Home Blog Page 5803

Ibu Teledor Meraung-raung

Sri Wahyuni (kanan), ibu yang teledor sudah bersama anaknya, Oura.
Sri Wahyuni (kanan), ibu yang teledor sudah bersama anaknya, Oura.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hoax (berita/informasi bohong) penculikan anak masih menyebar di Medan. Bahkan, ada orang kurang waras sampai menjadi bulan-bulanan warga karena dituduh sebagai penculik anak.

PERISTIWA itu terjadi di Perumnas Simalingkar, Kecamatan Pancurbatu. Kasus ini sempat viral di jejaring Facebook.

“Perempuan itu gila, tidak waras. Hoax itu informasinya,” kata Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago, Jumat (2/11). Setelah dianiaya, wanita tersebut dibawa oleh warga dan Kepala Dusun Simalingkar ke Mapolsek Pancur Batu. Setelah tiba, Kompol Faidir langsung memerintahkan penyidik memeriksa wanita tersebut.

“Saat diperiksa, dia selalu menjawab ngelantur dan setiap omongan yang keluar dari wanita itu tidak sesuai dengan yang ditanya,” ujar Faidir.

Dijelaskan Faidir, wanita tanpa identitas itu datang ke lokasi bermain anak-anak di kawan Simalingkar. Karena kehadiran wanita tersebut, warga yang melihat langsung mengatakan bahwa perempuan itu sedang mencari anak untuk diculik. “Karena informasi tersebut makanya wanita itu langsung dipukuli sampai babak belur. Kan kasihan. Dia yang jadi korban di sini,” ujarnya.

Kamis (1/11) siang, polisi sudah memanggil kepala desa, kepala dusun serta penyidik. Mereka menyatakan, wanita tersebut bukan penculik anak seperti yang sedang booming di media sosial.

“Kita pastikan wanita ini memang gila. Karena saat ditanya yang bersangkutan tidak nyambung,” ujarnya. Kejadian serupa juga terjadi tak jauh dari Perumnas Simalingkar. Tepatnya, di seputaran Simpang Pemda, Kelurahan Tanjungsari, Medan Selayang.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, kabar penculikan anak itu terjadi Rabu (31/10) sekira pukul 07.00 WIB. Seorang ibu bernama Sri Mahayani berteriak karena kehilangan anaknya, Oura (10).

Yasir pun melakukan pemeriksaan, menanyai langsung Sri yang mengaku kehilangan anaknya Oura.

“Jadi mulanya, Sri hendak mengisi minyak di SPBU Simpang Pemda. Namun karena SPBU tutup, Sri pergi ke SPBU Simpang Selayang,” ujar Yasir. “Sri lupa saat itu ia meletakkan anaknya di lampu merah (traffic light) Simpang Pemda dan ia langsung pergi ke SPBU Simpang Selayang,” sambungnya.

Setelah mengisi minyak di SPBU Simpang Selayang, Sri kembali ke traffic light Simpang Pemda. Sri kemudian teriak dan menangis meraung-raung.  “Sri mengaku anaknya hilang. Di situ mengundang massa dan seketika langsung berkumpul,” tutur Yasir.

Berselang setengah jam, datang pengemudi ojek menghampiri kerumunan massa dan membawa Oura, anak Sri. Tak diketahui pasti siapa nama pengemudi ojek itu.

Pengemudi ojek mengaku mendengar kejadian penculikan dan mencari anak itu. Alhasil, ia menemukan seorang anak yang ciri-cirinya seperti diutarakan Sri.

“Jadi dibawa tukang ojek itulah anaknya dan membawa anak tersebut ke lokasi kejadian, Simpang Pemda. Anak itu ditemukan di seputaran Jalan Setiabudi,” katanya.

Yasir mengatakan, kejadian tersebut bukanlah penculikan, melainkan keteledoran orangtua yang meninggalkan anaknya saat mengisi minyak di SPBU. Ia berharap kepada warga masyarakat, agar menyaring terlebih dahulu informasi penculikan anak.

“Saat ini memang sedang beredar informasi penculikan anak yang ujung-ujungnya hoax. Artinya tetap waspada, tapi disaring dulu sebelum informasi itu disebarkan agar tidak menyebabkan kegaduhan,” pungkas Yasir.(dvs/ala)

Kekasih Roger adalah Cut Meyriska

Cut Meyriska
Cut Meyriska

Perempuan yang mendampingi Roger Danuarta mualaf dipastikan adalah Cut Meyriska. Sebelumnya, ustad pembimbing Roger menyebut nama Cut saja.

Ustad Insan Mokoginta yang menjadi saksi mualafnya Roger memastikan kalau benar namanya Cut Meyriska. Dia juga mengatakan kalau Cut Meyriska hanya mengantar saja.

“Benar Cut hadir. Benar (saat ditunjukkan foto Cut Meyriska berhijab). Tapi dia hanya nganterin saja,” ujar Insan, Jumat (2/11).

Cut Meyriska tak melihat langsung proses Roger Danuarta mengucapkan dua kalimat syahadat. Sang aktris tak mau terlibat dan disebut yang aneh-aneh.”Cut tidak ikutan saat syahadat. Dia tidak mau terlibat, itu semua terserah Roger, sebab Cut tidak mau Roger masuk Islam karena dia,” tutur Insan Mokoginta.Pernyataan Insan menegaskan kalau Cut Meyriska tak ada kaitan dengan Roger Danuarta mualaf. Cut Meyriska sendiri disebut ibundanya sudah memiliki pasangan dan itu bukan Roger.

Aktor Indra L Bruggman mengaku mengetahui tentang kisah asmara Roger Danuarta. Menurut Indra L Bruggman, sahabatnya itu tengah berpacaran dengan Cut Meyriska.

“Yang kemarin sih yang saya tahu ya itu (Cut Meyriska),” kata Indra L Bruggman di Mampang, Jakarta Selatan.

Pemain sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu mengaku pernah bertemu dengan Roger Danuarta dan Cut Meyriska.

Dari situ dia tahu keduanya sedang mempunyai hubungan asmara. “Saya beberapa kali ketemu sama Cut Meyriska pas lagi sama Roger,” ucapnya.

Saat ditanya soal kabar Roger Danuarta dan Cut Meyriska akan menikah, Indra L Bruggman mengaku tidak tahu.

Dia mengatakan sahabatnya itu tidak pernah bercerita tentang rencana tersebut. Sementara Indra juga tidak mau lancang untuk menanyakan seputar kehidupan pribadi Roger.

“Saya enggak mau tanya, Roger juga pasti akan cerita. Saya cuma bisa mendoakan mudah-mudahan apa yang dilakukan yang terbaik buat dia,” tutup Indra.

Pernyataan Indra rupanya berbeda dari orang tua Cut Meyriska. Sebelumnya, ibunda Cut Meyriska membantah putrinya menjalin hubungan dengan Roger Danuarta.

Bahkan, dia mengungkapkan bahwa Cut Meyriska sudah memiliki kekasih seorang pengusaha perminyakan di luar negeri. (mg3/jpnn/dtc/ram)

Tertibkan Kendaraan yang Parkir Sembarang, 17 Mobil Digembosi

DIGEMBOSI: Salah satu mobil yang di gembosi oleh Dishub karena parkir sembarangan
DIGEMBOSI: Salah satu mobil yang di gembosi oleh Dishub karena parkir sembarangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama aparat gabungan Satlantas, Polisi Militer (PM) TNI AD, POM TNI AL dan Satpol PP, kembali menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan maupun berlapis di sejumlah jalan, kemarin.

Selain penertiban parkir, turut dilakukan pemeriksaan surat-surat kelengkapan khususnya angkutan umum. Penertiban tersebut dilakukan di Jalan Perdana/Hindu, Jalan Listrik, Jalan Kejaksaan/Pengadilan, Jalan Zainul Arifin dan Jalan MT Haryono depan Medan Mall.

Kepala Dishub Medan Renward Parapat mengatakan, penertiban tersebut dilakukan untuk meminimalisir kemacetan. Sebab, akibat parkir sembarang dan berlapis mengakibatkan kemacetan.

“Tim yang terlibat dalam penertiban kali ini berjumlah 30 personel dari Dishub Medan. Sedangkan PM TNI AD (2 personel), PM TNI AL (2 personel), Satlantas Polrestabes Medan (9 personel) dan Satpol PP (8 personel),” ujar Rendward.

Dikatakannya, dalam penertiban di kawasan Jalan Perdana/Hindu, mereka mengimbau kepada juru parkir agar mengarahkan para pengendara untuk memarkirkan kendaraan sebaris satu jajar di sebelah kiri.

Sedangkan di Jalan Listrik, terpaksa dilakukan penggembosan terhadap roda dua dan becak bermotor (betor) yang masih memarkirkan kendaraannya di trotoar serta tikungan. Begitu juga di Jalan Kejaksaan/Pengadilan.

Untuk di Jalan Kejaksaan/Pengadilan, ada 17 unit kendaraan roda empat dilakukan penggembosan ban. Hal ini agar membuat efek jera terhadap pengendara yang kerap memarkirkan kendaraannya sembarang tempat.

Renward berjanji, pihaknya akan terus melakukan penertiban dan penindakan ini. Tujuannya tak lain untuk mendukung kelancaran lalu lintas di Kota Medan. “Kita harap masyarakat dapat mematuhi aturan untuk kelancaran lalu lintas dan sekaligus mewujudkan program Medan Rumah Kita,” pungkasnya. (ris/ila)

Gedung Berlantai 6 Berdiri Tanpa IMB di Marelan, Dinas PKP2R Dituding Membekingi

Fachril/sumut pos TANPA IMB: Gedung 6 tingkat yang dibangun tanpa meiliki IMB di kawasaan Medan Marelan.
Fachril/sumut pos
TANPA IMB: Gedung 6 tingkat yang dibangun tanpa meiliki IMB di kawasaan Medan Marelan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bangunan megah berlantai 6 berdiri tanpa izin di Jalan Marelan Raya, Pasar II, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Sehingga bangunan yang diketahui merupakan satu pemilik dengan RSU Royal Prima, dituding telah dibekingi pejabat di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R).

Tudingan itu disampaikan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah. “Berdirinya bangunan eks RSU Maya Sari, karena adanya pembiaran yang disengaja oleh oknum pejabat di Pemko Medan. Sudah jelas, Dinas PKP2R membekingi bangunan itu. Kalau memang tidak ada izin, kenapa dinas terkait diam. Sampai bangunan itu berdiri kokoh 6 lantai, pasti sudah ada kongkalingkong dengan pemilik bangunan,” tuding wakil rakyat akrab disapa Bahrum, Jumat (2/11).

Ketua DPD PAN Kota Medan ini juga yakin kalau melihat kondisi bangunan tersebut juga tidak memiliki izin lingkungan, AMDAL dan sebagainya.”Bagaiman IMB bisa keluar, kalau izin pendukungnya belum keluar. Izin itu wali kota yang meneken, berarti ada permainan atau pembekingan dari oknum pejabat Pemko. Apapun ceritanya, bangunan itu harus segera ditindak,” tegas Bahrum.

Disesalkan wakil rakyat dari Medan Utara, adanya pembiaran dan dugaan pembekingan terhadap izin bangunan di Kota Medan, telah menurunkan pendapat asli daerah (PAD) dari restribusi IMB di Pemko Medan.

“Pantasan saja, target PAD sebesar Rp150 miliar dari restribusi IMB tidak tercapai, itu terbukti di tahun 2017 hanya memperoleh PAD dari IMB hanya Rp50 miliar. Kita minta Pak Wali Kota untuk mengevaluasi pejabat di dinas terkait,” ungkap Bahrum.

Apabila wali kota tidak tegas, lanjut Bahrum, maka kewibawaan Pemko Medan tidak ada harganya di mata masyarakat. Bahkan, terkesan tidak tegasnya wali kota diduga adanya intervensi dari pihak ketiga yang punya kepentingan.

“Bagaimana Medan mau tampak berwibawa, kalau sistem di pemerintahan tidak tegas. Lihatlah, hanya bangunan liar megah tidak mampu wali kota menindaknya. Ini merupakan bentuk carut marut Kota Medan. Sekali lagi, kita minta ketegasan wali kota, untuk menindak bangunan tanpa izin di Kota Medan,” tegas Bahrum.

Camat Medan Marelan, T Chairunizza mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan surat peneguran dan pemberhentian bangunan itu, namun tidak dihiraukan.

Bahkan, surat pemberitahuan juga sudah mereka layangkan ke Dinas PKP2R. Namun, dinas terkait belum juga melakukan tindakan.

“Kita sudah berapa kali menyurati agar pengerjaan itu dihentikan, tapi tetap membandel. Ke Dinas PKP2R juga sudah kita beritahukan, karena itu kewenangan mereka untuk menindaklanjuti, tapi sampai sekarang mereka (PKP2R) pun belum bertindak,” kata camat akrab disapa Yudi. (fac/ila)

Doakan para Korban Lion Air JT 610, 15 Ribu Orang Salat Gaib di Mapoldasu

Diva Suwanda/sumut pos Salat Gaib: Kapoldasu bersama jajaran dan lainnya menggelar Salat Gaib untuk para korban Lion Air JT 610, di Mapolda Sumut.
Diva Suwanda/sumut pos
Salat Gaib: Kapoldasu bersama jajaran dan lainnya menggelar Salat Gaib untuk para korban Lion Air JT 610, di Mapolda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk mendoakan para korban pesawat Lion Air yang jatuh dan tenggelam di Laut Karawang, Jawa Barat, sebanyak 15 ribu umat Islam bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto SH, melaksanakan Salat Gaib di halaman KS Tubun, Polda Sumut, Jumat (2/11).

Kapoldasu mengatakan, Salat Gaib idilaksanakan untuk mendoakan para korban pesawat lion air JT 610 baik penumpang maupun kru serta pilot yang berada di pesawat tersebut.

“Selain Salat Gaib, kami juga mendoakan petugas dan tim lainnya yang melakukan evakuasi dan pencarian agar selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Ia dan jajaran Polda Sumut serta Polres sejajaran turut berbelasaungkawa atas musibah yang terjadi, semoga para korban keseluruhan dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat. “Saya dan jajaran berduka atas musibah Lion Ait jT 610,” ucap Agus.Sebelum melaksanakan Salat Gaib, Kapolda bersama ribuan jamaah melaksanakan salat Jumat bersama.

Jenderal bintang dua tersebut berpesan, agar umat Islam tidak mudah untuk dipecah belah dengan informasi hoax, apalagi saling menghakimi dan menyalahkan satu dengan yang lainnya.

Agus juga meminta agar umat Islam membantu tugas polisi untuk selalu menjaga kondusivitas, kedamaian dan kenyamanan. Apalagi, dalam waktu dekat Pilpres dan Pileg 2019 akan segera dilaksanakan.

“Mari kita ciptakan Sumatera Utara yang aman dan damai. Kita harus sukseskan pelaksanaan Pilpres dan Pileg,” imbaunya.

Usai melaksanakan Salat Gaib, ribuan jamaah melaksanakan zikir akbar bersama dan berdoa agar persatuan dan kesatuan di Indonesia dapat terjaga.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin D, Dir Intelkam Kombes Pol Dedy Kusuma Bakti, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Dir Krimsus Kombes Rony Samtama dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto. (dvs/ila)

Polres Belawan Bhakti Sosial kepada Yatim Piatu

Bakti sosial Polres Belawan
Bakti sosial Polres Belawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan bakti sosial kepada anak yatim piatu dan tukang becak di Rumah Singgah Polisi Jalan Veteran, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (2/11) Pemberian tali asih dalam agenda Jumat berkah, dengan acara makan bersama antara masyarakat dan pejabat Polres Pelabuhan Belawan.

Dalam kegiatan itu, Wakpolres Pelabuhan Belawan, Kompol Tariono Raharja, SH, SIK mengajak masyarakat, agar menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2019. Polres Pelabuhan Belawan tetap hadir di tengah masyarakat untuk kenyamanan dan keamanan di masyarakat.

Pemberian tali asih juga dilakukan Polsek Medan Labuhan kepada masyarakat di Lingkungan 5, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Sekaligus melakukan temu ramah dengan tokoh masyarakat.

“Bentuk kepedulian ini kita lakukan, untuk meringankan beban warga kurang mampu di wilayah hukum kita. Harapannya, masyarakat dapat mensyukuri apa yang kita berikan,” sebut wakapolres.

Salah satu masyarakat, Faisal Haris yang juga Ketua KNPI Medan Deli ini mengapresiasi sikap polisi yang peduli dengan masyarakat, mudah – mudahan sinergitas polisi dengan masyarakat terus terjaga.”Dengan kedekatan polisi kepada masyarakat, akan menutup ruang gerak narkoba, paham radikal dan kejahatan lain. Karena, masyarakat telah hadir untuk polisi,” ujar Faisal.(fa/ila)

Pelayanan Paripurna, Keberhasilan Dokter

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelayanan kesehatan dan ilmu serta teknologi kedokteran saat ini bersaing dan berpacu, baik dari aspek kuantitas dan kualitas dalam hal diagnostik serta terapi. Kemampuan, keduanya bertumpu pada aspek keilmuan dan ketrampilan Dokter spesialis memberikan pelayanan pada pasien di fasilitas kesehatan.

“Penanganan pasien secara paripurna saat mendiagnosis sampai tatalaksana pasien secara holistik berdasarkan standar keilmuan tertinggi yang dapat diterapkan di Indonesia, menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan kedokteran,” ungkap Ketua Bidang Humas, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat PB PAPDI dr Nadia Ayu Mulansari SpPD K-HOM, FINASIM pada Pekan Ilmiah Nasional (PIN) XVI Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Jumat (2/11) di Medan.

Ketua Umum PB PAPDI dr Sally Aman Nasution SpPD K-KV FINASIM FACP menyampaikan acara workshop, diskusi dalam PIN PAPDI dilaksanakan diskusi antara peserta dan pemateri dari 12 sub spesialis penyakit dalam.

Menurutnya, di era kesehatan saat ini ada sedikit perubahan pelayanan terutama asuransi mayoritas JKN yang dilaksanakan BPJS. Maka semua Dokter terus mengupdate ilmunya.

“Tahun 2020 akan masuk era MEA, di mana dokter dari negara lain masuk ke Indonesia. Ini menjadi tantangan buat kami. Kami dari profesi tetap ingin melayani dan jadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Sally.

Menghadapi pasien, lanjutnya, tidak hanya melihat penyakitnya tetapi juga budayanya, tradisi, yang belum tentu orang asing bisa memahami. Oleh karena itu, pihaknya dari spesialis penyakit dalam juga tidak hanya melihat penyakitnya, tapi juga budaya dan tradisi. Namun tetap selalu mengikuti era digital dan update keilmuan. Saat ini PAPDI memiliki 38 cabang dengan anggota sekitar 4.000 Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

“Semua type di rumah sakit untuk spesialis penyakit dalam harus ada. Maka itu kami jamin mutu dan kualitas anggota. Maka dalam PIN ini ada program bisa mengakses internet via online. Semua itu untuk pelayanan masyarakat yang update. Jadi, kami menjaga kompetensi dan kemampuan,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan, dokter penyakit dalam masuk 4 besar dalam pelayanan kesehatan. Pihaknya sejak 5 sampai 6 tahun lalu, mencanangkan dokter kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi jarak seperti ke Penang dan Singapore dekat. Oleh karena itu perlu dibentuk kepercayaan dan image.

Sejak di pendidikan, lanjutnya, ini selalu dicanangkan kepada Mahasiswa. Image yaitu bagaimana tampilan Dokter Umum dan Spesialis, sehingga bisa dipercaya masyarakat. Untuk itu, diakuinya pihaknya selalu mengajarkan anak didik untuk update ilmu dan Dokter harus bisa menyikapi secara profesional.

“Kepada mahasiswa selalu dikatakan akan hadapi manusia. Kunci utama komunikasi. Misal praktik terjadwal pagi dan saat itu juga beri pengajaran. Maka di tempat kerjanya Dokter harus informasikan pada pasien juga seperti pada pasien dikabarkan Dokternya ada emergency. Jadi pentingnya komunikasi. Media juga berperan penting dalam mengedukasi masyarakat, “ ujarnya mengakhiri.

Sementara Ketua Panitia PIN XVI PB PAPDI dr Edy Rizal Wachyudi SpPD, K-Ger FINASIM mengatakan, dalam acara itu dilakukan kuliah umum dan 12 simposium serta 63 workshop. Hal ini untuk update ilmu di bawah 12 keilmuan penyakit dalam. Diikuti 700 lebih spesialis penyakit dalam baik sebagai nara sumber dan peserta.

Sekretaris Jenderal PB PAPDI, dr Eka Ginanjar SpPD K-KV FINASIMFACP FICA mengatakan, pihaknya berkewajiban update ilmu agar masyarakat dapat ditangani dengan pelayanan yang update. Tiap tahun diadakan PIN dan 2019 di Surabaya. tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sedangkan Ketua PAPDI Cabang Sumtera Utara (SUMUT) dr Mardianto, SpPD K-EMD FINASIM didampingi Wakil Ketua Lokal Panitia PIN XVI PB PAPDI dr Refli Hasan SpPD K-KV FINASIM SpJP mengatakan, kesempatan PIN ini dimanfaatkan untuk update bagi PAPDI yang di cabang akan pntingnya fokus pelayanan kesehatan di Sumut. (ain/ila)

Adam Malik Miliki Alat Bone Densitometry

Parlindungan/sumut pos PEMERIKSAAN: Petugas menunjukkan cara kerja alat pemeriksa kepadatan dan kerapatan tulang.
Parlindungan/sumut pos
PEMERIKSAAN: Petugas menunjukkan cara kerja alat pemeriksa kepadatan dan kerapatan tulang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik saat ini memiliki Alat Bone Densitometry. Alat ini resmi diluncurkan, Jumat (2/11) pagi. Alat yang berfungsi untuk memeriksa kerapatan tulang bagi pasien berusia 40 tahun ke atas itu dioperasikan di Instalasi Radiologi RSUP H Adam Malik.

Aplikan Bone Densitometry, Syamsuddin mengatakan, dengan alat itu, pemeriksaan tulang bisa dilakukan di seluruh tubuh dan dilengkapi dengan gambar 3 dimensi dan wolf body untuk melihat masa jaringan tulang.

“Alat ini juga dapat mengukur kandungan lemak tubuh, kandungan cairan tubuh baik dan total masa dari tulang itu sendiri. Dengan alat ini bisa memantau lemak tubuh. Ini sudah menggunakan teknologi canggih, sehingga Dokter akan mudah mendiagnosis secara akurat sehingga penanganan yang diberikan kepada pasien adalah yang terbaik,” jelas Syamsudin kepada Dirut RSUP H Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes dan Kepala Instalasi dr Elvita R Daulay M Ked (Rad) SpRad (K).

Dikatakannya, alat itu sudah dilengkapi hasil pembacaan dan pengukuran yang standar internasional. Artinya, hasil pemeriksaan dengan alat Bone Densitometry, bisa digunakan di Rumah Sakit di luar negeri.

“Sebelum ada alat ini, pemeriksaan dilakukan dengan ultrason, dengan mengukur kepadatan tulang dan lainnya melalui tumit kaki. Selama ini juga hasil pemeriksaan yang dilakukan diabaikan di rumah sakit di luar negeri, “ tandasnya.

Kepala Instalasi Radiologi RSU H Adam Kalik, dr Elvita R Daulay, M Ked (Rad) SpRad (K) mengaku bersyukur dengan penambahan alat untuk pelayanan yang lebih baik terhadap pasien. Namun, pihaknya berharap listrik tidak bolak balik padam karena bisa mengakibatkan alat-alat di radiologi rusak.

Menanggapi hal ini, Dirut RSUP H Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes mrngaku sudah menandatangani kerjasama dengan PLN agar RS tipe A itu mendapat layanan premium platinum. Disebutnya, pihaknya menarik aliran listrik dari pusatnya, sehingga jalurnya khusus.

“Jadi, jika daerah di Sumut listrik padam, maka RSUP H Adam Malik tidak padam. Ini layanan publik, maka tidak boleh ada pemadaman, karena dampaknya pada alat-alat kesehatan yang rentan rusak,” ungkap Bambang yang didampingi Kasubag Humas, Rosario Dorothy Simanjuntak.

Terkait alat baru tersebut, Bambang berharap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ditegaskannya, alat seperti itu sebenarnya juga bisa dipakai dengan pencegahan, supaya tidak terjadi patah tulang karena trauma ringan. Disebutnya, kepatahan tulang dapat tidak terjadi jika dilakukan pemeriksaan kerapatan tulang karena dengan alat tersebut dapat diketahui resiko fraktur atau patah tulang seorang pasien dan pencegahannya.

Direktur Umum dan Operasional RSUP H Adam Malik, dr Mardianto SpPD KEMD mengatakan, alat tersebut dapat memprediksi resiko fraktur seorang pasien. Kalau kepadatan tulang makin baik, disebutnya resiko untuk terjadinya fraktur lebih kecil. Dengan alat itu, diakui Mardianto hasilnya akan diketahui punya resiko terkena fraktur di belakang hari atau tidak.

“Fraktur terutama terjadi pada orang dengan usia lanjut dan orang-orang tertentu dengan faktor resiko untuk terjadinya fraktur Terutama yang agak beresiko itu tulang pinggul sama tulang belakang. Kalau sudah patah tentu akan mengganggu kehidupannya, karena dia harus melakukan tindakan operasi. Tapi kalau dia bisa diprediksi, kita bisa cegah dengan gaya hidup dan pemberian obat-obatan supaya resiko terjadinya fraktur itu kecil,” pungkasnya. (ain/ila)

Alifa Lahir dengan Kondisi Usus di Luar Tubuh, Awalnya Kami Tidak Percaya Ada Kelainan…

istimewa/SUMUT POS DIRAWAT: Alifa Adzkiya Shakila Ritonga, dengan kondisi usus di luar tubuh, tengah mendapatkan perawatan di RSUP H Adam Malik Medan.
istimewa/SUMUT POS
DIRAWAT: Alifa Adzkiya Shakila Ritonga, dengan kondisi usus di luar tubuh, tengah mendapatkan perawatan di RSUP H Adam Malik Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alifa Adzkiya Shakila Ritonga, bayi berjenis kelamin perempuan, tak seperti bayi normal lainnya saat dilahirnya. Anak pasangan Syahyanti Solin (25) dan Nurul Azmi Ritonga (25), asal Kisaran ini, terlahir dengan kondisi ususnya berada di luar tubuh. Saat ini, bayi malang tersebut tengah dirawat di RSUP H Adam Malik sejak Rabu (31/10).

Ayah sang bayi, Nurul Azmi Ritonga mengatakan, anak pertama mereka tersebut awalnya dirawat RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran, Asahan. Namun akhirnya dirujuk di RSUP H Adam Malik untuk mendapat pertolongan medis agar anak mereka bisa kembali seperti bayi normal lainnya.

Azmi bercerita, usai menikah awal 2018, ia dan istrinya berangkat ke Palembang mengais rezeki bekerja di salah satu pabrik. “Selama mengandung, kami periksa kandungan di bidan, tidak ada keluhan. Usia kandungan memasuki 3 sampai 4 bulan, gerak sang bayi aktif. Pada bulan keempat, kami ingin mengetahui jenis kelamin bayi dan dokter menyarankan datang pada bulan berikutnya,” ungkapnya.

Selama mengandung, istrinya juga mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai anjuran dari bidan yang mengikuti perkembangan kandungan sang istri.

Setelah tiba bulan Agustus, dia dan istrinya kembali ke Kisaran, Asahan untuk menanti kelahiran sang anak. Selama di Kisaran, isterinya dua kali memeriksakan kandungan ke rumah sakit swasta di Kisaran.

“Pihak rumah sakitnya mengatakan ada kelainan di bagian ususnya calon bayi kami. Awalnya kami tidak percaya ada kelainan. Karena gerak bayi kami aktif terus. Kami kemudian memeriksakan ke rumah sakit swasta lainnya pada bulan September. Rumah sakit swasta itu bilang kalau hasil USG tidak ada kelainan. Kami pun lega,” ujarnya.

Tepat pada Rabu, 31 Oktober 2018, pukul 09.30 WIB, kata Azmi, anak pertama mereka itu lahir di klinik bersalin di Kisaran secara normal. Saat itu diketahui anak mereka lahir dengan usus berada di luar tubuh.

Karena itu, bayi mereka langsung dirujuk ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran, Asahan, untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP H Adam Malik guna perawatan lebih intensif.

“Memang Dokter belum memberi tahu apa penyebab anak kami bisa lahir dengan kondisi seperti itu. Namun saya berharap tim medis di RSUP H Adam Malik dapat memperbaiki kondisi usus anak saya ke dalam tubuhnya. Semoga bayi kami bisa ditolong,” harapnya.

Kasubag Humas & Pemasaran RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak menjelaskan, bayi tersebut masuk ke RSUP H Adam Malik, Rabu (31/10) pukul 17.00 WIB.”Bayi tersebut lahir dengan berat badan 4 Kg. Ketika masuk dalam kondisi usus berada di luar, “ kata wanita yang akrab disapa Ocha ini.

Meski begitu, Ocha menyebut keadaan secara umum bayi tersebut cukup stabil. Bayi itu dirawat di ruang Perinatologi RSUP H Adam Malik dan ditangani Dokter Spesialis Bedah Anak.”Bayi dalam keadaan diinfus, bagian usus berada di luar sudah dibungkus dengan bahan khusus,” kata Ocha.

Disinggung soal penanganan bayi itu ke depannya, Ocha mengaku belum mendapat informasi. “Biasanya akan dioperasi. Namun untuk ke tahap itu banyak hal yang harus dipersiapkan. Terlebih, usia bayi tersebut baru 2 hari,” pungkasnya. (ain/ila)

Rayakan Hari Listrik Nasional, PLN UP3 Medan Santuni Yatim dan Kaum Duafa

istimewa/sumu tpos DONOR DARAH: Seorang warga saat mendonorkan darahnya di Lapangan Benteng Medan, Jumat (2/11). Kegiatan ini digelar Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan.
istimewa/sumu tpos
DONOR DARAH: Seorang warga saat mendonorkan darahnya di Lapangan Benteng Medan, Jumat (2/11). Kegiatan ini digelar Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-73 yang jatuh pada setiap 27 Oktober, di Lapangan Benteng Medan, Jumat (2/11).

Pada perayaan itu, PLN UP3 Medan menyerahkan santunan senilai Rp20 juta kepada anak yatim dan Rp50 juta untuk para kaum duafa. Mereka berasal dari daerah sekitar pelayanan PLN UP3 Medan. Dana santunan berasal dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Medan.

Selain itu, PLN Medan juga menggalang dana untuk membantu beban para korban bencana alam di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Kemudian digelar donor darah target 100 kantong yang nantinya diserahkan kepada yang membutuhkan lewat PMI.

Manager PLN UP3 Medan, Lelan Hasibuan, mengatakan perayaan HLN ke-73 itu sengaja dikemas dalam bentuk aksi sosial. “Ini adalah wujud kepedulian PLN, khususnya UP3 Medan untuk sesama,” kata Lelan.

Lelan Hasibuan menjelaskan, beberapa waktu terakhir pihaknya telah melalui sejumlah tantangan. Mulai dari kondisi cuaca ekstrim yang mengakibatkan banyak jaringan terganggu serta tugas-tugas yang berat dalam menghadapi even MTQ Nasional ke-27.

“Ini semua menyita waktu dan energi sehingga dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-73 kita membuat perayaan ini. Bukan sekadar perayaan, tapi kita berupaya menggalang dana untuk palu sigi dan donggala,” paparnya, di sela-sela kegiatan.

Di bagian lain, Lelan Hasibuan menambahkan agar masyarakat proaktif membantu PLN mengatasi gangguan listrik. Hal itu antara lain dengan turut memangkas pohon dan benda lainnya yang berpotensi menggangu distribusi arus listrik PLN dan tidak melakukan penyambungan jaringan listrik secara ilegal.

“Dan kami sangat senang jika ada laporan masyarakat misalnya jika ada hal-hal potensi gangguan. Dan pada kesempatan ini kami mengapresiasi para pelanggan yang terus setia dan telah mendukung operasional PLN UP3 Medan,” pungkas Lelan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Feby Joko Priharto, mengatakan aksi sosial pada HLN ke-73 itu adalah sebagai komitmen PLN tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

“PLN ingin terus tumbuh dan berkembang, tetapi masyarakat umumnya dan khususnya mereka yang bermukim di sekitar sentra pelayanam PLN, harus juga bertumbuh, baik secara sosial, keagamaan dan budaya, pendidikan dan ekonomi,” kata Feby.

Dia menambahkan, kepedulian PLN terhadap masyarakat juga terus berjalan selama ini, seperti bantuan untuk rumah ibadah, sarana pendidikan, adat dan budaya, pelestarian hutan dan lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dan tentunya adalah pelayanan kami untuk kepuasan pelanggan, baik masyarakat dan lembaga atau korporat, adalah tujuan utama kami. Dan perayaan HLN ini menjadi momentum menyatukan semangat dan tekad para pekerja di PLN untuk memanjakan pelanggan,” tambahnya.

Perayaan HLN juga diisi dengan berbagai lomba antar PLN ULP Medan, diantaranya lomba yel-yel, tarik tambang, lomba karung, joget balon dan lomba mandi salju. Kemudian diserahkan penghargaan mengapresiasi kinerja dari 9 PLN ULP Medan. Sebelumnya pada pagi harinya, digelar jalan santai dan lomba senam.

Sekitar 1.000 orang pegawai PLN hadir pada perayaan HLN itu. Mereka dari kantor PLN UP3 Medan dan dari sembilan kantor PLN ULP Medan mulai dari pegawai, honor, tenaga kontrak seperti cleaning services dan sekuriti.

Kemudian dari sejumlah pejabat PLN UIW Sumut, diantaranya Senior Manager Perencanaan, Saleh Siswanto, dan Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K), Tumpal Hutapea, serta Manager Komunikasi, Rudi Artono. (ila)