28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 5738

Rp104,8 M Dana Desa Kabupaten Deliserdang Dicairkan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah pusat kembali mencairkan Dana Desa (DD) tahap III untuk 367 desa di Kabupaten Deliserdang sebesar Rp104.796.502.000. untuk 367 desa di Kabupaten Deliserdang. Dana seharusnya cair Rp108.690.844.000, namun karena 13 desa belum melengkapi berkas persyaratan, maka masih ada Rp3.894.342.000 tertunda.

Kepala Dinas Pembinaan Masyarakat Desa (PMD) Deliserdang, Drs Citra Efendy Capah MAP melalui Kepala Bidang Bina Pemdes Drs Sahlan Marpaung dan Kepala Seksi Keuangan, Agus Suroto, Jumat (23/11) di Lubukpakam, mengatakan untuk 13 desa belum bisa dicairkan karena pihak desa belum menyerahkan syarat-syarat pencairan dengan lengkap, berkas permohonan pengantar dari Camat masing-masing dan berkas lembar verifikasi dari kecamatan.

“Berkas kekurangan dari 13 desa itu akan kita tunggu hingga minggu depan. Kalau belum masuk berkas, konsekuensinya pihak desa yang akan terlambat mencairkan yang berakibat terkendala semua kegiatan desa,” terang Agus.

Dijelaskan Agus lagi, tahap I (20 persen) jumlah DD yaitu sebesar Rp 54.345.422.000 dicairkan bulan April 2018 lalu secara bertahap. Sementara tahap II (40 persen) dicairkan bulan Juni 2018 lalu sebesar Rp 108.690.844.000.

“Jumlah DD yang sudah diterima tahap I dan II untuk 380 desa di Kabupaten Deliserdang sebesar Rp 163.036.266.000. Jika 13 desa tadi sudah menyerahkan kekurangan berkas maka DD tahap III (40 persen) akan masuk sebesar Rp 108.690.844.000. Sehingga total DD 100 persen untuk Kabupaten Deliserdang pada tahun 2018 sebesar Rp 271.727.110.000,” terang Agus mengakhiri.(btr/han)

Naikkan Honor Guru Ngaji dan MDA

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai diminta untuk menaikkan honor guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan guru ngaji.

“Kenaikan honor Guru MDA dan guru ngaji di Binjai sudah harga mati. Tidak boleh ditawar. Kami akan terus memperjuangkannya,” jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Binjai, Njoreken Pelawi, Jum’at (23/11).

Dia juga mengancam akan walk out dalam Rapat Pleno Pengesahan R-APBD Binjai 2019 yang rencananya berlangsung pekan depan. Ancaman ini jika Pemko Binjai tak menaikkan honor Guru MDA dan guru ngaji.

Dia menambahkan, Pemko Binjai harus lebih memperhatikan kesejahteraan Guru MDA dan guru ngaji. “Kami minta di APBD 2019 Pemko Binjai dapat mengalokasikan tambahan bantuan honor tunjangan dana intensif sebesar Rp1,5 juta per tahun,” sambung dia.

Usulan kenaikkan honor ini, ujar Njoreken, sudah tertampung dan disetujui Pemko Binjai dalam R-APBD 2019. Tapi belakangan, anggaran tersebut berubah.

“Pemko hanya merealisasikan sebesar Rp1.250.000 per tahun,” sesalnya.

Karenanya, kata dia, kalangan legislatif akan terus berupaya dan bekerja keras dalam memperjuangkan anggaran kenaikan honor tersebut. Bagi dia, kenaikan ini merupakan bentuk tanggung jawab wakil rakyat.

“Kita akan bela kepentingan rakyat,” kata dia.

Selama ini, sebut dia, kesejahteraan guru-guru madrasah diakui masih sangat kecil. Sehingga menyulitkan kehidupan guru-guru di tengah tekanan ekonomi.

“Kita sudah anggarkan Rp1,5 juta per orang pertahunnya untuk guru ngaji agar ada motivasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara terutama di bidang akhlak,” tandasnya. (ted/han)

Pencarian Korban Longsor Nisel Dihentikan, Tiga Orang Belum Ditemukan

ist EVAKUASI:Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban bencana longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.
ist
EVAKUASI:Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban bencana longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban bencana longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut). Ada tiga dari tujuh korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

“Masa tanggap darurat bencana ditutup hari ini oleh Pemkab Nias Selatan,” kata Koordinator Pos SAR Nias, Tonggor Gultom, Jumat (23/11).

Nantinya lanjut Tonggor, Pemkab akan menggelar doa bersama untuk para korban. “Ibadah dan doa bersama dipimpin oleh perangkat desa dan perwakilan dari Pemkab Nias Selatan,” ujarnya.

Hingga pencarian hari terakhir, tim gabungan berhasil mengevakuasi empat orang korban. Antara lain, Kristofen Hulu, 4, yang ditemukan pada hari pertama pencarian, Sabtu (10/11).

Selanjutnya Putri Hulu, 5, yang ditemukan pada pencarian hari ketiga, Senin (12/11) sekitar pukul 17.30 WIB, dan selanjutnya, Dalman Hati Hulu, 7, yang ditemukan sekitar 1 Km dari titik longsor, Minggu (11/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Terakhir, tim mengevakuasi jenazah Aristina Laia, 33, pada Rabu (14/11).

Sementara itu, tiga orang lainnya yang masih hilang yakni, Setiamas Hulu alias Ina Putri,30; Rei Jaya Hulu,3; dan Noverman Hulu, 2. Hingga pencarian yang dilakukan di hari terakhir, Tim SAR yang melakukan pencarian terus berupaya menemukan mereka.

Longsor menimpa satu keluarga itu terjadi pada Sabtu (10/11) lalu. Saat kejadian, merek ada di dalam rumah yang letaknya di perbukitan. (pra/JPC)

Diskanla Sumut Minta Daerah Anggarkan Bantuan Alat Tangkap

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut berharap pemerintah kabupaten/kota menganggarkan bantuan pembelian alat tangkap ikan untuk nelayan yang terdampak Permen-KP 71/2016 sebagaimana dilakukan pemerintah provinsi (Pemprov). Sebab, realisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga saat ini belum jelas.

“Kita belum ada dengar informasi soal rencana penghentian bantuan alat tangkap dari Kementerian. Orang dibantu aja belum, kok diberhentikan. Makanya di APBD 2019 ini kita anggarkan pembelian alat tangkap itu. Jumlahnya memang terbatas karena memang kita juga memiliki keterbatasan anggaran,” ujar Kepala Diskanla Sumut, Mulyadi, Kamis (22/11).

Imbauan kepada Pemkab/Pemko tersebut lanjut Mulyadi, karena Pemprov sendiri dalam hal memberikan bantuan sangat terbatas. Dengan begitu, dirinya berharap pemerintah bisa dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat nelayan.

“Imbauan ini sudah kita sampaikan kepada Diskanla kabupaten/kota agar bisa menganggarkan di APBD mereka. Yang memang mendapat respon positif, tapi kita tidak tau apakah nanti dianggarkan mereka. Karena kita kan sifatnya hanya mengajak saja untuk bersama-sama meringankan persoalan nelayan kita yang terdampak Permenkep itu,” sebutnya.

Dikatakan Mulyadi, terbitnya PermenKP 71/2016 disertai janji untuk memberikan bantuan alat tangkap nelayan sebagai penggantinya belum teraliasasi. Karenanya sembari menunggu kepastian, pihaknya kemudian menganggarkan dana sebesar Rp4,6 miliar untuk pembelian 5.720 unit alat tangkap atau untuk 572 nelayan dengan masing-masing nelayan mendapat 10 unit.

Lebih lanjut dikatakannya, Diskanla Sumut terus mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) agar segera merealisasikan bantuan dimaksud. Diantaranya dengan mendata para nelayan Sumut yang terdampak aturan tersebut untuk diajukan ke Kementerian. Masih menurut Mulyadi, Diskanla Sumut pada RAPBD 2019 mendapat anggaran sekitar Rp60 miliar termasuk biaya rutin dan kantor.

Sementara lanjut Mulyadi, dinas yang dipimpinnya tidak menerima bantuan APBN karena programnya dibawah Kementerian. Begitu memang Dana Alokasi Khusus (DAK) yang totalnya hanya Rp3 miliar tahun 2019.

“Soal alat tangkap itu kita sudah berulang kali menyampaikan surat ke Kementerian. Bahkan surat kita sudah dibalas untuk di verifikasi. Tapi memang kita sangat kesulitan untuk bisa bertemu Ibu Menteri. Ke Satgas 155 surat kami juga sudah dua kali,”ujar Mulyadi lagi sembari mengatakan dalam RAPBD 2019 Diskanla Sumut juga menganggarkan pembelian 25 unit kapal 6 GT dengan total anggaran Rp7,2 miliar.

Terpisah anggota DPRD Sumut yang juga Wakil Ketua Komisi B, Aripay Tambunan menyadari betul kondisi yang dialami para nelayan yang berdampak Permenkp No 71/2016. Disatu sisi dirinya juga memahami keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah untuk menganggarkan pembelian alat tangkap.

“Inilah kita serba sulit, mau dianggarkan banyak-banyak anggaran tidak mencukupi. Karena memang untuk di Diskanla saja banyak program lain yang juga langsung menyentuh masyarakat. Makanya kita mengapresiasi penganggaran pembelian alat tangkap tahun 2019 nanti. Mudahan-mudahan langkah ini juga diikuti oleh Kabupaten kota lainnya,” katanya. (bal/han)

Ajukan Pensiun Melalui Aplikasi “SIMPEL SIKAT”

Istimewa/sumut pos LAUNCHING: BKD Langkat memaparkan manfaat aplikasi “SIMPEL SIKAT”.
Istimewa/sumut pos
LAUNCHING: BKD Langkat memaparkan manfaat aplikasi “SIMPEL SIKAT”.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Langkat melaksanakan Launching Sistem Pelayanan Pensiun Langkat (SIMPEL SIKAT).

Kepala BKD Langkat Musti SE, MSi dengan adanya inovasi SIMPEL SIKAT, pelayanan pensiun di Kabupaten Langkat semakin baik, efisien dan efektif.

“Karena aplikasi ini bisa diakses dimanapun dan kapan pun hanya melalui android / smartphone dengan koneksi internet,” sebutnya.

Kasi Disiplin dan Pemberhentian BKD Langkat, Widya Syafitri SH yang merupakan project leader atau penggagas inovasi ini menerangkan, aplikasi SIMPEL SIKAT ini merupakan inovasi baru yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan pensiun bagi PNS di Kabupaten Langkat.

“Melalui aplikasi ini dapat menghemat waktu, dan biaya” ucapnya.

Salah satu bentuk efisiensi yang didapat dengan penerapan SIMPEL SIKAT ini kata Widya, para PNS yang mengajukan usul pensiun tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi dan membuang waktu, untuk datang ke kantor BKD, hanya untuk bertanya sampai dimana proses administrasi pengurusan pensiunnya, karena mereka bisa diberi akses untuk melacak sendiri sampai dimana proses pensiunnya, dengan sistem aplikasi ini.

“Jadi tidak perlu lagi datang bolak balik ke kantor BKD, untuk bertanya sudah sampai mana proses pemberkasannya, dengan begitu kan jadi hemat biaya plus tenaga,” ujar pegawai BKD itu, yang saat ini sedang melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV.

Bahkan, sambung Widya, kemudahan yang ditawarkan bukan itu saja, sebab dengan aplikasi SIMPEL SIKAT, para PNS yang mengajukan usul pensiun, tidak perlu menunggu lama, untuk proses persetujuan berkas dari kepala BKD, jika kepala BKD nya tidak berada di tempat, disebabkan tugas luar ataupun kunjungan kerja ke luar kota, yang memakan waktu sampai sepekan. berkas pensiun tidak terbengkalai karena dapat ditandatangani secara elektronik menggunakan aplikasi ini.

“Dengan aplikasi ini berkas tidak akan terbengkalai, karena kepala BKD dapat melakukan paraf /tandatangan elektronik dimana pun dan kapan pun, menggunakan android/smartphone,” terangnya.

Cara mengunakan aplikasi ini, papar Widya, sangat mudah, tinggal buka portal SIMPEL SIKAT BKD Langkat saja, lalu dioperasikan semudah menggunakan akun media sosial dengan fasilitas android.(bam/han)

Hari Ini, Listrik Padam di Binjai

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Senin (9/1) Perbaikan tersebut guna mengantisipasi rusaknya aliran listrik disaat musim penghujan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Binjai akan melakukan pemadaman di sejumlah titik yang ada di Kota Binjai pada Sabtu (24/11).

Menurut Manajer PLN Area Binjai, Dicky Hiwardi, pemadaman dilakukan dalam rangka pemeliharaan jaringan distribusi 20 KV. Hal ini juga untuk menjaga kehandalan pasokan listrik dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Adapun pemadaman terjadi dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, yakn di Jalan Ir Juanda, Jalan Sudirman, Jalan Jambi, Jalan Pekanbaru, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bandung, Kampung Binjai, Jalan Soekarno-Hatta Km 19 sampai dengan Jalan Tanah Tinggi, Jalan Ikan Hiu, Jalan Soeratin, Jalan Ikan Arwana dan Jalan Cut Nyak Dhien.

PT PLN Area Binjai memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut kepada pelanggan.

“Kalau bisa cepat. Jangan sampai molor (lewat dari waktu pemberitahuan pemadaman terjadi),” pungkas Dicky. (ted/han)

Ngogesa Resmikan Unit Hemodialisis

BAMBANG/SUMUT POS RESMIKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menandatangani prasasti peresmian gedung Unit Hemodalisi RSU Delia.
BAMBANG/SUMUT POS
RESMIKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menandatangani prasasti peresmian gedung Unit Hemodalisi RSU Delia.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tingkatkan dunia kesehatan di Langkat, Bupati H Ngogesa Sitepu SH meresmikan gedung unit Hemodialisis (cuci darah) di Rumah Sakit Umum (RSU) Delia, di Jalan KH Dewantara, Dusun V, Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat Kamis (22/11).

Bupati Langkat Ngogesa sangat berterimakasih atas keberadaan unit Hemodialisis yang di sediakan oleh pihak RSU Delia. Sebab hal ini dinilai, sebagai wujud kepekaan dalam melihat kebutuhan pasien, khususnya mereka yang berkategori ekonomi menengah kebawah, di Langkat ini.

“Saya yakin alat yang membantu gagal ginjal ini, merupakan alternative yang telah lama diinginkan bagi masyarakat Kabupaten Langkat untuk memperoleh layanan secara cepat dan dekat, ketimbang harus jauh ke Medan,” imbuhnya.

Ngogesa juga berhara seluruh jajaran RSU Delia terus meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal kepada masyarakat yang datang untuk berobat. “Juga harus diingat, harus tetap mengedepankan sisi kemanusian sesuai dengan aturan yang berlaku, dalam menjalankan pelayanan kepada pasien,” sebutnya.

Korwil Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Aceh Sumut) Prof dr Harun Rasyid Lubis Sp PD-KGH, pada sambutanya, menjelaskan, unit Hemodialisis RSU Delia sebelumnya telah ditinjau dan diperiksa, hasilnya telah memenuhi standart oprasional.

Sembari mengucapkan terimakasih kepada Bupati Langkat yang telah mendukung hingga adanya unit Hemodialisis ini, serta kepada pihak RSU Delia. Dirinya menilai, dengan keberadaan unit Hemodialisis ini, H Ngogesa telah berupaya menepati janjinya dengan sungguh-sungguh, terkait menjaga kesehatan masyarakat Langkat.

“Ketika tahun 70-an, unit Hemodialisis hanya ada satu unit di Sumut, yang berada di RSU Pringadi, kini telah maju pesat jumlahnya mencapai 400 unit se Semut. Untuk di Langkat sendiri baru 1 unit, khususnya di Langkat Hulu, untuk itu saya mendukung penuh bagi pengelolaan ini, agar semakin maju,” tandasnya.

Peresmian juga ditandai dengan penanda tangan prasasty oleh Bupati Langkat dan Prof dr Harun Rasyid Lubis.

Tanpa beristirahat, Bupati langsung bergerak menuju YP Pesantren Nurul Amal KH Tubagus Samaun Suka Tani di Jl Binjai – Kuala Kec Kuala Kab Langkat, untuk menghadiri sekaligus membuka acara peringatan maulid nabi besar Muhammad SAW 1440 H, (bam/han)

Tingkatkan Pariwisata di Karo, 4 Negara Usulkan Bangun Rumah Doa

.

KARO, SUMUTPOS.CO – Dari kultur geografis, Kabupaten Karo berpotensi dikunjungi lebih banyak lagi turis mancanegara bila membangun rumah doa.

Hal itu disampaikan rombongan Pdt Andy Ginting bersama tim doa dari 4 negara, Yakni Malaysia, South Africa, China Shanghai, Singapore saat bersilaturahmi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH di ruang kerja bupati, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat (23/11).

Pada silaturahmi itu, Bupati Karo mengutarakan 2 potensi yang diandalkan daerah Kabupaten Karo sesuai kultur geografisnya, yaitu pertanian dan Parawisata.

Terkelin mengaku sangat senang atas kehadiran rombongan dari beberapa negara yang masih menyempatkan diri berkunjung ke Tanah Karo sekaligus bersilaturhami. Ini adalah kehormatan luar biasa bagi Pemda Karo dan masyarakat Kabupaten Karo.

Jadikanlah silaturahmi ini menjadi perekat hubungan bersama Pemda Karo untuk saling asah, asuh dan asih serta Pemda Karo siap menerima masukan, tawaran dan kerja sama jika dibutuhkan untuk memajukan Kabupaten Karo, ungkap Terkelin.

Sementara itu, tim 4 negara tersebut yang salah satunya adalah seorang pastor, yaitu Alvin Cheah dari Malysia mengusulkan ke Pemkab Karo terkait pembangunan rumah doa (altar).

“Rumah doa cocok sekali dibangun di Kabupaten Karo. Bila hal ini terwujud, maka Kabupaten Karo akan banyak dikunjungi negara-negara lain, seperti China, Korea, Malaysia, Singapore dan Afrika,” kata Pastor Alvin Cheah dengan bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Yohanes Kristanto.

“Bahkan masih banyak negara lain akan datang ke Karo karena rindu mencari wajah Tuhan. Jika rumah doa sudah ada, ini adalah salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Karo untuk mendatangkan investor dan investasi,” lanjut Alvin Cheah.

Untuk meningkatkan hasil pertanian, Alvin Cheah menambahkan, Kabupaten Karo bisa memanfaatkan teknologi canggih yang digunakan Israel.”Ini pun tawaran, jika Pemda Karo berkenan kami siap memfasilitasi ke Israel untuk memajukan pertanian,” ucapnya.

Diakhir silaturahmi, Pastor Alvin Cheah berpesan jika Kabupaten Karo ingin menjadi maju untuk segera membangun rumah doa. Sebab, tidak gampang menentukan daerah dalam pembangunan rumah doa, tapi untuk Kabupaten Karo dirinya yakin negara-negara lain akan berkunjung karena rindu melihat rumah doa dan mencari kemuliaan Tuhan.

Turut hadir dalam silaturahmi Pastor Gert dari South Afirika, Pastor Eve He dari shanghai, lynn susan Tabitha dari Singapore, Cai Ying, Wen Chenggo, Wang Qin, Wang Dan, berasal dari Negara China. (deo/han)

Pencarian Korban Longsor Nisel Dihentikan, Tiga Orang Belum Ditemukan

istimewa for SUMUT POS BANTU: Warga ikut membantu Tim gabungan mencari korban longsor di Kecamatan Gomo, Nisel, Jumat (16/11).
istimewa for SUMUT POS
BANTU: Warga ikut membantu Tim gabungan mencari korban longsor di Kecamatan Gomo, Nisel, Jumat (16/11).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban bencana longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut). Ada tiga dari tujuh korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

“Masa tanggap darurat bencana ditutup hari ini oleh Pemkab Nias Selatan,” kata Koordinator Pos SAR Nias, Tonggor Gultom, Jumat (23/11).

Nantinya lanjut Tonggor, Pemkab akan menggelar doa bersama untuk para korban. “Ibadah dan doa bersama dipimpin oleh perangkat desa dan perwakilan dari Pemkab Nias Selatan,” ujarnya.

Hingga pencarian hari terakhir, tim gabungan berhasil mengevakuasi empat orang korban. Antara lain, Kristofen Hulu, 4, yang ditemukan pada hari pertama pencarian, Sabtu (10/11).

Selanjutnya Putri Hulu, 5, yang ditemukan pada pencarian hari ketiga, Senin (12/11) sekitar pukul 17.30 WIB, dan selanjutnya, Dalman Hati Hulu, 7, yang ditemukan sekitar 1 Km dari titik longsor, Minggu (11/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Terakhir, tim mengevakuasi jenazah Aristina Laia, 33, pada Rabu (14/11).

Sementara itu, tiga orang lainnya yang masih hilang yakni, Setiamas Hulu alias Ina Putri,30; Rei Jaya Hulu,3; dan Noverman Hulu, 2. Hingga pencarian yang dilakukan di hari terakhir, Tim SAR yang melakukan pencarian terus berupaya menemukan mereka.

Longsor menimpa satu keluarga itu terjadi pada Sabtu (10/11) lalu. Saat kejadian, merek ada di dalam rumah yang letaknya di perbukitan. (pra/JPC)

Gantung Diri Karena Skripsi Ditolak, Unimed: Marko Bukan Mahasiswa Kami

Gantung diri-Ilustrasi.
Gantung diri-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Universitas Negeri Medan (Unimed) membantah jika Marolop Marko Manurung, korban gantung diri karena skripsi ditolak adalah mahasiswanya. Sebelumnya sempat tersiar kabar, jika Narko adalah mahasiswa Unimed.

Marko mengakhiri hidupnya di rumah saudaranya di Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/11) lalu.

“Pihak Unimed langsung melakukan pengecekan identitas mahasiswa tersebut,” kata Humas Unimed Surip, Jumat (23/11).

Surip menjelaskan, pihaknya melalui Badan Administrasi Kemahasiswaan (BAK) Unimed melakukan pengecekan mahasiswa atasnama ‎Marolop Marko Manurung.

“Ada staff kita di BAK yang juga tetangga korban. Setelah ditanyakan staff tersebut, ternyata korban sudah dipastikan bukan mahasiswa Unimed,” ungkapnya.

Marko mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Laki-laki berusia 23 tahun itu diduga stress karena skripsinya yang selalu ditolak dosen.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi atas tewasnya Marko. Karena, murni bunuh diri dan tidak ada kekerasan di tubuh Marko. Keluarga korban, meminta polisi tidak melakukan otopsi untuk segera disemayamkan malam ini juga.‎

“Hasil pemeriksaan Tim Inafis tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena bunuh diri. Keluarga bermohon agar jasad korban tidak dilakukan otopsi, karena keluarga sudah menerima kematian korban,” jelas Faidil Zikri. (pra/JPC)