Home Blog Page 5804

Generasi Milenial Berperan Promosikan Danau Toba

ist SWAFOTO: Seorang generasi milenial berswafoto dengan latar Parapat Night Market di Kabupaten Simalungun.
ist
SWAFOTO: Seorang generasi milenial berswafoto dengan latar Parapat Night Market di Kabupaten Simalungun.

SUMUTPOS.CO – Guna mempromosikan keindahan alam Danau Toba, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Utara bersama GenPI Danau Toba meluncurkan Parapat Night Market di Kabupaten Simalungun, hari ini, Sabtu (3/11).

Event ini bertujuan untuk menarik wisatawan Milenial yang berkunjung ke danau vulkanik terbesar di dunia ini. Parapat Night Market diselenggarakan pada malam hari, sekira pukul 19.00 WIB. Event ini diluncurkan sebagai destinasi baru di Danau Toba.

“Pada gelaran perdana nanti, kami akan menyuguhkan pentas seni. Berupa tarian dan musik tradisional khas Batak. Intinya kami akan mengenalkan budaya Batak kepada para pengunjung.

Di samping itu, kami siapkan 15 stand kuliner tradisional yang bisa dinikmati para pengunjung,”ujar Ketua GenPI Sumut, Fito Fitato kepada wartawan di Medan, Jumat (2/11) siang.

Fitato menjelaskan Parapat Night Market akan dipusatkan di daerah Pagoda. Yakni, sebuah tempat yang juga disebut Pasar Jumpa Tengah di kawasan Tebingtinggi. Namun belakangan lokasi ini lebih popular dengan sebutan Stage Parapat. “Kini, Stage Parapat menjadi salah satu ikon yang secara geografis masuk dalam wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” tutur Fitato.

Untuk mensukseskan Parapat Night Market, sejumlah spot foto yang instagramable telah disiapkan. Pengunjung bisa memanfaatkannya untuk melakukan swafoto. “Tidak bisa dipungkiri, peran generasi milenial dalam mempopularkan sebuah destinasi wisata cukup besar. Diakui atau tidak, sebagian dari mereka terbiasa hunting spot-spot menarik untuk swafoto, lalu mempublish-nya di media sosial,” katanya.

Parapat Night Market diharapkan menjadi gebrakan positif yang akan membuat Stage Parapat semakin dikenal. Sebab, GenPI Sumut berupaya menghidupkan Stage Parapat. Caranya dengan menghadirkan pertunjukan secara kontinue.

“Rencananya setelah kegiatan Parapat Night Market, akan dilanjutkan dengan pentas seni setiap Sabtu dan Minggu malam. Sasarannya para tamu hotel yang biasanya kebingungan mencari tempat hiburan saat malam,” pungkasnya. (gus/han)

Lima Kecamatan Dicanangkan jadi Kampung KB

SOPIAN/SUMUT POS PUKUL: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Forkompinda memukul gong tanda dimulainya Pencanangan Baksos TNI-KKBPK-Kesehatan.
SOPIAN/SUMUT POS
PUKUL: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Forkompinda memukul gong tanda dimulainya Pencanangan Baksos TNI-KKBPK-Kesehatan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan bersama unsur Forkopimda memukul gong tanda dimulai pencanangan Baksos TNI-KKBPK-Kesehatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Koramil 13 Tebingtinggi, Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi, Kamis (1/11). Acara ini juga dihadiri Temazora Zega, Kepala Perwakilan BKBN Provinsi Sumatera Utara.

Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan, moment ini memiliki nilai yang sangat strategis dalam rangka penguatan dan percepatan pencapaian sasaran program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia.

Menurutnya, kegiatan yang akan berlangsung selama 6 bulan ini akan menggerakkan potensi yang ada di wilayah Kota Tebingtinggi, untuk dapat memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam program KB dan Kesehatan. Seperti biasanya jika TNI dan Polri sudah ikut serta dalam sebuah program, hasilnya akan menjadi yang terbaik.

“Dalam momen ini kegiatan TNI-KKBPK Kesehatan tahun ini pencapaian peserta KB baru terutama alat kontrasepsi jangka panjang dengan sasaran pasangan usia subur paritas rendah dapat terpenuhi dan bertkontribusi positif bagi penurunan angka kelahiran,”terang Umar Zunaidi.

Disampaikannya juga, urusan Keluarga Berencana, pada tahun 2015 Tebingtinggi pernah berprestasi sampai ketingkat nasional, dan penghargaan diberikan Ibu Wakil Presiden Yusuf Kalla. Dan prestasi itu juga bagian dari peran serta dari TNI-KKBPK.

“Untuk itu pula kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dandim 0204-DS, atas kegiatan ini selalu dilaksanakan di Koramil 13 Tebingtinggi,”sebutnya.

Dijelaskan Wali Kota, sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah dinegeri ini tidak akan bermanfaat apa-apa jika tidak dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, KB merupakan salah satu langkah untuk menciptakan SDM berkualitas tersebut dan kesehatan dapat terjaga dengan baik, lewat asupan makanan yang bergizi dan sehat.

“Saat ini di 5 kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi sudah dicanangkan Kam pung KB sebagai tindak lanjut dari program nasional, saya minta pada masing masing Camat kiranya jangan hanya mencanangkannya saja, tetapi tindak lan juti dengan program yang nyata dan sosialisasikan di tengah masyarakat,”pinta Umar Zunaidi.

Disampaikannya, ke depannya ibu-ibu KCK Kodim 0204-DS juga akan diajak kerja sama dalam pembuatan batik tradisional Tebingtinggi.

Wali Kota mengungkapkan, saat ini sudah menembus 3 nasional dalam TTG di Bali.

“Karena selama 16 pelaksanaan TTG, Sumut tidak pernah masuk dan prestasi terbaik ini saja untuk Kota Tebingtinggi, akan tetapi untuk Provinsi Sumut,”pungkasnya. (ian/han)

279 ASN Pemkab Nias Naik Pangkat

ADITIA LAOLI/SUMUT POS NAIK PANGKAT:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat kepada 279 ASN Kabupaten Nias.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
NAIK PANGKAT:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat kepada 279 ASN Kabupaten Nias.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 279 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nias menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM di aula kantor Bupati Nias, Jalan Plud Binaka Km 9 Ononamolo Lot 1, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kamis (1/11).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nias, Marulam Sianturi, SE pada laporannya mengatakan sesuai surat Sekda Kabupaten Nias Nomor : 800/3756/bkd/2018 Tanggal 22 Juni 2018 tentang usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 1 Oktober 2018.

Dijelaskan Marulam, bahwa seyogianya ada 307 orang ASN yang mengusulkan kenaikan pangkatnya khusus golongan ruang III/D ke bawah, namun yang disetujui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Medan, Sumatera Utara hanya 279 orang. “Dari hasil penelitian berkas oleh tim teknis BKD Kabupaten Nias dan kantor regional enam (VI) BKN medan, 28 orang ASN tidak memenuhi syarat”,ungkap Marulam.

Sementara itu, Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM dalam arahannya menyampaikan, pada dasarnya kenaikan pangkat merupakan salah satu syarat bagi ASN dalam rangka pengembangan karier. Namun, kenaikan pangkat ASN ini harus diimbangi dengan peningkatan pola pikir dan tanggung jawab.

“Kenaikan pangkat ini hendaknya tidak dianggap sebagai hak ASN, tetapi harus dimaknai sebagai wujud peningkatan sumber daya aparatur yang dapat diimplementasikan melalui bentuk kedisiplinan dan peningkatan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat”,Ujar Sokhiatulo.

Untuk itu, Bupati berharap kepada ASN di Kabupaten Nias dapat meningkatkan kualitas kerja, mampu berkreasi, berinovasi dan bersinergitas sehingga visi-misi Pemerintah Kabupaten Nias yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera dapat terwujud. “Ciptakanlah lingkungan kerja yang kondusif, jalin hubungan yang baik dengan atasan, bawahan, rekan kerja serta masyarakat secara umum, sehingga dalam melaksanakan tugas dapat berjalan dengan lancar”,pungkasnya. (mag-5/han)

Areal Paya Bagas Milik HGU PTPN III

ist milik ptpn: HGU PTPN III Kebun Rambutan, tepatnya di daerah Panguripan.
ist
Milik ptpn: HGU PTPN III Kebun Rambutan, tepatnya di daerah Panguripan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Paya Bagas (Suwarno Cs) beberapa hari yang lalu yang ingin menguasai areal HGU PTPN III Kebun Rambutan, tepatnya di daerah Panguripan, dinilai tidak tepat.

Ka Sub Bagian Humas mengatakan, areal tersebut adalah HGU PTPN III yang sudah tidak diragukan lagi keabsahaannya karena sesuai dengan bukti Sertifikat HGU nomor 1 tanggal 14 Mei 1996 yang berakhir 2025 mendatang.

Proses hukum atas areal Paya Bagas yang dilakukan pada tahun 2008 juga telah dimenangkan oleh PTPN III berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi deli (PN-TTD) No : 26/Pdt.G/PN-TTD Tanggal 30 Juni 2008.

Di mana, putusan tersebut telah berkekuatan hukum Tetap karena upaya banding dan perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat penggarap ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara tidak dapat diterima.

Pada saat itu PTPN III juga telah melakukan pendekatan dan imbauan kepada masyarakat penggarap, untuk meninggalkan lahan tersebut secara sukarela. Upaya persuasif dengan cara pemberian tali asih kepada masyarakat pun juga sudah dilaksanakan, dan masyarakat menerima tali asih tersebut. “Jadi dari segi hukum, tidak ada lagi alasan masyarakat untuk menuntut dan menggarap areal paya bagas tersebut,” tegasnya.

Untuk menjaga aset, lanjutnya, aksi solidaritas juga ditunjukkan oleh SP Bun PTPN III dalam menjaga dan mempertahankan Aset Negara. Aksi solidaritas SP Bun dilakukan dalam upaya penyelamatan Aset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab, SP Bun dan setiap karyawan berkewajiban memelihara, menjaga, melindungi serta mempertahankan asset perusahaan dari tindakan pengrusakan atau pengambilalihan asset secara melawan hukum.

“PTPN III (Persero) sebagai perusahaan Negara, selalu taat dan patuh terhadap hukum dan peraturan perundangan yang berlaku dan PTPN III (Persero) sangat menghargai upaya hukum,” kata Ali. PTPN III (Persero) selaku pemegang HGU Kebun Rambutan, lanjutnya, akan menjaga dan mempertahankan areal yang merupakan Asset Negara dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. (rel/ila)

Penguatan Koperasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar memberikan hadiah kepada koperasi yang berprestasi.
SOPIAN/SUMUT POS
BERIKAN: Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar memberikan hadiah kepada koperasi yang berprestasi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – ”Diera globalisasi ini, kita berharap kesenjangan tidak makin melebar, jika ingin makmur, maka makmurlah bersama, semangat dan falsafah gerakan koperasi untuk kemajuan dan kemakmuran sebuah bangsa dapat dicapai serta benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kota Tebingtinggi khususnya,”ujar Wali Kota Tebingtinggi diwakili Pj Setdako Marapusuk Siregar pada puncak peringatan HUT ke-71 Koperasi tingkat Kota Tebingtinggi Tahun 2018 di Gedung Hj Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (2/11).

Hadir dalam kegiatan ini Kajari Tebingtinggi Muhammad Novel, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut diwakili Kepala bidang kelembagaan Mardiana, Ketua Dekopin Wilayah Sumut diwakili Ir Justinus P Tamba dan kadis perdagangan Kota Tebingtinggi Gul Bakhri Siregar, serta seluruh pengurus anggota gerakan Koperasi se-Kota Tebingtinggi.

Dalam bimbingan dan arahan Wali Kota Tebingtinggi yang dibacakan Setdako Marapusuk Siregar, bahwa HUT ke-71 Koperasi tahun ini mengangkat tema, Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Tebingtinggi.”Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena koperasi kita terus berkembang, tumbuh serta makin berjaya,”kata Marapusuk.

Disebutkan, tambah Marapusuk, jumlah dan anggota koperasi di Kota Tebingtinggi saat ini semakin meningkat, begitu juga dengan permodalan yang naik signifikan. “Untuk itu, untuk itu mari kita jaga dan terus kita tingkatkan dimasa yang akan datang,”tandasnya.

Setdako juga berpesan kepada Kepala Dinas Perdagangan, untuk terus membantu, mengasuh, membina, mendorong serta memajukan ko perasi. “Para pemimpin dan pengurus koperasi yang hadir saat ini, untuk terus bergiat, cerdas dan secara profesional memajukan koperasi,”pintanya.

Ditegaskannya, bahwa koperasi bukan hanya milik pengurus, tetapi juga milik seluruh anggota koperasi. Oleh karena itu, wajib hukumnya para pemimpin dan pengurus koperasi memajukan koperasi di seluruh wilayah Kota Tebingtinggi.

Puncak kegiatan pun diakhiri dengan pemberian hadiah kepada koperasi berprestasi Kota Tebingtinggi Tahun 2018 di antaranya, Koperasi Primkop Kartika Tiga Serumpun, Kopdit CU Sejahtera, KPRI SMK Negeri 1 Kota Tebingtinggi, sekaligus pemberian sertifikat nomor induk koperasi dari Kementerian Koperasi RI kepada Koperasi Tebingtinggi di antaranya KPRI Eka Daya SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi, KSU Cinta Kasih dan Koperasi Angkutan Serbaguna. (ian/han)

R-APBD 2019 Deliserdang Rp3,9 Triliun

batara/sumut pos SERAHKAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyerahkan R-APBD TA 2019 kepada Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution SE pada Sidang Paripurna, Kamis (1/11).
batara/sumut pos
SERAHKAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyerahkan R-APBD TA 2019 kepada Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution SE pada Sidang Paripurna, Kamis (1/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyampaikan Nota Pengantar Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Deliserdang TA 2019 sebesar Rp3,9 triliun di Sidang Paripurna DPRD Deliserdang, Kamis (1/11).

Di hadapan Ketua DPRD Ricky Prandana Nasution SE, Wakil Ketua DPRD Kamaruzzaman SAg dan Timur Sitepu, Unsur FKPD serta pimpinan OPD jajaran Pemkab Deliserdang,
Ashari menjelaskan bahwa R-APBD tahun 2019 telah menggunakan prinsip Money Follow program yang berbasis Out Come.

Dimana konsep ini, lanjutnya, merupakan pendekatan penganggaran yang lebih fokus pada program dan kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas daerah, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus merupakan jawaban dari suatu kondisi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Bupati menyampaikan, RAPBD Tahun 2019 dasarnya merupakan upaya bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, yang akan dicapai melalui pengelolaan keuangan daerah secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, transparan, efisien, efektif, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan.

”Insya Allah akan dapat tercapai melalui kebersamaan berbagai unsur pemerintahan daerah, sesuai amanat Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah,”sebutnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Ashari juga menjelaskan pengalokasian belanja daerah R-APBD tahun 2019 diperkirakan Rp3.944.21.219.302,00.

Dengan komposisi belanja tidak langsung sebesar Rp 1.980.488.781.806,00, dan belanja langsung Rp 1.963.632.437.496.

Sedangkan gambaran umum pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pada R-APBD tahun 2019, dimana pendapatan pada R-APBD TA 2019 Rp3.914.121.219.302, dengan rincian Pendapatan yang bersumber dari PAD tahun 2019 diperkirakan Rp1.128.848.146.361.

Pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan diperkirakan Rp2.079.304.574.574, dan pendapatan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah diperkirakan sebesar Rp705.968.498.367. (btr/han)

10 Nelayan Langkat Ditahan di Malaysia, Istri dan Keluarga Nelayan Curhat ke DPD RI

ist/sumut pos TEMUI: Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba saat menemui para keluarga nelayan yang masih ditahan di Malaysia.
ist/sumut pos
TEMUI: Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba saat menemui para keluarga nelayan yang masih ditahan di Malaysia.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sepuluh orang Nelayan asal Kabupaten Langkat, hingga kini masih Ditahan Pemerintah Malaysia. Mereka ditangkap atas tuduhan menangkap ikan di wilayah perairan Malaysia.

Ditangkapnya ke-10 nelayan itupun disampaikan sanak keluarganya kepada Anggota DPD Sumut, Parlindungan Purba. Meski berbagai upaya telah dilakukan, sejauh ini kesepuluh orang nelayan yang berasal dari Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, belum juga dipulangkan.

Bahkan, lima orang di antaranya ditangkap pada September lalu dan divonis lima bulan penjara.

Sedangkan, lima orang lainnya ditangkap pada bulan April 2018 lalu, dan telah bebas. Namun kelimanya masih berada di barak penampungan sementara di Malaysia, karena belum dipulangkan Pemerintah Indonesia.

Dengan harapan para nelayan itu dipulangkan, Fatimah, meminta agar DPD RI asal Sumut membantu mereka untuk mengurus keluarganya yang masih berada di Malaysia.

“Kami berharap Bapak Parlindungan Purba bisa membantu keluarga kami yang hingga kini masih ditahan di Malaysia,” ucap Fatimah, Jumat (2/11).

Dikatakannya, hanya suaminya, yang bisa mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak mereka. “Cuma suami saya yang menafkahi untuk menghidupi kami, dengan kondisi sepert ini saya terpaksa banting tulang,”ujar ibu tiga anak itu.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPD RI asal Sumatra Utara Parlindungan Purba mengaku akan segera mengkoordinasikan dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Malaysia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk segera membantu proses pemulangan Nelayan yang di tangkap pihak Malaysia.

“DPD RI akan meminta agar tapal batas laut antara Indonesia dan Malaysia di perjelas. Hal itu untuk menghindari terjadinya peristiwa penangkapan Nelayan Indonesia oleh Malaysia,” kata Parlindungan Purba.

Selain itu, jelasnya, pihaknya segera berkoordinasi membantu memulangkan masyarakat Indonesia yang diamankan di Malaysia. “Saya berharap keluarga dapat bersabar, dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,”pungkasnya. (bam/han)

Kapolres Langkat: Warga agar Bijak Bermedsos

CENDERAMATA: Kapolres Langkat AKBP Dedy Indriyanto menerima cenderamata dari perwakilan Kementerian Agama di Langkat.
CENDERAMATA: Kapolres Langkat AKBP Dedy Indriyanto
menerima cenderamata dari perwakilan Kementerian Agama di Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Langkat, AKBP Dedy Indriyanto mengajak masyarakat harus bijak menggunakan media sosial(medsos) agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu SARA, ujaran kebencian dan hoax.

Hal itu disampaikan Dedy Indriyanto di hadapan para tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama di Kementerian Agama Kabupaten Langkat, di Stabat. “Maka dari itu, sudah menjadi tugas Polri memelihara Kamtibmas, perlindungan dan pelayanan masyarakat dalam keamanan di dalam negeri,”ujar Kapolres, Jumat (2/11).

Menurutnya, ujaran kebencian adalah tindakan yang sering dilakukan oleh sebahagian kelompok masyarakat untuk memprovokasi kebencian, dan tindakan kekerasan kepada kelompok lain.

Dedy Indriyanto juga menyampaikan berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional, dan provokatif, misalnya langsung menuding jari ke pihak tertentu. Isinyapun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu.

“Untuk itu cermati alamat situs-nya. Dimana informasi yang diperoleh dari website atau mencantumlan link. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pres akan lebih mudah dimintai pertanggungjawabannya,” katanya

Dimana menurut catatan Dewan Press, di Indonesia ini terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. “Dari jumlah tersebut yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300,”sebutnya.

Kapolres juga meminta agar masyarakat memperhatikan dan memeriksa fakta dari mana berita berasal dan siapa sumbernya. Apakah dari institusi resmi seperti KPK, Polri, serta memperhatikan keberimbangan berita.

Untuk menghadapi itu, tambah Dedy Indryanto, yang harus dilakukan di antaranya pertahankan empat pilar kebangsaan, amalkan ajaran agama masing-masing, cari persamaan bukan perbedaan.

Kapolres berharap kedepannya, agar tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen dapat menjadi motivator di lingkungannya dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama dengan mengajarkan arti toleransi.

Memberikan mata pelajaran agama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dan wawasan kebangsan kepada anak didiknya.

“Jangan mudah percaya terhadap isu negatif dan berita provokasi dengan ujaran kebencian yang ditebarkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab tentang agama di media sosial, segera konfirmasi dan cari tahu kebenarannya kepada pimpinan agama masing-masing,”pungkasnya. (bam/han)

Pameran Mobil Listrik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MOBIL: Sales Promotion Girl berpose bersama Mobil listrik Wuling E100 di acara GIIAS 2018, di Santika Dyandra Hotel, Medan, Jumat (2/11). Wuling memboyong mobil listriknya E100 langsung dari Cina yang merupakan produk anyar Wuling yang dirilis di negara asalnya pada 2017, dan mampu berlari sampaai 200 km dengan sekali ngecas.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MOBIL: Sales Promotion Girl berpose bersama Mobil listrik Wuling E100 di acara GIIAS 2018, di Santika Dyandra Hotel, Medan, Jumat (2/11). Wuling memboyong mobil listriknya E100 langsung dari Cina yang merupakan produk anyar Wuling yang dirilis di negara asalnya pada 2017, dan mampu menempuk jarak sampai 200 km dengan sekali ngecas.

Pengungsi Sinabung jadi Komisioner KPU

Rikardo Sitepu SSos.
Rikardo Sitepu SSos.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karo periode 2018-2023 akhirnya dilantik di Jakarta, Selasa (30/10) kemarin. Meski belum diketahui secara pasti struktur jabatan masing-masing, namun 1 dari dari 5 kandidat yang terpilih sempat mencuri perhatian karena berstatus sebagai pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

Rikardo Sitepu SSos adalah nama yang terpilih tersebut. Sedang 4 pejabat lain meliputi Gemar Tarigan ST, Anwar Megga Tarigan SH, Dewi Afriany Susanti, SPd dan Drs Lotmin Ginting.

Rikardo berstatus sebagai putra kelahiran Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Rikardo adalah putra bungsu dari Almarhum Peltu Mendan Sitepu dan Sada Arih br Sembiring dari 8 bersaudara.

“Ibarat mimpi di siang hari, rasa bangga tidak dapat dijelaskan bagaimana jadinya mengingat proses jalan panjang yang akhirnya dinyatakan menduduki salah jabatan Komisioner KPU. Ini semua berkat kekuatan doa keluarga, teman-teman dan kerja keras tentunya,” kata Rikardo.

Meski dirundung masalah Sinabung 2013 lalu, semangat kerjanya tak pernah goyah, mengingat bagaimana dirinya melalui rintangan untuk memperjuangkan tuntutan keluarga yang harus menafkahi tiga orang anaknya.

Dia juga membeberkan, ketika menjelang pelaksanaan pelantikan di Jakarta kemarin, dia juga harus sibuk mencari baju jas pinjaman. “Mana kepikiran untuk membeli baju jas yang harganya mahal. Bisa mencukupi kebutuhan keluarga saja sudah sangat disyukuri. Apalagi kerjaan saya selama ini hanya sebatas keluar masuk desa menawarkan produk. Untuk mencukupi kelayakan pelantikan kemarin, baju jas saya persiapkan dengan meminjam pakaian teman,” jelasnya.

Alumni SD Negeri 040485 Gurukinayan 1996, SMP Negeri 10 Medan lulusan 1999, SMA Negeri 13 Medan 2002. Alumnus Ilmu Komunikasi Fisipol USU 2008 mengisi kesehariannya dengan mengabdikan diri di sejumlah perusahaan, PT Benih Citra Asia 2012-2018, PT. Satya Agro Indonesia 2015-2016, CV Javamas Agrhopos 2018.

Awalnya, dia bercita-cita mengikuti jejak ayahnya sebagai tentara. Namun nasib berkata lain, kemarin 30 Oktober 2018 di Jakarta suami dari Mira Mairani Br Sembiring itu resmi dilantik menjadi Komisioner KPU Kabupaten Karo bidang Perencanaan Data dan Informasi. (deo/han)