26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 5739

Google Play Store Hapus 13 Gim Terpasang Malware

Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

SUMUTPOS.CO – Google baru saja menghapus 13 gim dari Google Play karena ditemukan telah terpasang malware.

Melansir Phone Arena, Jumat (23/11), penghapusan itu dilakukan setelah peneliti keamanan ESET, Lukas Stefanko menemukan bahwa ketiga belas aplikasi terdampak masalah.

Dalam akun resmi Twitter Stefanko menyebutkan, bahwa sejumlah aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 580 ribu kali dan dua gim di antaranya telah menjadi trending.

Kabarnya pengguna yang telah memasang aplikasi itu berpikir bahwa mereka sedang memainkan gim mengemudi mobil dan truk. Sebaliknya, aplikasi-aplikasi itu crash setiap kali mereka dibuka.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui sistem dan data yang dirancang malware itu. Namun saat aplikasi dibuka maka perangkat akan melakukan booting.

Diperkirakan malware tersebut memiliki akses penuh ke jaringan perangkat, yang memungkinkannya mencuri rahasia pribadi dari pengguna Android.

Semua gim ini terdaftar dari developer yang sama, bernama Luiz O Pinto. Stefanko juga telah melacak domain yang menyebarkan malware ke developer di Istanbul, bernama Mert Ozek.

Tahun lalu, Google sudah menghapus 700 ribu aplikasi berbahaya dari Google Play Store. Dengan banyaknya aplikasi berbahaya, Google merancang cara ampuh untuk menyingkirkan aplikasi berbahaya dari Play Store. (mg9/jpnn)

DBS Treasures Private Client Beraset Minimal Rp10 Miliar

Foto: Dame/Sumut Pos JAMUAN MAKAN MALAM: Wawan Salum, Director, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, foto bersama stafnya di depan photo booth DBS Treasures Private Client di JW Marriot Medan, Kamis (22/11) malam.
Foto: Dame/Sumut Pos
FOTO: Wawan Salum, Director, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, foto bersama stafnya di depan photo booth saat jamuan malam malam eksklusif DBS Treasures Private Client di JW Marriot Medan, Kamis (22/11) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjalin hubungan baik dengan nasabah merupakan hal penting bagi lembaga perbankan. Seperti yang dilakukan Bank DBS Indonesia. Bekerja sama dengan Asian Food  Channel (AFC), DBS memberikan jamuan makan malam eksklusif bagi nasabah DBS Treasures Private Client, di JW Marriot Medan, 22-23 November 2018.

“DBS Treasures Private Client adalah nasabah DBS yang sangat eksklusif. Mereka adalah nasabah yang memiliki aset minimal Rp10 miliar. Untuk itu, mereka mendapatkan beragam keistimewaan. Seperti lounge khusus di Singapura, jemputan limusin dari bandara di Medan, Singapura, dan Taiwan. Termasuk jamuan makan malam eksklusif seperti kami adakan malam ini,” kata Wawan Salum, Director, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Kamis (22/11) malam.

Kata Wawan, para private client ini diberi layanan produk yang pas dengan mereka. Seorang manager khusus, semacam kurator museum, yang menelaah keperluan dan segmen produk yang pas sesuai dengan kebutuhan para nasabah terpilih ini.

Menurut Wawan, perkembangan nasabah high network individual, tahun ini mencapai 54 persen di seluruh Indonesia. “Salahsatu yang berkembang pesat adalah Medan. Ada kesempatan yang bisa dikembangkan. Karena itu, kita menggelar jamuan ini untuk para nasabah di Medan,” katanya.

Foto: Dame/Sumut Pos
MAKAN MALAM: Jamuan makan malam DBS Treasures Private Client dihadiri puluhan nasabah eksklusif, di JW Marriot Medan, Kamis (22/11) malam.

Jamuan makan malam AFC bernama The Underground Supper Club memiliki tema ‘Food for The Soul’ kali ini menyajikan Cantonese Cuisine yang memberikan pengalaman santap mewah bagi nasabah. “Jamuan dihidangkan langsung oleh Chef Brian Wong Shiuh Yean, pimpinan Wan Hao Chinese Restaurant. Brian memilki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang kuliner di sejumlah restoran ternama di Singapura, Malaysia, dan Italia,” kata Wawan.

DBS Treasures Private Client memberikan  kejernihan dalam informasi untuk mengoptimalkan investasi nasabah melalui solusi wealth management terpilih, yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah. Didukung oleh tim ahli dan Relationship Manager khusus bagi nasabah, informasi pasar finansial terkini, rangkaian inovasi produk perbankan, serta keistimewaan dalam gaya hidup.

Keamanan bertransaksi dan pengelolaan kekayaan secara tepat juga menjadi hal penting dalam pelayanan produk private banking ini.

“DBS Treasures Private Client menempatkan nasabah sebagai fokus utama dalam setiap aktivitas perbankan, dengan terus menjalankan prinsip ‘Live more, Bank Less’ untuk membuat aktivitas perbankan menjadi lebih menyenangkan. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman perbankan yang unik, dan membantu nasabah untuk menemukan aspirasi keuangan dan hidup. Kami berharap experiential dining yang dihadirkan DBS Treasures Private Client, menjadi momen istimewa yang dapat mereka bagikan kepada kerabat dan kolega mereka,” ujar Wawan. (rel/mea)

ASUS Perkenalkan VivoBook S, Laptop Stylish dengan NanoEdge Display

ASUS memperkenalkan VivoBook S S430UN, sebuah laptop yang tampil dengan NanoEdge Display,
ASUS memperkenalkan VivoBook S S430UN, sebuah laptop yang tampil dengan NanoEdge Display,

 JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS memperkenalkan VivoBook S S430UN, sebuah laptop yang stylish, penuh gaya, dan bertenaga untuk mereka yang dinamis. Laptop ini dirancang khusus untuk pengguna yang menginginkan sebuah laptop kekinian dan dapat melakukan banyak hal, mulai dari menemani saat bekerja, hingga menjadi teman hiburan di mana saja.

Tampil dengan NanoEdge Display, VivoBook S S430UN merepresentasikan jati diri penggunanya yang dinamis dan berjiwa muda. Laptop ini juga mendefinisikan ulang arti sebuah laptop dengan menambahkan konsep mobile lifestyle lewat bodinya yang ringkas dan ringan, serta kombinasi pilihan warna elegan.

“VivoBookS S430UN merupakan laptop untuk mereka yang dinamis dan berjiwa muda dan kreatif,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “Selain tampil dengan NanoEdge Display yang stylish, ia juga ditenagai oleh prosesor Intel Core yang sangat powerful,” lanjutnya.

VivoBook S S430UN, merepresentasikan jati diri penggunanya yang dinamis dan berjiwa muda.

Tampil Beda dengan Kombinasi Warna Penuh Gaya

ASUS VivoBook S S430UN hadir dalam lima pilihan kombinasi warna, yaitu Firmament Green, Starry Grey-Red, Silver Blue-Yellow, Gun Metal, serta Icicle Gold. Kelima pilihan warna elegan tersebut membalut desain bodi yang ringkas dan ringan dengan ketebalan hanya 18 mm serta bobot hanya 1,4kg, menjadikannya sangat mudah untuk dibawa bepergian.

Kombinasi warna ini juga merepresentasikan jiwa muda yang kreatif dan dinamis. Laptop ini juga didesain khusus agar penggunanya bisa tampil beda melalui kombinasi warnanya yang unik dan stylish.

“VivoBook S S430UN dirancang untuk merepresentasikan jati diri penggunanya. Laptop ini menunjukkan kepada dunia siapa Anda,” ujar Jimmy. “Apapun style dan penampilan Anda, VivoBook S S430UN selalu punya kombinasi warna yang cocok untuk Anda.”

Laptop ini menambahkan konsep mobile lifestyle lewat bodinya yang ringkas dan ringan, serta kombinasi pilihan warna elegan.

 NanoEdge Display dan ErgoLift Design yang Inovatif

ASUS VivoBook S S430UN tampil semakin mewah berkat fitur NanoEdge Display. Fitur tersebut memungkinkan layar pada VivoBook S S430UN tampil dengan bezel yang sangat tipis. Tidak sampai di situ, tampilan bezel yang tipis ini dihadirkan lewat tiga sisi layar, yaitu bagian atas dan samping, sehingga tampilannya terlihat lebih lega dibandingkan laptop lainnya.

“Inilah mengapa VivoBook S S430UN tampil dengan tema Break Free,” ujar Jimmy. “Tidak ada lagi limitasi di layar laptop ini sehingga Anda bisa melihat tampilan lebih lega dari sebelumnya.”

NanoEdge Display tidak hanya membuat bezel VivoBook S S430UN tampil sangat tipis. Berkat fitur inovatif tersebut, layar laptop ini memiliki rasio layar yang sangat besar yaitu mencapai 84% terhadap bodinya. Tidak lupa juga sudut pandang layar yang lebar, yaitu hingga 178° membuat laptop ini nyaman untuk menikmati konten multimedia.

“Salahsatu keunggulan lain dari VivoBook S S430UN adalah penggunaan desain ErgoLift yang inovatif,” ujar Jimmy. “Desain tersebut tidak hanya membuat laptop ini tampil lebih cantik, tetapi juga membuatnya lebih nyaman ketika digunakan.”

ErgoLift Design merupakan salahsatu inovasi ASUS yang memungkinkan bodi bagian bawah VivoBook S S430UN terangkat dan membentuk sudut 3,5° ketika layarnya dibuka. Desain ini membuat kegiatan mengetik menjadi lebih nyaman. Apalagi keyboard-nya sudah dilengkapi dengan LED backlight yang memungkinkan penggunaan dalam kondisi gelap.

Selain itu, desain ErgoLift membuat system pendinginan dapat berjalan lebih lebih optimal berkat adanya ruang di bawah bodi yang terangkat. Secara keseluruhan, desain ErgoLift akan meningkatkan pengalaman penggunaan serta menjamin performa yang lebih stabil.

Salahsatu keunggulan lain dari VivoBook S S430UN adalah penggunaan desain ErgoLift yang inovatif.

Powerful denganProsesor Intel Core Generasi ke-8

Tidak hanya tampil penuh gaya, VivoBook S S430UN juga hadir dengan performa kencang. Penggunaan prosesor Intel Core generasi ke-8 yang dikombinasikan dengan RAM DDR4 2400MHz sebesar 8GB membuat laptop ini memiliki performa yang luar biasa. Sementara kehadiran SSD sebesar 256GB di laptop ini memastikan aplikasi dapat berjalan lebih kencang dan tidak memiliki waktu loading yang lama.

“VivoBookS S430UN memang didesain sebagai laptop yang bisa memenuhi kebutuhan penggunanya yang dinamis. Untuk itulah dari sisi grafis ASUS membenamkan chip grafis Nvidia GeForce MX150,” ucap Jimmy. “Berbagai tugas berat seperti video editing, photo editing, bahkan bermain game casual bisa dikerjakan dengan lancar.”

Versi tertinggi ASUS VivoBook S S430UN menggunakan prosesor Intel Core i7-8550U yang memiliki konfigurasi 4 core 8 thread dengan kecepatan pemrosesan hingga 4.0GHz. Dengan prosesor powerful tersebut, laptop ini dipastikan bisa menemani kegiatan sehari-hari penggunanya tanpa hambatan.

ASUS VivoBook S S430UN juga telah dilengkapi dengan baterai Lithium-Ion yang memiliki 3-cell dengan daya 42Wh. Baterai tersebut juga sudah mendukung teknologi fast charging yang mampu mengisi 60% daya baterai hanya dalam 49 menit.

ASUS tidak pernah absen untuk mengedepankan aspek konektivitas pada tiap perangkat buatannya, tidak terkecuali di laptop yang satu ini. Selain sudah ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8, dilengkapi chip grafis Nvidia GeForce MX150, dan didukung RAM DDR4 sebesar 8GB, VivoBook S S430UN hadir dengan fitur konektivitas yang lengkap.

“Konektivitas lengkap adalah sebuah keharusan karena laptop ini dirancang untuk pengguna yang dinamis dan mobile,” kata Jimmy menambahkan. “Untuk itulah ASUS menghadirkan opsi konektivitas yang lengkap di VivoBook S S430UN, agar penggunanya bisa terus terhubung kapanpun dan di mana pun.”

Untuk urusan koneksi internet, ASUS VivoBook S S430UN dilengkapi dengan Wi-Fi 802.11ac yang telah didukung WiFi Master Technology. Sementara untuk koneksi nirkabel lainnya, laptop ini sudah hadir dengan Bluetooth 4.2 yang memungkinkan penggunanya menghubungkan berbagai peripheral mulai dari mouse, wireless headphone, serta perangkat lainnya.

Melengkapi konektivitasnya, VivoBook S S430UN sudah memiliki 3 port USB Type-A yang salah satunya merupakan USB 3.1. Selain itu terdapat juga port USB Type-C, HDMI, MicroSD Card Reader dan Combo Audio Jack di bodinya. Semua itu memungkinkan pengguna laptop ini tetap terkoneksi dan bisa menggunakan berbagai peripheral tambahan secara leluasa. (rel/mea)

Main Spec. ASUS VivoBook SS430UN
CPU Intel Corei78550U Processor Quad Core (8M Cache, up to 4.0GHz)

Intel Core i58250U Processor Quad Core (6M Cache, up to 3.4GHz)

Operating System Windows 10
Memory 8GB DDR4 2400MHz SDRAM
Storage 256GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display 14” (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) with NanoEdge Display
Graphics Discrete graphics Nvidia MX1502GB GDDR5VRAM

Integrated Intel UHD Graphics 620

Input/Output 1 x Type-C USB3.1 (GEN1), 1 x HDMI, 1 x USB 3.1 port (Gen 1), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0 port, 1 x MicroSD Card Reader
Camera HD Web Camera
Connectivity Dual-band 802.11ac Wi-Fi, Bluetooth 4.2
Audio ASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound, Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery 3 Cells 42 Whrs Lithium-Ion battery with Fast Charging
Dimension (WxDxH) 323 x 226 x 18 mm
Weight 1,4Kg with Battery
Colors Firmament Green, Starry Grey-Red, Silver Blue-Yellow, Gun Metal, Icicle Gold
Price Rp15.099.000 (Intel Core i7 8550U model)

Rp12.799.000 (Intel Core i5 8250U model)

Warranty 2 tahun garansi global senilai Rp900.000

 

APBD Sumut 2019 Disahkan Rp15,2 T, Gubsu: OPD Jangan Korupsi..

JABAT TANGAN Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, bersama anggota dewan lainnya, berjabat tangan, usai penanda tanganan pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2019.
JABAT TANGAN
Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, bersama anggota dewan lainnya, berjabat tangan, usai penanda tanganan pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumatera Utara mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2019 dengan pendapatan Rp15,2 triliun Kesepakatan itu ditandatangani bersama oleh Gubernur Sumut Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, dalam rapat paripurna di gedung dewan, Kamis (22/11).

Pemprovsu dan DPRD Sumut sepakat dalam APBD Sumut 2019, pendapatan diproyeksikan sebesar Rp15,2 trilliun lebih, sedangkan belanja Rp15,4 triliun lebih. Sehingga, ada defisit sebesar Rp216 milliar lebih. Namun defisit itu tertutupi dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SilPA) 2018 yang diperkirakan Rp500 milliar, dikurangi dengan target pengeluaran tahun 2018 tinggal Rp283 miliar lebih, sehingga sisanya Rp216 milliar.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh OPD Pemprov Sumut, setelah proses evaluasi Menteri Dalam Negeri dan Penetapan Peraturan Daerah tentang APBD 2019, agar segera mempersiapkan dokumen pelaksanaan anggaran, sehingga pelaksanaan APBD 2019 dapat dilaksanakan secara tepat waktu.

“Dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa, agar mempedomani ketentuan Perda dan tidak melakukan praktik korupsi ataupun tindakan melanggar hukum lainnya,” tegas Edy Rahmayadi.

Selain itu, Gubernur pun mengingatkan, dalam pelaksanaan proses administrasi keuangan daerah agar pencatatannya dilakukan secara baik dan tertib administrasi, yang pada gilirannya akan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas dan akuntabel, serta dapat mempertahahkan opini WTP.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menyebutkan, selesainya pengesahan APBD 2019 ini, maka diharapkan sejalan dengan ketepatan waktu pelaksanaan program. Sehingga, dirinya meminta agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada tidak terlambat merealisasikan kerja sebagian diatur di Perda tersebut. “Begitu selesai APBD 2019 dievaluasi Mendagri, lanjut terus realisasikan program pada bulan Januari dan Februari, jangan menunggu bulan Juni, Juli,” tegasnya kepada wartawan usai memimpin paripurna.

Untuk itu, Wagirin meminta seluruh OPD menyiapkan administrasi untuk proses belanja langsung atau lelang sejak akhir tahun ini. Desakan itu karena untuk persiapan saja membutuhkan waktu tidak sedikit. Sehingga, jika disiapkan sebelum masuk tahun anggaran baru, pengerjaan program pembangunan khususnya bisa terlaksana di awal tahun.

“Siapkan administrasi dari sekarang, jangan menunggu-nunggu lagi. Tetapi juga harus kerja keras, jangan cuma semangat saja, perilaku kerja melempem. Kalau seperti itu, bagaimana mau jadi Sumut Bermartabat,” kata Wagirin.

Sementara itu, Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Aripay Tambunan menyampaikan apresiasi atas rencana peningkatan pendapatan pada rancangan APBD tahun anggaran 2019 yang ditargetkan sebesar Rp15.271.676.789.618,00 atau meningkat sebesar 17,14 persen dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan tersebut, bagian terbesarnya disumbang dari pendapatan asli daerah, sehingga menunjukan semakin membaiknya kemandirian APBD Sumut,” kata Aripay.

Hal ini terlihat dari proporsi PAD yang telah mencapai 49,32 persen dari total pendapatan. Pendapatan PAD meningkat signifikan tumbuh sebesar 31,32 persen, sementara pendapatan dari dana perimbangan tumbuh 6,04 persen.

“Dari gambaran ini terlihat bahwa pendapatan Sumatera Utara 2019 sangat ditentukan oleh upaya dari kita sendiri. Untuk itu diminta kepada pemerintah provinsi Sumatera Utara dan juga kepada kita semua agar bersama mewujudkan pencapaian pendapatan tersebut,” ujarnya.

DPRD Sumut juga menyebutkan, peningkatan pendapatan yang cukup signifikan dari Rp13 triliun lebih (tahun anggaran 2018) menjadi Rp15 triliun lebih (tahun anggaran 2019), merupakan keinginan yang kuat dari Pemprov untuk memenuhi kewajiban dana bagi hasil (DBH) ke kabupaten/kota.

Di mana, alokasi belanja DBH meningkat signifikan dari Rp1,5 triliun lebih (tahun anggaran 2018) menjadi Rp3,9 triliun lebih (tahun anggaran 2019). Secara sederhana bisa disebutkan bahwa peningkatan pendapatan Rp2 triliun lebih tersebut disedot habis untuk alokasi belanja DBH yang memang merupakan kewajiban wajib pemerintah provinsi.

“Untuk itu diharapkan agar Pemprov dapat menetapkan dan merealisasi DBH secara ril dengan perhitungan alokasi yang tepat, untuk memastikan bahwa penurunan BKP, hibah dan belanja tidak terduga tidak akan menimbulkan dampak negatif pada pembangunan Sumut pada tahun anggaran 2019 yang akan datang,” pungkas Aripay. (bal)

UMK 2019 Sudah Diteken GUBSU, UMK Medan RP 2.969.824

SUMUTPOS.CO – Besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2019, telah ditentukan. Ada sekitar 22 kabupaten/kota yang telah mengajukan UMK berdasarkan PP 78 tahun 2015. Dan, Kota Medan masih menjadi UMK yang tertinggi, sebesar Rp2.969.824. Saat ini, surat keputusan pengajuan UMK 2019 Sumut sudah diteken Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

UMK Daerah 
1. Medan Rp2.969.824
2. Deliserdang Rp2.938.524
3. Karo Rp2.829.558
4. Labusel Rp2.701.106
5. Tapsel Rp2.675.368
6. Labuhanbatu Rp2.668.223
7. Sergai Rp2.644.265
8. Labura Rp2.644.265
9. Asahan Rp2.593.986
10. Paluta Rp2.550.718
11. Palas Rp2.521.268
12. Langkat Rp2.498.377
13. Madina Rp2.480.700
14. P. Sidempuan Rp2.466.325
15. Tobasa Rp2.459.326
16. Binjai Rp2.409.741
17. Gunungsitoli Rp2.399.083
18. Nias Rp2.395.539
19. Tebingtinggi Rp2.338.840
20. Humbahas Rp2.326.083
21. Dairi Rp2.307.801
22. P. Siantar Rp2.305.335

Ketua Depeda sekaligus Kepala Bidang Hubung-an Industrial Disnaker Provinsi Sumut, Maruli Silitonga menyampaikan, ada 20 kabupaten/kota yang sudah menetapkan UMK bagi para pekerja atau buruh yang mulai berlaku pada 1 Januari 2019 (lihat grafis). “Iya, sudah diteken Pak Gubernur, ada sekitar 22 kabupaten/kota yang telah mengajukan UMK,” kata Maruli Silitonga.

Hasil eksaminasi terhadap penetapan UMK oleh gubernur nantinya, kata dia, akan dikembalikan ke masing-masing daerah untuk diumumkan melalui Depeda setempat. “Untuk besarannya silahkan ditanya ke kabupaten/kota. Domain kami (Depeda provinsi) hanya meneruskan rekomendasi UMK saja, serta penetapan UMP,” katanya.

Namun, lanjut Maruli, sampai saat ini ada empat daerah yang tidak memiliki Depeda dan belum mengajukan UMK 2019. Kemungkinan apabila tidak juga mengajukan UMK 2019, maka 11 daerah lainnya akan mengikuti besaran UMK seperti UMP Sumut yang sudah ditetapkan senilai Rp2,3 juta lebih. “Sesuai evaluasi kita, pada 2018 dari 33 Kabupaten/kota di Sumut, ada 4 daerah yang tidak mengajukan UMK. Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan dan Pakpak Bharat,” katanya.

Pihaknya juga siap mengakomodir pembahasan UMK bagi 11 kabupaten/kota yang belum merekomendasikan UMK-nya sebelum 1 Januari 2019. “Jadi kalau memang ada daerah yang belum melakukan pembahasan UMK di Depeda masing-masing, maka Depeda provinsi bisa saja ikut membahas dan menetapkannya. Tetapi sampai saat ini belum ada yang mengajukan,” katanya.

Menurutnya tidak ada penolakan dari serikat buruh di lingkup Depeda provinsi atas usulan UMK 2019 tersebut. Sebab rekomendasi yang disampaikan itu sudah berdasarkan regulasi dan ketentuan yang berlaku. “Sepanjang itu sesuai PP 78/2015 kita tidak akan menolaknya. Dan 20 rekomendasi tersebut telah dieksaminasi Biro Hukum agar segera bisa diumumkan,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Sumut ini.

Sementara itu, rencananya, Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan melalui Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) akan mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Medan 2019 pada hari ini, Jumat (23/11) di Kantor Disnaker Medan Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Namun mengenai jumlah besaran UMK, baik Disnaker ataupun Depeda Kota Medan masih merahasiakannya. “Datang saja besok (hari ini,Red) jam 10 pagi ke kantor Disnaker Medan, nanti akan dijelaskan semua tentang UMK 2019,” kata Ketua Depeda Kota Medan, Harun Ismail Sitompul menjawab Sumut Pos, Kamis (22/11).

Harun menolak menjawab soal berapa sebenarnya besaran UMK Medan 2019, paskaditetapkan dan dilakukan pembahasan oleh pihaknya belum lama ini. “Besok sajalah (hari ini,Red) keterangannya. Jangan dari saya, biar nanti langsung kadisnaker saja yang sampaikan,” katanya.

Pendapat senada disampaikan Kadisnaker Medan, Hannalore Simanjuntak. “Besok aja (hari ini,Red) di kantor kami sampaikan ya dek,” katanya singkat menjawab konfirmasi via WhatsApp.

Mantan Kepala BPBP Medan itu juga enggan menjawab lebih lanjut ihwal besaran UMK Medan 2019 yang telah disepakati unsur serikat buruh, asosiasi pengusaha dan pemerintah.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Deliserdang Norma Siagian SE MAP yang didampingi Kabid PHI Mustamar SH MH mengatakan, UMK Deliserdang tahun 2019 ditetapkan Rp2.938.524 oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dengan surat keputusan nomor 188.44/1441/KTPS/2018 pada tanggal 21 Nopember 2018.

Karenanya, pihaknya segera membuat surat edaran ke semua perusahaan. Tujuannya, agar semua perusahaan dapat melaksanakan UMK yang sudah ditetapkan Gubsu.

“Diminta kepada pimpinan seluruh perusahaan yang berada di Kabupaten Deliserdang agar membayarkan upah buruh/pekerja sesuai dengan keputusan Gubsu tersebut di tahun 2019. Untuk pembahasan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK), akan kita lakukan minggu depan,” ujar Norma, di ruang kerjanya di Lubukpakam, Kamis (22/11).

Sebelumnya, Bupati Deliserdang telah merekomendasikan ke Gubsu usulan kenaikan UMK, Jumat (9/11) lalu ke Pemprov Sumut. Dan besaran kenaikan yang direkomendasikan untuk selanjutnya ditetapkan oleh Gubsu sebesar Rp2.938.524. Kenaikannya hanya berkisar Rp218.424 dari UMK sebelumnya Rp2.720.000.

Diketahui sebelumnya, elemen buruh di Sumut tetap menolak kenaikan UMP Sumut dan UMK 2019. Dari awal mereka menentang upah murah yang ditetapkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebesar 8,03%. “Kami masih menolak regulasi pemerintah yang mengacu kepada PP 78 tersebut. Karena sampai saat ini, hitungan tersebut belum sesuai dengan kebutuhan hidup layak,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo.

Masih dengan ancaman sebelumnya, bahwa penetapan UMP 2019 akan mereka gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), serta melayangkan mosi tidak percaya atas kebijakan pemerintah. “Kami jelas menolak ini dan kami juga akan membahas ini untuk tahap lanjutan (ke PTUN). Kami minta UMK itu sekitar Rp3,4 juta lebih, karena dahulunya UMK di Sumut itu setara dengan DKI Jakarta,” katanya.

Dewan Minta Pemko Terbuka

Berangkat dari aturan main soal penetapan besaran gaji buruh, kalangan dewan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan tegas dan transparan dalam menetapkan upah minimum kota (UMK) 2019 berdasarkan PP 78/2015 tentang Pengupahan. Hal ini mengingat belum adanya pengumuman soal berapa kenaikan yang akan diputuskan nantinya untuk tahun depan.

Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli mengatakan bahwa pada awal November lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menetapkan besaran UMP 2019. Ini menjadi patokan bagi kabupaten/kota untuk kemudian menetapkan UMK 2019, lebih besar atau sama dengan provinsi yakni Rp2,3 Juta lebih. Sedangkan penghitungannya sendiri, berdasarkan PP 78/2015 tentang Pengupahan.

“Kita minta Pemko Medan menyegerakan penetapannya (UMK 2019). Bagaimanapun keputusan ini harus transparan dan segera dibuka ke publik. Jangan ada yang ditutupi,” ujar Nesar, Rabu (21/11).

Dirinya mencontohkan seperti penetapan UMP oleh Pemprov Sumut yang menyampaikan bahwa dalam menetapkan, digunakan rumusan berdasarkan aturan melihat pertimbangan tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi (persentase), dikalikan dengan upah minimum tahun sebelumnya. Hasilnya kemudian menjadi besaran kenaikan untuk tahun berikutnya.

“Mungkin saja perhitungannya juga kan harus disesusikan dengan kondisi industri. Tentu pengusaha juga punya kepentingan, mau hidup juga kan. Kalau selisihnya pun tidak terlalu signifikan dengang tuntuan buruh, tentu masih bisa toleransi,” katanya.

Dirinya melihat bahwa jika dalam hal kenaikan upah, pihak pengusaha juga menjadi rugi tentu akan mengganggu. Sebab perusahaan harus menjaga agar operasional terus berjalan. Apalagi efeknya adalah pengurangan kesempatan kerja, angka pengangguran bertambah sampai rasio kemiskinan meningkat.

“Intinya pemerintah jangan takut. Justru kalau ada kesan itu, malah orang akan berpandangan negative terhadap regulasi keputusan yang akan dikeluarkan. Jadi segerakan,” pungkasnya. (bal/btr)

Pelamar Umum Bisa Ikut SKB Tes CPNS 2018 Jika Nilai SKD 255

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah menurunkan nilai kumulatif seleksi kompetensi dasar (SKD) tes CPNS 2018, yang dituangkan dalam PemenPAN-RB Nomor 61 Tahun 2018.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan, nilai kumulatif SKD formasi Umum paling rendah 255. Demikian juga nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan dokter spesialis dan Instruktur Penerbang paling rendah 255.

“Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Petugas Ukur, Rescuer, Anak Buah Kapal, Pengamat Gunung Api, Penjaga Mercu Suar, Pelatih/Pawang Hewan, dan Penjaga Tahanan paling rendah 255,” sebut Menteri Syafruddin dalam PermenPAN-RB 61/2018 pasal 3.

Dengan perubahan itu, terjadi penurunan 43 poin dari nilai kumulatif SKD sebelumnya. Di mana dalam PermenPAN-RB 37/2018 nilai kumulatif paling rendah 298. Terdiri dari tes intelegensia umum (TIU) 80, tes wawasan kebangsaan (TWK) 75, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143.

Sementara itu, dari Kabupaten Deliserdang, Sekdakab Deliserdang melalui Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai BKD, Sahrul mengatakan, pelaksanan ujian SKB berbasis Komputer Asissted Test (CAT) Kabupaten Deliserdang masih menunggu intruksi BKN Pusat.

Diterangkan Sahrul, Kabupaten Deliserdang telah menggelar Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Di Makodam I/BB Medan pada 8-11 Nopember 2018 lalu. Dari yang mendaftar 11.791 peserta CPNS melalui sscn dan verifikasi berkas di BKD Deliserdang. Namun yang mengikuti ujian sebanyak 11.491 orang. Dan, sebanyak 11.278 dinyatakan tidak lulus passing grade. Kemudian, ada 213 orang yang dinyatakan lulus passing grade SKD.

“Untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jadwalnya akan diinformasikan kembali. Usai SKB hasilnya akan diintegrasikan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, bahwa masing masing peserta yang lulus SKD akan diberitahukan melalui situs Pemkab Deliserdang.”Peserta akan mengetahui jadwal serta lokasi ujian SKB melalui situs Pemkab Deliserdang. Sewaktu ujian SKD hal itu sudah diberitahukan kepada peserta,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan penyebab tingginya peserta ujian tidak lulus passing grade SKD, Syahrul mengatakan mungkin tingkat kesulitan soalnya lebih tinggi. Kemudian penetapan nilai passing grade terlalu tinggi dibanding tahun 2014, lalu penyebab lainnya akibat kesiapan peserta yang kurang.

Disebutkanya, formasi CPNS Kabupaten Deliserdang sebanyak 750 orang tahun 2018.”Melihat kondisi yang lulus passing grade hanya 213 orang, berarti kosong pemenuhan formasi CPNS Deliserdang karena yang dibutuhkan 750 orang,” katanya.

Selanjutnya, dari Kota Binjai, Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai hingga kini belum mengumumkan nama peserta CASN yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Terlebih, mencuatnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 38 Tahun 2018 sebagai solusi mengisi kekosongan formasi CASN 2018 sudah ditandatangani Menteri Syafruddin.

“Masih membingungkan ini bagi kami di daerah. Kami juga sudah tanya ke BKN. Kepala BKN juga sedang di Menpan RB,” jelas Kepala Bidang Mutasi dan Pegawai BKD Binjai, Hendra Januar, Kamis (22/11).

Usai Kepala BKN Regional VI Medan berkonsultasi ke Menpan RB, kata Hendra, ada wacana BKD kabupaten/kota dikumpulkan. Menurut Hendra, pihaknya masih ragu memunculkan nama-nama CASN yang dinyatakan lulus SKD. Sebab, ada wacana Permenpan RB yang ingin menggunakan sistem rangking.

Keraguan BKD Binjai membeberkan nama-nama yang lulus SKD karena dapat menimbulkan konflik. “Supaya tidak ada kerancuan data, siapa yang dinyatakan berhak mengikuti SKB, kami menunggu SSCN dan BKN saja. Kami enggak berani mengambil keputusan. Yang jelas posisi menunggu ketentuan lebih lanjut dari BKN,” sambung Hendra.

Dia mencontohkan, jika ada pelamar yang lulus berdasarkan passing grade dengan nilai 298 dan muncul peserta lain juga dinyatakan serupa karena rangking, masing-masing tentu akan bertanya kepada BKD Binjai. “Makanya kami secara resmi belum bisa jawab. Nanti dituangkan dalam pengumuman secara bersama saja ada dari Wali Kota Binjai dan BKN,” ujarnya.

Menurut dia, masalah penerimaan CASN ini cukup sensitif. Selain itu, dokumen yang sudah diserahkan SSCN dan BKN masih berbentuk rekap nilai semua peserta.”Ketentuan lebih lanjut nanti di Panselnas saja,” andasnya.

Sistem dan Kebijakan Blunder

Sementara itu, kalangan DPRD Sumut menilai persoalan yang terjadi seputar penerimaan calon aparatur sipil Negara (CASN) sejak dibuka, karena masalah ketidaksiapan pemerintah. Penerapan sistem online ini pun dianggap kebijakan blunder di tengah tahun politik.

Anggota DPRD Sumut Ari Wibowo mengatakan, persoalan sejak awal di tahapan seleksi CASN mulai dari pendaftaran sampai pada seleksi tahap lanjut. Karenanya menganggap bahwa yang bermasalah bukan hanya sistem onlinenya, tetapi juga kebijakan mempersiapkan pelaksanaannya diduga tidak matang.

“Kita heran juga, kenapa kok sering blunder ini. Jadi kita menilai, ada ketidaksiapan pemerintah menggelar seleksi CASN ini. Akhirnya, tahapan demi tahapan bermasalah, mulai dari penetapan standarisasi passing grade terlalu tinggi,” ujar Ari kepada wartawan, Kamis (22/11) di gedung dewan.

Meskipun begitu, Politisi Partai Gerindra ini meminta agar proses seleksi selanjutnya, dilakukan dengan benar dan transparan. Sehingga, kesannya tidak sekadar jadi ajang kepentingan politik jelang pesta demokrasi.

“Tentu banyak yang menilai ini jadi ajang politisasi, untuk popularitas,” katanya.

Senada disampaikan Anggota DPRD Sumut fraksi PAN, Iskandar Sakty Batubara. Menurutnya ada kesan pencitraan dengan keputusan membuka formasi ini. Terlebih untuk pendidikan, harusnya pemerintah memperhatikan keberadaan tenaga honor K2, khusus untuk guru.

“Harusnya kalau mau buat, dilihat itu berapa banyak guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Jadi sistemnya kita lihat seperti terburu-buru. Sehingga berdampak secara teknis,” katanya. (btr/ted/bal/bbs)

KPK Usut Aliran Dana ke Polda Sumut, Kapoldasu: Harus Izin Kapolri

Irjen Agus Andrianto Kapolda Sumut
Irjen Agus Andrianto
Kapolda Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga duit suap yang disita dari Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu untuk ‘mengamankan’ kasus sang istri Made Tirta Kusuma Dewi. Bahkan uang itu diduga mengalir ke oknum di jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut).

Polda Sumut pun terus memberikan klarifikasi ihwal tudingan itu. Bahkan Polda sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai klarifikasi Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan internal. Ada enam penyidik yang diperiksa. Termasuk satu orang berinisial FD yang disebut masih memegang duit yang akan disetor kepada oknum yang akan mengamankan kasus Made Tirta.

FD yang bekerja sebagai karyawan swasta, dimintai bantuan oleh Remigo untuk menyelesaikan perkara korupsi PKK yang menjerat istrinya. Remigo menyerahkan uang kepada RA selaku orang kepercayaan. Total uang Rp400 juta diterima FD dari RA.  Uang tersebut diberikan dua kali, pertama Rp150 juta dan kedua Rp250 juta di sebuah hotel.

“Ternyata dia (FD) memang menerima dan disimpan dalam rekeningnya. Dan yang bersangkutan memanfaatkan situasi itu atas permintaan bupati, melalui orang kepercayaannya, berinisial RA. Alasannya bisa mengurus. Tapi penyidik tidak ada dihubungi oleh si RA dan FD,” kata Agus Andrianto, Kamis (22/11).

Pun jika nantinya dugaan aliran dana itu akan diusut ke Polda Sumut, Agus menyatakan harus memakai aturan.  “Pakai Aturan dong, harus izin dengan Pak Kapolri dulu. Yang kedua, kita sudah melakukan pemeriksaan internal juga,” tegas Agus.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, pihaknya tengah mendalami hubungan antara kasus suap yang membelit Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu dengan adanya penghentian penyidikan kasus yang menjerat istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

“Akan didalami oleh penyidik relevansinya seperti apa, sudah pasti harus dilihat fakta yang terkait dengan wewenang KPK,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Selasa (20/11).

Saut juga menambahkan bahwa pihaknya akan melihat terlebih dahulu konstruksi kasus yang membelit istri Remigo tersebut. “Kami juga akan menggali alasan Remigo mengumpulkan duit untuk mengurus kasus istrinya,” tegasnya.

Kapolres Tapteng Dimutasi Mutasi
Sementara itu, AKBP Ganda Saragih yang baru saja menjabat sebagai Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng) dimutasi dari jabatannya ke Polda Lampung. Polda Sumatera Utara (Sumut) membantah jika mutasi tersebut dikaitkan karena operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu beberapa waktu lalu.

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Tapteng, AKBP Ganda sempat menjabat sebagai Kapolres Pakpak Bharat. Yang cukup mencengangkan, mantan Kasat Narkoba Polrestabes Medan itu dimutasi setelah hanya satu hari menjabat di Tapteng. Dia dipindahkan ke Lampung dan menjabat sebagai Kapolres Metro, Polda Lampung.

Ganda dilantik sebagai Kapolres Tapanuli Tengah pada 16 November 2018 lalu. Pelantikan AKBP Ganda MH Saragih sesuai dengan Surat Telegram nomor ST/ 2597 /X/KEP./2018 TGL 14- 10-2018 yang ditandatangani AS SDM Mabes Polri, Irjen Dr. Eko Indra Heri S, M.M, yang dikeluarkan 14 Oktober 2018.

Pada 17 November telegram baru muncul. Telegram nomor : ST/2947/XI/Kep/2018, tertanggal 17 November 2018 menunjuk AKBP Ganda MH Saragih menjadi Kapolres Metro Polda Lampung. Sebagai penggantinya yakni AKBP Sukamat, yang sebelumnya menjabat di Kasubditregident Ditlantas Polda Aceh.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) AKBP Ganda Saragih kepada AKBP Sukamat berlangsung pada Kamis (22/11 dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto. ”Ya (mutasi) sesuai kebutuhan,” ujar Irjen Agus.

Agus membantah jika mutasi Ganda terkait OTT KPK kepada Remigo Yolanda Berutu dan sejumlah orang lainnya. “Enggak…enggak ada kaitan. Ini memang kebutuhan organisasi,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Remigo membawa-bawa aparatur hukum di Medan. KPK menyebutkan sebagian uang suap yang diterima Remigo diduga digunakan untuk ‘mengamankan’kasus penyelewengan dana KPK yang menjerat sang istri Made Tirta Kusuma Dewi 2014 lalu.

Sistem Elektronik tak Jaminan

Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang baru ini menimpa Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu membuat masyarakat menilai bahwa sistem elektronik di pemerintahan (E-Government) mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan tidak menjamin dapat menekan tindak korupsi secara signifikan. Pasalnya, isu mengenai dugaan fee proyek yang mengalir ke kepala daerah, bukan hal baru.

Anggota Komisi A DPRD Sumut Ikrimah Hamidy menyebut persoalan OTT kasus fee proyek sebagai satu kesialan. Sebab menurutnya, kasus hukum ini adalah satu dari sekian banyak persoalan yang tidak terlihat atau belum tertangkap oleh KPK serta aparat penegak hukum lainnya. Di balik itu semua, ada persoalan yang mendasar kenapa hal seperti ini masih marak tejadi.

“Kalau saja KPK itu bisa mengungkap persoalan ini, saya kira bisa saja lebih banyak lagi kepala daerah (di Indonesia) terangkat semuanya. Karena kasus ini tak jadi rahasia umum lagi, terkait fee proyek yang mengalir ke kepala daerah. Tinggal saja, istilah pasarannya, ada yang apes (sial) dan ada yang tidak,” ujar Ikrimah kepada Sumut Pos, Rabu (21/11).

Persoalan yang menurutnya dapat diambil hubungannya adalah sistem demokrasi dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung. Kaitan ini, katanya, karena harus diakui bahwa biaya kampanye untuk berkompetisi cukup mahal. Itu serentak untuk semua kabupaten/kota serta provinsi. Sehingga, baik daerah yang tergolong besar seperti DKI Jakarta, hingga Pakpak Bharat yang sangat jauh di bawahnya, disamakan.

“Dan kita itu melaksanakan Pilkada ini serentak untuk semua daerah, baik secara finansial atau APBD dan potensi daerahnya, tidak mencukupi (kecil). Jadi ini sama semua pendekatannya. Sedangkan kalau kita ambil contoh di Negara maju, tidak semua daerah ada Pilkada langsung, bahkan tidak ada DPRD-nya, hanya dewan kota yang ditunjuk pusat. Jadi yang ada hanya di daerah yang besar-besar saja, seperti di Negara Inggris,” katanya.

Kaitannya dengan sistem Pilkada langsung, kata Politisi PKS ini, mahalnya biaya ditambah minimnya keuangan dan potensi daerah, membuat banyak yang mencoba mengambl jalan pintas. Di antaranya adalah dengan mengambil fee proyek ini. Ujungnya adalah ada dorongan untuk berbuat yang tidak benar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut Rurita Ningrum menyebutkan, persoalan ini tidak bisa serta merta menyalahkan sistem demokrasi yang berlaku. Sebab tentu alasan tersebut beragam, tergantung bagaimana kekuatan nama seseorang (calon) di masyarakat, baik dari segi popularitas, akseptibilitas dan elektabilitasnya.

Jika hal itu dimiliki seseorang, maka kemugkinan biaya yang dikeluarkan untuk kampanye tidak terlalu besar.”Tetapi memang komitmen awal kepala daerah itu kan jelas (saat dilantik), tidak korupsi. Ketika (masih) menerima fee proyek, ini perlu peratian lagi dari semua pihak. Agar sistem elektronik seperti e-procurement, e-katalog dan lainnya, perlu dievaluasi kembali. Karena ini kan tujuannya menghindari tatap muka antara pemberi dan pelaksana proyek. Tetap saja terjadi kecurangan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menilai bahwa audit BPK selama ini juga belum memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi. Sebab dalam beberapa laporan, katanya, yang dilakukan (sanksi) kemudian adalah mengembalikan kerugian negara. Padahal kalau bisa ditelusuri lagi, bisa saja ada kemungkinan hal itu disengaja oleh oknum tertentu.

“Biasanya (dugaan) ini dilakukan oknum pejabat (ASN). Setelah itu fee proyek diberikan kepada kepala daerah. Jadi kalau sampai kepala daerahya kena OTT, ini dalam tanda kutip bisa dibilang rakus. Karena jumlahnya kecil sekali, dan ini sudah lama jadi incaran KPK. Padahal KPK juga kan sudah mensupervisi Sumut. Jadi ini mungkin soal mental. Sistem itu tidak menjamin,” jelasnya.

Begitu juga soal hukuman, Rurita berharap ada sanksi lebih berat diberikan kepada pemegang kekuasaan. Sebab, banyak rakyat yang menjadi korban akibat penyalahgunaan kuasa tersebut. Terlebih untuk Pakpak Bharat, menjadi cerita miris di tengah kondisi daerahnya tergolong miskin, dengan infrastruktur masih kurang memadai.

“Saya sempat bangga melihat prestasi di Pakpak Bharat (Remigo). Mereka punya website berisi rancangan anggaran yang bisa kita lihat. Beliau juga kan dikenal punya prestasi yang cukup selama menjadi Bupati. Jadi kasus ini tentu membuat kita kecewa berat. Selain mungkin ada kecenderungan ini tahun politik, untuk menjaga konstituen, mengingat dia juga kan ketua partai,” pungkasnya. (dvs/bal/JPC)

 

KPK Kembali Tahan 2 Anggota DPRD Sumut

.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK kembali menahan 2 tersangka kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Arlene Manurung dan Murni Elieser Verawaty Munthe. Mereka ditahan di rutan yang sama, di Rutan Klas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Penyidik hari ini (kemarin,Red) melakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap 2 tersangka dalam perkara suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (22/1).

Keduanya termasuk 38 tersangka yang dijerat KPK. Dari 38 anggota DPRD Sumut yang jadi tersangka itu, 5 orang di antaranya baru saja disidang dengan dakwaan menerima uang suap ‘ketok palu’ dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Uang suap tersebut dimaksud agar lima anggota DPRD mengesahkan APBD Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012 sampai tahun 2015.

Lima anggota DPRD itu yakni Rijal Sirait, Fadly Nurzal, Roolyndra Marpaung, Rinawati Sianturi dan Tiaisah Ritonga. Kelimanya menjalani sidang sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Jumlah uang yang diterima mereka berbeda-beda. Rijail Sirait menerima Rp477 juta, Fadly Nurzal menerima Rp960 juta, Rooslynda Marpaung menerima Rp885 juta, Rinawati Sianturi menerima Rp505 juta dan Tiaisah Ritonga menerima Rp480 juta. Mereka menerima uang tersebut secara bertahap.

Kasus ini bermula, jaksa menyebut pimpinan DPRD Sumut Chaidir Ritonga, M Afan, Kamaluddin Harahap dan Sigit Pramono Asri melakukan pertemuan dengan Sekda Pemprov Sumut Nurdin Lubis dan jajaran Pemprov Sumut. Dalam pertemuan itu, Kamaluddin disebut minta uang ketok palu.

Untuk memenuhi permintaan itu, Gatot disebut jaksa minta Kabiro Keuangan Pemprov Sumut Baharuddin Siagian mengumpulkan uang tersebut dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Setelah Ranperda tentang LPJP APBD Sumut disetujui pimpinan dan anggota DPRD termasuk para terdakwa, kemudian di ruangan M Alinafiah (Bendahara Sekwan) atau di ruangan masing DPRD lainnya M Alfinafiah menyerahkan uang kepada para terdakwa,” ucap jaksa.

Pada tahun anggaran 2013, jaksa menyebut Gatot memberikan uang ketok palu dalam bentuk proyek kepada DPRD Sumut. Akhirnya disepakati proyek senilai Rp 1 triliun diganti Rp 50 miliar untuk seluruh anggota DPRD itu.

“Pembagiannya melalui Bendahara Sekwan M Alinafiah agar seolah-olah anggota DPRD Sumut mengambil gaji dan honor lainnya setiap bulan,” tambah jaksa.

Saat tahun anggaran 2014 dan 2015, jaksa menyebut pimpinan DPRD tersebut kembali bertemu jajaran Pemprov Sumut untuk minta uang ketok palu. Kamaluddin memberikan catatan rencana pembagian uang untuk dibagikan anggota DPRD termasuk para terdakwa. Uang yang dikumpulkan Gatot dari SKPD Sumut.

“Selain memberikan uang kepada para terdakwa, M Alinafiah juga memberikan uang kepada pimpinan dan anggota DPRD lainnya sesuai catatan pembagian uang yang diterima Randiman Tarigan (Sekwan Pemprov Sumut),” jelas dia.

Jaksa menyakini para terdakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP. (bbs)

Jokowi-Ma’ruf Ditarget Menang 70 Persen, Tim Kampanye Medan Dideklarasikan

ISTIMEWA DEKLARASI: Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Maruf Kota Medan, Sastra didampingi Ketua HM Syaf Lubis dan Bendahara Aja Syahri, serta ketua-ketua parpol pendukung, saat membacakan ikrar dukungan di Medan Club, Kamis (22/11) siang.
ISTIMEWA
DEKLARASI: Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Maruf Kota Medan, Sastra didampingi Ketua HM Syaf Lubis dan Bendahara Aja Syahri, serta ketua-ketua parpol pendukung, saat membacakan ikrar dukungan di Medan Club, Kamis (22/11) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kampanye Koalisi Indonesia Kerja Kota Medan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin menargetkan memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilihan Presiden (Pilpres) April 2019 mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Tim Kampamye Koalisi Indonesia Kerja Kota Medan Jokowi-Ma’ruf, HM Syaf Lubis SE pada acara silaturahmi dan deklarasi dukungan tim kampanye tersebut di Medan Club, Kamis (22/11) siang.

Syaf Lubis mengatakan, kegiatan silaturahim dan deklarasi ini untuk mempererat persatuan dan kesatuan segenap parpol pendukung untuk bertekad memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kita masing-masing ketua ini harus semangat biar bisa memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Kepada tim pemenangan harus bisa menyampaikan program strategis yang telah banyak dibuat Pak Jokowi. Inilah yang akan kita yakinkan kepada masyarakat. Kita targetkan 70 persen kemenangan,” tegas Syaf Lubis.

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Sumut, Tengku Erry Nuradi mengungkapkan tugas berat sudah menanti. Namun tugas ini tak dapat dilakukan tanpa koordinasi dan kerja keras. Tentunya silaturahmi ini menjadi momentum yang sangat baik.

“Jadi Kota Medan harus posisi yang benar-benar berjuang sehingga membuktikan parpol pendukung bersatu. Karena hasil survey sementara, posisi Kota Medan dalam posisi yang mengkhawatirkan. Jadi perlu perjuangan lebih maksimal agar Medan betul-betul menjadi barometer. Alangkah naif jika nasional menang, tapi di Sumut dan Medan kalah,” ujar Tengku Erry.

Oleh karena itu, lanjut mantan Gubsu tersebut, Medan dan Sumut harus siap mencapai kemenangan 70 persen. “Tentunya dengan harus bekerja keras dan jangan menganggap enteng karena secara secara nasional unggul hasil survey,” imbau Erry.

Ia juga mengungkapkan selama ini banyak cerita soal Jokowi yang diplintir yang membuat masyarakat awam jadi berpikir negatif. Banyak hal positif yang telah dilakukan Presiden Jokwi selama memimpin, baik secara religi maupun peningkatan pembangunan infrastruktur demi kemajuan bangsa ini.

“Saya saat menjadi Gubsu, selalu mendampingi beliau saat berkunjung ke Sumut. Beliau selalu mengutamakan salat meski di musala atau masjid-masjid kecil di sela-sela kunjungannya. Beliau betul-betul muslim yang taat,” ungkap Erry.

Namun kenyataannya, lanjut Ketua Partai NasDem Sumut itu, hal ini banyak diplintir sehingga info menyesatkan beredar di masyarakat.

“Tugas kita lah menjelaskan kepada masyarakat. Banyak pemmbangunan infrastruktur yang telah dibangun, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara dan kainnya oleh Pak Jokowi. Jadi nikmat apalagi yang engkau dustakan?” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Aja Sahri mengungkapkan silaturahim dan deklarasi tim kampanye ini yang pertama kali untuk kabupaten/kota di Indoensia. “Hadir seluruh pengurus kecamatan 9 parpol pendukung se-Kota Medan, dan seluruh caleg dan relawan,” ujar Ketua PPP Kota Medan yang juga Bendaraha Tim Kampanye Kota Medan.

Selain pembacaan komposisi tim kampanye, juga dilakukan pengucapan ikrar dukungan 9 parpol yang dibacakan oleh Sekretaris Tim Kampanye Kota Medan, Sastra, yang juga Sekretaris PDIP Kota Medan. Acara dilanjutkan pembagian tali kepada anak Panti Asuhan Al Washliyah Pinang Baris, Medan.

Terlihat hadir Wakil Ketua Tim Kampanye Sumut Riza Fakhrumi Thahir, Sekretaris Hanura Sumut Edison Sianturi, Ketua NasDem Medan Afif Abdillah, Wakil Ketua Hanura Medan, Rianto Aghly, Ketua PKPI Medan Acil Lubis, Ketua PSI Medan Muhammad Fahri Riza, Sekretaris PKB Medan Ali Sutan, Ketua Perindo Medan Dianto MS, dan ribuan relawan. (adz/azw)

Jakarta Diguyur Hujan Es Sebesar Krikil

istimewa HUJAN ES: Seorang warga melintasi jalan yang baru diguyur hujan es di kawasan Tanah Abang dan sekitarnya, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).
istimewa
HUJAN ES: Seorang warga melintasi jalan yang baru diguyur hujan es di kawasan Tanah Abang dan sekitarnya, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hujan deras mengguyur Ibukota Jakarta, Kamis (22/11) siang. Fenomena tak biasa ini terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Warga Tanah Abang dan sekitarnya pun dikejutkan dengan turunnya hujan es.

Seorang warga Zico (29), menyatakan, dia takjub dengan adanya hujan es di Jakarta. Meski es yang jatuh hanya sebesar kerikil.

“Kecil-kecil doang sih. Tapi takjub saja, baru pertama kali lihat hujan es,” ungkap Zico di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Ketika dikonfirmasi, Ahli Cuaca BMKG Jakarta, Miming Saefudin menyatakan, hujan es biasanya terjadi pada musim transisi atau peralihan. Baik dari kemarau ke hujan (September-November) atau dari hujan ke kemarau (Maret-Mei).

“Ciri khas cuacanya, biasanya pada pagi-siang kondisi cuacanya cukup panas dan terik, sehingga memicu konektivitas tinggi pada siang hari. Sehingga awan-awan jenis cumulonimbus (CB) dapat tumbuh relatif lebih cepat. Dari jenis awan CB inilah fenomena hujan es dan puting beliung dapat terjadi,” bebernya.

Miming menambahkan, biasanya awan-awan CB timbul karena proses konvektif, dan terjadi pada masa-masa transisi musim. Sehingga, masih perlu diwaspadai potensi hujan es, puting beliung, serta angin kencang hingga awal Desember ini. (rgm/jpc/saz)