29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5735

Pengurus Korpri Nias Dikukuhkan

ADITIA LAOLI/SUMUT POS SERAHKAN:Sekda Nias Drs F Yanus Larosa, MAP menyerahkan bendera Korpri kepada Ketua Pengurus Korpri Unit Setwan Kabupaten Nias, Samson Halawa.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
SERAHKAN:Sekda Nias Drs F Yanus Larosa, MAP menyerahkan bendera Korpri kepada Ketua Pengurus Korpri Unit Setwan Kabupaten Nias, Samson Halawa.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pada era milenial, hampir semua bidang kehidupan telah ditransformasi secara digital, sehingga pelayanan harus cepat, akuntabel dan transparan. Untuk itu, diminta semua anggota Korpri meningkatkan kapasitas dan penguasaan teknologi guna menghindari dampak yang berimbas pada lambannya pelayanan publik.

Demikian imbauan Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM pada acara pengukuhan pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat Kabupaten, Kecamatan dan unit BUMD lingkup Pemerintah Kabupaten Nias, periode 2017-2022.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan oleh ketua dewan pengurus Korpri Kabupaten Nias, Drs F Yanus Larosa, M.AP dan dihadiri oleh Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM di Gedung serba guna Salak Madu, Jalan Nias Tengah Km 9, Desa Faekhu, Gunungsitoli Selatan, Jumat (23/11).

Dengan pengukuhan ini, lanjut bupati Korpri Kabupaten Nias menjadikannya sebagai momen yang tepat untuk membangkitkan spirit dan komitmen para pengurus dalam menjalankan roda organisasi maupun pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berpesan untuk tetap komit dan ikhlas melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehingga visi, misi dan fungsi organisasi Korpri benar-benar dirasakan dan berdampak positif bagi masyarakat secara umum dan terlebih-lebih bagi seluruh anggota Korpri di Kabupaten Nias”, ujar Sokhiatulo.

Sokhiatulo juga mengingatkan organisasi Korpri Nias tetap menjaga netralitas, terutama dalam menyikapi proses demokrasi yang akan datang baik di daerah maupun tingkat nasional.

“Jangan mudah terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan dari kekuatan politik manapun. Tetapi tetaplah pelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta bekerjalah secara professional”,pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua dewan pengurus Korpri Kabupaten Nias, Drs F Yanus Larosa menekankan kepada pengurus Korpri yang baru dilantik agar tidak mensia-siakan kepercayaan yang telah diberikan, dan diharap mampu mengemban tugas yang diberikan melakukan inovasi serta terobosan baru yang dapat meningkatkan solidaritas, dan kesejahteraan anggota Korpri di unit masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Yanus Larosa mengingatkan akan tugas pokok seluruh anggota Korpri, yaitu sebagai abdi negara memiliki tugas dan kewajiban melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan amanat konstitusi dan peraturan hukum yang berlaku. Sebagai abdi masyarakat harus selalu memberikan pelayanan publik terbaik kepada seluruh masyarakat dan sebagai abdi pemerintah. (mag-5/han)

Lukisan Mural Perindah Kota Kisaran

.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berusaha menjadikan Kota Kisaran sebagai kota yang ramah lingkungan.

Dua tembok panjang di Jalan Panglima Polem dan Pasar Bhakti di Kecamatan Timur dan Barat, menjadi tempat para seniman mural bebas mengeluarkan ekspresinya di tembok tersebut.

Kata-kata dan pesan moral bermakna imbauan, tertera dalam sebuah lukisan. Di antaranya, tampak sepotong tangan yang menarik rambut seorang anak yang terlihat mengerang kesakitan.

Lukisan berisi imbauan untuk melindungi anak-anak dari kekerasan itu, merupakan salah satu dari deretan panjang lukisan mural yang terpampang di tembok-tembok pagar milik warga.

Camat Kecamatan Kisaran Barat, Agus Jaka Putra Ginting, Jumat (24/11) kepada Sumut Pos, tujuan pembuatan lukisan mural tersebut untuk mempercantik Kota Kisaran, khususnya Kecamatan Kisaran Barat.

“Melukis tembok tersebut merupakan gagasan dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan Ny Winda Fitrika Taufan Gama, “kata Agus.

Ditambahkannya, pihaknya juga menggandeng komunitas mural yang ada di Kabupaten Asahan. Sehingga anak-anak muda yang memiliki hobi melukis bisa menyalurkan bakatnya dalam kegiatan yang positif.

“Rencananya, lokasinya akan kita tambah lagi. Titiknya akan kita cari lagi di Kelurahan Kisaran Barat. Dan bagi anak muda yang ingin menyalurkan bakatnya melukis, bisa berkoordinasi dengan kami (kecamatan) atau langsung kepada pemilik tembok,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, penggiat seni mural di Asahan, Wahyu mengapresiasi hal tersebut dimana mural di kota kota besar dijadikan bahan penyampaian pesan kepada masyarakat lewat seni melukis tembok di jalanan.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi sekali kalau Pemda setempat mem fasilitasi para seniman mural khususnya di Kabupaten Asahan. Kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan kerjasama. Kami para seniman bisa menuangkan ruang ekspresi sementara Pemerintah memfasilitasi dan menyampaikan pesan tersirat kepada warganya melalui lukisan tembok,”bilangnya. (omi/han)

Pasar Internasional Akui Kopi Arabika Deliserdang

TERIMA: Kabid PPI dan PPM Nety Yustina SSos menerima piagam penghargaan stand terbaik Kopi Arabika Deliserdang dalam pameran BITTRA EXPO 2018) di Level 21 Mall, Denpasar Barat, Bali, Sabtu (24/11).
TERIMA: Kabid PPI dan PPM Nety Yustina SSos menerima piagam penghargaan stand terbaik Kopi Arabika Deliserdang dalam pameran BITTRA EXPO 2018) di Level 21 Mall, Denpasar Barat, Bali, Sabtu (24/11).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kopi Arabika asal Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang meraih penghargaan stand terbaik bidang informasi investasi yang diselenggarakan PT Visi Sinergi Antarnusa (VSA) dalam pameran “Bali Investment, Tourism & Trade Expo 2018” (BITTRA EXPO 2018) di Level 21 Mall, Denpasar Barat, Bali, Sabtu (24/11).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM PPTSP) Deliserdang, Jonas Damanik SH melalui Kabid PPI dan PPM Nety Yustina SSos mengatakan, pihaknya membawa 6 produk yang salah satunya kopi dan meraih penghargaan.

“Promosi unggulan daerah Deliserdang yang kita tampilkan, salah satunya potensi dari perkebunan yaitu kopi Arabika. Dengan produk UKM yang dipamerkan, ya hanya kopi yang saya unggulkan dan Alhamdulilah mendapat penghargaan stand terbaik,” kata Nety.

Disebut, acara itu berlangsung pada 22-25 November 2018 yang diikuti seluruh perwakilan daerah di Indonesia. “Dinas Perindag dan Pertanian Deliserdang sudah pernah membawa kopi Arabika kita ini, namun baru kali ini mendapat penghargaan. Saat pameran, banyak pengunjung dan bayer (perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian -red) yang tertarik dengan kopi Arabika asal Kecamatan Kutalimbaru itu agar bisa berskala nasional,”ujar Nety.

Menurut Nety, pihaknya diundang PT VSA yang bergerak dalam kehumasan dengan konsentrasi usaha di bidang MICE dan Event Organizer (Penyelenggara Pameran). “Dalam rangka mempromosikan peluang Investasi, Pariwisata, Perdagangan dan UMKM serta upaya meningkatkan export dengan tema acara peluang investasi, pariwisata dan perdagangan di Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dan Dinas PM PPTSP Deliserdang diundang menjadi peserta,” sebutnya mengakhiri.(btr/han)

Korpri Langkat Gelar Donor Darah

BAMBANG/SUMUT POS DONOR DARAH: Warga dan anggopta Korpri Langkat melakukan donor darah yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.
BAMBANG/SUMUT POS
DONOR DARAH: Warga dan anggopta Korpri Langkat melakukan donor darah yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Panitia HUT ke-47 Korpri Pemerintah Kabupaten Langkat bekerjasama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Langkat , menyelenggarakan bhakti sosial donor darah di ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Jumat (23/11).

Bhakti sosial tersebut, diikuti oleh ratusan orang dari ASN, warga Korpri dan pengurus DWP Kabupaten Langkat. Ketua DWP Kabupaten Langkat Ny Indra Salahudin menjelaskan, selain untuk menyambut HUT Korpri, juga untuk melakukan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia, sebagai bentuk nilai kepedulian sesama dan kemanusian.

“Karena setetes darah kita sangat berharga, bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” sampainya. Manfaat Donor darah, kata ketua DWP, selain bernilai ibadah juga dapat menyehatkan tubuh pendonor itu sendiri, sehingga tetap segar dan bugar.

Semoga semua yang telah ikut serta mendonorkan darah, selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. “Jadi kita harus ihklas mendonorkan darah kita, karena bisa mendapat dua keuntungan di dunia dan diakhirat, jadi tak perlu ragu dan takut bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya secara rutin,” sebutnya. (bam/han)

Pengurus Satria Wibawa se-Sumut Dikukuhkan, Diharap Beri Kontribusi ke Pemerintah

adezulfi/sumut pos PATAKA: Ketua Dewan Pendiri Satria Wibawa Sumatera Utara Burhanuddin Sitepu menyerahkan bendera pataka kepada Ketua DPW Satria Wibawa Sumut Drs Surip saat pelantikan massal di Lapangan Pasar 1 Tanjungsari, Medan Selayang, Minggu (25/11).
adezulfi/sumut pos
PATAKA: Ketua Dewan Pendiri Satria Wibawa Sumatera Utara Burhanuddin Sitepu menyerahkan bendera pataka kepada Ketua DPW Satria Wibawa Sumut Drs Surip saat pelantikan massal di Lapangan Pasar 1 Tanjungsari, Medan Selayang, Minggu (25/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan organisasi Satria Wibawa Sumatera Utara (Sumut) diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pemerintah dalam pembangunan. Hal ini disampaikan Burhanuddin Sitepu selaku Ketua Dewan Pendiri Satria Wibawa saat mengukuhkan dan melantik secara massal kepengurusan DPW, DPD, DPC, Satgas, Satkom dan Srikandi Satria Wibawa se-Sumut di Lapangan Pasar 1 Tanjungsari, Medan Selayang, Minggu (25/11).

Di hadapan undangan yang hadir diantaranya Ketua Joko Tingkir Sumut Soekirmanto, Lurah Tanjungsari Lilik mewakili Camat Medan Selayang, serta pengurus Pendowo Deliserdang, Rapi Sumut, Komonitas Ganbrong, DPC Partai Demokrat serta Caleg Partai Demokrat Kota Medan, Burhanuddin berharap, seluruh pengurus Satria Wibawa baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi dapat sama-sama membesar organisasi yang baru lahir ini. “Ini adalah rumah kita. Mari sama-sama kita jaga. Cukup banyak pengorbanan baik materi maupun moril yang kita berikan untuk mendirikan organisasi ini,” kata Burhanuddin Sitepu yang juga pimpinan DPRD Kota Medan ini.

Dia juga mengamanahkan kepada Ketua DPW Satria Wibawa Sumut Drs Surip untuk mengembangkan organisasi ini ke seluruh pelosok Sumatera Utara. Di mana saat ini, Satria Wibawa telah berdiri di Kabupaten Langkat, Deliserdang dan Kota Medan. Sedangkan kepengurusan di Kota Binjai dalam waktu dekat segera terbentuk.

“Saya sangat apresiasi kegigihan kawan-kawan pengurus DPW Satria Wibawa Sumut. Berkat kerja keras mereka, organisasi ini sudah berdiri di 3 kabupaten/kota. Bahkan untuk Kota Medan sudah terbentuk pengurus setingkat Kecamatan. Untuk itu, lakukan terus konsolidasi agar organisasi ini dapat terus berkembang hingga ke kepelosok daerah di Sumut,” ungkap Burhanuddin.

Dia juga mengungkapkan, organisasi ini terbentuk berkat keinginan beberapa warga untuk memiliki sebuah wadah untuk bersilaturahmi dan berkomuniksi. Akhirnya muncullah gagasan untuk membentuk organisasi ini. Awalnya dari tingkat lingkungan,  akhirnya mendapat sambutan positif dari masyarakat khususnya komunitas Suku Jawa, akhirnya dibentuklah untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Lalu diurus akte notarisnya dan didaftarkan ke Kemenkumham, sehingga organisasi ini resmi sebagao Ormas. “Jadi hari ini pengesahan secara de factonya. Melihat emosional yang hadir, saya optimis Satria Wibawa bisa berkembang luas di Sumut,” ungkap Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Sementara Ketua Umum Joko Tingkir Sumut Soekirmanto dalam sambutannya mengaku bangga dan salut kepada Burhanuddin Sitepu. “Terima kasih kepada Bapak Burhanuddin Sitepu yang sudah peduli dengan masyarakat Jawa. Walau beliau bersuku Karo, tapi kepeduliannya terhadap suku Jawa tak diragukan lagi. Diantaranya, berdirinya Satria Wibawa ini,” kata Soekirmanto.

Dia juga memberi apresiasi khusus kepada Srikandi Satria Wibawa yang menurutnya sangat luar biasa. Pasalnya, meski baru terbentuk namun Srikandi Satria Wibawa sudah mampu menghapal dan membawakan lagu mars Satria Wibawa dengan baik. “Ini sungguh luar biasa. Baru terbentuk, tapi sudah punya lagu mars dan dibawakan dengan baik oleh Srikandi,” ungkapnya.

Sementara Lilik, mewakili Camat Medan Selayang dan selaku tokoh masyarakat juga memberi apresiasi positif atas terbentuknya Satria Wibawa, mulai tingkat kecamatan hingga provinsi. Menurutnya, nama organisasi ini juga memiliki makna yang positif. Dimana Satria memiliki makna lelaki pemberani dan wibawa adalah memiliki sikap yang dihormati. “Sehingga Satria Wibawa dapat dimaknai sebagai lelaki pemberani yang sangat dihormati,” ungkap Lilik.

Dia juga yakin kalau Satria Wibawa ini bisa berkembang di Sumatera Utara dan mampu memberi kontribusi bagi pemerintah dalam pembangunan. “Apalagi pendirinya Bapak Burhanuddin Sitepu merupakan sosok yang familiar dan peduli terhadap masyarakat. Gagasan pendirian Satria Wibawa ini sangat luar biasa,” tandas Lilik.

Sebagai rasa syukur atas pelantikan pengurus DPW, DPD, DPC Satgas, Satkom, dan Srikandi Satria Wibawa ini, juga diberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, penggali kubur dan bilal jenazah. (adz)

Hadiri Pelantikan Pengurus Mabigus Pramuka, Wawako Binjai: Generasi Muda Harus Mampu Lihat Peluang

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tahun 2030, generasi muda produktif harus mampu dan memanfaatkan peluang dan potensi yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Cabang Binjai yang juga Wakil Wali Kota Binjai (Wawako) Timbas Tarigan pada saat menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Gugus (Mabigus) Depan dan Pembina Gugus Depan Pramuka STKIP Budidaya masa bakti 2018-2021 pada akhir pekan lalu.

Wakil Wali Kota Binjai menilai, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melimpah di Indonesia. Bahkan turut didukung dengan Sumber Daya Alam sehingga semakin dilirik negara lain. “Tahun 2030 mendatang mengharuskan generasi muda usia produktif harus mampu memanfaatkan peluang dan potensi yang dimiliki. Akan ada musibah dan potensi. Musibah kalau kita tidak memiliki arah tujuan, tidak memiliki visi. Jikalau hanya berfikiran konsumtif, hanya berpasrah serta tidak ikut memikirkan sebuah perubahan,” jelas Timbas.

Sebagai generasi muda, kata Timbas, generasi muda juga harus mampu merubah pola pikir yang sebelumnya hanya tahu paradigma kebangsaan, harus berubah menjadi perubahan. Bagi dia, setiap orang yang memiliki paradigma akan mampu melakukan ekspansi.

“Tanamkan dalam diri semangat kepahlawanan, turut serta menjaga ketertiban dunia. Potensi SDA dan SDM kita besar. Maka kita harus mampu merubah pola pikir. Dunia sudah jauh mengalami perubahan. Artinya, seluruh informasi dunia sudah dapat diketahui dalam waktu singkat,” kata Timbas.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Timbas berpesan, untuk dapat terus memberikan perhatian terhadap kegiatan pramuka. Terus laksanakan pelatihan dan pembinaan kepramukaan. Terhadap mahasiswa juga diharap dapat memakai pakaian pramuka. (ted/han)

Mayat Bayi Perempuan Tergeletak di Pos Jaga Malam di Medan Johor

TKP penemuan mayat bayi di pos jaga malam di Jalan Eka Suka Raya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (25/11).
TKP penemuan mayat bayi di pos jaga malam di Jalan Eka Suka Raya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (25/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penemuan mayat bayi tergeletak di pos jaga malam bikin geger warga Jalan Eka Suka Raya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (25/11).

Bagaimana tidak, sesosok mayat bayi perempuan ditemukan dalam bungkusan plastik warna merah di pos jaga malam kawasan tersebut.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau mengatakan, mayat bayi itu pertama kali ditemukan warga. Diduga mayat bayi tersebut baru lahir, karena masih dilengkapi dengan ari-ari.

“Mayat bayi itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (Medan),” ungkapnya kepada wartawan.

Disebutkannya, sebelum ditemukan, tiga orang warga masing-masing bernama Kamal Helmi, 17, warga Jalan Eka Suka II, Raihan Aulia, 16, warga Jalan Eka Suka IV, dan Adi Wijaya, 20, warga Jalan Eka Rasmi, sedang nongkrong di pos tersebut dekat lokasi penemuan.

Kemudian, datang dua orang tukang pengumpul barang bekas yang tidak dikenal melewati mereka dan mengatakan ada bangkai di pos itu.

Mendengar hal tersebut, ketiganya pun langsung bergegas melihat isi plastik warna merah yang diletak di pos jaga malam. Setelah plastik dibuka ketiganya pun dikagetkan, karena ternyata isinya adalah mayat bayi.

“Setelah itu, ketiga saksi lalu memberitahukan kepada masyarakat dan Kepling setempat bernama Suyadi. Dimana laporan itu lalu diteruskan ke Polsek Delitua,” jelas BL Malau.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Delitua yang dipimpin oleh Kanit Reskrim langsung menuju lokasi penemuan mayat bayi. Selanjutya, usai dilakukan olah TKP, jenazah bayi malang langsung diboyong ke RS Bhayangkara Medan untuk penyelidikan.

“Saat ini kita sudah meminta keterangan dari 4 orang saksi atas penemuan mayat bayi ini untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. (fir)

Polisi Gagalkan Penyeludupan 24 Bal Ganja di Tapteng

Barang bukti ganja yang berhasil diamankan.
Barang bukti ganja yang berhasil diamankan-ILUSTRASI.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polres Tapteng menggagalkan penyeludupan 24 bal ganja siap edar di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (24/11) sekira pukul 00.30 WIB.

Puluhan bal paket ganja tersebut diangkut dengan menggunakan mobil yang dibawa dua tersangka berinisial ARS, 27, warga Pargodungan, Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, dan FAS, 42, ibu rumah tangga, warga Jl Sibuni-buni, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Kasat Narkoba Polres Tapteng AKP Martoni dalam keterangan tertulisnya Sabtu (24/11/2018) menjelaskan dari dalam mobil yang ditumpangi kedua tersangka ditemukan barang bukti dalam karung besar berisi 24 bal ganja yang dibalut lakban.

Kemudian satu karung plastik berisi enam bal ganja dibalut lakban, serta mengamankan satu unit mobil merek Toyota Avanza warna putih No Pol BB 188 MW.

Kasat narkoba Polres Tapteng AKP Martoni menerangkan, awalnya petugas mendapat informasi bahwa mobil yang ditumpangi kedua tersangka membawa ganja dari Mandailing Natal menuju arah Sibolga.

“Mendapat informasi tersebut, personel kemudian melakukan pengintaian dan melihat mobil yang ditumpangi kedua tersangka melaju. Setibanya di jembatan Sibuluan langsung dilakukan penyetopan, dan penangkapan serta menggeledah muatan mobil,” ungkap AKP Martoni.

Kedua tersangka bersama barang bukti ganja dan mobil dibawa saat ini telah diamankan di Mapolres Tapteng guna proses pemeriksaan. (jpg)

Orok Bayi Dibuang di Medan Petisah

Orok bayi tewas.
Orok bayi tewas-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penemuan orok bayi menghebohkan warga Jalan Waringin Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumut, Sabtu (24/11/2018) pagi.

Orok bayi berjenis kelamin laki laki itu ditemukan di pembuangan limbah Hotel Radison sekira pulul 08.30 WIB.

Tak berapa lama, petugas Polsek Medan Baru dan tim Inafis Polrestabes Medan yang mendapat kabar tiba di lokasi tersebut.

Selanjutnya orok bayi jenis laki-laki tersebut langsung dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan.

Kemudian, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu M Said Husein mengatakan, penemuan orok bayi laki laki tersebut berawal dari informasi pihak Hotel Radison. Selanjutnya, personil diperintahkan melakukan penyelidikan ke lapangan untuk melakukan kroscek.

“Dari keterangan saksi yang menemukan orok bayi tersebut pertama kali adalah Sudirman Rambe (34), selaku staf engginering hotel. Saat itu, saksi sedang melakukan pengecekan rutin ke tempat pembuangan limbah,” kata Said.

Ketika sedang melakukan pengecekan, saksi melihat ada bungkusan yang mencurigakan. Benar saja, di dalam bungkusan itu adalah orok bayi laki laki.

“Personil sedang melakukan penyelidikan, siapa yang membuang orok bayi tersebut,” ujarnya. (fir)

PSMS Medan Semakin Terpuruk di Dasar Klasemen

sutan siregar/sumut pos LATIHAN: Para pemain PSMS Medan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Rabu (12/9) sore ini, PSMS akan menjamu PSIS Semarang mengemban misi wajib menang untuk menghindari juru kunci di klasemen Liga 1 Tahun 2018.
sutan siregar/sumut pos
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, belum lama ini.

JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan semakin terpuruk di zona degradasi usai dikalahkan Persipura dengan skor 1-3 pada pekan ke 32 Liga 1 di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (24/11). Padahal sehari sebelumnya, dua rival di zona bawah klasemen PS Tira dan Perseru gagal meraih poin.

Perseru ditahan imbang 2-2 oleh Persib dan PS Tira kalah 0-1 dari Mitra kukar. Jika menang, sejatinya PSMS bisa naik ke posisi 15 dengan poin 37 melampaui Sriwijaya (36), Perseru (36), dan PS Tira (36).

Kini, kekalahan dari Persipura membuat tim besutan Peter Butler masih terbenam di dasar klasemen peringkat 18 dengan poin 34.

Pada pertandingan ini, kedua tim bermain imbang pada babak pertama dengan skor 0-0.

Namun, begitu babak kedua, PSMS seperti tak konsisten menjaga lini belakangnya seperti 45 menit pertama.

Baru berjalan tiga menit (48), striker kawakan Hilton Moreira sukses menjebol gawang PSMS yang dikawal Abdul Rohim. Dia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tendangan kerasnya jatuh di sudut kiri gawang dan tak mampu dijangkau Rohim.

Tak berselang lama, giliran Boaz Salossa yang menunjukkan tajinya. Menit 52, dia dengan tenang melepaskan tendangan tepat di tengah kotak penalti PSMS yang tanpa kawalan usai menerima umpan dari Gunansar Mandowen. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk tuan rumah.

PSMS sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Matsunaga pada menit 68. Namun, sayang jelang laga berakhir menit 83, Hilton kembali menyumbangan gol untuk Persipura setelah kesalahan kordinasi pemain PSMS, sehingga Hilton bisa masuk ke kotak penalti dan gol!

Skor 3-1 untuk Persipura pun bertahan hingga pertandingan usai.

Hasil ini membuat Ayam Kinantan harus bekera ekstra keras di tiga laga sisa, kontra Persebaya, PS Tira dan PSM Makassar. (nin)