Home Blog Page 5868

Terkait Kebakaran Mangkubumi, Polisi Akan Bawa Raju ke Psikiater

Diva/sumu tpos DIAMANKAN: Raju, terduga pelaku pembakaran rumah di Jalan Mangkubumi Medan, diamankan polisi.
Diva/sumu tpos
DIAMANKAN: Raju, terduga pelaku pembakaran rumah di Jalan Mangkubumi Medan, diamankan polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidikan polisi terkait kebakaran di kawasan Jalan Mangkubumi terus berlangsung. Polisi merasa perlu melakukan pemeriksaan psikologis terhadap pria yang mereka amankan di lokasi kebakaran bernama Raju.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Deny Indrawan Lubis yang dikonfirmasi mengatakan, meski menurut keterangan dari terlapor ia tidak berniat membakar rumahnya, namun polisi tidak lantas percaya begitu saja. “Kita akan periksa ke psikiater, apakah benar dia waras atau tidak. Kemudian akan kita lakukan tes urine terhadap Raju. Untuk saat ini belum ditemukan bukti-bukti kalau ia memang sengaja melakukan pembakaran rumah,” katanya Jumat (12/10).

Meskipun Raju ditudingan tetangga dan keluarganya sengaja membakar rumahnya, lanjut Deny, namun tidak bisa dibuktikan. Sebab, tidak ada saksi yang melihat langsung pelaku memang sengaja membakar rumah.

“Kesulitan kita tidak ada saksi yang melihat langsung kalau si Raju membakar rumah karena waktu kejadian mati lampu. Jadi gak ada yang lihat,” katanya.

Deny mengatakan, saat ini Raju masih belum menyandang status tersangka. Meski belum dijadikan tersangka, pihaknya masih belum memulangkan Raju ke rumah orangtuanya demi keamanan Raju.

“Kita tidak bisa mendengar keterangan warga. Banyak versi sebenarnya kalau menurut keterangan warga. Si Raju saat ini masih kita amankan di Polsek. Karena kalau dipulangkan bahaya, statusnya juga sampai saat ini belum ada, kita tidak cukup bukti untuk menyatakan sebagai tersangka,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, sedikitnya 30 unit rumah di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Medan Maimun, ludes terbakar, Rabu (10/10) malam. Api diduga berasal dari rumah Raju (37), yang berada di dekat pinggir sungai. Raju pun diamankan ke Mapolsek Medan Kota karena nyaris dihakimi warga yang kesal atas kelalaiannya meletakkan lilin berdekatan dengan tilam dan meninggalkannya.

Menurut warga, peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 20.15 WIB. Saat itu, terjadi pemadaman listrik. Tiba-tiba, warga melihat api membakar rumah Raju. Secara spontan, warga yang tinggal di lokasi pemukiman padat penduduk itu berhamburan menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.

Dalam waktu yang singkat, api merambat ke rumah warga lainnya. Setidaknya, 20 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan diturunkan untuk menjinakkan si ‘Jago Merah’ yang mengamuk. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 22.00 WIB, setelah membakar sedikitnya 30 unit rumah warga.

Dalam kejadian malam itu, Raju sempat diamankan warga sekitar yang marah. Bahkan, ia sempat akan dihakimi warga atas insiden kebakaran itu. Beruntung dia berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai tak jauh dari rumahnya. Akhirnya, dia pun diamankan petugas ke Mapolsek Medan Kota untuk dimintai keterangan atas insiden tersebut.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani yang dikonfirmasi mengatakan, Raju diamankan warga sekitar karena diduga sengaja membakar rumahnya. Warga menduga, Raju depresi karena ada masalah pribadi dengan pacarnya. Namun, informasi itu dibantah Raju kepada Polisi.

Menurut Kompol Revi, Raju tidak sengaja membakar rumahnya. “Kita amankan Raju sekira pukul 23.45 WIB. Ia diamankan warga di sana. Sempat mau dipukuli, tapi dia kabur dan lompat ke sungai. Warga menuduhnya sengaja membakar rumah. Tapi setelah kita periksa, ia bukan membakar rumah, tapi lalai karena memasang lilin di loteng rumah dan menyebabkan loteng rumahnya kebakaran,” ungkap Revi.

Dibeberkan Revi, saat kejadian itu listrik sedang padam. Lantas Raju memasang lilin untuk penerangan di rumahnya. “Lilin yang dipasangnya itu tak jauh dari tilam tempat tidurnya di atas loteng. Selanjutnya, dia pun turun dan masuk ke kamar mandi. Begitu selesai dari kamar mandi, Raju terkejut dan tiba-tiba melihat api sudah membesar. Kata Raju, mulai dari dia memasang lilin ada sekira 30 menit begitu dia mengetahui telah terjadi kebakaran,” ujarnya. (dvs/ila)

Tiga Nama Calon Sekda Dikirim ke KASN, Pansel Sembunyikan Nama

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan telah menyerahkan hasil penilaian pada kandidat kepada Wali Kota Medan. Dari hasil penilaian, disebut-sebut tiga nama mencuat dari lima peserta yang mendaftar. Namun Pansel enggan menyebut ketiga nama tersebut.

Awalnya, lelang jabatan calon Sekda Kota Medan diikuti lima nama. Masing-masing, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Wiriya Al Rahman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Arjuna Sembiring, Kepala Dinas Perindustriann
Zulkifli Sitepu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muslim Harahap, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, Damikrot Harahap.

Ketua Pansel Sekda Kota Medan Kaiman Turnip mengatakan, Pansel memberikan peringkat dari 5 kandidat yang telah mengikuti proses seleksi. Selanjutnya, Wali Kota Medan meneruskan 3 nama yang memperoleh nilai tertinggi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Pansel tidak melakukan intervensi. Tiga nama yang dikirim ke KASN itu harus sesuai dengan peringkat yang pansel berikan,” ujarnya.

Kaiman yang juga Kepala BKD Sumut menyebutkan, begitu selesai wawancara dan tes lainnya, Pansel langsung mengirimkan hasilnya ke Wali Kota Medan. Disinggung mengenai tiga nama yang memperoleh nilai tertinggi, Kaiman mengaku tidak mengingat secara pasti siapa saja.

Begitu juga mengenai informasi dari tiga nama dikabarkan salah satunya, Wiriya Al Rahman (Kepala Bappeda Medan). “Lupa pula kalau namanya, karena yang kami seleksi bukan hanya Medan. Melainkan, ada juga beberapa daerah lain,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bappeda Medan Wiriya Al Rahman yang disebut-sebut namanya ada dari tiga kandidat yang dikirim ke KASN, enggan berkomentar. Namun, jika hal ini benar Wiriya mengaku bersyukur. “Alhamdulillah kalau nama saya ada dari tiga kandidat yang dikirim ke Jakarta (KASN). Namun begitu, kita tunggulah hasilnya bagaimana karena Pansel belum ada mengumumkan atau memberi informasi,” ujarnya. (ris/ila)

Media Center Membantu Sukseskan MTQN

ISTIMEWA/sumut pos KUNJUNGI: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kunjungi media center yang difasilitasi Dirjen IKP Kemenkominfo di Komplek GSG Jalan Pancing/Williem Iskandar Medan, satu hari jelang pembukaan MTQN XXVII/2018. Dzulmi Eldin ke Pusat Pasar Medan, Rabu (10/10) kemarin.
ISTIMEWA/sumut pos
KUNJUNGI: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kunjungi media center yang difasilitasi Dirjen IKP Kemenkominfo di Komplek GSG Jalan Pancing/Williem Iskandar Medan, satu hari jelang pembukaan MTQN XXVII/2018.
Dzulmi Eldin ke Pusat Pasar Medan, Rabu (10/10) kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan media center yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Astaka Jalan Pancing/Willem Iskandar Medan selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXVII/2018, mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Selaku penyelenggara, Pemprovsu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan perangkat yang tersedia di media center sebagai pusat informasi selama pelaksanaan MTQN berlangsung.

“Saya mewakili ketua umum, mengucapkan terima kasih kepada Kemenkominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP), Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, yang telah menyediakan ruangan media center di arena utama MTQN tahun ini,” ujar Ketua Pelaksana Harian MTQN XVII, Zonny Waldi kepada wartawan, Jumat (12/10).

Kehadiran media center, lanjutnya, sungguh membantu kami (panitia pelaksana) dalam menyosialiasikan informasi kepada masyarakat selama penyelenggaraan MTQN di Kota Medan dan Deliserdang,” kata

Menurut Zonny, keberadaan media center di komplek Gedung Serba Guna membuat para awak media bisa bekerja lebih nyaman, tenang dan efektif. Apalagi dengan fasilitas dan perangkat yang tersedia, dinilainya begitu lengkap sehingga memudahkan kerja para jurnalis baik media cetak, elektronik dan juga online.

“Dengan begitu setiap perkembangan seputar MTQN dapat termonitor sangat baik di sejumlah venue. Ditambah bisa live streaming di tiga titik lokasi yang sangat membantu kita dan masyarakat melihat detik per detik perkembangan lomba,” kata Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu itu.

Pihaknya juga berterima kasih kepada seluruh wartawan dan media massa karena selama perhelatan MTQN turut membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Pemprovsu mengamini, tanpa bantuan dan partisipasi awak media, gaung kegiatan MTQN tidak akan mungkin diketahui khalayak se nusantara.

“Tanpa wartawan dan tanpa media, sosialiasi MTQN tidak akan mungkin berjalan dengan baik. Oleh karenanya saya selaku ketua pelaksana harian menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan wartawan, atas dukungan yang telah diberikan kepada kami.

Dan sekali lagi, kepada Dirjen IKP Kemenkominfo apresiasi yang tinggi dari kami atas perangkat di media center bagi kawan-kawan wartawan yang meliput MTQ, sehingga informasi selama kegiatan tersosialisasi sangat baik,” kata mantan Kadiskanla Sumut ini.

Seperti diketahui, ruangan beserta perangkat yang ada di media center sudah tersedia sejak 4 Oktober lalu. Sejak tanggal dimulainya pelaksanaan MTQ itu pula, seluruh fasilitas di media center sudah dapat digunakan awak media.

Mulai dari WiFi gratis, perangkat PC (komputer), live streaming sampai ruangan temu pers juga dapat dimanfaatkan. Terlebih saat acara pembukaan dan penutupan MTQN pada 7 Oktober dan 12 Oktober kemarin, ruangan media center terlihat dipadati awak jurnalis untuk menyusun dan mengirimkan laporan ke redaksi medianya masing-masing.

Perwakilan Dirjen IKP Kemkominfo di Media Center, Janadi sebelumnya mengatakan, pihaknya memberikan fasilitas berupa 15 unit komputer untuk mendukung kinerja wartawan, kemudian dua printer, satu mesin fotokopi, empat televisi yang dipakai langsung untuk streaming pembukaan maupun penutupan MTQN XXVII. Streaming sendiri juga dilakukan di tiga lokasi pelaksanaan MTQN. Selain di arena utama, juga tersedia di Lapangan Merdeka Medan dan Istana Maimun.

“Ada juga akses wifi yang kita berikan selama pelaksanaan MTQ. Akses wifi ini untuk membantu wartawan di Sumut dan wartawan dari berbagai daerah lain di Indonesia agar cepat memberikan informasi seputar MTQN XXVII kepada masyarakat,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/10).

Menurutnya, kesuksesan MTQN tidak terlepas dari peran media. Direktur Jenderal IKP Kemenkominfo, R Niken Widiastuti, kata Janadi, selalu menekankan agar pihaknya proaktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat. “Jadi bukan hanya MTQN XXVII ini saja kita memfasilitasi media center. Di MTQ dua tahun lalu yang dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Dirjen IKP Kominfo juga hadir memfasilitasi media centre sekaligus informasi kepada wartawan di sana,” ucapnya. (dek/ila)

Dua Bangunan Liar Dirubuhkan

idris/sumu tpos DIRUBUHKAN: Salah satu bangunan di Kecamatan Medan Barat dirubuhkan menggunakan eskavator, Jumat (12/10).
idris/sumu tpos
DIRUBUHKAN: Salah satu bangunan di Kecamatan Medan Barat dirubuhkan menggunakan eskavator, Jumat (12/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan menertibkan bangunan liar di dua lokasi berbeda di Kecamatan Medan Barat, Jumat (12/10). Kedua bangunan liar itu berada di Jalan Putri Hijau, persisnya depan Hotel Emerald Garden dan Bundaran Majestik, persisnya depan tanah kosong. Selain tidak memiliki izin, bangunan liar didirikan di atas trotoar sehingga sangat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan estetika kota.

Untuk menertibkan bangunan liar di kedua lokasi berbeda, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP beserta OPD terkait dibantu dua unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan long arm dan scopel mini guna mendukung efektifitas serta kelancaran pembongkaran yang dilakukan.

Yang pertama ditertibkan bangunan liar di Bundaran Majestik. Meski dilakukan siang hari, namun tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sebab tim gabungan dengan sigap melakukan pengaturan. Bersamaan itu long arm pun beraksi dengan cepat menghancurkan bangunan liar yang dibangun di atas trotoar tersebut.

Tak sampai satu jam, banguna nliar sudah hancur dan rata dengan trotoar. Setelah itu giliran scopel melakukan pembersihan. Seluruh material pembongkaran bangunan liar yang berserakan di atas permukaan jalan kemudian diangkut dan ditempatkan dalam truk untuk selanjutnya dibuang ke lokasi pembuangan.

Setelah itu dilanjutkan dengan penertiban bangunan liar di depan Hotel Emerald Garden. Tanpa kesulitan tim gabungan juga berhasil menghancurkan bangunan liar dengan menggunakan long arm. Kemudian diikuti dengan pembersihan material hasil pembongkaran bangunan liar dengan menggunakan scopel.

Menurut Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap, penertiban kedua bangunan liar dilakukan ini merupakan lanjutan dari penertiban bangunan liar yang telah dilakukan sebelumnya. “Tidak hanya penegakan perda, penertiban yang dilakukan dalam rangka mendukung Pemko Medan dalam melakukan penataan kota. Itu sebabnya bangunan lair lainnya akan kita tertibkan seluruhnya,” kata Rakhmat.

Untuk itu, bagi bangunan liar yang sampai saat ini belum tersentuh penertiban, Rakhmat minta kepada pemiliknya agar melakukan pembongkaran sendiri. “Jika dibongkar sendiri, tentunya material bangunan bisa diambil pemiliknya. Sebaliknya kalau tim gabungan yang melakukan pembongkaran, seluruh material bangunan kita bersihkan,” tegasnya.

Anggur dan Apel Berlapis Lilin

istimewa/sumut pos BERDIALOG: Kapoldasu berdialog dengan pedagang saat sidak ke pasar tradisonal, baru-baru ini.
istimewa/sumut pos
BERDIALOG: Kapoldasu berdialog dengan pedagang saat sidak ke pasar tradisonal, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utata (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mendapati informasi viral di media sosial mengenai apel dan anggur berlapis lilin. Jendral bintang dua ini pun buru-buru memerintahkan anggotanya melakukan pengecekan ke lapangan.

Menurut Kapoldasu, dari hasil pemantauan di lapangan, informasi itu bohong alias hoax. “Isu tersebut sama sekali tidak benar. Berdasarkan sidak pasar yang telah dilakukannya beberapa waktu lalu, sama sekali tidak ada ditemukan adanya anggur berformalin atau apel berlapis lilin itu beredar,” ungkap Agus, Jumat (12/10).

Menurut Kapoldasu, dampak informasi Hoax itu, para petani apel dan anggur merugi. Ia meminta masyarakat benar-benar mengkaji dan mengklarifikasi informasi tersebut sebelum diterima. “Isu ini bisa merugikan petani. Jadi masyarakat jangan mudah percaya,” jelasnya.

Agus mengaku, untuk memastikan kebenaran, pihaknya juga telah melakukan tatap muka dan klarifikasi dengan para pedagang terkait isu anggur berformalin dan apel berlapis lilin ini. Tak hanya itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Balai Karantina Peternakan (BKP) juga telah melakukan pengecekan langsung.

“Kita sudah minta BPOM dan BKP mengecek, apakah anggur betul yang kita lihat di media sosial mengandung formalin, kemudian apel yang banyak lilin dan lain sebagainya disampaikan pihak karantina dan BPOM ternyata itu tidak benar,” pungkasnya.

Untuk itu jenderal bintang dua ini berharap, agar selalu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarkat. Menurutnya, jangan mudah mengatakan hal yang sebenarnya tidak ada, tetapi malah di ada-adakan.

“Mohon kita sekalian menginformasikan secara benar kepada masyarakat, jangan sampai merugikan petani-petani kita terutama yang produk-produk lokal. Hal yang sebenarnya tidak ada, jangan diada adakan, sehingga membuat konsumen ketakutan untuk membeli hasil produksi pertanian kita,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Agus melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern beberapa waktu lalu. Bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Agus bersama Walikota Medan Dzulmi Eldin menanyakan langsung harga kebutuhan bahan pokok ke pedagang.

Hasilnya, di Pusat Pasar, Agus mendapati langsung informasi harga cabai merah tidak normal. Menurutnya, hal itu terjadi dikarenakan cabai yang dijual di sana didatangkan dari luar Kota Medan.

Usai melakukan pengecekan di Pusat Pasar, selanjutnya ia melakukan pemantauan di pasar modern Brastagi Tiara di Jalan Cut Mutia, Medan. Menurutnya harga kebutuhan bahan pokok di sana cenderung stabil. Ia berharap, para pedagang modern tetap menjual bahan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). (dvs/ila)

RS Martha Friska Cicil Gaji Dokter Spesialis, Baru Satu Dokter yang Dibayar

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SUASANA: Gedung RS Martha Friska di Jalan Yos Sudarso Medan. RS ini masih menunggak membayar gaji dokter spesialisnya.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SUASANA: Gedung RS Martha Friska di Jalan Yos Sudarso Medan. RS ini masih menunggak membayar gaji dokter spesialisnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Rumah Sakit Martha Friska baru membayar gaji dokter spesialis yang tertunggak. Namun, pembayaran gaji itu baru dilakukan kepada seorang orang Dokter Spesialis saja, yaitu dr Ardiansah SpOG.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, dr Edy Ardiansah melalui Vera saat dikonfirmasi Sumut Pos Jumat (12/10) siang.”Pihak RS Martha Friskan mengirimkan surat kepada kita, memberitahu bahwa satu dokter sudah dibayarkan gajinya,” ujar Vera.

Dijelaskan Vera, pembayaran dilakukan setelah ada kesepakatan pihak RS Marta Friska dengan Dokter Ardiansah. Untuk jumlah yang dibayar, Vera mengaku tidak tahu karena tidak disebutkan pada surat tersebut. Namun gaji untuk Dokter Ardiansyah sudah dibayar semua.

Sementara untuk dokter lainnya, lanjut Vera, belum dibayar. Hal itu karena belum dapat kesepakatan bagaimana membayar secara cicil. Ada sekitar 5 dokter spesialis yang memang tidak mau dibayar secara cicil. “Ada sebahagian mau dibayar sekaligus semuanya. Belum tahu ini ke depan apa ada mediasi lagi atau tidak,” kata Vera.

Sebelumnya, Ketua IDI Sumut, dr Edy mengaku beberapa Dokter Spesialis yang belum dibayar gajinya, sudah ada yang menempuh jalur hukum. Hal itu merupakan hak para dokter spesialis dan di luar kewenangan mereka. Terlebih, para dokter spesialis itu sudah memilih tidak bekerja lagi di RS Friska. Sementara sebagian dokter spesialis ada yang legowo setelah mediasi dan bersedia menunggu dan dicicil serta tetap bekerja di RS Martha Friska.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri menyesalkan sikap manajemen RS Martha Friska tersebut. Dia menegaskan, apabila tak juga dibayar pada tahun ini maka direkomendasikan untuk ditutup. “Kalau nantinya tidak diselesaikan oleh rumah sakit atau tidak dibayar juga pada tahun ini, maka kita rekomendasikan untuk ditutup,” ucapnya.

Disebutkan, pihak rumah sakit harus membayar tahun ini karena BPJS Kesehatan telah membayarkan klaim. Tetapi kenapa, belum juga diterima para dokter. “Persoalan ini segera disampaikan kepada pimpinan Komisi B DPRD Medan untuk segera melayangkan pemanggilan kepada manajemen rumah sakit tersebut guna meminta penjelasan,” ujarnya. (ain/ris/ila)

Yaahowu Nias Festival 2018 Siap Sambut Ribuan Wisatawan

aditia laoli/sumut pos LOMPAT: Atraksi lompat batu Pulau Nias.
aditia laoli/sumut pos
LOMPAT: Atraksi lompat batu Pulau Nias.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Panitia dan semua pemangku kepentingan dalam kegiatan pariwisata, inipun bahu membahu menyiapkan berbagai moda transportasi, akomodasi dan penginapan untuk mensukseskan salah satu kalender pariwisata di Kementerian Pariwisata RI ini.

“Ini bagian dari target 1 juta wisatawan datang ke Pulau Nias hingga 2024, seperti dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Karena itu, momen Yaahowu Nias Festival ini tidak kami sia-siakan”,kata Bupati Nias Selatan, Dr Hilarius Duha, SH MH di kantornya, Kamis(11/10).

Menurutnya, kegiatan ini juga sekaligus menguatkan modal kesatuan wilayah Kepulauan Nias untuk bersiap menjadi daerah otonomi baru, yakni Provinsi Kepulauan Nias.

Hilarius mengungkapkan, Yaahowu Nias Festival kali ini adalah ajang pengutamaan kebudayaan yang menjadi identitas seluruh ONO NIHA di empat Kabupaten dan satu Kota. Acara Yaahowu Nias Festival 2018 ini adalah milik seluruh masyarakat Nias.

Untuk itu, Hilarius mengimbau, agar seluruh ONO NIHA di mana pun berada adalah tuan rumah, terutama yang tinggal di daratan Pulau Nias dan pulau-pulau lainnya. “Ayo sisihkan waktu untuk datang dan lihat betapa agungnya dan kayanya kebudayaan warisan leluhur kita orang Nias”,imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia YNF 2018, yang juga Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru.

Menurutnya, perhelatan Yaahowu Nias Festival kali ini benar-benar digarap secara serius, sehingga akan berbeda dengan yang sebelumnya.

“Acara ini kan meneguhkan bahwa Nias tak kalah indah dari Bali, Lombok, dan tempat tujuan wisata lainnya di Indonesia. Nantinya beberapa acara kita laksanakan di Pantai Sorake dan Desa Bawomataluo. Kemudian, rangkaian festival kebudayaan akan bisa disaksikan di Lapangan Orurusa, Telukdalam, Nias Selatan”,pungkasnya.

Pada acara pembukaan, lanjut Sozanolo, panitia akan menampilkan 100 pelompat batu yang akan melakukan lompatan secara simultan dengan berbagai atraksi dan gaya. Begitu juga dengan tari perang kolosal dengan 600 penari yang siap menghibur pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Nias Selatan, yang juga Sekretaris Panitia Yaahowu Nias Festival 2018, Anggreani Dachi, mengungkapkan bahwa semua tempat penginapan di Nias Selatan telah siap menampung para wisatawan.

Bahkan menurutnya, sejumlah rumah warga telah disulap menjadi home stay. Selain di Telukdalam, hotel-hotel di Kota Gunungsitoli juga telah siap menampung wisatawan yang tidak kebagian hotel di Telukdalam.

“Jarak dari Bandara Binaka Kota Gunungsitoli ke Telukdalam Nias Selatan, hanya berkisar 120 kilometer, bisa ditempuh 2 jam perjalanan. Para wisatawan tak perlu kuatir soal kendaraan. Ada banyak mobil bahkan juga bisa ditempuh dengan sepeda motor”,Ujar Anggreani.

Dibeberkan Anggreani, pada penyelenggaraan Yaahowu Nias Festival tahun ini, juga akan mengkampanyekan soal kepedulian kebersihan di tempat-tempat pariwisata, terutama dari sampah plastik. Serta himbauan kepada semua warga menjaga pantai dengan tidak secara terus-menerus dijadikan tempat penambangan pasir.

“Target 1 juta wisatawan akan menjadi bahan sosialisasi kami, terutama agar masyarakat bisa memiliki kesadaran pariwisata dengan menjaga keramahtamahan, selalu tersenyum, dan menjaga kenyamanan setiap tamu yang datang. Begitu juga dengan berbagai infrastruktur akan terus dibenahi”, Kata Anggreani.

Sementara itu, merespons membeludaknya penumpang yang berkunjung di Kepulauan Nias untuk menyaksikan Yaahowu Nias Festival, maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menambah jumlah flight dari Medan-Nias. Para pengunjung juga bisa terbang dari Padang-Nias.

“Kita berharap, penyelenggaraan Yaahowu Nias Festival ini bisa menjadi salah satu tonggak mengangkat pariwisata Kepulauan Nias untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. Buruan ya, kami tunggu anda di Nias Selatan”,Ujar Anggreani. (mag-5/han)

Belajar UMK untuk Meningkatkan Kesejahteraan, Pemko Tebingtinggi Kunker Balik Papan

Pemko Tebingtinggi Kunker Balik Papan
Pemko Tebingtinggi Kunker Balik Papan

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua Dewan Pengupahan Kota yang juga Kadis Tenaga Kerja Ir Iboy Hutapea, Kabag Humas PP H Abdul Halim Purba melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Balik Papan, Kamis (12/10).

Kunjungan kerja yang juga diikuti Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tebingtinggi Ir H Syafriyudi Satrio, Ketua SPSI Ibrahim, Ketua SBSI Kota Tebingtinggi Binter Gultom, Kabag Ekbang Zahidin dan Kabag Hukum Masita tersebut, untuk melihat sejauh mana penerapan upah minimum kota (UMK) di Kota Balik Papan dibandingkan dengan Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan melalui Kabag Humas PP H Abdul Halim Purba, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Balik Papan Muhammad Rizal Effendi yang telah menerima kunjungan kerja rombongan dari pemerintah Kota Tebingtinggi.

“Terimakasih atas sambutan yang meriah dan penuh keakraban serta kekeluargaan ini, kami telah disambut dengan kesenian budaya serta tari tarian khas Dayak dan ini memberikan kesan yang begitu mendalam bagi kami,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan Umar Zunaidi, mengatakan bahwa Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Balik Papan sangatlah baik, begitu juga dengan upah maupun kesejahteraannya, sehingga harus diterapkan di Kota Tebingtinggi.

“Upah Minimum di Kota Balikpapan cukuplah tinggi, yakni di atas Rp2.600.000 per bulan, sedangkan UMK di Kota Tebingtinggi hanya Rp 2.164.900 per bulan, dan inilah yang membuat kami harus banyak belajar di Kota Balik Papan ini,”jelasnya.

Disampaikan Wali Kota Umar Zunaidi, Pemerintah Kota Tebingtinggi akan melakukan kerja sama dengan pemerintah Jepang yang sebelumnya telah dibahas bersama dengan Wali Kota Toyama di Kemendagri dan Konjen Jepang di Medan beberapa hari lalu.

Adapun delapan bidang pembangunan yang akan dilakukan pemerintah kota Tebingtinggi bersama pemerintah Negara Jepang meliputi, Inovasi Teknologi Pertanian Perkotaan (Urban Farming), Inovasi Teknologi Daur Ulang Sampah.

“Inovasi Teknologi Pengembangan dan Pemasaran Produk Unggulan UMKM. Inovasi Teknologi Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Bidang Kepariwisataan (River Side City). Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Peningkatan Kapasitas Jaringan Pasokan Air Bersih dan Sanitasi serta Teknologi Bangunan Tahan Gempa,”bilangnya. (ian/han)

PSP Foundation Bantu Korban Banjir

ist BANTUAN:Ketua Yayasan PSP Foundation, Gandi Manurung saat memberikan bantuan kepada korban banjir.
ist
BANTUAN:Ketua Yayasan PSP Foundation, Gandi Manurung saat memberikan bantuan kepada korban banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir yang melanda Sumatera Utara belakangan ini tersebar di beberapa daerah di antaranya, Kabupaten Deliserdang. Berbagai bantuan juga mulai berdatangan baik dari pemerintah, perusahaan maupun pihak lain kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Salah satunya dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Prananda Surya Paloh (PSP) melalui PSP Foundation menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan, Deliserdang, baru-baru ini.

Bantuan yang diberikan berupa sembako seperti beras, mie instan, air mineral, serta nutrisi bagi balita dan ibu hamil diberikan ke beberapa posko salah satunya di Dusun 1, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan, Deliserdang.

Warga yang terkena musibah langsung menerima bantuan yang disampaikan Ketua Yayasan PSP Foundation, Gandi Manurung serta Erwan, Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang. “Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir,” kata Gandi kepada wartawan, Jumat (12/10).

Penyaluran bantuan ini, jelas Gandi, melalui program gaji dan tunjanganku untuk Desa dan Kotaku yang diinisiasi Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Prananda Surya Paloh.

Ia juga menyampaikan pesan Prananda kepada pemerintah daerah, agar menyikapi permasalahan banjir yang sering terjadi di Desa Pematang Johar. “Pak Prananda meminta agar Pemerintah Kabupaten Deliserdang cepat menanggapi persoalan banjir ini dengan serius. Karena hal ini sudah sering terjadi dan sudah berulang kali,” sebutnya.(prn/han)

Forkopimda Sergai Gelar Dzikir dan Doa Bersama

.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Peduli korban gempa bumi dan tsunami yang menimpa warga Sigi, Palu dan Donggala, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serdangbedagai menggelar dzikir dan doa bersama, di Masjid Al-Abror Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Jumat (12/10).

Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya mengatakan, umat Islam sesungguhnya bersaudara, teringat pada kejadian tsunami di Aceh lalu, banyak bantuan yang datang dari negara lain, tak melihat apa agama, suku, namun lebih mengutamakan kemanusiaan.

Soekirman pun mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh TNI. Dan bersyukur mendapat jalan-Fastabiqul Khairat untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. “Menyisihkan rezeki bukan dilihat dari banyaknya, namun keikhlasan lah yang dinilai oleh Allah SWT,”kata Bupati.

Dikatakan Bupati Ir Soekirman, dalam rezeki yang kita dapatkan ada sebahagian rezeki orang, berapa pun yang kita berikan yang terpenting adalah keikhlasannya.”semoga yang tertimpa bencana dapat pulih kembali dan beraktifitas seperti biasanya.,”harapnya.

Terkait dengan persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia, jajaran Pemkab Sergai mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat, mengingat pada tahun ini adalah tahun politik, jangan kita mudah terpecah belah dalam pesta demokrasi mendatang hanya gara-gara beda pilihan.

“Kita jangan sampai terpecah belah karena perbedaan pilihan, jangan mudah percaya dengan berita bohong (hoax). Dengan perkembangan teknologi semua dapat diperbuat baik maupun buruk, yang dapat menyatukan atau memisahkan, cernalah dalam membaca dan memaknai sebuah berita, “imbuh Soekirman.

Pada kesempatan itu, Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin SE, M.Tr (Han) menyampaikan, semoga dengan bantuan ini dapat membantu kesusahan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. “Saya ucapkan terimakasih kepada unsur stakeholder. Mari kita sisihkan sebahagian rezeki kita, telah terkumpul Rp 25 juta yang akan disumbangkan untuk korban gempa di Sigi, Palu dan Donggala. (sur/han)