Home Blog Page 5867

Sibolga dan Madina Diterjang Banjir, 4 Orang Tewas Tertimbun Longsor

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PUTUS: Jalan di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Madina terputus 20 meter akibat banjir, sehingga jalan tersebut tidak bisa dilalui, Jumat (12/10).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PUTUS: Jalan di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Madina terputus 20 meter akibat banjir, sehingga jalan tersebut tidak bisa dilalui, Jumat (12/10).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Banjir dan tanah longsor menerjang pemukiman penduduk di Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga dan Desa Taluk, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Bencana ini mengakibatkan 4 orang warga tewas di Sibolga dan puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan di Madina.

Hujan deras yang mengguyur kawasan pantai barat Sumatera Utara sejak Kamis (11/10) siang, hingga sore, mengakibatkan banjir di sejumlah sudut wilayah Kota Sibolga. Genangan air juga merendam kawasan jalan Ujung Sibolga. Banjir tersebut dipicu meluapnya Sungai Aek Doras.

Sementara di kawasan Ketapang, terjadi longsor yang menimpa sejumlah rumah warga. Bahkan, longsor tersebut menimbun sejumlah warga. Empat orang dikabarkan meninggal dunia akibat longsor tersebut. “Empat orang korban meninggal dunia tertimbun tanah longsor,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat, Jumat (12/10).

Sutopo mengatakan, ada enam warga lainnya yang terluka akibat tertimbun tanah longsor. Sedikitnya 20 unit rumah warga juga dilaporkan rusak akibat bencana tersebut. “Korban luka dibawa ke RS Umum Daerah. Sebagian warga mengungsi ke tempat keluarga masing-masing,” jelas Sutopo.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk langsung menjenguk korban di Rumah Sakit FL Tobing Sibolga, Jumat (12/10). “Kita menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang merenggut empat orang warga. Kita minta supaya masyarakat mengantisipasi daerah rawan banjir, khususnya yang tinggal di bantaran sungai,” ujar Syarfi.

Menurutnya, ada beberapa kawasan yang merupakan pemukiman masyarakat, rawan atas banjir susulan. Ancaman banjir ini dikhawatirkan akan terjadi lagi karena curah hujan di daerah tersebut masih tinggi. Karenanya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi korban jiwa.

6 Meninggal, 875 KK Terisolasi, Sejumlah Jembatan Putus

Banjir dan Longsor
Banjir dan Longsor

PADANG, SUMUTPOS.CO – Sebelas daerah di Sumatera Barat (Sumbar) diterpa banjir dan longsor. Tidak hanya merusak ratusan hektare area pesawahan, fasilitas umum dan merendam ratusan rumah warga, bencana banjir dan longsor ini juga merenggut enam nyawa. Tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman, dan tiga orang lainnya di Kabupaten Tanah Datar.

Hujan deras yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat sejak Kamis (11/10) hingga Jumat (12/10) siang, menyebabkan daerah yang terdampak banjir dan longsor kian meluas. Dari informasi yang diterima, jumlah daerah yang diterjang bencana banjir dan longsor mencapai sebelas kabupaten/kota, diantaranya Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar. Kemudian Kota Sawahlunto, Kabupaten Agam, Sijunjung, Mentawai dan Kabupaten Solok.

Namun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar belum bisa memastikan jumlah kerugian hingga data kerusakan rumah, fasilitas umum (fasum) yang ditimbulkan akibat bencana alam ini. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar Erman Rahman mengatakan, sampai hari ini, pihaknya bersama BPBD kabupaten/kota masing-masing sudah bergerak bersama tim TNI-Polri untuk melakukan evakuasi. “Hingga kini, kami masih melakukan pendataan terkait korban banjir dan tanah longsor hingga jembatan putus,” katanya, Jumat (12/10).

Diketahui, ada beberapa jembatan yang putus karena diterjang banjir dan longsor. Bahkan, sekitar 875 kepala keluarga masih terisolasi akibat putusnya jembatan di dua lokasi di Kabupaten Pasaman Barat. Kedua jembatan gantung yang putus yakni jembatan gantung Tanjung Pangkal-Gersindo, Kecamatan Pasaman dan jembatan Silayang-Lubuk Gobing, Kecamatan Ranah Batahan.

“Benar, jembatan Tanjung Pangkal menuju Gersindo putus total dilanda banjir. Sekitar 200 kepala keluarga boleh dikatakan terisolasi di Gersindo,” kata Camat Pasaman, Andre Affandi, Jumat (12/10).

Menurutnya, jembatan gantung itu memiliki bentangan sekitar 100 meter yang menghubungkan Gersindo-Tanjung Pangkal menuju Ibukota Kabupaten, Simpang Empat.

“Untuk akses masyarakat menuju Simpang Empat melalui dua jalan. Pertama dari jembatan gantung Tanjung Pangkal dan kedua dari Batang Saman. Sementara akses daerah Batang Saman juga terputus karena meluapnya Sungai Batang Saman,” katanya.

Pihaknya bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan pihak terkait sedang mengumpulkan data rumah yang hanyut dan kerugian lainnya akibat banjir sejak Kamis kemarin.

“Untuk Kecamatan Pasaman, ada dua titik banjir yang parah yakni Batang Saman dan Tanjung Pangkal dan beberapa titik lainnya. Saat ini kami masih mengumpulkan data,” ujarnya.

Sementara itu Camat Ranah Batahan, Syawirman membenarkan jembatan gantung Silayang-Lubuk Gobing terputus total. “Jembatan itu menghubungkan Jorong Silayang menuju Lubuk Gobing yang merupakan akses utama.Saat ini terputus total,” katanya.

Aibatnya, sekitar 675 KK terisolasi di Lubuk Gobing karena jembatan penghubung putus. Menurutnya, jembatan itu merupakan satu-satunya akses menuju Lubuk Gobing. Dengan bentangan jembatan sekitar 65 meter jembatan itu sangat penting bagi masyarakat. “Kita sedang di lapangan dan mendata berapa rumah yang terendam dan rusak akibat banjir. Diperkirakan puluhan hektare lahan pertanian terendam banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kelurahan Berangin, Kecamatan Bonjol, juga dilaporkan sempat terputus akibat longsor dan pohon kayu yang bertumbangan ke jalan. Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi menuturkan, material longsor yang menimbun jalan di Berangin mencapai lebih dari setengah meter. Pohon kayu sepanjang 18 meter juga tumbang ke jalan.

Sebuah mobil ambulans dilaporkan terjebak material longsor di Berangin, di jalur yang menghubungkan Bukittinggi dengan Sumatera Utara. Mobil itu dalam posisi menanjak, lantas terjebak material longsor dari arah kiri. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman, mengatakan, semua penumpang di mobil tersebut selamat, termasuk ibu hamil yang ada di dalam ambulans tersebut. “Tidak ada korban jiwa. Pasien (ibu hamil) sudah dirujuk ke RSUD Pasaman,” ujarnya.(bbs/rcc/jpc)

Awas Konate, PSM v AREMA

.

SUMUTPOS.CO – PSM Makassar siap meladeni Arema FC pada laga lanjutan Liga 1, di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (14/10) sore ini. Tiga poin sangat penting untuk menjaga asa PSM memburu gelar juara Liga 1 musim ini.

Pelatih PSM, Robert Rene Albert mengatakan timnya dalam keadaan fit untuk duel bergengsi ini. “Kami sangat siap 100 persen dalam laga ini. Semua pemain juga sudah siap,” kata Robert.

Rene Alberts mengatakan, ia akan memberikan instruksi kepada anak asuhnya, terutama di lini tengah dan belakang agar tidak memberikan ruang kepada pemain Arema untuk melepakan tendangan.

“Mereka incar gol cepat saat lawan kami, dan itu bagian dari strategi mereka. Apapun bisa terjadi setelah kick-off. Kami harus siap. Kalau tidak, kami bisa kemasukan gol. Kami tidak akan memberikan ruang kosong untuk serangan yang mereka bangun, karena sangat berbahaya buat kami,” tutur Rene Alberts.

“Mereka dapat pemain bagus dari Sriwijaya, dan membuat tim ini lebih kuat. Nama Arema saja sudah besar. Mereka selalu memainkan sepakbola menyerang dan agresif.”

Rene Alberts kemungkinan menerapkan rotasi, menyusul pulihnya sejumlah pemain dari cedera, seperti Ardan Aras dan M Arfan. Khusus nama terakhir, Rene Alberts masih akan membandingkannya dengan Rizky Pellu.

Selain itu Rene Albert mewaspadai Makan Konate sebagai pemain yang akan membahayakan timnya. Juku Eja pun menyiapkan perhatian ekstra.

“Dia (Makan Konate) adalah pemain kunci Arema. Seperti biasanya pemain kunci itu kita jaga. Seperti layaknya pertandingan lain,” tambahnya.

Di kubu lawan, Arema FC kemungkinan melakukan rotasi. Lini tengah tampak menjadi prioritas Milan Petrovic saat ini. Duet Hanif Sjahbandi dan Jayus Hariono bisa menjadi solusi atas masih diragukannya kondisi Hendro Siswanto yang belum pulih dari cederanya.

“Jayus Hariono memberi kualitas terbaik sejak melawan Madura United pada laga amal dan kembali tampil baik,” ujar pelatih Arema FC, Milan Petrovic setelah laga melawan Persebaya.

Jika lini tengah masih mempunyai opsi, tidak demikian pada dua sektor penting lainnya.

Milan mesti mencari dua pengganti sebagai solusi yang tepat atas perginya Alfin Tuasalamony maupun Dedik Setiawan yang harus membela timnas dalam agenda internasional FIFA. (bbs/don)

Jadwal Baru PSMS kontra PS Tira Digelar 14 November

sutan siregar/sumut pos LATIHAN: Skuad PSMS saat berlatih di Stadion Teladan. PSMS baru akan menghadapi PS Tira pada 14 November mendatang.
sutan siregar/sumut pos
LATIHAN: Skuad PSMS saat berlatih di Stadion Teladan. PSMS baru akan menghadapi PS Tira pada 14 November mendatang.

SUMUTPOS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah merilis jadwal baru laga PSMS kontra PS Tira yang tertunda. Duel akan digelar 14 November mendatang di Stadion Teladan Medan pukul 19.00 WIB.

Rentang waktu memang cukup jauh dari rencana duel yang seharusnya digelar Jumat (12/10).

amun tidak mendapat izin dari kepolisian karena menyiapkan pengamanan untuk Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang menutup gelaran MTQN 2018 di Medan pada hari yang sama.

Sekretaris PSMS, Julius Raja mengatakan manajemen sudah menerima jadwal terbaru ini. Meskipun perubahan jadwal itu berdampak pada perubahan laga-laga PSMS lainnya.

“Ya memang cukup jauh sebulan karena tidak mungkin mengganggu jadwal setelah ini. Selain itu untuk lawan Madura United diundur jadi tanggal 17 November. Laga lawan Persib yang seharusnya tanggal 11 November kami usulkan untuk dimajukan tanggal 9 November,” kata Raja.

Dengan perubahan jadwal itu, recovery PSMS di bulan November memang terancam. Pasalnya mereka harus menghadapi Persib yang kini berkandang di Kalimantan dengan rentang waktu hanya sehari dengan laga berikutnya kontra PS Tira.

“Itu memang sedang kami rapatkan dengan pelatih karena ini berhubungan dengan recovery pemain. Kita main tanggal 11 (November) di Kalimantan, tanggal 12 harus kembali, istirahat sehari langsung main lagi. Jadi kalau mainnya (lawan Persib) dimajukan tanggal 9 November itu lebih cocok. Kedua tim sama-sama tidak dirugikan,” tambah Raja.

Untuk itu tim akan langsung mengalihkan persiapan untuk menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Kamis (18/10) mendatang. Laga itu digelar sesuai jadwal. “Ya memang sudah harus menyiapkan rencana berikutnya menghadapi Sriwijaya. Tiket dan akomodasi sudah kami siapkan,” ujarnya.

Raja mengatakan perubahan jadwal itu merupakan keputusan PT Liga Indonesia Baru dan tidak bisa diganggu gugat. PS Tira sendiri diyakininya akan legowo. Sebelumnya PS Tira memang keberatan dengan perubahan jadwal mendadak karena sudah tiba di Medan.

“Ya kita ambil positifnya saja. Berarti kita dua kali berturut-turut main jadi tuan rumah. Tanggal 14 dan 17 November,” ujar Raja.

Sementara untuk untuk pembiayaan tiket dan akomodasi PS Tira karena sudah terlanjur datang ke Medan menurut Raja tidak menjadi tanggung jawab PSMS sebagai tuan rumah. “PT LIB yang akan menanggungnya. Kami juga sama-sama dirugikan karena semua persiapan laga sudah kami gelar,” pungkasnya.

PSMS sendiri memang sudah menggelar latihan kembali di Stadion Teladan, Jumat (12/10) lalu. Persiapan langsung dialihkan untuk laga pekan ke-26 kontra Sriwijaya FC. (don)

Polisi Selidiki Motif Dendam

BATARA/SUMUT POS OLAH TKP: Tim gabungan Kepolisian Polda Sumut, Polres Deliserdang dan Polsek Tanjung Morawa melakukan olah TKP di rumah Muhajir, Jumat (12/10).
BATARA/SUMUT POS
OLAH TKP: Tim gabungan Kepolisian Polda Sumut, Polres Deliserdang dan Polsek Tanjung Morawa melakukan olah TKP di rumah Muhajir, Jumat (12/10).

SUMUTPOS.CO – Tim Sat Reskrim Polres Deliserdang masih terus menyelidiki motif dibalik pembunuhan Manager PT Domas Tanjung Morawa, Muhajir.

“YA, kita masih menyelidiki motif tewasnya manager PT Domas yang dipastikan menjadi korban pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra, Jumat (12/10).

Hasil penyidikan sementara, polisi menduga pelaku dendam dengan korban. Dendam itu kemudian berimbas kepada istri dan anaknya.

“Kuat dugaan ada motif dendam di balik pembunuhan korban,” ujar Bayu.

Hal ini dibuktikan dengan tidak ada satupun harta benda milik korban yang hilang di dalam rumah.

“Kalau dibilang motif perampokan, tidak ada harta korban yang hilang. Kunci pintu tidak rusak, HP korban dan sepeda motor korban masih ada didalam rumah,” terang Bayu.

Saat ini, sejumlah saksi sudah diminta keterangannya oleh petugas. “Penyidik saat ini masih memintai keterangan para saksi-saksi,” sebut Bayu.

Saat ini, polisi masih mencari dimana keberadaan istri dan anak korban. Belum dapat dipastikan bagaimana saat ini nasib dari Suniati dan anak bungsunya Solihin.

“Istri dan anak korban, hingga kini belum diketahui keberadaannya,” pungkas Bayu.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Ipda OJ Samosir SH menyebut, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus itu.

“Kita sudah memeriksa 7 saksi dan besar kemungkinan masih bisa bertambah,” sebutnya.

Apakah korban kenal dengan pelaku? OJ Samosir enggan berkomentar banyak.

“Semua kemungkinan masih diselidiki,” ujarnya seraya yakin jika pihaknya bisa mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Pantauan awak media, pihak Kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah Muhajir, Jumat (12/10) siang. Tim identifikasi Polda Sumut memasuki dan mendokumentasikan setiap ruangan rumah. Mereka juga memberi police line.

Desi Rahmawaty (23) yang merupakan anak pertama korban berharap agar ibu dan adiknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ia menyebut, ayahnya sudah dikebumikan Kamis, (11/10) malam.

Ia tahu mayat yang ditemukan di sungai ayahnya setelah ikut polisi melihat mayat yang ditemukan di STM Hilir.

“Bapak dan ibu saya itu orangnya baik. Setahu saya enggak punya musuh mereka. Tapi kok bisa tega kali pelakunya,” ucap Desi dengan raut wajah sedih saat ditemui di rumah kontrakannya.

Rumah kontrakan Desi hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah orang tuanya. Ia memilih mengontrak karena sudah berkeluarga.

“Padahal Senin malam adik saya itu masih datang ke rumah, dia belajar karena mau ujian paginya. Jam sembilan malam itu dia pulang dari rumah saya,” tutur Desi .

“Kalau sama ibu, hari Senin masih jumpa. Dia (Ibu) main ke rumah. Di situ terakhir saya jumpanya. Selama ini mereka juga enggak pernah ada cerita punya masalah, ya itu karena orang tua saya memang enggak ada musuhnya,” pungkas Desi sembari menangis sesunggukan.

Sebelumnya, pasangan suami istri Muhajir (49) dan Suniati (50) bersama seorang anaknya M Solihin (12), mendadak dinyatakan hilang dari rumahnya di Dusun III Gang Gambutan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa. Peristiwa terjadi Selasa (9/10) sekira pukul 15.00 WIB.

Peristiwa itu pertama kali diketahui Desy Rahmawaty, anak kandung pasangan Muhajir dan Suniati. Desy tinggal tak jauh dari rumah orangtuanya.

Kamis (11/10), jasad Muhajir ditemukan warga dalam keadaan kaki dan tangan terikat di Sungai Blumai Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir.(btr/trm/bbs/ala)

Pemilik Kabur, Travel Al Maqbul Beroperasi

TEDDY/SUMUT POS BEROPERASI: PT Al Maqbul Travel Binjai kembali beroperasi meski telah didemo puluhan jamaah haji dan umrah yang jadi korban penipuan.
TEDDY/SUMUT POS
BEROPERASI: PT Al Maqbul Travel Binjai kembali beroperasi meski telah didemo puluhan jamaah haji dan umrah yang jadi korban penipuan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Polres Binjai hingga kini belum bisa menangkap pemilik PT Al Maqbul Travel terkait penipuan Rp5 miliar. Namun, biro perjalanan umrah milik M Azmi Syahputra itu tampak beroperasi sepekan belakangan.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Firman Imanuel Perangin-angin membenarkan bukanya travel yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota itu.

“Mereka hanya mau pendataan (korban) yang pernah menyetorkan uang, bukan jual tiket,” kata Firman, belum lama ini.

Menurut Firman, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi dari PT Al Maqbul Travel.

“Saksi-saksi sudah diperiksa. Tersangka kabur,” ucap mantan Kapolsek Padangtualang.

Apakah ada rencana PT Al Maqbul Travel akan mengembalikan uang kepada para calon jamaah Umrah dan Haji Plus yang menjadi korban? Firman tak menjawabnya.

Diketahui, calon jamaah Umrah dan Haji Plus gagal diterbangkan PT Al Maqbul Travel. Para korban kemudian menuntut M Azmi Syahputra sebagai pemilik travel.

Tuntutan tersebut berujung pengaduan ke polisi. Eka Nurguanti melaporkan Azmi ke Polres Binjai dengan tuduhan penipuan.

Laporan korban diterima dengan Nomor: 446/VIII/2018/SPKT-C tanggal 12 Agustus 2018.

Bukan itu saja, beberapa waktu lalu Al Maqbul Travel sempat didemo para korban. Korban meminta polisi menangkap Azmi.

Selain itu, para korban menuntut Azmi mengembalikan uang mereka yang sudah masuk sebesar Rp5 miliar.(ted/ala)

BAP Polisi dan Dakwaan JPU Tidak Sinkron

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim pengacara dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) mendesak agar Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan membebaskan Restoyanna Berutu. Janda tiga orang anak tersebut, saat ini menjalani persidangan. Ia ditangkap oleh personel Polsek Helvetia dengan tudingan menjadi penadah 1 unit laptop curian.

Dalam persidangan yang berlangsung di PN Medan, Kamis (11/10) kemarin, JPU mendakwa Restoyanna sebagai penadah. Ia dinyatakan melanggar pasal 480 ke 1e KUHP.

Dalam persidangan hadir Tim Pengacara PKPA. Mereka terdiri dari, Ranap Sitanggang, Jhonatan Panggabean, Agam Sandan dan Azmiati Zuliah.

Tim pengacara dari PKPA meminta agar hakim PN Medan membebaskan Restoyana Berutu atas segala tuduhan/dakwaan. Mereka menilai dakwaan JPU dianggap kabur atau tidak jelas.

“Dakwaan JPU juga kami anggap tidak memenuhi unsur pidana. Karena terdakwa dianggap tidak mengetahui laptop tersebut hasil kejahatan. Sebab, K (DPO) selaku penggadai mengaku laptop tersebut adalah milik temannya dan bukan barang curian,” kata Ranap.

“Jadi laptop tersebut barang jaminan dan terdakwa sama sekali tidak memperoleh keuntungan dari peristiwa tersebut. Dalam perjanjian lisan mereka, pelaku (DPO) akan mengembalikan uang Rp300 ribu tersebut,” sambungnya.

Selain itu, Tim Pengacara PKPA telah mempelajari surat dakwaan dari JPU. Mereka berpendapat, bahwa dakwaan kepada Restoyana Berutu sangat tidak sinkron dengan fakta sebenarnya.

Seperti dalam dakwaan disebutkan, Restoyana Berutu ditemui tiga orang (tersangka lainnya). Tetapi dalam BAP hanya ditemui satu orang (DPO).

Kemudian, dalam BAP di Kepolisian warna laptop adalah silver. Sedangkan dakwaan jaksa menyebut warna lapotop adalah putih.

Demikian juga jumlah uang gadai dalam BAP Rp350.000. Sedangkan pada dakwaan JPU uang gadai Rp300.000.

“Paling mencolok, berkas RB (Restoyana Berutu) disatukan dengan kasus penadah lain yang sama sekali tidak ada keterkaitannya dengan kasus RB. Antara RB dengan penadah lain tidak ada saling keterkaitan, namun dalam dakwaan jaksa disatukan,” tutur Ranap.

“Harusnya dipisahkan berkasnya sendiri-sendiri untuk disidangkan. Dalam hal ini, mereka (penadah) tidak saling mengetahui dan tidak saling mengenal,” sambungnya.

Aspek lain yang menjadi pertimbangan hakim adalah, RB seorang ibu dengan tiga orang anak yang berusia 16, 14 dan 2 tahun.

“Ibu ini single parent dan bekerja sebagai pedagang asongan. Kasus ini akan sangat mempengaruhi kegiatannya mencari nafkah dan tumbuh-kembang anak-anaknya,” timpal Direktur Eksekutif PKPA, Keumala Dewi.

Menurut Keumala Dewi, selain pertimbangan hukum dalam dakwaan JPU, hakim harus benar-benar mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan untuk Restoyana Berutu.(man/ala)

Menggembala Lembu, Sepeda Motor Raib

Ini pelakunya
Ini pelakunya

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Minuets Ginting alias Munir (32) diringkus Tim Reskrim Polsek Kuala, Kamis (11/10). Itu setelah, ia memncuri sepeda motor milik Rendy Pranata Sembiring (23).

Penangkapan warga Dusun Tanjung Pamah, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat itu berawal dari pengaduan Rendy ke Mapolsek Kuala.

Dalam pengaduannya, Rendy mengaku sepeda motor Honda Supra X 125 BK 4260 LK warna merah miliknya raib digondol maling, Minggu (7/10) sekira pukul 14.30 WIB.

Sore itu, Rendy yang tinggal di Dusun Tanjung Pamah, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat sedang menggembala lembu. Ia menggembala tak jauh dari rumahnya.

Oleh polisi, laporan Rendy diterima dengan Nomor LP/50/X/2018/SU/LKT/SEK KUALA/tanggal 8 Oktober 2018. Usut punya usut, sang maling diketahui.

Petugas Reskrim Polsek Kuala kemudian menangkap Minuets. Tersangka ditangkap di Jalan Umum Beruam, Desa Besadi saat membawa sepeda motor korban.

Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan mengatakan, tersangka ditangkap sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.KAP/53/X/Reskrim, tanggal 11 Oktober 2018.

“Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta,” ucap AKP Arnold Hasibuan.

Kepada penyidik, tersangka mengaku awalnya tidak ada niat mencuri sepeda motor korban. Tiba-tiba saja keinginannya muncul saat melihat sepeda motor terparkir di perkebunan kelapa sawit.

“Saat itu pelaku sedang mengutip berondolan (buah kelapa sawit yang terpisah dari tandannya). Melihat tidak ada orang, disitulah niatnya timbul untuk mengambil sepeda motor korban,” ucapnya.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban yang belum sempat dijual. Kini, tersangka sudah diamankan di RTP Polsek Kuala sambil menunggu proses hukum selanjutnya.(bam/ala)

Dukung Program Smart City Kota Medan, PLN UP3 Medan Tata Jaringan Kabel Listrik ke Bawah Tanah

istimewa/sumut pos KOMPAK: Manager PLN UP3 Medan Lelan Hasibuan, kompak berjabat tangan dengan Direktur PT Godrayns Martua Sinurat serta Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan Muhammad Husni, usai penandatanganan kontrak.
istimewa/sumut pos
KOMPAK: Manager PLN UP3 Medan Lelan Hasibuan, kompak berjabat tangan dengan Direktur PT Godrayns Martua Sinurat serta Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan Muhammad Husni, usai penandatanganan kontrak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN, khususnya PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan, sangat serius ingin mendukung program Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menata estetika kota. Pelan tapi pasti, UP3 Medan akan menata kabel listrik yang selama ini membentang di atas, akan ditata ke bawah tanah.

Keseriusan UP3 Medan ini dituangkan dalam penandatanganan kontrak perdana penanaman kabel dengan peralatan modern ‘Horizontal Directional Drilling’ (HDD), di Kantor PLN UP3 Medan, Jumat (12/10).

Penandatanganan tersebut dilakukan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Medan Lelan Hasibuan dengan Direktur PT Godrayns Martua Sinurat selaku pelaksana penanaman kabel dan pengeboran dengan peralatan modern HDD, disaksikan Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan Muhammad Husni.

Manager PLN UP3 Medan Lelan Hasibuan menyebutkan, pihaknya sangat mendukung program Smart City Kota Medan dan siap menjadikan Kota Medan kota bersih dan indah. “Sekecil apapun di sisi manapun PLN Medan selalu siap mensupport Medan menjadi kota bersih indah, bila berkenan Pemko Medan siap menertibkan infrastruktur listrik yang belum sesuai, biarpun itu masih dimanfaatkan,” ujar Lelan.

Lelan mengatakan, program ini masih kebijakan Sumut. Namun pihaknya terpanggil untuk mengikuti Program Smart City dan siap bekerja sama dengan Pemko Medan dalam melakukan penataan jaringan kabel agar jaringan yang kurang baik dari sisi estetika kota bisa menjadi jaringan bawah tanah.

Sementara itu, Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan M Husni sangat mengapresiasi dan menyambut baik kerja sama tersebut dalam mendukung Kota Medan menjadi Smart City.

“Dengan adanya program ini kami yakin penataan kota akan semakin baik ke depan.

Penataan ini sekaligus menata hal-hal yang menggangu estetika kota. Harapan kami juga, supaya hal-hal yang berkaitan dengan kabelisasi ini juga dikoordinasikan PLN dengan pihak terkait sehingga penataan kota menjadi lebih baik dan dengan kerja sama ini kita bisa membangun kota bersama,” kata M Husni.

Menurutnya, listrik ini menjadi bagian utama dari sebuah kota, baik untuk dunia usaha, penerangan jalan umum dan lainnya. “Kami dari Dinas Pertamanan berharap komunikasi ini tetap kita bangun. Karena Medan sudah launching Smart City, tahun ini sudah 1.800 lampu LED dipasang di berbagai kawasan,” sebutnya.

Husni mengatakan, prgoram pembangunan ke depan, dengan tenaga listrik yang tertata berdasarkan fungsi yang ada, dia berharap ini menjadikan Medan kota terang. “Kami yakin peran aktif PLN yang memberikan daya yang kuat memberikan makna bagi kota yang kita cintai ini,” pungkasnya. (ila)

Ada Rumah Hantu Valak di Plaza Medan Fair, 15 Hantu Siap Menghantui Pengunjung

Bagus/sumut pos SERAM: Rumah Hantu Valak di Plaza Medan Fair dengan konsep yang menyeramkan.
Bagus/sumut pos
SERAM: Rumah Hantu Valak di Plaza Medan Fair dengan konsep yang menyeramkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Siapa yang tak kenal dengan Hantu Valak. Hantu yang menyeramkan ini muncul di film film The Nun. Bagi yang ingin melihat hantu Valak, gak perlu jauh-jauh ke luar negeri.

Wujudnya bisa disaksikan di Lapangan Bendera Plaza Medan Fair di Jalan Gatot Suboroto, Medan. Rumah Hantu Valak ini, dibuka sejak 12 Oktober hingga 9 Desember 2018.

Manager Play Market, Rudi Hartanto atau selaku pengelola Rumah Hantu Valak menyebutkan, dengan bumingnya film The Nun membuat pihaknya mencarikan peruntungan dengan membuka rumah hantu tersebut untuk umum.”Untuk konsepnya sendiri kita, kita mengambil dari film horor, contoh dari gerbangnya kita pakai mukanya The Nun itu,” kata Rudi kepada wartawan di Plaza Medan Fair, Jum’at (12/10) sore.

Untuk tarif Rumah Hantu Valak itu, dibanderol Rp25 ribu per orang untuk hari Senin hingga Kamis. Sedangkan, libur atau Jumat hingga Minggu Rp30 ribu per orang. Bagi yang mengidap penyakit jantung, Asma dan Epilepsi, tidak diperolehkan masuk ke Rumah Hantu Valak. “Untuk Rumah Hantu Valak pertama kali di Sumatera Utara. Kita pernah membuka rumah hantu pada tahun 2014 di Jakarta. Setelah di sini, kita rencana dan kemungkin di Batam. Tapi, kita masih disini dulu lah,” tutur Rudi.

Selain Valak, ada 15 tahun ikut serta membuat pengunjung ketakutan seperti hantu Kuntil Anak, Suster Ngesot, Pocong dan hantu lokal lainnya. “Konsep rumah hantu Valak ini, beda dengan konsep rumah hantu yang ada selama ini. Seru dan menyeramkan lah,” kata Rudi. Kemudian, untuk sekali masuk Rumah Hantu Valak ini, akan dipimpin seorang crew untuk mengawal 10 hingga 15 orang per tim. Dengan itu, pengunjung tidak akan tersesat saat mengunjung Rumah Hantu Valak.

“Daya tariknya, pastinya horornya dan tenarnya film The Nun. Kenapa kita ambil Valak, kita mengambil sasion yang sedang buming contohnya valak lagi naik daun. Kita mengambil animo itu. Untuk target per harinya, kita targetkan 2 ribu pengunjung,” pungkas Rudi. (gus/ila)