27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5721

Akumulasi Keprihatinan Rakyat seperti Fenomena Gunung Es

istimewa/sumut pos BINGKISAN: Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Syekh H Ghazali An Naqsyabandi, foto bersama tamu undangan usai menyerahkan bingkisan.
istimewa/sumut pos
BINGKISAN: Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Syekh H Ghazali An Naqsyabandi, foto bersama tamu undangan usai menyerahkan bingkisan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagian besar rakyat Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami keprihatinan yang sangat mendalam. Keprihatinan yang menimpa rakyat Indonesia tidaklah datang begitu saja tanpa ada sebab dan tidak dibuat-buat, melainkan suatu kenyataan yang dialami dalam sehari-sehari.

Hal tersebut disampaikan Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Syekh H Ghazali An Naqsyabandi, saat menyampaikan pesan dan fatwanya dalam acara Haul ke-16 Guru Besar Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Saidi Syeikh H Amir Damsar Syarif Alam selaku pendiri Thareqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa Silsilah ke 35, di Komplek Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis, Jalan Medan-Lubuk Pakam Km 18,5 Gangg Wakaf, Tanjungmorawa, Minggu (2/12).

Menurut Syekh H Ghazali An Naqsyabandi, beragam sebab yang dialami oleh rakyat mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Ada karena usahanya bangkrut, ada yang sulit mendapat pekerjaan, ada yang was-was karena keamanan dirinya selalu terancam, ada yang merasa putus asa karena hasil pertaniannya gagal panen, ada yang dilanda kebingungan karena musibah gempa, banjir dan sebagainya.

“Bahkan banyak juga rakyat merasa prihatin karena berkembang dengan suburnya paham-paham agama yang tidak sesuai dengan Alquran dan hadist, semakin banyak dan terang-terangan penghinaan kepada agama Islam, kepada ulama bahkan persekusi kepada ulama. Kondisi seperti ini merupakan musibah bagi rakyat Indonesia,” ungkap Syekh Ghazali.

Akumulasi keprihatinan rakyat ini, jika dibiarkan pasti akan menjadi ‘gunung es’, yang sewaktu-waktu bisa mencair dan berakibat tumpah menjadi air bah. Sapuan air bah ini sudah tentu akan membinasakan apa saja yang menghalangi lajunya.

Kondisi bangsa dan negara yang mengusik kita adalah masalah tatanan sosial berbangsa dan bernegara. Di sana terdapat seperangkat norma dan nilai yang mengatur suatu lingkungan sosial dimana tidak saja individu dengan individu, akan tetapi juga individu dengan kelompok yang saling berinteraksi atas dasar status dan peranan sosialnya masing-masing.

“Sehingga jika terjadi carut marut tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara menurut saya juga merupakan musibah. Musibah bagi saya bukan saja terjadinya di bidang fisik, akan tetapi juga di bidang kehidupan sosial masyarakat, yang sangat penting untuk mendapat perhatian,” kata Syekh Ghazali.

Terkait dengan pelaksanaan Pilpres 2019 mendatang, Syekh Ghazali menekankan agar memilih presiden mendatang yang benar-benar dapat berlaku adil terhadap kaum muslimin. Bangsa Indonesia tentunya berharap presiden mendatang beserta jajarannya adalah pemimpin yang amanah. Pemimpin yang dapat menyeimbangkan kepentingan semua umat beragama di Indonesia secara proporsional.

Secara tegas, Syekh Ghazali berpesan dan menyampaikan fatwa, bekerja keraslah untuk mencari rezeki yang diridhoi Allah SWT, tingkatkan ilmu dan raih pendidikan setinggi-tingginya sesuai ajaran Islam demi kemajuan umat Islam dan negara Republik Indonesia.

“Bersatupadulah wahai kaum muslimin dalam menghadapi serangan-serangan golongan yang anti Islam di Indonesia, golongan-golongan yang ingin merusak aqidah umat Islam, dan golongan-golongan orang yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Bagi para anggota DPR di pusat maupun di daerah, Syekh Ghazali mengimbau agar melaksanakan amanah rakyat dengan benar dan jujur, berpegang teguh kepada undang-undang dan norma-norma yang berlaku.

Bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 2019 mendatang, pesan Syekh Ghazaki, pegang teguhlah amanah rakyat dan bertindak adil serta menjalankan UUD 45 dengan konsekuen. Angkatlah derajat dan martabat bangsa dan negara Indonesia di mata dunia.

“Budidayakankah dzikir dalam hati kamu wahai umat Islam, siapapun kamu, apapun jabatan kamu, agar hati kamu tenteram. Hati yang tenteram akan membawa kamu kebenaran Al Hagg, kebenaran abadi yang datang dari Allah SWT,” katanya.

“Akhirnya sambutan dan fatwa ini saya akhiri dengan pesan, jangan menemaniku hanya karena dunia dan temanilah aku demi akhirat semata. Jika memang pertemanan kalian dengan aku benar-benar karena akhirat, maka dunia akan datang dengan sendirinya, mengikuti dan mengiringnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Gus Irawan Pasaribu, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa acara puncak Haul ke-16 ini diikuti ribuan jamaah yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia, dan juga dari negara Brunai Darussalam, Turki, Inggris, Malaysia dan lainnya.

Turut memberikan sambutan Staf Ahli Gubsu, Novual Mahyar, Wakabimtal Dam I/BB Lekol Inf. Syawal Fahmi, Kombes Hery S mewakili Kapolda Sumut, Ketua DPP JATMI KH Tauhid, dan mewakili Bupati Deliserdang. (adz)

I LOOP RUN 2018 Sukses Diikuti 1.800 Runners Medan

Lebih dari 1.800 Runners berlari dari garis Start untuk event Lari I LOOP RUN 2018 untuk dua kategori lari 5K dan 10 K pukul 06.00 WIB di lapangan udara Soewondo (2/12)
Lebih dari 1.800 Runners berlari dari garis Start untuk event Lari I LOOP RUN 2018 untuk dua kategori lari 5K dan 10 K pukul 06.00 WIB di lapangan udara Soewondo (2/12)

MEDAN, SUMUTPOS.CO  –  Bergerak dari lapangan udara Soewondo pukul 06.00 WIB pagi tadi, 1.800 runners berlari mengelilingi Runway sekitaran Lanud dalam acara I LOOP RUN 2018. Peserta lari merupakan para runners untuk kategori 5K dan 10K yang sebelumnya telah mendaftar di website resmi yakni di loop.co.id/ilooprun.

General Manager Youth and Community Sumatera Telkomsel – Nurcahyo Priyadi mengatakan, “Telkomsel kembali menghadirkan sebuah event lari tahunan dari Telkomsel yang secara khusus diberikan kepada seluruh pelanggan setia serta masyarakat luas, I LOOP RUN 2018. Event ini juga digelar di sejumlah kota di Indonesia, dan besarnya antusiasme warga kota Medan dijadikan sebagai alasan dipilihnya dan kota ini sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan acara”.

Dalam rangkaian acara ini, Telkomsel juga memberikan berbagai hadiah menarik bagi seluruh pengunjung yang mendaftar sebagai peserta I LOOP RUN 2018.  Total hadiah yang dipersiapkan berjumlah Rp100 juta rupiah yang terdiri dari paket liburan ke Korea bareng Viu, sepeda motor serta Tabungan BNI Taplus Muda Rp15 juta. 

Kemeriahan I LOOP RUN 2018 juga diisi dengan sejumlah penampilan menarik diantaranya DJ Performance, penampilan Cosplay, rintangan 4.5 km, hingga tembakan Foam bagi peserta di garis Finish.

Nurcahyo juga menambahkan, “Pemilihan tema lari pakai jersey hero Mobile Legend favorit kami pilih mengingat antusiasme masyarakat saat ini akan Game Mobile Legend dan sebagai perusahaan yang mendukung penuh transformasi digital, tentunya kami akan selalu menghadirkan event yang dapat memberikan experience digital lifestyle langsung kepada masyarakat.”

***

7 Mahasiswa Tewas Tertimpa Dinding Pondok

Pondok di pemandian Sidebuk-debuk Karo, ambruk dan menimpat mahasiswa yang menginap.
Pondok di pemandian Paris Raja Berneh di Sidebuk-debuk Karo, ambruk dan menimpa mahasiswa yang menginap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lokasi wisata pemandian air panas Lau Sidebuk-debuk, Tanah Karo, Sumut berduka. Tujuh pengunjung tewas sementara 9  lainnya luka-luka.

Informasi didapat, kejadian tersebut terjadi dk Pemandian Danau Paris Raja Berneh yang berada di Desa Sidebuk-debuk, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Minggu (2/12) sekira pukul 06.00 WIB.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, tragedi itu terjadi akibat lapuknya dinding pemandian yang menimpa joglo tempat para korban duduk. Untuk tujuh orang yang meninggal dalam peristiwa itu di antaranya Santika Theresia, Emiya Br Tarigan, Mones, Enjelita Br Ginting.

“Sementara tiga orang lagi belum diketahui identitasnya” ungkap Tatan kepada Sumut Pos, Minggu siang.

Korban luka akibat kejadian itu di antaranya Andika (23) warga Medan, ia mengalami luka lecet kaki kiri. Novita Sari (19) warga Berastagi, mengalami luka robek telinga kanan atas, kelopak mata kanan memar dan bengkak, pada bagian kepala bagian kanan, Afinda (22) Desa Bukit Kecamatan Dolatrayat, kedua persendian tangan tidak bisa digerakkan.

Selanjutnya Desa Sinambela (21) warga Binjai, kedua pergelangan tangan sakit. Putri Yolanda (19) warga Desa Gongsol Kecamatan Merdeka, Persendian Tangan Kanan sakit dan tidak bisa digerakkan. Selanjutnya Janeta (18) Jalan Samura Gang Cendrawasih, mengalami sakit pinggang, Indra (21) warga Balata, mengalami lutut kaki kiri lecet.

Ia menyebut personel Polres Karo terus mengevakuasi tempat kejadian manakala masih adanya korban yang tertimpa ambrukan tembok dan melakukan pendataan.

Diketahui korban saat ini sudah dilarikan ke rumahsakit Amanda dan Rumahsakit Efarina Etaham Berastagi. Ia mengatakam, korban sebagian merupakan Mahasiswa Universitas Prima Medan yang melaksanakan malam keakraban.

Sementara itu, soal penyelidikan apakah adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut, juru bicara Polda Sumut ini tidak menampik. Hanya saja, pihak kepolisian masih lebih mengedepankan evakuasi terhadap sejumlah korban.

“Kita masih lebih mengedepankan sisi kemanusian dululah. Korban masih dalam evakuasi, itu dulu yang kita kerjakan saat ini,” pungkas Tatan. (dvs)

Sistem Pensiun Baru PNS Dimulai 2020

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sistem pensiun PNS mulai 2020 akan berubah. Jika sebelumnya menggunakan pay as you go, dua tahun lagi fully funded.

Dengan sistem fully funded ini, iuran pensiun mulai dicicil bersama (PNS dan pemerintah). Iurannya juga dihitung dari gaji pokok plus tunjangan (kinerja dan kemahalan) sehingga dana pensiun yang diterima PNS nanti lebih besar.

Penerapan sistem pensiun baru hanya berlaku untuk PNS rekrutmen 2020. Sedangkan PNS lama tetap mengikuti sistem pensiun pay as you go.

“Meski sistem pensiun baru (fully funded) berlaku tapi yang sistem yang lama (pay as you go) tetap berjalan,” kata Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmadja, di Jakarta, Jumat (29/11).

Saat ini jumlah PNS di Indonesia sebanyak 4,3 juta orang. Semuanya menggunakan sistem pay as you go. Di mana PNS setiap bulannya dipotong sekitar empat persen dari gaji pokok untuk dana pensiun. Sementara pemerintah membayarkan uang pensiun PNS di akhir (saat PNS pensiun).

Sistem pay as you go ini dirasakan sangat memberatkan negara. Selain itu dana pensiun PNS yang diterima juga kecil. Ambil contoh seorang deputi atau dirjen yang menerima gaji plus take home pay sebanyak Rp35 juta, ketika pensiun hanya dibayar Rp4 juta per bulan.

Dengan sistem fully funded, iuran pensiun dicicil bersama (PNS dan pemerintah). Iurannya juga dihitung dari gaji pokok plus tunjangan (kinerja dan kemahalan) sehingga dana pensiun yang diterima PNS nanti lebih besar.

Mengenai mekanisme pembayaran, menurut Deputi Iwan, sapaan akrab Setiawan, dilakukan per bulan. Pemerintah menghindari pembayaran gelondongan.

“Tipe PNS di Indonesia lebih nyaman menerima dana pensiun bulanan. Kalau dibayar sekaligus ada kekhawatiran tidak bisa mengelolanya dengan baik. Itu sebabnya sistem pembayarannya bulanan,” tandasnya.

Presiden Jokowi Setuju
Setiawan menyebutkan, pemberlakuan sistem pensiun baru ini sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Dalam rapat terbatas, Jokowi lebih menyetujui fully funded karena baik pemerintah maupun aparatur sipil negara (ASN) PNS sama-sama mengiur di awal. Namun, berapa persentase iuran bulanan PNS maupun pemerintah belum ditetapkan.

“Masih disimulasikan dan belum ketemu angka yang pas. Kalau misalnya fifty-fifty berarti kewajiban mengiur pemerintah dan PNS sama. Namun, ini belum tahu angka pastinya ya,” kata Iwan, sapaan akrab Setiawan.

Mengenai kapan PP tentang Pensiun diteken, Iwan mengungkapkan kemungkinan 2019. Saat ini presiden memerintahkan untuk terus melakukan simulasi dan berhitung yang cermat agar tidak merugikan PNS maupun memberatkan pemerintah. (esy/jpnn)

Agustus Ferry Kaban Masih di Binjai

teddy akbari/SUMUT POSRUKO: Pengendara melintas di depan Ruko, Jalan Jenderal Ahmad Yani No 2A, Kota Binjai, tempat Ferry Suando Tanyuray Kaban berdomiasili, Jumat (30/11).
teddy akbari/SUMUT POSRUKO: Pengendara melintas di depan Ruko, Jalan Jenderal Ahmad Yani No 2A, Kota Binjai, tempat Ferry Suando Tanyuray Kaban berdomiasili, Jumat (30/11).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumut tahun 2009-2014, Ferry Suando Tanuray Kaban, yang resmi menjadi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 28 September 2018 lalu, ternyata sempat terlihat di Binjai, Agustus lalu.

Berdasarkan surat DPO KPK, Ferry Suando yang lahir pada 7 November 1966 dengan berat badan 80 kg ini, beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2A, Kelurahan Kartini, Binjai Kota. Pria itu masuk DPO sebagai tersangka kasus suap.

terkait pengesahan APBD Sumut. Dia bersama 37 anggota parlemen Sumut dijerat KPK karena diduga menerima suap dan gratifikasi dari gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Penelusuran Sumut Pos, Jumat (30/11), Fery Kaban tinggal di Binjai di sebuah ruko berlantai tiga. Di lantai dasar, istri dan anak-anak tersangka ini membuka usaha. Nama usahanya: Rumah Sop Spesial Nadya. Usahanya kerap disinggahi konsumen. Tidak hanya menjual menu makanan jenis sop, tapi juga ada ayam dan lele penyet serta lainnya.

Kemarin, Sumut Pos mencoba makan siang di Rumah Sop Spesial Nadya. Pramusaji wanita ada dua orang. “Iya.. Rumah Sop Nadya ini milik Pak Ferry Kaban. Yang dicari KPK ‘kan?” kata seorang pramusaji berjilbab.

Menurut dia, buronan KPK tersebut pernah menetap di ruko tersebut. Namun hanya sesekali saja alias jarang. “Bulan Agustus kemarin terakhir di sini. Cuma enggak tahu kapan pergi dan pulangnya lagi. Coba tanya sama istrinya saja,” kata si pramusaji.

Istri Ferry Kaban yang saat itu mengenakan jilbab biru dipadu baju merah muda garis-garis putih, melayani Sumut Pos ketika mau membayar makanan yang dipesan.

Tanpa mengenalkan diri, Sumut Pos kemudian bertanya kepada istri tersangka untuk membuka obrolan. “Nadya ini nama siapa? Anak ya?” tanya Sumut Pos.

Istri Ferry Kaban menolak menanggapi. Ditanya pertanyaan lain, dia tetap enggan berkomentar.

Informasi diperoleh, KPK sudah mengintai kediaman Ferry pada 26 November 2018. Saat itu, KPK mengintai seharian. Namun tak menuai hasil.

Pengintaian yang sudah dilakukan KPK selaras dengan pernyataan Juru Bicara Febri Diansyah. Menurut Febri, tim penyidik KPK telah mendatangi rumah tersangka guna meminta keterangan dari keluarga terkait keberadaannya saat ini. “Saat itu keluarga menyampaikan pada tim, bahwa tidak ada lagi komunikasi antara tersangka dengan keluarga,” kata Febri.

Aparat penegak hukum di Binjai, baik itu Kejaksaan Negeri maupun Kepolisian Resort Kota Binjai, mengatakan belum menerima surat koordinasi dari KPK untuk membantu melakukan pengintaian terhadap tersangka Ferry Kaban.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution malah kaget mendengar pernyataan Sumut Pos, bahwa ada buronan KPK dengan tinggi 165 cm bercirikan khusus memakai kacamata yang pernah duduk di gedung DPRD Sumut, dan beralamat di Binjai.

“Belum, belum ada (surat koordinasi dari KPK),” ujar Erwin.

Pernyataan dan ekspresi kaget juga diucap Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (30/11) petang. Mantan Kapolres Samosir mengaku tahu dari media massa, kalau Ferry Kaban menjadi buronan KPK. “Ah, warga mana?” tanya Kapolres kaget.

“Warga Binjai Pak. Enggak jauh dari Mapolres rumahnya,” jawab Sumut Pos.

Terpisah, Lurah Kartini, Felix menyatakan, Ferry Kaban sudah sejak 4 tahun belakangan menempati ruko tersebut. Informasi ini didapat Felix setelah bertanya kepada bawahannya, Kepala Lingkungan.

Menurut Felix, Ferry Kaban beserta keluarga juga sudah terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai. Disoal itu ruko milik Ferry atau hanya menyewa, Lurah tidak dapat memastikan. “Informasi dari Kepling, ada yang bilang sewa, ada yang bilang beli. Saya enggak bisa pastikan itu milik siapa. Tapi kalau ditanya terdaftar, terdaftar di DPT,” ucap Felix melalui telepon selularnya.

Dia enggan berkomentar lebih lanjut karena memang tidak memiliki informasi pasti terkait tersangka Ferry Kaban.

Dia juga tidak tahu Ferry Kaban pindahan dari daerah mana. Tiba-tiba saja, Ferry sudah menempati rukonya. “Waktu pindah pun enggak tahu. Kartu Keluarga dia enggak ada sama saya,” beber Felix.

Felix juga mengaku tidak pernah melihat Ferry Kaban. Pun demikian, Felix mengamini bahwa lembaga antirasuah yang memburu Ferry sudah mendatangi kediaman tersangka. “Tapi saya enggak pernah nampak. Sampai sekarang belum jumpa,” tandasnya.

JC Sopar Diapresiasi
Terkait pengajuan Justice Collaborator (JC) Sopar Siburian, mendapat apresiasi dari koleganya di DPRD Sumut. Sutrisno Pangaribuan dari Fraksi PDI Perjuangan menyebutkan, dalam persoalan kasus suap kepada legislator melibatkan mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, pengajuan seorang tersangka menjadi JC harus disambut baik. Sebab, pertimbangan bahwa persoalan ini dapat terbuka lebih dari yang ada saat ini mungkin saja terjadi.

“Kalau pengajuan (JC) ini kan tentu sebagai niat baik untuk membuat kasus ini terang benderang. Namun kan ada nilai yang harus menjadi persyaratan sehingga KPK menerima pengakuan diri seorang sebelum diterima sebagai JC,” ujar Sutrisno.

Nilai yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum ditunjuk dan dipercaya KPK untuk menjadi JC yakni, apakah informasi yang ada di pengusul tersebut mengandung hal baru atau yang lebih besar dari apa yang sudah didapatkan selama ini? Jikapun tidak lebih besar, namun sekurangnya punya makna yang sama penting bagi aparat penegak hukum dalam mencari bukti dan temuan baru/lainnya.

“Yang kedua adalah, apakah nantinya orang yang mengajukan diri menjadi JC, juga punya informasi tentang keterlibatan orang lain dari yang sudah ditetapkan. Jadi kalau misalnya ada aktor lain yang belum ditangkap, maka itu akan menjadi nilai tambah dari KPK,” katanya.

Pun begitu, dirinya melihat bahwa dalam kasus ini, KPK akan melihat dulu, apakah peran seseorang dalam kasus ini. Sebab bisa saja yang ditahan itu adalah yang sekedar ikut-ikutan karena yang lain melakukan hal sama. “Makanya upaya ini kita apresiasi. Siapa tahu memang ada aktor baru atau hal yang lebih besar dari saat ini,” pungkasnya.

Dalam perkara suap Gubernur Gatot, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Adapun ke-38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembilan.

Kemudian Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Atas perbuatan tersebut, mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK telah memanggil Ferry Suando Tanuray Kaban dua kali pada, 14 dan 21 Agustus 2018. Namun, tak hadir tanpa memberi keterangan. Karena dianggap tak kooperatif, Ferry Suando akhirnya dimasukkan dalam daftar buronan KPK. Sementara 35 rekannya saat ini sudah ditahan KPK. (ted/bal)

Sekwan Buat Buku Pedoman Reses DPRD Langkat

ist ARAHAN: Sekretarias DPRD Kabupaten Langkat, Drs Basrah Pardomuan saat memberikan arahan kepada staf di DPRD Langkat.
ist
ARAHAN: Sekretarias DPRD Kabupaten Langkat, Drs Basrah Pardomuan saat memberikan arahan kepada staf di DPRD Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Reses merupakan komunikasi dua arah antara anggota DPRD dengan konstituennya, yang dilakukan melalui pertemuan langsung ke daerah pemilihan masing-masing.

Karena reses ini merupakan suatu kewajiban, Sekretarias DPRD Kabupaten Langkat Drs Basrah Pardomuan membuat suatu buku pedoman tentang reses.

“Buku pedoman reses ini merupakan inovasi dari proyek perubahan yang saya kerjakan pada saat mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II di Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Jatinangor, Sumedang,” sebut Basrah, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (30/11).

Inovasi ini sangat diperlukan dalam dunia kerja, dengan inovasi diharapkan adanya suatu peningkatan kinerja. Maka inovasi buku pedoman reses ini diharapkan bermanfaat bagi anggota DPRD Langkat.

Lebih lanjut ia menjelaskan, buku reses ini berisi regulasi tentang tata cara pelaksanaan reses, sehingga dengan adanya buku ini, akuntabilitas pelaksanaan reses anggota DPRD Langkat dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku, karena di dalamnya sudah mengatur secara detail tentang pelaksanaan reses dengan aturan yang terbaru.

Suksesnya pelaksanaan proyek perubahan ini tidak terlepas dari dukungan Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH, Ketua DPRD Langkat Surialam SE dan Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, dr H Indra Salahudin MKes MM.

“Selain itu, bantuan tim efektif dari para pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat juga mempunyai andil besar berhasilnya proyek perubahan yang saya kerjakan ini,” ucapnya. (bam/han)

Hadiri Maulid Nabi di Besitang, Gubsu: Pelajar Harus Teladani Rasulullah

BAMBANG/SUMUT POS SAMBUTAN: Gubsu Edy Ramayadi memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Besitang.
BAMBANG/SUMUT POS
SAMBUTAN: Gubsu Edy Ramayadi memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Besitang.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Ramayadi menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Masjid Raya Besitang Kabupaten Langkat, Jumat (30/11).

Gubsu hadiri didampingi ketua TP. PKK Provsu Hj Nawal Edy Rahmayadi beserta rombongan di antaranya Asisten ADM Eksbangsos Drs Hermasyah, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Drs Muliyono, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Drs Rudi Kinandung, Staf Ahli Bidang Sosisal SDM dan Kemasyarakatan Drs H Amir Hamzah MSi serta Bupati Langkat terpilih Terbit Rencana PA SE.

Pada sambutannya, yang banyak dihadiri para pelajar, Gubsu mengajak agar seluruh masyarakat yang hadir terkhusus para generasi muda, agar menerapkan dan mencontoh prilaku Rasulullah pada kehidupan sehari-hari. “Saya meyakini, jika para generasi muda kita benar-benar mentauladani Rasul, pasti dapat membawah perubahanan yang baik pada negeri ini dimasa yang akan datang, terkhusus bagi Langkat,”sebutnya.

Sebab, kata Gubsu, karena nasib bangsa ada di pundak dan tanggung jawab para pemuda. Untuk itu, terus lah belajar berbagai disiplin ilmu pengetahuan, dan tidak mensia -siakan waktu.

“Sedetik waktu yang terlewat, tidak akan bisa kembali. Jadi mamfaatkan lah waktu yang ada dengan sebenarnya. Yakin lah tonggak ekstaped kepemimpinan negri ini ada ditangan kalian,” tegasnya.

Sembari mengatakan, bukan tidak mungkin para generasi muda Besitang, dimasa yang akan datang akan menjadi pejabat negara yang hebat, yang akan memberi kemajuan untuk Indonesia lebih makmur dan sejahtera.

“Untuk menggapai itu, mari kita upayakan, agar hari ini dapat menjadi lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok bisa lebih baik dari hari ini, dalam meniti jenjang karir,” pungkasnya.

Sementara ustad Latif Khan dalam ceramahnya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mentaati Allah SWT, dengan menerapkan segala ajaran yang telah diberikan dan dicontohkan oleh Rasul, didalam seluruh aspek. (bam/han)

Warga Langkat Tewas Tertimbun Longsor

EVAKUASI: Keluarga bersama masyarakat mengevakuasi jasad Irfan Yudi dari timbunan longsor di jalan pemandian alam Barbasari, Kecamatan Kuala, Langkat.
EVAKUASI: Keluarga bersama masyarakat mengevakuasi jasad Irfan Yudi dari timbunan longsor di jalan pemandian alam Barbasari, Kecamatan Kuala, Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Irfan Yudi (19), warga Dusun VII Tanjung Bunga, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, tewas terimbun longsor.

Menurut Kapolsek Kuala, AKP Antoni, bencana longsor yang menelan korban jiwa tersebut berawal hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kuala sekitarnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama dua rekannya Suwardi Ginting dan Agus sedang istirahat usai mengerjakan proyek parit di Jalan Pemandian Alam Barbasari.

Tak ada firasat buruk akan terjadi longsor. Tiba-tiba saja, tanah di jalan pemandian alam Barbasari mendadak longsor. Dua rekannya, Suwardi Ginting dan Agus berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan korban, Irfan Yudi tertimbun tanah yang longsor.

Mendapat informasi ada korban tertimbun, warga sekitar pun berusaha melakukan pencarian hingga malam hari.

“Pihak keluarga, masyarakat, Babinsa, Babinkantibmas telah berupaya pencarian hingga ditemukan jasad korban hari ini. Irfan meninggal dunia, dua lainnya selamat dengan kondisi terluka,”ujar Antoni.

Dikatakan Kapolsek, dua rekan korban yang selamat yakni Suwardi Ginting mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya, sedangkan Agus mengalami luka di bagian kaki kiri (terkilir). “Tadi Pak Camat juga sudah mendatangi lokasi kejadian”kata Sekretaris Camat, Fajar Sitepu, menimpali, Jumat (30/11).(bam/han)

Antisipasi Ancaman Radikalisme Jelang Akhir Tahun, Kapolrestabes: Curigai Orang Baru

Kombes Pol Dadang Hartanto Kapolrestabes Medan
Kombes Pol Dadang Hartanto Kapolrestabes Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, potensi ancaman radikalisme masih nyata di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan pun mengimbau masyarakat untuk selalu awas terhadap lingkungannya.

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, mengaku tidak mau anggap enteng akan ancaman radikalisme. Ia menilai, perlu penguatan-penguatan yang dilakukan bersama-sama semua pihak.

“Potensi ancaman radikalisme masih ada, saya tidak mau under estimate. Makanya cara menangkal hal itu adalah bekerjasama dengan semua pihak, salahsatunya dengan TNI dibantu masyarakat,” ungkap Dadang kepada Sumut Pos, Jumat (30/11).

Perwira polisi berpangkat tiga melati emas ini mengaku tidak mau berandai-andai soal bagaimana, di mana dan sejauh apa gerakan-gerakan radikal ini bergerak menganggu keamanan. Ia berpesan, masyarakat harus selalu awas terhadap lingkungannya. “Dengan melibatkan masyarakat, kita bisa menangkal setiap pergerakan radikalisme yang mengancam. Masyarakat harus terus mencurigai setiap orang baru yang bisa jadi merupakan pelaku-pelaku,” katanya.

Selain ancaman radikalisme, Polrestabes Medan, kata Dadang juga sudah memetakan akan adanya peningkatan kerawanan tindak pidana. “Kerawanan tindak kriminal jelang akhir tahun seperti biasanya juga akan meningkat, kita sudah petakan. Akan ada patroli skala besar di jam-jam rawan,” katanya.

Menurut Dadang, peran Bhabinkamtibmas akan dimaksimalkan untuk menekan kejahatan-kejahatan yang berpotensi terjadi. “Bhabinkamtimbas saya tegaskan harus bekerja maksimal mendeteksi dan menjaga. Akan ada evaluasi bagi Bhabinkamtibmas bila banyak terjadi tindak kriminal di wilayah yang diawasinya,” pungkas Dadang.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Mapolda Sumut sempat diserang teroris pada 25 Juni 2017. Penyerangan itu bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri. Dua teroris menyerang Mapolda Sumut sekira pukul 03.00 WIB. Akibat penyerangan tersebut, satu anggota polisi bernama Aiptu Martua Sigalingging meninggal karena mendapat luka tusukan yang saat itu berada di Pos II pintu masuk Mapolda Sumut.

Anggota Brimob yang berada di pos yang tidak jauh mendengar teriakan dan kemudian mengambil tindakan dengan menembak dua terduga teroris tersebut. Sebelumnya, pada Agustus 2010 lalu juga ada serangan yang dilakukan teroris di Bank CIMB Niaga Cabang Medan Aksara, Jalan AR Hakim, Medan.

Mulanya, polisi mengatakan penyerangan ini merupakan aksi perampokan bersenjata, namun belakangan terdeteksi sebagai aksi terorisme. Setidaknya, 16 orang pelaku turun dan menewaskan seorang Brimob atas nama Manuel Simanjuntak. Dalam aksi itu, mereka menyatroni bank tersebut dan mengambil uang senilai Rp400 juta.

Kemudian, aksi penyerangan teroris kembali terjadi di Sumut pada 22 September 2010. Kala itu, Polsek Hamparan Perak diberondong peluru dan menewaskan tiga anggota Polsek Hamparan Perak Mereka adalah Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo dan Aiptu B Sinulingga. (dvs)

Tingkatkan Potensi Danau Toba Lewat Gerakan Sadar Wisata

ist BERIKAN: Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kementerian Pariwisata, Arum Damarintyas memberikan alat kebersihan secara simbolis dalam upaya meningkatkan potensi wisata Danau Toba lewat Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang digelar di halaman parkir Museum Negeri Medan, Kamis (29/11).
ist
BERIKAN: Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kementerian Pariwisata, Arum Damarintyas memberikan alat kebersihan secara simbolis dalam upaya meningkatkan potensi wisata Danau Toba lewat Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang digelar di halaman parkir Museum Negeri Medan, Kamis (29/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upaya untuk meningkatkan potensi wisata Danau Toba terus dilakukan oleh Kementerian Pariwisata. Peningkatan potensi wisata kali ini bertajuk Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang digelar di halaman parkir Museum Negeri Medan, Kamis (29/11).

Acara dibuka dengan pemberian alat kebersihan, dan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan narasumber yakni Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kementerian Pariwisata, Arum Damarintyas dan Sekjen Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Wilda Yanti serta undangan.

Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kemenetrian Pariwisata, Arum Damarintyas menyampaikan bahwa pentingnya unsur bersih dalam dunia pariwisata. Salah satu contoh, sangat disayangkan keadaan obyek wisata di Danau Toba yang begitu indah tidak didukung oleh fasilitas toilet yang bersih serta keadaan infrastruktur seperti jalan rusak.

“Kebersihan kamar mandi masih menjadi masalah bagi wisata di Indonesia, termasuk Danau Toba. Sebab, seringkali kotor, becek, tidak terawat bahkan tak ada air. Oleh karenanya, persoalan tersebut harus diatasi demi meningkatkan potensi wisata,” ujarnya.

Selain kebersihan kamar mandi, sambung Arum, masalah sampah juga menjadi faktor. Bisa bayangkan bila sampah membanjiri Danau Toba. “Peningkatan sadar wisata diperlukan pengembangan SDM. Artinya, sadar dan peduli dengan kebersihan lingkungan,” sebutnya.

Lebih lanjut Arum mengatakan, sesuai program Presiden Jokowi, wisata Danau Toba harus mampu menampung 30 juta pengunjung per tahunnya. “Jadi mari kita bergandeng tangan untuk menyukseskan program destinasi itu,” imbau Arum.

Pada kesempatan itu juga, Sekjen Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Wilda Yanti mengatakan, pengelolaan sampah di kawasan Danau Toba bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga. Tujuannya, untuk solusi pengurangan sampah.

“Masyarakat Sumut terutama yang berada di objek wisata Danau Toba masih belum menyadari kalau dari pariwisata mereka dapat menghasilkan tambahan perekonomian. Kalau potensi wisata ini dikelola dengan baik, Sumut bisa melebihi Bali. Oleh karena itu, ini pekerjaan bersama dan butuh kerja keras,” imbuhnya. (azw)