31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5783

Objek Pajak Dinilai Timpang, Masyarakat Enggan Bayar PBB

Hendri Dumanter Tampubolon
Hendri Dumanter Tampubolon

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menyikapi rendahnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari 22 kecamatan belum ada yang mencapai 60 persen (periode 1 Januari – 28 Oktober 2018), disebabkan banyaknya masyarakat enggan membayar karena ketimpangan nilai objek pajak.

“Dari reses yang beberapa saya lakukan, banyak ditemukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lebih besar dari harga pasaran sebenarnya di berbagai lokasi,” demikian dikatakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Deliserdang Ir Hendri Dumanter Tampubolon, Selasa (6/11) di Lubukpakam.

Atas persoalan itu, Politisi PDIP itu menyarankan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang agar mendata ulang dengan baik dan benar besaran pajak atau NJOP. Dengan tetap memperhatikan kemampuan membayar pajak dari masyarakat.

“Jangan sampai nilai objek pajak di gang perumahan lebih mahal daripada nilai objek pajak di jalan besar. Banyak saya temukan yang seperti itu,” terang Dumanter. Dia berharap, masyarakat objek pajak harus enjoy dalam melakukan pembayaran pajaknya. “Kalo bisa enjoylah masyarakat itu dalam urusan membayar pajak. Saat ini, kalau bisa urusan pajak jangan menjadi momok di tengah masyarakat,” minta Hendri Dumanter.

Secara bersaman, Jasa Wardani Ginting Politisi dan Hendri Dumanter meminta kepada Pemkab Deliserdang agar nilai rumah masyarakat yang Rp150 juta ke bawah diputihkan pembayaran pajaknya.

“Jika itu dapat diwujudkan, maka itulah bukti empati Pemkab ke masyarakat yang berpenghasilan rendah,” kata keduanya. (btr/ala)

Deliserdang Kembangkan Ekonomi Kreatif

KERJA SAMA: Bupati Deliserdang, Drs H Amri Tambunan menjalin kerjasama dengan Bekraf Indonesia untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Bali, Rabu (7/11).
KERJA SAMA: Bupati Deliserdang, Drs H Amri Tambunan menjalin kerjasama dengan Bekraf Indonesia untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Bali, Rabu (7/11).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum Of Understanding (MoU) pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Deliserdang.

“Penandatanganan dilakukan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf di Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung Provinsi Bali, Rabu (7/11),” ujar Kabid Informasi Publik Dinas Kominfo Deliserdang, Ari Mulyawan usai acara penandatanganan Mou melalui telepon selulernya di Bali.

Ari menambahkan, penandatanganan itu disaksikan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan Menteri Komunikasi Informatika RI Rudiantara. Selain Kabupaten Deliserdang, ada beberapa daerah yang melakukan MoU dengan Bekraf. Seperti, Kota Pekanbaru, Kabupaten Banjarbaru dan Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Deliserdang, Ramlan Refis menjelaskan maksud dan tujuan dilakukannya MoU tersebut.

“Tujuan MoU ini sebagai dasar bagi kedua belah pihak yaitu Pemkab Deliserdang dan Bekraf dalam melakukan kerjasama yang saling mendukung dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kreatif di Deliserdang,” ungkapnya saat dihubungi via selular.

Dengan adanya MoU ini, maka akan lebih mudah mengkoordinasikan serta mensinergikan pelaksanaan tugas dan kewenangan kedua belah pihak. Dengan begitu, potensi ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berkembang.

Pada kesempatan itu, Kadis Perindag menjelaskan bahwa dalam perjanjian itu tertuang beberapa poin pengembangan dan fasilitas ekonomi kreatif. “Adapun beberapa poin MoU ini meliputi riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif. Akses permodalan. Infrastruktur.

Pemasaran. Fasilitas hak kekayaan intelektual dan relugasi. Hubungan antar Lembaga wilayah dan ruang serta pemasaran ekonomi kreatif,” ungkap Refis. Ditambahkannya, MoU antara Pemkab Deliserdang bersama Bekraf diharapkan menjadi solusi untuk bersama-sama mengatasi permasalahan dalam menggali dan mengembangkan ekonomi kreatif di Deliserdang.

“Banyak sekali yang bisa dikembangkan, prospek kita cukup luas. Nanti kita harapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan industri kreatif yang nantinya bisa memajukan serta menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat Deliserdang,” sebutnya. (btr/ala)

Berprestasi, Putra Tanah Karo Dipromosi Jadi Brigjen

Istimewa/sumut pos DILANTIK: Brigjen Tabana Bangun dilantik menjadi Direktur Program Pascasarjana Lemdiklat Polri.
Istimewa/sumut pos
DILANTIK: Brigjen Tabana Bangun dilantik menjadi Direktur Program Pascasarjana Lemdiklat Polri.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melantik 20 perwira Polri yang naik pangkat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/11). Ke-20 perwira tersebut, 5 di antaranya perwira tinggi menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) dan 15 perwira menengah naik pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Dari 20 perwira yang naik pangkat, salah satunya adalah putra asal Tanah Karo yakni Brigjen Tabana Bangun yang sebelumnya berpangkat Komisari Besar (Kombes).

Selain naik pangkat, abang kandung Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara ini (Dr Cerah Bangun) dipercayakan menjabat Direktur Program Pascasarjana Lemdiklat Polri.

Sebelum menduduki Direktur Program Pascasarjana Lemdiklat Polri, Brigjen Tabana Bangun yang merupakan alumni SMAN Pancurbatu pernah menjadi Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumut, Direktur Akademik Akpol Lemdikpol dan Kapolres Tabanan, Bali.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kenaikan pangkat ini tak sekedar anugerah dari Allah SWT. Namun juga karena prestasi yang bersangkutan.

“Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang mengalami kenaikan pangkat, ditambah anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bersyukur kepada Tuhan, tapi ini juga karena prestasi rekan-rekan,” kata Tito.

Jenderal bintang empat itu juga mendoakan agar para personelnya yang belum mendapat kenaikan pangkat, akan segera diberi kesempatan.

“Karena apa yang terjadi hari ini, kenaikan pangkat hari ini, kita bisa berusaha tapi semua kembali kepada Allah SWT, takdir dan nasib dari Tuhan SWT. Hanya Tuhan yang bisa memberikan itu semua,” imbuh Tito.

Dalam upacara pelantikan itu, turut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto dan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (rel/azw/ala)

Rayakan Hari Pahlawan, PERISKASEL Gelar Aksi Donor Darah

PERISKASEL DONOR DARAH
PERISKASEL DONOR DARAH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kepedulian kepada sesama, Telkomsel melalui Persatuan Istri Karyawan Telkomsel (PERISKASEL) yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan aksi donor darah serentak di 3 kota, yakni Medan, Pekanbaru, dan Palembang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel dalam bidang kesehatan sebagai bentuk Perayaan Hari Pahlawan 2018.

Dengan melakukan aksi donor darah, kita memberikan sekitar 480 ml darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain. Setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelayakan, darah tersebut akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Pendonor juga akan merasakan beberapa manfaat, seperti darah mengalir lebih lancar, peningkatan produksi sel darah merah, dan terjaganya kesehatan jantung.

Ketua PERISKASEL Regional Sumbagut Nur Meliani Nursanti mengatakan, “Aksi donor darah ini menjadi wujud nyata kepedulian Telkomsel kepada sesama yang membutuhkan uluran tangan kita berupa transfusi darah. Kegiatan ini menjadi bentuk perayaaan Hari Pahlawan dari kami untuk masyarakat”.

Aksi donor darah yang bertema “Setetes Darah Kita, Berarti Untuk mereka” ini dapat diikuti oleh siapapun dengan beberapa syarat dari PMI, antara lain sedang tidak sakit/tidak sedang mengkonsumsi obat, tekanan darah dan HB normal, berat badan minimal 45 kg, dan usia minimal 17 tahun. Para pendonor terlihat sangat antusias dengan aksi yang digelar di Telkomsel Graha Merah Putih Medan, GraPARI Sudirman Pekanbaru, dan Gedung MDP lt.6 Palembang ini. Kegiatan lain yang dilakukan yakni pemeriksaan kesehatan gratis serta bazaar makanan, pakaian dan buku.

“Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan donor darah, serta meningkatkan kesadaran dan semangat persaudaraan kita untuk saling membantu satu dengan lainnya”, tutup Nur. (***)

RM Harry Nugroho 48 Hari sebagai Bupati Batubara

Gubsu lantik HM sebagai Bupati Batubara.
Gubsu lantik RM Harry Nugroho sebagai Bupati Batubara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H Edy Rahmayadi melantik RM Harry Nugroho sebagai Bupati Batubara untuk sisa periode 2013-2018, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/11).

Meskipun singkat, 48 hari masa tugas diharapkan dapat dimanfaatkan sebaiknya untuk menahkodai daerah di tepi Selat Malaka itu. “Saya percaya anda dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,” ujar Gubernur membacakan teks pelantikan.

Turut hadir di acara itu, Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, sejumlah OPD Pemkab Batubara dan Forkopimda Batubara, serta undangan lainnya.

Bupati Batubara RM Harry Nugoroho usai dilantik menyampaikan, dirinya akan berbuat maksimal selama sisa masa jabatan Bupati untuk periode 2013-2018. Meskipun singkat, ia tetap akan menjalankan tugas dengan baik. Bahkan diakuinya sudah ada program yang disiapkan sejak 2015 lalu untuk membangun kabupaten tersebut.

“Konsepnya sudah saya buat. Kita akan fokuskan bagaimana membangun kawasan di pinggiran Selat Malaka. Karena dibandingkan Malaysia dan Singapura, kita masih jauh tertinggal. Makanya dalam waktu singkat saya akan kejar itu,” jelas Harry, yang juga menyebutkan bahwa antara dirinya dengan Bupati Batubara terpilih H Zahir sudah terbangun komunikasi sebagai langkah awal masa transisi.

Diketahui, RM Harry Nugoroho sebelumnya menjabat Plt Bupati Batubara menggantikan Ok Arya Zulkarnain yang tersangkut kasus hukum dan harus diberhentikan secara tetap. Harry pun akan bertugas hingga pertengahan Desember mendatang, menghabiskan sisa masa tugas Bupati untuk periode 2013-2018, sebelum Bupati-Wakil Bupati terpilih H Zahir-Iqbal Firma dilantik. (rel)

Rusto’s Tempeh Man Jadda

Daerah pegunungan luar kota Kyoto.
Daerah pegunungan luar kota Kyoto.

Oleh: Dahlan Iskan ­

——

Tidak ada sukses yang datang tiba-tiba. Begitu pun Rustono. Dengan Rusto’s Tempeh-nya. ‘’Usahanya berkembang ke seluruh dunia karena semangat man jadda,’’ kata wartawan Disway, Dahlan Iskan dalam seri terakhir kisah Raja Tempe di Jepang itu.

——-

Daerah pegunungan lu­ar kota Kyoto ini ind­ah sekali. Lokasi pem­buatan tempe nomor 3 ini­ istimewa. Di sebuah ­lereng. Antara jalan ­kampung itu dan sunga­i. Yang airnya mengal­ir tipis. Di sela-sel­a bebatuan. Jernih se­kali.

Saya heran. Kok Rust­ono diijinkan membang­unnya di situ. Berunt­ung sekali anak desa ­Grobogan ini.

Di sekelilingnya hut­an pinus. Di kejauhan­ sana tampak danau be­sar. Yang lingkarnya ­200 km.

”Kalau musim gugur ­indahnya bukan main. ­Dedaunan di sini semu­a berwarna kuning dan me­rah,” katanya.

Itu berarti sekitar ­2 minggu lagi. Saya t­erlalu dini datang ke­ sini. Ini pun di mat­a saya sudah sangat i­ndah: gunung, sungai,­ bebatuan, hutan dan ­jalan yang berkelok-k­elok.

Itu sesuai dengan im­pian Rustono muda. Te­tap di desa tapi beda­ kelasnya. Kini Rustono 50 tahu­n. Anaknya dua: perem­puan semua. Yang besa­r sudah kuliah: di pa­riwisata. Cita-citany­a jadi pemandu wisata­.

Yang kecil masih SMA­. Sudah pandai memain­kan saksofon. Seperti­ ayahnya. Saya diperlihatkan v­ideonya: ayah dan bun­gsu main saksofon. Si­ sulung main keyboard­. Asyik. Main musik b­ertiga. Dua saksofon ­saling sautan.

Keluarga ini juga se­ring berdayung kano. Di danau itu. Dan man­cing. Tidak ada danau­ dan kano di desanya ­dulu. Di Grobogan. Du­lu alam seperti pedes­aan Kyoto ini hanya a­da dalam mimpi.

Anak-anaknya itu per­nah diajak ke Indones­ia. Ke Grobogan. Tapi­ tidak ada keinginan ­untuk pindah ke Indon­esia. Rustono sendiri­ sudah menyatu dengan­ istrinya. Di pegunun­gan ini.

”Saya sering bilang­ ke istri saya. Ingin­ sampai mati di sini.­ Mayat saya terserah dia. Mau dikubur sila­kan. Mau dikremasi ga­k apa-apa,” katanya.­

Tapi Rustono tetap p­egang paspor Indonesi­a. Hanya statusnya be­da. Sudah permanen re­sident di Jepang.

Anak-anaknya pilih j­adi warga negara Jepa­ng. ”Saya kan orang ­Jawa. Tidak punya mar­ga. Saya ijinkan anak­-anak saya menggunaka­n marga ibunya,” uja­r Rustono.

Tempe sudah menjadi ­usaha utamanya. Dan s­atu-satunya.

Rustono ingin menjad­i seperti orang Jepan­g pada umumnya: profe­sional. Menekuni satu­ bidang. Dengan amat ­sungguh-sungguh. Samp­ai ahli. Sampai sempu­rna. Sampai jadi raja­nya.

Kini gelar raja temp­e sudah disandangnya.­ Literatur tempe suda­h dikuasainya.

‘Rusto’s Tempeh’ sud­ah jadi brandnya yang­ kuat.

Kini Rustono membuat­ langkah baru: dari I­ndonesia untuk dunia.­ Tidak hanya puas men­jadi raja tempe Jepan­g. Ia sedang mengemba­ngkan tempe di Meksik­o, Korea, Austria dan­ sebentar lagi Amerik­a. Menggunakan sistem­ waralaba.

PSMS Tiba di Denpasar Ambisi Matsunaga

PSMS
PSMS

SUMUTPOS.CO – PSMS sudah tiba di Denpasar, untuk menghadapi duel lanjutan kontra Persib, Jumat (9/11). Pasukan Peter Butler berkekuatan 18 pemain untuk lawatan kali ini.

Namun ada beberapa perubahan dalam komposisi pemain yang dibawa. Peter Butler mengatakan akan membawa pemain yang sudah pulih dari cedera. Artinya Reinaldo Lobo yang sempat mulai berlatih belum ikut dibawa.

Selain tidak ada Dhika Bayangkara pada deretan penjaga gawang. Abdul Rohim dibawa bersama Ahmad Fauzi.

Tidak dibawanya Dhika, diduga berkaitan dengan performanya saat PSMS dihajar telak 5-0 lawan Arema FC. Sudah sepekan terakhir dia absen.

Untuk lini depan, PSMS tidak bisa diperkuat Antoni Putro Nugroho yang terkena akumulasi kartu kuning, sehingga Butler membawa Choiril Hidayat.

Shohei Matsunaga yang sebelumnya sempat diragukan karena akumulasi ternyata masih bisa diturunkan karena baru mengoleksi dua kartu kuning. Pemain asal Jepang itu pun berambisi menghadapi mantan klubnya.

“Semua lawan sama saja, saya juga bersikap profesional. Yang penting PSMS bisa menang di setiap pertandingan,” ujarnya, Rabu (7/11).

“Dan target kita saat ini hanyalah bagaimana memenangkan pertandingan, agar PSMS mampu keluar dari jurang dergardasi,” ungkapnya.

Saat ini, Matsunaga menjadi pencetak gol terbanyak untuk PSMS Medan. Sejak pertama bergabung Shohei telah mengkoleksi 12 gol, termasuk 2 gol yang dicetak ke gawang mantan timnya Persela Lamongan.

Sementara di kubu lawan, Pelatih Persib, Mario Gomez mengakui kehilangan Jonathan Baumann. Namun dia masih punya striker tajam lainnya.

“Kami masih punya Patrich (Wanggai) dan beberapa penyerang muda lainnya, termasuk Ezechiel (N’douassel) di sektor depan. Jadi, saya rasa bukan masalah bagi tim,” ujar Gomez, Selasa (6/11).

Namun, jika harus memilih, Gomez akan lebih senang apabila Bauman bisa bermain. “Jika Bauman absen, tentu itu sebuah kerugian,” kata Gomez. (don)

Timnas U-16 Dikirim ke Inggris

.

SUMUTPOS.CO – PSSI kembali mengusung program pelatih pemain usia muda di luar negeri. Setelah PSSI Primavera dan Baretti di Italia hingga SAD di Uruguay, kini otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu memilih Inggris sebagai tempat menggembleng pemain muda pilihan.

Nah, para pemain yang terpilih untuk mengikuti program ini berasal skuad Timnas U-16. Menjadi juara di ajang Piala AFF dan tembus perempat final Piala Asia U-16 menunjukkan kalau para penggawa Timnas U-16 punya potensi untuk menjadi bintang masa depan.

Sebanyak 25 pemain alumni Timnas U-16 dipanggil untuk mengikuti program pelatihan di Inggris. Lima di antaranya merupakan pemain muda Barito Putera. Rinciannya, 4 pemain masuk dalam 25 pemain inti yang diberangkatkan ke Inggris, dan 1 pemain masuk dalam waiting list.

Lima pemain tersebut adalah Amiruddin Bagas Kaffa, Amiruddin Bagus Kahfi, Yudha Febrian, dan Alif Jaelani. Sementara satu pemain yang masuk waiting list adalah Dandi Maulana.

Program tersebut rencananya akan dijalankan selama 6 bulan. Terhitung sejak Desember 2018 hingga Mei 2019. Selama kurun waktu tersebut, para pemain akan mendapatkan pelatihan sepak bola di bawah pelatih profesional dari Federasi Sepak Bola Inggris dan PSSI.

Tak hanya itu, beasiswa tersebut juga akan memfasilitasi serangkaian uji coba dan trial dengan akademi profesional. Bahkan mereka juga akan tetap mendapat pendidikan formal, akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama tinggal di Inggris.

“Sehubungan dengan program beasiswa tersebut, kami memanggil 25 pemain yang telah terjaring melalui Liga 1 U-16 dan EPA Development Camp, dan meminta agar manajemen klub dapat memberikan persetujuan untuk mengikuti program beasiswa ini,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha dalam surat pemberitahuan kepada manajemen Barito Putera tertanggal 30 Oktober 2018.

Bagus yang belum lama bergabung dengan Barito Putera U-16 mengaku senang namanya masuk dalam daftar yang akan diberangkatkan ke Inggris. Dirinya menyebut program tersebut sangat bagus untuk membantu perkembangan pemain muda. “Senang pasti. Ini kesempatan langka. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan sebaik-baiknya,” kata bintang Timnas U-16 tersebut. (jpg/adw/jpc/don)

Pacu Sektor Pertanian

Ilustrasi
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SEPAKAT: Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menunjukkan nota kesepakatan KUA-PPAS R-APBD 2019 yang baru ditandatangani di gedung dewan, Rabu (7/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga hari melakukan pembahasan secara marathon dan alot, akhirnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumut dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut sepakat menandatangani Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD Sumut 2019 sebesar Rp15,2 triliun. Kenaikan anggaran sebesar Rp1,9 triliun dari Rp13,8 triliun pada APBD 2018 itu akan difokuskan di sektor riil terutama pertanian, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

KESEPAKATAN KUA-PPAS RAPBD Sumut 2019 ini dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman di ruang sidang paripurna DPRD Sumut, Rabu (7/11) sore. Gubsu Edy Rahmayadi menyatakan, serangkaian rapat panjang pembahasan APBD Sumut 2019 yang dipimpin Ketua TAPD R Sabrina, mengarah pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu, target pendapatan dari sektor pertanian atau agraria ingin dipacu Pemprovsu tahun mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi Sumut ini yang harus kita kejar. Kami sudah rapat panjang membahas ini. Karena dampaknya pada demo rakyat (buruh) minta naik upah,” katanyan
kepada wartawan usai penandatanganan KUA-PPAS.

Dengan peningkatan di sektor riil tersebut, Edy mengaku Banggar DPRD Sumut tentu harus detil menghitungnya. Dan segala pertanyaan dari Banggar itulah yang dijawab satu per satu oleh ketua TAPD. “Tapi sebelum ini kita sudah bahas panjang di pemprov,” sebutnya.

Ditanya mengenai porsi belanja daerah dalam APBD 2019, mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu mengatakan, pihaknya tetap akan mendorong pada sektor riil. Terkhusus lima sektor atau bidang sesuai visi misi dirinya bersama Wagubsu Musa Rajekshah. “Yaitu agraris di Sumut yang harus kita kembalikan. Lalu infrastruktur, tenaga kerja, pendidikan, dan sektor kesehatan,” pungkasnya.

Terkait Pengangguran di Sumut 396 Ribu, Disnaker: Lulusan Abal-abal Tentu Tidak Laku

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, bahwa jumlah pengangguran di Sumut tahun 2018 masih ada 396 ribu, ditanggapi Dinas Tenaga Kerja Sumut. Menurutnya, kunci utama serapan tenaga kerja ada pada dunia pendidikan.

“Intinya itu di dunia pendidikan. Kalau yang diekspor itu lulusan ‘abal-abal’, tentu tidak laku (di dunia kerja),” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Harianto Butarbutar, kepada Sumut Pos, Rabu (7/11).

Di sisi lain, kata Harianto, Pemprovsu akan terus mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) termasuk perangkat pengajar dan fasilitas, untuk membantu keahlian para pencari kerja di daerah ini. Disnaker mempunyai komitmen tahun depan akan mengoptimalkan BLK yang ada.

“Dukungan finansial amat dibutuhkan. Terlebih dalam hal sarana, prasarana dan fasilitas dalam gedung BLK. Selama ini kegiatan BLK berfungsi tapi belum maksimal. Terutama bagi lulusan-lulusan SMK jurusan otomotif, elektro dan lainnya,” katanya.

Kendala yang dirasakan pihaknya selama ini, semestinya penyelenggaraan latihan di BLK bagi para pencari kerja dapat dilakukan 30 paket. Namun karena keterbatasan ruangan, hanya bisa setengahnya saja. “Satu paket itu 16 orang. Tetapi karena segala keterbatasan, cuma bisa diikuti 15 orang. Di samping itu ada beberapa instruktur kita yang sudah pensiun,” katanya.

Pihaknya mendorong agar lembaga pendidikan baik sekolah ataupun perguruan tinggi, agar menempatkan pelajar yang melakukan praktek kerja lapangan (PKL) pada BLK-BLK yang ada, baik milik pemerintah maupun swasta.

“Jadi tidak hanya di instansi-instansi pemerintah maupun perusahaan swasta saja, tapi juga ditujukan ke balai-balai latihan kerja. Sehingga mereka punya keahlian sebelum terjun ke dunia kerja,” katanya.

Anggaran yang dibutuhkan untuk ketersediaan perangkat SDM maupun fasilitas bagi BLK Sumut yang terletak di Kota Pematangsiantar, paling sedikit Rp10 miliar, agar BLK yang kita punya menjadi optimal. “Inilah yang secara bertahap kita harap dapat dialokasikan untuk pengembangan BLK,” katanya.

Selain optimalisasi BLK, Disnaker Sumut berencana memfasilitasi sertifikasi keahlian bagi para pencari kerja. Misalnya tukang las di bawah laut, ahli listrik, dan TOEFL bahasa Inggris minimal 500 berstandar imternasional, sehingga pencari kerja bisa menembus pasar kerja luar negeri.

“Dengan demikian, para pencari kerja kita di Sumut memiliki kualitas dan kualifikasi untuk bersaing di pasar kerja dalam maupun luar negeri. Kami tetap membutuhkan dukungan dana untuk pengembangan BLK kita tahun depan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, per Agustus 2018, jumlah usia produktif untuk bekerja di Sumut saat ini ada 7.124.000 orang. Atau naik 381 ribu orang dibanding Agustus tahun lalu. Dari jumlah itu, baru 6.728.000 orang yang bekerja. Sisanya 396 ribu berstatus pengangguran. Terbanyak lulusan SMK.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai angka 9,65 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. (prn)