MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diabetes Mellitus (DM) atau biasa dikenal Kencing Manis, dinilai merupakan penyakit pembunuh ketiga setelah jantung dan kanker. Setiap harinya, ada 2 ribu kasus DM baru terjadi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP H Adam Malik, dr Melati Silvani Nasution MKed (PD) SpPD saat menjadi narasumber pada seminar awam bertema “ Family and Diabetes “ di Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik, Jumat (30/11).
“Penyebabnya, di antaranya karena banyaknya tempat makanan instan yang memiliki kalori dan lemak tinggi, dan itu sangat mudah kita temui saat ini, “ ungkapnya.
Dikatakannya, gaya hidup tidak aktif, tekanan darah tinggi, hiper kolesterol, obesitas atau berat badan berlebih, juga menjadi pemicu DM.
Begitu juga lingkungan dan genetik seperti orangtua mengidap DM, maka 50 persen juga akan terkena DM, terlebih bila tidak memperdulikan asupan makanan dan gaya hidup sehat.
Oleh karena itu, lanjut Melati Silvani, gejala klasik penyakit yang dikenal dengan sebutan kencing manis itu, untuk menghindari keterlambatan diagnosa dan juga untuk mempercepat penanganan medis.
“Lemas, mudah lelah kesemutan dan gatal, penglihatan kabur, penyembuhan luka buruk, disfungsi ereksi, gatal pada kelamin. Mudah haus, mudah lelah dan banyak buang air kecil, inilah gejala klasik DM, “ sambungnya.
Masih dikatakannya, berdasar data, penyakit DM sangat banyak di dunia dan menjadi peringkat keenam di Indonesia dan peringkat ketiga yang menyebabkan kematian di Indonesia.
“Penyakit DM ini terbagi atas DM tipe 1, DM tipe 2 ada juga DM gestasional yakni perubahan hormonal saat kehamilan, namun DM ini bisa saja hilang setelah sang ibu melahirkan.
Penyakit DM tidak bisa disembuhkan, maka harus dikontrol dengan cara nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi, pola makan yang baik, olahraga yang ringan dan seiram a serta pengecekan rutin mengenai gula darah dalam tubuh, “ ujar dr Melati mengakhiri.
Ketua Panitia seminar awam, dr Qadri F Tanjung SpAN KAKV mengatakan RSUP H Adam Malik merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Sumut. Disebutnya, 30 persen yang berobat ke RSUP H Adam Malik merupakan penderita DM.
Untuk itu, dia mengharapkan, seminar yang dilaknakan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang tanda awal penyakit DM dan mencegah DM agar tidak komplikasi dengan penyakit lain.
“Bagaimana sebenarnya tanda awalnya, yang penting itu pencegahannya. Namun kalau sudah kena, tahu cara agar tidak komplikasi dengan penyakit lain, “ ucap dr Qadri singkat. (ain/han)
ist
BERSAMA:Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Pemprov Sumatera Utara, Drs. Elisa Marbun bersama pengurus Panitia Perayaan Natal PWKI Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 di Ruangan Kumala Pontas, Kantor Gubernur Sumut.
ist BERSAMA:Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Pemprov Sumatera Utara, Drs. Elisa Marbun bersama pengurus Panitia Perayaan Natal PWKI Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 di Ruangan Kumala Pontas, Kantor Gubernur Sumut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengapresiasi dan menyambut baik perayaan Natal yang akan digelar Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Sumut, di Gereja HKBP Sudirman pada Sabtu (1/12)
Perayaan Natal tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara yang berbilang kaum, dengan berbagai suku dan aga ma dapat hidup rukun di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bidang Ekonomi Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Elisa Marbun mewakili Gubsu Edy Rahmayadi ketika menerima audiensi Pengurus dan Panitia Natal PWKI Sumut, di ruang Kumala Pontas Lantai 8 Kantor Gubsu, Jumat (30/11).
“Kegiatan ini sangat baik, sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yaitu Sumatera Utara yang maju, aman dan bermartabat. Bermartabat dalam kehidupan beragama yaitu bisa hidup rukun dan damai di keanekaragaman. Dan semua umatnya bisa menjalankan syariat agamanya masing-masing,” ujarnya.
Rombongan yang hadir dipimpin Wakil Ketua I PWKI Sumut Debbie L Rattu datang bersama Sekretaris I PWKI Sumut Valentina Silalahi, Wakil Bendahara PWKI Su mut Mediana Siagian, Wakil Ketua Panitia Titin Siahaan, Sekretaris Panitia Ny Romito Tobing. Sedangkan Elisa Marbun didampingi Kabag di Biro Sosial dan Kesejahteraan Setdaprovsu Rosmidar Sinaga.
Elisa juga mengharapkan agar PWKI dapat terus bekerjasama dengan Pemprovsu dan programnya. Serta memberikan kontribusi kepada program-program pembangunan Pemprovsu .
“PWKI sudah cukup lama berdiri, harapannya kedepan bisa bekerjasama dengan Pemprovsu. Program-program PWKI dapat mendukung program-program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke depan, menuju Sumatera Utara yang maju, aman dan bermartabat,” sebutnya.
Wakil Ketua I PWKI Sumut Debbie L Rattu sebagai pimpinan rombongan pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas diterimanya audiensi Pengurus dan Panitia Natal 2018 PWKI Sumut.
Panitia sangat berharap kehadiran Gubernur atau Wakil Gubernur Sumut pada Perayaan Natal PWKI Tahun 2018.
Karena, lanjutnya, PWKI sebagai organisasi perempuan yang telah lama berdiri di Sumut sangat berharap agar Pemprovsu terus bekerjasama dengan PWKI.
“Pemprovsu ibarat orangtua PWKI sebagai organisasi perempuan Kristen di Sumatera Utara. Kami sangat berharap bimbingan dan dukungan dari Pemprovsu. Kehadiran Gubernur atau Wakil Gubernur sangat kami harapkan untuk menambah semangat kami, yang akan merayakan Natal dan menjadi semangat kami dalam menjalankan PWKI Sumut ke depan,” ujar Debbie.
Dia juga berharap kedepan sebagai Organisasi perempuan di Sumatera Utara dapat berkontribusi bagi pembangunan di daerah ini. “Kedepan PWKI ingin terus berkontribusi untuk kemajuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” sebut Debbie. (prn/han)
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
DIABADIKAN: Ketua I TP PKK Kota Binjai, Hj Nani Timbas diabadikan bersama peserta Lomba Bulan Balita dan Bina Generasi Muda Remaja Tingkat Kota Binjai tahun 2018 di Pendopo Umar Baki Binjai.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS DIABADIKAN: Ketua I TP PKK Kota Binjai, Hj Nani Timbas diabadikan bersama peserta Lomba Bulan Balita dan Bina Generasi Muda Remaja Tingkat Kota Binjai tahun 2018 di Pendopo Umar Baki Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Membentuk anak yang kreatif dan cerdas, tidak hanya cukup memberikan pendidikan intelektual saja, namun perlu diimbangi dengan pendidikan yang mampu mengasah kreativitas anak.
Demikian disampaikan Ketua I TP PKK Kota Binjai, Hj Nani Timbas saat membuka Lomba Bulan Balita dan Bina Generasi Muda Remaja Tingkat Kota Binjai tahun 2018 di Pendopo Umar Baki Binjai, Kamis (29/11).
Sebab, lanjut Nani, anak dengan IQ yang tinggi belum tentu tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kreatif.
Sementara kreativitas yang dimiliki setiap individu, menjadi modal penting bagi individu dalam menghadapi perkembangan zaman. Anak dengan kemampuan intelektual yang baik dan kreativitas yang tinggi mampu berfikir dengan cara multidimensional, sehingga mereka selalu siap dan mampu beradaptasi dalam menghadapi perkembangan kondisi dan sosial di sekitarnya.
“Sayangnya pemahaman yang berkembang pada sebagian orang memandang bahwa kecerdasan kreativitas (CQ) tidak lebih penting dari pengetahuan intelektual, sehingga pemenuhan pengetahuan intelektual menjadi hal yang utama tanpa diimbangi dengan pengembangan dan pengasahan kreativitas anak. Padahal diperlukan keseimbangan antara IQ, CQ, EQ, dan SQ, untuk membentuk anak-anak genius yaitu, gesit, empati, berani, unggul dan sehat,”terangnya.
Penyelenggaraan lomba dalam rangka bulan balita dan bina generasi muda remaja, menjadi momen strategis bagi para generasi muda untuk mengkesplor potensi diri, serta menjadi media dalam menemukan minat dan kegemaran yang dapat menjadi cikal bakal dalam pengembangan kualitas diri kedepan.
“Kegiatan ini merupakan upaya untuk memfasilitasi potensi-potensi yang ada pada tiap anak di Kota Binjai, sehingga mereka dapat tumbuh berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,”jelas Nani.
Maka dari itu, diharapkan sebagai media pengembangan kreativitas dan wawasan anak-anak di Kota Binjai, sekaligus menjadi stimulan bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di kemudian hari, seperti pengembangan program kampung literasi dasawisma.
Peserta lomba berasal dari anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan remaja dari PIK R dan jaka dara Kota Binjai.
Adapun jenis perlombaan antara lain, lomba bercerita, yel-yel forum anak, pemilihan bekal makanan sehat, berbalas pantun, big book, mendongeng dan penyuluhan. (ted/han)
HARAPAN
Shohei Matsunaga masih menjadi harapan publik Medan membobol gawang Persebaya untuk menyelamatkan PSMS Medan dari jurang degradasi di Stadion Teladan, Sabtu (1/12) sore.
HARAPAN Shohei Matsunaga masih menjadi harapan publik Medan membobol gawang Persebaya untuk menyelamatkan PSMS Medan dari jurang degradasi di Stadion Teladan, Sabtu (1/12) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Djadjang Nurdjaman adalah pelatih yang menaikkan PSMS dari Liga 2 ke Liga 1. Namun jangan sampai sosok yang sama yang menurunkan kembali PSMS ke kasta kedua. Hal itu menjadi anekdot saat Persebaya menantang PSMS di Stadion Teladan, Sabtu
(1/12).
Djanur untuk pertama kalinya datang sebagai lawan pasca dipecat di akhir putaran pertama lalu. Kini dia datang dengan senyum mengembang. Pasalnya tim yang dibesutnya saat ini, Persebaya sedang on fire dengan empat kemenangan beruntun. Sementara sang mantan, PSMS masih terpuruk di posisi juru kunci.
Pelatih PSMS, Peter Butler sadar Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman tahu betul kekuatan timnya. Pasalnya, skuad Ayam Kinantan dibentuk Djanur sejak putaran awal. Otomatis dia hafal gaya permainan anak asuhnya. Namun Butler punya strategi untuk mengaburkan itu.
“Pasti dia tahu pemain saya. Tapi itulah sepak bola. Kalau Anda pelatih pintar, pasti buat evaluasi dan lihat informasi. Individual, kami lebih bagus meningkat. Pasti dia tahu tim ini. Dia bisa tahu pemain saya tapi tidak dengan strategi saya,” ucap Butler.
PSMS tampil tanpa Reinaldo Lobo yang terkena akumulasi. Namun kembalinya Alexandros Tanidis dan Rachmad Hidayat membuat Butler lebih tenang. Rachmad bisa kembali menjadi trisula di depan bersama Felipe Martins dan Frets Butuan yang kali ini diharapkan tampil moncer.
Berada di peringkat terakhir dengan 34 poin, PSMS memang tersudut. Jika gagal menang lagi, PSMS semakin sulit untuk merangkak dari zona degradasi. “Saya sangat yakin, kami latihan dengan semangat yang tinggi. Tidak banyak waktu. Kami tidak pikirkan seri atau kalah, kami hanya pikir kemenangan. Saat main setengah 4 (sore) selalu ada masalah, baik itu cuaca, penonton. Tapi mungkin lebih baik main setengah 7 (malam). Mudah-mudahan pemain ikut rencana,” kata Butler.
Butler juga sudah membaca kekuatan Persebaya. Poros serangan terfokus kepada David Da Silva sebagai target man dan dua sayap lincah, Osvaldo Haay serta Irfan Jaya. Kali ini Irfan menggantikan Oktavianus Fernando yang terkena akumulasi. “Saya hormat ke mereka. Saya sudah tonton mereka dan evaluasi. Mereka ada banyak pemain yang saya hormat. Mungkin mereka sama dengan kami, hilang banyak gol tapi juga cetak banyak gol. Mereka punya Da Silva, Osvaldo Hay yang sangat berbahaya saat panas,” tambah Butler.
Sementara Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman tak datang dengan belas kasihan. Djanur ingin membawa pulang tiga poin meskipun itu akan melukai sang mantan. “Menghadapi tim yang dulu saya bentuk, perpindahan pelatih dari satu klub yang satu ke satu itu wajar. Saya pasti akan berusaha maksimal untuk klub yang saya bela sekarang. Pasti saya profesional dan ingin meraih poin penuh disini,” kata Djanur.
Djanur mengakui masih mencintai PSMS dan kerap mengikuti perkembangan mantan timnya. Namun tak ada sedikitpun dalam kamusnya mengalah meski PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi keluar dari zona degradasi. “Sekali lagi saya tegaskan, tidak mungkin saya melacurkan diri. Sebagai pelatih tidak mungkin saya suruh pemain saya mengalah.
Ini demi martabat. Masyarakat juga sekarang lagi hangat-hangatnya ngomongi pengaturan skor. Sudah cukup saya membantu PSMS dengan menaikkan tim ini ke Liga 1. Saya tidak tahu efek pertandingan besok untuk PSMS seperti apa, tapi saya yakin mereka masih bisa berjuang di dua laga sisa walau kalah besok,” tambahnya.
Djanur mewaspadai motivasi anak asuhnya. Itu yang bisa menjadi pembeda. Sementara trio pemain asing bawaan Butler, Shohei Matsunaga, Felipe Martins dan Alexandros Tanidis menurutnya tak terlalu istimewa untuk mengancam skuadnya. “Kalau soal itu saya sangat hafal pasti, tapi yang harus diwaspadai adalah motivasi mereka. Kalau pemain asing, saya lihat tidak terlalu jauh berbeda dari pemain asing terdahulu,” pungkasnya. (don)
SUMUTPOS.CO – Ketergantungan industri kelapa sawit Sumatera Utara dengan permintaan pasar ekspor, masih tinggi. Data dari Dinas Perkebunan Sumut, produksi TBS sawit yang diolah menjadi crude palm oil (CPO), hanya terserap 40 persen oleh industri lokal atau domestik. Sisanya 60 persen produksi CPO harus diekspor.
SAAT ini, luas perkebunan sawit di Sumatera Utara saat ini mencapai 1,2 juta hektar. Area terluas terdapat di Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan.
“Dari 100 persen produksi CPO yang diperoleh, hanya 40 persen yang diserap industri domestik. Antara lain dijadikan minyak goreng dan biodiesel. Untuk pengolahan minyak goreng hanya terserap lebih kurang 10 persen,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati menjawab Sumut Pos, Jumat (30/11), terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani, dari normalnya Rp1.300 per kg menjadi rata-rata Rp790 per kg.
Penyerapan CPO sebanyak 10 persen menjadi minyak goreng, menurut Herawati, sudah sangat cukup untuk kebutuhan di Sumut. Buktinya, sangat jarang terdengar kabar Sumut mengalami kelangkaan minyak goreng. “Sebetulnya hilirisasi domestik untuk produk turunan CPO inilah yang perlu diperluas. Sehingga produk yang kita miliki tidak kalah bersaing dengan produk dari negara lain,” katanya.
Tentang anjloknya harga TBS sawit, Herawati menolai, dikarenakan ekonomi global yang sedang lesu. Untuk itu, ia menyarankan petani agar mengurangi konsumsi rumah tangga. Juga menjaga soliditas komunitas petani sekaligus mencari bentuk usaha lain di luar yang dijalani sekarang. “Petani sudah bisa berpikir diversifikasi usaha, untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Sebab kita tidak bisa memegang kendali pasar saat ini terlebih untuk komoditas ekspor seperti sawit,” katanya.
GAPKI: Percepat B20 dan B30
Menanggapi anjloknya harga TBS sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara (Sumut) menyarankan pemerintah melakukan percepatan implementasi produksi biodiesel B20-B30.
“Solusi, salah satunya penghapusan sementara kutipan (biaya ekspor) sawit $50/ton. Ini sudah dilakukan kemarin. Tetapi yang terpenting adalah percepatan implementasi B20 dan kalau bisa B30,” ujar Sekretaris GAPKI Sumut, Timbas Prasad Ginting, kepada Sumut Pos, Jumat (30/11).
Percepatan implementasi penggunaan B20-B30, yakni penggunaan minyak sawit dalam campuran solar (biodiesel) berdasarkan angka persentase. Kata Timbas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bisa dimanfaatkan untuk penggunaan B20-B30.
“Kita minta agar pemerintah segera mengeluarkan surat agar BUMN, seperti PLN yang mesinnya menggunakan solar di 2018, segera menggunakan B50-B100. Sehingga penyerapan CPO di dalam negeri makin meningkat dan harga CPO bisa kembali stabil,” jelasnya.
Begitu juga dengan kendaraan bermotor, agar mengunakan bahan bakar solar B20. “Kalau CPO Indonesia digunakan untuk bahan bakar, maka produksi CPO kita akan terserap cukup banyak dalam negeri,” sebutnya
Dengan peningkatan pengunaan biosolar (dengan campuran minyak sawit) secara massal, otomatis produksi CPO tidak tergantung pada pasar global. Pasokan CPO dunia pun akan berkurang. Sehingga harga bisa dikendalikan. “Tak hanya petani dan perusahaan yang untung, negara juga ikut untung,” kata Timbas. Senada dengan Timbas, Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan, penerapan mandatory B20 sebenarnya menjadi jalan keluar atas anjloknya harga minyak sawit saat ini. Soal B20, menurutnya Indonesia lebih maju dibandingkan negara tetangga Malaysia, yang baru menerapkan B10.
“Namun jika ditanya mengenai solusi menaikkan harga TBS saat ini, jelas tidak ada solusi instan. Jangka pendek, kita tetap tidak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa berharap pada konsumsi CPO global,” ucap Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) itu, kemarin.
Alasannya, kata dia, saat ini stok CPO dunia terus membanjir pasar.
Sementara terjadi penguatan mata uang rupiah, ditambah lagi penurunan harga komoditas dunia. Termasuk komoditas yang jadi pesaing sawit, yakni kedelai.
Ia berharap, ada kebijakan dari negara pengimpor, khususnya yang bisa memperlonggar kebijakan tarif impor sawit. Contohnya oleh India, sebagai salah satu pengimpor besar CPO dari Indonesia.
Solusi jangka panjang, menurut Gunawan, adalah memperbanyak konsumsi sawit dalam negeri. Solusi ini akan mampu menstabilkan harga TBS Sawit ke harga normal. “Dibutuhkan kesiapan investor, termasuk ketersediaan infrastrukturnya,” tutur Gunawan. (prn/bal/gus)
Telkomsel akan menggelar event I LOOP Run bertema Cosplay dengan berbagai Jersey Hero Mobile Legend yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2018 di Lapangan Udara Soewondo.
Telkomsel akan menggelar event I LOOP Run bertema Cosplay dengan berbagai Jersey Hero Mobile Legend yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2018 di Lapangan Udara Soewondo.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses dengan I LOOP Fun Run bertema “Local Hero” pada tahun lalu, kini Telkomsel kembali menghadirkan event lari I LOOP RUN 2018 dengan tema “Lari Pakai Jersey Hero Mobile Legend Favorit” yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2018 di Lapangan Udara Soewondo Medan pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para pecinta lari untuk melakukan hobinya secara kekinian ala Game Mobile Legend yang sangat digemari oleh masyarakat saat ini.
General Manager Youth and Community Area Sumatera Telkomsel Nurcahyo Priyadi mangatakan, “I LOOP Run merupakan salah satu sarana yang disediakan oleh Telkomsel untuk masyarakat menjalankan gaya hidup sehat melalui olahraga lari. Tahun ini I LOOP Run mengangkat tema Mobile Legend dimana race pack untuk seluruh peserta berupa jerseyhero yang ada di Game Mobile Legend.”
Untuk mengikuti event lari hits yang menjadi persembahan khusus dari Telkomsel ini dapat dilakukan secara online melalui loop.co.id/ilooprun atau dapat menghubungi CP official di +6281214830883. Gaya hidup digital serta hobi bermain game yang digemari anak muda saat ini menjadi alasan utama Telkomsel memilih tema berbeda pada event tahunan ini. Selain itu, Telkomsel juga menyediakan total hadiah senilai ratusan juta rupiah yang akan diundi pada saat pelaksanaan I LOOP Run nantinya. Kegiatan ini menyediakan Paket Liburan ke Korea bareng Viu sebagai Grand Prize serta hadiah lainnya, seperti motor dan Taplus BNI Rp15 juta.
“Pemilihan tema lari pakai jersey hero Mobile Legend favorit kami pilih mengingat antusiasme masyarakat saat ini akan Game Mobile Legend dan sebagai perusahaan yang mendukung penuh transformasi digital, tentunya kami akan selalu menghadirkan event yang dapat memberikan experience digital lifestyle langsung kepada warga Medan,” lanjut Nurcahyo.
I LOOP Run 2018 dibagi menjadi 2 kategori, yakni kategori 10K dan kategori 5K. Bagi pelajar yang mendaftarkan diri di kelas 5K dapat membayar seharga Rp. 75.000,- dan 10 K Rp. 125.000,-. Sedangkan untuk kelas umum, untuk kategori 5K dapat membayar sejumlah Rp. 150.000,- dan 10K senilai Rp. 250.000,-. Event ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat dengan cara yang kekinian.
Saya mencermati satu layar ke layar lain. Yang banyak ditempelkan di dinding. Di salah satu layar terlihat satu kotak kecil: warna kuning. Hanya satu kotak itu yang harus diwaspadai. Puluhan kotak lainnya normal.
Itulah layar-layar monitor. Untuk mengetahui banyak hal: apakah ada masalah di pesawat. Yang lagi terbang di langit.
Semua terhubung dengan monitor itu. Di Maintainance Control Centre (MCC) itu. Setiap terjadi ketidaknormalan, petugas MCC tahu: pesawat apa yang lagi bermasalah. Di mana masalahnya. Lalu: apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus dipersiapkan.
Itulah salah satu ruang penting di Garuda Maintainance Facility. Yang berlokasi di dekat landasan pacu bandara Soekarno-Hatta.
Saya diajak ke GMF minggu lalu. Sebelum terbang ke Palembang – lalu ke Malaysia. Itulah anak perusahaan Garuda yang paling moncer. Manajemennya bagus. Banyak perusahaan penerbangan asing percaya padanya.
Kinerja keuangannya juga istimewa: laba besar. Setelah lama dipisah dari Garuda. Menjadi anak perusahaan saja. Tujuannya: agar tidak ketularan penyakit di Garuda. Yang sensitif atas naik-turunnya harga bahan bakar. Atau naik-turunnya rupiah.
Tahun lalu GMF go public. Terbilang sukses. Apalagi kalau pembeli saham tutup mata: tidak mengaitkannya dengan kinerja buruk keuangan Garuda.
Saat ke GMF itu saya disambut direktur utamanya: Ir Iwan Joeniarto MM. Alumni Teknik Industri ITS Surabaya. Dipaparkanlah kinerja GMF. Dari tahun ke tahun. Membuat saya ikut bangga.
Di saat peninjauan itu saya melihat dua pesawat besar KLM. Milik perusahaan penerbangan kebanggaan Belanda. Yang sudah dibeli Air France. “Wow. KLM pun sudah percaya kepada GMF,” puji saya.
Saya pun diajak naik ke Boeing 747 itu. Pekerja GMF lagi sibuk. Saya ingat: sering naik KLM. Dulu. Kalau ke Eropa. Sebelum ada Emirates. Atau Qatar Airways.
Saya juga melihat bagian perawatan mesin. Termasuk mesin-mesin Boeing 737. Yang populasinya sangat besar di Asia Tenggara.
Ada ruang kedap suara. Yang begitu kedapnya. Suara mesin jet 737 pun bisa ditahannya. Mesin yang lagi dites. Pun dalam kecepatan tertingginya.
Napi LP Kelas II-A Lambaro Banda Aceh yang kabur, ditangkap petugas, Jumat (30/11/2018).
Napi LP Kelas II-A Lambaro Banda Aceh yang kabur, ditangkap petugas, Jumat (30/11/2018).
BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Ratusan narapidana Lapas Kelas II A Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar kabur sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis (29/11).
“Jumlah mereka sekitar seratusan kabur dari pintu belakang,” sebut seorang polisi yang ditemui di lokasi.
Selain dari pintu, para narapidan juga sebagiannya kabur lewat jendela jelang magrib. “Mereka loncar lewat jendela belakang,” ujar seorang petugas Lapas.
Aksi para narapidana melarikan diri melintasi persawahan sekitar hotel prodeo tersebut sempat direkam warga. Kabar kaburnya tahanan sempat membuat warga cemas, apalagi dikabarkan ada napi yang membawa senjata tajam dan mencuri sepeda motor warga untuk meloloskan diri.
Menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombes. Pol Trisno Riyanto pihaknya langsung ke lokasi usai mendapat informasi. Hasil penyelidikan sementara pihaknya, narapidana merusak kawat pembatas di ruang tamu berikutnya merusak pintu dan jendela.
“Terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, napi yang berhasil lari 113 orang, belum diidentifikasi napi kasus apa,” sebutnya.
Saat peristiwa terjadi, Lapas hanya dijaga 12 orang petugas. “Jadi petugas tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan seorang kena pukul tapi tidak apa-apa,” jelasnya lagi.
Sekitar tiga jam setelah peristiwa, pihaknya berhasil menangkap tiga narapidana. Mereka telah diamankan di Polsek Ingin Jaya, Aceh Besar.
Polisi dibantu TNI terus melakukan pengejaran terhadap narapidana. Hingga berita ini terbitkan, pihaknya belum mendapat laporan adanya yang membawa senjata dan merampas kenderaan warga. (ibi/mag-81/mai)
Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017. Masih berpangkat kolonel.
Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017. Masih berpangkat kolonel.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro Brigjen TNI Maruli Simanjuntak mendapat promosi jabatan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.
Maruli menggantikan Mayjen TNI (Mar) Suhartono yang dirotasi menjadi Komandan Korps Marinir. Rotasi ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1240/XI/2018 yang ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (29/11/2018).
Dunia Paspampres tak asing bagi lulusan Akademi Militer 1992 ini. Maruli pernah menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres dari 2014-2016. Grup A merupakan grup yang melekat langsung dalam mengamankan Presiden.
Dari Komandan Grup A Paspampres, Maruli promosi jabatan dan mengemban amanat sebagai Komandan Korem 074/Warastratama (Solo). Pada April 2017, Maruli kembali bergabung dalam korps Paspampres dan menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres.
Pada Oktober 2018, Maruli kembali dirotasi menjadi Kasdam IV/Diponegoro. Baru satu bulan mengemban jabatan tersebut, kini Maruli kembali mendapatkan promosi sebagai Komandan Paspampres. Jabatan baru itu membuat pangkat di pundak Maruli naik menjadi dua bintang atau mayor jenderal (mayjen).
Maruli yang merupakan menantu dari Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini sebelumnya juga berpengalaman dalam Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra. (kps)
SUMUTPOS.CO – Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok ke titik terendah sejak tahun 2015. Dari harga normal Rp1.300 per kg, harga anjlok ke angka Rp780 per kg. Bahkan bagi petani yang kebunnya jauh dari jalan raya, TBS hanya dihargai agen Rp400 per kg.
Merasa rugi di ongkos, sejumlah petani sawit di Sumatera Utara memilih tidak panen. Mereka mem-biarkan buah berjatuhan dan membusuk di tanah.
SEJUMLAH petani yang mengelola perkebunan sawit mulai dari hitungan hektaran sampai rantaian di Kampung Panglong, Desa Sei Priok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengatakan hingga Kamis (29/11), harga penjualan TBS tinggal Rp780 per kgn
Padahal seminggu sebelumnya, masih Rp1.300 per kg.
“Saat ini, kebanyakan petani sawit saat ini membiarkan buah sawit matang di pohon hingga brodolan sawit jatuh ke tanah. Mengapa? Karena petani enggan memanen TBS karena harga penjualan tidak sebanding dengan biaya panen, pemupukan, dan perawatan kebun sawit,” kata Sarmun (60), petani sawit warga Desa Panglong, Serdang Bedagai.
Ia mengatakan, harga upah panen sawit hingga pelangsiran keluar sampai ke lokasi pengumpulan buah sawit saja, hampir mencapai Rp400 per kg. Hitung-hitungan petani sawit, hampir separuh dari harga jual TBS habis untuk menggaji pemanen dan ongkos langsir. “Bisa dibilang, saat ini petani merugi puluhan juta rupiah,” kata Sarmun.
Informasi yang diterima para petani dari agen, harga TBS sawit turun karena harga CPO dunia sedang turun. “Kata agen yang membeli TBS milik masyarakat, harga pembelian dari pabrik juga menurun, menyebabkan harga pembelian di lapangan ikut turun,”katanya.
Untuk itu, petani sawit berharap pemerintah campur tangan dengan harga TBS sawit. Karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding lagi dengan hasil. “Harga sawit petani murah, sedangkan harga pupuk terus merangkak naik. Itupun susah diperoleh,” ungkapnya.
Senada dengan Sarmun, Ketua Umum Samade (Sawitku Masa Depanku), Tolen Ketaren, kepada Sumut Pos, mengatakan, anjloknya harga TBS membuat petani sawit benar-benar hancur-hancuran.
“Kalau misalnya sawit dipanen, harga jualnya habis hanya untuk upah panen saja. Bagaimana lagi mau memupuk dan perawatan? Untuk makan saja susah. Sekarang, banyak petani yang tidak melakukan pemupukan lagi. Sudah pasti, kualitas dan kuantitas sawit menurun,” kata Ketaren.
Tanpa pemupukan, menurutnya kenaikan produktifitas TBS sawit seperti yang diharapkan pemerintah, akan sulit tercapai. Karena bagaimanapun bagusnya bibit, kalau sawit tidak dirawat, hasilnya pasti turun.
“Idealnya harga sawit minimal Rp850 per kg. Itupun masih untuk biaya perawatan dan pemupukan. Agar untuk petani bisa dapat uang sedikit, idealnya harga di atas Rp1.000 per kg. Saat ini saya pribadi menjual Rp670 ke pengepul. Ada yang Rp400 kalau jauh dari jalan raya, karena ada upah langsir ke titik pengumpulan,” lanjut Ketaren yang memiliki lahan sawit di Deliserdang ini.
Ditanya soal penghasilan dari satu hektar kebun sawit, Ketaren menjelaskan, jika harga TBS sawit di atas Rp1.000 per kg, petani memperoleh penghasilan kotor Rp1,5 juta per bulan. Namun dengan harga saat ini, petani hanya memperoleh penghasilan kotor kurang dari Rp1 juta per bulan.
“Untuk operasional, per satu hektar biasanya sekitar Rp700 ribu. Untuk upah panen saja sekitar Rp300 ribu. Dalam 1 bulan bisa 2 kali panen. Hitung sendirilah,” katanya.
Untuk pupuk subsidi, menurut pemerintah ada. “Namun kalau kita mencari, tidak dapat,” kata Ketaren.
Agen pembeli buah sawit, Wak Arun (56), yang dikonfirmasi mengatakan, harga jual di pabrik pengolahan buah sawit terus mengalami penurunan. Otomatis, harga pembelian ke tingkat petani juga mengalami penurunan.
“Hampir seminggu ini harga turun terus. Kita beli di petani Rp780 per kg. Terkadang kita juga rugi. Karena kita beli Rp780 di petani, keesokan buah sawit kita jual, eh… harganya sudah turun. Belum lagi biaya transportasi angkutan dan supir. Tapi karena kita sudah langganan terhadap petani sawit, buah sawit yang sudah dipanen itu terpaksa kita angkat juga,” keluhnya.
Asahan juga Mengeluh
Tak hanya petani di Serdang Bedagai dan di Deliserdang, petani sawit di Asahan juga mengeluhkan anjloknya harga TBS. Di Asahan, harga TBS di tingkat pengepul mencapai Rp900 per kilogram.
Salahsatu petani di Asahan, Ali, kepada Sumut Pos mengatakan, anjloknya harga TBS, membuat petani mulai kelabakaan mencukupi biaya kebutuhan hidup yang semakin meningkat. “Soalnya saya memiliki tiga anak, dan dua putra saya masih kuliah,” bilangnya.
Anto, petani sawit di Asahan, mengatakan, harga TBS sawit yang hanya Rp900 per kilogram, masih harus dipotong biaya panen sebesar Rp200 per kilogramnya. Otomatis, sisa penjualan yang diterima menurun. “Jika harga TBS terus turun, bagaimana nasib kami petani ini? Belum lagi biaya perawatan rutin seperti memupuk dan membabat. Sudah tidak terbayangkan lagi.
Saya harap bapak-bapak di pemerintah pusat memperhatikan nasib kami,” ujarnya.
Salahsatu pengepul TBS, Gunawan, mengatakan sekitar 2 minggu lalu mereka masih bisa menjual TBS di angka Rp1.200 per kilogram. Namun harga terus menurun hingga ke angka Rp900 per kilogram.
“Kami sesuaikan harga dengan pabrik. Per kilogram, pengepul hanya mengambil untung kurang lebih Rp100. Memang harga saat ini sangat memprihatikan,” ujar Gunawan.
Menyusul anjloknya harga TBS, sejumlah asosiasi petani sawit telah meminta pada Presiden Jokowi, agar Pungutan Eksport (PE) sawit dinolkan. Permintaan itu sudah dikabulkan. Namun kabarnya baru akan diberlakukan per 2 Desember 2018.
“Kemarin saat tender, saya lihat harga sawit sudah naik Rp200. Dengan nol pungutan ekspor, harga terdongkrak naik. Kita hitung-hitung, paling tidak akan naik Rp150 per kilogram. Kita harap, Pabrik Kelapa Sawit tidak bermain,” harap Sarmun, petani sawit warga Desa Panglong, Serdang Bedagai. (ian/ain/omi)