SEROBOT AREAL RTH:
Pagar gedung baru milik T Pelindo I di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Medan Belawan, dibangun di atas saluran drainase. Pagar diduga telah menyerobot lahan RTH antara 1-2 meter.
SEROBOT AREAL RTH: Pagar gedung baru milik T Pelindo I di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Medan Belawan, dibangun di atas saluran drainase. Pagar diduga telah menyerobot lahan RTH antara 1-2 meter.
BELAWAN,SUMUTPOS.CO – Pembangunan gedung baru PT Pelindo I di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Medan Belawan, segera rampung. Namun bangunan yang akan dijadikan sebagai perkantoran pegawai BUMN itu, ditengarai telah menyerobot sebahagian lahan negara.
Pantauan Sumut Pos di lokasi, Rabu (3/10), pagar bangunan dipadu dengan besi stainless, berdiri di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tepatnya diatas drainase. Penyerobotan lahan itu diperkirakan mencapai 1 hingga 2 meter.
Pembangunan gedung baru milik PT Pelindo I itu sudah berlangsung hampir 2 tahun. Selama proses pembangunan, areal RTH berupa taman dan drainase ditutup. Bahkan, trotoar sebagai sarana umum pejalan kaki juga rusak.
Setelah pembangunan hampir rampung, terlihat pagar bangunan yang memiliki 8 lantai itu, dibangun di atas drainase, di luar tapal batas tanah. Diduga menyerobot sebahagian lahan negara.
“Sejak gedung itu dibangun, fasilitas umum dan tanaman ikut rusak. Bahkan, saluran drainase tidak berfungsi, menyebabkan genangan banjir terjadi di jalan,” kata Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman.
Pria akrab sapa Atan ini, menyesalkan sikap Pemko Medan yang diduga sengaja membiarkan lahan negara diserobot. Padahal, Pemko Medan sudah komitmen untuk menertibkan bangunan liar di Belawan. “Sudah jelas pagar itu menyerobot, kenapa tidak dibongkar? Pemko Medan jangan tebang pilih, hanya beraninya dengan PKL. Pagar itu berdiri di luar areal lahan milik Pelindo. Kita minta untuk ditertibkan,” sebut Atan.
Selama ini, lanjut Ketua MPI Belawan itu, banyak pembangunan di areal pelabuhan yang turut merusak sarana umum. Seperti menutup daerah resapan air, sehingga banjir terus melanda Belawan.
“Dengan ditutupnya drainase, jelas imbasnya masyarakat. Sedangkan penyerobotan lahan jelas pidana. Pemko Medan kita minta jangan diam. Jangan karena perusahaan besar, pagar itu tidak dibongkar,” tegasnya. Humas Pelindo I Cabang Belawan, Mufthirakhman, saat dikonfirmasi membantah pihaknya telah mendirikan pagar gedung di atas lahan negara.
“Tidak ada kita ambil lahan di luar gedung ,” bantahnya. Mengenai drainase dan taman yang rusak, ia berjanji segera membenahi. “Setelah bangunan selesasi, akan ditata kembali,” sebutnya. (fac)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aktivis sosial Ratna Sarumpaet telah mengakui berbohong soal kabar penganiayaan terhadap dirinya yang sempat menghebohkan publik.
Namun, kabar ini telah viral di masyarakat dan banyak yang percaya karena disebarkan elite politik.
Atas hal itu, Farhat Abbas yang tergabung dalam Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok) memolisikan 17 nama elite politik nasional dan calon presiden ke Bareskrim Polri.
Di antara 17 nama yang dilaporkan, terdapat nama Prabowo Subianto, Fadli Zon hingga Rachel Maryam.
Laporan ini sudah diterima polisi dengan nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM 3 Oktober 2018.
Menurut Farhat, 17 orang itu sudah menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna yang merugikan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Farhat menilai, para politikus beramai-ramai memakai berita bohong Ratna untuk menjatuhkan Jokowi.
“Ini kami laporkan berkaitan dengan konspirasi dan permufakatan jahat, fitnah Ratna Sarumpaet dirinya seolah-olah dizalimi,” kata Farhat di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.
Dia juga menyebut Prabowo telah memanfaatkan kabar hoaks ini sebagai kampanye hitam.
Seharusnya, Prabowo, kata Farhat, mempelajari dan lebih teliti sebelum menyikapi kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet.
“Sementara Fadli mengatakan semua pasti ada kaitan dengan politik. Dianiaya karena Jurkam Prabowo. Padahal yang dianiaya tidak ada. Seolah-olah ini rezim diktator,” ujar dia.
Lalu ada Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Azar Simanjuntak, dan Sandiaga Uno.
“Sebagai bukti dalam pelaporan, kami bawa potongan video rekaman Prabowo, wawancara Sandiaga Uno, Twitter Fadli Zon, dan Rachel Maryam,” ujar Farhat.
Dalam laporan itu, pihak terlapor diduga melakukan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian alias hate speech dan penyebaran berita bohong alias hoaks.
Hal ini tercantum dalam Undang Undang 19 tahun 2016 dan Undang Undang nomor 1 tahun 1946. (cuy/jpnn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS 2018 memperpanjang masa pendaftaran yang mestinya ditutup 10 Oktober. Namun atas berbagai pertimbangan, Panselnas memperpanjang hingga 15 Oktober.
“Pendaftarannya resmi diperpanjang hingga 15 Oktober. Saya harapkan para pelamar bisa memanfaatkan ini,” kata Ketua Panselnas Bima Haria Wibisana, Rabu (3/10).
Dia mengungkapkan, ada berbagai alasan mengapa Panselnas mengambil keputusan tersebut. Berdasarkan evaluasi terhadap keluhan dan pengaduan yang masuk, ada banyak masalah di lapangan. Ada yang karena daerah terdampak bencana seperti Lombok, jaringan internet di daerah tersebut terbatas.
Ada yang karena revisi formasi, program studinya (prodinya) tidak tepat. Ada pula karena nomor induk kependudukan (NIK)nya bermasalah, dan lain.
“Intinya banyak kendala teknis di lapangan. Kami tidak ingin merugikan masyarakat, semua berhak ikut seleksi jika persyaratannya memadai. Jadi jadwal diperpanjang,” terang Bima yang juga kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Untuk seleksi CPNS di Palu, lanjutnya, belum diputuskan. Namun, kemungkinan besar ditunda sampai pemdanya siap. (esy/jpnn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah bungkam sejak dugaan penganiayaan itu mencuat Selasa (2/9), aktivis Ratna Sarumpaet akhirnya buka bicara. Secara mengejutkan, Ratna mengakui tidak ada penganiayaan terhadap dirinya. Dia mengaku berbohong dengan membuat cerita bahwa ia dikeroyok.
Dalam jumpa pers di kediamannnya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018), Ratna menyampaikan klarifikasinya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan wartawan. Pada saat saya merasa telah melakukan kesalahan, kalian tidak menjauh. Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan,” katanya memulai.
Ia menuturkan, tanggal 21 September, dirinya mendatangi rumah sakit khusus bedah. Menemui dokter Sidik Mihardja, ahli bedah plastik. “Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri-kanan saya. Dokter Sidik adalah dokter ahli bedah plastik yang saya percaya, saya sudah tiga-empat kali ke sana,” lanjutnya.
Tetapi setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, tanggal 22 pagi ia bangun melihat mukanya lebam-lebam secara berlebihan. Tidak seperti yang biasa ia alami.
“Waktu dokter Sidik visit, saya tanya ini kenapa begini? Dia bilang itu biasa. Intinya begitu, jadi apa yang saya katakan ini akan menyanggah bahwa ada penganiayaan, oke?” katanya dengan suara bergetar.
Ia mengakui, benar ada di dokter Sidik pada hari itu. Dan ketika dijadwalkan pulang, lebam-lebam di mukanya masih ada. “Seperti ada kebodohan yang saya enggak pernah bayangkan bisa saya lakukan dalam hidup saya. Saya pulang seperti membutuhkan alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam-lebam. Dan memang saya ditanya kenapa? Saya jawab dipukul orang,” katanya.
Ia merasa, jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depannya akan terus dikorek. “Namanya juga anak lihat muka ibunya lebam-lebam kenapa. Saya enggak tahu kenapa dan saya enggak pernah membayangkan terjebak dalam kebodohan seperti ini. Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita seperti yang diceritakan,” isaknya.
Ia menyebut, ada kebenaran dengan apa yang dia katakan kepada anak-anaknya. Jadi selama seminggu lebih, cerita itu hanya berputar-putar di keluarga Ratna, dan hanya untuk kepentingan dirinya berhadapan dengan anak anak. “Tidak ada hubungannya dengan politik. Tidak ada hubungannya untuk luar,” ucapnya.
Tapi setelah sakit di kepalanya mereda dan ia mulai berhubungan dengan pihak luar, ia enggak tahu bagaimana memaafkan cerita itu kelak. Termasuk kepada diri sendiri. “Tapi saya kembali dengan kesalahan itu bahwa saya dipukuli. Jangan dikira saya mencari pembenaran, enggak. Ini salah. Apa yang saya lakukan sesuatu yang salah,” akunya.
Kemudian ia ketemu Fadli Zon yang datang ke rumahnya. Cerita itu sampai ke dia.
“Iqbal saya panggil ke sini. Cerita itu juga yang berkembang dalam percakapan. Dan hari Selasa, tahu-tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial. Saya enggak sanggup baca itu. Ada beberapa peristiwa yang membawa saya ke Pak Djoksan (Djoko Santoso), membawa saya ke Pak Prabowo. Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi pada saya. Saya juga masih melakukan kebohongan itu. Sampai kita keluar dari lapangan polo kemarin, saya tetap diam. Saya biarkan semua bergulir dengan cerita itu,” ungkappnya.
(Di) lapangan polo, Ratna merasa betul ini salah. Waktu ia berpisah dengan Pak Prabowo, Amien Rais, ia tahu dalam hatinya dirinya salah. Tetapi ia enggak mencegat mereka. “Itu yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya. Dan berkembang seperti itu,” katanya lagi.
Ia mengatakan, tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela dirinya dalam sebuah jumpa pers. Ia tidak sanggup melihat sahabat-sahabat membela dirinya dalam pertemuan yang digelar di Cikini.
“Saya shalat malam tadi malam berulang kali. Dan tadi pagi saya mengatakan kepada diri saya, setop. Saya panggil anak-anak saya. Saya minta maaf kepada anak-anak saya. Saya meminta maaf kepada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang selama sekian hari ini saya selalu bohongi. Bohong itu perbuatan yang salah. Saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya,” lanjutnya.
Ia berharap, mudah-mudahan dengan itu, semua pihak yang terdampak dengan perbuatannya mau menerima bahwa dirinya hanya manusia biasa. Perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir. “Untuk itu melalui forum ini, saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo terutama. Kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulis membela saya. Membela kebohongan yang saya buat. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini. Tetapi saya berjanji akan memperbaiki semua ini. Dan memulihkan perjuangan kami yang sekarang ini sedang terhenyak,” katanya.
Ratna juga mohon maaf kepada Bapak Amien Rais, yang dengan sabar mendengar kebohongan dirinya kemarin. Dan ikut jumpa pers. Ratna juga minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi 02.
“Sekarang ini saya melukai hati kalian. Saya ini membuat kalian marah. Demi Allah saya tidak berniat seperti itu. Dan saya berharap Tuhan memberi saya kekuatan kepada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita. Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak, yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa, tetapi begitulah hidup kita lihat. Bukan bagaimana Anda melihat aku, tetapi bagaimana kita melihat rakyat,” ucapnya lirih.
Ratna meminta emak-emak tetap berjuang di garis itu. “Ratna could be somebody, could be nobody. Tetapi kalian adalah emak-emak Indonesia yang terus berjuang,” katanya.
Ia juga meminta maaf kepada semua pihak, semua yang terkena dampak dari apa yang ia lakukan. Ia meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras ia kritik, kali ini berbalik ke dirinya.
“Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan sebuah negeri. Mari kita semua mengambil pelajaran dari semua ini, bangsa kita ini sedang dalam keadaan tidak baik. Seperti yang saya lakukan ini, seperti yang kita hebohkan selama ini, adalah sesuatu yang tidak penting, mari kita hentikan.”
“Saya minta maaf saya tidak akan memberikan kesempatan tanya-jawab karena sensitifnya persoalan ini dan saya takut kita jadi salah mengerti. Saya sudah memberikan pernyataan, tolong itu diterima dengan baik. Dengan adanya klarifikasi ini, saya meminta agar tidak ada lagi polemik setelah hari ini.” (kps)
Wakil Bupati Labura (Labuhan Batu Utara) Drs. Dwi Prantara, MM menyematkan Songket tenun Labura kepada Kepala Biro Kesra Provinsi Babel (Bangka Belitung) Asyraf Suryadin yang mendampingi Kafilah Provinsi Babel di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Rabu (03/10). Hal ini dilakukan sebagai penyambutan atas kedatangan Kafilah Provinsi Babel sebagai Kafilah yang pertama tiba di Sumatera Utara. Sumatera Utara merupakan penyelenggara MTQN ke XXVII. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Dinas ESDM Sumut Ir. Zubaidi, M.Si.
Wakil Bupati Labura Drs. Dwi Prantara, MM menyematkan Songket tenun Labura kepada Kepala Biro Kesra Provinsi Babel (Bangka Belitung) Asyraf Suryadin yang mendampingi Kafilah Provinsi Babel di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Rabu (03/10). Hal ini dilakukan sebagai penyambutan atas kedatangan Kafilah Provinsi Babel sebagai Kafilah yang pertama tiba di Sumatera Utara. M
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kafilah pertama MTQ Nasional XXVII, asal Bangka Belitung tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Rabu (3/10). Kafilah asal Bangka Belitung mengaku senang dengan sambutan yang diberikan panitia, karena baru kali ini mereka sudah disambut meriah sejak dari bandara.
Kafilah asal Bangka Belitung tiba di Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 11:00 WIB dan disambut Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Dwi Prantara serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Sumut Zubaidi. Sebagai ucapan selamat datang, Dwi Prantara menyerahkan kain songket kepada perwakilan rombongan Asyraf Suryadin (Kepala Biro Kesra Pemda Bangka Belitung).
“Kami sangat senang dengan sambutan yang diberikan panitia MTQ Nasional ini, baru kali ini kami disambut sejak di bandara dan diantar hingga ke hotel setelah makan siang bersama. Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Sumatera Utara dan juga panitia atas sambutannya yang luar biasa,” kata Asyraf Suryadin.
Rombongan kafilah Bangka Belitung untuk MTQ Nasional XXVII berjumlah 70 orang, 39 diantaranya merupakan peserta musabaqah, 15 panitia dan sisanya merupakan pembina. Salah satu ikon Bangka Belitung Musa La Ode, hafiz 30 juz termuda Indonesia juga ikut dalam kafilah pertama yang sampai ke Sumatera Utara.
Saat diwawancarai, Musa yang diwakili ayahnya La Ode Abu Hanafi Abu Musa juga berterimakasih kepada panitia dan juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas sambutan hangat kepada kafilah Bangka Belitung. Dia berharap Musa bisa memberikan yang terbaik pada MTQ Nasional XXVII. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Semoga Musa bisa memberikan yang terbaik pada MTQ Nasional kali ini,”ujarnya.
Selain Musa, Mila Soraya dan Maulidianita Humairoh yang merupakan peserta cabang Syarhil Qur’an mengaku baru kali ini selama mengikuti MTQ mendapat sambutan hangat, seperti ini yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara.
“Kami terkejut ada sambutan seperti ini karena sebelum-sebelumnya belum pernah disambut meriah seperti ini. Ada musik daerah saat kami keluar dan sebelumnya juga ada pimpinan daerah yang menyambut kami ketika keluar dari bandara. Kami mengucapkan terima kasih kepada Sumatera Utara yang memberikan sambutan seperti ini,” ujarnya.
Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M. Si bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provsu meninjau persiapan MTQ Nasional ke XXVII tahun 2018 di Lokasi MTQ Nasional Astaka, Jl. Williem Iskandar, Medan, Rabu (3102018).
Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M. Si bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provsu meninjau persiapan MTQ Nasional ke XXVII tahun 2018 di Lokasi MTQ Nasional Astaka, Jl. Williem Iskandar, Medan, Rabu (3102018).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Hj Sabrina memastikan kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka secara resmi MTQN XXVII di Astaka (Arena Utama) Jalan Pancing/Williem Iskandar Medan. Meski ada penyesuaian jadwal, yang semula direncanakan tanggal 6 Oktober, menjadi tanggal 7 Oktober 2018.
“Kedatangan presiden tidak jadi tanggal 6, diundur karena ada Asian Para Games di Jakarta,” ujar Sabrina, yang juga Ketua Umum Panitia MTQN XXVII, ketika meninjau persiapan pelaksanaan MTQN di Astaka Jalan Pancing Medan, Rabu (3/10).
Sabrina mengatakan, persiapan pelaksanaan MTQN yang akan digelar pada 4-13 Oktober 2018, sudah rampung. Meski ada beberapa hal detail yang butuh penyempurnaan, seperti dekorasi dan fasilitas pendukung lainnya.
Tentang kafilah, menurut Sabrina sudah mulai berdatangan dari luar daerah. Hingga Rabu (3/10) sedikitnya sudah ada kafilah dari 5 provinsi yang datang. “Kafilah pertama yang tiba di Bandara Kualanamu adalah kafilah Bangka Belitung,” katanya.
Terkait kafilah Sulawesi Tengah yang kini sedang ditimpa musibah, Sabrina mengatakan belum ada jawaban pasti mengenai kondisi kafilahnya. “Ini sangat kita maklumi, kita juga tidak menyangka itu terjadi, diharapkan kita berempati kepada saudara saudara kita di sana,” ujar Sabrina yang didampingi Kepala Biro Pemerintahan Afifi Lubis sebagai Sekretaris Umum Panitia dan Ketua LPTQ Sumut Asren Nasution.
Sabrina mengatakan jika memungkinkan, penyerahan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk korban bencana Palu akan dilakukan pada pembukaan MTQN. “Hal tersebut sedang dalam pembahasan panitia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sabrina juga meninjau fasilitas kesehatan, media centre, gerbang utama astaka, hingga persiapan tarian dari para pelajar MAN 1 dan MAN 2 Medan pada pembukaan MTQ nanti. Khusus untuk Media Centre, menurut Sabrina sangat penting keberadaannya, untuk mendukung penyebaran informasi MTQN agar bisa menggema di Indonesia. “Untuk itu, pasanglah apa yang diperlukan, agar penyebaran informasi ini lancar,” ujarnya.
CANBERRA, SUMUTPOS.CO – Secara geografis, Kota Palu membentang di dataran yang subur akibat endapan sungai. Letaknya persis di lekukan teluk dikelilingi pegunungan tinggi yang kaki-kakinya memiliki kemiringan tajam ke bawah laut.
Letak geografis yang menjadikan Palu sebagai daerah permukiman ideal ini pula, menurut pakar geologi, yang justru menjadikannya rentan jika terjadi bencana.
Di saat upaya penanganan gempa dan tsunami masih terus berlangsung sejak bencana menerjang Jumat (28/9/2018) lalu, pakar geologi Australia coba menjelaskan secara ilmiah bagaimana proses terjadinya bencana.
Dijelaskan terjadinya peristiwa geologis berantai. Yaitu gempa bumi skala besar yang mencairkan tanah gembur dan kemungkinan menyebabkan tanah longsor di bawah laut.
Kemudian, tanah longsor itu memicu gelombang tsunami yang intensivitasnya tinggi karena terjadi di perairan berbentuk teluk.
Data gempa bermagnitudo 7,5 masih terus dikumpulkan, begitu juga data sebelum dan sesudahnya.
Namun para pakar sependapat bahwa gempa tersebut kemungkinan disebabkan pergerakan patahan bumi yang dikenal sebagai Patahan Palu-Koro.
Patahan ini membentang utara-selatan dan membelah Pulau Sulawesi pada garis yang melewati Teluk Palu.
“Ini salah satu patahan bumi paling aktif di dunia,” ujar Dr Jane Cunneen dari School of Earth and Planetary Sciences pada Curtain University.
Palu-Koro merupakan patahan di mana keduanya bergesekan satu sama lain secara horizontal. Ini berbeda dengan patahan dorong yang bergerak mendorong patahan lainnya.
Patahan Palu-Koro biasanya bergeser 30 hingga 40 milimeter per tahun. Sisi baratnya bergerak ke selatan sementara sisi timur bergerak ke utara.
Prof Adam Switzer dari Asian School of the Environment menjelaskan gempa pada jenis patahan ini menimbulkan getaran luar biasa dan kedua sisinya bergerak secara signifikan.
“Indikasi awalnya terlihat pada adanya pergeseran (tanah) beberapa meter,” katanya.
Episentrum gempa tidak selalu berada di garis utama patahan bumi. Dalam gempa di Sulteng, diketahui episentrumnya terletak di sebelah utara patahan utama.
Simulasi bagaimana dasar laut yang ambruk memicu terjadinya tsunami. (ABC News)
Pakar geologi Phil Cummins dari Australian National University mengatakan, memang masih misterius bagaimana gesekan patahan bumi ini memicu tsunami.
Dia mengatakan, tsunami lebih mungkin terjadi dalam peristiwa gempa pada patahan dorong. Sebab, katanya, gerakan vertikalnya mendorong air laut ke atas, menimbulkan gelombang bergerak.
Namun semua pakar yang dihubungi ABC sependapat bahwa gempa bumi di Sulteng telah menyebabkan tanah longsor di bawah laut.
Gunung-gunung yang curam di Palu memiliki kaki dengan kemiringan tajam ke laut dalam.
Diperkirakan satu atau lebih lereng gunung di bawah laut ini rusak oleh gempa, sehingga menyedot air laut ke bawah.
Longsor tebing-tebing di bawah laut itu menyedot air ke bawah dan kemudian mendorongnya ke atas sehingga menimbulkan gelombang tsunami.
“Akibatnya terjadi pergerakan gelombang,” jelas Prof Cummins.
Apakah teluk memperburuk situasi?
Para pakar yang dihubungi ABC menjelaskan bentuk teluk yang sempit di depan Kota Palu turut mengintensifkan efek gelombang ketika terjadi tsunami.
Mereka ingin memastikan apakah gelombang tsunami itu bermula di dalam atau di luar teluk. Atau justru dari banyak titik di perairan tersebut.
Prof Cummins mengatakan upaya ini rumit karena bergantung pada keterangan saksi mata. Pasalnya, alat pengukur gelombang pasang tidak berfungsi di teluk itu ketika tsunami terjadi.
Tim peneliti akan menyisir lokasi bencana guna menentukan di mana gelombang berakhir serta seberapa tingginya.
Jika gelombang tsunami bermula di luar teluk, atau dekat mulut teluk, dipastikan bentuk geografis teluk ini telah meningkatkan kekuatan tsunami tersebut.
Kemungkinan lain, kata Prof Cummins, yaitu salah satu ujung teluk kemungkinan alami longsor, memicu pergerakan gelombang dan menciptakan efek yang sama seperti yang kita lihat dalam bak mandi.
Beberapa informasi juga menunjukkan bangunan yang tergelincir dan meluncur seolah-olah bergerak di atas air.
Badan penanggulangan bencana mengatakan ada lumpur yang muncul naik dari dalam tanah, menyeret rumah-rumah dan pepohonan.
Fenomena itu, yang disebut likuifaksi, adalah akibat dari perkotaan yang dibangun di atas dataran datar yang terbentuk dari endapan tanah longgar, atau tanah berpasir.
Air tanah yang tinggi juga berkontribusi menyebabkan tanah jadi cair dan tidak stabil. Air tersebut bergerak naik di antara retakan saat tanah bergetar.
Ciri goyangan gempa seperti ini dipastikan memperburuk likuifaksi, mengaduk air tanah sedemikian rupa sehingga muncul gelembung lumpur dari bawah tanah, melemahkan fondasi bangunan serta mencabuti pepohonan yang dilaluinya. (ABC Australia – detikNews/ Farid M. Ibrahim)
TSEL POIN_GEBER 2018 : Salah satu program loyalty (Tukar Poin) kepada pelanggan yang selalu setia dalam menggunakan layanan komunikasi terbaik dari Telkomsel.
TSEL POIN_GEBER 2018 : Salah satu program loyalty (Tukar Poin) kepada pelanggan yang selalu setia dalam menggunakan layanan komunikasi terbaik dari Telkomsel.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Bagian dari program loyalty kepada pelanggan, Telkomsel menggelar program “Telkomsel Poin GEBER 2018”. Melalui program ini pelanggan berpeluang mendapatkan hadiah sepeda motor Kawasaki W175 SE. Program ini berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2018 dan ditujukan bagi seluruh pelanggan kartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP.
Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung mengatakan, “Program ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan atas kesetiaan dan kepercayaannya menggunakan layanan Telkomsel, sekaligus mengakomodir kebutuhan pelanggan yang belum menukarkan poinnya. Untuk itu melalui program tukar poin ini kami berharap pelanggan tidak sekedar merasakan nyaman menggunakan layanan Telkomsel, tapi merasakan keuntungan yang lebih banyak dengan menggunakan produk Telkomsel”.
Untuk dapat mengikuti program ini, pelanggan dapat melakukan penukaran 50 poin berlaku kelipatan dengan mengirim SMS ketik GEBER kirim ke 777. Pelanggan dapat melakukan pengecekan poin secara berkala dengan cara menekan *700# atau melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat didownload di Playstore maupun App Store. Pemenang dengan jumlah penukaran poin tetinggi akan mendapatkan hadiah sepeda motor Kawasaki W175 SE.
Telkomsel menghimbau agar pelanggan tetap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Jika pelanggan menerima informasi menjadi pemenang melalui salah satu program Telkomsel, sebaiknya melakukan konfirmasi ke nomor layanan Call Center bebas pulsa Telkomsel yaitu 188 dari kartuHalo, simPATI, Kartu As dan LOOP atau melihat data pemenang pada situs resmi perusahaan di www.telkomsel.com.
Pelanggan juga dapat mendatangi kantor layanan GraPARI Telkomsel terdekat untuk mendapat informasi lebih lanjut. Selain itu Telkomsel tidak pernah meminta biaya apapun kepada pelanggan yang menjadi pemenang undian berhadiah dari Telkomsel, baik dalam bentuk uang tunai maupun pulsa.
JAKARTA,SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) ikut menyokong gelaran olahraga Asian Para Games 2018 yang merupakan ajang jatidiri para atlet disabilitas.
Selaku tuan rumah Asian Para Games 2018, Indonesia menunjukkan kepada dunia internasional sebagai negara yang kondusif bagi terciptanya masyarakat inklusif. Salah satunya mempersembahkan panggung megah bagi prestasi bagi atlet disabilitas.
Pada hajatan perdana Asian Para Games 2018, dibutuhkan sokongan banyak pihak. PGN selaku perusahaan negara merasa wajib berkontribusi secara maksimal.
Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan lewat peran sebagai sponsor Asian Para Games 2018, telah menunujukkan bahwa perusahaan tak pernah absen mengembangkan dunia olahraga nasional. Terlebih, Asian Para Games 2018 mempunyai makna luas bagi siapa saja dalam kondisi apa saja, berhak mendapatkan kesempatan mengharumkan nama bangsa.
“Karena itu, kami ikut menjadi sponsor. Kami akan menyalakan obor Asian Para Games 2018,” kata Rachmat.
Perhelatan yang berlangsung pada 8-16 Oktober di Jakarta itu, menyematkan slogan ”Inspiring Spirit and Energy of Asia”. Lewat tema itu, lanjut Rachmat, ajang multicabang itu mempunyai kekuatan besar untuk membawa nama harum Indonesia ke level internasional.
“Asian Para Games 2018, akan menjadi ukuran Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan olahraga level dunia, setelah sukses menggelar Asian Games yang baru berlalu, dan mengabarkan kepada dunia bahwa negara ini mempunyai semangat inklusif yang tinggi,” tegas Rachmat.
Selain aktif mensponsori beragam kegiatan olahraga, PGN juga fokus menegakkan merah putih di ajang olahraga skala internasional. Belum lama ini, PGN mencatatkan sejarah baru lewat torehan prestasi tim PGN Road Cycling Team (PRCT).
PGN Road Cycling Team telah berhasil mengharumkan nama bangsa, sekaligus entitas perseroan. Mereka menuai hasil positif dari ajang VTV International Tournament Hoa Sen Group Cup 2018 di Vietnam. “Setelah di Vietnam, kami juga membidik peluang juara di kegiatan level internasional lainnya pada tahun ini,” tutup Rachmat. (rel/ram)
ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)
ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)
SUMUTPOS.CO – Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan peningkatan intensitas vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Soputan melaporkan gunung tersebut terlihat meletus pada Rabu (3/10).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan terjadi sekitar pukul 08.47 WITA. Kolom abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian 4.000 meter di atas puncak gunung.
“Pos Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut,” ujar Sutopo dalam keterangannya, Rabu (3/10).
Kolom abu dengan tekanan kuat terpantau berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Amplitudo yang terekam seismogram menunjukkan pada kisaran 39 milimeter.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter dan durasi sekitar 6 menit,” imbuhnya.
Hujan abu vulkanik Gunung Soputan diperkirakann jatuh di daerah bagian barat laut. Sedangkan VONA atau Volcano Observatory Notice of Aviation terlihat berwarna oranye.
VONA yang berwarna oranye ini berarti lontaran abu vulkanik tidak sampai mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal.
Lebih jauh Sutopo menjelaskan, saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (siaga). Sejumlah rekomendasi juga dikeluarkan oleh BNPB, di antaranya agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak gunung. Tujuannya untuk menghindari aliran lava maupun awan panas.
“Masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah barat barat daya sejauh 6,5 kilometer dari puncak,” terangnya.
Masyarakat di sekitar Gunung Soputan pun dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Hal tersebut sebagai langkah mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik. Masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman,” pungkas Sutopo. (ce1/sat/JPC)