Tamba Tinendung/ Sumut Pos
CENDERAMATA: Plh sekaligus Sekdakab Pakpak Bharat, Sahat Banurea bertukaran cenderamata dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Pemkab Karo, Jernih Tarigan, SH di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).
Tamba Tinendung/ Sumut Pos CENDERAMATA: Plh sekaligus Sekdakab Pakpak Bharat, Sahat Banurea bertukaran cenderamata dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Pemkab Karo, Jernih Tarigan, SH di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).
PAKPAK BHARAT, SUMUTPOSCO – Inovasi sudah menjadi kebutuhan, dan merupakan salah satu unsur untuk menentukan tujuan daerah. Hal itu disampaikan Sekdakab Pakpah Bharat Sahat Banurea saat menerima rombongan studi banding Pemkab Karo terkait pelaksanaan Pilot Projek Replikasi Inovasi di Kabupaten Pakpak Bharat.
Rombongan yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Karo, Jernih Tarigan, SH pun diterima di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).
Oleh karena itu, lanjut Sahat Banurea, Pemkab Pakpak Bharat sudah melakukan beberapa hal untuk mewujudkan beberapa inovasi tersebut, salah satunya di bidang e-Government untuk tata kelola seperti e-surat.
Selain menghemat ATK, kata Sahat, sistem aplikasi e-surat juga dapat mengefisiensi penggunaan waktu serta memaksimalkan hasil kerja.(tam/han)
Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra
PELANTIKAN PAW: Wagubsu Musa Rajekshah menghadiri Rapat Paripurna dengan Agenda Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU) Pengganti Antara Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 di Ruang Sidang Paripurna DPRD SU, Medan, Senin (3/12/2018).
Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra PELANTIKAN PAW: Wagubsu Musa Rajekshah menghadiri Rapat Paripurna dengan Agenda Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU) Pengganti Antara Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 di Ruang Sidang Paripurna DPRD SU, Medan, Senin (3/12/2018).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan tahun 2014-2019, dilantik melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Sumut, Senin (3/12).
Keempat anggota DPRD Sumut PAW yang resmi dilantik adalah Layari Sinukaban SIP menggantikan Jenny Riany Lucia Berutu, Hj Jamilah menggantikan Syahrial Tambunan, Megalia Agustina SE menggantikan Rony Reynaldo Situmorang. Ketiganya berasal dari Fraksi Demokrat. Sedangkan yang terakhir berasal dari Fraksi Gerindra, yakni Robert Lumban Tobing menggantikan Astrayuda Bangun.
Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj Sabrina MSi, Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi SSos MM, Forkopimda dan anggota DPRD Sumut.
Pada kesempatan itu, Wagubsu Musa Rajekshah mengajak anggota DPRD Sumut untuk bersama-sama menjaga kondusifitas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif 2019.
“Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak saudara semua untuk bersama-sama menjaga situasi di Sumut tetap kondusif. Perbedaan pilihan yang dimiliki jangan sampai menimbulkan konflik yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Wagubsu menyampaikan, saat ini tahapan Pemilu telah memasuki masa kampanye. Bagi anggota DPRD Sumut yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan sekaligus sebagai tim sukses, diharapkan hal-hal tersebut tidak mengganggu kinerja pelaksanaan tugas-tugas dewan yang telah teragenda.
Wagubsu juga mengucapkan selamat kepada anggota DPRD yang baru dilantik. Begitupun kepada yang digantikan, diucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras selama bekerja di DPRD Provsu. (rel/mea)
ASUS akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream, pada 11 Desember di Jakarta.
ASUS akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream, pada 11 Desember di Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – 11 Desember 2018 boleh dikatakan sebagai tonggak sejarah baru bagi dunia gaming mobile. Pada tanggal tersebut, ASUS akan meluncurkan dua smartphone yang ditujukan khusus untuk para pecinta game. Keduanya juga disebut sebagai smartphone gaming terbaik di kelasnya dan akan membawa nama sebagai perangkat #NextGenerationGaming.
Dalam acara bertajuk “No.1 Mobile Gaming Have Arrived” tersebut ASUS secara resmi akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream yang juga merupakan penerus dari ZenFone Max Pro M1 yang fenomenal.
Sama seperti pendahulunya, smartphone gaming ini ditujukan untuk gamer mobile yang semakin membutuhkan perangkat powerful. Tentu saja, ZenFone Max Pro M2 akan tampil dengan peningkatan dari berbagai aspek.
“ZenFone Max Pro M2 merupakan salah satu smartphone gaming yang akan kami luncurkan tanggal 11 Desember 2018 mendatang,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “ZenFone Max Pro M2 akan lebih powerful dari pendahulunya, dan tentu saja kami telah menghadirkan peningkatan di berbagai aspek lainnya.”
Peluncuran ZenFone Max Pro M2 di Indonesia akan menjadi yang pertama di wilayah Asia Pasifik. ASUS Indonesia juga akan menggelar sesi live streaming yang bisa disaksikan melalui akun media sosial resmi ASUS Indonesia.
Smartphone gaming kedua yang akan dirilis bersama dengan ZenFone Max Pro M2 tidak lain adalah ROG Phone. Berbeda dengan ZenFone Max Pro M2, ROG Phone merupakan smartphone gaming premium pertama yang dirilis resmi di Indonesia. ROG Phone dirancang khusus sebagai smartphone gaming premium dan hadir dengan beragam fitur serta spesifikasi yang menjadikannya sebagai perangkat mobile gaming terbaik yang ada saat ini.
“ROG Phone merupakan salah satu mahakarya ASUS yang kembali menghadirkan standar baru untuk industri gaming mobile,” ujar Jimmy. “Smartphone yang dipenuhi oleh fitur khusus gaming ini akan diluncurkan bersama dengan ZenFone Max Pro M2.”
Akan ada banyak pengumuman baru yang bakal dirilis melalui akun media sosial resmi ASUS Indonesia mengenai kedua smartphone gaming ini, jadi tunggu informasi dari kami selanjutnya. (rel/mea)
SUTAN SIREGAR/sumut pos
SELEBRASI: Frets Butuan dan Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai membobol gawang Persebaya.
SUTAN SIREGAR/sumut pos SELEBRASI: Frets Butuan dan Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai membobol gawang Persebaya.
SUMUTPOS.CO – Kemenangan atas Persebaya dengan skor telak 4-0 di Stadion Teladan, Sabtu (1/12) membuat asa PSMS bertahan di Liga 1 kembali membumbung tinggi. Apalagi laga itu bisa dibilang performa terbaik PSMS sepanjang Liga 1.
TAK ada yang menyangka Persebaya bisa kalah setelak itu lewat gol-gol Alwi Slamet, Frets Butuan, Rachmad Hidayat dan Shohei Matsunaga. Apalagi mereka baru meraih empat kemenangan beruntun dari tim-tim papan atas seperti PSM, Persija dan Bali United.
Tapi Pelatih PSMS, Peter Butler mengakui performa skuad sedang dalam motivasi tinggi. Strategi berjalan sangat baik dan mampu diadaptasi pemain dengan cepat. Butler dan anak asuhnya pun kembali pede hadapi dua laga sisa Liga 1 kontra PS Tira dan PSM Makassar.
PSMS memang tak punya banyak waktu untuk berpesta. Pasalnya PS Tira sudah menunggu. PSMS akan bertolak Senin (3/12) hari ini ke Bogor, karena duel akan digelar di Stadion Pakansari, Rabu (5/12). “Pemain bagus sekali, kerja keras, semangat di tim baik sekali, setelah ini kami evaluasi untuk persiapan laga selanjutnya,” ungkapnya.
Mantan pelatih Persipura itu menampik semangat timnya bertanding Sabtu malam lantaran bonus yang diiming-imingi manajemen. “Saya hampir lima bulan di sini, pemain joy, saya senang bekerja sama mereka. Saya bukan pelatih yang mementingkan bisnis. Saya pelatih yang bekerja dengan pemain dan bagaimana membuat pemain bisa lebih baik secara taktikal, individual dan tim,” tuturnya.
Butler sendiri langsung menggeber latihan di Stadion Teladan, Minggu (2/12) karena sempitnya waktu persiapan.
Sementara itu, Frets Butuan yang bermain apik pada laga itu tak mau cepat puas. Dia berharap bisa mempertahankan performa seperti kemarin di laga kontra PS Tira.
“Ini berkat kerja keras, yang penting kami disiplin, memainkan permainan kami dengan menjalankan intruksi pelatih untuk disiplin. Semangat dan pelatih memberikan motivasi kepada kami. Dengan modal ini jujur kami menang tapi tidak boleh tinggi hati. Perjalanan kami masih ada dua pertandingan lagi, kami harus fokus, kami belum aman,” paparnya.
Di sisi lain manajemen mengatakan akan memenuhi janjinya menambah bonus tim sebagai motivasi menjalani laga-laga akhir. CEO PSMS Medan, Dhody Thahir sangat puas atas penampilan skuat Ayam Kinantan.
“Saya sangat puas sekali dengan penampilan mereka kemarin. Pemain terlihat semangat sekali, kalau melihatnya gini kan saya senang. Nanti akan ada bonus besar buat mereka. Kami sudah siapkan dana setengah miliar buat mereka jika PSMS berhasil lolos dari zona degradasi,” ujar Dhody.
“Manajemen sebelumnya sudah berbicara dengan pemain dan pelatih. Kami sudah sepakati akan ada bonus besar jika tiga laga terakhir sukses meraih hasil baik dan keluar dari zona degradasi. Kami berharap semua pemain tetap semangat dan semoga PSMS keluar dari zona degradasi,” ungkapnya. (don)
istimewa for SUMUT POS
TURUN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH turun meninjau lokasi penginapan longsor di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Kebupaten Karo.
istimewa for SUMUT POS TURUN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH turun meninjau lokasi penginapan longsor di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Kebupaten Karo.
KARO ,SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH turun meninjau lokasi penginapan longsor di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kebupaten Karo. Terkelin mengaku sangat prihatin dan berdukacita sedalam-dalamnya atas kejadian yang memakan korban tewas itu.
“Kita doakan semoga keluarga korban yang meninggal bisa tabah dan sabar. Semoga korban yang luka-luka juga lekas sembuh,” kata Terkelin yang didampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara dan Camat Merdeka Terang Ukur br Surbakti.
Ke depan, lanjut Terkelin, pihaknya melalui camat dan Muspika akan mendata kembali lokasi-lokasi yang tidak layak mendirikan bangunan, di lokasi pemandian Sidebuk-debuk.
“Masih banyak bangunan di pemandian yang tak layak di lokasi. Seperti materialnya terbuat dari kayu dan menyerupai gubuk. Dibangun dengan gundukan tanah, bukit dan tebing, dengan dinding batu kecil dan besat sebagai sebagai penahan tanah. Ini akan kita tertibkan, karena dikhawatirkan akan mengancam keselamatan para tamu. Intinya kita tidak mau kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.
Terkelin menegaskan, dirinya sudah meminta camat dan Muspika tekait untuk bersinergi membentuk tim, dan mendata bangunan-bangunan yang tidak layak dan mengancam keselamatan pengunjung/wisatawan. “Pengusaha wisata yang melanggar akan segera ditindak,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, yang langsung menyiapkan pasukan reaksi cepat untuk menanggulangi kejadian. “Info awal yang saya dapat, peristiwa ini karena bencana alam. Makanya saya langsung turun bersama anggota dan sudah siap menyiapkan posko dan tenda,” ujarnya.
Ternyata setiba di lokasi, peristiwa ini bukan bencana alam, tapi akibat kelalaian pengusaha pemandian yang ceroboh dan tak menjaga keamanan pengunjungnya. “Untuk itu saya sampaikan, kejadian ini bukan bencana alam. Tetapi musibah,”tegasnya.
Dikatakan Rizal, semua proses penyelidikan telah diserahkan pihaknya ke pihak kepolisian.”Ke depan saya tadi sudah izin ke Pak Bupati akan kita bentuk tim bersama Polsek dan Koramil, untuk mendata lokasi yang bangunannya tak layak di pemandian ini. Kita akan patroli. Jika ada akan kita bongkar. Wisatawan datang ke sini untuk berlibur, bukan untuk menyerahkan nyawa,” tegasnya.
Anggota DPRD Karo, Thomas Joverson Ginting, yang juga datang ke lokasi mengatakan pihaknya akan kritis terhadap Pemda Karo, khususnya bagian perizinan dan pariwisata. DPRD Karo juga akan mengusut, apakah pengelolaan dan perizinan pemandian Daun Paris tersebut. “Kita akan usut apakah pemandian ini sesuai dengan peraturan dan perizinan. Adakah izinya beroperasi dan izin bangunan yang tidak sesuai konstruksi,” ujarnya.
Dia juga meminta Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk menertibkan SKPD-nya yang membidangi masalah ini. “Jangan biarkan. Kalau perlu silakan data semua pemandian mana yang melanggar aturan. Lebih bagus dibongkar seperti kata pak Dandim, dari pada nyawa orang hilang begitu saja karena kelalaian pengusaha,” pungkasnya.
Hujan Masih Terjadi di Pegunungan
Terpisah, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah I Medan menyebut, curah hujan masih tinggi di daerah pegunungan di Sumatera Utara.
“Memasuki peralihan musim, hujan masih terjadi namun bersifat lokal. Hujan lebat Minggu pagi itu sudah kita beri peringatan dini sejak Sabtu sore. Sudah kita informasikan untuk daerah seperti di Karo dan daerah pegunungan lain, “ ucap Kepala Bidang Data dan Informasi MKG Wilayah I Medan, Syahnan, kepada Sumut Pos, Minggu (2/11).
Syahnan menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang itu terjadi karena tekanan rendah di Laut Cina Selatan belum berakhir. Begitu juga dengan sirkulasi eddy dan sebagainya. “Meski mulai menjauh, namun belum berakhir,” katanya.
Hujan bersifat lokal dengan intensitas sedang sampai lebat, kata Syahnan, masih terjadi khususnya pada malam hari. Meski begitu, ini intesitas hujan di Sumatera Utara mulai menurun. Khususnya di daerah Pantai Timur. Bahkan saat ini sudah memasuki masa peralihan, karena puncak musim hujan diperkirakan terjadi akhir November 2018 kemarin.
Selain daerah pegunungan, daerah pantai barat juga masih ada hujan. “Kalau di pantai timur, seperti di Asahan tadi malam, anginnya kencang namun hujannya tidak lebat,” lanjut Syahnan.
Soal banjir bandang akibat hujan deras yang terjadi di Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Kamis (29/11), menurut Syahnan, curah hujan di Tapanuli Selatan umumnya berada pada kategori sedang (21–50 mm/hari). Berdasarkan analisis secara meteorologis, adanya gangguan cuaca berupa sirkulasi eddy di wilayah Sumatera bagian selatan.
“Terjadinya penumpukan massa udara dan meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif penyebab hujan yang signifikan di wilayah Lereng Barat dan Pegunungan Sumatera Utara. Berdasar analisis secara klimatologis, curah hujan yang terjadi pada dasarian III November 2018 merupakan kondisi normal dibandingkan dengan rata–rata selama 5 tahun terakhir, “ tandas Syahnan. (deo/ain)
AMBRUK:
Polisi berada
di lokasi penginapan yang ambruk di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa ini, 7 mahasiswa UNPRI Medan tewas tertimpa.
AMBRUK: Polisi berada di lokasi penginapan yang ambruk di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa ini, 7 mahasiswa UNPRI Medan tewas tertimpa.
KARO, SUMUTPOS.CO – Malam keakraban antar Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kebupaten Karo berujung maut. Tujuh mahasiswi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan tewas tertimbun berbatuan tembok pondok, yang ambruk pascahujan deras beberapa jam sebelumnya. Sementara 9 mahasiswa lainnya luka-luka.
TRAGEDI mencekam itu terjadi Minggu (2/12) sekira pukul 06.00 WIB pagi, pascahujan deras disertai angin kencang melanda Tanah Karo, sejak sekitar pukul 03.30 pagi.
Data dirangkum Sumut Pos, malam kekeluargaan dan keakraban IMKA ini digelar dengan tema ‘Dalinta Ersada Guna Erbudaya, Erkeluarga Ras Erkarya (jalan untuk bersatu dalam berbudaya, berkeluarga dan berkarya). Kegiatan reunian tersebut dilaksanakan sesuai jadwal undangan yang telah disebar. Sebanyak 54 orang dijadwalkan hadir.
Lokasi tempat kumpul sesuai undangan dipilih di pemandian air panas Raja Berneh Daun Paris, milik Efianto Sembiring. Sabtu (1/12) siang, para mahasiswa dari berbagai universitas di Medan itu berangkat dari Medan menumpangi bus. Setelah menempuh sekitar dua jam perjalanan darat, sekitar pukul 15.00 WIB rombongan tiba di Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk.
Setelah beristirahat sejenak, malam harinya rombongan menggelar acara malam keakrabann
dilanjutkan dengan mandi dan berenang di kolam air panas. Setelah puas menikmati pemandian alam di kaki Gunung Sibayak itu, sekira pukul 02.00 WIB dinihari, para peserta akhirnya beristirahat di pondok-pondok yang dibangun hanya beberapa meter dari kolam pemandian.
Karena bangunan pondok tak terlalu besar, para mahasiswa tidur berjejalan dengan posisi kepala ke dinding.
Sekitar pukul 03.30 WIB dinihari, hujan yang sangat deras disertai angin kencang mengguyur Tanah Karo dan Kota Medan sekitarnya. Saat itu, para mahasiswa yang kelelahan sudah tertidur pulas.
Diduga tidak kuat menahan jumlah debit air, sekira pukul 06.00 WIB pagi, tembok penahan penginapan mendadak rubuh. Longsoran bermaterial tanah dan bebatuan ukuran besar runtuh menimbun pondok yang ditempati para cewek.
Ambruknya dinding penginapan, sontak menggemparkan para mahasiswa lain yang tidur di pondok sebelahnya. Dibantu warga Desa Semangat Gunung, para mahasiswa berusaha menyelamatkan rekan mereka yang tertimbun.
Setelah dihubungi warga, Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides Syarif, SH dan Danramil Simpang Empat Kapten Inf. J.Surbakti tiba di lokasi bersama puluhan anggotanya. Dibantu warga sekitar dan dengan peralatan sedanya, petugas berhasil mengevakuasi para korban.
Naas, 7 mahasiswa yang tertimbun, ditemukan telah tewas dengan kondisi mengenaskan. Sedang 9 lagi selamat dan menderita luka.
Oleh petugas, para korban tewas dan luka diboyong ke Rumah Sakit Amanda dan Efarina Berastagi. Setelah melakukan pendataan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi para korban tewas.
Ketujuh korban tewas masing-masing: Sartika Theresia Br Perangin-angin, (21), warga Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo; Emiya Elisa Gita Br Tarigan (22) warga Sukamakmur, Deliserdang; Monesi Aruan Br Hia (20) warga Siso Bahoo, Kecamatan Mandehe, Kabupaten Nias Barat; Enjelina Br Ginting (22) warga Jalan Penerbangan Padang Bulan Medan; Kerin Julanaita Br Bangun (20) warga Jalan Samura Kabanjahe; Leni Girsang (22) warga Medan; Grace Hutauruk (20) warga Medan. Ketujuhnya berstatus mahasiswa Universitas Prima Indonesia di Medan.
Sementara itu, ke-9 korban luka dan masih menjalani perawatan di dua rumah sakit masing-masing, Andika (23) warga Medan, menderita luka lecet di kaki kiri; Novita Sari (19) warga Simpang Ujung Aji Berastagi menderita luka robek di telinga kanan, kelopak mata dan kepala kanan memar dan bengkak.
Selanjutnya Afinda (22) warga Desa Bukit, Kecamatan Dolatrayat mengalami patah kedua tangan; Desi Br. Sinambela (21) warga Binjai menderita luka di pergelangan kedua tangan; Putri Yolanda (19) warga Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka menderita masalah di persendian tangan kanan hingga tak bisa digerakkan.
Selanjutnya Janeta (18) warga Jalan Samura, Gang Cendrawasih menderita sakit di pinggang; Indra (21) warga Balata dengan kondisi lutut kaki kiri lecet. Ketujuhnya dirawat di Rumah Sakit Amanda Berastagi.
Sedang dua korban luka lagi dirawat di Rumah Sakit Efarina Berastagi, masing-masing Heni (20) dan Grace (20), keduanya sama-sama tinggal di Medan.
Cuaca Ekstrim
Dua sebulan belakangan, Tanah Karo memang tengah dilanda cuaca ekstrim berupa hujan deras dan angin kencang. Namun seminggu belakangan ini, intensitas hujan naik. Hujan deras mengguyur hampir semua wilayah Kabupaten Karo, baik siang maupun malam hari.
“Memang seminggu belakangan ini hujan turun di sini. Hampir tiap hari hujan deras. Namun tadi pagi dan dua hari sebelum kejadian, hujan turun paling deras. Tadi pagi dari subuh, hujannya disertai angin kencang,” ungkap Kawar Tarigan, warga Desa Semangat Gunung.
Kawar sendiri saat kejadian, mengaku masih tidur pulas di rumahnya. Dia datang ke lokasi setelah mendapat info dari tetangganya yang heboh.
Kepala Desa Semangat Gunung, Akhyar Ginting, saat dihubungi mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba. “Semua korban baik yang meninggal dan luka sudah dibawa ke rumah sakit. Data yang saya peroleh, korban tidak hanya warga Tanah Karo, tapi ada juga warga luar Karo,” katanya.
Dikatakan Ahyat, saat kejadian para mahasiswa tengah tidur di pondok lokasi pemandian. “Tiba-tiba saja tembok penahan pondok ambruk sehingga menimpa para korban,” ujarnya.
Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides Syarif mengaku hingga sore pihaknya masih mendata identitas para korban. “Para korban dievakuasi ke rumah sakit. Kita juga sedang melakukan pendataan jumlah mahasiswa untuk memastikan tak ada lagi korban lainnya,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan. “Ini ‘kan musim hujan. Jadi warga kita himbau agar waspada, apalagi saat hujan lebat. Warga yang memiliki rumah di atas maupun di bawah bukit diimbau mengungsi sementara ke tempat yang aman, agar agar terhindar dari longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK, mengatakan tragedi maut di lokasi wisata pemandian air panas Lau Sidebuk-debuk itu terjadi akibat lapuknya dinding pemandian, yang menimpa joglo tempat para korban tengah tidur.
Tatan mengatakan, personel Polres Karo sudah melakukan olah tempat kejadian dan mendata para korban. Saat ini, pihak kepolisian masih mengedepankan sisi kemanusian. “Itu dulu yang kita kerjakan saat ini,” pungkasnya.
Rektorat UNPRI: Inisiatif Mereka Sendiri
Kegiatan malam keakraban yang dilakukan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI), ternyata tidak diketahui oleh pihak rektorat. Pihak kampus mengklaim, para mahasiswa pergi dengan insiatif sendiri, dan tanpa diketahui oleh pihak UNPRI.
Rektor UNPRI, Dr. Chrismis Novalinda Ginting, menegaskan liburan atau disebut dengan malam keakraban yang dilakukan para korban di Pemandian Sidebuk-debuk, tanpa sepengetahuan pihak rektorat.
“Kami mendapatkan informasi bahwa para mahasiswa ini pergi atas inisiatif mereka sendiri untuk berlibur dan berwisata ke tempat pemandian air panas ini,” ucap Chrismis kepada wartawan, Minggu (2/12) sore .
Chrismis menjelaskan, saat ini tim Rektorat masih berada di RS Amanda dan RS Efarina untuk memdampingi korban-korban luka yang masih dirawat. Team Rektorat juga tetap berkomunikasi dengan pihak keluarga korban.
“Saya beserta seluruh segenap civitas akademika UNPRI, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa bencana alam tanah longsor di desa Doulu, Kabupaten Karo, yang mengakibatkan adanya korban jiwa dari UNPRI. Kami mendoakan semoga korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa. Dan kepada para keluarga korban diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.
Kepala Humas UNPRI, Devi Marlin, juga membenarkan para korban liburan atas insiatif sendiri. Meski begitu, pihak rektorat UNPRI merasakan berduka mendalam atas peristiwa yang dialami para korban. Devi mengungkapkan, pihak UNPRI sudah berada di lokasi kejadian untuk mengetahui kronologis kejadian. “Tadi sudah ada koordinasi dengan Polres Karo. Kita dikonfirmasi apa benar ini mahasiswa UNPRI. Ya, kita benarkan,” sebut Devi. (deo/dvs/gus)
istimewa for SUMUT POS
KOMPAK: Managemen PTPN IV bersama Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) kompak foto bersama usai rapat kerja, baru-baru ini.
istimewa for SUMUT POS KOMPAK: Managemen PTPN IV bersama Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) kompak foto bersama usai rapat kerja, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sinergitas antara manajemen PTPN IV dan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) semakin baik dan berjalan searah. Hal ini terlihat dari kegiatan rapat kerja akhir tahun 2018 yang digelar setiap tahunnya di masing-masing Distrik I, II,II dan IV.
Rapat kerja akhir tahun selain dihadiri General Manajer Distrik (GMD), juga hadir manajer kebun, pengurus SP-Bun ketua dan anggota, serta karyawan di masing-masing distrik.
Corporate Secretary PTPN IV BM Setio Baskoro, mengatakan, rapat kerja akhir tahun tidak hanya menghasilkan keputusan bersama, namun juga sebagai aktivitas dan silaturahim antara manajemen PTPN IV dan para karyawan. Sehingga, ide dan masukan dari keduanya dapat disampaikan melalui kegiatan tahunan (Rapat Kerja).
“Setiap tahun rapat kerja memang menjadi agenda antara manajemen PTPN IV dan SP-Bun. Semua Ketua dan pengurus SP-Bun Basis sedang melakukan raker di masing-masing Distrik I, II, III dan IV. Tentunya, berdasarkan undangan GMD, bahkan dalam rapat melibatkan seluruh SP-Bun PTPN IV dan manajemen Kebun/Unit serta sebagian karyawan untuk membahas pencapaian target 2018, mengingat akhir tahun tinggal sebulan lagi,” kata Setio Baskoro.
Sementara itu, terkait aksi damai di depan Kantor PTPN IV yang mengatasnamakan SP Bun basis, Setio Baskoro mengungkapkan, pihaknya masih melakukan investigasi identitas karyawan yang melakukan aksi protes tersebut.
Karena menurutnya sesuai peraturan disiplin karyawan bahwa bila karyawan kebun maupun pabrik berkunjung ke kantor direksi, harus disertai surat tugas atau nota dinas. Bahkan, kunjungan juga wajib mengenakan atribut karyawan yang telah diatur dalam perusahaan.
Sehingga, menurut Setio Baskoro aksi damai yang dilakukan oleh sekelompok masa tersebut, dapat dianggap illegal karena tidak melengkapi surat pemberitahuan dan kelengkapan pendukung lainnya.
Namun bila hasil investigasi manajemen PTPN IV membuktikan SP-Bun Basis yang melakukan aksi damai, maka akan diberlakukan ketentuan dan peraturan yang berlaku di dalam organisasi oleh SP Bun. “Di antaranya, mengetahui apa penyebab aksi damai. Misalnya, aksi protes karena menginginkan pergantian ketua umum SP-Bun diganti, maka dalam hal ini manajemen PTPN IV tidak ikut campur dalam pemilihan atau pemberhentian ketua umum SP-Bun,” tegas BM Setio Baskoro.
Silahturahim dan komunikasi antara manajemen PTPN IV dan SP Bun juga telah dilakukan dan terjadwal dalam setiap bulannya. Bahkan, menurut Setio Baskoro belum lama ini direksi dan manajemen senior, juga mengadakan ramah tamah. Menurutnya selama ini direksi sangat terbuka dan menerima masukan dari SP-Bun maupun dari karyawan untuk kemajuan perusahan. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penurunan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara diperkirakan akan terjadi awal tahun depan. Hal ini dinilai sebagai efek dari anjloknya harga komoditi ini di pasar global, yang berdampak kesulitan pada petani.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara (Sumut), Timbas Ginting, mengatakan biaya operasional untuk produksi TBS seperti memanen hingga proses distribusi serta perawatan lainnya harus terus berjalan. Meskipun saat ini, harga sawit terjun ke angka di bawah Rp1.000, aktivitas itu harus tetap berjalan “Kalau biaya operasionalnya kan tetap juga (berjalan). Walaupun harga naik atau rendah, produksinya tetap jalan,” ujar Timbas, Minggu (2/12).
Namun dampak lain, lanjutnya, dengan anjloknya harga TBS, biasanya bagi petani sawit, akan menambah beban ekonomi. Yang jelas, petani berpotensi tidak mampu memupuk atau membeli pupuk. Dari kondisi tersebut, maka akan mempengaruhi tingkat produksi, setidaknya pada masa yang akan datang.
“Setahu saya, dengan herbal rendah yang jelas, mungkin petani tidak memupuk lagi. Akibatnya tahun depan pasti produksi TBS petani akan turun/rendah,” ujarnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyambut baik langkah pemerintah pusat yang akan menambah pasar ekspor kelapa sawit dan turunannya dari pasar yang ada sebelumnya. Meski begitu, petani sawit diminta untuk tetap mempertahankan produksi dan kualitasnya sehingga laik bersaing di pasar dunia.
“Pemberlakuan bea keluar untuk CPO (Crude Palm Oil) akhirnya kan ditunda. Inikan salah satu upaya pemerintah mengintervensi anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam negeri di pasar dunia,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Parlindungan Lubis menjawab Sumut Pos, Minggu (2/12).
Ketika berbicara pasar ekspor, kata dia, pemerintah provinsi dan daerah tentu berharap kebijakan dari pusat atas kondisi saat ini. Untuk itu, implementasi pemerintah atas kebijakan produksi biodiesel B20-B30, menurut pihaknya harus segera terlaksana.
“Supaya penggunaan produk sawit dan turunannya ini bisa maksimal. Kedua oleh pemerintah penerapan bea keluar produk ekspor yang sudah dinolkan, adalah kebijakan tepat menurut kami. Jadi bukan hanya upaya pemda semata, tetapi seluruh stakeholder bahkan pihak swasta untuk sama-sama menyikapi kondisi ini dan memikirkan bagaimana solusi terbaiknya,” katanya.
Dengan demikian, lanjut Parlindungan, harga CPO berikut turunannya bisa kembali seimbang bersaing di pasar dunia. Sedangkan langkah dan upaya yang sudah dilakukan Pemprovsu menyikapi kondisi anjloknya TBS sawit, sudah optimal dilakukan. Misalnya, tidak pernah berhenti untuk melakukan pembinaan kepada kalangan petani sawit, mengimbau untuk tetap menjaga kualitas produksi berikut kuantitas dari produksinya sendiri agar tidak berkurang.
“Namun kondisi riilnya kan pasar dunia yang sedang lesu atas komoditas sawit dan turunannya. Jadi masalah ini sebenarnya tidak bisa dipilah-pilah, sebab dari hulu ke hilir saling berkaitan. Begitu macet di satu simpul maka berdampak ke ujung atau hulunya,” katanya.
Saat ini, diakui pihaknya, produksi sawit dari petani cukup banyak jumlahnya. Bahkan produksi yang ada semakin menumpuk akibat minat yang rendah dari kalangan pembeli ekspor yang tersedia. “Over stok yang ada inikan tentu menimbulkan stagnansi dari mata rantai yang ada tadi. Artinya dari petani ke pengumpul atau pabrik kelapa sawit (PKS) menuju pasar eksportir menjadi macet lantaran daya beli pasar yang rendah, mengakibatkan barang menjadi bertumpuk. Makanya, semua pihak harus terlibat.
Dan upaya kami di daerah sudah dilakukan dengan memberi pembinaan kepada kalangan petani. Lalu kami minta kualitas produk dan harga untuk selalu dijaga, supaya produk sawit dan turunannya itu tetap maksimal,” paparnya.
Menurutnya, percepatan implementasi B20 dan B30 ini penting dilakukan, supaya petani sawit tidak terlalu lama menderita dengan kondisi yang ada kini. Sebab bakal berdampak juga ke sektor lainnya dan ke kehidupan si petani itu sendiri.
“Makanya kita jangan berbicara sendiri-sendiri. Harus duduk dan turun bersama menyikapi kondisi tersebut. Apalagi Sumut punya produk sawit dan PKS paling besar di Indonesia. Itu artinya, dengan penurunan daya beli pasar dunia saat ini berdampak sekali terhadap sektor hulu kita,” katanya.
Pihaknya juga menyebut tidak mungkin pemda bergerak sendiri guna mengintervensi pasar dunia atas komoditas CPO. Melalui kebijakan yang sudah diambil pusat saat ini, disebut Parlindungan, merupakan langkah tepat atas anjloknya harga TBS.
“Sekarang pemerintah mulai menambah pasar baru produk CPO dan turunan ini. Kalau selama ini ke Eropa kini mulai ke India, Cina bahkan Pakistan. Itu kan tidak gampang tapi sudah merupakan upaya pemerintah mencari solusi. Dan ini patut kita apresiasi,” katanya.
Penambahan pasar baru ini juga, sambung dia, tidak terjadi begitu saja. Butuh upaya dan perjuangan keras agar produk dalam negeri mampu laku di pasar dunia. Belum lagi adanya kampanye hitam dari negara-negara seperti Amerika Serikat, yang menyebabkan produk dalam negeri sulit diterima di kalangan eksportir CPO.
“Seperti Amerika kan dia punya minyak kedelai dan segala macam. Mereka pun sempat melakukan black campaign atas produk dari negara lain. Mereka bilang produknya dapat merusak lingkungan, tidak sehat dikonsumsi dan sebagainya. Yang semata-mata bertujuan mempertahankan status dia. Makanya dalam kondisi seperti ini kita harus melihat dari semua aspek,” katanya.
Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan menyebut bahwa dari berbagai perspektif, jawaban atas kondisi ini adalah cenderung nmenyalahkam kebijakan pemerintah. Menurutnya, Perpres 61/2015 ABG mengatur pungutan ekspor, tidak menunjukkan adanya manfaat berarti kepada petani. Karena menurutnya, yang menerima keuntungan bukan petani.
“Tetapi yang diuntungkan itu adalah mandatori bio diesel. Apalagi pungutan (eksport) yang distop oleh Menko Perekonomian, itu sudah berjalan lebih kurang tiga tahun. Harusnya pungutan itu diaudit dulu,” kata dia.
Audit itu, lanjutnya, guna memperjelas kemana dan bagaimana peruntukan bantuan dari pungutan selama ini. Jika perkiraan setahun ada Rp12 T, maka lebih kurang ada Rp36 T sudah terkumpul. “Berarti yang dinikmati petani? Sementara sekarang untuk panen saja petani sudah malas,” katanya.
Harga TBS/CPO rendah, kata Aripay, tentu tidak seimbang dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Sebab pada dasarnya saat ini kendali harga masih pada mekanisme pasar yang benar-benar ada di korporat. “Korporasi ini yang cukup terkenal dengan nama the big five. (prn/bal)
DIVA/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi (kanan) bersama Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak (kiri) memperlihatkan tersangka Wira Darma alias Uwenk dan barang bukti.
DIVA/SUMUT POS PERLIHATKAN: Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi (kanan) bersama Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak (kiri) memperlihatkan tersangka Wira Darma alias Uwenk dan barang bukti.
MEDAN, SUMUTPOS.Co – Misteri pembunuhan Afrian Winata Tarigan yang jasadnya dimasukkan ke dalam sumur di Desa Sigaragara, Kecamatan Patumbak, terungkap. Pelaku merupakan teman kecil korban, Wira Darma Alias Uwenk.
PELAKU diringkus petugas Polsek Patumbak di kawasan Jalan Garu I, Medan, Sabtu (1/11) kemarin. Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan. Bahkan sempat terjadi pergumulan. Tak mau buruannya kabur, petugas kemudian menembak kaki pelaku.
Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi mengatakan, ada motif sakit hati karena masalah narkotika dalam pembunuhan ini.
“Jadi tersangka sakit hati karena katanya pelaku sering meminta narkoba (sabu) kepadanya. Mereka ini teman lama sebenarnya. Korban pun dihabisi di kamar pelaku pada Kamis (1/11) sekira pukul 20.00 WIB,” ujar Ginanjar didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak.
Ginanjar mengaku, saat ini pihaknya sedang memburu Hasbul Khoir, adik pelaku yang berhasil kabur.
“Jadi sewaktu pembunuhan ada adik korban yang membantu membuangkan mayat itu ke sumur tak jauh dari rumah mereka di Jalan Pertahanan, Desa Sigaragara,” terangnya.
Dalam paparan kasus, polisi membawa kapak yang digunakan pelaku untuk menghabisi Afrian.
“Jadi korban dibacoki pelaku tepat di belakang kepala sewaktu korban di kamar pelaku. Jadi kata korban, pelaku minta sabu lalu diamininya,” jelas Ginanjar.
“Kemudian pelaku ke belakang, rupanya mengambil kapak dan kawat. Baru dikapaknya korban tiga kali, terus leher korban dijeratnya pakai kawat untuk memastikan korban tewas,” ujar Ginanjar.
Ginanjar menyebut, pelaku merupakan bandar narkoba di kawasan tersebut. Pasca pembunuhan, pelaku sempat mengaku ke warga sekitar telah membunuh Afrian.
“Jadi begitu pembunuhan, pelaku tidak kabur, dia sempat bilang ke warga telah membunuh Afrian. Nah, dia kabur setelah mayat korban ditemukan warga pada Selasa 27 November kemarin,” ungkapnya.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHP dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.
“Saat ini tengah lidik untuk mengejar adiknya yang membantu mencari lokasi dan membantu pembuangan mayat korban,” pungkasnya.
Sementara, korban yang diwawancarai tidak membantah semua yang dikatakan Ginanjar. Ia mengaku memang seorang bandar sabu.
“Saya sakit hati sama dia, karena sering minta sabu. Kemarin sudah nggak tahan lagi, makanya saya bunuh,” ungkapnya. Setelah membunuh teman semasa kecilnya itu, Uwenk mengaku tidak ada rasa penyesalan sama sekali.
“Nggak bang,” katanya dengan nada datar.
Diketahui, korban ditemukan oleh warga Desa Sigaragara dengan kondisi membengkak dan sudah membusuk. Tangan dan kaki korban terikat saat diangkat dari dalam sumur tua milik warga.(dvs/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Perjuangan, diduga tidak menyalurkan dana pendistribusian kotak surat suara pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018. Dana yang seharusnya diterima KPPS senilai Rp50 Ribu untuk setiap TPS yang ada di Kecamatan Medan Perjuangan.
Informasi yang dihimpun di lapangan, nilai nominal dana yang seharusnya diterima KPPS di tiap-tiap TPS berjumlah Rp50 ribu/ kotak surat suara. Dana tersebut sebagai biaya transportasi untuk pengambilan kotak surat suara dari kelurahan hingga kotak surat suara dikembalikan ke Kelurahan setelah berakhirnya perhitungan suara di TPS.
Salah seorang mantan komisioner PPK medan perjuangan menyebut, soal dana yang seharusnya di terima KPPS di tiap tiap kelurahan berdasarkan jumlah TPS yang tersedia, dengan hitungan kotak surat suara yang diambil dari kelurahan sebanyak dua kotak berserta isi di dalamnya.
“Sepengetahuan saya, tiap-tiap TPS menerima dua kotak surat suara yang diambil KPPS di kelurahan satu hari sebelum hari pemilihan,” jelas pria berinisial MT sembari meminta tidak mencantum identitasnya, Jumat (30/11).
“Selanjutnya setelah penghitungan suara berakhir, pihak KPPS mengembalikan secara utuh ke kelurahan. Dimana dana yang dibayar kepada KPPS dengan rincian satu kotak suara meski ditiap TPS terdapat dua kotak surat suara,” sambungnya.
Kalau dihitung, nilai nominal cukup fantastis. Rinciannya, jumlah TPS di Kecamatan Medan perjuangan sebanyak 146 TPS dengan kelurahan sebanyak sembilan. Bila dijumlahkan mencapai lebih kurang Rp7.300.000.
“Ini harus dipertanyakan di sekertariat kelurahan yang mendapat dana tersebut dari pihak sekertariatan kecamatan. Kerancuan yang terjadi pada setiap mata anggaran yang disediakan kepada PPK, sebenarnya bukan hanya sebatas tidak tersalurnya dana pendistribusian kotak surat suara kepada KPPS. Ada beberapa anggaran kegiatan yang diduga tidak disalurkan,” tegasnya.
Komisioner PPK Medan Perjuangan , Untung Surapati yang dikonfirmasi, Senin (26/11) terkait permasalahan diatas, mengaku tidak mengetahui soal dana dimaksud. “Saya tidak tahu menahu masalah dana itu,’ ucapnya saat dihubungi via seluler.
Sementara, Sekretaris Kecamatan Zulahyudi Solin AP Msi dan Bendahara Kecamatan Polorina Panjaitan SSos yang menjabat sekertariat di PPK Medan Perjuangan mengaku, tidak mengetahui perihal uang kotak suara pada Pilgubsu lalu. “Kita tidak tahu soal uang kotak surat suara. Coba nanti kami tanyakan ke ketua PPK Rusdianto. Dan kalau boleh, jangan dulu naik beritanya, kita coba duduk secara bersama nanti, kita akan panggil Rusdianto,” ujar Zulahyudi kepada wartawan.
Dari investigasi yang dilakukan, komisioner PPK dibeberapa kecamatan lain mengaku, pihaknya memberikan dana untuk pendistribusian kotak surat suara kepada KPPS pada hari pemungutan suara Pilgubsu 208. (ala)