Home Blog Page 5901

Tsunami Palu Disebabkan Longsor Bawah Laut

Palu Koro Fault.
Palu Koro Fault.

CANBERRA, SUMUTPOS.CO – Secara geografis, Kota Palu membentang di dataran yang subur akibat endapan sungai. Letaknya persis di lekukan teluk dikelilingi pegunungan tinggi yang kaki-kakinya memiliki kemiringan tajam ke bawah laut.

Letak geografis yang menjadikan Palu sebagai daerah permukiman ideal ini pula, menurut pakar geologi, yang justru menjadikannya rentan jika terjadi bencana.

Di saat upaya penanganan gempa dan tsunami masih terus berlangsung sejak bencana menerjang Jumat (28/9/2018) lalu, pakar geologi Australia coba menjelaskan secara ilmiah bagaimana proses terjadinya bencana.

Dijelaskan terjadinya peristiwa geologis berantai. Yaitu gempa bumi skala besar yang mencairkan tanah gembur dan kemungkinan menyebabkan tanah longsor di bawah laut.

Kemudian, tanah longsor itu memicu gelombang tsunami yang intensivitasnya tinggi karena terjadi di perairan berbentuk teluk.

Data gempa bermagnitudo 7,5 masih terus dikumpulkan, begitu juga data sebelum dan sesudahnya.

Namun para pakar sependapat bahwa gempa tersebut kemungkinan disebabkan pergerakan patahan bumi yang dikenal sebagai Patahan Palu-Koro.

Patahan ini membentang utara-selatan dan membelah Pulau Sulawesi pada garis yang melewati Teluk Palu.

“Ini salah satu patahan bumi paling aktif di dunia,” ujar Dr Jane Cunneen dari School of Earth and Planetary Sciences pada Curtain University.

Palu-Koro merupakan patahan di mana keduanya bergesekan satu sama lain secara horizontal. Ini berbeda dengan patahan dorong yang bergerak mendorong patahan lainnya.

Patahan Palu-Koro biasanya bergeser 30 hingga 40 milimeter per tahun. Sisi baratnya bergerak ke selatan sementara sisi timur bergerak ke utara.

Prof Adam Switzer dari Asian School of the Environment menjelaskan gempa pada jenis patahan ini menimbulkan getaran luar biasa dan kedua sisinya bergerak secara signifikan.

“Indikasi awalnya terlihat pada adanya pergeseran (tanah) beberapa meter,” katanya.

Episentrum gempa tidak selalu berada di garis utama patahan bumi. Dalam gempa di Sulteng, diketahui episentrumnya terletak di sebelah utara patahan utama.

Simulasi bagaimana dasar laut yang ambruk memicu terjadinya tsunami. (ABC News)

Pakar geologi Phil Cummins dari Australian National University mengatakan, memang masih misterius bagaimana gesekan patahan bumi ini memicu tsunami.

Dia mengatakan, tsunami lebih mungkin terjadi dalam peristiwa gempa pada patahan dorong. Sebab, katanya, gerakan vertikalnya mendorong air laut ke atas, menimbulkan gelombang bergerak.

Namun semua pakar yang dihubungi ABC sependapat bahwa gempa bumi di Sulteng telah menyebabkan tanah longsor di bawah laut.

Gunung-gunung yang curam di Palu memiliki kaki dengan kemiringan tajam ke laut dalam.

Diperkirakan satu atau lebih lereng gunung di bawah laut ini rusak oleh gempa, sehingga menyedot air laut ke bawah.

Longsor tebing-tebing di bawah laut itu menyedot air ke bawah dan kemudian mendorongnya ke atas sehingga menimbulkan gelombang tsunami.

“Akibatnya terjadi pergerakan gelombang,” jelas Prof Cummins.

Apakah teluk memperburuk situasi?

Para pakar yang dihubungi ABC menjelaskan bentuk teluk yang sempit di depan Kota Palu turut mengintensifkan efek gelombang ketika terjadi tsunami.

Mereka ingin memastikan apakah gelombang tsunami itu bermula di dalam atau di luar teluk. Atau justru dari banyak titik di perairan tersebut.

Prof Cummins mengatakan upaya ini rumit karena bergantung pada keterangan saksi mata. Pasalnya, alat pengukur gelombang pasang tidak berfungsi di teluk itu ketika tsunami terjadi.

Tim peneliti akan menyisir lokasi bencana guna menentukan di mana gelombang berakhir serta seberapa tingginya.

Jika gelombang tsunami bermula di luar teluk, atau dekat mulut teluk, dipastikan bentuk geografis teluk ini telah meningkatkan kekuatan tsunami tersebut.

Kemungkinan lain, kata Prof Cummins, yaitu salah satu ujung teluk kemungkinan alami longsor, memicu pergerakan gelombang dan menciptakan efek yang sama seperti yang kita lihat dalam bak mandi.

Beberapa informasi juga menunjukkan bangunan yang tergelincir dan meluncur seolah-olah bergerak di atas air.

Badan penanggulangan bencana mengatakan ada lumpur yang muncul naik dari dalam tanah, menyeret rumah-rumah dan pepohonan.

Fenomena itu, yang disebut likuifaksi, adalah akibat dari perkotaan yang dibangun di atas dataran datar yang terbentuk dari endapan tanah longgar, atau tanah berpasir.

Air tanah yang tinggi juga berkontribusi menyebabkan tanah jadi cair dan tidak stabil. Air tersebut bergerak naik di antara retakan saat tanah bergetar.

Ciri goyangan gempa seperti ini dipastikan memperburuk likuifaksi, mengaduk air tanah sedemikian rupa sehingga muncul gelembung lumpur dari bawah tanah, melemahkan fondasi bangunan serta mencabuti pepohonan yang dilaluinya. (ABC Australia – detikNews/ Farid M. Ibrahim)

Tukar Telkomsel Poin, Berpeluang Dapat Hadiah Sepeda Motor

TSEL POIN_GEBER 2018 : Salah satu program loyalty (Tukar Poin) kepada pelanggan yang selalu setia dalam menggunakan layanan komunikasi terbaik dari Telkomsel.
TSEL POIN_GEBER 2018 : Salah satu program loyalty (Tukar Poin) kepada pelanggan yang selalu setia dalam menggunakan layanan komunikasi terbaik dari Telkomsel.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Bagian dari program loyalty kepada pelanggan, Telkomsel menggelar program “Telkomsel Poin GEBER 2018”. Melalui program ini pelanggan berpeluang mendapatkan hadiah sepeda motor Kawasaki W175 SE. Program ini berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2018 dan ditujukan bagi seluruh pelanggan kartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP.

Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung mengatakan, “Program ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan atas kesetiaan dan kepercayaannya menggunakan layanan Telkomsel, sekaligus mengakomodir kebutuhan pelanggan yang belum menukarkan poinnya. Untuk itu melalui program tukar poin ini kami berharap pelanggan tidak sekedar merasakan nyaman menggunakan layanan Telkomsel, tapi merasakan keuntungan yang lebih banyak dengan menggunakan produk Telkomsel”.

Untuk dapat mengikuti program ini, pelanggan dapat melakukan penukaran 50 poin berlaku kelipatan dengan mengirim SMS ketik GEBER kirim ke 777. Pelanggan dapat melakukan pengecekan poin secara berkala dengan cara menekan *700# atau melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat didownload di Playstore maupun App Store. Pemenang dengan jumlah penukaran poin tetinggi akan mendapatkan hadiah sepeda motor Kawasaki W175 SE.

Telkomsel menghimbau agar pelanggan tetap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Jika pelanggan menerima informasi menjadi pemenang melalui salah satu program Telkomsel, sebaiknya melakukan konfirmasi ke nomor layanan Call Center bebas pulsa Telkomsel yaitu 188 dari kartuHalo, simPATI, Kartu As dan LOOP atau melihat data pemenang pada situs resmi perusahaan di www.telkomsel.com.

Pelanggan juga dapat mendatangi kantor layanan GraPARI Telkomsel terdekat untuk mendapat informasi lebih lanjut. Selain itu Telkomsel tidak pernah meminta biaya apapun kepada pelanggan yang menjadi pemenang undian berhadiah dari Telkomsel, baik dalam bentuk uang tunai maupun pulsa.

***

PGN Ikut Nyalakan Obor Asian Para Games 2018

Logo asian para games
Logo asian para games

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) ikut menyokong gelaran olahraga Asian Para Games 2018 yang merupakan ajang jatidiri para atlet disabilitas.

Selaku tuan rumah Asian Para Games 2018, Indonesia menunjukkan kepada dunia internasional sebagai negara yang kondusif bagi terciptanya masyarakat inklusif. Salah satunya mempersembahkan panggung megah bagi prestasi bagi atlet disabilitas.

Pada hajatan perdana Asian Para Games 2018, dibutuhkan sokongan banyak pihak. PGN selaku perusahaan negara merasa wajib berkontribusi secara maksimal.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan lewat peran sebagai sponsor Asian Para Games 2018, telah menunujukkan bahwa perusahaan tak pernah absen mengembangkan dunia olahraga nasional. Terlebih, Asian Para Games 2018 mempunyai makna luas bagi siapa saja dalam kondisi apa saja, berhak mendapatkan kesempatan mengharumkan nama bangsa.

“Karena itu, kami ikut menjadi sponsor. Kami akan menyalakan obor Asian Para Games 2018,” kata Rachmat.

Perhelatan yang berlangsung pada 8-16 Oktober di Jakarta itu, menyematkan slogan ”Inspiring Spirit and Energy of Asia”. Lewat tema itu, lanjut Rachmat, ajang multicabang itu mempunyai kekuatan besar untuk membawa nama harum Indonesia ke level internasional.

“Asian Para Games 2018, akan menjadi ukuran Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan olahraga level dunia, setelah sukses menggelar Asian Games yang baru berlalu, dan mengabarkan kepada dunia bahwa negara ini mempunyai semangat inklusif yang tinggi,” tegas Rachmat.

Selain aktif mensponsori beragam kegiatan olahraga, PGN juga fokus menegakkan merah putih di ajang olahraga skala internasional. Belum lama ini, PGN mencatatkan sejarah baru lewat torehan prestasi tim PGN Road Cycling Team (PRCT).

PGN Road Cycling Team telah berhasil  mengharumkan nama bangsa, sekaligus entitas perseroan. Mereka menuai hasil positif dari ajang VTV International Tournament Hoa Sen Group Cup 2018 di Vietnam. “Setelah di Vietnam, kami juga membidik peluang juara di kegiatan level internasional lainnya pada tahun ini,” tutup Rachmat. (rel/ram)

Gunung Soputan di Sulut Meletus

ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)
ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)

SUMUTPOS.CO – Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan peningkatan intensitas vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Soputan melaporkan gunung tersebut terlihat meletus pada Rabu (3/10).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan terjadi sekitar pukul 08.47 WITA. Kolom abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian 4.000 meter di atas puncak gunung.

“Pos Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut,” ujar Sutopo dalam keterangannya, Rabu (3/10).

Kolom abu dengan tekanan kuat terpantau berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Amplitudo yang terekam seismogram menunjukkan pada kisaran 39 milimeter.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter dan durasi sekitar 6 menit,” imbuhnya.

Hujan abu vulkanik Gunung Soputan diperkirakann jatuh di daerah bagian barat laut. Sedangkan VONA atau Volcano Observatory Notice of Aviation terlihat berwarna oranye.

VONA yang berwarna oranye ini berarti lontaran abu vulkanik tidak sampai mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal.

Lebih jauh Sutopo menjelaskan, saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (siaga). Sejumlah rekomendasi juga dikeluarkan oleh BNPB, di antaranya agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak gunung. Tujuannya untuk menghindari aliran lava maupun awan panas.

“Masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah barat barat daya sejauh 6,5 kilometer dari puncak,” terangnya.

Masyarakat di sekitar Gunung Soputan pun dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Hal tersebut sebagai langkah mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik. Masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman,” pungkas Sutopo. (ce1/sat/JPC)

Inflasi September 2018 di Sumut Stabil

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO -Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) Indeks Harga Komoditas (IHK) Sumut di bulan September 2018, dengan tercatat 0,07% (mtm) dan 1,63% (yoy). Dengan itu, kondisi IHK Sumut di bulan ini, disebut BI Sumut dalam keadaan stabil. Hal itu diungkapkan oleh Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut, Hilman Tisnawan.

Hilman menjelaskan, realisasi ini jauh dibawah rata-rata historis 3 tahun terakhir pada bulan September (0,50%, mtm). Dengan demikian, inflasi tahun kalender (ytd) mencapai 0,28%, lebih rendah dibandingkan inflasi berjalan tahun sebelumnya (1,82%).

“Secara spasial, tekanan inflasi terjadi di tiga kota IHK di Sumatera Utara. Kota Sibolga menjadi kota dengan inflasi tertinggi di Sumatera Utara yaitu, 0,39% (mtm). Kota Medan dan Kota Padangsidimpuan mengalami inflasi masing – masing 0,09% (mtm) dan 0,04% (mtm). Sementara itu, Inflasi Kota Pematangsiantar mengalami deflasi 0,24% (mtm),” papar Hilman kepada wartawan di Medan, Selasa (2/10) siang.

Hilman menjelaskan, cabai merah kembali mendorong tekanan inflasi pada bulan berjalan di bulan September 2018 ini. Dengan andil inflasi 0,32%.”Kenaikan disinyalir disebabkan oleh pasokan yang lebih sedikit akibat intensitas hujan yang tinggi pada sampai dengan pertengahan September 2018,” tutur Hilman.

Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Hilman menyebutkan puncak harga cabai merah di Sumatera Utara terjadi pada minggu ke III September 2018, yaitu mendekati Rp 40.000 dan kemudian perlahan menurun di level Rp 30.700 pada minggu ke IV. “Penurunan ini disebabkan oleh masuknya periode panen cabai merah di Jawa, sehingga konsumsi dipenuhi pasokan dari Jawa,” ungkap Hilman.

Menurut Hilman, kenaikan beberapa komoditas pada kelompok makanan jadi, minuman, dan rokok juga meningkatkan tekanan inflasi pada bulan berjalan.”Kenaikan harga mie, nasi dengan lauk, dan kue basah mendorong laju inflasi kelompok tersebut menjadi 0,73% (mtm). Kenaikan tersebut diperkirakan didorong oleh penyesuaian harga bahan baku makanan jadi,” bilang Hilman.

Dengan demikian, Keseluruhan tekanan inflasi September terbilang rendah dibandingkan historisnya pada bulan sebelum di bulan Agustus 2018. Dimana, September didorong penurunan harga komoditas bahan pangan. “Sejalan dengan fenomena nasional, komoditas yang mengalami deflasi adalah daging ayam dan bawang merah dengan andil masing – masing -0,19% dan -0,07%. Melimpahnya persediaan di pasaran mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut,” jelas Hilman.

Hilman menambahkan, tekanan inflasi akhir tahun diperkirakan berada di batas bawah sasaran inflasi nasional. Tekanan inflasi yang cukup rendah hingga September diperkirakan akan mendorong inflasi yang rendah di akhir tahun 2018. “Meski demikian, masih terdapat potensi risiko tekanan inflasi pada tiga bulan terakhir yang umumnya didorong oleh kenaikan permintaan jelang HBKN dan libur sekolah,” kata Hilman.

Merespon hal tersebut, BI Sumut dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara tengah fokus untuk melakukan dan mengelola pasokan dan distribusi, khususnya bahan kebutuhan pokok. (gus/ila)

Bouy Tsunami Dicuri sejak 2012

TERDAMPAR: Buoy tsunami terdampar di pinggir pantai, beberapa waktu lalu. Menurut BNPB, saat ini beberapa alat pendeteksi tsunami tersebut hilang dicuri sejak 2012.
TERDAMPAR: Buoy tsunami terdampar di pinggir pantai, beberapa waktu lalu. Menurut BNPB, saat ini beberapa alat pendeteksi tsunami tersebut hilang dicuri sejak 2012.

SUMUTPOS.CO – Instrumen sistem deteksi dini atau early warning system tsunami di wilayah Palu disebut-sebut tak berfungsi usai gempa 7,4 SR pada Jumat lalu (28/9). Usut punya usut, alat yang disebut buoy tsunami itu hilang dicuri.

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajaran terkait segera melakukan perbaikan alat pendeteksi tsunami yang sudah rusak agar dapat kembali berfungsi normal. Dia juga mengimbau agar masyarakat ikut bersama-sama menjaganya. “Kita juga memerlukan kesadaran bersama masyarakat, agar alat-alat seperti itu tidak dirusak atau tidak diambil karena alat ini sangat berguna sekali,” kata Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/10).

Dia pun telah menginstruksikan supaya masalah ini segera diselesaikan. Peralatan yang rusak harus segera diperbaiki. Kemudian dijaga jangan sampai hilang. “Saya perintahkann
agar alat ini diperbaiki kemudian diawasi dan dijaga karena itu alat yang sangat penting dalam mendeteksi kejadian yang akan terjadi,” tambahnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut pendeteksi tsunami yang disebut buoy itu rusak karena vandalisme dan hilang dicuri sejak 2012. Alat yang disebut Sutopo tersebut adalah Deep-Ocean Tsunami Detection Buoys. Perangkat ini digunakan untuk mendeteksi perubahan permukaan air laut.

Sutopo mengatakan, kondisi tersebut memperlemah mitigasi atau upaya preventif pemerintah mencegah munculnya korban jiwa saat gelombang tsunami menerjang daratan. Padahal alat deteksi tsunami berteknologi tinggi itu seharusnya dipasang di sepanjang kawasan pesisir Indonesia yang rawan bencana.

Indonesia tadinya memiliki 21 buoy. Sebanyak 10 unit pendeteksi itu diberikan pemerintah Jerman senilai sekitar Rp610 miliar. Sementara itu, tiga buoy lainnya didapat Indonesia dari Amerika Serikat dalam sistem Deep Ocean Assessment and Reporting Tsunamis (DART).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan seluruh alat deteksi tsunami tersebut kini tak lagi berfungsi. Anggaran yang terbatas diklaim sebagai salah satu pemicu persoalan itu.

Buoy yang pernah terpasang di Indonesia tidak dikelola BMKG melainkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Ketiadaan buoy mengharuskan BMKG memprediksi potensi tsunami pasca gempa berdasarkan metode pemodelan. Artinya, perkiraan tsunami itu dihitung dalam perangkat lunak, berdasarkan pusat kedalaman dan magnitudo gempa.

Zakir Pemasok Utama 4 “Kampung Narkoba” di Medan

diva swanda/SUMUT POS RESIDIVIS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan penangkapan residivis kasus narkoba Zakir Usin dan istrinya di Mapolrestabes Medan, Selasa (2/10).
diva swanda/SUMUT POS
RESIDIVIS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan penangkapan residivis kasus narkoba Zakir Usin dan istrinya di Mapolrestabes Medan, Selasa (2/10).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Empat kali keluar masuk penjara gara-gara kasus narkoba, tak membuat jera Zakir Usin (47). Bahkan, dia semakin ‘menggila’ dengan menjadi pemasok utama empat lokasi yang dicap sebagai “kampung narkoba” di Kota Medan.

Setelah 9 bulan diburu, Zakir akhirnya diringkus personel Polrestabes Medan di tempat persembunyiannya, Jalan Angkasa Dalam 1, RT 10 Kelurahan Gunung Sahari, Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9) pekan lalu Dia pun langsung diboyong ke Mapolrestabes Medan bersama istrinya Melva yang juga terlibat dalam kasus ini untuk menjalani pemeriksaan.

Zakir bersama istrinya Melva, hanya mampu menundukkan wajahnya saat petugas memaparkan kasus narkoba yang mereka geluti. Zakir bersama sang istri yang menggunakan baju berwarna oranye (kaos tahanan polrestabes) tanpa penutup wajah digiring oleh petugas dari ruangan Satresnarkoba Polrestabes Medan menuju ke lapangan apel. Dengan kedua tangan para pelaku yang diborgol, dan pengawalan ketat oleh petugas, Zakir bersama istri tidak banyak berkata.

Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, Zakir merupakan residivis kasus narkoba yang sudah empat kali keluar masuk penjara. Dan ini menjadi kali kelima dia ditangkap Polisi.

Diungkapkan Dadang, Zakir pertama kali diamankan pada tahun 2000 dengan barang bukti ganja. Dalam kasus itu, dia divonis hukuman penjara selama 8 bulan. Kemudian tahun 2002, Zakir kembali diamankan dengan barang bukti sabu 3 gram dengan vonis hukuman penjara selama 4 tahun 3 bulan.

“Zakir kembali ditahan pada tahun 2005 dengan barang bukti ganja dan divonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan. Terakhir Zakir kembali diamankan pada tahun 2006 tertangkap dengan seorang tersangka lainnya yakni anak Abu Geleng, dirinya divonis hukuman kurungan selama 1 tahun 6 bulan dan ini lagi kita amankan. Jadi total 5 kali sudah,” ungkap Dadang.

Ia menerangkan, Zakir menjadi DPO sejak Januari saat Dadang Hartanto baru menjabat Kapolrestabes Medan. Zakir juga merupakan orang yang memiliki jaringan antar provinsi, Medan-Aceh. Ia juga diketahui merupakan salah satu pemasok utama empat lokasi yang dicap sebagai “kampung narkoba” di Kota Medan, termasuk Kampung Kubur. “Dari analisis kasus, ternyata narkoba yang beredar di sana berasal dari tersangka,” kata Dadang.

Dalam menjalankan bisnis haramnya tersebut, Zakir Usin menurut Dadang selalu memanfaatkan orang lain. Bahkan dalam transaksi terakhir yang membuatnya tersangkut kasus, sosok yang dikenal sebagai ketua salah satu OKP tersebut memanfaatkan istrinya Melva menjadi kurir.

“Saat itu istrinya berinisial M berhasil ditangkap bersama sopirnya saat membawa narkoba, dan saat diinterogasi mengakui barang tersebut milik Zakir Usin,” ujarnya.

Dari pengakuan inilah kemudian polisi melakukan pengejaran terhadap Zakir yang beberapa kali berpindah tempat mulai dari melarikan diri ke Aceh, Batam dan juga mencoba lari ke Malaysia.

“Saat mau lari ke Malaysia, kita keluarkan surat pencekalan sehingga yang bersangkutan memilih lari ke Jakarta dan akhirnya kita tangkap disana. Untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) masih kami kembangkan,” pungkasnya.(dvs)

Mantan Anggota Dewan Buronan KPK

KPK
KPK

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ferry Suando Tanurai Kaban, mantan anggota DPRD Sumut tersangka kasus dugaan suap Gatot Pujo Nugroho resmi masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah mengirimkan surat kepada Kapolri melalui NCB-Interpol Indonesia mengenai daftar pencarian orang atas nama Ferry Suando Tanuray Kaban Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, surat DPO disampaikan ke Kapolri sejak 28 September 2018 lalu. Menurut Febri, Ferry sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK, yakni pada 14 dan 21 Agustus 2018.

Hingga kini KPK belum tahu keberadaan Ferry, sehingga meminta bantuan Polri melakukan pencarian dan penangkapan.

Ia mengimbau masyarakat ikut membantu. Bila mengetahui keberadaan Ferry diharapkan untuk segera memberitahukan kepada kantor kepolisian terdekat atau menginformasikan ke KPK melalui telpon 021-25578300.

KPK pun mengultimatum pada anggota DPRD Sumut lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun sebagai saksi, agar segera memenuhi panggilan penyidik dan tak menggunakan alasan macam-macam untuk tidak datang. Lembaga antirasuah itu mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang menyembunyikan atau membantu persembunyian para tersangka.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu, melalui Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengaku belum ada informasi dari Mabes Polri terkait arahan untuk mencati keberadaan Fery di Medan. “Kita belum dapat informasi itu. Setahu saya kalau KPK bekerja, mereka kerja sendiri. Tidak melibatkan kami (Poldasu),” ungkap Nainggolan, Selasa (2/10).

Menurutnya, KPK dalam bekerja memanggil atau menjemput tersangka, kerapnya hanya bekerja sama dengan Mabes Polri. “Kan di dalam KPK itu ada juga terdiri anggota Polri. Setahu saya, biasanya mereka koordinasi dengan Mabes Polri saja, setahu saya,” pungkas Nainggolan.

Bawa Uang Asing Lebih Rp1 M, Denda Rp300 Juta

Mata uang rupiah baru.
Mata uang rupiah.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Saat ini, membawa uang kertas asing tak bisa lagi sembarangan. Pasalnya, Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/2/PBI/2018 yang membatasi individu atau badan berizin membawa uang kertas asing dalam jumlah besar atau maksimal senilai Rp1 miliar. Jika melanggar, maka siap-siap dikenai sanksi berupa denda maksimal Rp300 juta.

Direktur Departemen Pengelolaan Devisa BI, Rudi Hutabarat mengatakan, pengetatan dilakukan karena berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar, menimbulkan dampak psikologis yang mempengaruhi ketidakstabilan nilai tukar rupiah dan kebutuhan harmonisasi dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU Mata Uang.

Disebutnya, kebijakan BI yang menerbitkan ketentuan mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) utamanya memang mendukung upaya peningkatan stabilitas nilai tukar rupiah. “Juga mempercepat pendalaman pasar valuta asing (valas) domestik dan memitigasi risiko nilai tukar rupiah,” kata Rudi Hutabarat saat Sosialisasi Ketentuan Pembawaan Uang Kertas Asing ke dalam dan ke luar daerah pabean Indonesia, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Medan, Selasa (2/10).

Latar belakang pengaturan PBI pembawaan uang kertas asing adalah tingginya aktivitas pembawaan uang kertas asing ke dalam dan luar daerah pabean Indonesia. Kemudian, belum terdapatnya data atau informasi mengenai pembawaan uang kertas asing lintas batas, dan belum terdapatnya instrumen untuk mengendalikan pembawaan uang kertas asing ke dalam dan luar daerah pabean Indonesia.

Dengan adanya PBI tersebut, kata Rudi, diharapkan dapat mendukung efektivitas kebijakan moneter serta memperoleh informasi terkait dengan motif (underiying). Selanjutnya, BI memiliki instrumen untuk mengendalikan pembawaan UKA ke dalam atau ke luar daerah pabean Indonesia dan bisa mendukung efektivitas UU TPPU dan UU tentang mata uang rupiah di Indonesia. “Dengan PBI ini, akan diketahui juga data pembawaan uang kertas asing, seperti volume, pergerakan dan lain-lain. Kemudian mengetahui pelaku pembawaan uang kertas asing dan mendukung efektivitas kebijakan BI,” jelas Rudi.

Dia juga menjelaskan, sanksi atas pelanggaran PBI Pembawaan UKA tersebut antara lain dari sanksi denda, sanksi administratif dan sanksi lainnya berupa rekomendasi kepada otoritas berwenang untuk dapat dikenakan sanksi.

Disebutnya, semua pihak yang tidak memiliki izin atau persetujuan pembawaan UKA termasuk individu, dikenakan denda 10 persen dari seluruh UKA yang dibawa, maksimal Rp300 juta. Begitu juga Badan Berizin yang membawa UKA melebihi jumlah UKA yang disetujui BI dikenakan denda 10 persen dari selisih jumlah antara UKA yang di bawa dengan yang disetujui BI, maksimal Rp300 juta.

“Hanya badan berizin yaitu bank dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang telah memperoleh persetujuan BI yang dapat melakukan pembawaan UKA lintas batas di atas Rp1 miliar,” tutur Rudi.

Rudi juga mengungkapkan, ketentuan PBI Pembawaan uang kertas asing tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan kontrol devisa, namun lebih kepada pengaturan dari sisi lalu lintas pembawaan uang kertas asing (tunai). “Pihak-pihak yang ingin membawa mata uang asing di atas Rp1 miliar dapat dilakukan melalui instrumen nontunai,” pungkasnya.

Sementera itu, Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut, Hilman Tisnawan mengatakan, peraturan ini diciptakan untuk mendapatkan data atau informasi mengenai pembawaan uang kertas asing lintas batas dan belum terdapatnya instrumen untuk mengendalikan pembawaan uang kertas asing lintas batas tersebut.

“Hal tersebut bisa menimbulkan beberapa masalah yaitu berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar, menimbulkan dampak psikologis yang mempengaruhi ketidakstabilan nilai tukar rupiah dan kebutuhan harmonisasi dengan UU tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU mata uang,” kata Hilman.

Diharapkan juga BI memiliki instrumen untuk mengendalikan pembawaan UKA ke dalam dan ke luar daerah pabean Indonesia, serta mendukung efektivitas UU TPPU dan UU tentang mata uang rupiah di Indonesia. “Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung efektivitas kebijakan moneter, memperoleh informasi terkait dengan motif (underlying),” tandasnya.(gus)

7 Oktober, Jokowi Buka MTQN

SIAP-SIAP Seorang pekerja melintas di depan panggung utama yang dipersiapkan untuk acara pembukaan MTQN XXVII di kawasan Medan Estate, Deliserdang, Selasa (2/10).
SIAP-SIAP
Seorang pekerja melintas di depan panggung utama yang dipersiapkan untuk acara pembukaan MTQN XXVII di kawasan Medan Estate, Deliserdang, Selasa (2/10).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka acara Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XVII/2018 pada Minggu, 7 Oktober mendatang.

Segala persiapan pun sudah dirampungkan Pemprovsu selaku tuan rumah MTQN yang digelar mulai 4 hingga 13 Oktober 2018 Selain membuka acara MTQN, presiden juga dikabarkan akan meninjau sejumlah proyek strategis nasional di Sumatera Utara.

“Begitupun kami masih menunggu perkembangan terbaru tentang jadwal kedatangan Bapak Presiden. Info selanjutnya akan kami sampaikan kepada kawan-kawan media jika ada perubahan dari protokoler dan staf Istana,” kata Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus menjawab Sumut Pos, Selasa (2/10).

Ilyas yang mendampingi Sekdaprovsu R Sabrina dalam rapat koordinasi tentang kunjungan RI 1 di Kementerian Sekretaris Negara pada hari itu menyebutkan, kemungkinan besar Presiden Jokowi akan meninjau langsung sejumlah proyek strategis nasional yang ada di Sumut.

Antara lain akan meresmikan Kantor PT Inalum, peresmian jalur kereta api Sei Mangkei-Kuala Tanjung dan peresmian Pelabuhan Pelindo Kuala Tanjung. “Untuk sementara itu rencana agenda Pak Presiden selama di Sumut. Untuk finalnya nanti diinfokan lagi,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos kemarin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumut juga menggelar rapat koordinasi terkait agenda RI 1 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprovsu, Ibnu Sri Utomo yang hadir dalam rakor, belum ada keputusan final soal kunjungan presiden untuk meninjau sejumlah proyek strategis nasional di Sumut. Namun untuk pembukaan MTQN, presiden memang dijadwalkan akan membuka langsung acara tersebut.

“Tadinya tanggal 6, tetapi diundur jadinya tanggal 7 (Minggu). Presiden yang memang akan membuka langsung acara MTQN. Saat ini pun masih ada rapat soal itu di Kemensesneg, Sekdaprovsu yang mewakili pemprov di sana,” katanya.

Sesuai informasi yang mereka peroleh, presiden akan langsung bertolak ke Jakarta keesokan harinya usai membuka acara MTQN. “Sejauh ini kesiapan kita baru sampai di situ. Artinya mulai dari kedatangan presiden tanggal 7, dan pulang tanggal 8 pagi. Jadi belum ada kami mendapat info akan meninjau proyek strategis nasional di Sumut,” katanya.