Home Blog Page 5852

Sanggar Seni Kecabai Asahan Juara Tiga

tomy/sumut pos BERSAMA: Sanggar Seni Kecabai Asahan berfoto bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Utara, Fitriyus.
tomy/sumut pos
BERSAMA: Sanggar Seni Kecabai Asahan berfoto bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Utara, Fitriyus.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sanggar Seni Kecabai Asahan mengharumkan nama Kabupaten Asahan, dengan meraih Juara 3 Lomba Pementasan Media Tradisional Pertunjukan Rakyat (Metra Pertunra) Sumatera Utara, Rabu (16/10). Lomba berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU Jalan Dr.Manysur, Medan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Asahan, Hidayat Siregar, M.Si kepada Sumut Pos, Kamis (18/10) mengatakan, Kecabai Asahan merupakan binaan dinas yang dipimpinnya.

“Seni pertunjukan tradisional saat ini sedang mengalami penurunan peminat. Ketiadaan faktor penyangga baik dalam bentuk dana, kemampuan, maupun regenerasi, menambah rentetan panjang kemunduran kuantitas penampilan kesenian tradisional di tengah masyarakat. Seiring waktu, grup–grup kesenian tradisional semakin tergerus dengan munculnya kesenian modern yang lebih mudah diakses oleh masyarakat,”katanya.

Prestasi Kecabai Asahan meraih juara ketiga, menurutnya, sangat bermakna bagi kabupaten yang dipimpin Taufan Gama Simatupang-Surya tersebut. “Kecabai berhasil meraih peringkat 3 dari 15 kelompok Media Tradisional se- Sumatera Utara, tentu membanggakan,” bilangnya.

Kecabai mementaskan lakon “Lubuk Emas” yang disutradarai oleh Mahzailuddin dari Metra Kecabai Kabupaten Asahan. Lakon diperankan apik oleh Putri Nurul Hakiki dkk, menceritakan tentang kisah cinta seorang Putri dari Kerajaan Teluk Dalam (wilayah Asahan).

Kordinator Kelompok Kecabai, Budi Hardiansyah, mengatakam bersyukur dan bergembira atas prestasi mereka.

“Terima kasih kepada seluruh elemen baik dari tingkat desa, kecamatan maupun masyarakat yang mendukung FK Metra Kecabai. Terlebih kepada Kadis Kominfo Asahan. Kemenangan ini juga berkat kerjasama dam doa serta penampilan tim,” katanya. (omi)

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tak Ganggu Orangutan

ist Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.
ist
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tidak mengganggu keberadaan orangutan seperti dikampanyekan sejumlah kalangan.

Hasil pantauan tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuktikan, orangutan tetap eksis dan bisa hidup berdampingan.

Demikian dinyatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada wartawan usai membuka Rapat Koordinasi Teknis bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Jakarta, Rabu (17/10).

“PLTA (di Batangtoru) dicurigai mengganggu habitat orangutan. Tim kami sudah sebulan lebih memantau di sana, dan tidak seperti yang dibayangkan,” katanya.

Siti Nurbaya menyatakan, hasil pantauan tim KLHK orangutan tetap ada dan tidak terganggu. Orangutan terpantau membuat sarang untuk persinggahan dan membuat koridor perlintasan.

“Masalah orangutan ini menjadi perhatian pemerintah karena ada organisasi nonpemerintah yang menyatakan pembangunan PLTA Batangtoru itu mengancam orangutan,” paparnya.

Selain itu, lanjut Siti Nurbaya, juga kerap digambarkan PLTA itu akan membangun dam raksasa dengan luas lahan 3.000 hektare, padahal sebenarnya hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektare (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian.

Dikatakan Siti Nurbaya, PLTA yang dibangun di Batangtoru sejatinya, berada di luar kawasan hutan. Meski demikian, lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan. Orangutan kemudian kerap menjelajah termasuk ke areal yang menjadi lokasi pembangunan PLTA.

Ia menegaskan, untuk memastikan kelestarian orangutan, maka pihaknya memerintahkan agar pengembang PLTA Batangtoru untuk menjaga koridor orangutan yang ada.

Dia juga menyatakan, sudah menginstruksikan agar pengembang PLTA memperkuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk mengakomodasi keberadaan orangutan di sekitar lokasi pengembangan.

“Kita tidak bisa membatasi pergerakan orangutan, makanya kita yang mengikuti. Kami perintahkan agar (pengembang) PLTA menambah studi Amdal. Perbaiki. Khususnya terkait orangutan. Sebab waktu PLTA itu ada, belum diketahui keberadaan orangutan,” katanya.

PLTA Batangtoru termasuk Infrastruktur Strategis Ketenagalistrikan Nasional sebagai bagian integral dari Program 35.000 Mega Watt (MW) Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Program ini merupakan upaya mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno mengungkapkan, pihaknya sudah meminta agar PT North Sumatera Hydro Energi, pengembang PLTA Batangtoru, untuk melakukan penanaman pohon-pohon penghasil pakan bagi orangutan. “Kami minta dilakukan penanaman pohon pakan,” kata dia.

Wiratno menegaskan, KLHK memiliki pehatian penuh untuk memastikan kelestarian orangutan yang ada di bentang alam Batangtoru. Salah satu caranya adalah memastikan ketersediaan pakan bagi orangutan. “Pergerakan orangutan ini tergantung pakannya,” katanya.

Selain penanaman pohon pakan, KLHK juga sudah menginstruksikan agar NSHE membangun jembatan arboreal untuk menghubungkan habitat populasi orangutan. “Tim KLHK terus berada di lapangan untuk memantau dan memastikan kelestarian orangutan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, habitat Orangutan tapanuli di kawasan Batangtoru tersebar pada tiga blok terpisah, yakni blok barat, timur, dan selatan. Populasi orangutan terbanyak berada di blok barat, yang mengarah ke Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, diikuti blok timur, yakni wilayah cagar alam (CA) Sipirok di Tapsel.

Adapun populasi orangutan terendah berada di blok selatan, terutama CA Sibual-buali, yaitu 0,41 individu per kilometer persegi. Kawasan blok selatan yang minim jumlah individu orangutan itu berbatasan dengan areal penggunaan lain (APL), yang merupakan lahan perkebunan rakyat berisi, antara lain, pohon karet, petai, dan durian. (rel/ila)

N4J Bantu Korban Bencana Sulteng dan NTB

ist BERSAMA:Ketum N4J DR RE Nainggolan bersama Ketua TKN Jokowi-Ma’aruf Erick Thohir menyerahkan bantuan N4J untuk Sulteng dan NTB.
ist
BERSAMA:Ketum N4J DR RE Nainggolan bersama Ketua TKN Jokowi-Ma’aruf Erick Thohir menyerahkan bantuan N4J untuk Sulteng dan NTB.

Ketua Umum Nusantara untuk Jokowi (N4J), Dr RE Nainggolan menyerahkan sumbangan berbagai macam barang kebutuhan dan uang tunai sekitar Rp31 juta kepada korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah serta di Nusa Tenggara Barat.

Sumbangan yang dikumpulkan secara sukarela oleh keluarga besar N4J itu, diserahkan dalam kegiatan solidaritas dan amal untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah (NTB-Sulteng), yang dilaksanakan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Acara solidaritas dan amal dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya yang mengusung tema, “Doa Merajut Rasa Kemanusiaan Melalui Seni dan Budaya” tersebut diselenggarakan di Auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail Jakarta, Rabu (17/10) malam.

Sumbangan N4J itu diterima Direktur Relawan TKN, Maman Immanulhaq, yang juga hadir dalam Deklarasi Nasional N4J di Jakarta, beberapa waktu lalu.

RE Nainggolan menjelaskan, sumbangan tersebut dikumpulkan dari seluruh pengurus dan anggota N4J secara sukarela, sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa.

“Seluruh keluarga besar N4J tergerak, membantu sesuai kemampuan dan keadaan masing-masing. Semoga dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di kedua provinsi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian N4J tersebut.

“Ini merupakan contoh dan keteladanan yang sangat baik. Kita berharap, N4J terus berkiprah dan berbuat yang terbaik di Sumut,” katanya sembari menitipkan harapan, agar N4J bersama segenap komponen lainnya, berupaya maksimal untuk memenangkan Jokowi Ma’ruf di Sumut.

“Pak Ketua, saya titip salam buat seluruh keluarga besar N4J, dan masyarakat Sumatera Utara,” katanya.

Pada bagian lain, Erick Thohir mengatakan acara itu ditujukan untuk menumbuhkan simpati sekaligus memotivasi para korban bencana agar segera bangkit.

“Doa dan dukungan nyata menjadi hal yang sangat dibutuhkan sekarang ini oleh para korban bencana,” kata Erick Thohir..

Pada kegiatan tersebut, digelar ekspresi seni, yang menampilkan Sam Bimbo yang siap menyanyikan lagu-lagu berlirik doa dalam musikal. Ada juga Deddy Mizwar dan Christine Hakim, membacakan puisi.

“Kegiatan ini lebih ditujukan untuk menghadirkan rasa optimisme kepada masyarakat yang ditimpa musibah agar mereka bangkit kembali,” kata Erick.

Sementara itu Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Ario Bimo, menjelaskan, kegiatan solidaritas dan amal ini menjadi rangkaian yang berkesinambungan. Pilihan menghadirkan pentas seni, menurut dia, menjadi cara alternatif dalam menggalang kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk membantu dan peduli kepada para korban bencana alam di NTB dan Sulteng.

“Doa merajut kemanusiaan dalam ekspresi seni dan budaya ini adalah perwujudan bahwa kita hadir untuk NTB dan Sulteng,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Jubir TKN, Arya Sinulingga mengingatkan segenap relawan dan pendukung untuk meneladani sikap dan kesantunan Jokowi, terutama di saat-saat bangsa sedang menghadapi bencana seperti ini.

“Bagaimanapun, orang juga akan menilai Pak Jokowi dari pendukungnya. Jadi, sikap kita sebagai pendukung juga harus mencerminkan karakter Pak Jokowi, yang santun, sederhana, merakyat, dan mengedepankan kerja nyata,” ujarnya.

Hadir juga pada acara antara lain ketua umum dan anggota partai politik Koalisi Indonesia Kerja, Menteri Kabinet Kerja, anggota DPR, Pengusaha, Tokoh Masyarakat dan Agama.(rel/adz)

2019, Jamkesda Deliserdang Tak Berlaku

Seorang warga menunjukan kartu BPJS di kantor BPJS Jalan Karya Medan,Jumat (03/01). Perubahan Askes ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dimulai 1 Januari 2014 . FOTO: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS: Seorang warga menunjukan kartu BPJS di kantor BPJS Jalan Karya Medan,Jumat (03/01). 

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Terhitung pada Januari 2019, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Deliserdang sudah tidak berlaku lagi. Pasalnya, Jamkesda Deliserdang akan dirubah ke sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanip Fahri SpKj MM kepada wartawan, hal itu dilakukan untuk mengikuti Keppres nomor 82 tahun 2018 yang menyebutkan tidak boleh kabupaten/kota melaksanakan jaminan kesehatan secara sendiri-sendiri.

“Jadi mesti mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namanya yang disebut BPJS yaitu Universal Health Coverage ( UHC). Artinya, seluruh masyarakat Indonesia harus tercover kesehatannya dalam sistem jaminan nasional yang disebut BPJS,” kata dr Hanip.

Dengan Keppres itu katanya, daerah-daerah yang masih menyelenggarakan Jamkesda diwajibkan membuat JKN dengan cara ikut dan mendaftar BPJS. “Efeknya bagi kita yaitu Jamkesda Deliserdang harus dikonversi ke JKN. Akibatnya apa, dari segi kepesertaan dan cakupan ke pelayanan mengalami perubahan,”terang dr Hanif.

Dijelaskannya, dari segi kepesertaan sebelum berlaku Keppres tersebut, semua masyarakat Deliserdang yang tidak memiliki kartu BPJS asal memiliki KTP dan KK dilayani gratis di Puskesmas dan di Rumah Sakit pemerintah. Juga dilayani di RS yang disepakati atau ditunjuk atau yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Deliserdang, misal RS Haji atau RS Adam Malik yang terlebih dahulu mendapat rujukan dari RSUD Deliserdang.

Menurutnya, alokasi dana Jamkesda ke RSUD Deliserdang sebanyak Rp40 miliar per tahun untuk melayani masyarakat yang belum memiliki BPJS. Disebut, masyarakat Deliserdang yang belum mendapat kartu BPJS hampir 800.000 jiwa, dan yang berhak mendapat kartu BPJS sekitar 400.000 jiwa.

“Nah uang yang Rp40 miliar tadi jika dikonversikan menjadi kartu, cuma bisa mendapat 135.000 jiwa. Inilah yang bakal menjadi persoalan bagi kita. Orang Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang berkompeten menentukan siapa masyarakat yang wajar mendapatkan hasil konversi nanti,” terang dr Hanip.

Ditanya dari 800.000 jiwa itu yang bisa mendapat hanya 135.000 jiwa maka sisanya bagaimana? dr Hanip mengaku hal itu yang menjadi persoalan. Disebut, hal itu yang menjadi harapan Bupati Deliserdang agar terlebih dahulu disosialisasikan Keppres tersebut ke masyarakat.

“Masyarakat itu bisa mendaftar mandiri, masyarakat bisa mendapat bantuan KIS dari pusat dan dari CSR perusahaan. Tapi yang bisa yang ditanggung Pemkab Deliserdang hanya Rp40 miliar. Dulunya yang Rp 40 miliar itu jika dialokasikan dananya di RS, maka dapat terlayani semua karena yang datang ke RS yang benar-benar sakit,” tuturnya.

Direncanakan, lanjut dr Hanip Fahri, dana Rp 40 miliar tetap dialokasikan ke tahun 2019 untuk membayar premi BPJS warga tak mampu. Jika seluruh 800.000 jiwa itu ditanggung oleh pemda, akan menghabiskan dana berkisar Rp 350 miliar. “Dari mana anggaran segitu diperoleh. Alokasi di RSUD Deliserdang saja hanya Rp101 miliar per tahun untuk belanja obat dan pelayanan serta lainnya,” imbuhnya.

“Untuk masa transisi nanti dari tahun 2018 ke 2019, Pemkab tetap berpikir positif dengan mengalokasikan dana talangan yang menggunakan klaim dalam pembayaran,”sambung dr Hanip. (btr/han)

AKBP Donald: Boleh Kritik, Tapi Kasih Solusi

Teddy Akbari/sumut pos DIABADIKAN: Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak dan jajaran diabadikan bersama wartawan Pokja Polres Binjai.
Teddy Akbari/sumut pos
DIABADIKAN: Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak dan jajaran diabadikan bersama wartawan Pokja Polres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka merajut silahturahim, Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak coffee morning bersama wartawan di Warkop Jurnalis, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Kamis (18/10).

Didampingi Kapolsek Binjai Kota Kompol Maruli Jawak dan Ps Kasubbag Humas Iptu Siswanto Ginting, Kapolres AKBP Donald mengapresiasi hubungan baik bersama wartawan Pokja Polres Binjai. “Silahkan kritik dan evaluasi, tapi tolong juga jangan lupa sampaikan solusi agar Kota Binjai tetap aman dan kondusif,”kata Donald kata Donald.

Mantan Kapolres Samosir ini menambahkan, profesi wartawan juga bagian dari intelijen, karena memiliki kesamaan yaitu dapat memantau langsung kondisi di lapangan.

Perwira melati dua dipundaknya itu juga berharap agar awak media membantu kinerja polisi dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik, baik dari segi kinerja maupun kritik membangun.

“Polisi juga manusia, pastilah banyak kekurangan. Makanya ada informasi, tolong disampaikan kepada kami, agar masyarakat dapat terlayani,” pintanya.

Sementara, Ketua PWI Binjai Nazelian Tanjung mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kapolres Binjai dan jajaran ke warkop jurnalis tersebut.

“Semoga silaturahmi seperti ini semakin ditingkatkan guna mempererat kemitraan antara wartawan dengan Polres Binjai,” tandas dia. (ted/han)

PKK Binjai Gelar Lomba Sudut Baca Posyandu

teddy/sumu tpos SUDUT BACA: Wakil Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Nany Timbas Tarigan, membuatkan burung kertas origami untuk seorang anak di sudut baca posyandu Anyelir, kelurahan Tanah Tinggi, kecamatan Binjai Timur.
teddy/sumu tpos
SUDUT BACA: Wakil Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Nany Timbas Tarigan, membuatkan burung kertas origami untuk seorang anak di sudut baca posyandu Anyelir, kelurahan Tanah Tinggi, kecamatan Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim penggerak PKK Kota Binjai bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan, Komunitas Binjai Kota Cerdas dan Kampung Dongeng melakukan penilaian lomba sudut baca posyandu sejak Kamis (11/10) hingga Rabu (17/10) lalu. Tujuan lomba ini untuk meningkatkan mutu sudut baca dan memotivasi kader pengelolanya.

Ada lima sudut baca posyandu yang masuk dalam penilaian untuk masing-masing mewakili kecamatan. Yaitu sudut baca posyandu Melati VI Kelurahan Payaroba, Binjai Barat; Mawar III Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan; Delima V Kelurahan Berngam, Binjai Kota; Anyelir Kelurahan Tanahtinggi, Binjai Timur dan Wijaya Kesuma I Kelurahan Damai, Binjai Utara.

Wakil Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Nany Timbas Tarigan, saat penilaian sudut baca posyandu Anyelir Kelurahan Tanahtinggi, Binjai Timur mengapresiasi sudut baca yang dilengkapi banyak buku. Mulai buku cerita anak hingga buku kumpulan doa.

Dengan adanya buku yang bervariasi, Nany Timbas berharap, sudut baca tidak hanya dimanfaatkan oleh anak-anak saja, melainkan ibunya juga. Sebab, peran ibu juga sangat penting untuk menumbuhkembangkan minat baca kepada anak-anak. Dengan membaca buku, dinilai bermanfaat untuk mengisi waktu luang dan menambah pengetahuan.

“Di sini ada buku masakan, ibu bisa membuat masakan yang sehat untuk keluarga,” kata Nany, Kamis (18/10).

Sudut baca ini merupakan bagian dari kegiatan posyandu terintegrasi yang merupakan perpanjangan fungsi perpustakaan. Sejak Oktober tahun 2018, TP PKK Kota Binjai melalui Pokja II bersama Dinas Perpustakaan telah membina 25 sudut baca posyandu. (ted/han)

Polisi Usut Pungli di Dinas Sosial Karo

solideo/sumut pos KETERANGAN: Sekretaris dan Bendaharawan Tagana, Florida Pinem saat memberi keterangan.
solideo/sumut pos
KETERANGAN: Sekretaris dan Bendaharawan Tagana, Florida Pinem saat memberi keterangan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dana tali asih relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebesar Rp250 ribu/orang di Dinas Sosial Kabupaten Karo, memasuki babak baru. Meski uang kutipan itu mendadak diklaim sebagai uang kas, namun polisi tetap melakukan penyelidikan.

Sebagai langkah awal, polisi telah mendatangi kantor Dinas Sosial Karo untuk memeriksa dokumen sekaligus mengumpulkan data-data terkait dugaan pungli ini.

Bukan itu saja, informasinya oknum-oknum di Dinas Sosial yang berkaitan dengan kasus ini juga turut dimintai keterangan.

Soal kedatangan polisi dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Karo, Benyamin Sukatendel. “Polisi dari Polres Karo sudah datang kemarin, ada sekitar 8 orang mereka. Kalau tak salah hari Senin kemarin polisi datang ke Dinas Sosial,” kata Benyamin saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (18/10) siang.

Benyamin yang ngaku tengah berada di Batam dalam rangka tugas, juga mendukung polisi menyelidiki dugaan pungli di instansi yang dipimpinnya tersebut. “Kalau memang ada dugaan pungli ya harus ditindak,” ujarnya. Dia menegaskan agar para bawahan tidak melakukan pungli, baik berkedok uang terimakasih atau uang rokok maupun lainnya. Karena ini bukan jamannya lagi, dimana transparansi saat ini adalah yang diutamakan.

“Jika terbukti adanya pemotongan tali asih yang diberikan pihak Dinas Sosial Karo pada relawan Tagana, maka kita minta pihak berwajib mengusutnya. Karena itu adalah haknya relawan Tagana,” jelas Benyamin.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari Polres Karo mengenai perkembangan hasil penyelidikan pihaknya.

Sebelum polisi melakukan penyelidikan, Sekretaris Tagana Florida Pinem didampingi Bendahara Nuraini dan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Usaha Purba mengaku uang yang dikutip tersebut dipakai untuk uang kas. Florida juga berdalih pemotongan tersebut adalah hasil kesepakatan bersama pengurus dan anggota.

Florida berdalih selama ini uang kas tersebut digunakan untuk biaya rental transfortasi apabila ada bencana dan juga untuk anggota yang mendapat kemalangan, seperti sakit atau meninggal dunia.

“Kami tidak punya kendaraan sendiri jadi kalau latihan, ada bencana terpaksa kami merental kendaraan, seperti baru baru ini ke Aceh dan menjenguk anak koordinator sakit kalau ngak ada uang kas kemana kami ambil, ungkap,” dalih Florida yang diamini Nuraini. Meski begitu, namun Florida tak merinci berapa jumlah kas mereka saat ini dan siapa yang menyimpan uang tersebut.

Sekedar mengingatkan, ternyata dugaan pungli tersebut bukan kali ini saja terjadi. Hasil penelusuran wartawan, Tagana Kabupaten Karo sudah terbentuk dari tahun 2007 dengan anggota berjumlah 105 orang.

Para anggota Tagana mulai menerima tali asih dari tahun 2008 hingga saat ini. Namun di tahun 2018 ini, jumlah relawan Tagana yang aktif turun menjadi 66 orang. Permasalahan pun muncul ketika salah seorang Tagana tak setuju uang tali asihnya di potong sebesar Rp250 ribu.

“Tiap terima selalu saja dipotong 250 ribu. Kalikan saja berapa jumlah Tagana yang ada,” kata salah seorang relawan Tagana yang minta namanya jangan dicantumkan. Ia menjelaskan, seharusnya total uang tali asih yang diterima sebesar Rp1.500.000. “Berhubung dipotong Rp250 ribu, tinggal Rp1.250.000,” ungkapnya.

Menurutnya, ia tidak mengetahui uang yang dipotong digunakan untuk apa. “Gak tau aku bang uang itu bakal digunakan untuk apa. Sebab tidak dijelaskan,” bebernya, Senin (15/10).

Bendahara Relawan Tagana Nuraini juga berdalih pemotongan itu berdasarkan kesepakatan pengurus untuk uang kas. “Mesti kali saya jawab uang itu disimpan di rekening siapa ya, dan perlu kali kalian tahu jumlahnya. Jika engak saya jawab kan engak apa-apa kan,” tantang Nuraini saat ditanya berapa jumlah kas mereka saat ini.

Pernyataan Nuraini yang menyebut pemotongan itu adalah kesempatan bersama dibantah oleh Koordinator Tagana Karo Milgran Sembiring. (deo/han)

Cuaca Ekstrem

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS CUACA ekstrem: Awan mendung terlihat dari ketinggian di Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (18/10). Warga diimbau agar berhati-hati menghadapi cuaca buruk yang terjadi di Kota Medan, mulai dario waspada banjir hingga berdampak pada kesehatan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
CUACA ekstrem: Awan mendung terlihat dari ketinggian di Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (18/10). Warga diimbau agar berhati-hati menghadapi cuaca buruk yang terjadi di Kota Medan, mulai dario waspada banjir hingga berdampak pada kesehatan.

Pembunuh Manajer Pabrik, Istri, dan Anaknya Ternyata Tetangga

Warga mengevakuasi mayat Manager Pabrik Kacamata, yang ditemukan di Sei Blumai dengan kondisi kaki dan tangan terikat.
Warga mengevakuasi mayat Manager Pabrik Kacamata, yang ditemukan di Sei Blumai dengan kondisi kaki dan tangan terikat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motif pembunuhan sadis terhadap Manajer PT Domas, Muhajir, 49 bersama istri dan anaknya mulai terungkap. Dugaan sementara polisi, pelaku tega menghabisi nyawa korban karena dendam.

Satu tersangka berinisial DN ditangkap polisi. Dia diduga membantu membunuh Muhajir sekeluarga dan ikut membuangnya. Polisi pun masih mengejar dua tersangka lainnya berinisial RO dan AG.

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan melalui Kasat Reserse Kriminal Umum Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara menjelaskan, penyelidikan dan pengejaran tersangka terus dilakukan. Mereka dibantu oleh Unit Kejahatan dan Tindakan Kekerasan (Jahtanras) Polda Sumut.

“Peran tersangka (diamankan) peran sementara masih membantu,” ujar AKP Bayu, Kamis (18/10) petang.

Usut punya usut, ternyata para pelaku masih merupakan tetangga korban. Sehingga disimpulkan sementara motifnya karena dendam.”Eksekusi di rumah korban. Di bunuh di rumah dan di buang terpisah,” tandasnya.

Sebelumnya, ditemukan dua jasad masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan pada Selasa (16/10). Dessy Rahmawati, anak sulung Muhajir yakin betul jasad perempuan di perairan Batubara itu adalah ibunya, Suniati, 50.

Dessy yakin setelah melihat beberapa tanda yang identik dengan ibunya. Namun tim forensik masih melakukan identifikasi. Sedangkan jasad laki-laki belum diketahui identitasnya.

Sementara M Solihin yang ditemukan pada Minggu (14/10). Lokasinya berada di aliran Sungai Belumai, Deli Seedang. Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad Muhajir di Dusun I, Tungkusan, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, Kamis (11/10).

Muhajir bersama Suniati serta anak mereka M Solihin dilaporkan hilang. Ketiganya hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10).

Desy Rahmawati, sang anak yang pertama kali mengetahui keluarganya hilang. Muhajir terakhir terlihat Senin (8/10) malam. Keesokan paginya, Desy menelepon orang tuanya. Namun berkali-kali panggilannya tak mendapat jawaban.

Desy pun mendatangi kediaman orangtuanya. Di dalamnya kosong. Telepon genggam dan dompet orangtuanya sudah ditemukan. Dia langsung membuat laporan ke Polsek Tanjung Morawa. (pra/JPC)

Sukses Kembalikan Penglihatan 1.123 Mata

Foto: Corcomm Tambeng Emas Martabe Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy dan Senior Manager Corporate Communications Katarina Siburian Hardono berfoto bersama Danrem 023/KS Kolonel Inf. Muhammad Fadjar di sela-sela pembukaan mata pasca operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe.
Foto: Corcomm Tambeng Emas Martabe
Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy dan Senior Manager Corporate Communications Katarina Siburian Hardono berfoto bersama Danrem 023/KS Kolonel Inf. Muhammad Fadjar di sela-sela pembukaan mata pasca operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Rangkaian pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis yang diselenggarakan PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe telah sukses mengembalikan penglihatan dan harapan hidup 842 orang atau total 1.123 mata. Untuk mendanai seluruh rangkaian kegiatan tahun ini, Tambang Emas Martabe menggelontorkan lebih dari US$130.000.

Dari jumlah tersebut, yang dioperasi adalah 1.072 mata dengan katarak dan 51 mata dengan pterygium. Masyarakat peserta operasi berasal dari berbagai daerah yakni Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy berharap pasca operasi, masyarakat dapat kembali beraktivitas dan produktif. “Kami meyakini kegiatan pemeriksaan dan operasi katarak gratis ini memberikan dampak berkelanjutan tak hanya bagi pasien yang telah berhasil menjalani operasi, tetapi juga kepada keluarga dan komunitas yang bersangkutan,” jelas Tim Duffy.

Lebih lanjut, Tim Duffy mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan rangkaian kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis tahun ini, yakni lembaga kemanusiaan A New Vision (ANV) dan Kodam I Bukit Barisan, juga seluruh relawan dari karyawan PT Agincourt Resources dan mahasiswa berbagai universitas di Padangsidempuan dan Medan.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menambahkan, jumlah mata yang telah berhasil dioperasi tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 908 mata dari 627 orang.

Kendati telah berhasil dioperasi, Katarina berharap para pasien dan keluarganya juga benar-benar memperhatikan perawatan pasca operasi yakni pemakaian obat yang sesuai anjuran dan menjaga kebersihan mata.

“Para pasien jangan mengonsumsi alkohol, merokok, dan melakukan kegiatan fisik lainnya yang dapat mengganggu penyembuhan mata. Jika seluruhnya dijalankan dengan baik, maka mata akan semakin terang dan hasil bisa berfungsi secara maksimal,” tutur Katarina.

Foto: Corcomm Tambang Emas Martabe
Armansyah Harefa (15 tahun) bersama salah satu peserta operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe lainnya.

Rukiyah (42 tahun) mengaku senang dapat melihat kembali pasca mengikuti operasi katarak gratis. Kini dia bisa membantu suaminya yang bermata pencaharian sebagai petani.

“Saya tidak takut mau operasi. Saya justru senang. Saya lebih takut kalau menjadi buta dan harus merepotkan anak-anak saya. Apalagi ini operasi gratis, mana sanggup saya kalau bayar sendiri,” ujar perempuan asal Kuala Tanjung, Batu Bara ini.

Hal senada diungkapkan Armansyah Harefa (15 tahun). Dia menderita katarak setelah mata kirinya terkena pukulan dari temannya saat bermain bola kasti. Armansyah pun harus menjalani kegiatannya sehari-hari hanya mengandalkan mata kanannya.

“Keluarga saya sempat panik. Orangtua takut kalau saya sampai dioperasi karena biayanya mahal dan prosesnya lama. Kami juga pernah mencoba metode alternatif yakni tetes tebu tapi tidak sembuh juga. Tapi sekarang sudah bisa melihat lagi, dan saya mau mengejar cita-cita menjadi tentara,” ucap Armansyah yang berasal dari Sorkam, Tapanuli Tengah.

Tambang Emas Martabe telah menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis sejak 2011. Hingga saat ini, telah berhasil mengembalikan penglihatan 8.434 mata dari 7.131 orang. Tambang Emas Martabe akan terus berkomitmen untuk memberikan harapan peningkatan kualitas hidup kepada masyarakat, khususnya yang ada di sekitar tambang. (rel/mea)