingkatkan. (man)

Master Plan Tangani Sampah, Medan Libatkan Jepang

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) hingga saat ini belum memiliki master plan untuk menangani masalah sampah. Rencananya, master plan penanganan sampah baru akan dibuat pada tahun 2019.

“Master plan tentang sampah baru akan dibuat tahun 2019 mendatang, melibatkan pihak ketiga dari Jepang,” kata Kepala DKP Kota Medan Husni, saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, akhir pekan lalu.

Menurut Husni, bicara mengenai penanganan sampah, artinya bicara mulai dari masalah pengangkutan atau transportasi, petugas kebersihan, dan kesadaran diri. “Dalam sehari, tia-tiap warga Kota Medan menghasilkan sampah minimal 0,7 kg. Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi penumpukan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ujarnya.

Saat ini, hanya ada satu TPA yang aktif yang terletak di Kelurahan Terjun, Medan Marelan. Namun konsep di sana hanya menumpuk sampah saja. Kalau terus dibiarkan hingga 4 tahun ke depan, bukan tidak mungkin TPA akan jadi gunung sampah. Untuk itu, pihaknya berencana membuat UPT di beberapa kecamatan, sebagai solusi penanganan persampahan.

“UPT itu nantinya akan memilah sampah, yang diyakini mampu mengurangi sampah ke TPA hingga 40 persen,” bebernya.

Selain itu, ke depan TPA milik Pemko Medan di Kecamatan Namobintang, Deliserdang akan kembali difungsikan. TPA tersebut akan dijadikan tempat pengelolaan sampah. “TPA Terjun untuk menumpuk sampah, TPA Namobintang menjadi tempat pengelolaan sampah. Itulah yang akan dilakukan tahun depan,” beber Husni.

Untuk itu, pihaknya terus bekerja keras menangani sampah di Kota Medan. Meski sarana dan fasilitas yang masih terbatas, namun pembenahan tetap dilakukan, sehingga pengelolaan sampah dan kebersihan ke depan semakin bagus.

“Ada beberapa kendala saat ini terkait tempat pembuangan sampah sementara, sehingga tak jarang sampah berserakan di lingkungan sebelum diangkut. Selain itu, tempat tersebut juga disoal warga karena keberadaan lahan. Sebab dari 90 jumlah TPS di Medan, tidak satupun lahannya milik Pemko. Ini tentu merupakan kendala untuk penataan. Makanya ke depan, kami berupaya membebaskan lahannya, sehingga dapat ditata dan dilakukan koneksi bangunan secara permanen,” papar Husni.

Kendala lainnya ada pada masalah moda angkutan sampah yang masih minim. Moda angkutan yang dimiliki Pemko Medan saat ini dinilai tidak cukup untuk mengangkut sampah dari 21 kecamatan, 151 kelurahan, dan 2.001 lingkungan.

Sebelum tahun 2018, moda angkutan yang dimiliki Pemko Medan yang masih bisa digunakan hanya 273 unit. Mengingat terbatasnya jumlah angkutan itu, tahun 2018 Pemko menambah 40 unit truk konvektor. Dengan penambahan truk konvektor ditambah moda angkutan lainnya, termasuk alat-alat berat, diharapkan tahun 2019 penanganan sampah yang bisa lakukan maksimal.

“Saya punya target, tahun 2019 kita memiliki moda angkutan sebanyak 350 unit,” tukasnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Tidak buang sampah sembarangan merupakan satu bentuk dukungan yang bisa dilakukan masyarakat dalam mendukung program Pemko Medan. Apalagi, mau menyediakan tempat sampah di rumah masing-masing. Dengan demikian, sampah tidak berserak sehingga memudahkan petugas kebersihan datang mengangkutnya,” kata Akhyar.

Kata Akhyar, Pemko Medan sebenarnya bisa saja menyediakan tempat sampah untuk masyarakat. Namun apabila perilaku buang sampah sembarangan belum diubah, maka tempat sampah yang disediakan akan sia-sia. “Perilaku itu harus dirubah, minimal sampah rumah tangga kita wadahi sendiri agar tidak berserakan,” ungkapnya. (ris)

Ratusan Anak Medan Bertarung Masuk 10 Terbaik di Audisi Liga Dangdut Indonesia 2

M Idris/Sumut Pos AUDISI: Ratusan anak Medan sekitarnya mengikuti audisi Liga Dangdut Indonesia 2, yang digelar di Mako Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (9/12).
M Idris/Sumut Pos
AUDISI: Ratusan anak Medan sekitarnya mengikuti audisi Liga Dangdut Indonesia 2, yang digelar di Mako Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (9/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan anak Medan sekitarnya antusias mengikuti audisi Liga Dangdut Indonesia 2 yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta di Mako Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (9/12). Mereka akan bertarung menjadi 10 terbaik, untuk dibawa ke Jakarta.

“Tahun lalu kami sukses menggelar ajang Liga Dangdut Indonesia, hingga memperoleh Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai Program Pencarian Bakat dengan Peserta dari Provinsi Terbanyak. Tahun ini, kami kembali menjaring duta-duta dangdut terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dalam audisi,” kata VP-PSRD Division Head, Ekin Gabriel, di sela-sela audisi.

Audisi yang digelar di Medan kali ini merupakan pekan kesepuluh yang berlangsung serentak di tiga kota atau provinsi, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

“Tahun ke-2 penyelenggaraan program Liga Dangdut Indonesia akan mempertemukan duta dangdut terbaik dari provinsi paling barat di Indonesia sampai paling timur. Mereka akan membawa beragam kekayaan budaya hingga mengenalkan kearifan lokal dari provinsi asalnya di panggung,” sebut Ekin.

Menurut Ekin, melalui program Liga Dangdut Indonesia 2 ini pihaknya berharap dapat menjadi program yang inspiratif dan akan melahirkan Idola Indonesia, dengan kualitas vokal dangdut terbaik. Selain itu, turut meramaikan industri hiburan tanah air.

“Peserta yang mendaftar adalah yang memiliki bakat menyanyi dangdut, baik pria maupun wanita berusia 15-25 tahun. Calon peserta hanya diperbolehkan mengikuti audisi di provinsi yang sesuai dengan keterangan di kartu identitas. Pada audisi tahun ini, diberikan kemudahan kepada calon peserta untuk dapat mendaftarkan diri melalui official whatsapp,” terangnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini audisi digelar semakin kompetitif dengan memilih Idola Indonesia yang mewakili seluruh provinsi. “Proses audisi di masing-masing provinsi, nantinya akan membawa data dari 10 peserta terbaik ke Jakarta. Kemudian, akan diseleksi kembali untuk memilih duta dangdut terbaik yang akan bersaing di panggung Liga Dangdut Indonesia 2,” papar Ekin.

Sebelumnya, audisi ajang pencarian bakat ini telah menyambangi Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Utara, Bogor-Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Banyuwangi-Jawa Timur, Aceh, serta Kalimantan Timur.

Setelah Medan, audisi masih akan terus berlanjut ke 6 provinsi di Indonesia lainnya. “Pekan depan akan menyambangi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah pada 16 Desember 2018,” imbuhnya.

Salah seorang peserta audisi, Aliq mengaku sangat antusias dan senang mengikutinya. Pemuda yang baru lulus salah satu SMK swasta di Medan ini berharap dapat lolos untuk tampil di Jakarta. “Sangat senang tentunya bisa ikut audisi ini. Selain menambah pengalaman, juga ingin mewujudkan mimpi saya menjadi penyanyi dangdut terkenal,” ujar peserta audisi asal Medan.

Tak jauh beda disampaikan calon peserta lainnya, Kiki. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Medan ini berharap menjadi yang beruntung. “Persiapan sebelum audisi pasti dong sudah. Seperti latihan menyanyi seminggu tiga kali. Persiapan ini sudah jauh-jauh hari saya lakukan, agar hasilnya maksimal bisa lolos,” tuturnya. (ris)

Pedagang Pasar Kampung Lalang Tuntut Pemko Serah-terimakan Bangunan Pasar Bulan Ini

Kondisi Pasar Kampunglalang
Kondisi Pasar Kampunglalang

MEDAN , SUMUTPOS.CO – Ratusan pedagang Pasar Kampung Lalang menuntut Pemko Medan, agar segera melakukan serah terima bangunan pasar yang telah direvitalisasi. Pasalnya, para pedagang sudah cukup lama telantar karena berjualan di emperan atau pinggir jalan, pascaperemajaan bangunan pasar yang tak kunjung rampung.

“Bulan ini juga Pemko harus serah-terimakan (bangunan) Pasar Kampung Lalang. Kalau sampai ditunda-tunda lagi, kami siap mengelar aksi massal secara besar-besaran,” kata Ketua Pedagang Pasar Kampung Lalang, Erwina Pinem saat dihubungi akhir pekan kemarin.

Diutarakan dia, sudah 20 bulan lebih pedagang tak menempati kios atau lapak di Pasar Kampung Lalang. Terlebih, dalam waktu dekat akan berlangsung perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana pedagang membutuhkan uang untuk membeli keperluan hari besar keagamaan tersebut. “Kami berharap sebelum Natal dan Tahun Baru sudah menempati kios atau lapak, sehingga dapat berjualan kami. Kalau masih tetap di pinggir jalan, pembeli sepi dan pendapatan jelas menurun drastis,” sebut Erwina.

Pedagang meminta Pemko Medan membuka hati dan pikirannya kepada pedagang.  Secara kasat mata, menurut pedagang, bangunan pasar sudah selesai. Tinggal finishing saja dengan paving blok.

“Kalau memang tinggal sedikit lagi pengerjaannya, disegerakanlah serah terima. Karena sambil berjalan, finishing kan bisa dikerjakan. Kami tidak tahu kapan serahterima, karena Pemko tertutup soal progres pembangunan. Mereka terus memberi kepalsuan kepada kami,” cetusnya.

Disebutkan Erwina, para pedagang sudah didata dan bahkan daftar ulang. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Padahal tinggal membentuk panitia untuk pencabutan nomor kios/lapak dan selanjutnya serahterima.

“Sudah banyak pedagang yang mulai memindahkan barang-barang dari lapaknya. Karena janjinya gedung baru bisa dimasuki pada November lalu. Namun hingga masuk Desember, pedagang masih digantung. Mau menerima janji palsu yang keberapa lagi? Kalau tahun ini pun enggak, sudahlah, kami ribut pun jadi,” kesalnya.

Erwina mengungkapkan, jumlah kios dan lapak yang terdapat dari bangunan baru Pasar Kampung Lalang mencapai 741 unit. Jumlah itu sudah mengakomodir dari seluruh pedagang yang akan menempati nantinya. “Sudah dihitung sendiri oleh pedagang jumlah kios dan lapak yang dibangun, totalnya 741 unit. Sedangkan untuk jumlah pedagang 732 orang. Jadi, masih lebih 9 unit lagi,” bebernya.

Untuk menempati kios, pedagang tidak dibebankan biaya alias gratis. Pun begitu, pedagang akan dikenakan biaya perawatan per tahun. “Belum ditentukan berapa biayanya. Katanya nanti akan ada pertemuan atau musyawarah untuk menetapkan biaya perawatan. Katanya enggak lebih dari Rp1 juta per pedagang,” tandasnya.

Akhir Tahun

Terpisah, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, serah terima Pasar Kampung Lalang ditargetkan dapat dilakukan akhir tahun ini. “Targetnya tahun ini juga, supaya cepat dimanfaatkan pedagang,” kata Akhyar.

Menurut dia, saat ini proses pembangunan dalam tahap finalisasi oleh kontraktor yang membangun. Apabila sudah rampung, selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Perkim-PR. “Setelah diserahkan ke Dinas Perkim-PR kemudian ke Bagian Aset. Lalu, ke PD Pasar dan pedagang. Pokoknya secepatnya dituntaskan,” pungkas Akhyar. (ris)

Jasa Konstruksi Sumut Beri Bantuan ke Panti Asuhan

SERAHKAN BANTUAN: Ephorus Emeritus HKBP Pdt WTP Simarmata MA dan Panitia Natal serta para penasehat, foto bersama dengan anak-anak panti asuhan usai penyerahan bantuan bahan pokok dan uang tali kasih, pada Perayaan Natal Forum Jasa Konstruksi Sumatera Utara di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Maulana Lubis Medan, Jumat (7/12/2018) malam.
SERAHKAN BANTUAN: Ephorus Emeritus HKBP Pdt WTP Simarmata MA dan Panitia Natal serta para penasehat, foto bersama dengan anak-anak panti asuhan usai penyerahan bantuan bahan pokok dan uang tali kasih, pada Perayaan Natal Forum Jasa Konstruksi Sumatera Utara di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Maulana Lubis Medan, Jumat (7/12/2018) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perayaan Natal Forum Jasa Konstruksi Sumatera Utara di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Maulana Lubis Medan, Jumat (7/12) malam yang dihadiri sekitar 500 orang, berlangsung meriah dan penuh sukacita.

Perayaan yang memasuki tahun ketiga itu diwarnai dengan pemberian bantuan berupa bahan-bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan uang tali kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Ecclesia Tanjung Anom, Deliserdang dan Panti Asuhan Terima Kasih Abadi Sei Agul, Danau Singkarak Medan.

Para anak panti di perayaan itu juga tampil mengisi acara di ibadah dan hiburan. Nyanyian dan tarian anak-anak panti yang memukau, diapresiasi para hadirin dengan menyumbang dana secara spontan.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Ecclesia, Pdt Samuel Sitanggang pun menyampaikan terima kasih kepada Panitia Perayaan Natal. Dia pun menunjukkan rasa terima kasih dengan menyerahkan piagam penghargaan kepada panitia.

Ketua Panitia Perayaan Natal Forum Asosiasi Jasa Konstruksi Sumatera Utara Tahun 2018, Krisman Tambunan, mengatakan sengaja mengundang anak-anak dari panti asuhan untuk bersukacita bersama merayakan kasih dan damai Natal.

“Setiap tahun dalam perayaan Natal jasa konstruksi, anak-anak panti asuhan selalu diundang dan diberi bantuan. Itu sebagai bentuk kasih kepedulian para pelaku jasa konstruksi mengartikan berkat yang Tuhan telah berikan kepada kita,” ujar Krisman didampingi Sekretaris Suangro Sitanggang dan Bendahara Maris Silalahi kepada wartawan usai perayaan.

Sebelumnya, Krisman dalam sambutannya mengatakan perayaan Natal tersebut untuk semakin menyadari dan meneladani kebaikan Tuhan, yang diharapkan semakin memicu semangat persatuan para pelaku jasa konstruksi untuk berbakti kepada nusa dan bangsa lewat karya-karya konstruksi dan konsultansi.

Ephorus Emeritus HKBP, Pdt WTP Simarmata MA, dalam khotbahnya dari Thema Natal “Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya” dari nats Alkitab Mazmur 34:3, menekankan agar senantiasa para pelaku jasa konstruksi Sumatera Utara terus memaknai berkat Tuhan yang diterima, dengan menunjukkannya lewat sikap dan perbuatan kebaikan bagi sesama.

WTP Simarmata juga mengajak para pelaku jasa konstruksi memuliakan dan memasyurkan Tuhan serta mengandalkan Tuhan dalam melaksanakan setiap pekerjaan di bisang jasa konstruksi. “Mari andalkan Tuhan sehingga kehadiran pelaku jasa konstruksi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pada ibadah perayaan, digambarkan sukacita kelahiran Yesus Kristus yang membawa keselamatan manusia lewat liturgi anak-anak dan orang tua. Kemudian diperdengarkan lagu pujian penyembahan, koor dan vocal solo, tari-tarian anak dan penyalaan lilin serta doa syafaat.

Paduan Suara Concordia Universitas HKBP Nommensen, Trio Permata, Trio Romantis, De’Fama Band dan solois Gun Labero Simarmata turut mengisi acara ibadah dan hiburan, yang sekaligus semakin memeriahkan perayaan.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) Sumut, Tonggo P Siahaan, diwakili Wakil Ketua, Samuel Hasibuan Tobing, menyerukan agar semangat kebersamaan Natal dijadikan inspirasi dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur.

Sementara itu Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Hendri Marpaung yang hadir mewakili Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di perayaan itu, mengimbau agar semua lapisan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Hadir pada perayaan itu para kontraktor Sumut di antaranya Junjungan Pasaribu, Erikson L Tobing, Romein Manalu, Lesman Pangaribuan, Rikson Sibuea, Martua Sinurat, Lambok Damanik, Henri Situmorang, Mandalasah Turnip, Novedis Purba.

Kemudian Ronald Butarbutar, Hendri Lumbangaol, Elia Kurniamu Panggabean, Peter Bangun, Dedi Sitohang, Gandhi Situmeang, Krisman Saragih, Henry Swasta Sidabutar dan Manajer Eksekutif Bapel LPJKP Sumut Dinar Siahaan. (rel/mea)

Perkuat Pasokan Listrik, Minggu Ini PLN UP3 Pelihara Jaringan

Pemeliharaan Jaringan Listrik
Pemeliharaan Jaringan Listrik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN UP3 Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Kota Medan mulai Sabtu (8/12) hingga Kamis (13/12). Pemeliharaan tersebut guna memperkuat pasokan listrik menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Pemeliharaan kita lakukan dalam sepekan ini. Setiap pemeliharaan akan berdampak pada pemadaman di rayon yang tengah dilakukan pemeliharaan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ucap Manager PLN UIP 3 Medan, Lelan Hasibuan.

Adapun wilayah yang dilakukan pemeliharaan pada hari ini, Senin (10/12) di wilayah Medan Selatan, dengan wilayah pemadaman di Jalan Selambo Toba, Jalan Dame, Jalan MG. Manurung, Jalan SM.Raja KM 8 s/d 11 Mapoldasu, Jalan Martoba, Jalan Bendungan I, Perumahan Rivera, Komplek ATC, sebagian Jalan Pertahanan Patumbak, Kantor Polsek Patumbak.

Pada Selasa (11/12), wilayah pemadaman di Jalan Juanda, Jalan Laksana, Jalan Sutrisno,Jalan Bakaran Batu, Thamrin Plaza, Yang Lin Plaza, Yuki Simpang Raya, Auto 2000, Jalan Teladan Barat, Jalan Thamrin, Jalan Sumatera, Jalan Wahidin, Jalan Merbabu, Jalan Kalianda, Jalan Asia, Jalan Yosrizal, Jalan Gandi, Jalan Tembaga, Jalan Ampas, Jalan Berlian, Jalan STM, Jalan Sakti Lubis Sebagian, Jalan Teladan Barat sebagian, Jalan HM Joni Sebagian, Jalan PON. Lalu, Jl Pasar 3 Bantenan Mabar.

Kemudian, Jalan Pattimura, Jalan Abdullah Lubis, Jalan Sriwijaya, Jalan Syailendra sebagian, RS Herna, Universitas Darma Agung, Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Sei Petani, Jalan Sei Bahorok sebagian, Jalan Sei Putih, Jalan Sei Batu Gingging. Selanjutnya, Jalan Gatot Subroto sebagian, Jalan Ayahanda. Lalu, Jalan Pattimura, Jalan Abdullah Lubis, Jalan Sriwijaya, Jalan Syailendra sebagian, RS Herna, Universitas Darma Agung, Jalan DI Panjaitan, Jalan Sei Petani, Jalan Sei Bahorok sebagian, Jalan Sei Putih, Jalan Sei Batu Gingging. Jalan Gatot Subroto sebagian, Jalan Ayahanda.

Kemudian di Jalan Alfalah, Jalan Mustafa, Jalan Pasar3, Jalan Krakatau, Jalan Tuasan, Jalan Pendidikan, Jalan Rakyat, Jalan Durung, Jalan Tuasan, Jalan Tempuling, Jalan Pelita VI, Jalan Sehati, Jalan Mesjid taufik, Jalan Mapilindo, Jalan Medan Utara.

Jalan Karya 2, Jalan Karya Setuju, Jalan T Amir Hamzah, Jalan Gereja, Jalan Meranti, Jalan Sekip, Jalan H. Adam Malik, Jalan Gatot Subroto sebagian, Jalan Guru Patimpus sebagian, Jalan Pabrik Tenun sebagian, Jalan Surau, Jalan Razak, Jalan Merbau Baru, Jalan Kota Baru III Petisah, Jalan Waringin, Jalan Rambung, Jalan Kenari, Jalan Sikambing, Jalan Kelapa, Jalan Manggis, Jalan Karya,Jalan Gereja,Jalan Danau Singkarak, Jalan Danau marsabut, Jalan Danau jempang.

Pada Rabu (12/12), pemadaman di Jalan Sunggal, Perum. Kodam, Jalan Amal, Jalan Puskesmas, Jalan P. Baris, Jalan Balai Desa, Jalan Seroja, Jalan Bakul.

Selanjutnya, pada Kamis (13/12), pemadaman di Jalan Setia Budi, Jalan Murni, Jalan Perjuangan, Jalan Sei Asahan, Jalan Kamboja, Jalan Dr. Mansyur, Jalan Jamin Ginting, Sei Padang, Jalan Iskandar Muda, Jalan Sei Bahmandaris, Kampus USU. Kemudian, Jalan Setia Budi, Jalan Murni, Jalan Perjuangan, Jalan Sei Asahan, Jalan Kamboja, Jalan Kenanga Raya, Jalan Kenanga Sari, Jalan Setia Budi, Jalan Abdul Hakim, Jalan Pasar I Ring Road, Jalan Harmonika Baru Pasar II Pertamben, Jalan Pasar II Ring Road. Lalu, Jalan Tan Malaka, Jalan Madong Lbs, Jalan GB. Josua, Jalan Thamrin, Jalan Veteran, Jalan Sutomo, Jalan M. Yamin, Jalan Timor, Jalan Bangka, Jalan Pandan.

Kemudian Jalan Besar Namo Rambe Desa Batu Penjemuran,Jalan Karya Jaya Psr.IV, Komplek Kowilhan, Jalan Karya Jaya, Jalan Eka Surya, JALAN Eka Warni, Jalan Karya Kasih, Jalan Karya Darma, Jalan Eka Rasmi (rel/ila)

Mari Teladani 4 Sifat Allah kepada Rasulullah

Foto: Istimewa TAUSIAH: Al Ustadz Kompol Yasir Ahmadi memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Lapangan Jalan Karya 1 Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak Deliserdang, Sabtu (8/12) malam.
Foto: Istimewa
TAUSIAH: Al Ustadz Kompol Yasir Ahmadi memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Lapangan Jalan Karya 1 Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak Deliserdang, Sabtu (8/12) malam.

MEDAN , SUMUTPOS.CO – Ratusan umat Muslim menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Lapangan Jalan Karya 1 Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Deliserdang, Sabtu (8/12) malam. Meski tempat yang disediakan tidak cukup menampung seluruh jamaah, peringatan hari kelahiran Rasulullah tersebut berjalan penuh khidmat.

Jamaah telah berkumpul usai salat Isya di lapangan. Meski hujan deras sempat mengguyur, namun jumlah jamaah yang hadir terus bertambah. Acara yang digelar kumpulan Ramaja Mesjid Al Istiqlal atau yang disingkat Kurma Istiqlal tersebut, mengambil tema ‘Mari kita tingkatkan generasi Islam yang berkualitas, bukan generasi Islam yang sekedar identitas, agar terbentuk Islam yang kafah’.

Hadir memberi tausiah yakni Al Ustadz Komisaris Polisi (Kompol) H Yasir Ahmadi SIK SH MH. Maulid turut dihadiri Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi SH SIK, diwakili Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman SE MH, Kepala Desa Marindal 1 Ir Ardianto Kustomo, Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Al Istiqomah Leman Arwan,Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Deliserdang.

Kompol H Yasir Ahmadi dalam tausiahnya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memuji Allah SWT atas limpahan nikmat dan rahmat yang telah diberikan. Ia juga mengingatkan jemaah untuk senantiasa mengikuti ajaran dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai tuntunan maupun panutan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memperbanyak syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT, niscaya Allah SWT akan menambahkan nikmat tersebut. Jangan banyak mengeluh dan jangan pernah sekalipun meninggalkan salat lima waktu,” pesan Ustadz.

Di hadapan ratusan jamaah yang didominasi kaum ibu, Kompol Yasir mengajak semua yang hadir untuk merefleksikan kembali tentang kesejarahan lahirnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul akhir zaman. Ia mengatakan, ada 4 sifat yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah, yakni shididiq (benar), amanah (dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan). “Sifat-sifat inilah yang seharusnya kita sebagai umat Muslim meneladaninya,” kata Yasir.

Mantan Kapolsek Patumbak dan Kapolsek Sunggal itu selanjutnya berharap, agar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tidak menjadi seremoni semata. Sebab, banyak makna yang bisa diambil dari peringatan hari kelahiran suri teladan umat Muslim tersebut.

“Nabi Muhammad telah meletakkan dasar-dasar Islam dalam berbagai perspektif dan kebutuhan zaman. Tugas-tugas itu masih harus dilanjutkan sampai kapan pun dan di mana pun. Untuk itu mari kita jadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai acuan untuk lebih meneladani akhlak Rasulullah SAW, yang memiliki arti penting bagi kehidupan kita sehari,” katanya.

Menyikapi tahun politik, ustadz Yasir mengajak dan berpesan agar semua jamaah menyikapi dengan positif. “Jangan sampai perbedaan menjadikan perpecahan di antara kita. Mari kita sama-sama kita memaknai akhlak Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi sekalian alam, di diri kita masing-masing,” sebutnya

Ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa menanamkan rasa cintanya kepada Rasulullah SAW. (dvs)

Ayo Pemuda, Gali Potensi Entrepreneurship

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menutup kegiatan Kaderisasi Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara (Sumut) 2018, Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah mengharapkan para generasi muda untuk menggali potensi entrepreneurship dan menyelaraskannya dengan idealisme.

“Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk generasi muda yang bisa berkreasi, inovatif dan berkarya, dan wirausaha. Sehingga potensi masyarakat sebanyak 3,855 juta jiwa (usia 16-30 tahun) yang tergolong sebagai pemuda, mampu memberikan sumbangsih bagi pembangunan di Sumut. Dengan demikian, Sumut akan menjadi provinsi bermartabat tidak dalam waktu yang lama lagi,” ujar Wagub dalam kegiatan Kaderisasi Sapma PP Sumut di Asrama Haji Medan, Minggu (9/12).

Sapma PP, menurut Wagubsu, adalah generasi yang disebut usia produksi. “Kita berharap ke depan, generasi Bangsa khususnya di Sumut, siap menghadapi era digital dan dunia usaha, menjadi pemimpin serta mengawal NKRI,” sebut Wagub.

Ia meyakini, semangat yang sama oleh pemuda, idealisme serta kebanggaan menjadi bagian dari Bangsa Indonesia, akan bisa membawa nama besar Negara ini bermartabat. Untuk itu Wagub menekankan agar pemuda saling bahu membahu untuk membesarkan Indonesia, khususnya Sumut.

“Dalam kaderisasi ini, banyak materi disampaikan. Yang pasti ini untuk kebaikan para pemuda, membangkitkan semangat kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan. Semoga ini menjadi hal yang positif baik bagi organisasi secara internal maupun pribadi masing-masing kader itu sendiri,” sebutnya.

Ketua Sapma PP Sumut, Rahmaddian Shah menyampaikan, kaderisasi ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader militan Pemuda Pancasila di masa mendatang. Terutama bagi pemuda yang akan siap memimpin, baik di organisasi ini ataupun berkiprah di tempat lain.

“Kaderisasi ini akan menjadi program kita setiap setahun sekali. Karena itu kita berterimakasih kepada Wakil Gubernur yang sudah hadir, di sela kesibukannya. Begitu juga dukungan dan bantuan pelaksananya kegiatan ini,” katanya. (bal)