Home Blog Page 5893

Peringati Hari Gerakan Indonesia Bersih 2018 , Tim Kotaku dan KNPI Gotong Royong Bersama

BERSAMA: Ketua DPD KNPI Sumut bersama tim dari Kotaku dan masyarakat Limau Sundai, Binjai usai melaksanakan gotong royong.
BERSAMA: Ketua DPD KNPI Sumut bersama tim dari Kotaku dan masyarakat Limau Sundai, Binjai usai melaksanakan gotong royong.

BINJAI,SUMUTPOS.CO – Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut dan masyarakat Limau Sundai, Binjai menggelar gotong royong. Aksi bersih-bersih dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Gerakan Indonesia Bersih, Hari Perumahan Nasional dan Habitat Dunia 2018, Rabu (3/10).

Ketua DPD KNPI Sumut Sugiat Santoso mengapresiasi semangat dan solidaritas masyarakat Kota Binjai dalam melaksanakan gotong royong bersama para tim dari Kotaku dan KNPI.

Menurutnya, selain menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, gotong royong juga bermanfaat untuk menguatkan rasa persaudaraan, saling peduli antarsesama. “Sesulit apapun persoalannya dan seberat apapun tantangannya, jika kita saling bergotong royong maka Insya Allah semua akan mudah dan teratasi,” katanya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada tim dari Kotaku yang sudah banyak berbuat untuk masyarakat. Ia pun berharap semoga Kotaku kedepan tidak sekadar membantu masyarakat melalui pembangun fisik lingkungan saja, tapi juga fokus mencerdaskan masyarakat dalam mengelola lingkungan dan hal-hal kreatif yang bisa dibuat dari lingkungan.

Sementara itu, Taufik Hidayat Pulungan selaku Tenaga Ahli Komunikasi Kotaku Sumut mengatakan, Kotaku adalah sebuah program untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Salah satu upaya penanganan daerah kumuh menurut dia dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Percuma kita bangun saluran drainase, sanitasi dan jalan, jika masyarakat di lingkungan itu belum peduli akan kebersihan lingkungan. Jadi melalui kegiatan gotong royong ini, kita harapkan timbul kesadaran di masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya,” katanya.

Taufik mengatakan, kegiatan gotong royong ini secara serentak dilakukan se Indonesia oleh para tim dari Kotaku bersama masyarakat. Harapannya agar kegiatan gotong royong rutin dilakukan guna menciptakan lingkungan bersih dan tidak kumuh.

Sementara itu tokoh masyarakat Limau Sundai, Ilham Sitompul mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dibuat oleh Kotaku di lingkungannya. “Kami berharap ada pembangunan selanjutnya agar daerah ini menjadi indah dan tertata rapi,” harapnya.

Gotong royong dihadiri Ridho Lubis selaku Koordinator Kotaku wilayah Binjai, Langkat, Karo dan Dairi, tokoh pemuda Binjai, Anugerah Putra Ramdhan Nasution, para aktivis kepemudaan lainnya. (prn/han)

Ajak Masyarakat Pelihara Upaya Memelihara Keamanan

ASAHAN,SUMUTPOS.CO – Dalam rangka cipta kondisi pasca pesta demokrasi Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara yang berjalan lancar dan aman khususnya di Kabupaten Asahan, Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi menggelar silaturahmi kepada seribuan nazir masjid, bilal mayit dan ulama se-Kabupaten Asahan di Lapangan Adhi Pradhana Jalan Cokrominoto, Kamis (4/10).

Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi, SIK mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat khususnya masyarakat Asahan yang telah bersama-sama menjaga Pilkada Gubsu dengan aman dan damai. “Tentulah mari kita dukung untuk program Gubsu dan Wagubsu Sumut terpilih dan sudah dilantik,” katanya.

Dilanjutkan orang nomor satu di Polres Asahan itu, kiranya diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bersama sama memelihara dan membuat kegiatan positif yang bisa menginginkan suasana. Bukan membuat kegiatan yang bisa memecah bela persatu dan kesatuan.

“Polres Asahan akan menindak tegas kepada warga yang memecah belah persatuan. Maka itu mari gunakan media dengan bijak bila perlu lapor kalau ada melakukannya, “ tegas Yemi.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan H Surya menyebutkan kalau dirinya dan Pemkab Asahan sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Polres Asahan. Pasalnya, acara yang digelar Polres Asahan yang dinilai sangat luar biasa melakukan kegiatan sosial tersebut.

“ Pastilah Pemkab Asahan mengucapkan erima kasih kepada Polri yang telah menjaga kondusiftas Asahan. Terus tingkatkan kegiatan sosial ini,”bilang Surya. Untuk itulah, Surya mengajak warga Kabupaten Asahan untuk dapat mensukseskan dan gunakan hak pilih pada pemilu 2019. “Jangan mau terprovokasi dengan hal yang tidak benar,”katanya. (omi/han)

Pengungsi dari 16 Desa di Luar Radius 5 Km Tetap Akan Dipulangkan


‪MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tetap akan memulangkan pengungsi dari 16 desa yang berada di luar radius 5 km Gunung Sinabung. Begitupun waktu pemulangan warga dari 16 desa tersebut akan memperhatikaan kondisi psikologis warga yang masih trauma akibat peristiwa tewasnya 15 korban semburan awan panas.

“Kebijakan BNPB untuk memulangkan 16 desa di luar radius 5 km pada prinsipnya tetap akan dilakukan namun waktunya memperhatikan kondisi psikologi masyarakat,” ujar Gubsu saat ditanya wartawan di Kantor Gubsu, Senin (03/02).

Gubsu mengungkapkan, hasil pertemuan dengan Kepala BNPB Syamsul Maarif pada Minggu (2/2) malam, mengingatkan bahwa tetap yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana Sinabung adalah Pemkab Karo, sementara posisi Pemprovsu dan Pemerintah Pusat sebagai backup.

Sebagaimana arahan presiden SBY bahwa warga masyarakat di radius 3 km akan direlokasi dan tidak dibenarkan kembali menetap di sana. Untuk lokasi kediaman warga di radius 3 km tersebut, saat ini menurut Gubsu, titik lokasi sudah diperoleh. Mendagri sudah mengeluarkan direktif kepada Sekda Pemkab Karo sebagai leading sector proses relokasi dimaksud.

Lebih jauh lagi, ujar Gubsu, Mendagri juga telah mengutus salah seorang direktur untuk bersama-sama dengan Pemprovsu melakukan pendampingan atau supervisi kepada Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal pengadaan lahan dan relokasi rumah bagi warga masyarakat yang ada radius 3 km.

Gubsu juga mengungkapkan bedasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa status Gunung Sinabung masih berada pada status Awas IV. Beliau juga menkankan bahwa radius 5 km masih terlarang untuk dimasuki dan meminta semua pihak menepati larangan tersebut.

Seluruh korban tewas akibat bencana Sinabung, kata Gubsu, akan diberikan bantuan santunan Rp 11 juta yang berasal dari Rp 5 juta dari BNPB, Rp 3,5 juta dari Pemprovsu dan Rp 2,5 juta dari Pemkab Karo.

“Khusus bantuan dari Provinsi, tadi pagi saya barusan tandatangani dari dana TT (tidak terduga:red),” ujar Gubsu.(Rel/Mea)

Rahudman Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Eldin Terharu

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi terharu saat menerima ucapan selamat sekaligus rangkaian bunga dari mantan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang masih mengingat hari ulang tahunnya tepat 54 tahun, Jumat dinihari (4/7).

Selain mengucapkan terima kasih, Eldin pun tak lupa mendoakan agar Rahudman terus diberi kesehatan, kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan yang tengah dialaminya tersebut.

Ucapan selamat ulang tahun dan rangkaian bunga ini disampaikan Rahudman melalui putra sulungnya yang menjabat sebagai Camat Medan Marelan, Dedi Jaminsyah Putra Harahap SSTP MSP. Eldin mengaku ia tidak menyangka Rahudman di tengah persoalan hukum yang tengah dijalaninya, ternyata masih mengingat hari ulang tahunnya.

Hal ini terungkap saat Eldin hendak memberikan kata sambutan dalam acara syukuran sederhana atas pertambahan usianya ke-54 yang digelar di pendopo rumah dinas Wali Kota Medan. Dengan wajah haru, Eldin sebelum memulai sambutan lebih dahulu mengungkapkan, dirinya baru saja menerima ucapan selamat ulang tahun disertai rangkaian bunga dari Rahudman.

“Sebelum datang ke pendopo rumah dinas ini, saya baru saja menerima ucapan selamat ulang tahun dari Bapak Rahudman Harahap. Saya benar-benar terharu, ternyata beliau masih ingat dengan hari ulang tahun saya. Untuk itu saya mendoakan agar beliau terus diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalani cobaan yang tengah dihadapinya,” kata kata Eldin dengan mata merah dan berkaca-kaca.

Selanjutnya mantan Sekda Kota Medan ini menmgajak seluruh yang hadir dalam acara syukuran itu mulai dari staf ahli, asisten, pimpinan SKPD, camat dan lurah untuk bersama-sama mendoakan agar mantan Wali Kota Medan itu terus diberi ketabahan guna menghadapi cobaan tersebut.

Selain itu semoga Allah SWT membantu sehingga proses hukum yang dijalaninya cepat selesai. Ucapan Eldin langsung dijawab, “amin” oleh seluruh yang hadir.

Setelah itu suasana sempat hening beberapa saat. Suasana baru kembali mencair setelah Eldin memulai sambutannya. Dia mengawali sambutan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh jajarannya karena sampai saat ini terus bekerja dengan giat guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Meski demikian Wali Kota mengingatkan agar seluruh pejabat maupun stafnya supaya selalu ikhlas dalam bekerja. “Sebagai pamong, kita harus bekerja dengan dan penuh keikhlasan dalam melayani masyarakat. Kita harus ikhlas dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab. Semua apa yang kita lakukan itu dilihat langsung oleh Allah dan Allah yang menilainya langsung,” kata Eldin mengingatkan.

Selanjutnya Wali kota minta doa dan dukungan penuh dari seluruh keluarga agar mampu menjalankan roda pemerintahan di Kota Medan.

Selain keluarga, Eldin tak lupa minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, sulit baginya untuk menjadikan Medan sebagai kota metropolitan, sejahtera dan berdaya saing. “Untuk itu terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Saya berharap dukungan ini dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.

Acara syukuran diawali dengan pembacaan doa yang disampaikan Al Ustad H Mudawali SPdi. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan Sekda kota Ir Syaiful Bahri mewakili seluruh yang hadir. Diteruskan dengan pemotongan kue ulang tahun dan nasi tumpeng. Potongan kue ulang tahun dan nasi tumpeng selanjutnya diberikan Wali kota kepada istri tercinta Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin dan ketiga anaknya serta Sekda yang ditutup dengan makan bersama. (Rel)

Pelaku Bayar Jasa Dukun Rp300 Juta

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu persatu pelaku pencurian uang Rp 5,3 miliar dari pelataran parkir VIP Plaza Medan Fair tertangkap. Setelah mengamankan 5 pelaku, giliran Arda Agung (disebut otak pelaku) yang diringkus dari Kota Pinang. Dari Langkat polisi juga meringkus R, seorang dukun. Pria ini terlibat membantu melalui ritual perdukunan untuk melancarkan aksi para pelaku. Untuk jasanya, R dibayar dengan harga fantastis sebesar Rp 300 juta.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro ketika dikonfirmasi terkait hasil penyelidikan terkait kasus tersebut mengatakan jika pihaknya kembali menangkap seorang berinisial R dari kawasan Langkat.

Dijelaskanya, keterlibatan R adalah menerima uang Rp 300 juta dari pelaku yang mencuri uang dari mobil luxio BK 1170 JT milik PT Swadharma Sarana Informatika (SSI).

“Kita kembali menangkap satu orang berinisial R dari kawasan Langkat. Keterlibatannya menerima uang sebesar Rp 300 juta dari tersangka. Masih kita periksa ya,” katanya.

Ditanyai sosok R yang diamankan tersebut, Nico mengatakan jika R merupakan seorang dukun di Langkat. R juga yang memberi semangat kepada para pelaku dengan melakukan ritual khusus sebelum menjalankan aksinya.

“R ini membuat ritual sebelum pelaku beraksi. Kita belum tahu bentuk ritual seperti apa, namun R inilah yang memberikan semangat kepada para pelaku melalui doa-doanya dalam ritual itu,” tambah Nico.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram menyebutkan saat penangkapan R pada Kamis (4/9) malam, pihaknya berhasil menemukan 42 cash cassette (brankas uang) yang sengaja dikubur di kawasan Jl. Pelajar, Gang Kelapa, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai. Namun sayangnya, cash cassette tersebut sudah kosong dan hanya menyisakan selembar uang Rp 50 ribu.

Pun demikian, petugas tetap membawa brankas tersebut ke Mapolresta Medan untuk dijadikan sebagai barang bukti. “Ada 42 cash cassette penyimpanan uang yang kita temukan terkubur di Jl. Pelajar. Memang pelaku sengaja hendak menghilangkan jejak dengan mengubur barang bukti,” kata Wahyu Bram.

Dengan tertangkapnya R dan Arda Agung (disebut otak pelaku), pihak Polresta Medan sudah menggenapi penangkapan seluruh pelaku yang berjumlah 7 orang. Sebelumnya, pihaknya telah mengamankan 5 pelaku yakni Zulhamdi, Zainuddin alias Jay Pasaribu, Roy, Dimas Arisandi dan Briptu Margolang.

Soal otak pelaku Arda Agung yang dikabarkan masih kabur, pihak Polresta Medan enggan berkomentar.

Namun salah seorang sumber menyebutkan, Arda Agung diringkus dari Kota Pinang, Jumat (5/9) malam. Dan sudah diboyong menuju Polresta Medan.

“Arda sudah ditangkap, dia ditangkap di Kota Pinang. Sekarang masih sedang perjalanan ke Medan,” ungkap sumber.

Arda berhasil dibekuk setelah salah seorang pelaku bernama Heri ditangkap di Tandem. Saat diperiksa, ternyata Heri masih berhubungan dengan Arda. “Heri ditangkap di rumah adik mamak (ibu) nya. Dari Heri disita Rp 100 juta. Setelah HP Heri diperiksa, ternyata masih berhubungan dengan Arda. Anggota langsung menyebar ke arah Kota Pinang,” bebernya.

Petugas tak puas sampai di situ, Heri kemudian kembali dimintai keterangan. Benar saja, Heri mengaku menyimpan uang hasil rampokan kepada sepupunya bernama Ivan.

Tak mau buang waktu, petugas langsung menuju rumah Ivan yang tak jauh dari TKP penangkapan Heri. Tapi ternyata Ivan tak berada di rumah. “Nggak ada dia (Ivan) di rumah, terpaksa dipancing,” ujar sumber lagi.

Petugas pun menggunakan Heri untuk menghubungi Ivan. “Ternyata di Medan kawan itu (Ivan). Dibuat lah janji di depan Diskotik New Zone, akhirnya bisa tertangkap dia setelah dipancing mau dugem,” tuturnya.

Kepada petugas Jahtanras Polresta Medan, Ivan mengaku sudah menenggelamkan uang yang dititip Heri padanya di sebuah sumur tak jauh dari rumahnya. “Terpaksa balik lagi ke Tandem. Uang itu ada sekitar Rp 300 juta, dibungkus di dalam tupperware dan ditenggelamkan ke dalam sumur. Anggota yang masuk ke dalam sumur,” beber sumber.

Sumber lain menyebut jika pria berinisial R yang berperan sebagai dukun ditangkap di Jalan Gaperta, Medan, bukan dari Langkat. Dalam penangkapan itu petugas berhasil menyita uang kontan Rp 290 juta. “Dia (R) dibayar sekitar Rp 500 juta. Rp 150 juta sudah dibelikan perhiasan,” tukasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram belum mau memberi keterangan. Dia hanya menyebut sudah menangkap 11 tersangka tanpa mau membeber nama. (wel/gib/bd)

Tak Diberi Uang Beli Makanan, Anton Bunuh Rekannya

Ilustrasi
Pembunuhan-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dilakukan Anton Sijabat alias Ocop (25) warga Pagar Tapanuli Utara / Jalan KL. Yos Sudarso, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat terhadap rekannya sendiri Redi (31) warga tanah 600 Marelan, yang terjadi Jum’at (9/12/2016) lalu.

Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (16/1/2017) siang dengan 21 adegan. Dalam acara rekonstruksi tampak hadir Kapolsek Medan Barat Kompol Ziliwu didampingi personil, tersangka Anton Sijabat alias Ocop dan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lamria Simamora.

Pantauan wartawan di TKP, rekonstruksi digelar sekira pukul 12.00 WIB, dalam adegan tersangka Ocop mendatangi korban Redi yang tengah duduk di depan toko roti Majestik Jl. Brayan.

Selanjutnya, tersangka meminta uang kepada korban untuk membeli makan karena tersangka belum makan, namun korban tidak memberikannya.

Merasa kesal tak diberikan uang, tersangka menendang kursi yang ada di dekat korban. Melihat itu, korban yang tak senang menegur tersangka dan langsung mengajak berduel sehingga terjadilah cek-cok mulut.

Selanjutnya, korban bersama dengan pelaku berjalan ke Gang Kesawan yang tak jauh dari lokasi pertama keduanya bertengkar. Sampai di gang itu, korban mengambil sebatang kayu broti dan langsung memukul bahu tersangka. Saat itu tersangka masih tak melakukan perlawanan tapi hanya menangkis pukulan yang di layangkan korban.

Merasa tak puas, korban mengayunkan lagi kayu broti yang di pegangnya ke kepala tersangka, seketika darah segar keluar dari kepala tersangka.

Adegan selanjutnya, melihat tersangka mengeluarkan darah, korban gugup dan membuang kayu broti sembari berlari meninggalkan tersangka. Berikutnya, tersangka dengan kondisi kepala berdarah- darah mengeluarkan pisau dari dalam tasnya, kemudian tersangka mengejar korban dan langsung menikamkan pisau ke rusuk korban.

Mendapat tusukan dari tersangka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar Gang Kesawan menuju ke jalan besar KL. Yos Sudarso. Namun naas, saat di jalan besar itu korban terjatuh, tersangka yang melihat korban jatuh langsung mendatangi korban, dengan cepat tersangka kembali menikamkan pisaunya ke dada korban.

Melihat korban terkapar dengan bersimbah darah, tersangka langsung melemparkan pisaunya di dekat lokasi dan tersangka kabur dari lokasi.

Warga yang melihat korban berlumuran darah, mencoba membawa korban ke klinik Pratama Rawat Jalan yang ada di dekat lokasi. Karena luka yang diderita korban cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Martha Friska. Sayangnya, sebelum korban sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia karena banyak mengeluarkan darah akibat tusukan yang dilakukan tersangka.

“Kita bersama jaksa menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Pasar Brayan yang dilakukan Anton Sijabat alias Ocop pada 9 Desember 2016 lalu,” ujar Kompol Victor Ziliwu didampingi Lamria.

Vicktor menyebutkan, digelarnya rekonstruksi untuk mencocokkan BAP dan keterangan pelaku sehingga dapat segera disidangkan di pengadilan. “Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan ini ada 22 adegan yang dlakukan pelaku saat membunuh korban,” terangnya.

Lamria mengaku adegan rekonstruksi sesuai BAP. “Ya semuanya sesuai dengan BAP,” terangnya. (sor)

Tak Diberi Uang Beli Makanan, Anton Bunuh Rekannya

 

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Polsek Medan Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dilakukan Anton Sijabat alias Ocop (25) warga Pagar Tapanuli Utara / Jalan KL. Yos Sudarso, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat terhadap rekannya sendiri Redi (31) warga tanah 600 Marelan, yang terjadi Jum’at (9/12/2016) lalu.

Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (16/1/2017) siang dengan 21 adegan. Dalam acara rekonstruksi tampak hadir Kapolsek Medan Barat Kompol Ziliwu didampingi personil, tersangka Anton Sijabat alias Ocop dan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lamria Simamora.

Pantauan wartawan di TKP, rekonstruksi digelar sekira pukul 12.00 WIB, dalam adegan tersangka Ocop mendatangi korban Redi yang tengah duduk di depan toko roti Majestik Jl. Brayan.

Selanjutnya, tersangka meminta uang kepada korban untuk membeli makan karena tersangka belum makan, namun korban tidak memberikannya.

Merasa kesal tak diberikan uang, tersangka menendang kursi yang ada di dekat korban. Melihat itu, korban yang tak senang menegur tersangka dan langsung mengajak berduel sehingga terjadilah cek-cok mulut.

Selanjutnya, korban bersama dengan pelaku berjalan ke Gang Kesawan yang tak jauh dari lokasi pertama keduanya bertengkar. Sampai di gang itu, korban mengambil sebatang kayu broti dan langsung memukul bahu tersangka. Saat itu tersangka masih tak melakukan perlawanan tapi hanya menangkis pukulan yang di layangkan korban.

Merasa tak puas, korban mengayunkan lagi kayu broti yang di pegangnya ke kepala tersangka, seketika darah segar keluar dari kepala tersangka.

Adegan selanjutnya, melihat tersangka mengeluarkan darah, korban gugup dan membuang kayu broti sembari berlari meninggalkan tersangka. Berikutnya, tersangka dengan kondisi kepala berdarah- darah mengeluarkan pisau dari dalam tasnya, kemudian tersangka mengejar korban dan langsung menikamkan pisau ke rusuk korban.

Mendapat tusukan dari tersangka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar Gang Kesawan menuju ke jalan besar KL. Yos Sudarso. Namun naas, saat di jalan besar itu korban terjatuh, tersangka yang melihat korban jatuh langsung mendatangi korban, dengan cepat tersangka kembali menikamkan pisaunya ke dada korban.

Melihat korban terkapar dengan bersimbah darah, tersangka langsung melemparkan pisaunya di dekat lokasi dan tersangka kabur dari lokasi.

Warga yang melihat korban berlumuran darah, mencoba membawa korban ke klinik Pratama Rawat Jalan yang ada di dekat lokasi. Karena luka yang diderita korban cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Martha Friska. Sayangnya, sebelum korban sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia karena banyak mengeluarkan darah akibat tusukan yang dilakukan tersangka.

“Kita bersama jaksa menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Pasar Brayan yang dilakukan Anton Sijabat alias Ocop pada 9 Desember 2016 lalu,” ujar Kompol Victor Ziliwu didampingi Lamria.

Vicktor menyebutkan, digelarnya rekonstruksi untuk mencocokkan BAP dan keterangan pelaku sehingga dapat segera disidangkan di pengadilan. “Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan ini ada 22 adegan yang dlakukan pelaku saat membunuh korban,” terangnya.

Lamria mengaku adegan rekonstruksi sesuai BAP. “Ya semuanya sesuai dengan BAP,” terangnya. (sor)

 

 

Real Madrid vs PSG: Ujian Penaluk Eropa

MADRID, SUMUTPOS.CO – Sejarah ditulis oleh para pemenang. Dan Liga Champions, mengingat PSG sebagai pecundang di depan Barcelona. Menang 4-0 di Paris, Les Parisiens kemudian takluk 1-6 oleh Barca di pertemuan kedua babak 16 besar yang digelar Barcelona.

Demi merehabilitasi nama, PSG kemudian ‘merampok’ salah satu aktor dari klub yang menghancurkannya di Eropa musim lalu tersebut. Gayung pun bersambut karena Neymar, sang aktor, itu sudah bosan jadi bayang-bayang superstar Barca Lionel Messi. Harga fantastis Rp 3,5 Triliun pun mengiringi kepindahan Neymar dari Camp Nou ke Parc des Princes musim panas lalu.

Momen buat Neymar membuktikan diri sebagai bintang datang musim ini. Lawannya di 16 besar Liga Champions musim ini adalah klub yang sudah diakrabinya dalam empat musim. Dini hari nanti (15/2) di Santiago Bernabeu, PSG akan menantang juara bertahan Real Madrid.

Neymar kepada This Is Paris secara antusias mengatakan, mengalami musim perdana yang luar biasa di PSG. Kapten Timnas Brasil itu mengkoleksi 28 gol serta 16 assist diantara 27 penampilannya musim ini di semua ajang. “Saya tak mengharapkan seandainya akan terjadi kesuksesan secepat ini. Namun statistik saya bersama PSG memang luar biasa dan yang terpenting saya membantu tim meraih sukses,” kata Neymar.

Pemain yang baru saja merayakan ulang tahun ke-26 pada Senin (5/2) lalu itu jadi kunci penting bagi entraineur PSG Unai Emery menaklukkan Eropa. Selain menapak ke 16 besar, PSG juga dibawanya ke posisi puncak Ligue 1, masuk final Coupe de la Ligue, dan perempat final Coupe de France.

Neymar sebagai aktor utama ditopang oleh dua pemain lainnya, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani, sehingga terbentuklah trio MCN yang menebar teror di Eropa dengan produktivitasnya. Ketiganya membuat 71 gol dari 126 gol PSG di semua ajang.

“Kami tahu, kalau kami mampu membuat satu hal besar di Liga Champions musim ini. Setiap pemain pasti ingin membuat sejarah untuk klubnya dan karena itulah saya bergabung dengan PSG ini,” tutur Neymar.

Harusnya Dia Sudah Check Out dari Hotel Roa-roa…

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DISEMAYAMKAN: Keluarga berkumpul di samping jenazah Agnes Kristina Sitorus saat tiba di rumah duka, di Jalan Aribawa Utama, Lembaga Permasyarakatan Komplek Bali Indah No 14 Medan, Kamis (4/10). Agnes merupakan korban gempa dan tsunami yang tertumbun reruntuhan Hotel Roa-roa di Palu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DISEMAYAMKAN: Keluarga berkumpul di samping jenazah Agnes Kristina Sitorus saat tiba di rumah duka, di Jalan Aribawa Utama, Lembaga Permasyarakatan Komplek Bali Indah No 14 Medan, Kamis (4/10). Agnes merupakan korban gempa dan tsunami yang tertumbun reruntuhan Hotel Roa-roa di Palu.

SUMUTPOS.CO – Duka mendalam mendera keluarga Agnes Kristina Sitorus. Perempuan berusia 23 tahun itu, menjadi satu dari ribuan korban yang terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu.

JENAZAH Agnes Kristina Sitorus tiba di Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Kamis (4/10) sekira pukul 12.00 WIB. Jenazah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Polisi Kehutanan yang bertugas di Taman Nasional Kepulauan Togean, Sulteng itu diangkut dengan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6886 Jenazah langsung dijemput Wakapolres Deliserdang Kompol Arnis didampingi Kapolsek Beringin AKP Bambang Tarigan dan dari BKSDA Amenson Girsang serta beberapa pihak keluarga korban yang datang menjemput.

Setelah dilakukan serahterima peti jenazah dari pihak kargo ke keluarga korban, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Aribawa Utama, Lembaga Permasyarakatan Komplek Bali Indah No 14 Medan dengan mobil ambulans yang sudah disediakan. “Dia pergi ke Palu karena dinas, dan pulangnya sudah menjadi mayat,”sebut sorang keluarga Agnes yang menjemput jenazah di Bandara Kualanamu.

Sesampainya jenazah di rumah duka, isak tangis pun pecah. Keluarga, kerabat dan tetangga yang menunggu di dalam rumah, tidak dapat membendung kesedihan. Begitu juga sejumlah teman sekolah almarhum Agnes Christina yang merupakan alumni SMP Santo Tomas 4 dan alumni SMA Santo Tomas 1 Medan serta sejumlah rekan kerja orangtuanya dari Permata Hijau Grup dan dari Badan Kepegawaian Negara yang datang untuk turut berduka yang duduk di kursi di luar rumah, terlihat juga tidak dapat menutupi kesedihan.

Begitu peti berisi jenazah Agnes Cristina diletakkan untuk disemayamkan, secara bergantian kerabat dan keluarga langsung datang untuk menyampaikan belasungkawa dan duka yang dirasa. Kemudian para pelayat memberi semangat pada Hotlan Sitorus dan Bintang Br Panggabean, orangtua Agnes Cristina Br Sitorus yang tetap duduk di samping peti jenazah, sambil memandangi foto putri kedua mereka yang telah kembali pada Sang Pencipta.

“Sudah hampir 1 tahun dia di sana. Tidak lama dia tamat kuliah dari UNDIP Semarang, dia berangkat ke sana untuk menjadi CPNS,” ujar Bintang Br Panggabean, ibu Agnes kepada Sumut Pos di rumah duka.

Diceritakan Bintang, dirinya tidak merasakan firasat tidak baik dengan putri keduanya itu. Begitu juga dengan mimpi atau yang lain. Namun, Bintang mengaku seketika tersentak begitu mendapat kabar gempa bumi mengguncang Palu.

Oleh karena itu, Bintang langsung menghubungi putrinya melalui telepon namun tidak dijawab dan akhirnya ponsel putrinya tidak lagi dapat dihubungi. “ Saya dapat kabar dari teman-temannya di sana kalau dia berada di Hotel Roa-roa. Mereka sedang ada tugas ke sana,” ujar tambah Bintang.

Namun setelah itu, disebut Bintang, putri sulungnya Yosi Br Sitorus yang berada di Nusa Tenggara yang berkomumikasi dan mencari informasi kabar putri keduanya. Begitu mendapat kabar putri keduanya turut menjadi korban, Bintang langsung berangkat menuju Palu. Begitu juga Yosi, berangkat dari Nusa Tenggara ke Palu, Senin (1/10).

Dikatakannya, selama di Palu, dia terus menunggui tim evakuasi yang melakukan pencarian korban di reruntuhan Hotel Roa-roa, hingga pada Rabu (3/10), jenazah putri keduanya ditemukan.

Sementara tetangga orangtua Agnse Christina Sitorus, Cristin Siregar saat ditanyai Sumut Pos menyebut Agnes semasa hidup merupakan sosok anak yang sangat baik. Oleh karena itu, dia mengatakan Agnes memiliki banyak teman. Termasuk dengan tetangga, dikatakannya Agnes juga ramah dan baik.

Dijelaskannya, Agnes Christina Sitorus merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara, Kakaknya bernama Yosi dan adiknya masih kelas 3 SD bernama Joselin. “ Cerita yang saya dengar, mereka itu ada tugas lapangan ke Palu. Katanya sudah check out mereka seharusnya dari hotel itu. Tapi entah bagaimana, dia masih di sana sama kawannya satu orang. Sebagian kawannya, sudah keluar dari hotel,” uncap Cristina Siregar kepada Sumut Pos.

Opening Ceremonyy MTQN XXVII Tahun 2018 Bakal Spektakuler

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ASTAKA MTQN: Seorang pekerja berjalan di depan Astaka MTQ Nasional XXVII di kawasan Jalan Pancing Medan, Selasa (2/10) lalu. Persiapan telah rampung dan MTQ Nasional siap untuk dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Minggu (7/10) mendatang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
ASTAKA MTQN: Seorang pekerja berjalan di depan Astaka MTQ Nasional XXVII di kawasan Jalan Pancing Medan, Selasa (2/10) lalu. Persiapan telah rampung dan MTQ Nasional siap untuk dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Minggu (7/10) mendatang.

SUMUTPOS.CO – Dua hari lagi, perhelatan akbar tersaji di Sumatera Utara. Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XVII Tahun 2018 yang digelar di Kota Medan dan Deliserdang, diharapkan menjadi kenangan sepanjang sejarah suksesi MTQN di Indonesia. Karenanya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan mengemasnya secara profesional dan spektakuler.

BERBAGAI persiapan telah dilakukan dengan matang oleh panitia pelaksana MTQN XXVII, dalam hal ini Pemprovsu. MTQ Nasional kali ini pun diharapkan dapat menjadi tontonan menarik yang memiliki nilai religius tinggi. Acara grand opening ceremony-nya pun bakal dikemas secara spektakuler dengan memasukkan unsur seni dan kebudayaan yang ada di Sumatera Utara.

Sekretaris Panitia MTQN, Afifi Lubis mengatakan, akan ada rangkaian acara saat malam pembukaan MTQN nanti yang telah disiapkan panitia. Selain memasukkan unsur seni, budaya dan etnik yang ada di Sumut, juga direncanakan mengundang Trio Bimbo yang diiringi 2.500 pelajar dengan memakai lampu LED yang akan ditata dengan konfigurasin
salah satunya membentuk lafaz Allah. Konfigurasi tersebut juga merupakan upaya pemecahan rekor MURI.

“Kita ingin penyelenggaran MTQN di Sumut kali ini mampu menjadi kenangan melalui acara pembukaan yang spektakuler. Dan pada prinsipnya, kita ingin lebih menonjolkan kekayaan budaya Sumut di hadapan seluruh kafilah serta menjadi tuan rumah yang baik,” kata Afifi Lubis saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (4/10) siang.

Tak hanya itu, saat acara pembukaan nanti, panitia juga akan menampilkan permainan lampu sinar laser persis di Astaka MTQN dan Gedung Serba Guna. Dimana nantinya dari sinar laser yang ditembakkan pada kedua tempat itu, akan memunculkan bentuk bintang-bintang sehingga tampilannya menjadi menarik. “Kita pun berharap Sumut menjadi contoh dan daerah lain bisa belajar mengemas acara MTQN secara profesional.

Jadi, selain sebagai ajang perlombaan para qori dan qoriah, pembukaan MTQN tahun ini dapat menjadi tontonan menarik, religius dan mendidik masyarakat kita,” imbuhnya didampingi Sekretaris Umum Panitia, Zainal Muttaqin, Kadisdukcapil Sumut Ismael Sinaga, Kadiskominfo Sumut Fitriyus dan Kabiro Humas Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus.

Selain itu saat grand opening ceremony, seperti biasa, para kafilah akan membawa bendera provinsinya masing-masing dan juga bendera MTQN di hadapan presiden. “Setelah itu ada tahapan atau acara lain, yakni ucapan selamat datang dari gubernur, laporan ketua umum MTQN (Menteri Agama) dan arahan sekaligus sambutan dari Presiden yang kemudian membuka secara resmi acara,” ungkapnya.