Home Blog Page 5888

ABPD Tebingtinggi Tahun 2018 Naik 26, 457 M

Sopian/SumuPos SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Wali Kota Ir Oki Doni Siregar, menyerahkan bekas nota pengantar P-ABPD Tahun 2018 kepada Ketua DPRD, Muhammad Yuridho Chap.
Sopian/SumuPos
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Wali Kota Ir Oki Doni Siregar, menyerahkan bekas nota pengantar P-ABPD Tahun 2018 kepada Ketua DPRD, Muhammad Yuridho Chap.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Tebingtinggi Tahun Anggaran 2018.

Rapat paripurna DPRD Tebingtinggi yang dipimpin Ketua Muhammad  Yuridho Chap, Wali Kota menyampaikan bahwa dalam rancangan P-APBD TA 2018, diajukan bertambah sebesar Rp 26, 457 miliar dari APBD induk sebesar Rp 704,172 miliar menjadi Rp 30,630 miliar, demikian juga belanja semula Rp 790,416 miliar menjadi Rp 791,525 miliar.

Dari pendapatan asli daerah (PAD) terjadi pertambahan, di antaranya pajak daerah sebesar Rp 3,368 miliar, retribusi daerah Rp 86 juta, lain-lain pendapatan asli daerah yang syah Rp 2,170 miliar dan yang berkurang hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 5,221.

Kemudian, dana perimbangan yang berasal dari dana bagi hasil pajak/bukan pajak sebesar Rp 214.866.400 dan dana transfer khusus berkurang Rp 1,704 dan lain-lain pendapatan asli daerah dari hibah berkurang Rp 97.856.500, bantuan keuangan dari provinsi Rp 17,200 miliar.

Sementara untuk belanja pada belanja tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp 15,176 yang terdiri dari belanja pegawai berkurang Rp 15,289 miliar, belanja hibah bertambah Rp 540 juta dan belanja bantuan sosial berkurang Rp 427.500.000.

Untuk belanja langsung Rp 16,285 miliar yang terdiri dari belanja pegawai Rp 367.489.500, belanja barang jasa Rp 4,726 miliar dan belanja modal bertambah Rp 11,190 miliar. Sedangkan untuk pembiayaan daerah tidak sesuai dengan APBD induk yang direncanakan Rp 94,477 miliar, namun realisasinya Rp 65,755 miliar yang terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran (silva) tahun sebelumnya berkurang Rp 27,421 miliar dan pinjaman daerah berkurang Rp 1,3 miliar.

Adapun pengeluaran pembiayaan mengalami penambahan sebesar Rp 1,706 miliar, penyertaan modal (investasi) Pemda bertambah Rp 5,122 miliar, dan pembayaran pokok utang berkurang sebesar Rp 3,416 miliar.

Sebelum membacakan nota P-APBD 2018 yang dihadiri 20 anggota DPRD dan unsur pimpinan daerah (Forkopimda), Umar Zunaidi Hasibuan mengajak seluruh peserta rapat paripurna berdoa bersama untuk para korban bencana alam di Palu, Donggala.

“Mari kita menyisihkan sebagian pendapatan untuk didonasikan kepada saudara saudara kita korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala Provinsi Sulawesi Tengah,”ajak Umar Zunaidi, Jumat  (5/10). (ian/han)

Anak Penderita HIV Dilarang Sekolah

EDWIN/SUMUT POS DATANGI:Orangtua murid datangi RS HKBP Nainggolan untuk menganjurkan BK dirujuk ke RS Haji Adam Malik.
EDWIN/SUMUT POS
DATANGI: Orangtua murid datangi RS HKBP Nainggolan untuk menganjurkan BK dirujuk ke RS Haji Adam Malik.

SAMOSIR,SUMUTPOS.CO – Miris, begitulah yang dirasakan seorang bocah berinisial BK (6). Karena terinfeksi HIV, orangtua murid tempatnya sekolah tidak terima dengan keberadaannya. Alhasilnya, BK pun terancam meneruskan sekolahnya di SD Negeri 2 Nainggolan.

Awalnya, BK yang saat itu masih berusia lima tahun. Sempat mengecap pendidikan di PAUD. Selanjutnya, pada Juli 2018 lalu, BK pun diterima dan mengikuti pendidikan di SD Negeri Nainggolan, Samosir.

Namun baru 3 hari mengikuti proses belajar mengajar, para orangtua murid di sekolahnya menolak dengan keberadaannya karena dikuatirkan menular kepada teman-temannya.

Hal itupun dibenarkan oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir,  Rikardo Hutajulu.

“Pihak sekolah sebenarnya menerima anak itu mendaftar di SDN 2 Nainggolan, bahkan sempat sekolah selama 3 hari. Namun para orangtua keberatan dan menyerbu kepala sekolahnya, untuk mendesak si anak (BK) tersebut dikeluarkan dari sekolah tersebut, ” ujar Rikardo Hutajulu saat dihubungi, Jumat (5/10).

Kemudian, lanjut Rikardo, pihaknya pun sempat mengajak Dinas Kesehatan untuk melakukan mediasi dan menjelaskan kepada para orangtua murid,  bahwa virus HIV/AIDS hanya menular melalui transfusi darah, jarum suntik serta hubungan seksual.

“Walaupun kami sudah lakukan mediasi kepada orangtua murid, mereka tetap menolak anak tersebut (BK) bersekolah di tempat itu,” tambah Rikardo.

Sebelumnya, BK adalah pasien dan tinggal di RS HKBP Nainggolan bersama 5 pasien lain yang juga penderita HIV /AIDS. Dan di rumah sakit tersebut, BK tidak didampingi orangtuanya dan hanya didampingi perawat dan tim peduli anak penderita HIV /AIDS.

Saat ini, kondisi BK semakin melemah dan telah dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

Hal itu dibenarkan Dr Horas Rajagukguk, SpB ketika dikonfirmasi Jumat, (5/10).

“Benar, BK sekarang sudah di rawat di RS. Adam Malik Medan.  Sebelumnya kami pernah mengunjungi BK di RS HKBP Nainggolan bersama tim Tahun Kesehatan Gereja HKBP,” ujarnya. (mag-8/han)

Binjai Barat Diyakini Masuk 3 Besar

TEDDY AKBARI/SUMUT POS DIABADIKAN: Sekdako Binjai M Mahfullah P Daulay, Camat Binjai Barat Samuel Lumbantoruan diabadikan bersama rombongan Tim Penilai Kecamatan Terbaik Tingkat Provsu.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
DIABADIKAN: Sekdako Binjai M Mahfullah P Daulay, Camat Binjai Barat Samuel Lumbantoruan diabadikan bersama rombongan Tim Penilai Kecamatan Terbaik Tingkat Provsu.

BINJAI,SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai M Mahfullah P Daulay menyakini bahwa Kecamatan Binjai Barat akan lolos nominasi tiga besar pada kegiatan Lomba Kecamatan Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera tahun 2018.

Hal itu disampaikan Mahfullah dalam sambutannya saat menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Kecamatan Terbaik Tingkat Provsu di Kecamatan Binjai Barat, akhir pekan lalu.

Dalam sambutannya, Kota Binjai yang memiliki luas kurang lebih 90 ribu hektare, terdiri dari lima kecamatan. Kecamatan Binjai Barat terpilih untuk mewakili Binjai pada mengikuti lomba Kecamatan Terbaik Tingkat Provsu tahun 2018.

Sebab, Kecamatan Binjai Barat dinilai mampu mengelola administrasi dengan baik dalam hal pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Camat bersama ketua TP PKK Kecamatan harus mampu mengimplementasikan seluruh program PKK dan program pemerintah lainnya.

“Sosok keberadaan camat kami fokuskan terhadap pemberdayaan masyarakat, camat harus diterima oleh masyarakat. Salah satu program yang paling menonjol di Kecamatan Binjai Barat, yakni penetapan Kampung KB,”  ungkap Sekda.

“Kita yakin Kecamatan Binjai Barat masuk nominasi tiga besar kecamatan terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara,” sambung Sekda.

Camat Binjai Barat, Samuel Lumbantoruan dalam paparannya menjelaskan, Kecamatan Binjai Barat terdiri dari 6 kelurahan dan 43 lingkungan. Kelurahan Limau Sundai dipilih sebagai Kampung KB, karena daerah tersebut merupakan salah satu kelurahan yang padat penduduk, dan banyak terdapat rumah kumuh.

Dengan ditetapkannya Kelurahan Limau Sundai sebagai Kampung KB, telah terjadi peningkatan di daerah tersebut. Kualitas hidup semakin meningkat, para lansia, masyarakat dan remaja rutin mendapatkan pelatihan dari Pemko Binjai, termasuk pola pikir masyarakatnya juga berangsur-angsur berubah.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kecamatan Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Koni Ismail Siregar mengapresiasi Kecamatan Binjai Barat setelah mendengarkan ekspose dari Sekdako dan Camat. Dia meyakini telah banyak perubahan pembangunan di Kota Binjai.

Penilaian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan oleh seluruh tim penilai yang ditujukan kepada camat, ketua TP PKK Kecamatan, beserta jajaran. (ted/han)

Tuan Guru HM Safri jadi Tokoh PP Karo

Tuan Guru HM Safri jadi Tokoh PP Karo
Tuan Guru HM Safri jadi Tokoh PP Karo

KARO,SUMUTPOS.CO – Tuan guru Haji Muhammad Safri Sinulingga Alkaroi ditabalkan sebagai tokoh di MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karo. Penabalan itu dilakukan saat pelantikan dan perkenalan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PP Kecamatan Simpang Empat, di Losd Desa Ndokum Siroga Simpang, Sabtu  (6/10) siang.

Ketua MPC PP Karo Darma Ginting menyebutkan  sungguh suatu kebanggan, dan kejadian yang sangat langka di pelantikan kali ini ada seorang guru besar agama Islam menjadi bagian dalam tubuh Pemuda Pancasila di Karo.

Diungkapkannya, sebelum pelantikan, dirinya dihubungi oleh Wakil Gurbenur Sumut, agar di Pelantikan PAC Simpang Empat dilakukan penabalan Tuan Guru Muhammad Safri Sinulingga sebagai Tokoh PP Karo, karena Tuan Guru juga merupakan asli putra Desa Lingga Karo.

“Pesan Wagubsu ini sebuah kebanggaan bagi kita semua,  semoga kehadiran Tuan Guru ini bisa membawa perubahan baru yang lebih baik di MPC Karo ini khususnya,” kata Darma Ginting.

Darma pun mengaku bangga terhadap pengurus yang dilantik karena banyaknya dihadiri para kader PP. Padahal, daerah Kecamatan Simpang Empat merupakan daerah erupsi Gunung Sinabung. “Maka mari kita beri A plus kepada pengurus PAC Simpang Empat,”pungkasnya.

Dalam sambutannya, Tuan Guru H Muhammad Safri Sinulingga mengatakan seluruh Indonesia sudah mengenalnya sebagai Tuan Guru Muhammad Safri Sinulingga Alkaroi. “Kenapa saya buat di belakang nama saya Alkaroi, agar nama Karo itu tidak hilang dari saya, karena saya merupakan kelahiran Desa Lingga Kecamatan Simpang.

Saya asli Putra Karo, namun sudah menetap di Pekanbaru. Datanglah kalian berkunjung, pintu selalu terbuka buat kalian semua selama dua puluh empat jam,”ujar M Safri. Sementara Ketua PAC Simpang Empat, Mhd Rudi Sastra Surbakti mengucapkan terimakasih kepada seluruh para undangan yang hadir. Rudi berharap seluruh jajaran di Pemerintahan Simpang Empat, seperti Muspika Kecamatan, Kepala Desa, OKP lainnya, Karang Taruna dan kumpulan pemuda lainnya.

“Marilah kita bersinergi dan saling mendukung untuk bersama-sama membangun Kecamatan ini. Kami PAC PP Simpang Empat siap menjadi garda terdepan untuk pembangunan daerah ini, maka pekerjakanlah kami, karyakanlah kami, beri kami kepercayaan, maka kami akan buktikan dengan memberi hasil yang positif,”kata Rudi.

Turut hadir dalam acara pelantikan dan penabalan tersebut, rombongan Tuan Guru Muhammad Safri Sinulingga,  Kolonel Rusly Purba, Kepala BNNK AKBP Heppi Karo Karo, Camat Simpang Empat Amsah Perangin angin, Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides Syarif,  Danramil 04 Kapten Kav J Surbakti , LSM MATA KARO,  LSM KCBI, Pengurus MPC PP  Karo, KOTI PP Karo, Ketua PAC PP Karo, Pengurus Ranting PP Simpang Empat, AMPI Simpang Empat dan  undangan lainnya.(deo/han)

Masyarakat Langkat Gelar Salat Ghaib

SALAT GHAIB: Kabag Kesos Pemkab Langkat H Syahrizal S Sos bertindak sebagai imam pada gelaran salat ghaib di Masjid Syuhada.
SALAT GHAIB: Kabag Kesos Pemkab Langkat H Syahrizal S Sos bertindak sebagai imam pada gelaran salat ghaib di Masjid Syuhada.

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap para korban bencana alam di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Masyarakat di Kabupaten Langkat secara serentak melaksanakan salat ghaib.

Pelaksanaan salat ghaib dilakukan usai salat jumat di Masjid Syuhada Komplek Perkantoran Bupati Langkat, Jumat (5/10).

Bertindak sebagai imam, Kabag Kesos Pemkab Langkat H Syahrizal S Sos. Disebutkannya,  salat ghaib yang dilaksanakan merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa prihatin atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di daerah Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Dikatakannya, pelaksanaan salat ghaib juga merupakan imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, sebagai bentuk bela sungkawa serta kepedulian sesama umat, sebangsa dan setanah air.

Dikatakannya juga, salat ghaib adalah salat pengganti salat jenazah, yaitu salat yang dilakukan kepada seorang muslim yang meninggal, namun karena berada di tempat jauh, sehingga kita tidak dapat bisa mengerjakan shalat jenazah. “Jika terdapat keluarga atau muslim lain yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan, maka dapat dilakukan salat ghaib atas jenazah tersebut,” jelas Syahrizal.

Sebelumnya, dalam khutbah jumat Syahrizal yang mengangkat tema, berkaca atas musibah, belakangan ini kita selalu mendengar musibah bencana alam menimpa saudara kita,  musibah bencana alam yang dialami oleh saudara kita di daerah Nusa Tenggara Barat masih dalam taraf pemulihan, Kini bencana alam juga melanda di daerah Donggala,  Palu dan Sigi Sulawesi Tengah.

“Mari kita jadikan iktibar dan intropeksi diri atas musibah yang sedang dialami saudara kita, kita bermohon keselamatan, mari kita tingkatkan amal ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt,” sebutnya.

Bukan bermaksud menyalahkan atau mengorek perbuatan atau menuduh penduduk daerah yang terkena musibah, dan bukan berarti daerah yang tidak terkena musibah adalah daerah yang paling bersih, namun jadikan iktibar musibah yang terjadi sebagai intropeksi diri.

“Seperti yang tertera dalam surat Assyura ayat 30, yang artinya “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”,” tuturnya.

Hendaknya kita senantiasa bersabar dalam menghadapi berbagai musibah, seperti yang tercantum dalam Surat Al-Baqarah Ayat 155-156. “Apabila kita mendapatkan musibah dalam bentuk apa pun juga, hendaknya dihadapi dengan rasa sabar sehingga nantinya akan memperoleh hidup yang bahagia dengan tujuan mendapatkan ridho dari Allah SWT,”pungkasnya. (bam/han)

Idaham Ngetrail bersama 857 Rider

Teddy Akbari/Sumut Pos MELEPAS: Kaden A Brimob Poldasu AKBP Nugroho Tri Nuryanto (kaos oranye) bersiap melepas para peserta yang ikut dalam BTA.

BINJAI,SUMUTPOS.CO 

Teddy Akbari/Sumut Pos
MELEPAS: Kaden A Brimob Poldasu AKBP Nugroho Tri Nuryanto (kaos oranye) bersiap melepas para peserta yang ikut dalam BTA.

Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Korps Brimob Polri, Detasemen A Brimob Polda Sumut menggelar Brimob Trail Adventure (BTA)pada Minggu (7/10).

Brimob Trail Adventure tersebut diikuti 867 rider, yang salah satunya diikuti oleh Wali Kota Binjai HM Idaham.

Ratusan rider itupun dilepas Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut, Kombes Djajuli didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Andi Rian dan Kepala Datasemen (Kaden) A Brimob, AKBP Nugroho Tri Nuryanto. “Brimob Trail Adventure ini diselenggarakan dalam rangka HUT Brimob ke-73 tahun,”ujar Djajuli.

Disebutkan Djajuli, para peserta tidak hanya dari Sumut saja, melainkan dari luar Sumut seperti Riau, Aceh hingga Jakarta, turut ambil bagian dalam BTA.

Menurut Djajuli, digelarnya BTA juga sebagai ajang silaturahim kepada masyarakat. “Sekaligus juga menyampaikan pesan kamtibmas (keamanan, ketertiban dan masyarakat). Selain itu, juga untuk menyampaikan keselamatan berlalu lintas. Sebab itu juga, ini bagian dari tugas kita sebagai polisi,” ujarnya.

Menurut dia, 850 rider itu akan melintasi jalur lumpur di wilayah Binjai-Langkat. Kata Djajuli, jalur yang bakal dilintasi para rider tidak sulit.

“Dir Krimum juga sudah coba dan beberapa rider lainnya juga sudah mencoba jalurnya. Track (jalurnya) bagus, saya yakin para rider akan puas,” sambungnya.

Djajuli menambahkan, pengendara rider sempat menampilkan tanggapan buruk daripara masyarakat. Karenanya, sebagai polisi yang menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat ingin merubah hal tersebut.

Bahwa, Trail itu bukan konotasi yang tidak baik. “Hal ini juga yang coba kita sampaikan bahwa image itu tidak benar. Bahwa kalau ngetrail ini bisa tertib juga dalam berlalu lintas. Selain itu, ngetrail juga menyalurkan hobi anak-anak muda,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham mengucapkan selamat atas digelarnya event BTA. Idaham pun ikut ngetrail bersama para peserta lainnya.

“Selamat datang. Biasanya kita ketemu di track-track yang ada di Sumut. Semoga kita bisa menikmati jalur yang bisa dinikmati. Ini bagian dari reuni besar kita untuk kita sama-sama menikmati jalur. Semoga selalu dapat lindungan dari Allah SWT,” kata Wali Kota dua periode ini.

Pada event BTA ini, para rider harus mengumpulkan tiga stiker dalam setiap checkpoint yang dilalui pada jalur Binjai Langkat tersebut. Ada tiga sepedamotor di antaranya dua jenis bebek dan satu buah Trail yang diperebutkan para rider sebagai hadiah utama dalam BTA. (ted/han)

Likuefaksi Lenyapkan Permukiman di Petobo, Ini Penjelasannya

Kristianto Purnomo/kps Warga korban gempa bumi menyelamatkan barang berharga yang masih bisa digunakan di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro.
Kristianto Purnomo/kps
Warga korban gempa bumi menyelamatkan barang berharga yang masih bisa digunakan di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gempa bermagnitudo 7,4 yang terjadi di Sulawesi Tengah menyebabkan permukiman di tiga wilayah yakni, Balaroa, Petobo dan Jono Oge, menjadi lenyap tertimbun tanah. Diperkirakan masih ada ribuan orang yang tertimbun tanah akibat terjadinya gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lenyapnya bangunan di permukaan tanah di tiga wilayah tersebut diakibatkan terjadinya fenomena likuefaksi.

Menurut Sutopo, likuefaksi adalah tanah yang tak jenuh, yang kehilangan kekuatan akibat perubahan tekanan. Ketika terjadi gempa bumi, tanah tersebut berubah menjadi lumpur.

“Perubahan itu akibat rongga di antara tanah, pasir dan kerikil menjadi lebih longgar dan dominan air. Tanah, kerikil dan pasir yang bercampur kemudian keluar ke permukaan, sehingga otomatis rumah di atasnya ambles,” kata Sutopo dalam jumpa pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Meski demikian, likuefaksi tidak dapat terjadi di semua kondisi tanah. Menurut Sutopo, likuefaksi sangat bergantung pada material tanah. Likuefaksi sangat berpotensi terjadi pada lapisan tanah yang terdiri dari pasir, kerikil, batuan apung dan tanah yang tidak lengket, bersifat lepas atau gembur. Kemudian, apabila kedalaman muka air tanah dangkal, kurang dari 10 meter.

Menurut Sutopo, material tanah seperti itu, jika mendapat goncangan lebih dari 6 magnitudo dengan durasi lebih dari 1 menit, maka akan menimbulkan likuefaksi. Akibatnya, tanah berubah menjadi lumpur.

Pada 2012, menurut Sutopo, pemetaan soal likuefaksi di Kota Palu sudah disusun oleh Badan Geologi. Namun, perkembangan kota yang pesat membuat kawasan yang berpotensi likuefaksi menjadi penuh dengan permukiman warga. (kps)

Ini Gelar Baru untuk Jokowi dari Kesultanan Deli

Veri Ardian/Humas Pemprov Sumut Jokowi disematkan gelar adat Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Kesultanan Deli.
Veri Ardian/Humas Pemprov Sumut
Jokowi disematkan gelar adat Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Kesultanan Deli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo alias Jokowi datang ke Kota Medan untuk menghadiri sejumlah agenda. Setelah tiba pagi tadi di Lanud Soewondo, Jokowi dan rombongan langsung meluncur ke Istana Maimun, Kota Medan, Minggu (7/10).

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyambut langsung mertua Bobby Nasution tersebut. Di Istana Maimun, keluarga kesultanan sudah bersiap. Karena memang Jokowi akan disematkan gelar adat oleh Kesultanan Deli.

Yang menyambut Jokowi di Istana Maimun adalah Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam atau disebut Tuanku Aji. Sultan yang masih sangat muda sebagai pewaris tahta kesultanan Deli.

Laki-laki kelahiran Agustus 1997 itu menyematkan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri kepada Jokowi. Dengan gelar itu, Jokowi dianggap sudah masuk sebagai kerabat Kesultanan Deli.

“Semoga beliau senantiasa menjadi pemimpin yang baik, yang mampu menghembuskan tiupan angin segar ke seluruh pelosok negara Indonesia,” ujarnya di Balairung Istana Maimun.

OK Saidin bergelar Datuk Seri Amar Lela Cendekia membacakan sinopsis gelar yang akan disematkan kepada Jokowi. Lalu dilanjutkan dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Jokowi.

Penyematan gelar ditandai dengan penyerahan keris dan pemasangan pin kesultanan oleh Aria Lamanjiji kepada Jokowi dan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan.

Dengan gelar baru itu, Jokowi mendapat kursi kehormatan di kesultanan. Dia juga ditepungtawari sebagai ungkapan syukur.

Di Kesultanan adat Melayu Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri merupakan gelar bangsawan tertinggi yang bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri. Katanya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penganugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Pertimbangan-pertimbangan utama kami untuk menganugerahkan gelar kebangsawanan tertinggi bagi Presiden RI, Bapak Joko Widodo, adalah setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya Bapak Presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini,” ucapnya.

Pertimbangan lainnya adalah, perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat.

Jokowi pun mengucapkan terima kasih kepada Kesultanan Deli atas gelar yang diberikan.

“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, harapan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” ucapnya.

Bagi Jokowi kemajuan bisa diwujudkan dengan kebudayaan. Energi utama dan modal untuk meraih kemajuan Indonesia adalah budaya. Untuk itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk turut melestarikan budaya dan adat istiadat.

“Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia,” tandasnya.

Jokowi rencananya akan menghadiri beberapa agenda. Diantaranya adalah, bersilaturahmi dengan masyarakat jawa di Sumut dan membuka acara MTQ Nasional. Keesokan harinya, Jokowi akan hadir pada Dies Natalis USU dan meresmikan Pesantren di Deliserdang. (rel)

Brankas Berisi Rp1 Miliar Ditemukan di Reruntuhan Gereja di Sigi

Kotak dibungkus plastik dan dilakban coklat , ternyata berisi brankas dan dokumen.
Kotak dibungkus plastik dan dilakban coklat , ternyata berisi brankas dan dokumen.

MAKASSAR, SUMUTPOS.CO – Anggota Satuan Yonzipur-8/SMG Kodam XIV Hasanuddin yang dikirim dari Sulawesi Selatan ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menemukan sebuah brankas berisi uang Rp 1 miliar.

Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Alamsyah mengatakan, brankas ditemukan saat personelnya mencari korban tertimbun reruntuhan bangunan GPI Djono Oge di Lagaleso, Kabupaten Sigi.

“Satgas Yonzipur-8/SMG Kodam XIV Hasanuddin di bawah pimpinan Dan SSK Kapten Czi Basor Hermawan menemukan brankas berisi uang Rp 1 miliar di Lagaleso, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/10/2018). Penemuan ini (terjadi) saat anggota melakukan pencarian dan mengevakuasi korban menggunakan peralatan seadanya,” kata Alamsyah, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/10/2018).

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata uang tersebut milik pihak gereja. Selain brankas, personel TNI juga menemukan sertifikat gereja dan dokumen penting lainnya. “Saat dikonfirmasi dengan pihak gereja, dalam hal ini pendeta Wilson Wetzler Lampie (44) membenarkan bahwa brankas tersebut adalah milik gereja GPI,” ujarnya. (kps)

Digital Footprint Para Penebar Hoax

Oleh: Rhenald Kasali

SUMUTPOS.CO – Beberapa waktu lalu, sejumlah eksekutif datang ke Rumah Perubahan, mereka berkeluh kesah tentang program strategis pemerintah yang sulit dijalankan. “Banyak yang mengganggu,” ujarnya.

Kami lalu sama-sama membuka jejak-jejak digital “para pengganggu” tadi. Staf-staf saya yang masih sangat muda berhasil memetakan siapa saja geng pengganggu itu, kata-kata kuncinya, serta media-media yang mereka gunakan.

Dan yang mengejutkan, ternyata ada orang dalam yang bermasalah yang terlibat.

Mempelajari motif dan pola penyebaran hoax di era ini sebenarnya tidak sulit-sulit amat. Saya masih ingat saat mengalami serangan orang-orang tertentu terkait penjelasan saya tentang disruption dan sharing economy.

Bukannya beradaptasi dengan perubahan, usahawan yang bisnisnya terganggu memilih untuk menyewa jasa para penebar hoax. Dan jangan lupa, mereka bekerja tidak sendirian. Ada yang mengorkestrasinya.

 

Social Score

Suatu siang di sebuah ruang kecil di Bursa Efek Indonesia (BEI), saya berbincang dengan direktur utama BEI periode yang lalu. Dia bertanya apakah saya pernah membeli saham. Stafnya kemudian mengetik nama di komputer, dan begitu diklik, langsung keluarlah cabang-cabangnya.

Terus terang saya agak takut juga membaca peta data saya. Tapi, alhamdulillah tak begitu punya banyak masalah. Lalu, iseng-iseng saya minta dimasukkan nama seorang politisi yang “berisik”.

Lalu, muncul saham-saham yang dikuasai serta statement yang mereka ucapkan. Saya jadi mengerti mengapa mereka melakukan tekanan-tekanan pada pemerintah, mempersoalkan infrastruktur dan utang BUMN. Rupanya, ada saham di belakangnya.

Data-data itu saya kira juga bisa dihubungkan dengan putusan-putusan hukum di Mahkamah Agung atau laporan-laporan di kepolisian. Tentu juga bisa dihubungkan dengan data-data digital lainnya.

Ngeri memang. Di satu sisi, digital footprint (jejak digital) bisa memberikan rasa aman di mana pelaku-pelaku kejahatan dan penebar hoax menjadi mudah ditangkap. Namun, di lain pihak, data-data dan kebiasaan-kebiasaan kita bisa juga disalahgunakan pihak lain.

Dulu, data perbankan hanya dimiliki bank itu. Tapi, kini disimpan ke dalam cloud, dan muncul open bank yang didasari oleh apps, APIs (application program interface), semua saling terhubung, dan bisa dianalisis dengan sistem big data.

Beberapa tahun lalu, teman saya, seorang CEO bank asing, menolak kredit seorang nasabah yang diperkenalkan seorang pejabat. Jumlah kreditnya besar sekali. Kawan saya hanya mengajukan satu pertanyaan, lalu ia permisi sebentar.

Permintaan orang itu ditolak. Tapi, orang itu kemudian mengajukan kredit ke salah satu bank nasional dan di-approve. Beberapa waktu kemudian, kami mendengar nasabah itu terlibat fraud dan lari ke luar negeri.

Sewaktu saya tanyakan kepada CEO bak asing tersebut, mengapa dulu dia menolak pengajuan kredit orang itu, rekan saya menjawab pendek, “Orang itu memang tidak bisa dipercaya.”

Tahu dari mana? Credit score memang bukanlah hal yang baru bagi perbankan. Tapi, kini bank punya cara yang lebih jitu mempelajari jejak tapak digital calon-calon nasabahnya yang bermasalah.

Di Tiongkok, hari-hari ini masyarakat sedang mendiskusikan tentang social scoring yang bukan sekedar mencatat angka. Melainkan juga segala digital footprint masyarakat. Data-data itu ditangkap melalui CCTV, websites, GPS, data keuangan, kesehatan, sampai belanja, dan konsumsi yang kita lakukan.

Jadi, setiap digital footprint pasti masuk ke score kita. Orang yang sering konsumsi alkohol, terlibat hukum, menyebarkan hoax, dan seterusnya akan punya akibat sendiri. Mereka yang social score-nya tinggi bisa mendapatkan banyak kemudahan, semisal diterima di perguruan tinggi atau mendapat seat untuk nonton. Sementara yang social score-nya rendah, sebaliknya.

 

Digital Footprint

Sewaktu seorang mantan pejabat kehilangan HP-nya di bandara, saya dengan cepat mengatakan, pasti ketemu. Tak perlu sampai 24 jam. Dan benar saja, malam harinya pengambil ponsel sudah ditemukan di Jakarta Timur.

Kok bisa? Harap Anda maklum di Bandara Soekarno-Hatta, hampir tak ada tempat yang tak terpantau sensor digital dan kamera CCTV. Dengan bantuan petugas aviation security Angkasa Pura (AP) II, polisi menjadi lebih mudah menelusuri jejak-jejak digital pelaku kejahatan.

Karena itu, ketika beberapa hari lalu hoax yang dibuat seorang public figure yang mengaku menjadi korban penganiayaan di Bandung beredar, sambil tersenyum saya berpikir ini tinggal tunggu waktu saja.

Siapa pelakunya dan kebenarannya pasti akan terungkap. Apalagi, orang yang mengaku korban adalah sosok yang dikenal publik. Dan, hampir semua rumah sakit dan tempat-tempat yang dikunjungi, semisal rumah sakit dan bandara, sudah dilengkapi digital camera.

Penulis di bidang teknologi data Priyanka Gupta, juga Seth Stephens-Davidowitz penulis buku best seller Everybody Lies, mengatakan bahwa dengan teknologi, kini sudah tak lagi sulit untuk membuka “kedok” kebohongan.

Demikian pula politikus-politikus yang garang dan gemar merampok uang masyarakat, sekalipun menggunakan jubah kealiman tertentu, akan sangat mudah ditaklukkan ketika digital footprint-nya disajikan kepada publik. Jejak itu, jangankan dilihat orang lain, ditonton diri sendiri saja belum tentu mereka mau.

Bukankah manusia selalu menyembunyikan perilaku-perilaku aslinya yang memalukan? Mereka ingin terlihat sempurna sehingga mengalami social desirability bias.

Seth Stephens-Davidowitz yang menambang data di Google selama 4 tahun melabeli orang-orang yang bias itu sebagai pembohong. Aktor tertentu memang munafik, bahkan tentang kebohongannya sendiri.

Tetapi, mengapa zaman sekarang ini polisi menjadi begitu mudah mengetahui kebohongan-kebohongan itu? Jawabannya adalah karena manusia sendiri yang ceroboh dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang tak pantas.

Celakanya, masyarakat senang menipu diri sendiri sepanjang mereka mendapatkan keuntungan atau kepuasan-kepuasan batin. Namun, di era ini, kemampuan berpikir kritislah yang akan menyelamatkan manusia dari perbuatan-perbuatan jahatnya dan kembali dalam nilai-nilai agama yang dianutnya.

Yaitu, nilai-nilai kebaikan, toleransi, pertolongan, dan kembali dalam ibadah-ibadah yang hakiki. Bukan yang dimanipulasi. Sepertinya, teknologi digital telah menghanyutkan nilai-nilai agama dan kebaikan ke dalam lembah ilusi tentang kehebatan diri masing-masing. (*)

*) Guru Besar Universitas Indonesia, Founder Rumah Perubahan