Home Blog Page 5886

47 Judul Penelitian Diperlombakan

.

MEDAN,SUMUTPOS.CO -Lomba Peneliti Belia Sumut (LPBSU) 2018 kembali digelar. Tahun ini, setidaknya 47 tim penelitian siswa tingkat SMP dan SMA di Sumatera Utara (Sumut) diperlombakan. Mereka bersaing untuk bisa mendapuk gelar peneliti terbaik mewakili Sumut yang digelar Sabtu (6/10).

Ajang yang digelar sehari ini menampilkan judul penelitian yang unik dan menarik untuk kepentingan hajat hidup manusia.

Ketua Panitia LPBSU 2018, Nining Kartika mengatakan ada empat kategori penelitian yang dilombakan, yakni Ilmu Hayati, Ekologi, Campuran (Komputer, Matematika dan Fisika) dan pembahan bidang yang terbaru pada tahun ini berupa Ilmu Sosial yang terdiri dari Psikologi, Sejarah, Budaya dan Geografi.

Penelitian dari bidang Hayati dan Ekologi masih mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mengikuti dua sesi lomba, dan terakhir berupa lomba poster penelitian dan presentasi. Tidak semua peserta melakukan presentasi, hanya peserta yang lolos poster saja yang melakukan presentasi hasil penelitiannya di depan para juri.”Penelitian harus memberikan solusi dan alternatif bagi daerah. Idealnya 33 kabupaten/kota memiliki tim riset, itu menjadi kunci perubahan bangsa kita. Tidak hanya melahirkan orang-orang yang kritis tapi juga memberikan solusi dengan melakukan penelitian,” ungkap Nining.

Dalam gelaran tersebut, setidaknya ada tujuh kabupaten/kota dari beberapa sekolah yang ikut dalam ajang diantaranya Kabupaten Deliserdang, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Kota Tebingtinggi, Pematang Siantar dan Medan ujar Nining didampingi Dede Hariani selaku Wakil Ketua Panitia LPBSU 2018.

Sementara itu, Direktur Centre for Young Scientists (CYS), Monika Raharti mengatakan LPB memberikan kesempatan yang besar bagi siswa untuk ambil bagian dalam lomba penelitian tingkat nasional dan internasional. Sumut selama ini selalu menjadi bagian dari perwakilan Indonesia pada lomba tingkat internasional yaitu Internasional Conference of Young Scientists (ICYS) dan Asian Pasific Conference of Young Scientists (APCYS). Tahun depan APCYS akan digelar di Thailand dan ICYS akan digelar Serbia.

“Peserta yang akan mengikuti lomba tingkat internasional nantinya akan dibina CYS terlebih dahulu selama 4-6 bulan. Saya mengapresiasi para peserta yang sudah menyelesaikan penelitiannya. Tentu prosesnya tidak mudah dan penuh tantangan,” ungkapnya.

Kriteria penilaian dalam lomba tersebut antara lain seberapa penting latar belakang penelitian untuk komunitas sekitarnya, manfaat penelitian tersebut dan tidak mengawang. Kemampuan siswa dalam mengusulkan penelitian, metodologi serta langkah-langkah yang baik dan penyampaian isi penelitian juga menjadi pertimbangan.

Pemenang lomba tersebut pun diumumkan pada sore hari yang sama, untuk kategori Ekologi dimenangkan oleh SMA Chandra Kumala School dengan judul penelitian, ‘Rice Husk Ash And Eggshells as Substitutes for Cement in Making Concrete.’ Sedangkan kategori Ilmu Hayati dimenangkan tim dari SMP Swasta AL muslimin Pandan Tapanuli Tengah dengan penelitiaan: Bubuk Teh Dari Daun Kersen Penurun Kadar Gula Darah (Diabetes). (dvs/azw)
Sementara di kategori Komputer, Matematika, dan Fisika dimenangkan oleh SMP Chandra Kumala School dengan penelitian Arduino Based Auto Control Systems to Prevent Ship Overloaded.

Terakhir pada bidang Psikologi, Sejarah, Budaya dan Geografi diraih oleh SMAN 1 Matauli Pandan dengan judul penelitian ‘Keberagaman dan Akulturasi Budaya Suku Pesisir Sibolga dan Bugis di Hajoran, Kabupaten Tapanuli Tengah.’

Sedangkan untuk juara poster dimenangkan oleh SMA Matauli, Tapteng dengan judul Budaya Suku Pesisir Sibolga dan Suku Bugis pada bidang Sosial, sementara 3 bidang poster lainnya dimenangkan oleh SMAN 4 Tebingtinggi dengan judul ‘Ular Tangga Listrik pada Bidang Science, Penyaring Air Parit pada Bidang Ekologi dan Areca Nut Dryer pada bidang Life Science.’ (dvs/azw)

Pendidikan Inklusi dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

istimewa BERSAMA: HKI foto bersama dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.
istimewa
BERSAMA: HKI foto bersama dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Pentingnya memperjuangkan pendidikan inklusi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Khususnya, terkait dengan anak-anak penyandang disabilitas menjadi agenda pertemuan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko dengan Country Director Hellen Keller Indonesia (HKI) Michael Lynch.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Staf Kepresidenan itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Maaf membuat Anda menunggu agak lama,” ucap Kastaf mengawali pembicaraan yang kemudian ditimpali Michael Lynch dengan memaklumi kesibukan Moeldoko sebagai Kastaf.

Michael kemudian membuka pembicaraan dengan menceritakan sekilias tentang HKI. “Kami sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1970-an untuk membantu program-proram pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan, baik terkait anak-anak tunanetra maupun permasalahan eye health pada umumnya,” tutur Michael.

HKI merupakan organisasi berskala internasional dan didirikan oleh seorang tunanetra Amerika bernama Helen Keller yang lahir tahun 1880 dan berhasil keluar dari keterbatasannya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di Harvard University. Keberhasilan Helen Keller tak bisa dilepaskan dari peran guru pendampingnya sejak kecil yaitu Anne Sullivan Macy.

“Perjuangan untuk keluar dari keterbatasan itulah yang menjadi spirit utama HKI sekaligus menjadi visi dan misi kami untuk membantu memperjuangkan tercapainya pendidikan inklusi di Indonesia,” jelas Nunu Nurdyana Inclusive Senior Program Officer HKI.

Selain Nunu, Micheal datang bersama Dian Hadihardjono (Nutrition Program Manager), Retno Palupi dan Sapta Ginting.

Moeldoko sangat mengapresiasi kedatangan HKI karena selama ini KSP juga memiliki komitmen untuk memperjuangkan terwujudnya pendidikan inklusif dan bahkan sudah memiliki seorang tenaga ahli dari kalangan penyandang disibilitas, Sunarman yang ikut mendampinginya dalam pertemuan Kamis siang (4-10-2018) itu.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk mewujudkan program-program pendidikan inklusi dan memperjuangkan kesetaraan bagi hak-hak penyandang disabiltas pada umumnya, baik hak untuk mendapatkan pendidikan maupun hak untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang sudah ada undang-undangnya,” ujar Moeldoko menanggapi salah satu usulan HKI untuk meneruskan program penghargaan inklusi yang pernah mereka selenggarakan.

Program penghargaan sangat bermanfaat untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat dalam memperjuangkan pendidikan inklusi sekaligus membantu menjembatani kesenjangan antara kelompok disabilitas dan non disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan.

Michael Lynch juga menjelaskan bahwa program-program kesehatan seperti pencegahan stunting yang pernah dikampanyekan Kastaf adalah sangat penting.

“Program nutrisi merupakan upaya membentuk generasi muda yang lebih baik karena di masa depan merekalah yang akan menjadi generasi pemimpin,” tegas Micheal.

Di akhir pertemuan, Micheal memberikan topi dan beberapa buku tentang program-program HKI yang sudah berhasil terlaksana.

Kastaf pun spontan memakai topi yang diberikan yang kemudian diikuti Michael meskipun topi itu tidak muat di kepalanya. (bbs/azw)

Mitsubishi Genjot Produksi Xpander

Xpander
Xpander

SUMUTPOS.CO – Mitsubishi Motors mengumumkan rencana peningkatan kapasitas produksi serta lokalisasi produksi mesin Mitsubishi Xpander di fasilitas Nissan Motor Indonesia (NMI) mulai tahun fiskal 2020, Rabu (3/10).

Chief Executive Mitsubishi Motors Osamu Masuko menjelaskan, pihaknya akan menggelontorkan investasi JPY 4 miliar atau sekitar Rp 540 miliar untuk mengembangkan fasilitas produksinya di Bekasi.

Hal tersebut dilakukan untuk merespons permintaan yang besar terhadap Xpander, baik di pasar domestik maupun ekspor. Mesin Xpander juga akan diproduksi di NMI, anak perusahaan Nissan Motor Co Ltd di Indonesia.

Sinergi itu akan meningkatkan rasio penggunaan suku cadang lokal pada Xpander dari 70 persen menjadi sekitar 80 persen.

Pengembangan di fasilitas NMI akan mampu memproduksi 160.000 unit mesin per tahun.

Berdasar data Mitsubishi, Xpander telah membukukan 100.000 angka pemesanan di Indonesia sejak diperkenalkan Agustus 2017 hingga akhir September 2018.

Pada Maret dan Juli tahun ini, Xpander menduduki posisi pertama daftar volume penjualan roda empat di Indonesia.

”Selain itu, permintaan dari negara-negara pengekspor seperti Vietnam, Filipina, Bolivia, dan lain-lain juga meningkat. Untuk itu, kami perlu lebih fokus meningkatkan suplai kepada konsumen,” kata Osamu.

Dengan investasi Rp 540 miliar tersebut, Mitsubishi bakal mengekspansi kapasitas produksi tahunan saat ini yang mencapai 160.000 unit menjadi 220.000 unit pada tahun fiskal 2020.

Perluasan produksi itu juga memberikan tambahan lapangan kerja bagi 800 orang di pabrik Bekasi untuk melengkapi total karyawan mencapai 4.100 orang.

Volume produksi Xpander sendiri akan meningkat dari 115.000 unit menjadi 160.000 unit pada tahun fiskal 2020.

Ekspor akan meningkat dari 30.000 unit menjadi 50.000 unit untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, termasuk negara-negara ASEAN.

”Penjualan Mitsubishi di Indonesia menjadi nomor satu di penjualan global mengungguli Tiongkok dan AS. Indonesia menjadi ekspor hub Mitsubishi selain Thailand dan Jepang. Jadi, itu menunjukkan betapa pentingnya market Indonesia,” ungkap Osamu. (agf/c22/oki/ram)

Normalkan Pendistribusian BBM di Sulteng, Pertamina Kirim Puluhan Relawan Operator

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos RELAWAN: Pelepasan relawan operator SPBU dari PT Pertamina MOR I di Medan. Ada sebanyak 23 relawan yang diberangkatkan.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
RELAWAN: Pelepasan relawan operator SPBU dari PT Pertamina MOR I di Medan. Ada sebanyak 23 relawan yang diberangkatkan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Untuk memulihkan pendistribusian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Paska Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I mengirimkan relawan operator SPBU kesejumlah titik lokasi yang terkena dampak.

Ada sebanyak 23 orang relawan operator SPBU yang terdiri dari 15 orang operator SPBU berasal Sumatera Utara dan 8 orang lainnya, berasal dari operator SPBU Sumatera Barat dan Riau. Puluhan relawan tersebut, dilepas di Kantor Pertamina di Medan, Jum’at (5/10) petang.

General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo, mengatakan relawan diberangkat ke Sulteng untuk membantu pendistribusian kepada masyarakat, untuk penyaluran BBM operasional alat-alat berat untuk evakuasi dan pencarian korban serta untuk kenderaan miliki Basarnas.

“Bahwa sudah menjadi kewajiban bagi Pertamina untuk membantu para korban bencana tsunami dan gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah,” sebut Joko kepada wartawan di Medan.

Akibat bencana alam ini, banyak SPBU yang rusak dan menyebabkan penyaluran distribusi BBM terhambat. Untuk itu, tugas puluhan relawan untuk memulihkan kondisi penditribusian BBM tersebut.

Dengan itu, Joko Pitoyo juga memberikan apresiasi kepada para operator SPBU yang ikut berpartisipasi dengan menjadi relawan dan berangkat langsung menuju lokasi bencana.

“Sebagai perusahaan yang mengabdi pada negeri, sudah menjadi kewajiban bagi Pertamina untuk ikut membantu para korban bencana tsunami dan gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah,” kata Joko.

Joko mengungkapkan mewakili Pertamina MOR I menyatakan turut berduka dan ikut berbelasungkawa atas bencana tsunami dan gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah. Insan Pertamina MOR I siap membantu dan berpartisipasi untuk pemulihan pasca bencana.

“Kami mengapresiasi para operator SPBU yang telah menyempatkan waktunya dengan solidaritas tinggi berangkat menuju lokasi bencana untuk membantu dan meringankan teman-teman kita yang ada di sana dan menatap masa depan mereka lebih optimis,” tutur Joko.

Pengiriman relawan ini, tidak sampai disini saja. Namun akan dikirim kembali relawan dari Pertamina secara bertahap dalam waktu secepatnya. Para relawan tersebut, akan bergabung dengan relawan lainnya dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu, Salah satu operator yang menjadi Relawan, Pandu Winata, mengatakan bahwa keinginannya untuk menjadi relawan adalah untuk membantu para korban bencana tsunami dan gempa yang terjadi di Palu, Donggala, dan daerah Sulawesi Tengah lainnya.

“Kami sangat tergugah oleh bencana yang menimpa Saudara kita di Sulawesi Tengah. Begitu dibuka pendaftaran relawan, kami pun mendaftar untuk membantu pemulihan operasional SPBU yang saat ini berangsur normal. Kami berharap kedatangan kami dari MOR I dapat meringankan beban para korban bencana alam ini,” kata Pandu.(gus/ram)

Tinggalkan Juru Kunci, Barito Putra v PSMS Medan

IMBANG: Pemain PSMS Felipe Marthin merayakan golnya ke gawang Barito Putra di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (7/10) malam.
IMBANG: Pemain PSMS Felipe Marthin merayakan golnya ke gawang Barito Putra di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (7/10) malam.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan membawa pulang satu poin dari lawatannya ke markas Barito Putera. Tim besutan Peter Butler menahan imbang Barito dengan skor 3-3 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/10) malam. Gol Rachmat Hidayat pada menit ke-66 memastikan comeback PSMS setelah dua kali tertinggal.

Ini merupakan kali ketiga beruntun PSMS bisa mencuri poin di kandang lawan. Sebelumnya PSMS menahan imbang Persija 0-0 dan Perseru 1-1. Ini menjadi modal bagus PSMS untuk bertahan di Liga 1.

Apalagi hasil seri tersebut membuat Ayam Kinantan sementara keluar dari posisi juru kunci. Posisi yang sudah dihuni PSMS sejak 12 Juli 2018. Pasalnya Perseru yang mengoleksi poin yang sama, yakni 24 poin kalah head to head. Namun begitu, Perseru baru memainkan laga ke-24 kontra Persija pada hari ini, Senin (8/10).

Pelatih PSMS, Peter Butler mengaku senang dengan kemenangan ini. Menurutnya anak-anak asuhnya menerapkan instruksi dengan baik. “Saya senang sekali melihat pemain, mereka kalah 1-2 tapi mampu tunjukkan yang terbaik. Kita bermain defensif, tapi ofensif kita juga lebih baik. Babak pertama kita bagus ofensif, tapi defensif kita lemah. Lalu saya masukkan Felipe di babak kedua, dia mampu merepotkan pertahanan dan ciptakan gol. Kemudian Rachmad juga lakukan finishing yang baik,” ungkapnya.

Namun Butler kecewa dengan tim lawan. Terutama ofisial Barito yang ditudingnya telah memukulnya. “Saya heran kenapa ofisial bisa masuk lapangan dan pukul saya. Semua badan saya sakit, tapi saya kuat bisa menahan. Bagaiman asisten pelatih dan dua pemain dari kiri saya memukul saya. Situasi sepak bola Indonesia tidak baik. Padahal saya tunjuk hormat kepada wasit dan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu winger PSMS, Rachmad Hidayat juga berharap satu poin ini sangat krusial untuk membantu PSMS keluar dari zona degradasi. “Seperti yang pelatih bilang, dari awal kita harus yakin. Percaya pada taktikal pelatih dan percaya dengan teman kita bisa ambil poin di sini. Alhamdulillah kita berhasil pulang bawa poin,” beber Rachmad.

Perjuangan PSMS meraih satu poin memang tak mudah. Laga ketat memang tersaji sejak awal laga. Tanpa Frets, Peter Butler memilih tiga penyerang sayap di lini depannya yakni Rachmat Hidayat, Antoni dan Shohei Matsunaga. Agresivitas PSMS langsung membuahkan hasil di enam menit awal lewat gol Matsunaga.

Berawal dari penetrasi Antoni di sektor sayap, umpannya diblok bek Barito. Bermaksud membuang bola, malah jatuh ke kaki Matsunaga yang dengan sigap langsung menaklukkan Aditya Harlan, kiper Barito. Namun Barito bereaksi cepat. Belum lagi habis kegembiraan PSMS, Laskar Antasari menyamakan skor lewat tandukan Douglas Packer.

Bahkan Barito berbalik unggul menit ke-15. Kemelut di depan gawang Abdul Rohim dimanfaatkan Marcel Sacramento dan skor menjadi 2-1 hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS coba bangkit. Butler memasukkan Felipe Martins menggantikan Legimin Raharjo. Artinya posisi Matsunaga ditarik ke tengah. Strategi itu membuahkan hasil. Baru berjalan dua menit, Felipe Martins mencetak gol perdananya untuk PSMS sekaligus menyamakan skor 2-2.

Namun Barito kembali menyajikan kesulitan untuk PSMS. Berselang empat menit, Marcel Sacramento mencetka brace memanfaatkan kesalahan barisan pemain belakang PSMS.

PSMS tak menyerah. Mereka terus mencari celah pertahanan PSMS. Serangan-serangan sayap berhasil merepotkan barisan pertahanan Barito dikoordinir Hansamu Yama. Hasilnya gol penyama kedudukan hadir lewat aksi Rachmat Hidayat di menit ke-66. Tendangan Felipe mengenai tiang gawang, bola muntah disambar Rachmat. PSMS pun memperkuat pertahananya di sisa laga. Termasuk memasukkan Muhammad Roby. Skor imbang 3-3 bertahan hingga peluit panjang. (don)

PSMS U-16 Gagal Sapu Bersih

doni hermawan/sumut pos GAGAL: Para pemain PSMS U-16 merayakan gol ke gawang PS Tira U-16. Sayang, PSMS gagal sapu bersih karena tumbang 0-2 dipertemuan kedua di Stadion Teladan, Minggu (7/10).
doni hermawan/sumut pos
GAGAL: Para pemain PSMS U-16 merayakan gol ke gawang PS Tira U-16. Sayang, PSMS gagal sapu bersih karena tumbang 0-2 dipertemuan kedua di Stadion Teladan, Minggu (7/10).

SUMUTPOS.CO – PSMS U-16 gagal menyapu bersih kemenangan atas PS Tira U-16 pada pekan keempat Pro Elite Academy U-16 di Stadion Teladan. Tim besutan Reswandi tumbang 0-2 di Stadion Teladan, Minggu (7/10) pagi. Sehari sebelumnya atas lawan yang sama, PSMS U-16 berhasil menang 1-0.

Ini menjadi kekalahan kedua Ayam Kinantan junior di Liga U-16. Pekan sebelumya PSMS U-16 tumbang 1-3 dari PSIS meski di laga keduanya bermain imbang 0-0.

Dua gol tim tamu dilesakkan Riski Praganta Ginting menit 26 dan M Ferrari menit 51. Sehari sebelumnya PSMS U-16 menang lewat gol yang dicetak Sandi Samosir.

Usai pertandingan, Pelatih PSMS U-16, Reswandi, mengatakan, timnya gagal memanfaatkan momentum kemenangan sebelumnya di pertandingan tersebut. “Pemain kami tidak bisa meneruskan kemenangan. Salah satu faktornya karena kelelahan,” ujarnya saat sesi temu pers.

Harus bermain di dua pertandingan dalam waktu dua hari membuat timnya minim masa pemulihan atau recovery. “Bermain di dua pertandingan, recovery tidak maksimal. Beda dengan lawan (PS Tira) yang terbiasa main di kompetisi yang jelas. Kita banyak belajar dari pertandingan ini,” ujar mantan bek PSMS Medan itu.

Hasil tersebut kata Reswandi, menjadi evaluasi timnya untuk menatap pertandingan selanjutnya. “Tentunya ini sebagai proses untuk kita bisa lebih baik. Kekalahan ini saya harap bisa jadi motivasi bagi tim, untuk lebih baik di pertandingan selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Striker PSMS U-16, M Fahri Rozi mengatakan, timnya sudah bermain maksimal namun lawan bermain lebih baik. “Kami sudah bermain semaksimal mungkin tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Mudah-mudahan kami bisa lebih baik di pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Rencananya PSMS U-16 akan coba memperkuat tim di putaran kedua dengan membidik tiga pemain timnas U-16. Mereka adalah David Maulana, Bagas Khahfa dan Bagus Kahfi.

“Ya, kita telah melakukan pendekatan kepada bapak angkat para pemain timnas, dan sudah ada chemistry, tinggal belum berjumpa saja dengan tiga pemain tersebut.

Tapi secara manajemen kita telah siap di perkuat oleh tiga pemain tersebut,” ujar manajer timnas U-16, Mulyadi Simatupang.

Di kubu lawan, Asisten Pelatih PS Tira U-16, Zulkifli mengatakan, timnya mencoba bermain tanpa beban menghadapi tuan rumah setelah kalah 1-0 di laga sebelumnya. “Kehilangan poin kemarin (Sabtu 6/10, kami instruksikan anak-anak main tanpa beban. Syukurnya, penampilan anak-anak sesuai yang kita mau dan tidak melakukan kesalahan mendasar,” ucapnya.

Riski Praganta Ginting mengatakan, adaptasi yang baik menjadi kunci kemenangan timnya. “Kami kalah di pertandingan sebelumnya karena cuaca, belum adaptasi dengan lapangan. Tapi hari ini kami mampu tampil baik,” ucapnya.

PSMS U-16 kini mengoleksi 14 poin sama dengan PS Tira yang memuncaki klasemen sementara grup A. (don)

53 Kg Sabu Disimpan dalam Jeriken

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sukses menggagalkan peredaran sabu skala besar. Tujuh tersangka bersama 53,3 kg sabu-sabu berhasil diamankan.

“Pelaku kita amankan di Jalan Brigjen Katamso Jumat (5/10) malam saat mereka akan bertransaksi,” kata Deputi Pemberantasan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Arman Depari, Sabtu (6/10).

Ketujuh tersangka yang diamankan masing-masing, Jainudin (54), Elpi Darius (49), Syahrial (40), Nurdin (53), Junaidi Siagian (37), Bahrial Husein (39) dan Zaenal Abidin (34).

Selain sabu dan tersangka, petugas juga menyita beberapa barang bukti. Masing-masing, mobil Mitsubishi Triton warna hitam, mobil Honda CRV warna silver, mobil Mitsubishi Triton warna putih dan 12 unit handphone.

Dijelaskan Depari, Tim BNN yang turun ke Medan kemudian mendapat informasi akan ada transaksi. Saat diikuti di Jalan Brigjen Katamso, gerakan petugas ternyata tercium oleh para pelaku. Alhasil, petugas dan para pelaku terlibat aksi kejar-kejaran.

“Tim kemudian berhasil menghentikan mobil Honda CRV silvcer metalik yang dicurigai membawa narkotika dari Tanjungbalai. Mobil tersebut ditumpangi lima orang tersangka,” jelas Depari.

“Setelah digeledah, ditemukan sabu sekitar 50 kilogram yang disimpan di dalam 5 jeriken plastik,” sambungnya.

Kepada petugas, kelima tersangka mengaku narkotika tersebut akan diserahkan kepada dua orang kurir yang datang dari Aceh. Keduanya masing-masing, Bahrial dan Zaenal. Tim pun kembali melakukan pengejaran dan menangkap keduanya di Jalan Ngumban Surbakti, Medan.

Sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia yang diselundupkan lewat jalur laut di pelabuhan tikus Tanjungbalai.

“Selanjutnya, dari Tanjung Balai sabu ini dibawa oleh 5 tersangka ke Medan lewat jalur darat. Untuk mengelabui petugas, mereka menyembunyikannya dalam jeriken,” papar Depari. (dvs/ala)

Mulut Dilakban, Leher Diikat, Mayat Wanita Korban Pembunuhan Gegerkan Warga

BAMBANG/SUMUT POS EVAKUASI: Warga mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas yang diduga menjadi korban pembunuhan.
BAMBANG/SUMUT POS
EVAKUASI: Warga mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas yang diduga menjadi korban pembunuhan.lang

LANGKAT, SUMTUPOS.CO – Ratusan warga Desa Karang Gading dan Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat mendadak geger. Pasalnya, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan di parit bambu kuning, Dusun N, Desa Telaga Jernih, Minggu (7/10) sekira pukul 13.30 WIB.

DEDE Hermansyah (31) adalah orang yang pertama kali menemukan jenazah wanita malang tersebut. Siang itu, warga Dusun N Desa Telaga Jernih ini akan memanen buah kelapa sawit di pinggiran parit bambu kuning.

Ketika hendak mendodos sawit, dia mencium bau tidak sedap. Dede pun menghentikan kegiatannya dan mencari tahu asal bau tidak sedap yang tajam menusuk hidung itu.

“Aku penasaran, mencium bau busuk. Terus aku angkat pelepah sawit di dalam parit yang airnya cukup menggunakan dodos. Begitu kuangkat pelepah sawit itu, aku melihat ada kaki manusia,” ujar Dede.

Terkejut dengan temuannya, Dede buru-buru pulang. Ia kemudian mengabarkan kepada temannya, lalu diteruskan ke kepala dusun dan polisi.Tak lama, anggota Polsek Secanggang Aiptu Muliono tiba di TKP. Dibantu warga sekitar, polisi mengevakuasi mayat tersebut.

Setelah berhasil di evakuasi, terlihat mayat berjenis kelamin wanita. Usianya kira-kira 25 tahun.

Mengenakan celana jeans dipadu tali pinggang blink blink dan baju kaos becorak.Kondisi tubuh mayat sudah membengkak dan sulit untuk dikenali. Selain itu, mulut mayat dilakban dan lehernya juga terikat lakban.

Sehingga, masyarakat kesulitan untuk mengenali mayat wanita itu. Polisi kemudian meminta ambulance UPT Puskesmas Teluk untuk membawa mayat tersebut ke rumah sakit. Berita penemuan mayat itu cepat menyebar melalui media sosial. Hanya beberapa menit saja ratusan warga masyarakat pun berdatangan ke TKP untuk melihat langsung.

Foto-foto serta video mayat tersebut cepat menyebar semakin banyak di media sosial.

Kapolsek Secanggang AKP M Pasaribu membenarkan penemuan mayat wanita tanpa identitas.

“Benar ada temuan mayat tanpa identitas di parit. Mayat sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk kepentingan autopsi,” kata kapolsek yang datang ke TKP.(bam/ala)

Datangkan Ustad Salim A Fillah, Masjid Hijir Ismail Gelar Subuh Berjamaah

Foto Bersama
Foto Bersama: DKM Masjid Hijir Ismail dan STM Hijir Ismail.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – DKM Masjid Hijir Ismail dan STM Hijir Ismail, Komplek Graha Indah Kelapa Gading, Jalan Klambir 5 Tanjung Gusta Medan, menggelar Subuh Berjamaah dan tausiah, dengan mendatangkan ustad Salim A Fillah, Sabtu (6/10).

Ustad Dr. Suhendri MA mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk terus membiasakan semua umat Islam agar dapat Salat Subuh di masjid secara berjamaah. “Selain itu, tujuan dari diadakannya subuh berjamaah kali ini adalah untuk terus memperkuat tali silaturahim antar sesama jamaah Masjid Hijir Ismail,” ujar Ustad Suhendri.

Dikatakannya, acara ini bekerja sama dengan Komunitas Pejuang Subuh dan beberapa komunitas yang ada di Kota Medan. “Kami berencana akan secara berkelanjutan mendatangkan penceramah kondang untuk lebih mendapatkan pengetahuan agama yang lebih mendalam, khususnya untuk jamaah Masjid Hijir Ismail dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara, jamaah yang datang begitu antusias mendegarkan ceramah dari ustad Salim A Fillah, yang bertemakan Keberkahan. (prn/ila)

HIV/AIDS Bisa Cegah dengan Kegiatan Keagamaan dan Kepemudaan

Sosialisasi Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
Sosialisasi Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

MEDAN,SUMUTPOS.CO -Pergaulan bebas dan peredaran narkotika dewasa ini sangat memprihatinkan. Pemerintah dan masyarakat harus terus bahu-membahu menghempang tradisi buruk tersebut karena menjadi salah satu instrumen pendukung penularan penyakit Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di masyarakat.

“Ini adalah kewajiban pemerintah dan masyarakat untuk menghempang pengaruh negatif jika tidak ingin generasi penerus kita hancur. Kota Medan sudah memiliki instrumen berupa produk hukum yang akan memperkuat masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,” jelas Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan, H.Jumadi S.Pd.I dalam sosialisasi Perda No 1/2012 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di kota Medan, yang dilaksanakan di Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Minggu (7/10).

Dalam sosialisasi yang diikuti ratusan warga ini, Jumadi mengharapkan Perda ini bisa maksimal dijalankan di masyarakat. Sehingga, Perda ini benar-benar bisa dipahami oleh masyarakat seutuhnya.”Yang menjadi harapan kita, Perda ini benar-benar bisa maksimal di masyarakat. Karena keberadaan perda ini sangat penting di tengah gempuran budaya barat yang semakin hari-semakin mengkhawatirkan,” harapnya.

Namun begitu, Politisi PKS Kota Medan ini mengharapkan warga tidak berpangku tangan meski Pemko sudah memiliki peraturan tersebut. “Perda ini tak lantas menjadikan kita berpangku tangan. Masyarakat harus menggalakan kegiatan-kegiatan positif keagamanan dan kepemudaan di wilayah masing masing, sehingga budaya buruk bisa dihempang,” jelasnya.

Narkoba, misalnya, lanjut dia, masyarakat harus menjadikan musuh bersama, karena dengan narkoba salah satu jembatan masuknya HIV/AIDS di masyarakat. “Tidak dipungkir lagi, narkoba adalah salah satu pintu masuk penyebaran HIV/AIDS. Untuk itulah masyarakat harus menjadikan narkoba dan pergaulan bebas sebagai musuh bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Suyono, warga Jalan Pimpinan mengapresiasi sosialisasi Perda Pencegahaan dan Penanggulangan HIV/AIDS. Ia mengatakan, persoalan HIV/AIDS bagi umat Islam sesungguhnya sudah disiapkan pencegahannya yakni keimanan dan ketaqwaan.

“Sudah barang tentu jika kita memperkokoh iman dan taqwa maka sudah barang tentu persoalan ini bukan masalah besar. Islam mengajarkan untuk menjauhi Narkoba, Perzinahan, pergaulan bebas dan sebagainnya. Jika ini ditaati maka HIV AIDS sudah barang tentu tidak ada,” kata dia.

Untuk penanggulangan HIV/AIDS, warga meminta Pemko Medan sungguh-sungguh karena keberadaan penyakit HIV/AIDS sangatlah berbagaya bagi manusia. “Perlu adanya peran maksimal Pemerintah di masyarakat, karena banyak masyarakat tidak memahami seluk-beluk penyakit ini,” jelasnya.

Perda No 1/ 2018 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sendiri terdiri XII BAB dan 36 Pasal. Dalam BAB VI masalah pembinaan pengawasan dan koordinasi. Walikota atau pejabat yang dihunjuk harus melakukan pembinaan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.

Masih BAB VII soal larangan, dalam Pasal 31 disebutkan setiap orang yang mengetahui dirinya terinfeksi HIV dan AIDS dilarang melakukan seksual dengan dengan orang lain. Setiap orang atau institusi dilarang melakukan diskriminasi terhadap orang yang diduga terinfeksi HIV dam AIDS.

Sedangkan BAB VIII tentang pembiayaan dalam pasal 32 disebutkan, segala biaya yang dibutuhkan untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS dibebankan pada APBD.

Sama halnya, BAB X soal sanksi. Dalam pasal 34 ayat 1 disebutkan Walikota berwenang menjatuhkan sanksi administrasi terhadap orang, lembaga dan instasi yang melakukan pelanggaran terhadap Perda. Dalam ayat 2 disebut terhadap PNS yang lalai dalam tugasnya diberikan sanksi pencopotan jabatan atau tunda kenaikan pangkat.

Begitu juga dalam BAB XI tetang ketentuan Pidana. Dalam pasal 35 ayat 1 dinyatakan, setiap orang yang melanggar ketentuan dapat dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. (rel/ila)