Home Blog Page 579

Berbagi dan Tingkatkan Keterampilan di DCE Summit 2024, Telkomsel Hadirkan UKM Unggulan se-Indonesia,

Dalam komitmen memperkuat potensi ekonomi digital dengan implementasi ESG, Telkomsel menutup Program SME Impact Accelerator Digital Creative Entrepreneurs (DCE) ketiga dengan acara 'DCE Summit 2024: Accelerating SME Growth Thru Digital Skills' di Bandung (4/7).

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Dalam komitmen meningkatkan potensi ekonomi digital Indonesia melalui kapabilitas digital UKM, Telkomsel menggelar DCE Summit 2024 dengan tema ‘Accelerating SME Growth Thru Digital Skills’ di Bandung (4/7).

Sebagai puncak dari Program Digital Creative Entrepreneurs (DCE) ketiga yang digelar sejak Desember 2023, DCE Summit 2024 menghadirkan sejumlah UKM unggulan dari kalangan pelaku usaha dan pemilik jenama lokal se-Indonesia untuk berbagi pengalaman tentang program akselerasi UKM dan pemanfaatan digital bersama alumni, ahli, dan mentor di bidang UKM.

Saki H. BramonoVP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, mengatakan, “DCE Summit 2024 fokus memberikan solusi untuk meningkatkan kapabilitas, kompetensi, dan kreativitas para pelaku usaha serta pemilik jenama lokal se-Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam menciptakan dampak sosial melalui praktik bisnis berkelanjutan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui Program DCE secara keseluruhan, Telkomsel berbagi pengetahuan dan keterampilan digital sesuai kebutuhan UKM untuk meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan potensi bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital.”

Adapun sejak Desember 2023 di Program DCE tahun ketiga, total sebanyak 2.102 UKM melakukan pendaftaran, 300 UKM terpilih berpartisipasi dalam sesi Onboarding ke ekosistem pengembangan UKM digital Telkomsel, dan 32 peserta mengikuti sesi Pitching Tracks di sejumlah kategori.

Selanjutnya, 12 UKM unggulan di kategori F&B (Quinn Kitchenz, Rendang Sulaiman, Oh My Gethuk), Fashion (Doyle, Upject, Indri Boutique), Craft (Rajoet Gawenan, Saadi Ganoor, D’Arum), dan Personal Care (Adeos Odor, Empiris Herbal, Nasho), terpilih untuk mengikuti sesi Academy dan Mentoring secara online sejak bulan Mei 2024.

Pada 2-3 Juli 2024 di Bandung, keduabelas peserta berkumpul secara offline menjalani agenda Bootcamp bersama para ahli di bidang UKM, Live Shopping untuk memperluas awareness produk dan jenama peserta, dan Final Pitch memperebutkan gelar UKM terbaik DCE 3.0.

Pada akhir tahap Final Pitch di DCE Summit 2024, UKM dengan produk kuliner tradisional Gethuk yang berbahan dasar singkong dari Malang, Jawa Timur, yakni Oh My Gethuk, dinilai telah mengalami perkembangan dan pencapaian paling signifikan sepanjang periode program. Menampilkan presentasi terbaiknya di Final Pitch, Oh My Gethuk yang didirikan oleh Diva Velda berhak mendapatkan gelar Best of The Best of 3rd DCE.

“Selamat atas terpilihnya Oh My Gethuk sebagai UKM terbaik di DCE tahun ketiga. Semoga jenama dan bisnis digital yang telah bertumbuh bersama DCE dan rekan-rekan peserta lainnya dapat terus serentak berkembang berikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Ke depan, Telkomsel melalui program SME impact accelerator DCE akan terus hadir mendorong perkembangan UKM dan konsisten berupaya menghadirkan bantuan dan pendampingan yang sesuai kebutuhan, seperti melalui rangkaian program pelatihan, pendanaan, hingga akses ke pasar, supplier, dan ekosistem digital Telkomsel.” tutup Saki.

Sejak peluncurannya pada 2021, Program DCE telah mendukung lebih dari 2.500 UKM lokal dan mencetak hingga 350 UKM unggulan. Sebagai SME impact accelerator dari Telkomsel, Program DCE dirancang untuk meningkatkan kapabilitas digital UKM, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing mereka sebagai salah satu roda penggerak utama kemajuan ekonomi nasional.

Informasi selengkapnya tentang Program DCE dapat diakses melalui laman dce.co.id dan media sosial @dce_id.(rel)

Temukan Kejanggalan Tender Proyek Cisem di Kementerian ESDM, CERI Bakal Lapor ke KPPU

Gedung Kementerian ESDM (esdm.go.id)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menemukan kejanggalan pada proses tender proyek Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap 2 (Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur) Multi Years Contract di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pagu anggaran proyek tersebut sebesar Rp 2,98 Triliun lebih.

“Ini termasuk proyek strategis nasional. Sepengetahuan kami dikawal oleh Direktur PPS Jamitel Kejagung, tetapi kok terkesan ada atur-mengatur ya? Lagi pula, meskipun sekarang proyek Pembangunan Pipa Cisem Tahap 1 dan Tahap 2 menggunakan APBN, harusnya ditenderkan di BPH Migas bukan di Ditjen Migas Kementerian ESDM,” ungkap Sekretaris Eksekutif CERI, Hengki Seprihadi, dalam rilis yang diterima Sumut Pos, Jumat (5/7).

Lanjut Hengki, setelah melihat pengumuman pra kualifikasi di website Kementerian ESDM, timbul kecurigaan bagaimana bisa konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk dengan PT Nindya Karya (NK) tidak memasukkan gambar rancangan dalam dokumen teknis sehingga konsorsium PP dengan NK nilai teknisnya jatuh. Direksi PP dan NK harus memberikan hukuman keras kepada tim EPC PP dan NK, agar publik tidak berprasangka buruk.

Pada laman website tersebut, dinyatakan bahwa; “KSO PT PP (Persero) Tbk – PT Nindya Karya tidak lulus evaluasi teknis dengan uraian Nilai Teknis: 72,80 tidak memenuhi ambang batas nilai teknis karena Dokumen Proposal Rancangan hanya judulnya saja dan tidak ada isinya (kapasitasnya 0 kb) Nilai Unsur Proposal Rancangan: 0.”

“Bisa jadi sejak awal diatur batas nilai teknis dibuat tinggi agar hanya konsorsium PT Timas Supelindo dan PT Pratiwi Putri Sulung yang lolos untuk buka harga. Bisa jadi nanti harganya mendekati owner estimate (OE) ini kecurigaan kami loh,” ungkap Hengki.

Untuk itu, kata Hengki, CERI mendesak proses tender diulang. “Kami sarankan agar proses tender ini diulang agar terjadi kompetisi yang sehat dan menguntungkan negara,” ungkap Hengki.

Hengki mengatakan, pihaknya segera akan membuat laporan ke KPPU. “Karena kami mencurigai ada kesan atur-mengatur di sini,” ungkap Hengki.

Apalagi, lanjut Hengki, hasil evaluasi administrasi dan teknis diumumkan tanggal 30 Juni 2024. “Eh, cepat banget hasilnya tanggal 3 Juli 2024 sudah keluar, ada apa ini?,” ungkap Hengki.

Sementara itu, masih menurut penelusuran CERI, tender proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap I (Ruas Semarang-Batang) senilai Rp 1,2 Triliun lebih dengan APBN tahun 2022 dan 2023, dimenangkan oleh PT PP (Persero) Tbk.

Pada proses lelang yang ditayangkan di situs eproc Kementerian ESDM itu, PT PP (Persero) Tbk berada pada urutan ketiga pada hasil evaluasi. Sementara PT Timas Suplindo berada pada posisi kedua.

“Kalau melihat proses lelang proyek Tahap I itu, makin muncul kecurigaan ada apa sebenarnya? Lagi pula, apakah masuk akal petugas perusahaan sekelas PT PP (Persero) Tbk tidak pandai mengupload file? Sedangkan anak SD saja sekarang sudah pandai mengupload file untuk mengurus penerimaan peserta didik baru,” ungkap Hengki.

Hengki juga mengatakan, jika memang tidak ada permainan atur-mengatur dalam tender proyek Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap 2 (Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur) Multi Years Contract, maka semestinya Direksi PT PP Persero Tbk mesti dievaluasi karena gagal memenangkan tender hanya gara-gara tidak pandai mengupload file.

Sementara itu, menyangkut PT Timas Supilindo, menurut penelusuran CERI, pada tahun 2015 perusahaan ini ternyata pernah masuk radar KPK terkait aktifitasnya di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah SKK Migas.

Sebagaimana dilansir beberapa media edisi 5 Juni 2015, Nama Ketua Fraksi Partai Demo­krat EBY muncul dalam persidangan atas mantan Ketua Komisi VII SB di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6). EBY disebut pernah berusaha me­mengaruhi hasil tender proyek di SKK Migas.

“Ada yang mau saya lu­rus­kan, cerita tentang Pak H (komisaris PT Timas Su­plindo, HA, red) yang perusahaannya menang, mau dikalahkan. Itu ada kerugian Rp 4 triliun,” kata S membuka ceritanya di depan majelis hakim. (rel/dek)

Berkat SPLU PLN, Aktivitas Bongkar Muat Hasil Laut Lebih Efisien

Petugas bersama Srikandi PLN UP3 Sibolga sedang berbincang dengan Hutagalung (kanan) salah satu pemilik kapal ikan yang sedang menggunakan SPLU saat bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu (3/7).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menghadirkan 4 unit Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk mendukung nelayan mempercepat proses bongkar muat hasil laut kapal nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu (3/7/2024).

Hutagalung, salah satu pemilik kapal nelayan, menceritakan, sebelum adanya SPLU, dalam proses bongkar muat ikan biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Menurutnya, selama proses tersebut membutuhkan daya listrik untuk penerangan.

“Setelah menggunakan SPLU, kami tidak perlu menyalakan mesin untuk penerangan kapal selama proses bongkar muat ikan. Sehingga dapat menekan biaya operasional untuk membeli bahan bakar,” ungkap Hutagalung.

Setelah merasakan manfaat hadirnya SPLU, ia berharap keberadaan SPLU dapat di manfaatkan oleh pemilik kapal lain saat bersandar untuk membongkar muatan hasil laut di dermaga. Penggunaan SPLU terbukti dapat menurunkan biaya operasional hingga 70 persen.

Secara geografis Kabupaten Tapanuli Tengah terletak di pesisir Pantai Barat Pulau Sumatera dengan panjang garis pantai 200 km yang kaya akan potensi kelautan dan perikanan. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki mata pencarian sebagi nelayan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Saleh Siswanto mengatakan, SPLU dapat menunjang sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sehingga aktivitas bongkar muat hasil laut di dermaga dapat berjalan lebih efisien.

“SPLU merupakan inovasi PLN dalam mendukung Electrifying Marine yang merupakan wujud dari transformasi PLN pilar “Customer Focused” guna meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk nelayan,” ucap Saleh.

Selain memudahkan nelayan, SPLU di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah bagian dari usaha PLN untuk mendorong transisi energi bersih dan mengurangi emisi karbon.

“Hadirnya SPLU dapat mendukung efisiensi biaya operasional untuk kapal-kapal yang bersandar. Baik kapal ikan, kapal pariwisata, dan lain-lain sehingga dapat berimplikasi pada peningkatan roda ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Saleh.

PLN akan terus mendorong program Electrifying Marine dengan mengganti kebutuhan listrik kapal yang selama ini harus menyalakan mesin. Kini kapal-kapal yang berlabuh atau bersandar dapat menggunakan listrik PLN untuk memudahkan para nelayan dalam beraktivitas. (ila)

Pj Bupati Langkat Sambut Kunker DPRD Sumut

BERSAMA: Pj Bupati Langkat foto bersama dengan Komisi E DPRD Sumut.(Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Penjabat Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy menyambut kedatangan Komisi E DPRD Sumut di ruang pola, Stabat, Kamis (4/7/2024). Kedatangan Komisi E DPRD Sumut bersama dinas kesehatan dan BPJS Kesehatan wilayah Aceh-Sumut dalam rangka kunjungan kerja percepatan program universal health coverage (UHC).

Pj Bupati Langkat yang akrab disapa Hasrimy ini mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan. “Kami merasa berbahagia, berbangga hati, dan mengapresiasi atas perhatian dari Bapak DPRD Provinsi Sumatera Utara yang sudah menginisiasi kunjungan kerja ke Kabupaten Langkat,” ujarnya.

“Terkait dengan hal yang mendasar kunjungan kerja ini tentunya kami sangat menyambut baik untuk segala upaya yang dilakukan DPRD Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini dari komisi E yang telah berkenan mengunjungi kami dan memberi perhatian penuh dalam percepatan Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Langkat,” sambungnya.

Program UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif kuratif dan rehabilitatif serta bermutu, dengan biaya terjangkau di Kabupaten Langkat.

“Besar harapan kami ini tidak hanya berhenti di tahun 2024 saja, tapi tetap berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. Pada akhirnya, akan berimbas bagi peningkatan kesehatan masyarakat, menjadikan Langkat yang lebih maju dan sejahtera,” serunya.

Sementara, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Edi Surahman Sinuraya menyampaikan, kunker ini dalam rangka melihat percepatan program UHC di Kabupaten Langkat.

“Kita ingin cakupan kesehatan di Kabupaten Langkat dengan UHC meningkat,” katanya. (ted/han)

Karateka Popprovsu 2024 Harus Junjung Tinggi Sportifitas

BERSAMA: Kabid Organisasi FORKI Sumut Rawi Kresna SH dan Ketua Panitia Rudi Popsi bersama karateka peserta Popprovsu 2024. (dok pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Karateka diminta harus menjunjung tinggi sportifitas dalam melakukan setiap pertandingan. Jangan menyalahkan wasit atau juri karena belum juara.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Sumatera Utara DR H Rahmat Shah melalui Kepala Bidang (Kabid) Organisasi Rawi Kresna SH pada pertandingan karate Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Sumut (Popprovsu) 2024, Kamis (4/7).

“Saya yakin wasit dan juri yang memimpin pertandingan karate sudah bekerja maksimal dan memberikan penilaian yang terbaik,” katanya.

Pertandingan karate Popprovsu digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar pada 4-6 Juli 2024. Rawi Kresna menilai Popprovsu 2024 merupakan ajang seleksi menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2025 yang direncanakan berlangsung di Sumut.

Didampingi Ketua Panitia Rudi Popsi, Rawi Kresna menyebutkan, seluruh karateka yang bertanding di Popprovsu 2024 ini, selain menjunjung tinggi sportifitas juga harus mengikuti seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh PB FORKI.

“Kita tidak boleh melanggar peraturan yang ditetapkan. Untuk itu, harus introspeksi diri sendiri, terutama menyangkut persiapan mental dan keyakinan sebelum bertanding,” jelasnya.

Rawi Kresna mengatakan, sebelumnya Sumut belum pernah menjadi yang terbaik dalam setiap pelaksanaan Popnas. Tapi sebagai tuan rumah Popnas 2025, Sumut harus bisa menjadi juara umum.

”Untuk menjadi juara umum Popnas 2025, kita serahkan kepada para Karateka dan pelatihnya, apakah mereka mampu menjadi yang terbaik pada event nasional tingkat pelajar itu,” jelasnya.

Selain itu, Rawi Kresna juga sangat berterimakasih kepada Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi yang sudah membuat komitmen melakukan pembinaan terhadap atlet pelajar khususnya karate, terutama dengan melaksanakan Popprovsu sebagai ajang seleksi menuju Popnas 2025.

“FORKI Sumut juga mengapresiasi Kadispora Sumut yang telah memberi bantuan sebanyak dua set matras karate yang dalam waktu dekat ini terealisasi. Bantuan ini sebagai matras latihan bagi atlet karate Pelatda PON XXI 2025,” ujarnya.

Menurut Rawi, Kadispora Sumut sangat mengapresiasi prestasi atlet karate daerah ini. Karena selama ini FORKI Sumut tidak pernah bicara target dalam setiap event karate tingkat nasional. “Kita tidak per bicara target, tapi kita tetap berjuang meraih tradisi medali emas pada setiap kejuaraan karate,” jelasnya.

Popprovsu 2024 diikuti sebanyak 164 Karateka terdiri 96 putra dan 68 putri berasal dari 21 kabupaten/kota se- Sumut. (dek)

BPDPKS Selenggarakan Seminar Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Kelapa Sawit di Kota Medan

BERSAMA: Narasumber 'Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Kelapa Sawit dalam rangka Pengarusutamaan Gender' berfoto bersama di Medan, Kamis (4/7/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Industri perkebunan kelapa sawit tidak terlepas dari keterlibatan perempuan sebagai salah satu bagian penting dalam proses di sektor hulu maupun hilir. Namun demikian, masih terdapat isu-isu negatif terkait pemenuhan hak-hak pekerja perempuan di sektor perkebunan kelapa sawit yang dituding merugikan tenaga kerja perempuan.

Mencermati kondisi tersebut maka dianggap perlu untuk mensosialisasikan dan meningkatkan pengetahuan tentang perlindungan pekerja perempuan.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berinisiatif menyelenggarakan seminar yang berjudul “Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Kelapa Sawit dalam rangka Pengarusutamaan Gender (PUG)” di Medan, Kamis (4/7/2024).

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagaian dari rencana kegiatan PUG Kementerian Keuangan Tahun 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 orang perwakilan dari Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, Instansi Pemerintah, Organisasi Masyarakat Sipil, Akademisi, Serikat Pekerja, hingga rekan-rekan Media.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPDPKS ini mengundang Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, M. Ismael Parenus Sinaga dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Keungan, Bapak Syaiful, yang juga hadir memberikan keynote speech sekaligus membuka kegiatan.

Selain itu, BPDPKS juga menghadirkan narasumber dari berbagai keahlian sesuai bidangnya yakni ⁠Timbas Prasad Ginting, Ketua GAPKI Sumatera Utara; M. Ismael Parenus Sinaga, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara; Rachel Pandia, Direktur PT Amal Tani; Prof. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D, Pengamat Perlindungan Pekerja Perempuan; serta Asih Damayanti Sudarmo, Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan Pembelaan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/SPSI. Pada sesi diskusi dan seminar dimoderatori oleh Kepala Bidang PAPK, Kanwil DJPb Sumatera Utara, Kementerian Keuangan, Frisda Agriani Ambarita.

Dalam kegiatan ini, isu pengarusutamaan gender menjadi topik utama yang dibahas karena menjadi strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi salah satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan, serta program pembangunan nasional.

Hal ini juga sesuai dengan salah satu sasaran rencana pembangunan yang terdapat dalam RPJM 2005-2025 terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk peran perempuan dalam pembangunan.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS sekaligus Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto dalam sambutannya mengatakan kegiatan seminar ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan dan perlindungan pekerja perempuan di perkebunan kelapa sawit.

“Kegiatan ini juga merupakan media dan forum untuk mendorong pemberdayaan perempuan dalam membangun bersama keberlanjutan industri perkebunan sawit Indonesia, sehingga sangat penting untuk mendorong kesepahaman, kemitraan sinergis, dan kolaborasi pelaku industri. Sehingga perempuan mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam membangun kemampuan dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di daerahnya menuju kemandirian finansial,” kata Kabul Wijayanto.

Kepala Kanwil DJPb Sumatera Utara Kementerian Keuangan, Syaiful mengatakan, pengarusutamaan gender bukanlah sekadar tentang kesetaraan numerik antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai posisi, namun lebih dari itu.

“Hal ini tentang menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi penuh dari setiap individu, tanpa ada yang terpinggirkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Syaiful, Kementerian Keuangan khususnya di Kanwil DJPb Sumut telah mempertimbangkan dampaknya terhadap berbagai kelompok gender, dalam hal ini data menjadi kunci

“Penting juga untuk mengadopsi praktik terbaik dalam rekruitmen, promosi, dan pengembangan karir. Sehingga kita harus memastikan bahwa proses seleksi tidak didasarkan pada stereotip gender, tetapi pada kompetensi, prestasi, dan potensi yang sebenarnya dimiliki oleh pekerja tersebut,” tegas Syaiful.

Diharapkan melalui seminar ini dapat memberikan pengetahuan terkait prinsip-prinsip ketenagakerjaan internasional dan peraturan nasional tentang perlindungan pekerja perempuan sehingga dikembangkan menjadi kebijakan dan kegiatan-kegiatan praktis untuk meningkatkan perlindungan pekerja perempuan di tempat kerja. (rel/ram)

Fokus Pada Layanan Prima, Bank Muamalat Raih Penghargaan Bergengsi

PENGHARGAAN: Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Karno (kiri) bersama Head of Operation Services Bank Muamalat Nanang Basuki (kanan) memperlihatkan plakat penghargaan sebagai pemenang pada 21st Infobank – MRI Banking Service Excellence 2024 di Jakarta, Kamis, (4/7). Pada ajang ini, Bank Muamalat meraih 11 penghargaan di antaranya The 1st Best Overall Bank Umum Syariah (BUS) dalam Layanan Prima serta pencapaian tertinggi untuk aspek The Best – Overall Walk In Channel, The Best Teller, dan The Best Security.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Layanan prima yang diberikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kepada nasabah diganjar 11 penghargaan dalam ajang 21st Infobank – MRI Banking Service Excellence 2024.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, dalam ajang tersebut pionir bank syariah di Tanah Air ini mendapatkan apresiasi sebagai The 1st Best Overall Bank Umum Syariah (BUS) dalam Layanan Prima, dengan pencapaian tertinggi untuk aspek The Best – Overall Walk In Channel, The Best Teller, dan The Best Security. Selain itu, terhadap aspek lainnya Bank Muamalat masuk dalam peringkat tiga besar.

“Apresiasi dari pihak eksternal ini tentu saja merupakan buah dari kerja keras seluruh Insan Muamalat. Kedepannya, kami akan menjadikan capaian positif ini sebagai pemacu semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah,” ujarnya.

Demi menjaga kualitas layanan, Bank Muamalat selalu melakukan inovasi dan mengembangkan strategi untuk mencapai operational excellence dan seamless business process, dengan dukungan teknologi digital dan kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini bertujuan agar layanan kepada nasabah semakin mudah, cepat, efektif dan menyenangkan.

Inovasi teknologi digital terus dilakukan dengan penambahan fitur baru pada Muamalat Digital Islamic Network (MDIN), pengembangan Contact Center Channel, Ecosystem Transformasi dan pembaharuan atas Branch Customer Journey. Selain itu, Bank Muamalat secara kontinyu mengimplementasikan Service “Hijrah” Soul kepada seluruh karyawan. Makna “HIJRAH” sendiri memiliki enam nilai yaitu Hati, Istimewa, Jalan Keluar, Responsif, Andal dan Hangat. Nilai tersebut selalu menjadi budaya dalam melayani nasabah.

Beberapa program rutin lainnya adalah menjalankan service ritual guna memastikan kesiapan layanan prima ketika melayani nasabah dan branch mentoring program untuk konsistensi dalam menciptakan great customer experience.

Agar lebih dekat kepada nasabah, Bank Muamalat menyediakan kanal yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, menyampaikan permintaan atau keluhan secara online 24/7 melalui layanan digital, call center, live chat, surat elektronik, dan semua akses yang disediakan Bank Muamalat pada menu fitur layanan nasabah digital (digital customer care) di aplikasi Muamalat DIN, website (contact us) dan media sosial, ataupun secara offline melalui kantor layanan.

“Dengan pengembangan teknologi dan strategi sebagaimana yang telah disampaikan diharapkan karyawan semakin antusias dan bersemangat dalam melayani sehingga keterikatan dan pengalaman nasabah yang positif dapat terus dicapai,” imbuhnya. (rel/ram)