31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 5747

669 Peserta Ikuti Ujian CASN BKKBN Sumut

Foto: Pran Hasibuan/SUMUT POS MENUNGGU: Ribuan peserta CASN Pemprovsu 2018 di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto menunggu waktu ujian SKD, Sabtu (3/11) lalu.
Foto: Pran Hasibuan/SUMUT POS
MENUNGGU: Ribuan peserta CASN Pemprovsu 2018 di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto menunggu waktu ujian SKD, Sabtu (3/11) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumat (16/11) lalu, sebanyak 669 peserta mengikuti ujian Tes Kemampuan Dasar (TKD) seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) BKKBN Sumatera Utara, di Makodam I/Bukit Barisan Medan.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi 2 sesi, pertama pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.40 WIB dan pukul 14.00 WIB sampai 15.40 WIB. Sebelum ujian dilaksanakan, Kepala BKKBN Sumut Temazaro Zega mengungkapkan, Perwakilan BKKBN Sumut tahun ini menerima 36 orang CASN yang terbagi dalam 8 formasi.

“Dua puluh tujuh orang diantaranya dialokasikan untuk tenaga Penyuluh Keluarga Berencana,” ujar Temazaro.

Lebih lanjut, Temazaro menjelaskan, pelaksanaan ujian di BKKBN dipastikan berjalan murni. Disebutnya, sejak awal pihaknya terus berkoordinasi dengan BKN dan setiap proses yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga dipastikan penerimaan CASN di BKKBN Sumut transparan, akuntabel dan tidak ada unsur KKN.

“Kita bergarap semoga yang dinyatakan lulus nantinya, merupakan ASN yang profesional, berintegritas dan kompeten. Tantangan Program KKBPK semakin besar. Saat ini arah kebijakan Program KKBPK tidak sebatas pengendalian jumlah penduduk saja, namun lebih menitikberatkan kepada bagaimana mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berketahanan, ” sambungnya.

Seorang peserta, Windu mengaku jika tes kali ini lebih berat di banding tahun lalu. Meski transparan, menurutnya pengawasan lebih ketat. Mulai dari masuk ruangan, dikatakannya semua diperiksa menggunakan metal detector dan beberapa barang seperti handphone, ham jangan, sepatu dan kaus kaki serta lainnya, dilepas tidak boleh masuk ke ruang ujian.

“Nilai kita juga ditunjukkan di sebuah layar besar. Jadi sebelum selesai, kita sudah tahu nilai kita atas jawaban kita.  Sistem komputer gitu, ” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakannya dalam ujian diberi waktu 90 menit untuk menjawab 100 soal. Mulai dari soal TIU, TWK dan TKP. Disebutnya, banyak yang gagal di Tes Kepribadian (TKP), terlebih tahun ini dikatakannya nilai untuk Tes Kepribadian itu naik menjadi 143 minimal. Selain itu, dikatakannya nanti juga akan ada Tes Kemampuan Bidang (TKB) yang waktu serta lokasi ujian akan diumumkan. (ain)

Yaahowu Nias Festival 2018, Atraksi Famadaya Harimao Pukau Pengunjung

Aditia Laoli/sumut pos FESTIVAL: Arak-arakan Harimau, salah satu atraksi yang dibawakan pada rangkaian Yaahowu Nias Festival Tahun 2018 di Desa Bawomataluo, Nias Selatan.
Aditia Laoli/sumut pos
FESTIVAL: Arak-arakan Harimau, salah satu atraksi yang dibawakan pada rangkaian Yaahowu Nias Festival Tahun 2018 di Desa Bawomataluo, Nias Selatan.

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Salah satu atraksi “Famadaya Harimao” (Arak-Arakan Harimau) mengisi rangkaian kegiatan Yaahowu Nias Festival 2018 telah menjadi daya tarik para pengunjung domestik dan mancaranegara di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (18/11).

Famadaya Harimao adalah salah satu budaya lokal yang masih terus dilestarikan di Pulau Nias, khususnya di Kabupaten Nias Selatan dan sering dipertontonkan kepada para tamu dan pengunjung saat berkunjung ke tempat wisata.

Tokoh masyakarat setempat, Disiplin Manao menjelaskan makna “Famadaya Harimao” adalah sebuah keyakinan masyarakat dimana pada zaman dulu dilakukan sekali dalam tujuh tahun.

“Tujuan dilaksanakan ritual ini sebagai persembahan kepada Tuhan yang diyakini orang Nias pada zaman dulu, serta sebagai tebusan atau holi-holi (dalam bahasa Nias), manusia agar terhindar dari malapetaka, bencana, wabah penyakit dan ke laparan”,ungkapnya.

“Ritual ini juga dimaknai sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar hasil panen dan perkembangbiakan ternak melimpah. Setelah arak-arakan dilakukan oleh masyarakat, maka patung harimau itu dibuang di Sumali tempat lintasan sungai yang dinamai sungai Gomo”, sambungnya.

Selain atraksi tersebut, bertempat di Rumah Adat Besar Desa Bawomataluo juga dilaksanakan musyawarah umum dengan Tema : Nias Investor Meeting dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Yaahowu Nias Festival 2018 Sozanolo Ndruru yang sekaligus sebagai Wakil Bupati Nias Selatan.

Dijelaskan Sozanolo Ndruru, pelaksanaan musyawarah dimaksud untuk membahas akses transportasi laut antara Sibolga-Telukdalam, akses jaringan telekomunikasi dan internet, akses listrik ke semua Desa, akses jalan antara Desa dan Kecamatan, serta pelabulan dan bandara terdekat.

“Kita akan menyamakan persepsi antara semua stakeholder dalam upaya peningkatan dan pembangunan sarana dan prasarana dalam mendukung destinasi wisata di Kepulauan Nias, khususnya di Kabupaten Nias Selatan”,Kata Sozanolo.

Anggota DPD RI Parlindungan Pur ba selaku moderator dalam forum tersebut menyatakan akan menindaklanjuti kepada Kementerian terkait sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala dalam pengembangan destinasi wisata secara umum di Kepulauan Nias, khususnya di Kabupaten Nias Selatan.

“Saya akan usulkan ke Kementerian terkait pembangunan transportasi laut, pelabuhan dan pembangunan Bandara Silambo Kabupaten Nias Selatan. Saya atas nama anggota DPD RI mengharapkan kepada pihak Pelindo, Telkom dan PLN agar turut ambil bagian sesuai perannya masing-masing,”kata Parlindungan.

Sementara itu, Disiplin Manao selaku tokoh masyarakat kepulauan Nias mengharapkan agar pertemuan itu tidak selesai sebatas pembicaraan. Namun diharapkan realisasinya dalam bentuk konkrit sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat.

Terkait pengembangan destinasi wisata, Disiplin Manao, memberi usul supaya dibuat dalam bentuk paket wisata sehingga lebih menarik bagi para wisatawan. Sehingga turis yang datang tidak hanya tahu Desa Bawomataluo saja, tetapi juga mengenal Desa lain sebagai penunjang keberadaan cagar budaya nasional yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kita harapkan wisatawan itu melakukan perjalanan wisata dalam beberapa hari untuk mengelilingi destinasi wisata di beberapa tempat,”harap Disiplin Manao.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Nias Selatan menyerahkan piagam penetapan Desa Bawomataluo sebagai Desa Cagar Budaya Nasional dari Kemendikbud kepada Penjabat Kepala Desa Bawomataluo, Hans Martin Wau.

Turut hadir pada kegiatan ini Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan, sejumlah Pimpinan BUMN (Pelindo, PLN dan Telkom), Plt Sekda Nias Selatan Ir Ikhtiar Duha MM, Kadis Budparpora Anggreani Dachi SP, Kadis Kominfo Deri Dohude S Ag MM, Penjabat Kepala Desa Bawomataluo Hans Martin Wau SE, dan unsur Tokoh Masyarakat diantaranya: Disiplin Manao, Arisman Zagoto, Mowa’a Wau, Baliu Nehe, dan Elikasi Wau serta tamu dan undangan lainnya. (mag-5/han)

Tatap Muka bersama Kepala Desa di Nias Gubsu: Kades Harus Sejahterakan Masyarakatnya

ist PERTEMUAN: Gubsu Edy Rahmayadi menghadiri tatap muka dengan seluruh Kepala Desa, Lurah, dan Camat se Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli di Gedung Serbaguna, Kota Gunungsitoli, Senin (19/11/2019).
ist
PERTEMUAN: Gubsu Edy Rahmayadi menghadiri tatap muka dengan seluruh Kepala Desa, Lurah, dan Camat se Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli di Gedung Serbaguna, Kota Gunungsitoli, Senin (19/11/2019).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa (Kades) harus membuat program nyata dengan fasilitas yang ada, untuk mensejahterakan masyarakatnya. Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi pada pertemuan bersama para Kepala Desa dari Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli di Gedung Serbaguna, Kota Gunungsitoli, Senin (19/11).

“Khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kemudian tentukan mau dijadikan apa Nias ini, mau dibuat apa? saya tak menentukan, silahkan anda yang menentukan?” katanya.

Gubernur juga mengingatkan para Kades untuk memanfaatkan dana desa secara maksimal dan tepat sasaran. “Uang jangan hanya habis untuk pembelajaran, habis buat Bimtek (bimbingan teknis) saja,” ujar Edy Rahmayadi.

Jajaran pemerintahan se Kepulauan Nias, mulai dari kepala desa hingga bupati atau walikota juga diminta mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Nias. “Kalau saya tak bisa mengajak Kades membawa rakyatnya sejahtera, untuk apa saya jadi gubernur ini, makanya nanti saya kejar kepala desa ini,” katanya.

Menurut Edy, kepala desa memiliki perangkat yang sama seperti gubernur. Dicontohkannya, gubernur memiliki Forkopimda yang di dalamnya Kodam, Polda, Kajati dan lainnya. Kepala desa pun demikian, punya perangkat setara yang bisa diajak bekerjasama untuk mensejahterakan rakyat, seperti Babinsa, Babinkamtibmas dan lainnya.

Kepala desa, kata Edy, memiliki pertaruhan antara surga dan neraka. Kepala desa merupakan ujung tombak gubernur dalam program membangun desa. Jika kepala desa gagal mensejahterakan rakyatnya, kepala desa tersebut berdosa atau bersalah.

Selain itu, Edy berpesan kepada para kepala desa. Agar jangan sampai rakyat Nias hanya menjadi penonton di rumah sendiri. “Rakyat Nias harus bisa menikmati sumber daya alamnya sendiri, jangan hanya orang lain saja,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengatakan kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar mendukung pembangunan di ibukota Kabupaten Nias yang baru di Gido.

“Harapan kami tahun depan untuk membangun sarana prasarana di ibukota baru, agar cepat terlaksana dengan dukungan gubernur,” ujarnya. (prn/han)

Warga Hibahkan Tanahnya ke Pemkab Karo

.

KARO, SUMUTPOS.CO – Jhon Modal Pencawan, warga Gang Becek Pajak Roga, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo menghibahkan sebagian tanah ladangnya kepada Pemerintah Kabupaten Karo, guna pembukaan jalan alternatif yang mengurai kemacetan dari Pajak Roga ke arah Berastagi. Tanah yang dihibahkan secara sukarela itu selebar 5 meter dan panjang 100 meter.

“Iya, beliau (pemilik tanah) bersedia menghibahkan tanahnya seluas itu. Inilah usulan kepada kami,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi tanah yang akan dihibahkan, Senin (19/11). Terkelin berbincang dengan Jhon Modal Pencawan bersama anggota DPRD Jhon Karya Sukatendel, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nasib Sianturi, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat, Paten Purba.

Menanggapi usulan warga tersebut, Terkelin memberikan apresiasi, dan dukungan niat pemilik tanah memberikan lahan secara cuma-cuma kepada Pemkab Karo. Mengingat jalur alternatif tersebut dapat mengembangkan perekonomian, dan pembangunan infrastruktur. Pemkab Karo akan mempertimbangkan dengan mengacu rencana pembangunan jangka panjang 10 tahun, dan 15 tahun.

“Tapi alangkah bagusnya jika lahan itu dibebaskan lebarnya bukan 5 meter saja, tetapi 8 meter,” kata Terkelin. Lantaran selain untuk tujuan pembangunan, ke depan jalan yang dibuka tersebut juga akan dibangun drainase di sisi kiri, dan kanan jalan. Paling tidak akan memakan tempat minimal 1,5 meter untuk drainase.

“Bayangkan kalau lebarnya 5 meter, dibangun drainase kiri kanan, jalan akan semakin sempit,” kata Terkelin. Bupati menyarankan kepada pemilik lahan, agar menambah lebar jalan dari 5 meter menjadi 8 meter dengan panjang tetap 100 meter, agar lebih berpotensi untuk pengelolaan pembukaan jalur jalan alternatif.

Sementara Jhon Modal Pencawan menjelaskan, awalnya dia mengikhlaskan tanahnya selebar 5 meter dan panjang 100 meter akan dihibahkan kepada Pemkab Karo. “Syaratnya, buka jalur jalan alternatif dari Pajak Roga Gang Becek tembus ke jalan Gang Rukun Berastagi, terus ke simpang KWK klasis GBKP Jalan Udara,” papar Jhon Modal Pencawan.

Usai 100 meter jalan tanah miliknya dibuka, Jhon Modal Pencawan melanjutkan, tidak perlu lagi membebaskan tanah milik orang lain. Jalan sepanjang 100 meter itu akan langsung terhubung dengan jalan yang sudah beraspal. “Jadi tidak sulit. Kalau Pemkab Karo mau, pasti akan terealisasi,” ujar Jhon Modal Pencawan.

Disinggung wacana Pemkab Karo meminta penambahan lebar jalan dari 5 meter menjadi 8 meter, Jhon mengamini apabila dibutuhkan untuk pembangunan jangka panjang. Namun dia harus berembuk dengan keluarga, dan saudaranya karena hasil musyawarah sabelumnya menyepakati lebar lahan yang diberikan lima meter. “Segera saya rembukkan kembali dan secepatnya akan kami kabarkan ke Pemkab Karo,” ucap Jhon Modal Pencawan. (deo/han)

Tanah Karo Rawan Bencana, Semua Harus Berperan Aktif

SOLIDEO/SUMUT POS BERSAMA: Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, usai mengelar pasukan pembentukan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana
SOLIDEO/SUMUT POS
BERSAMA: Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, usai mengelar pasukan pembentukan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana

KARO, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara, khususnya Tanah Karo menjadi daerah yang rawan bencana. Kondisi tersebut tak terlepas dari kondisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu lempeng Samudera Hindia Australia, lempeng Samudra Pasifik, dan lempeng Benua Eurasia.

Akibatnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat resiko bencana alam yang tertinggi di dunia (High Risk Disaster Country) dengan kondisi geologis dan geo morfologis yang kompleks.

“Karena rawan bencana, Karo pernah mengalami banjir lahar dingin yang mengakibatkan perekonomian warga terganggu,” kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 0205/Tanah Karo Letnan Kolonel Infanteri Taufik Rizal dalam sambutan gelar pasukan di Lapangan Markas 125/Simbisa (Smb) Kabanjahe, Senin (19/11).

Banjir lahar dingin pada 22 Februari 2018 lalu terjadi di Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, dan Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Naman Teran.

Akibat potensi kerawanaan bencana yang besar, Taufik meminta semua pihak wajib berperan secara aktif. Salah satunya dengan mewujudkan sinergitas dengan segenap potensi daerah dan sumber daya yang tersedia untuk mengatasi berbagai keterbatasan dan tantangan pelaksanaan tugas dan penanggulangan bencana di daerah.

Tak sekedar berdampak ekonomi, Taufik melanjutkan, bencana juga dapat menimbulkan dampak negatif di hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Seperti korban jiwa, hilang, luka, pengungsian atau evakuasi, wabah penyakit dan terisolasi dari lingkungan yang membahayakan kehidupan masyarakat.

“Apabila terjadi secara berkelanjutan, dapat menimbulkan dampak psikologis (trauma) dan lainnya,” kata Taufik. Landasan itu menjadi rujukan pembentukan Satuan Tugas (satgas) PRC PB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) di tingkat kabupaten dan kota. Tugasnya membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan bantuan kemanusiaan. Juga tanggap dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana alam serta mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam yang sewaktu waktu di Karo.

Unsur-unsur yang bergabung dalam PRC PB meliputi TNI/Polri, BPBD, Pemda, PMI, SAR, BUMN, BUMD dan seluruh komponen masyarakat yang bertugas di wilayah Karo. Untuk memperkuatnya diperlukan pelaksanaan tiga aspek penting yang dipenuhi apabila terjadi bencana. Pertama, harus ada kesadaran bahwa bencana merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama komunitas.

Kedua, MoU (nota kesepahaman) antara semua stakeholder untuk dasar dalam melaksanakan kerjasama sesuai dengan peran fungsi tanggung jawab masing-masing. Ketiga, pembangunan interpersonal relations atau pembangunan hubungan secara pribadi antar pejabat TNI/Polri dan pemda serta stakeholder lainnya. “Ke depan, satgas ini menjadi pasukan terdepan reaksi cepat penanggulangan bencana Karo jika bencana ada,” kata Taufik.

Acara itu juga dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Karo Ajun Komisaris Besar Polisi Benny Remus Hutajulu, dan anggota DPRD Karo Jhon Karya Sukatendel. (deo/han)

SMAN 4 dan SMP Katolik Assisi Raih Juara Pertama

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi diabadikan bersama para juara lomba menyanyikan lagu perjuangan tingkat SMP dan SMA.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi diabadikan bersama para juara lomba menyanyikan lagu perjuangan tingkat SMP dan SMA.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sekolah Menengah Tingkat Atas Negeri 4 dan SMP Katolik Assisi keluar sebagai juara pertama dari masing-masing kategori dalam lomba lagu perjuangan memperebutkan Piala Kapolres Tebingtinggi.

Lomba menyanyikan lagu perjuangan yang digelar di Aula Kamtibmas tersebut, Senin (19/11), dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-73 tanggal 10 November 2018 d.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi menyatakan, perlombaan ini merupakan kegiatan positif guna mempersatukan generasi kita untuk bisa menjadi nilai yang sangat baik dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Kita memberikan semangat kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk bisa mentauladani semangat para pahlawan,”bilangnya.

Dalam perlombaan menyanyi lagu perjuangan dan lagu nasional tingka SMA dan SMP se Polres Tebingtinggi, penilaian Juri berdasarkan materi suara, teknik vokal, interplasi lagu dan penampilan. Untuk Tingkat SMA, juara 1 SMA Negeri 4, juara 2 SMA Yapim Swasta dan juara 3 adalah SMA Negeri 1 Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk Tingkat SMP juara 1 SMP Katolik ASSISI, juara 2 SMP Negeri 8 Kota Tebingtinggi dan juara 3 SMP Swasta YPAK Dolok Merawan, Kabupaten Sergai.

Seluruh peserta mendapat piagam penghargaan dari Kapolres Tebingtinggi dan para peserta yang juara mendapat piala dan hadiah. (ian)

Longsor Kecil Masih Terjadi di Madina

.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, tetap mensiagakan alat berat di lokasi rawan longsor. Pasalnya, longsor kecil masih kerap terjadi mengingat hampir setiap malam di Madina turun hujan hingga Desember mendatang.

“Hujan hampir setiap hari, itu yang kita khawatirkan. Dan longsor kecil juga masih ada sampai saat ini. Tapi alat berat kita sudah dipersiapkan di sana melalui UPT Bina Marga, termasuk juga dari Balai Jalan Nasional disiagakan. Sebab di sana terus hujan sampai Desember,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis kepada wartawan, Selasa (20/11).

Dikatakan Riadil, pihaknya pun mulai akan membahas rencana relokasi korban banjir dan tanah longsor di Madina mulai dibahas hari ini. Bahkan, pembangunan jalan yang semulanya hancur akibat diterjang air, kini sudah dalam proses pembangunan kembali.

“Rabu ini akan kita bahas tentang rencana aksi relokasi masyarakat yang bermukim di pinggir sungai dan tepi jurang di Madina. Untuk jalan juga kini sudah ditangani dengan memakai dana APBN dan APBD,”kata Riadil.

Menurutnya, setelah membahas relokasi warga terdampak bencana Madina, pihaknya baru mengalihkan fokus pada bencana serupa yang terjadi di Nias Selatan (Nisel). Terlebih soal relokasi permukiman masyarakat yang tinggal di tepi-tepi tebing. “Setelah Madina ini selesai, kita akan melakukan pembahasan Nias dan akan kita pindahkan juga masyarakatnya,” katanya.

Riadil menyebut, di Madina yang semula hanya ada dua kecamatan yang menjadi pembahasan untuk dilakukan relokasi, kini jumlahnya bertambah empat.

“Sebelumnya hanya Kecamatan Ulung Pungkut, tapi sekarang bertambah dua lokasi rawan bencana, yakni Lingga Bayu dan Batang Natal,” ujarnya.

Apalagi, imbuh dia, mengingat hampir setiap malam terjadi hujan di Madina dimana diperkirakan sampai Desember potensi hujan akan turun. Bahkan longsor-longsor kecil kerap terjadi, meski tidak memakan korban.

Data yang dipegang BPBD Sumut, di Kec. Ulu Pungkut ada 75 rumah rusak dan hanyut, Linggau Bayu 42 rumah hanyut, dan 59 rumah rusak berat, sedangkan di Batang Natal tercatat ada 24 rumah hanyut.

“Dan semuanya bermukim di tempat terlarang di tepi sungai yang berpotensi terkena bencana. Mereka ini yang rumahnya hancur dan hanyut itu bermukimnya di pinggir atau tepian sungai dan tebing yang curam. Kalau terjadi bencana langsung kena,” katanya.

Gubernur sambung dia, telah meminta masyarakat di daerah rawan bencana melalui bupati dan wali kota, agar tidak lagi bermukim pada daerah potensi bencana yang akan memakan korban. “Untuk jumlah korban pengungsi sudah berada di tempat yang lebih aman, dan logistik setiap hari dipasok oleh pemerintah.

Mengenai pembangunan sekolah di Madina, saat ini diakui Riadil masih dalam proses pembahasan. Disamping itu ada bangunan sekolah yang terkena bencana beberapa lokasi tidak laik untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

“Seluruh kepala daerah di Sumut juga sudah diminta oleh gubernur tidak melakukan kebijakan menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB), meliputi wilayah pinggir sungai dan tebing curam, apalagi rawan bencana daerahnya,” ujarnya. (prn/han)

Pengumuman Rangking Hasil SKD Belum Jelas

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan mengakui, hingga kini pengumuman calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 hasil ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) berdasarkan sistem rangking, belum ada disampaikan. Menurutnya, sebagian peserta di beberapa formasi CASN masih ada yang mengikuti ujian SKDn
“Belum ada pengumuman SKD. Termasuk di Kodam I/BB masih berlangsung ujian, dan itu sampai besok,” tuturnya kepada Sumut Pos, Selasa (20/11).

Dia mengungkapkan, untuk wilayah Sumatera Utara, peserta yang mengikuti ujian SKD praktis tinggal yang di Markas Daerah Militer I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan saja. Untuk kabupaten/kota yang menggelar SKD termasuk yang bertempat di Kantor BKN Regional VI Medan, Jl. TB Simatupang/Pinang Baris Medan, sebut English, sudah selesai semua. “Ya, pada 17 November untuk yang di kantor kami sudah selesai. Sejumlah kabupaten dan kota seperti Nias kita sudah selesai,” katanya.

Pihaknya menyebut, masih akan menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat mengenai tahapan CASN berikutnya, termasuk kapan waktu pengumuman hasil ujian SKD dilakukan. “Sejauh ini belum ada lagi arahan. Kami juga masih menunggu,” katanya.

Menurut dia, bisa saja ada perubahan jadwal tahapan mengingat waktu pelaksanaan ujian SKD yang belum tuntas dan diumumkan hasil kelulusan peserta sampai sekarang. Begitupun sebagai perpanjangan tangan pusat, pihaknya hanya bisa menunggu teknis selanjutnya saja. Terlebih atas waktu pelaksanaan ujian seleksi kompetensi bidang (SKB). “Kemungkinan menunggu selesai semua pada tahapan SKD, barulah dilaksanakan ujian SKB,” pungkasnya.

Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip juga mengatakan hal senada. Bahwa sampai kini pihaknya masih menunggu waktu tahapan ujian SKB akan dilakukan. “Kami belum tahu. Apalagi tentang peserta yang lulus ujian SKD melalui sistem perangkingan,” katanya.

Menurut Kaiman kebijakan dimaksud belum bisa diterapkan kalau tidak ada regulasi resmi yang sudah dilampirkan menjadi perundang-undangan negara. “Belum bisa harus ada regulasinya sebagai dasar,” katanya.

Pihaknya juga mengaku baru mengetahui kabar itu dari pemberitaan di media massa. Artinya belum ada secara resmi disampaikan oleh pemerintah pusat atas kebijakan baru dimaksud. “Kita tunggulah dulu, saya sudah sampaikan sebelumnya kalau tidak mau mengomentari lebih jauh sebelum menerima kebijakan ini secara resmi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, jadwal perekrutan CASN 2018 berantakan. Pemicunya adalah jadwal SKD yang molor. Akibatnya, tahapan seleksi berikutnya ikut molor. Seperti diketahui, sesuai jadwal seleksi CASN 2018, SKD seharusnya berlangsung pada 26 Oktober hingga 17 November. Namun, kemarin (17/11) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan bahwa ujian SKD masih berjalan. “Masih ada jadwal SKD sampai 21 November,” ucapnya.

///669 Peserta Ikuti Ujian CASN BKKBN Sumut
Sebelumnya pada Jumat (16/11) lalu, sebanyak 669 peserta mengikuti ujian Tes Kemampuan Dasar (TKD) seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) BKKBN Sumatera Utara, di Makodam I/Bukit Barisan Medan. Pelaksanaan ujian dibagi menjadi 2 sesi, pertama pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.40 WIB dan pukul 14.00 WIB sampai 15.40 WIB. Sebelum ujian dilaksanakan, Kepala BKKBN Sumut Temazaro Zega mengungkapkan, Perwakilan BKKBN Sumut tahun ini menerima 36 orang CASN yang terbagi dalam 8 formasi.

“ Dua puluh tujuh orang diantaranya dialokasikan untuk tenaga Penyuluh Keluarga Berencana, “ ujar Temazaro.

Lebih lanjut, Temazaro menjelaskan, pelaksanaan ujian di BKKBN dipastikan berjalan murni. Disebutnya, sejak awal pihaknya terus berkoordinasi dengan BKN dan setiap proses yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga dipastikan penerimaan CASN di BKKBN Sumut transparan, akuntabel dan tidak ada unsur KKN. “Kita bergarap semoga yang dinyatakan lulus nantinya, merupakan ASN yang profesional, berintegritas dan kompeten. Tantangan Program KKBPK semakin besar. Saat ini arah kebijakan Program KKBPK tidak sebatas pengendalian jumlah penduduk saja, namun lebih menitikberatkan kepada bagaimana mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berketahanan, “ sambungnya.

Seorang peserta, Windu mengaku jika tes kali ini lebih berat di banding tahun lalu. Meski transparan, menurutnya pengawasan lebih ketat. Mulai dari masuk ruangan, dikatakannya semua diperiksa menggunakan metal detector dan beberapa barang seperti handphone, ham jangan, sepatu dan kaus kaki serta lainnya, dilepas tidak boleh masuk ke ruang ujian. “ Nilai kita juga ditunjukkan di sebuah layar besar. Jadi sebelum selesai, kita sudah tahu nilai kita atas jawaban kita. Sistem komputer gitu, “ ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakannya dalam ujian diberi waktu 90 menit untuk menjawab 100 soal. Mulai dari soal TIU, TWK dan TKP. Disebutnya, banyak yang gagal di Tes Kepribadian (TKP), terlebih tahun ini dikatakannya nilai untuk Tes Kepribadian itu naik menjadi 143 minimal. Selain itu, dikatakannya nanti juga akan ada Tes Kemampuan Bidang (TKB) yang waktu serta lokasi ujian akan diumumkan. (prn/ain)

26 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga desa di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Akibatnya, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Akibat bencana alam tersebut, selain banyak pohon yang tumbang yang menimpa kediaman warga, juga sebagian atap rumahnya berterbangan dibuat angin kencang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Iwan Syahri, ketika dikonfirmasi, Senin (19/11) membenarkan peristiwa itu dan mengakui ada puluhan rumah warga yang rusak akibat bencana alam tersebut.

“ Sebanyak 26 rumah warga di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian 21 rusak ringan, 4 rusak sedang dan 1 rusak berat,” ujarnya.

Dijelaskannya, hujan deras dan angin kencang (puting beliung) tersebut terjadi pada Minggu (18/11) pukul 16.00 WIB. Tiga desa di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat yang terdampak yakni Desa Gergas, Paya Tusam dan Bukit Melintang.

Dimana 9 rumah rusak dengan rincian 7 rusak ringan, 1 rusak sedang dan 1 rusak berat di Dusun 1 Kampung Desa Gergas. Selanjutnya 14 rumah rusak di Desa Paya Tusam yakni 4 rumah di Dusun 1 dengan rincian 2 rusak ringan dan 2 rusak sedang, 7 rumah di Dusun 3 dengan rincian 6 rusak ringan dan 1 rusak sedang dan 3 rumah rusak ringan di Dusun 4.

Selanjutnya 3 unit rumah mengalami kerusakan rusak ringan di Dusun 4, Desa Bukit Melintang Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, jelas Iwan Syahri. (bam/han)

Maulid Nabi Pemko Binjai, Ma’aruf Amin ajak Umat Tiru Keteladanan Nabi Muhammad

Teddy Akbari/sumut pos HADIRI: KH Ma’aruf Amin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Pemko Binjai di Lapangan Merdeka, Selasa (20/11).
Teddy Akbari/sumut pos
HADIRI: KH Ma’aruf Amin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Pemko Binjai di Lapangan Merdeka, Selasa (20/11).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ribuan masyarakat memadati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Selasa (20/11). Pada kesempatan ini, Calon Wakil Presiden nomor urut satu, KH Ma’aruf Amin memberikan tausyiah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia ini mengajak masyarakat senantiasa mencontoh dan mencintai keteladanan Nabi Muhammad. “Barang siapa mencintai saya (Muhammad) akan bersama saya di surga. Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Tidak mau ikuti tuntunan ajarannya,” ujar Ma’aruf menirukan ucapan Rasullullah.

Dia menambahkan, Nabi terakhir ke-25 itu merupakan tokoh besar dunia. Khususnya umat Islam di seluruh penjuru. Nabi Muhammad, cerita Ma’aruf, dengan gambaran sosok yang banyak memberi perubahan tatanan sosial kearah yang lebih baik dan benar.

“Nabi Muhammad yang kita peringati hari ini adalah tokoh besar, terbesar di dunia di antara 100 tokoh besar dunia. Nabi Muhammad tokoh perubahan. Beliau berhasil membuat perubahan di Saudi Arabiah dan merubah suasana lebih baik dari zaman jahiliah. Setelah Nabi Muhammad tidak ada lagi, yang ada penggantinya yaitu para ulama yang meneruskan perjuangan nabi,” katanya.

Dia menambahkan, kunci sukses Nabi Muhammad berjuang melakukan perbaikan dan menyebarkan ajaran Islam. “Beliau sukses, beliau bekerja berdakwah dengan santun, tidak galak tidak keras. Rahmat dari Allah adalah kamu (Muhammad) santun kepada mereka. Santun itu rahmat, tidak galak. Sekarang banyak mubalig malah galak. Sekarang banyak hoax, fitnah dimana-mana. Dakwah itu menasihati, bukan memaki-maki. Sekarang di masjid banyak Almakiun, yang maki-maki. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek,” kata dia.

Sementara Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham menyambut kedatangan Ma’aruf Amin. “Selama datang Pak Kyai Haji Ma’aruf Amin. Kami mengapresiasi kehadiran Bapak dan rombongan di hari yang sakral, hari Maulid Nabi Muhammad Rasulullah,” kata Idaham.

Wali Kota dua periode ini mengaku terkejut atas kedatangan Ma’aruf Amin ke Kota Rambutan. Kata Idaham, kedatangan Ma’aruf disiapkan oleh sejumlah ustadz dan tokoh masyarakat di Kota Binjai.

Idaham mengaku mendukung KH Ma’aruf Amin dalam rangka suksesi kepemimpinan Republik Indonesia. Selain mendukugn, Idaham juga menyampaikan doa kepadanya.

“Pak Kiai banyak berjalan, doa kami agar Pak Kiai sehat dan kuat. Dukungan kami kepada Pak Kiai dalam rangka suksesi kepemimpinan Republik Indonesia. Semoga apa yang dicita-citakan diijabah (dijawab) Allah, dimudahkan. Kami selalu mendukung dan mendoakan. Semoga Pak Kiai dilindungi Allah SWT,” ungkapnya.

“Saya mewakili masyarakat Binjai bila ada tata keramah yang tidak baik, kami mohon maaf. Semoga allah limpahkan rahmat dan hidayahNYa pada kita semua dan meridhoi kita,” tandasnya.

Ratusan personel Polres Binjai dikerahkan untuk pengamanan Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad Rasulullah. (ted/han)