Home Blog Page 5802

TP PKK Binjai Komit Tertib Administrasi

TEDDY AKBAR/SUMUT POS PEMAPARAN: Wakil Wali Kota Binjai, H Timbas Tarigan, didampingi Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Idaham saat memberikan pemaparan saat menyambut Tim Evaluasi Kelurahan Tertib Aministrasi PKK.
TEDDY AKBAR/SUMUT POS
PEMAPARAN: Wakil Wali Kota Binjai, H Timbas Tarigan, didampingi Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Idaham saat memberikan pemaparan saat menyambut Tim Evaluasi Kelurahan Tertib Aministrasi PKK.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, H Timbas Tarigan, didampingi Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Idaham beserta pimpinan OPD dan anggota PKK menyambut kehadiran tim evaluasi kelurahan pelaksanaan tertib administrasi PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 yang diketuai H Ruhiat. Timbas menyambut rombongan Ruhiat di Kantor Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jumat (2/11).

Pelaksanaan tertib administrasi ini meliputi pencatatan, pendataan, pelaporan dan pengarsipan 10 program pokok PKK. Tujuannya, untuk mempermudah TP PKK memantau perkembangan program-program dan kendala apa saja yang terjadi di lapangan.

Sehingga dapat dilakukan evaluasi, rencana tindaklanjut dan penyusunan rencana kerja di tahun berikutnya.

Timbas menyatakan, juga dilaksanakan evaluasi kelurahaan pelaksana pola asuh anak dan remaja di Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan dan pelaksanaan usaha peningkatan pendapatan keluarga di Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat.

“Kita berharap semoga semua agenda evaluasi yang kita selenggarakan dapat terselenggara dengan baik dan lancar serta mencapai harapan kita bersama yang kesemuanya adalah untuk mendukung keberhasilan pembangunan daerah, serta dalam upaya peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” harap Timbas.

Timbas menjelaskan, evaluasi keluarga pelaksana tertib administrasi PKK yang dilaksanakan mempunyai peran penting untuk melihat dan mengetahui sejauh mana pembinaan serta pelaksanaan tertib administrasi PKK yang dilakukan oleh PKK Kota Binjai. Sebab, selama ini hasilnya tercermin dari tertib administrasi PKK yang dilaksanakan PKK Kelurahan Sumberkarya.

Tertib administrasi adalah salah satu unsur penting dalam pelaksanaan 10 program PKK. Karenanya, setiap proses administrasi semua jenjang PKK harus dipertahankan dengan baik. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan pembinaan dan monitoring, serta evaluasi berkelanjutan terhadap pengelolaan administrasi PKK.

Baik secara manual maupun dalam bentuk sistem informasi berbasis teknologi. “Pada akhirnya kami serahkan kepada tim evaluasi. Dukungan, saran dan masukan dari tim evaluasi sangat kami harapkan guna menjadi bahan perbaikan ke depan sekaligus dalam upaya mewujudkan Kelurahan Sumberkarya mampu menjadi yang terbaik di tingkat provinsi Sumatera Utara,” tegas dia.

Ketua TP PKK Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham menambahkan, keberadaan kelompok PKK lingkungan dan dasawisma menjadi. Bahkan, penting dan lebih strategis karena merupakan unit terdepan dalam gerakan PKK, hingga ujung tombak pelaksanaan 10 program pokok PKK.

“Apabila kelompok PKK lingkungan dan dasawisma ini berfungsi dengan baik, sistem informasi manajemen atau SIM PKK akan berjalan optimal dan kita akan mendapatkan data-data keluarga yang tepat, akurat dan menyeluruh serta bermanfaat bagi pembangunan Kota Binjai,” ujar Lisa.

TP PKK Kota Binjai berkomitmen untuk bersama-sama berusaha mewujudkan dan melaksanakan tertib administrasi mulai dari kelompok dasawisma, kelompok PKK lingkungan, PKK kelurahan, kecamatan, hingga PKK Kota. Diantaranya melalui berbagai pembinaan dan pelatihan hingga monitoring lapangan, rapor tertib administrasi PKK kelurahan, serta kecamatan per semester.

Pendistribusian buku catatan kelompok dasawisma dan PKK lingkungan hingga kelurahan, plang hingga stiker dasawisma, aplikasi online e-dasawisma dan pada Agustus telah dilaksanakan program bulan bhakti gotong royong.

“Kepada tim evaluasi kami mohon petunjuk, bimbingan serta arahannya kepada kami dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK. Kepada semua anggota PKK dapat menjadikan kegiatan evaluasi ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pinta Lisa.

Sementara, H Ruhiat menyatakan, kegiatan evaluasi telah berjalan untuk Kota Binjai yakni tertib administrasi, PAAR dan UP2K. “Kami sebagai tim evaluasi berharap semoga Binjai siap diutus ke tingkat nasional. Kami telah melihat apa yang telah disampaikan, dan melihat langsung ke lapangan dan kami ingin membuktikan hasil laporan yang telah diberikan,” kata Ruhiat.

Pada kesempatan ini, tim evaluasi didampingi Ketua TP PKK turut meninjau secara langsung kampung literasi anggrek bertempat di Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Sumberkarya, tanaman PKK dan kegiatan PKK di Taman Balita Binjai. (ted/han)

Penumpang Garuda Tewas Mendadak

.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Penumpang pesawat maskapai Garuda tujuan Jakarta, Usman Simq (70) asal Melbourne, Australia, tewas mendadak, sebelum pesawat yang ditumpanginya lepas landas (take off) dari Bandara Kualanamu, Sabtu(3/11) sekira pukul 12.45 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban yang sebelumnya check in, duduk di seat 34A. Namun sebelum pesawat take off, seorang pramugari yang hendak menyapa penumpang, melihat korban dalam kondisi tertidur.

Meski disapa, namun korban tak memberikan respon. Oleh pramugari pun melaporkannya ke pilot, hingga diteruskan ke Avsec Maskapai Garuda. Atas arahan pilot, korban pun dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu guna mendapat pertolongan medis
Sesampainya di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu, korban langsung ditangani medis.

Keterangan dari Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu dr Yane Frida Marpaung menyatakan bahwa korban tewas dikarenakan adanya Cardiac Arrest (berhentinya fungsi jantung) Sementara jenazah korban disemayamkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu, menunggu pihak keluarga datang untuk penjemputan. (btr/han)

PSMS Wajib Menang!

PSMS Medan saat melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan, Selasa (23/10) lalu. Hari ini, PSMS akan bertanding melawan Borneo FC.
PSMS Medan saat melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan, Selasa (23/10) lalu. Hari ini, PSMS akan bertanding melawan Borneo FC.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS tak punya banyak pilihan untuk bertahan di Liga 1, kecuali memenangkan sisa laganya. Termasuk laga kandang kontra Borneo FC, di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (3/11). Karena jika tumbang lagi, degradasi semakin nyata.

Dua kekalahan beruntun setelah sempat menghidupkan asa di empat laga sebelumnya, membuat mentalitas pemain kembali down. Terutama kekalahan telak dari Arema FC 5-0 yang membuat PSMS kembali tak percaya diri.

Namun PSMS belum tampil dengan kekuatan terbaiknya. Pasalnya, beberapa pemain belum kembali pulih total. “Belum 100 persen yakin, Matsu, Frets, Antoni, Rachmad kembali, Lobo tidak bisa main untuk dua atau tiga minggu,” ujar Pelatih PSMS, Peter Butler.

Syukurnya, Rachmad sudah kembali dari cedera. Meskipun belum pasti akan diturunkan full. “Rachmad mungkin bisa main, dia punya kualitas dan game seperti ini, kita butuh pemain seperti dia. Mungkin tidak 90 menit. Saya juga harus jaga kondisi dia,” tambahnya.

Dengan posisi PSMS yang masih berada di dasar klasemen dengan hanya 27 poin, PSMS memang sangat butuh tiga poin. Empat laga kandang sisa wajib dimenangkan. Sialnya PSMS justru sering terpeleset di kandang.

Sudah enam kali PSMS kalah di kandang. Butler cukup heran dengan kondisi itu. “Sebagai pelatih, saya selalu kasih motivasi ke pemain. Kita harus fight hingga pertandingan akhir. Masih ada kesempatan secara matematika, kalau kita menang di kandang dan luar. Tetapi saya sedikit bingung, karena biasa main oke, lebih bagus dan percaya diri di luar. Tetapi di kandang sedikit beda, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Untuk komposisi pemain, bakal ada perubahan. Terutama di bawah mistar yang menjadi sorotan. PSMS mungkin melakukan perubahan. “Soal penjaga gawang, kita sedikit masalah. Dhika mentalitasnya jatuh. Rochim belum siap. Mungkin Fauzi bisa main. Saya harus percaya dengan pelatih kiper Sahari Gultom, saya selalu komunikasi.

Saya percaya dia, saya ikut rekomendasi kiper yang diturunkan dari dia,” pungkasnya.

Sementara di kubu lawan, Borneo FC datang dengan kisah nostalgia Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia itu pernah menangani Pro Duta di Medan.

“Saya senang sekali datang kali ke sini. Saya punya memori bagus bersama Pro Duta. Saya banyak teman-teman di sini. Biasanya satu tempat dan satu tim punya tradisi besar sekali. Tapi saya sekarang harus fokus, tak mau cerita curi poin atau apa, karena saya menghormati tim di semua tempat,” kata Dejan.

Berbekal kemenangan 3-1 di putaran pertama, Dejan cukup percaya diri. Meskipun Pesut Etam datang dengan skuad yang pincang karena lima pemain harus absen.

“Kami Borneo sudah biasa dengan masalah itu (pemain absen). Gak ada masalah.

Saya percaya dengan semua pemain yang saya punya di cadangan. Semua pasti kerja keras dan pakai hati besar. Banyak tim punya masalah untuk cedera dan program-program terlalu dekat,” ucapnya.

Dejan juga menyadari PSMS punya Rachmad Hidayat. Eks anak asuhnya di Pro Duta, PBR dan Persib yang disadarinya bisa menjadi ancaman baginya.

“Rachmat teman baik saya. Dia orang jujur dan baik. Dia pemain penting sekarang di setiap tim. Saya sangat senang melihat pertumbuhannya. Saya sempat ingin bawa dia ke sini (Borneo), tapi dia pilih Medan karena keluarganya di sini. Tapi saya tahu dia akan menyulitkan. Kita liat besok,” pungkasnya. (don)

UMK Medan 2019 Ditetapkan Bulan Ini, UMP Sumut Rp2,3 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara (Sumut) 2019 telah ditetapkan sebesar Rp2.303.403, 43. Kini giliran kabupaten/kota di Sumut yang akan menetapkan besaran UMK untuk tahun depan. Salah satunya Kota Medan.

Ketua Dewan Pengupahan Medan, Harun, mengaku penetapan UMK 2019 Kota Medan masih dalam pembahasan. Proses pembahasan tinggal tahap finalisasi. “Masih dibahas. Mungkin pertengahan bulan ini (November) akan ditetapkan,” katanya kepada Sumut Pos, kemarin.

Harun menjelaskan, penetapan UMK Medan 2019 diharapkan sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yakni paling lambat 21 November. “Bulan ini juga sudah harus selesai dibahas. Karena harus dikirimkan ke Gubernur (Sumut) untuk persetujuan,” katanya.

Mengenai perkiraan UMK yang bakal ditetapkan, Harun tak mau berspekulasi. “Belum bisa itu diperkirakan berapa besarannya. Karena perlu dibahas dan disepakati oleh serikat pekerja/buruh, unsur pemerintah dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Medan,” ujarnya ketika dihubungi via selulernya.

Anggota Komisi B DPRD Medan, Jumadi, mengatakan penetapan UMK Medan 2019 diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Selain itu, tentunya dapat berpihak kepada buruh. “Tahun ini UMK Medan sekitar Rp2,7 juta. Jadi tahun depan kemungkinan bisa lebih dari itu. Namun harus sesuai kesepakatan bersama terlebih dahulu. Yang jelas, keputusan nanti berpihak kepada buruh atau tenaga kerja,” ungkapnya.

Diketahui, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menetapkan besaran UMP Sumut 2019 senilai Rp2,3 juta pada 30 Oktober kemarin. Penetapan ini tertuang sesuai SK Gubsu No.188.44/1365/KPTS/2018 tentang Penetapan UMP Sumut 2019, yang akan mulai berlaku sejak 1 Januari 2019.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar mengimbau, setelah penetapan UMP ini, Dewan Pengupahan kabupaten dan kota segera membahas dan merekomendasikan UMK ke Dewan Pengupahan Sumut. Selanjutnya, akan diteruskan kepada gubernur untuk mendapat persetujuan.

“Rekomendasi UMK tersebut paling lama wajib diumumkan 21 November 2018. Usulan ini tidak bersifat wajib, terlebih bagi daerah yang tidak memiliki Dewan Pengupahan. Bagi daerah yang tidak memberikan rekomendasi, tentu mengikuti UMK sesuai besaran UMP 2019 sebagai upah penyangga,” katanya.

Namun bupati dan wali kota se-Sumut diingatkan, agar pembahasan dan penetapan UMK 2019 menaati semua ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk, besaran kenaikan upah 8,03 persen sesuai Surat Edaran Menaker. “Akan ada sanksi bagi kepala daerah yang tak taat peraturan. Sanksi terberat jika ada kepala daerah yang tidak taat aturan dapat dipecat dari jabatannya,” tegas Harianto.

Kenaikan UMP Sumut 2019, berkisar Rp170 ribu dari UMP 2018 senilai Rp2.132.168,68. Sedangkan sesuai evaluasi UMK 2018 oleh pihaknya, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terdapat 29 daerah yang menyampaikan rekomendasi UMK. Empat daerah tidak mengajukan yaitu Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan dan Pakpak Bharat.

Hapus Dugaan Sabotase

KANTONG JENAZAH: Petugas Basarnas mengangkat kantong jenazah berisi potongan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610, ke kapal, Jumat (2/11).
KANTONG JENAZAH:
Petugas Basarnas mengangkat kantong jenazah berisi potongan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610, ke kapal, Jumat (2/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai dugaan muncul dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada Senin (29/10) lalu. Salah satunya mengenai adanya bahan peledak yang diduga jadi penyebab jatuhnya pesawat. Namun hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, menyatakan tidak ada indikasi bahan peledak pada pesawat nahas itu. Temuan itu sekaligus menghapus dugaan sabosate.

KEPALA Bidang Balistik, Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Ulung Kanjaya, mengatakan setelah pihaknya melakukan hasil tes sementara dari alat yang dibawanya terhadap beberapa potongan barang bawaan milik korban tragedi Lion Air, dipastikan negatif bahan peledak “Setelah menggunakan alat itu, dipastikan negatif bahan peledak,” ungkap Kombes Pol Ulung pada wartawan Jumat (2/11) di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ulung mengatakan, pihaknya mengambil beberapa sampel dari barang-barang milik korban yang ditemukan dari lokasi jatuhnya Lion Air JT610 di Tanjung Karawang. Selain itu juga beberapa serpihan non-logam pesawat yang akan diteliti di Laboratorium Mabes Polri. “Yang diambil sampel serpihan tas. Karena kebanyakan tas (yang ditemukan), sama serpihan non-logam pesawat. Untuk memastikan, dia ada bahan peledak atau enggak,” ungkap Ulung.

Selain kotak hitam yang telah ditemukan, semua barang-barang juga diperiksa. Bahkan pihaknya telah memeriksa hampir semua benda-benda peninggalan milik korban, yang masih dibiarkan terkumpul di kawasan JICT) II.

“Semuanya diperiksa keseluruhan. Pusatnya memang di kotak hitam. Tapi yang di lapangan juga penting,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, pihak kepolisian akan mengambil alih, jika memang terdapat indikasi atau dugaan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, karena adanya sabotase memakai bahan peledak. “Kalau diduga ada pidana, larinya ke Puslabfor. Polisi langsung ambil alih. Nanti data dari black box akan ketahuan juga ada ledakan sebelumnya atau enggak,” ucap Ulung.

Pemeriksa Bahan Peledak Puslabfor, Kompol Heriyandi, mengatakan pihaknya memeriksa karena ada dugaan adanya muatan penumpang yang dicurigai membuat ledakan dalam pesawat Lion Air tersebut.

“Ya misalnya ada kelalaian penumpang, bawa barang yang berbahaya yang tidak terdeteksi. Kan bisa saja. Perlu kita pastikan juga selain dari mesin. Ada material khusus, umpamanya barang-barang muatan penumpang yang dicurigai. Material-material yang kita tidak tahu, itu yang kita teliti,” jelas Heriyandi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri membentuk tim khusus (timsus) untuk menyelidiki kemungkinan penyebab non-teknis dalam peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018).

“Tugas yang dibentuk tim Bareskrim itu adalah mengantisipasi atau meneliti apakah ada sabotase atau tidak,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto. Setyo menjelaskan, tim khusus yang dibentuk itu akan mengecek dan melihat mulai dari manifes penumpang, proses masuknya barang, dan sebagainya.

Tim khusus itu akan melakukan investigasi terkait kemungkinan faktor non teknis penyebab jatuhnya pesawat. Sementara, dari sisi teknis, investigasi tetap dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Jadi tim tadi yang mengantisipasi ada tidaknya sabotase. Kalau teknis masalah pesawat, SOP segala macam itu KNKT,” ujar Setyo.

Gara-gara Satu Kata di Ijazah, 12 Pelamar CASN Medan Ditolak

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 12 pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kota Medan dinyatakan tidak lolos seleksi berkas, karena memiliki 1 kata berbeda di ijazah Para pelamar yang ditolak itu umumnya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Tidak terima ditolak, para pelamar mendatangi Kantor Wali Kota Medan, Jumat (2/11). Niatnya, untuk mengadukan nasib mereka karena berkasnya tidak diloloskan panitia. Namun para lulusan PGSD itu kesal, karena ‘dibola-bola’ pegawai saat minta bertemu Wali Kota.

“Dari pagi kami sudah berada di kantor wali kota dan bertemu dengan Bagian Umum Pemko Medan. Di sana kami diberitahu surat kami masih ada di atas. Dan kami disuruh menunggu,” sebutnya.

Lantaran cukup lama menunggu, para pelamar ini hendak menemui Sekda. Namun setelah bertemu dengan pegawai di kantor Sekda, mereka diajurkan bertemu dengan BKD sebagai badan yang menangani masalah ini.

Tetapi, para pelamar kembali menelan kekecewaan, karena pihak BKD tetap bersikukuh tidak bisa menerima berkas mereka, lantaran tidak sesuai dengan persyaratan. Adapun persyaratan yang diminta, yakni tamatan pendidikan guru S-1 program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sementara para pelamar memiliki ijazah lulusan S1 program studi Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar.

“Hanya berbeda kata kelas saja,” kata pelamar.

Begitu juga dengan ijazah tamatan Gizi, yang tertulis Ilmu Gizi, ditolak oleh panitia.

“Padahal Wakil Rektor I Unimed sudah menegaskan, bahwa ijazah kami sama dengan yang dipersyaratkan Pemko Medan dalam penerimaan CASN tahun ini,” kata para pelamar kesal.

Ditolak BKD, para pelamar berinisiatif mendatangi kantor Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Namun karena Wakil Wali Kota terburu-buru hendak ke kantor Gubsu mengikuti rapat, para pelamar diarahkan ke rumah dinas wali kota. “Karena ingin kejelasan, kami mendatangi rumah dinas wali kota. Tapi ternyata dalam kondisi sedang direnovasi,” ucap mereka.

Kecewa dan frustrasi, para pelamar akhirnya mendatangi DPRD Medan untuk menyampaikan keluhannya. Namun para pelamar juga tidak bertemu dengan anggota DPRD karena tidak ada yang hadir pada hari itu.

“Pemko Medan tidak memiliki kepedulian terhadap pencari kerja, yang sedang memperjuangkan nasibnya agar bisa mengikuti ujian. Kalau saja Pemko Medan sedikit peduli dengan menyurati Badan Kepegawaian Negara (BKN), kemungkinan besar kami dapat mengikuti ujian. Namun, sekarang kami hampir pasti gagal ikut ujian. Kami jelas kesal, karena tidak diberi kesempatan, padahal belum tentu lulus seleksi,” ujar mereka kepada wartawan.

Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol yang dihubungi via selularnya mengatakan, dirinya sedang berada di kantor BKN Jakarta. Andi mengaku sudah bertemu dengan pihak BKN dan menceritakan masalah para pelamar itu.

“Pihak BKN mengatakan mereka siap mengirimkan surat keterangan kalau Pemko Medan memintanya melalui surat. Namun karena Pemko Medan tidak ada meminta, maka BKN tidak bisa memberikannya,” sebut Andi.

Ia menambahkan, permasalahan ini terletak di Pemko Medan. Yakni bersedia atau tidak mencari tahu apakah ijazah para pelamar itu sama dengan yang diminta dalam persyaratan CASN. (ris)

24 Orang Lolos dari Ribuan Pelamar CASN Nias Utara

Adi Laoli/Sumut Pos UJIAN SKD: Pelamar CASN Nias Utara mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Jumat (2/11). Dari 3.612 pelamar, hanya 24 orang yang dinyatakan lolos.
Adi Laoli/Sumut Pos
UJIAN SKD: Pelamar CASN Nias Utara mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Jumat (2/11). Dari 3.612 pelamar, hanya 24 orang yang dinyatakan lolos.

NIAS UTARA – Pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, mencapai 3.612 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 24 orang yang lulus ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), menurut passing grade dari BKN.

Ujian SKD digelar tiga hari berturut-turut, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2018, di aula Laverna, Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nias Utara, Septianus Gea, kepada Sumut Pos, Jumat, (2/11) menjelaskan, hari pertama pelaksanaan SDK diikuti 1.300 peserta. Dari jumlah itu,hanya 8 orang yang lolos. Di hari kedua, ujian SKD diikuti 1.200 peserta. Yang lolos hanya 10 orang. Dan ujian hari ketiga diikuti 1.112 peserta, yang lolos hanya 6 orang.

“Kuota CASN yang disetujui Kemenpan RB RI untuk Kabupaten Nias Utara tahun ini, sebanyak 320 orang. Namun yang lolos ujian SKD hanya 24 orang. Jadi Nias Utara masih kekurangan 296 orang,” ungkap Septianus.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Nias Utara sangat kekurangan ASN. Belum diketahui apa upaya Pemerintah Daerah Nias Utara mencari solusi minimnya pelamar CASN yang lolos SKD.

“Saat ini kita sangat kekurangan ASN, terutama tenaga guru. Hasil ini nanti kita sampaikan telaahnya pada bapak Bupati. Biar beliau yang memutuskan solusinya. Bisa saja nanti pak Bupati menyurati pihak Kemenpan RB. Hasil tes SKD ini akan menjadi bahan evaluasi kita ke depan,” katanya.

Beberapa pelamar CASN yang diwawancarai Sumut Pos, mengakui kalau soal tes SKD ini terlalu rumit dan berbelit-belit. “Waktu mengerjakan soal terlalu singkat. Sementara passing grade yang ditetapkan BKN tinggi,” kata seorang peserta dengan nada pasrah.

Adapun passing grade yang ditetapkan BKN yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) 80, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75.

“Soalnya terlalu sulit Bang. Ada juga soal-soal jebakan. Dan waktunya terlalu singkat. Untuk Tes Intelegensia Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan saya lulus. Namun pada Tes Karakteristik Pribadi, saya hanya dapat nilai 130,” kata Resi Zebua, yang mengaku melamar pada formasi tenaga guru.

Sinema, yang melamar pada formasi tenaga guru, juga mengatakan hal serupa. “Semua soalnya sulit, sementara waktu mengerjakannya hanya 90 menit. Saya sempat terkendala mengerjakan soal. Kebetulan pulpen yang disediakan panitia habis. Untung ada pengawas yang meminjamkan pulpennya. Namun sepertinya saya belum beruntung. Nilai saya jauh di bawah passing grade,” katanya sedih.

Kasus Peredaran 150 Kg Ganja Antar Provinsi, Enam Terdakwa Dituntut Seumur Hidup

SIDANG: Ketiga terdakwa pengedar 150 kg ganja antar provinsi dituntut seumur hidup di PN Medan, kemarin (1/11).
SIDANG: Ketiga terdakwa pengedar 150 kg ganja antar provinsi dituntut seumur hidup di PN Medan, kemarin (1/11).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Enam terdakwa narkotika jenis ganja seberat 150 kg dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benny Surbakti dengan kurungan penjara seumur hidup. Tuntutan dibacakan saat sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Binjai, kemarin (1/11).

Keenam terdakwa masing-masing, Noval Setia Nurdian alias Piche, Zulkiran alias Zul, Jofan alias Yofan, Febri Setiawan, Dinar Nurdiansyah alias Otong dan Heri Triyatno alias Heri.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Noval, Zulkiran, Jofan, Febri, Dinar dan Heri dengan pidana penjara seumur hidup,” jelas Benny.

Tuntutan masing-masing terdakwa dibacakan satu persatu oleh Benny. Mereka dinyatakan melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, karena memiliki dan menguasai narkotika golongan I dengan jumlah lebih dari 5 gram.

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim memberi kesempatan kepada keenam terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi). Karena tiga terdakwa diantaranya menggunakan pengacara dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Binjai dan sisanya tidak menggunakan jasa kuasa hukum, mereka tidak menyatakan secara lisan maupun tertulis pembelaannya.

Mendengar hal ini, Fauzul Hamdi yang juga Ketua PN Binjai ini mengakhiri sidang. “Sidang dilanjutkan pada Rabu 14 November 2018 dengan agenda putusan. Sidang ditutup,” pungkas Fauzul sembari mengetuk palu tiga kali.

Sebelumnya, Subdit II Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran ganja kering jaringan Aceh-Jakarta dengan barang bukti sebanyak 150 bungkus ganja. Keenam pengedar narkotika ini mulanya dibekuk polisi di Simpang Megawati, Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur, Kamis (19/4).

Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan Heri yang merupakan seorang sopir. Kepada polisi, Heri mengaku, daun ganja asal Aceh ini dikendalikan oleh Zulkiran.

Mendapat informasi itu, petugas melakukan pelacakan terhadap Zulkiran. Ketika ditelusuri, Zulkiran ditangkap polisi saat tengah menjalani sidang di Lampung.

Sedangkan empat lainnya masing-masing Noval Setia Nurdian, Jofan, Febri Setiawan dan Dinar Nurdiansyah ditangkap polisi di depan Kantor Samsat Karawang, Jalan Tuparev Karawang, Jawa Barat. Kepada polisi, Noval mengaku ganja tersebut dikendali seseorang yang menjadi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jawa Timur.(ted/ala)

Guru Ngaji Cabuli 4 Murid

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tubuh boleh tampak renta, tapi soal birahi, Azwar Siregar (64) masih oke. Tak tanggung-tanggung, guru mengaji itu mencabuli empat muridnya.

Akibat ulahnya, dia nyaris tewas diamuk massa. Beruntung, warga Dusun 4 Kutalepar, Desa Duren Tonggal, Pancurbatu ini langsung diamankan ke Mapolsek Pancurbatu.

Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago membenarkan soal warga yang mengamankan AS. Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, polisi mendapati ada empat korban. Semunya anak di bawah umur.

“Benar ada diamankan, kejadiannya Rabu (31/10) malam, guru ngaji. Dari hasil pemeriksaan korbannya ada empat orang,” ungkapnya Jumat (2/11).

Kronologisnya, AS melakukan aksi tak terpujinya itu di dalam Masjid Al Hidayah. Keempat bocah yang dicabulinya masing-masing, AA (10), JLA (9), ES (11) dan DW (11). Keempatnya merupakan warga Dusun 4 Kuta Lepar, Desa Duren Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang.

Terbongkarnya aksi bejat pelaku bermula dari pengakuan AA. Seusai ikut pengajian dengan pelaku, korban pulang ke rumah dalam keadaan menangis dan ketakutan.

Ibu korban kemudian menanyakan kenapa anaknya menangis. AA kemudian buka suara dan mengaku sudah dicabuli pelaku.

“Pelaku katanya meraba-raba kemaluan AA kemudian mencium-cium bocah itu. Malam itu juga orangtua AA langsung melaporkan kejadian itu ke kepala desa dan memanggil pelaku,” katanya.

Pelaku yang diperiksa polisi mengaku memang ada melakukan perbuatan tersebut.

“Pelaku sudah mengaku, katanya dia meraba-raba dada dan kemaluan AA. Kini dia sudah kita tahan,” terangnya.Pelaku nekat melakukan hal itu karena ‘tak tahan’ melihat kemolekan tubuh anak di bawah umur itu.

“Jadi informasinya ada tiga lagi korbannya. Bukan hanya AA. Tapi yang mengadu si AA ini. Caranya, siap mengaji dia pura-pura memangku korbannya,” pungkas Faidir. (dvs/ala)

Ibu Teledor Meraung-raung

Sri Wahyuni (kanan), ibu yang teledor sudah bersama anaknya, Oura.
Sri Wahyuni (kanan), ibu yang teledor sudah bersama anaknya, Oura.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hoax (berita/informasi bohong) penculikan anak masih menyebar di Medan. Bahkan, ada orang kurang waras sampai menjadi bulan-bulanan warga karena dituduh sebagai penculik anak.

PERISTIWA itu terjadi di Perumnas Simalingkar, Kecamatan Pancurbatu. Kasus ini sempat viral di jejaring Facebook.

“Perempuan itu gila, tidak waras. Hoax itu informasinya,” kata Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago, Jumat (2/11). Setelah dianiaya, wanita tersebut dibawa oleh warga dan Kepala Dusun Simalingkar ke Mapolsek Pancur Batu. Setelah tiba, Kompol Faidir langsung memerintahkan penyidik memeriksa wanita tersebut.

“Saat diperiksa, dia selalu menjawab ngelantur dan setiap omongan yang keluar dari wanita itu tidak sesuai dengan yang ditanya,” ujar Faidir.

Dijelaskan Faidir, wanita tanpa identitas itu datang ke lokasi bermain anak-anak di kawan Simalingkar. Karena kehadiran wanita tersebut, warga yang melihat langsung mengatakan bahwa perempuan itu sedang mencari anak untuk diculik. “Karena informasi tersebut makanya wanita itu langsung dipukuli sampai babak belur. Kan kasihan. Dia yang jadi korban di sini,” ujarnya.

Kamis (1/11) siang, polisi sudah memanggil kepala desa, kepala dusun serta penyidik. Mereka menyatakan, wanita tersebut bukan penculik anak seperti yang sedang booming di media sosial.

“Kita pastikan wanita ini memang gila. Karena saat ditanya yang bersangkutan tidak nyambung,” ujarnya. Kejadian serupa juga terjadi tak jauh dari Perumnas Simalingkar. Tepatnya, di seputaran Simpang Pemda, Kelurahan Tanjungsari, Medan Selayang.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, kabar penculikan anak itu terjadi Rabu (31/10) sekira pukul 07.00 WIB. Seorang ibu bernama Sri Mahayani berteriak karena kehilangan anaknya, Oura (10).

Yasir pun melakukan pemeriksaan, menanyai langsung Sri yang mengaku kehilangan anaknya Oura.

“Jadi mulanya, Sri hendak mengisi minyak di SPBU Simpang Pemda. Namun karena SPBU tutup, Sri pergi ke SPBU Simpang Selayang,” ujar Yasir. “Sri lupa saat itu ia meletakkan anaknya di lampu merah (traffic light) Simpang Pemda dan ia langsung pergi ke SPBU Simpang Selayang,” sambungnya.

Setelah mengisi minyak di SPBU Simpang Selayang, Sri kembali ke traffic light Simpang Pemda. Sri kemudian teriak dan menangis meraung-raung.  “Sri mengaku anaknya hilang. Di situ mengundang massa dan seketika langsung berkumpul,” tutur Yasir.

Berselang setengah jam, datang pengemudi ojek menghampiri kerumunan massa dan membawa Oura, anak Sri. Tak diketahui pasti siapa nama pengemudi ojek itu.

Pengemudi ojek mengaku mendengar kejadian penculikan dan mencari anak itu. Alhasil, ia menemukan seorang anak yang ciri-cirinya seperti diutarakan Sri.

“Jadi dibawa tukang ojek itulah anaknya dan membawa anak tersebut ke lokasi kejadian, Simpang Pemda. Anak itu ditemukan di seputaran Jalan Setiabudi,” katanya.

Yasir mengatakan, kejadian tersebut bukanlah penculikan, melainkan keteledoran orangtua yang meninggalkan anaknya saat mengisi minyak di SPBU. Ia berharap kepada warga masyarakat, agar menyaring terlebih dahulu informasi penculikan anak.

“Saat ini memang sedang beredar informasi penculikan anak yang ujung-ujungnya hoax. Artinya tetap waspada, tapi disaring dulu sebelum informasi itu disebarkan agar tidak menyebabkan kegaduhan,” pungkas Yasir.(dvs/ala)