Home Blog Page 5885

Pengacara Ratna Sarumpaet: Donasi Danau Toba Rp10 Juta, Dibelikan Tenda

jawa pos DIALOG: Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan sejumlah masyarakat beberapa waktu lalu.
 Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan sejumlah masyarakat beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Drama berita bohong atau hoax yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet, menyisakan berbagai pertanyaan. Salah satunya yakni rekening yang digunakan oleh Ratna untuk sedot lemak di rumah sakit kecantikan, diduga sama dengan saat dirinya membuka donasi untuk bencana kapal tenggelam di Danau Toba.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasaruddin memastikan kliennya tidak menggunakan dana dari donasi tersebut untuk sedot lemak. Dia mengklaim saat itu dana yang terkumpul sebanyak Rp 10 juta.

“Terkait dana untuk Danau Toba itu hanya masuk sekitar Rp 10 juta,” kata Insank, Minggu (7/10).

Dia menambahkan dana tersebut sudah disalurkan saat Ratna berada di Dabau Toba. Dana digunakan di antaranya untuk membeli tenda dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh keluarga korban.

“Dananya digunakan beliau untuk membeli tenda dan peralatan untuk di sana. Bahkan beliau menambahkan dengan uang pribadinya juga,” jelas Insank.

Seperti diketahui, saat ini kepolisian tengah menyelidiki nomor rekening yang dipakai tersangka kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet untuk membayar operasi sedot lemak di RS Bina Estetika. Sebab, nomor tersebut diduga sama dengan rekening untuk penggalangan dana terkait bencana.

“Nah itu kan dalam proses penyidik menemukan beliau melakukan pembayaran di rumah sakit dengan menggunakan rekening itu,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Adapun penggalangan dana terkait musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. “Nah kalau rekan-rekan membuka di internet beliau menggunakan rekening itu untuk dana di Danau Toba,” imbuhnya. (dik/JPC)

Penantian 47 Tahun Jadi Tuan Rumah, Presiden Jokowi Resmi Buka MTQN XXVII/2018

PUKUL BEDUG: Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakin Syaifuddin dan Gubsu Edy Rahmayadi memukul bedug tanda MTQN XXVII dibuka secara resmi, Minggu (7/10) malam.
PUKUL BEDUG: Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakin Syaifuddin dan Gubsu Edy Rahmayadi memukul bedug tanda MTQN XXVII dibuka secara resmi, Minggu (7/10) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) jangan hanya menjadi acara rutin yang digelar setiap tahun, namun diharapkan dapat menjadi sumber kesejukan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, ayat-ayat yang terkandung dalam Alquran dapat menjadi renungan bagi umat untuk memperkokoh akhlakul karimah dan memberikan ide-ide besar demi kepentingan serta kemaslahatan umat.

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka MTQ Nasional XXVII/2018 di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing/Willem Iskandar Medan, Minggu (7/10) malam. “Alquran sejak diturunkan sudah menjadi pedoman umat Islam. Menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itu saya mengajak semua untuk memandang MTQ ini bukan hanya menjadi acara rutin lomba membaca dan melestarikan seni saja, melainkan menjadikan MTQ ini sebagai suntikan energi untuk lebih membumikan Alquran ke dalam dunia nyata dan dunia sehari-sehari,” ucap Jokowi yang malam itu tampil dengan busana Melayu Deli berwarna merah.

Pembukaan MTQN XXVII sendiri ditandai dengan pemukulan beduk. Turut mendampingi Jokowi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang malam itu juga tampil mengenakan busana adat Melayu Deli.

Dilanjutkan Jokowi, ayat-ayat dalam Alquran dapat menjadi renungan bagi umat, memperkokoh akhlakul karimah dan bisa memberikan ide-ide besar untuk kepentingan serta kemaslahatan umat. “Dengan membaca Alquran kita selalu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, merasa damai. Rasa inilah yang harus ditularkan dalam berkehidupan berbangsa.

Jika rasa itu diterapkan, maka tidak ada lagi hoax, fitnah, caci mencaci sesama umat, tidak ada lagi gesekan antarsesama umat karena masalah kecil, karena beda pandangan politik dan ego kita. Islam itu juga Rahmatan Lilalamin. Umat Muslim juga harus menjaga kerukunan, persatuan dan persaudaraan bangsa,” katanya.

Di awal pembukaan, Jokowi mengucapkan selamat datang kepada para peserta MTQ dari Sabang sampai Papua Tak lupa ia mengingatkan bahwa Indonesia sedang berduka. Untuk itu, ia mengajak semua mengirimkan doa Surat Alfatiha kepada korban maupun keluarga koban bencana di Sulteng dan NTB.

Sementara itu Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam laporannya menyampaikan, meski pembukaannya tertunda sehari, pihaknya tetap mengapresiasi antusiasme presiden membuka MTQN XXVII. Ia menyebutkan bahwa MTQ ini telah memasuki usia 60 tahun pelaksanaan. Pertama sekali MTQ dilaksanakan 1958 di Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan. “Dan Sumut ini perlu waktu 47 tahun untuk menjadi tuan rumah. Terakhir kali Sumut menjadi tuan rumah pada 1971,” katanya.

Tahun ini penyelenggaran MTQ dilakukan inovasi baru dengan menggunakan teknologi informasi. Pendaftaran peserta dengan finger print. Proses penjuarian juga melalui aplikasi elektronik. Selain perlombaan juga dilaksanakan kegiatan layanan publik, seperti konsultasi syariah, produk halal, layanan 60 menit membaca alquran dan lainnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, bagi Sumut, pelaksanaan MTQN ini menjadi momen dan motivasi untuk Sumut lebih bekerja keras dan ikhtiar untuk memberikan kontribusi lebih baik mensejahterakan masyarakat Sumut yang bermartabat. “Dan yang perlu diketahui bahwa MTQ ini keberadaannya bukan hanya dirasakan umat Islam di Sumut melainkan juga dirasakan umat dari agama lainnya,” katanya.

Diketahui, MTQN XXVII kali ini diikuti 1.555 kafilah dari 34 provinsi. Dalam rangkaian MTQ dilaksanakan juga kegiatan pendukung seperti parade seribu hafiz, pameran Alquran yang ditulis 300 tahun silam dan kegiatan lainnya. Amatan Sumut Pos, para tamu undangan yang berhadir disuguhkan acara pembukaan yang penuh warna dan spektakuler. Permainan lampu dan cahaya di arena utama membuat hidup suasana malam pembukaan. Di akhir acara, para hadirin dan tamu undangan dihibur oleh Trio Bimbo yang membawakan tembang-tembang unggulan mereka.

Jokowi: Ini Tugas Berat yang Diberikan kepada Saya

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ANUGERAH: Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam menyampaikan sambutan pada penganugerahan gelar kepada Presiden Joko Widodo, Minggu (7/10).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
ANUGERAH: Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam menyampaikan sambutan pada penganugerahan gelar kepada Presiden Joko Widodo, Minggu (7/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi kerabat baru Kesultanan Deli. Itu setelah Jokowi mendapat penyematan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam, di Istana Maimun Medan, Minggu (7/10) PRESIDEN Jokowi dan ibu negara Iriana tiba di Bandara Kualanamu Deliserdang, Minggu (7/10) pagi. Kedatangan presiden dan rombongan ini disambut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmyadi yang mengenakan teluk belangan berwarna putih, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara Nawal Lubis.

Turun dari pesawat, Joko Widodo dan Edy Rahmayadi berjalan berdampingan hingga memasuki ruang VIP bandara. Turut hadir bersama Gubsu, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Agus Andrianto, Pangdam I BB M S Fadillah Sabrar. Sesampainya di VIP Bandara Kualanamu, Joko Widodo dan rombongan bergerak menuju Istana Maimun Medan untuk menerima anugerah gelar kesultanan dari Kesultanan Deli. Tampak Jokowi telah bertukar pakaian, mengenakan teluk belangan berwarna hitam dengan corak keemasan.

Di Istana Maimun, keluarga kesultanan sudah bersiap. Di halaman muka Istana Maimun, masyarakat sudah menyemut sejak pagi hari. Bahkan hujan gerimis tak menyurutkan niat ribuan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya menyaksikan langsung gelar kebangsawanan yang diterima presiden Indonesia ketujuh, di tempat yang penuh sejarah dan juga sacral itu.

Sejumlah penari adat Melayu pun sudah bersiap menyambut kedatangan orang nomor satu di republik ini. Mereka berdiri berjejer mulai dari depan pintu masuk Istana Maimun. Begitupun para pejabat daerah baik Sumut dan Kota Medan, ikut meramaikan prosesi penyambutan menggunakan pakaian Melayu.

Ketika turun dari mobil, Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja seperti Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan lainnya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut, serta sejumlah pejabat teras yang ada di Sumut.

Sesampainya di ruangan dalam Istana Maimun, Jokowi disambut hangat Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam, didampingi pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj, unsur perangkat dari Kesultanan Deli dan Datuk Empat Suku.

Prosesi pemberian gelar berlangsung khidmat di Balairung Istana Maimun. Didahului pembacaan sinopsis Gelar Adat oleh Profesor Dr H OK Saidin SH Mhum bergelar Datuk Sri Amar Lela Cendikia. Prosesi kemudian dimulai dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Pin Kesultanan dan Keris disematkan oleh Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam. Dan berakhir dengan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan. Dengan demikian, Presiden Jokowi telah sah menjadi kerabat baru di Kesultanan Deli dan mengambil tempat di kursi kehormatan.

Sebagai ucapan rasa syukur dan selamat, Presiden Jokowi ditepung tawari oleh Sultan Deli dan beberapa unsur perwakilan. Termasuk, Gubsu Edy Rahmayadi yang bergelar Datuk Laksamana Nara Diraja, Walikota Medan Dzulmi Eldin, dan perwakilan keluarga raja-raja. Hadir diantaranya Yani S Kuswodijoyo dari Kesultanan Sumenep dan Ratu Kokoda dari Papua Barat.

Laporan dari pihak Kesultanan Deli, ini merupakan kali kedua kunjungan Jokowi ke Istana Maimun sejak menjadi Presiden RI. Dalam sejarah berdirinya Istana Maimun, untuk kali ketiga seorang presiden berkunjung ke sana setelah sebelumnya Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli yang bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri. Katanya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penganugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Perimbangan-pertimbangan utama kami untuk menganugerahkan gelar kebangsawanan tertinggi bagi Presiden RI, Bapak Ir H Joko Widodo, adalah setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya Bapak Presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini,” ucap Sultan Deli kelahiran Agustus 1997 itu.

Lebih lanjut, Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam mengatakan, salah satu pertimbangan lainnya adalah perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat.

Sementara itu, Presiden RI Ir H Joko Widodo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kesultanan Deli atas gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri yang telah diperolehnya. “Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, harapan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” ucapnya.

Menurut Jokowi, banyak yang berpikir bahwa kemajuan dapat dicapai dengan mengesampingkan budaya dan menyingkirkan adat istiadat. Tetapi bagi Indonesia, kata Jokowi, justru energi utama dan modal untuk meraih kemajuan Indonesia adalah budaya. Untuk itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk turut melestarikan budaya dan adat istiadat. “Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia,” tuturnya.

Acara Anugerah Gelar Adat turut disaksikan oleh lima ribuan lebih masyarakat Sumut di pelatarah halaman Istana Maimun. Turut hadir dalam gelar adar tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Hj Sabrina, Gubernur Sumut periode 2013-2018 Tengku Erry Nuradi, datuk empat suku Kesultanan Deli serta kerabat kesultanan Deli, Pengurus Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), raja dan sultan nusantara yang hadir.(*)

BWSS II Masih Mapping Sungai

Banjir di kota Medan
Banjir di kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengendalian banjir di Kota Medan dan sekitarnya hingga kini masih tahap pemetaan sungai dan dalam kajian Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. Padahal, sesuai instruksi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dua minggu setelah rapat koordinasi antarstakeholder harus sudah ada hasil yang disampaikan tim terpadu yang dikoordinir BWSS II dan Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut.

Diketahui, rapat koordinasi (Rakor) terpadu yang langsung dikomandoi Gubsu itu digelar pada 17 September lalu. Rakor tersebut, selain dihadiri Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, instansi terkait baik Pemprovsu, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang juga para camat dan lurah di wilayah yang kerap terkena banjir. Namun hingga saat ini, sudah lebih dua minggu, hasil kajian dari tim terpadu belum juga ada dan belum diketahui masyarakat.

Kepala BWSS II Roy Panagom Pardede mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pemetaan (mapping) sungai yang berada di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. “Masih mapping sungai. Sudah tujuh sungai yang selesai,” katanya saat dikonfirmasi Sumut Pos via layanan WhatsApp, Minggu (7/10).

Tetapi sayang, Roy enggan merinci ketujuh sungai yang sudah mereka mapping tersebut. Menurutnya, saat ini tim terpadu masih bekerja untuk menelaah secara komprehensif sumber banjir yang selama ini menghantui warga Medan. “Nanti saja ya. Tuntas dulu (hasil mapping sungai, Red),” pungkasnya tanpa mau menyebutkan hasil sementara dari pemetaan ketujuh sungai tersebut.

Indonesia Bangsa Besar, Jangan Mau Dipecah Belah

.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – INDONESIA merupakan bangsa yang besar dan memiliki penduduk 260 juta jiwa. Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahim dengan Paguyuban Warga Jawa Sumatera Utara di Gedung Olahraga (GOR) Lubukpakam, Minggu (7/10) siang.

Dalam pertemuan yang dihadiri ribuan warga Jawa Sumatera Utara tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi turut mendampingi bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia adalah negara besar. Tidak mengherankan jika banyak orang Jawa yang hidup di Sumatera Utara. Oleh karena itu, sambung Jokowi, tidak mengherankan pula orang Sumatera Utara yang hidup di Jawa. “Sudah biasa karena memang kita masih dalam NKRI, ini negara besar, ada 714 suku, sebuah jumlah yang sangat besar. Bandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki 4 suku. Afganistan 7 suku,” ujarnya.

Hal tersebut berarti Indonesia adalah negara besar yang di dalamnya hidup bermacam perbedaan. “Selain beda suku, beda agama, beda adat, beda tradisi setiap daerah berbeda-beda. Di Sumut saja banyak ucapan salam, ada horas, tapi nanti di Pakpak beda lagi juah juah, di Karo beda lagi mejuah juah. Bayangkan, Sabang sampai Merauke,” katanya.

Indonesia, kata Jokowi, dianugerahi perbedaan yang banyak. “Saya titip selalu saya sampaikan jangan sampai karena beda Bupati, Gubernur, Presiden, Walikota itu tiap 5 tahun itu akan ada terus jangan sampai kita terpecah terbelah gara-gara pilihan. Kita harus tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Presiden Jokowi mengharapkan masyarakat Indonesia rukun secara rukun agawe santosa, crah agawe bubrah. “Rukun akan membuat kita sejahtera. Kalau terbelah-belah membuat kita jadi rusak. Ini nanti di daerah masih seperti itu. Untungnya di Sumut tidak. Jangan sampai, akan rugi besar kita,” katanya.

Presiden mencontohkan kerukunan masyarakat pada saat Asian Games yang belum lama berakhir. Menurutnya pada saat bertanding, tidak ada atlet yang berpikir tentang identitas. “Jangan hal yang kecil dibesar- besarkan, kemudian yang besar justeru lupa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ketua DPP Pujakesuma, Suratman mengatakan populasi orang Jawa di Sumatera Utara cukup besar. “Ini merupakan aset bangsa yang perlu diberdayakan dan konsten serta perkumpulan menjaga keharmonisan kerukunan umat bergama, etnis dalam untaian NKRI,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dan Edy Rahmayadi disambut ribuan warga Jawa Sumatera. Tak ketinggalan pula banyak warga yang meminta swafoto dan bersalaman dengannya.

Turut hadir dan bersama Edy Rahmayadi mendampingi Presiden, Pangdam I BB, M S Fadillah Sabrar, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, Bupati Serdang Bedagai, Soekirman.

Kota Palu Mulai Bergeliat

AFP photo CARI KORBAN: Relawan Prancis melihat perangkat sebelum memasuki Hotel Mercure yang rusak parah akibat gempa untuk pencarian korban, Kamis (4/10).
AFP photo
CARI KORBAN: Relawan Prancis melihat perangkat sebelum memasuki Hotel Mercure yang rusak parah akibat gempa untuk pencarian korban, Kamis (4/10).

PALU, SUMUTPOS.CO – Bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, telah menewaskan 1.763 orang, merusak puluhan ribu rumah, dan membuat 63.359 jiwa mengungsi. Meski demikian, pada H+9 pascabencana, Kota Palu dan sekitarnya sudah nampak kembali bergeliat.

Bantuan dalam negeri dan asing terus berdatangan Di pasar, pedagang sudah kembali berjualan meski harga sebagian besar barang naik tiga kali lipat. Prajurit bersenjata sekarang ada di mana-mana di kota yang nyaris runtuh total dari tatanan sosial Perampokan dan penjarahan yang sempat terjadi karena kekurangan bahan makanan dan minuman telah dapat dikendalikan. Jalan semakin membaik, antrian bensin menjadi lebih pendek, listrik dan telekomunikasi sudah kembali beroperasi.

Memang situasinya masih jauh dari normal, namun ini adalah awal.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga menjelaskan dalam masa tanggap darurat, Kementerian PUPR fokus terhadap empat tugas. Yakni membantu evakuasi korban bencana, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing bangunan, dan penyelesaian masalah konektivitas.

“Untuk konektivitas saat ini jalan jalan sudah mulai terbuka dari mulai lintas barat, lintas tengah, lintas timur, dan perbaikan dua jembatan di jalan nasional, dengan terbukanya konektivitas, bantuan logistik sudah mulai lancar,” kata Danis beberapa waktu lalu.

Danis menambahkan, dalam menyediakan air bersih dan sanitasi bagi pengungsi, Kementerian PUPR juga telah menyediakan 22 Hidran Umum (HU) berkapasitas masing-masing 2.000 liter. Tersebar di 18 titik.

Lokasi-lokasi HU di antaranya di Lapangan Watulempo, Halaman Balaikota, Bundaran Biromaru, Bundaran STQ, Makorem, Mesjid Raya, Mako Sabara Paboya, Lapangan Anoa, Lapangan Perdos, Lapangan Dayodara, GOR Srikandi, Kampung Siswa (Kel. Baiya), Kel. Patoloan Boya, BTN Lasonni, Mako Set Brimob Mamboro, Lapangan Bonja Vera di Kabupaten Donggala (2 unit), Lapangan Kawatuna (2 unit), dan Gedung RRI Palu (2 unit).

Untuk menyediakan air bersih, selain hidran umum dan mobil tangki air, Kementerian PUPR mengirimkan mobil IPA (Instalasi Pengolahan Air) yakni 2 unit dari Surabaya dan 1 unit Bekasi. Ketiga mobil telah tiba di Palu dan digunakan memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi.

Ihwal pembersihan Kota Palu dan Donggala dan pemulihan akses jalan, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat. Total alat berat yang sudah beroperasi terdiri 26 excavator, 12 dump truck, 6 wheel loader, 6 buldozer, 1 unit rock breaker dan 1 unit backhoe loader. Jumlah alat berat akan ditambah yang dikirim dari kota-kota di Pulau Sulawesi.

Alat berat untuk evakuasi korban dan pembersihan puing-puing di Hotel Roa-roa dioperasikan 1 unit rock breaker. Di permukiman Balaroa dioperasikan 5 ekcavator, 1 buldozer, 1 dump truk dan 1 wheel loader dan Perumahan Petobo sebanyak 7 ekcavator, 1 dump truck dan 1 back hoe loader.

Dalam pemulihan akses jalan di Kebon Kopi sebanyak 7 ekcavator, 5 buldozer, 5 dump truck dan 1 wheel loader. Di ruas Loli – Taman Ria Tipodan Bulili dioperasikan 1 ekcavator dan 1 wheel loader. Untuk ruas jalan Juanda – Diponegoro di Kota Palu dioperasikan 5 ekcavator, 5 dump truck dan 3 wheel loader dan 1 ekcavator di Sigi dan Langaleso.

SSCN Membludak, Pelamar Disarankan Klik Portal BKN

Tes CPNS-Ilustrasi.
Tes CPNS-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jumlah pelamar CPNS yang mengunjungi portal SSCN (sistem seleksi CPNS nasional) semakin banyak. Tercatat hingga Jumat (5/10) pukul 16.00 WIB, sudah 3.399.744 pelamar yang membuat akun. Sedangkan pelamar yang telah memilih instansi sebanyak 1.807.097 orang.

Dari data tersebut menunjukkan, para pelamar masih banyak yang wait and see. Mereka menunggu seluruh instansi membuka lowongan CPNS. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, masih tersisa tujuh persen instansi yang belum mengumumkan formasinya di portal SSCN.

Untuk menjaga portal SSCN bebannya makin berat, BKN menyarankan para pelamar yang hanya sekadar melihat formasi melihat di tautan https://helpdesk.bkn.go.id/sscn/CekFormasi.dpt.

“Bagi pelamar yang ingin mencari formasi berdasarkan instansi, pendidikan dan jabatan, silakan klik https://helpdesk.bkn.go.id/sscn/CekFormasi.dpt,” ujar Karo Humas BKN Mohammad Ridwan, Minggu (7/10).

Fitur pencarian lowongan yang selama ini dipakai, lanjutnya, sangat membebani kinerja server SSCN. Warganet sangat disarankan memakai tautan di atas saja.

Dia menyebutkan, pelamar yang telah selesai daftar sebanyak 1.182.488 orang. Pelamar yang telah diverifikasi oleh instansi: 349.067 orang

Untuk instansi yang pelamarnya paling sedikit adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebanyak 119 orang. Kemudian Badan Koordinasi Penanaman Modal 162, Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial 165. Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 189, dan Setjen WANTANNAS 193.(esy/jpnn/ala)

Dorong Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Internasional

istimewa PENANDATANGAN: MoU Penandatangan pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia.
istimewa
PENANDATANGAN: MoU Penandatangan pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor (WR) I UMSU, Dr Muhammad Arifin Gultom dalam sambutannya pada acara penandatanganan naskah kerja sama UMSU dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri Medan, Jumat (5/10).

“Melalui penandatanganan kerja sama UMSU dengan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini bisa lebih mendorong peningkatan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Paling tidak menjadi bahasa resmi di tingkat Asean,” sebut Arifin.

Arifin menilai kerja sama yang dilakukan UMSU dengan Badan Bahasa merupakan upaya untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia. Ia berharap kerja sama yang dilakukan bisa diwujudkan dengan kegiatan yang lebih konkrit.

“Ada kesan Bahasa Indonesia kurang mendapatkan perhatian dan diminati ketimbang dengan bahasa asing,” tutur Arifin.

Untuk diketahui, Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan Wakil Rektor (WR) I Dr Muhammad Arifin Gultom bersama Prof Dr Dadang Sunandar MHum selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Termasuk, sepakat menjalin kerja sama dalam pengembangan termasuk penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Sementara Prof DR Dadang Sunandar MHum menjelaskan penggunaan Bahasa Indonesia merupakan harga mati. Artinya Indonesia sebagai bangsa yang memiliki keberagaman suku serta bahasa mampu bersatu dengan adanya Bahasa Indonesia.

“Indonesia terdiri dari lebih dari 1.300 suku dengan sekitar 652 bahasa daerah. Pendataan Badan Bahasa masih terus berlanjut dan diyakini jumlah bahasa daerah di Indonesia lebih banyak lagi,” jelas Dadang.

Untuk itu, Khusus di Sumut sendiri ada sebanyak 14 bahasa daerah yang terdata dan delapan yang menonjol. Hal ini menunjukkan betapa beragamnya bahasa daerah yang harus dijaga, jangan sampai punah.

“Beragamnya Bahasa daerah di Indonesia menarik minat banyak peneliti dari luar negeri yang tertarik mempelajari keberadaan suku dan bahasa daerah. Ribuan peneliti dari seluruh dunia ini menjadikan Indonesia sebagai laboratorium bahasa dunia sehingga sudah seharusnya bahasa daerah dilindungi agar tidak punah,” jelas Dadang.

Di sisi lain, Dadang mengaku prihatin dengan prilaku berbahasa sebagian masyarakat Indonesia yang menyepelekan keberadaan dan posisi Bahasa Indonesia.

Berdasarkan pengamatan, masih banyak yang menggunakan bahasa asing di ruang-ruang publik, padahal sangat jelas melanggar aturan.

“Bahasa Indonesia sering dianggap sepele, padahal keberadaan Bahasa Indonesia menentukan masa depan Indonesia,” ujar Dadang.

Badan Bahasa gencar mensosialisasikan dan mengembangkan Bahasa Indonesia, bukan hanya secara nasional bahkan ke internasional, di antaranya lewat Program Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

“Sejalan dengan itu juga Badan Bahasa menanamkan nilai-nilai ke Indonesiaan di luar negeri demi mewujudkan peran dan pengaruh mendukung perdamaian dunia,” tandasnya.

Penandatanganan naskah kerja sama ini diisi dengan kuliah umum bertajuk, ’Penginternasionalan Bahasa Indonesia dalam Upaya Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.’(gus/azw)

Guru Bersertifikasi Wajib Mengajar 24 Jam

.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Seorang tenaga guru yang sudah bersertifikasi wajib mengajar selama 24 jam dalam seminggu. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat Syaiful Abdi. “Guru bersertifikasi wajib mengajar 24 jam dalam seminggu,” kata Saiful.

Namun, seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang sudah bersertifikasi berinisial Sur, dan mengajar Bidang Studi Olahraga di SDN 056426 Desa Gergas Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat sudah lebih dari dua pekan tidak mengajar. Bahkan, hal itu sudah beberapa kali terjadi.

Menurut informasi, ada dugaan kalau Sur juga sering memanipulasi absensi agar dirinya bisa mengambil gajinya. Tidak masuknya Sur selama dua pekan ke sekolah dibenarkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 056426, Hj Mariana.

Saat di temui di SDN 056426 Gergas, Sabtu (6/9), Hj Mariana mengatakan bahwa Sur sedang sakit, dan juga akan mengurus kepindahannya.

“Kemarin dia (Sur) sakit. Kalau saat ini katanya sedang mengurus usulan kepindahannya ke tempat lain,” urai Hj Mariana. (bam/azw)

500 Mahasiswa Dilatih Penanggulangan Bencana di Sibolangit

istimewa PEMBEKALAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat memberikan pengarahan kepada 500 mahasiswa di Halaman Polrestabes Medan, Minggu (7/10/) 
istimewa
PEMBEKALAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat memberikan pengarahan kepada 500 mahasiswa di Halaman Polrestabes Medan, Minggu (7/10/)

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memberikan pembekalan dan pelatihan kepada mahasiswa yang ada di beberapa Universitas Kota Medan.

Para mahasiswa yang berjumlah sekitar 500 orang terdiri dari Pancabudi, Himmah Medan, UISU, HMI Syariah, STIPK, Umi, UMSU, USU, Triguna Dharma, Unimed, Pramuka ,Lipia, Masica Icmi, Potensi Utama, PMKRI, Nomensen, Al Azhar, Uinsu Sitek, PMII Dan Senat Mahasiswa UINSU.

Ke semua mahasiswa ini diberangkatkan dengan menaiki bus ke The Hill Sibolangit dan akan dilatih Sat Brimobda Sumut tentang penangulangan bencana Alam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Waka polrestabes medan AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, Kabag Sumda AKBP Dorma Purba, Kasat Binmas AKBP Ramlan, Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sony Wilfred, Kasat Lantas AKBP Juli Prihartini, Kasat Intel AKBP Masana Sembiring.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan kegiatan pembekalan dan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Sekarang kita menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, konfleksitas lingkungan dan mungkin ke depan persaingan kita dengan negara-negara Luar. Untuk itu mari ditingkatkan dan bangun pembelajaran Semaksimal mungkin,”kata orang nomor satu di Polrestabes Medan ini, Minggu (7/10).

Perwira pangkat tiga melati ini menyatakan hari ini para mahasiswa akan melakukan tentang pengetahuan dalam menghadapi bencana Alam.

“Ini sebagai pencerahan kepada adek-adek mahasiswa yang bisa disalurkan kepada masyarakat dan untuk membangun rasa kekompakan serta saling tukar informasi. Saya sampaikan kepada Adik-adik Mahasiswa dalam aktifitas begitu padat, mari jaga kesehatan dan Selamat mengikuti pelatihan, ”ujarnya. (bbs/azw)