31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5782

Lagi, Maling Kabel LPJU Dibekuk

ist Ibrahim alias Baim
ist
Ibrahim alias Baim

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku pencurian kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kembali tertangkap ketika tengah beraksi di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (7/11) malam.

Ketika itu, pelaku yang mengaku bernama Ibrahim alias Baim bersama sembilan rekannya sedang mencuri kabel milik PT Telkom. Namun sembilan rekan Baim berhasil lolos, kini Baim diamankan di Koramil Belawan.

Kepada prajurit Koramil, Baim mengaku sebelum tertangkap mencuri kabel milik PT Telkom, ia bersama 9 rekannya telah mencuri kabel LPJU di jembatan Sungai Deli.

Kesembilan rekan Baim masing-masing, Kimung, Leman, Susanto, Arif, Joko, Poji, Tono, Asril dan Putra Ateng. Tidak hanya kabel LPJU, Baim mengaku mereka juga telah mencuri tiangnya.

Akibat ulah mereka, kawasan jembatan menjadi gelap gulita. Disamping itu, sisa kabel LPJU bekas potongan rentan bahaya karena masih dialiri listrik.

Oleh karenanya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan yang berwenang menangani LPJU langsung turun untuk menanganinya.

Informasi dihimpun, Baim ditangkap oleh Kepala Lingkungan (Kepling) 1 dan 2 Kelurahan Belawan Bahari. Malam itu, kedua kepling melihat gelagat dan gerak-gerik Baim beserta kesembilan temannya. Setelah diperhatikan dengan seksama, Baim cs ternyata tengah mencuri kabel telepon.

Kedua kepling langsung menghentikan aksi Baim dan kesembilan temannya. Hanya saja, kesembilan teman berhasil kabur, sedangkan Baim bernasib apes.

Oleh kedua kepling, Baim kemudian dibawa ke Kantor Koramil Belawan. Ketika diinterogasi, Baim menyebutkan identitas kesembilan rekannya.

“Untuk sementara Baim ditahan di Kantor Koramil Belawan. Setelah sembilan rekannya yang telah diketahui identitas dan alamatnya masing-masing, barulah mereka kita serahkan kepada pihak kepolisian,” kata Kepling Lingkungan 1 & 2.

Terpisah, Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan HM Husni kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Dikatakan Husni, penangkapan yang dilakukan kedua kepling beserta warga merupakan bentuk wujud kepedulian warga.

“Artinya kepedulian warga saat ini mulai tumbuh, mereka sadar tanpa kepedulian dan dukungan mereka pembangunan yang dilakukan saat ini akan sia-sia,” ungkap Husni.

“Kita harapkan peristiwa ini menjadi stimulus bagi warga lainnya untuk ikut mendukung dan menjaga hasil pembangunan yang telah selesai dilakukan, termasuk kabel dan tiang LPJU yang telah didirikan untuk menerangi kawasan tersebut,” sambungnya.

Di tengah maraknya pencurian kabel LPJU, Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan terus melakukan perbaikan lampu yang padam.

Selain untuk membuat estetika Kota Medan lebih menarik dan terang pada malam hari, juga sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

“Sekali lagi saya sampaikan, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat. Atas dukungan dan kepedulian warga yang semakin tumbuh untuk mendukung pembangunan Kota Medan, saya ucapkan terima kasih. Jika semua warga peduli, Insya Allah kasus pencurian kabel LPJU dapat diatasi,” pungkasnya.(ris/ala)

Terkait Bolos Mengajar 7 Tahun & Tunjangan Kematian Cair, Tersangka Tolak BAP, Disdik Ajukan Pemecatan

bambang/sumutpos TIBA: Demseria Simbolon saat baru tiba di gedung Kejari Binjai setelah ditangkap di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/11) lalu.
bambang/sumutpos
TIBA: Demseria Simbolon saat baru tiba di gedung Kejari Binjai setelah ditangkap di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/11) lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Disertai bukti-bukti terlampir, Dinas Pendidikan Kota Binjai sudah mengajukan surat pemecatan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Meski demikian, Demseria Simbolon, tersangka dugaan penyelewengan uang negara masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sejatinya mengajar sebagai guru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Binjai, Indriyani mengatakan, instansi yang dipimpinnya sudah meminta BKD agar yang bersangkutan dipecat. Menurut dia, Disdik Kota Binjai tidak berhak melakukan pemecatan.

“Proses status pegawainya dari pusat, BKN dan segala macamnya. BKD yang mungkin menyurati BKN, berhubung saudara ini (Demseria) tidak masuk dan sebagainya,” ujar dia, Kamis (8/11).

Bukti-bukti yang sudah diserahkan Disdik Binjai, kata dia, salah satunya pemutusan gaji yang bersangkutan. Persisnya sejak November 2016 hingga Agustus 2018.

Hal itu dilakukan Disdik Binjai karena Demseria sudah tidak masuk mengajar selama tujuh tahun belakangan. Tujuannya, agar kerugian negara tidak meluber.

“Kami tidak ada hak memberhentikannya,” ujar dia.

Sementara, paska ditangkap Demseria menolak diperiksa penyidik Pidana Khusus Kejari Binjai. Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar menyatakan, tersangka belum mau memberikan keterangan sekaligus pengakuannya terkait motifnya melakukan hal tersebut.

“Nanti minggu depan jika sudah diperiksa. Kalau langsung boleh melalui saya, nanti disampaikan Kasi Intel. Kalau Demseria ditanya pasti belum ngaku, kami belum periksa,” kata mantan Kajari Kualatungkal ini melalui telepon selularnya.

Victor menambahkan, Demseria masih menutup diri. Alasan oknum guru Sekolah Dasar Negeri 027144 Binjai Utara ini, karena menggunakan jasa kuasa hukum.

“Kuasa hukumnya ada. Nanti pas dia dipanggil lagi Senin atau Selasa depan. Kami yang kami temui fakta kejahatan, motif latar belakang pidananya belum ada, belum diambil keterangan,” sambung mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Bagaimana soal faktor ekonomi yang jadi alasan Demseria melakukan itu, Kajari belum berani menyimpulkan.

Bahkan, Victor juga tak keberatan jika ada laporan lain dari pihak luar soal motif Demseria ini.

“Saya belum tahu. Kalau ada yang tahu motif apa dia, beritahu kami. Kalau tahu lebih bagus, jadi nggak mengandalkan pemeriksaan jaksa saja,” jelasnya.

Sayangnya, wartawan juga belum dapat melakukan wawancara langsung terhadap yang bersangkutan. Pasalnya, wartawan butuh mengantongi surat izin dari Kejari Binjai untuk minta waktunya agar dapat diwawancari. Sebab, kini sudah dititipkan di Lapas Kelas II A Binjai.

“Dia menolak di BAP langsung. Ada dia buat surat ke saya. Kalau kesehatan aman, sudah dicek juga kesehatan dia. Aman. Boleh diwawancara langsung, besok kita buat surat izinnya biar bisa diwawancarai di Lapas,” tambah Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting.

Diberitakan sebelumnya, pelarian otak pelaku dugaan penyelewengan uang negara, Demseria Simbolon akhirnya kandas di Perumahan Karang Anyar, Blok D 16, RT 005, RW 007, Cikarang, Jawa Barat, kemarin (6/11) pukul 16.00 WIB. Wanita berusia 56 tahun ini resmi ditahan penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai.

Warga Komplek Handayani, Jalan Dewi Sartika Nomor 162, Binjai Utara itu tidak melawan saat diringkus di Cikarang. Bahkan, tersangka ditangkap penyidik turut disaksikan suaminya (Adesman Sagala), anak dan penasehat hukum.

Diketahui, perkara ini bermula dari seorang oknum guru, Demseria Simbolon yang bolos mengajar di Sekolah Dasar Negeri 027144 sejak 2010 lalu. Meski bolos, Demseria Simbolon tetap mengalir. Besaran gaji Demseria bervariasi, maksimal diperoleh Rp4.367.900.

Parahnya, PT Taspen Medan mencairkan dana kematian Demseria yang diajukan suaminya, Adesman Sagala tahun 2014 lalu. Padahal, Demseria belum wafat. Total kerugian negara akibat aksi kriminal Demseria ditaksir mencapai Rp438.025.900. (ted/ala)

Dibekuk, Dedi Buang Sabu

Sabu-Ilustrasi

 

Sabu-Ilustrasi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Tebingtinggi meringkus Dedi Hartanto alias Dedi (31). Warga Dusun I, Desa Damak Urat, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) itu ditengarai sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti 3 bungkus plastik kecil sabu seberat 1,48 Gram.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, Iptu J Nainggolan mengatakan, Dedi diringkus dari rumahnya. Diringkusnya Dedi berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aksi tersangka.“Pelaku sempat membuang barang bukti (sabu), tapi dilihat petugas,” kata Nainggolan, Kamis (8/11).

Dedi Hartanto beserta barang bukti, selanjutnya dibawa dan diamankan petugas ke Satnarkoba Polres Tebingtinggi. Kepada penyidik, Dedi mengaku sabu tersebut miliknya. Barang haram itu didapatnya dari temannya, KS alias Tikus warga Desa Damak Urat.

“Aku kenal sabu sudah setahun, dan sabu itu kubeli dari Tikus dengan harga Rp250 ribu,” ujar pelaku yang mengaku jika dirinya telah memiliki dua orang anak.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.(ian)

SKD CASN Kabupaten Nias Diikuti 2.758 Pelamar, Ujian Mulai 12-17 November

ADIELI LAOLI/SUMUT POS Efori Telaumbanua Kabid P3I BKD Kabupaten Nias
ADIELI LAOLI/SUMUT POS
Efori Telaumbanua, Kabid P3I BKD Kabupaten Nias

NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.758 pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kabupaten Nias, bakal mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) selama 6 hari berturut-turut, sejak 12 hingga 17 November 2018 mendatang. Ujian ini digelar dalam satu ruangan di Lantai III Kantor Bupati Nias, Jalan Plud Binaka, Kilometer 9, Ononamolo Lot 1, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Nias.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nias Marulam Sianturi, melalui Kabid Perencanaan Pengadaan Pembinaan dan Informasi (P3I), Efori Telaumbanua menjelaskan, pelaksanaan ujian SKD ini, akan dibagi dalam 5 sesi dalam satu hari. Setiap sesi diikuti 100 orang peserta dalam satu ruangan.

“Senin (12/11) sampai Kamis (15/11), peserta akan dibagi dalam 5 sesi. Sementara untuk Jumat (16/11) hanya 4 sesi. Dan sisanya akan ujian pada hari terakhir, yakni pada Sabtu (17/11),” papar Efori, Rabu (7/11) lalu.

Lebih lanjut Efori mengatakan, pada saat ujian nanti, para pelamar cukup membawa KTP dan kartu ujian. Dan hasil ujian SKD setiap sesinya, akan langsung dicetak dan ditempel di papan pengumuman. “Selain di-monitor masing-masing para pelamar, juga bisa langsung melihat hasil ujiannya di papan pengumuman,” jelasnya.

Dia juga membeberkan, dari sekian ribu pelamar, khusus formasi tenaga kesehatan dokter spesialis dan dokter umum, sepi pelamar. “Untuk formasi dokter spesialis dan dokter umum kuotanya ada 15 kursi, namun yang melamar hanya satu orang. Kalau untuk keseluruhan yang telah disetujui Kemen PAN RB, ada sebanyak 198 orang dari semua formasi,” kata Efori.

Mengatasi kekosongan pelamar dari formasi dokter, pihaknya akan mengusulkan kepada Kemen PAN RB, agar bisa diisi dengan jurusan lain. “Kami akan surati Kemen PAN RB, agar kuota formasi dokter diganti dengan jurusan yang lain,” ungkap Efori lagi.

Menurut Efori, ada 6 daerah di Sumut yang melaksanakan ujian CASN secara mandiri, yakni Kabupaten Nias, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Pakpak Bharat, Kota Sibolga, dan Pemprov Sumut. “Kami satu-satunya daerah di Kepulauan Nias yang mampu melaksanakan ujian CASN ini secara mandiri. Karena biaya akomodasi, transportasi pengawasan, hingga biaya sewa computer assisted test (CAT) telah tertampung di APBD 2018,” bebernya.

Efori berpesan kepada para pelamar, agar benar-benar mempersiapkan diri, mengingat hasil pelaksanaan ujian CASN di beberapa daerah berdasarkan passing grade BKN sangat minim. “Kami berharap, pelamar di Nias banyak yang lulus. Kalau kesiapan alat akan dirakit teknisi dari BKN pada Jumat (9/11) dan Sabtu (10/11) ini, saya rasa tidak ada kendala,” katanya lagi.

Terpisah, Yarni, seorang pelamar mengaku cemas karena banyaknya teman-teman senasib yang gagal pada ujian SKD di daerah lain. Dia berharap, passing grade BKN bisa diturunkan.

“Kalau persiapan, saya pelajari dari buku soal-soal CPNS, dan juga dari aplikasi CAT CPNS. Saya cemas, takut enggak lulus. Maunya BKN menurunkan passing grade-nya. Dengar dari teman-teman yang sudah selesai ujian, waktu pengerjaan soal terlalu singkat. Kalau bisa waktunya ditambahlah,” harapnya, yang mengaku melamar formasi guru. (mag-5/saz)

Cek Pulau Terluar Sumut, Kapolda Petakan Penanganan Kejahatan

istimewa/SUMUT POS SALAM: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyalami para pelajar saat mengunjungi beberapa pulau terluar di Sumut, untuk memetakan upaya penanganan kejahatan, Kamis (8/11).
istimewa/SUMUT POS
SALAM: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyalami para pelajar saat mengunjungi beberapa pulau terluar di Sumut, untuk memetakan upaya penanganan kejahatan, Kamis (8/11).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) mempunyai garis pantai yang sangat panjang. Kondisi itu, kerap digunakan untuk para pelaku kejahatan melancarkan aksinya.

Penyelundupan narkoba misalnya. Selain itu, penangkapan ikan ilegal kerap terjadi di laut Sumatera. Itu juga yang membuat Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, langsung melakukan peninjauan ke pulau terluar di Sumut, yakni Pulau Nias.

Agus bersama rombongan melakukan blusukan ke Pulau Sibele, Pulau Telo, dan Pulau Hibala di perairan Nias. Agus menumpang kapal cepat MV Mentawai Past. Satu per satu pulau-pulau terluar itu didatanginya, Kamis (8/11).

“Pengecekan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pulau terluar dan masyarakatnya. Selain itu, juga untuk mengantisipasi penyelundupan dan terorisme,” tutur Agus.

Jenderal bintang 2 itu juga mengatakan, selain untuk mencegah peredaran narkoba dari jalur laut, Agus juga berdiskusi dengan masyarakat, soal bahaya radikalisme. Dia tidak ingin, masyarakat terkontaminasi. Apalagi sudah mendekati Pemilu 2019 mendatang.

“Sumut itu sangat luas dan luar biasa. Inilah satu upaya untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal dan terorisme di masyarakat. Kalau untuk persiapan Pilpres dan Pileg, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan terkendali,” katanya, seraya mengatakan, kondusifitas tetap terjaga yang tercipta karena peran masyarakat, dan diakui Agus, itu sangat membantu tugas Polri.

Dalam perjalanan, mereka harus bertarung dengan ombak. Cuaca juga tidak terlalu baik. Bahkan angin kencang dan hujan mengguyur kapal. Kapal yang ditumpangi rombongan sempat terhenti dan mati mesin, setelah diterjang ombak setinggi 2 meter.

Pengecekan pulau terluar merupakan rangkaian kunjungan kerja Agus pada hari ketiga di Nias Selatan. Selain itu, dia juga menyosialisasikan keberhasilan program 100 hari kerjanya. Mulai dari bagaimana mengatasi kemacetan, menertibkan baliho dan pos polisi yang berdiri di luar tempat yang ditentukan.

Polda Sumut juga mendorong dan mensukseskan program Kapolri menjadi polisi yang promoter dalam melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. (pra/jpc/dvs/saz)

Presiden Tetapkan 6 Pahlawan Baru Indonesia

ISTIMEWA TERIMA: Mewakili keluarga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan atas gelar yang diberikan kepada Abdurrahman Baswedan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis (8/11).
ISTIMEWA
TERIMA: Mewakili keluarga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan atas gelar yang diberikan kepada Abdurrahman Baswedan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis (8/11).

Tahun ini, Presiden Joko Widodo memberikan anugerah gelar kepada 6 Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Adapun keenam orang tersebut, yakni Abdurrahman Baswedan, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta, Ir H Pangeran Mohammad Noor, tokoh dari Provinsi Kalimantan Selatan, Agung Hajjah Andi Depu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Barat, Depati Amir, tokoh dari Provinsi Bangka Belitung, Tn Kasman Singodimedjo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah, dan Brigjen KH Syam’un, tokoh dari Provinsi Banten.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, belum ada masyarakat Jawa Timur (Jatim) yang menjadi calon Pahlawan Nasional. Sebab Jatim sudah punya banyak Pahlawan Nasional.“Aduh, Jawa Timur ada enggak ya? Karena saya pikir, Pahlawan Nasional dari Jawa Timur itu sudah banyak. Jadi belum ada,” ungkap Agus di Hotel Harris Surabaya, Rabu (7/11) lalu.

Menurutnya, penetapan 6 calon Pahlawan Nasional itu yang paling banyak. Karena biasanya hanya 4 orang saja yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional setiap atau menjelang Hari Pahlawan pada 10 November. “Biasanya, tahun lalu hanya 4 orang (calon pahlawan nasional). Tahun sebelumnya kurang dari 4 orang. Tapi, Pak Jokowi tahun ini sudah menetapkan 6 calon Pahlawan Nasional,” beber Agus.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/11), sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 123/TK/TAHUN 2018 tertanggal 6 November 2018, tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Sementara Anies menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan negara kepada kakeknya tersebut. Proses pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada kakeknya diketahui berlangsung sejak 2012. “Alhamdulillah kami bersyukur bahwa pemerintah menganugerahkan itu dan ini amanat bagi kami semua untuk meneruskan perjuangan,” papar Anies di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Anies bersyukur sejak kecil, masih dapat menghabiskan hari-harinya bersama A.R Baswedan di Yogyakarta. Menurutnya, saat-saat itu adalah sangat berkesan baginya. “Saya pribadi tumbuh besar bersama kakek di rumah sampai saya SMA, pengalaman bersamanya itu mengesankan luar biasa,” ungkapnya. (hdr/rgm/jpc/saz)

Masa Kerja Harry Tinggal 48 Hari, Bupati Batubara Dilantik

ISTIMEWA/SUMUT POS TANDA TANGAN: Bupati Batubara RM Harry Nugroho, menandatangi naskah pelantikan disaksikan Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, Kamis (8/11). Harry akan bertugas selama 48 hari setelah Bupati sebelumnya ditangkap KPK.
ISTIMEWA/SUMUT POS
TANDA TANGAN: Bupati Batubara RM Harry Nugroho, menandatangi naskah pelantikan disaksikan Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, Kamis (8/11). Harry akan bertugas selama 48 hari setelah Bupati sebelumnya ditangkap KPK.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H Edy Rahmayadi, melantik RM Harry Nugroho sebagai Bupati Batubara untuk sisa periode 2013-2018, Kamis (8/11). Meski singkat, 48 hari masa tugas diharapkan dapat dimanfaatkan sebaiknya untuk menahkodai daerah di tepi Selat Malaka itu.

“Saya percaya, anda dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ungkap Edy membacakan teks pelantikan. Hadir dalam acara pelantikan tersebut, Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Ketua TP PKK Sumut Hj Nawal Lubis Edy Rahmayadi, dan Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Usai menandatangani naskah pelantikan, Edy pun menyampaikan pesan kepada Harry, yang masa tugasnya terbilang singkat. Menurutnya, menjadi pemimpin ibarat menahkodai sebuah kapal, membutuhkan kesunguhan dan sikap amanah, agar dapat mengarungi lautan luas. Namun dalam perjalanan, jika lalai, dalam hitungan detik bisa saja terjadi tabrakan dan mencelakai seluruh awak serta penumpang.

“Jadi sumpah ini tidak main-main. Khusus kepada Bupati, Kitab Suci (Alquran) yang disandingkan ke orang yang mengucapkan sumpah. Ini benar-benar mempengaruhi kehidupan bagi orang yang menjalankan amanah, dunia dan akhirat. Selama itu (48 hari), Bapak bisa membuat satu hal berguna bagi masyarakat, karena rasa cinta,” katanya.

Sehingga, lanjut Edy, persoalan kepemimpinan bukan hanya bicara waktu, sebab satu detik saja telah diatur Allah Subhanahu wa Taala. Begitu juga dengan pengalaman Harry selama ini sebagai Wakil Bupati Batubara, Edy yakin, Batubara akan terjaga baik.

“Saya akan tetap me-monitor, titip salam saya kepada masyarakat Sumut di Batubara,” pesannya.

Sementara Bupati Batubara RM Harry Nugoroho, didampingi istri, usai dilantik menyampaikan, dia akan berbuat maksimal selama sisa masa jabatan untuk periode 2013-2018. Meski singkat, dia tetap akan menjalankan tugas dengan baik. Bahkan diakuinya, sudah ada program yang disiapkan sejak 2015 lalu untuk membangun kabupaten tersebut.

“Konsepnya sudah saya buat. Kami akan fokuskan bagaimana membangun kawasan di pinggiran Selat Malaka. Karena dibandingkan Malaysia dan Singapura, kita masih jauh tertinggal. Makanya, dalam waktu singkat, saya akan mengejar itu,” ungkapnya optimis, seraya menyebutkan, antara dia dengan Bupati Batubara terpilih H Zahir sudah terbangun komunikasi sebagai langkah awal masa transisi.

Karena itu, Harry meyakinkan, antara dia dengan Bupati terpilih H Zahir, telah terbangun hubungan yang baik dan koordinatif. Sehingga apa yang dia rancang saat ini, akan diteruskan oleh kepala daerah periode berikutnya. Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir, mereka juga telah berkomunikasi terkait proses transisi, hingga perannya setelah habis periode.

“Saya pun masih tetap berkomunikasi denga beliau (Zahir). Jadi setelah ini, mungkin kami akan ikut berperan memberikan masukan kepada Bupati Batubara yang baru. Intinya saya tidak tinggalkan Batubara,” jelasnya.

Diketahui, Harry sebelumnya menjabat Plt Bupati Batubara menggantikan Ok Arya Zulkarnain, yang tersangkut kasus hukum, dan harus diberhentikan secara tetap. Harry pun akan bertugas hingga pertengahan Desember mendatang, menghabiskan sisa masa tugas Bupati untuk periode 2013-2018, sebelum Bupati-Wakil Bupati terpilih H Zahir-Iqbal Firma dilantik. (bal/saz)

Petakan Potensi Daerah, Pemprov Kembangkan Sumut Jendela Dunia

ISTIMEWA/SUMUT POS ARAHAN: Sekda Provinsi Sumut Hj Sabrina memberikan araha pada rapat pengisian data potensi Sumut, Kamis (8/11).
ISTIMEWA/SUMUT POS
ARAHAN: Sekda Provinsi Sumut Hj Sabrina memberikan araha pada rapat pengisian data potensi Sumut, Kamis (8/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), segera melakukan proses pemetaan potensi daerah lewat program, yang disebut Sumut Jendela Dunia.

Yakni portal website berisi informasi audiovisual tentang data-data sumber daya alam (SDA), wisata, pemerintahan, kemasyarakatan, dan lainnya di Sumut. Portal ini akan terintegrasi dengan Sumut Smart Province.

Hal itu terungkap dalam rapat Pengisian Data Potensi Sumut yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut Hj Sabrina, di Ruang Kaharuddin Nasution Lantai 8, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/11).

Selain potensi SDA, Sabrina berharap, agar program Sumut Jendela Dunia juga berisi tentang prestasi-prestasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Sumut. Dia mencontohkan, satu di antaranya berupa database atlet-atlet Sumut. Selain itu, bisa pula menampilkan hasil-hasil penelitian Balitbang dan Dewan Riset Daerah.

Pengisian data potensi tersebut, menurut Sabrina, harus dilakukan secara benar dan jangan sampai ada kesalahan. Harus ada tim yang khusus untuk cross check setiap data yang dimasukkan dinas.

“Jangan sampai nanti ada data yang tidak berkesesuaian, antara satu dinas dengan dinas yang lain,” jelas Sabrina. Sabrina juga menyatakan, sangat mendukung program Sumut Jendela Dunia. Bahkan, diharapkan agar program tersebut dapat segera diluncurkan.

“Melalui pemetaan, kita dapat membuat kategori atau klasifikasi daerah-daerah. Daerah pegunungan, potensinya apa misalnya, dan sudah sejauh mana diberdayakan potensi daerah tersebut. Data yang jelas memudahkan investor untuk investasi ke Sumut,” katanya.

Jika sudah terlaksana, lanjut Sabrina, hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah sosialisasi dan publikasi dari program Sumut Jendela Dunia. Menurutnya, jika program ini tidak diketahui dan tidak dimanfaatkan oleh khalayak, maka akan sia-sia.

“Setiap OPD (organisasi perangkat daerah), lakukan persiapan pengumpulan data dengan benar. Melalui Sumut Jendela Dunia ini, artinya kita membuka diri pada dunia. Harus ditonjolkan potensi-potensi unggul dengan penyajian data yang menarik,” pesannya. (prn/saz)

PLN Wilayah Nias Gelar Syukuran Gardu Induk dan Transmisi 70 KV Beroperasi

ADIELI LAOLI/SUMUT POS SALAM: Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, bersama Direktur Operasional PT PLN Regional Sumatera Amir Rosidin, Manager PLN Wilayah Nias Evan Sirait, dan Asisiten III Kabupaten Nias, berjabat tangan, tanda dimulainya pengoperasian Gardu Induk dan jaringan transmisi 70 KV, Kamis (8/11).
ADIELI LAOLI/SUMUT POS
SALAM: Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, bersama Direktur Operasional PT PLN Regional Sumatera Amir Rosidin, Manager PLN Wilayah Nias Evan Sirait, dan Asisiten III Kabupaten Nias, berjabat tangan, tanda dimulainya pengoperasian Gardu Induk dan jaringan transmisi 70 KV, Kamis (8/11).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Infrastruktur ketenagalistrikan tegangan tinggi yang pertama di Pulau Nias, yakni Gardu Induk Gunungsitoli berkapasitas 2 x 30 MVA, dan Gardu Induk Telukdalam 1 x 30 MVA, beserta jaringan transmisi 70 KV, sepanjang 192 kilometer sirkuit, dengan jumlah tower 402 set, mulai dioperasikan.

Direktur Operasional PT PLN Regional Sumatera, Amir Rosidin mengatakan, pekerjaan Proyek Pembangunan Transmisi 70 KV ini dimulai saat peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo pada 17 Agustus 2016.

Rosidin menjelaskan, sejak dioperasikannya kedua gardu induk ini, kapasitas daya yang dimiliki PLN wilayah Nias saat ini mencapai 53 MW, sedangkan beban puncak sebesar 31 MW. Artinya daya PLN mengalami surplus berkisar 22 MW. Untuk itu, Rosidin berharap kepada para kepala daerah di Kepulauan Nias, agar bisa mengundang investor, sehingga daya listrik yang sekarang dimiliki PLN bisa terjual.

“Suplai kebutuhan listrik yang ada di Kepulauan Nias saat ini cukup aman. Kami juga sedang membangun pembangkit PLTGM 5 x 5 = 25 MW. Dan sedang dikerjakan PT PLN UIP Kitsum, diperkirakan tahun depan akan beroperasi,” tutur Rosidin, saat menggelar syukuran di lokasi PLTG Idanoi, Gunungsitoli, Nias, Kamis (8/11).

Menurut Rosidin, pertumbuhan listrik di Nias saat ini cukup tinggi, yakni sebesar 15 persen, jauh di atas pertumbuhan listrik nasional yang hanya 5-7 persen. Sehingga PLN Wilayah Nias, harus bersiap-siap membangun pembangkit-pembangkit baru, membangun transmisi-transmisi terkait, serta jaringan distribusi sampai ke pelosok Kepulauan Nias.

“Pada saat ini, rasio desa yang berlistrik 99 persen. Hampir semua desa telah teraliri listrik baik dari PLN, swadaya, maupun dari kementerian,” katanya.

Rosidin berjanji, sekalipun Dollar AS menguat, dan naiknya harga gas, PLN untuk saat ini tidak akan menaikkan tarif dasar listrik. Namun pihaknya tetap berupaya menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan cepat, tepat, dan taat.

“Kami berkomitmen, dengan kondisi ekonomi global yang tidak bersahabat saat ini, kami tidak akan menaikkan tarif listrik. Kami akan terus berusaha meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk mendapatkan listrik dengan mudah, juga mutu dengan tingkat keandalan yang baik,” ujarnya.

Tokoh masyarakat kepulauan Nias Silvester Lase, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja keras PLN dan program Nawacita Presiden Jokowi. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nias, yang bersusah payah mengurus permasalahan listrik ini di Jakarta.

Menurutnya, selama ini ada 2 kendala investor belum mau berinvestasi di Kepulauan Nias, yakni kendala listrik dan transportasi. Maka dengan diresmikannya Gardu Induk PLN ini, diharapkan tidak ada lagi pemadaman listrik di Kepulauan Nias.

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, mewakili kepala daerah se-Kepulauan Nias, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan PLN, atas terwujudnya program ini, baik Gardu Induk maupun Tower Transmisi 70 KV.

Sokhiatulo mengatakan, pada 2016 lalu, sempat terjadi krisis listrik di Kepulauan Nias. Saat itu mesin PLTD berkapasitas 20 MW yang disewa PLN dari PT APR, tiba-tiba berhenti beroperasi, penyebabnya tagihan sewa tak kunjung di bayar PLN kepada PT APR.

Sokhiatulo mengakui, pada pelaksanannya, banyak hambatan, karena kurangnya pemahaman masyarakat. Namun dengan dukungan semua pihak, pembangunan kelistrikan ini dapat diselesaikan. (mag-5/saz)

Lima Nelayan Langkat Dibebaskan Malaysia

.

SUMUTPOS.CO – Usai menjalani kurungan badan selama delapan bulan, lima nelayan asal Sumatera Utara dipulangkan dari negeri jiran, Malaysia, Rabu (8/11) siang. Mereka diterbangkan dari bandara di Penang sekira pukul 11.00 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang pukul 12.00 WIB.

Kelima nelayan asal Kabupaten Langkat itu masing-masing, Riduwan (42), Imam Safil bin Rusli (28), Armansyah (36), Ismail bin Yusuf (35) dan Juriansyah bin Syahfirudin (30). Kecuali Riduwan sebagai nahkoda kapal, keempat nelayan lainnya merupakan anak buah kapal (ABK).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang mengatakan, nelayan asal Sumut yang dipulangkan setelah dipenjara di Malaysia periode Januari sampai November 2018 mencapai 19 orang. Jumlah itu sudah termasuk 5 nelayan yang dipulangkan, Rabu (8/11).

“Total nelayan kita yang ditahan itukan ada 25 orang, hingga November sudah dipulangkan 19 orang dan 6 orang lagi masih ditahan atau sedang menjalani hukuman,” katanya kepada wartawan, kemarin (8/11).

Diungkapnya, nelayan yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) itu karena memasuki zona abu-abu atau batas perairan antara Indonesia-Malaysia. “Sebenarnya mereka sudah dibekali dengan GPS sebagai kelengkapan saat menangkap ikan.

Setelah empat sampai lima hari berada ditengah laut, mereka baru sadar bahwa telah memasuki perairan Malaysia. Saat saya menemui mereka dan menanyakan kenapa bisa ditangkap, mereka menjawab karena ketiduran dan tiba-tiba sudah berada di laut Malaysia. Salah seorang di antara mereka beralasan tidak memakai GPS,” paparnya.

Padahal sebelum peristiwa penangkapan terjadi sekitar Januari 2018, sambung Mulyadi, pihaknya baru saja melakukan sosialisasi mengenai aturan main melaut pada kelompok nelayan di Langkat. Bahkan diakuinya, GPS maupun perangkat kelengkapan lainnya saat melaut pun sudah diberikan kepada mereka.

“Mereka yang ditangkap itu nelayan kecil (tradisional). Ada GPS sama mereka, tapi hanya sekadar dipakai untuk petunjuk arah pulang pergi. Dan pengakuan pihak APMM kepada kami, bahwa sebenarnya banyak nelayan Indonesia yang masuk perairan mereka namun tidak sampai ditangkap dan hanya diusir.

Tapi karena nelayan kita ini sudah terlalu jauh masuk, makanya terpaksa ditangkap,” ungkap mantan Kasubbag Anggaran pada Biro Keuangan Setdaprovsu ini. “Hukuman denda atas pelanggaran tersebut 50 ribu Ringgit Malaysia (RM). Lantaran mereka tak ada uang makanya diganti dengan hukuman badan (penjara),” sambungnya.

Sementara enam nelayan lain, lanjutnya, mesti harus menjalani hukuman serupa dan diprediksi akan bebas pada Agustus 2019. Keenamnya masing-masing, Mohammad Fahrul Rozi, Abdul Rahman Ritonga, Elfan, M Parlen alias Ucok, Zulkifli, dan Danur Dirja yang semuanya berasal dari Langkat.

“Semua biaya pemulangan nelayan kita difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, karena kita tidak punya anggaran khusus untuk itu,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, pada APBD Sumut 2019 pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk pemulangan nelayan yang ditangkap tersebut senilai Rp50 juta. Pihaknya juga mendesak agar pemerintah kabupaten/kota melakukan hal serupa supaya ketika ada masalah seperti ini, tidak repot lagi menanganinya.

“Ya, provinsi ikut repot mengurusi biaya untuk memulangkan mereka. Untungnya KKP ada menganggarkan sehingga bisa difasilitasi memakai dana mereka. Apalagi untuk wilayah pantai timur yang notabene banyak nelayan tertangkap di perairan Malaysia,” pungkasnya. (prn/ala)