Home Blog Page 5964

Gala Siswa Indonesia SMP se-Kabupaten Sergai, Jadikan Modal Pengembangan Prestasi

surya/sumut pos BERI TROPY : Bupati Ir H Soekirman bersama Wabup Darma Wijaya dan Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, memberikan tropy kepada pemenang SMPN 1 Perbaungan, Rabu (12/9).
surya/sumut pos
BERI TROPY : Bupati Ir H Soekirman bersama Wabup Darma Wijaya dan Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, memberikan tropy kepada pemenang SMPN 1 Perbaungan, Rabu (12/9).

SERGAI,SUMUTPOS.CO – SMP 1 Perbaungan meraih juara 1, pada pertandingan final sepakbola Gala Siswa Indonesia (GSI) antar siswa tingkat SMP se – Kabupaten Sergai, di Lapangan sepakbola PT Socfindo Matapao, Dusun II, Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Rabu (12/9).

Bupati Ir H Soekirman yang hadir dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hadiah, mengucapkan selamat kepada siswa yang meraih juara, yang telah berjuang dengan semangat serta tetap menjaga sportifitas dan persaudaraan. Diminta kepada tim juara untuk tidak terlena dengan prestasi yang diraih.

Dengan diraihnya prestasi ini, lanjut Soekirman, hendaknya menjadikannya sebagai modal dasar pengembangan prestasi, serta pengalaman berharga guna selalu dikembangkan agar terus mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi nantinya termasuk Gala Siswa Tingkat Provinsi Sumut.

Kepada tim yang belum yang belum meraih juara agar jangan patah semangat, karena setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda dan jadikan sebagai modal untuk lebih tekun, ulet, rajin dan bekerja keras lagi guna mencapai prestasi yang diimpikan.

“Saya berharap GSI ini menjadi wahana dalam rangka mengoptimalkan pembinaan dan pengembangan olahraga sepakbola yang dilakukan secara berkesinambungan agar nanti mampu mencetak bibit-bibit atlet olahraga sepakbola yang menjadi kebanggaan daerah dan mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional,” harap Soekirman.

Oleh karena itu, Bupati Ir H Soekirman mengapresiasikan atas penghargaan dan ucapan terimakasih kepada para pelatih, ofisial dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya event ini.

“Mari terus junjung tinggi sportifitas dan fair play, saling menghargai, menghormati serta mematuhi aturan yang berlaku, serta yang tak kalah penting jadikan olahraga sepakbola sebagai pemacu kita membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba dan dampak negatif perkembangan tek nologi yang semakin mengkhawatirkan, seperti lirik lagu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, yang menang berprestasi, yang kalah jangan frustasi,” pintanya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik, MM dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Bupati dan Wabup serta seluruh pihak sehingga event GSI Tingkat SMP ini berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan ini dimulai pada 20 Agustus 2018 dan berakhir 12 September 2018 dan diikuti oleh 16 tim yang berasal dari SMP Negeri/Swasta se-Sergai.

Pada pertandingan final Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP se-Sergai Tahun 2018 antara kesebelasan SMPN 1 Pegajahan melawan SMPN 1 Perbaungan, disaksikan langsung oleh Bupati Ir H Soekirman dan Wabup H. Darma Wijaya berakhir dengan kemenangan SMPN 1 Perbaungan melalui adu penalti dengan skor 7-6.

Untuk peringkat tiga diraih SMPN 1 Pantai Cermin, kemudian juara 4 SMPN 1 Sipispis. Sementara untuk gelar pemain terbaik diraih oleh Novri dari SMPN 1 Perbaungan dan gelar top skor diraih Gilang, gelandang serang kesebelasan SMPN 1 Pegajahan.

Sebelumnya, juga digelar dipertandingan eksebisi antara Kesebelasan Old Crack Kemenag Sergai melawan Old Crack Dinas Pendidikan. Pada pertandingan tersebut, Wabup H Darma Wijaya menjadi bagian dalam kemenangan old crack Dinas Pendidikan dengan skor akhir 2-1. (sur/han)

Pembunuh Jasiaman Dituntut 40 Tahun

Teddy Akbari/Sumut Pos DITUNTUT: Kedua terdakwa pembunuh Jasiaman Purba mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Cakra PN Klas I-B Binjai
Teddy Akbari/Sumut Pos
DITUNTUT: Kedua terdakwa pembunuh Jasiaman Purba mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Cakra PN Klas I-B Binjai

SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Benny Surbakti menuntut kedua terdakwa pembunuhan Jasiaman Purba yakni, Hardi Sihaloho dan Rosmalinda br Saragih masing-masing 20 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum juga meminta majelis hakim, agar Hardi Sihaloho dan Rosmalinda br Saragih, tetap berada di tahanan atau tidak diizinkan menjadi tahanan kota.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun (untuk kedua terdakwa) dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap berada di dalam tahanan,”ujar Benny membacakan tuntutannya pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi, didampingi dua hakim anggota Diana Febrina Lubis dan Nur Erfianti Meliala, di ruang Cakra Pengadilan Negeri Klas I-B Binjai, Kamis (13/9).

JPU Benny dalam tuntutannya menjerat kedua terdakwa dengan pidana Pasal 340 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dari KHUP dalam dakwaan primair.

“Terdakwa Rosmalinda br Saragih dan Hardi Sihaloho telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,”sebutnya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim mempersilahkan kedua terdakwa untuk berunding kepada penasehat hukumnya.

Menjawab tuntutan JPU, penasehat hukum kedua terdakwa mengajukan pledoi (pembelaan).

Dalam persidangan sebelumnya, kedua terdakwa membantah melakukan pembunuhan terhadap Jasiaman Purba.

“Kita membuktikan materil, apa sih sebenarnya. Di sini kita mencari pembuktian. Kalau dia dituduh membunuh, harusnya praperadilan (prapid),” ujar Benny.

Sementara itu, Penasehat Hukum Terdakwa Hardi Sihaloho dan Nasib Maringan Silaban menilai, tuntutan dari JPU Benny masih ragu-ragu. Artinya, JPU Benny masih ragu menuntut kedua terdakwa tersebut dengan tuntutan 20 tahun kurungan penjara.

“Bagi kami, ketika jaksa yakin itu pembunuhan berencana, harusnya jaksa seminim-minimnya menuntut mati atau seumur hidup,” ujar Maringan usai sidang.

JPU memang ditugaskan yang dibayar dengan uang negara menuntut terdakwa. Maringan meyakini, bahwa kliennya tidak bersalah. Sebab selama persidangan, ujar Maringan, kedua kliennya membantah melakukan pembunuhan.

Baik itu Rosmalinda yang menyangkal membunuh suaminya, Jasiaman Purba atau tidak menyuruh membunuh. “Saya yakin jaksa ragu bahwa klien kami Hardi Sihaloho bersalah. Rosmalinda yang didakwa (membunuh), menyangkal.

Tidak ada (Rosmalinda) menyuruh, buktinya dia mencabut BAP kepolisian dalam persidangan kemarin. Dalam sidang, Hardi juga tidak pernah tahu tentang kejadian kasus pembunuhan ini,” tandasnya.

Sidang ditunda pekan depan, Kamis (20/9) dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. (ted/han)

Pelaku Manfaatkan Kepanikan Nasabah, Maraknya Pembobolan di Mesin ATM

Ilustrasi atm
Ilustrasi atm

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Nasabah Bank diimbau untuk selalu waspada dalam melakukan penarikan uang tunai yang dilakukan pada mesin ATM, khususnya di mall, hotel, SPBU maupun gerai toko baik Alfamart maupun Indomaret.

Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) melalui Kanit I Kompol RA Sitinjak, mengatakan, para pelaku kejahatan pembobol ATM ini, umumnya kerap memanfaatkan kepanikan nasabah untuk menguras isi tabungan korbannya.

“Biasanya pelakunya memanfaatkan kepanikan nasabah, yang kartunya tersangkut di dalam mesin ATM,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (13/9).

Kompol RA Sitinjak menjelaskan, ketika nasabah panik karena kartunya tertelan dalam mesin, biasanya pelaku akan berpura-pura untuk menjadi penolong.

Modus itu dilakukan pelaku, untuk dapat memperoleh informasi kode pin ATM korban, seperti yang dilakukan tersangka Dedy Agustriono (37), warga Jalan Karya Bakti I Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal Gang Baru, yang ditangkap saat beraksi di ATM Alfamidi, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, pada Kamis (6/9) pukul 17.00 WIB lalu.

“Karenanya jika ada masalah pada mesin ATM agar melaporkan kepada sekuriti atau petugas di lokasi. Jangan malah bertanya kepada masyarakat yang ada disekeliling, karena bisa jadi merupakan bagian dari sindikat pembobol ATM,” jelasnya.

Untuk kasus Dedy, terangnya, dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik, tersangka telah 10 kali beraksi membobol ATM nasabah dengan menggunakan sebatang lidi. Dari aksinya, ia paling banyak memperoleh uang sebesar Rp 2,5 juta sejak setahun terakhir.

“Pelaku belajar dari tutorial youtube dan televisi. Sebelumnya ia juga pernah ditahan di Polsek Sunggal dengan kasus yang sama,” terangnya.

RA Sitinjak mengaku, untuk mengembangkan kasus yang dilakukan Dedy, pihaknya juga sudah melakukan penyuratan terhadap manajemen BRI. Hal ini dilakukan, karena saat ditangkap, dari tangan Dedy juga ditemukan 10 unit kartu ATM BRI.

“Senin depan rencana kita akan minta keterangan terhadap pihak Bank,” tandasnya.

Ditambahkannya, masyarakat harus berhati-hati terhadap modus pelaku pembobol ATM lainnya yang menempelkan nomor telpon dengan berpura-pura sebagai operator Bank.

Sebab biasanya, pelaku pembobolnya juga memanfaatkan kepanikan nasabah yang kartunya tersangkut agar menelpon nomor tersebut untuk memperoleh kode pin ATM nya. “Kasusnya dulu juga pernah ditemukan di Tebing Tinggi. Biasanya pelaku menggunakan nomor telpon flexy yang memiliki kode 061 atau 021,” pungkasnya. (dvs/han)

40 Jemaah Haji Kloter Dua Asahan Pulang

Info haji
Info haji

ASAHAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 40 jamaah haji Kloter Dua asal Kabupaten Asahan disambut Wakil Bupati (Wabup) Asahan di Aula Gedung Tahfidz Quran Masjid Agung Ahmad Bakri Kisaran, Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Kisaran Barat, Rabu (12/9).

Wakil Bupati Asahan, H Surya menyampaikan selamat datang kembali para jamaah haji di kampung halaman. Dan mendapat nilai-nilai positif yang diperoleh dalam pelaksanaan ibadah haji. “Saya yakin para jemaah haji menjadi haji yang mabrur,”bilangnya.

Untuk itulah, Wabup Surya meminta agar para jamaah haji tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara, serta bersama-sama mewujudkan visi dan misi Pemerintah Ka bupaten Asahan yakni Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.

“Saya yakin para jamaah haji asal Kabupaten Asahan pada kloter kedua ini juga kembali dalam keadaan sehat walaupun afiat dan utuh,”katanya.

Penyambutan kepulangan jamaah haji juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Kakan Kemenag Asahan, Ketua MUI Asahan, perwakilan dari Kapolres Asahan, perwakilan Dandim 0208 Asahan, OPD dan Camat se-Kabupaten. (omi/han)

Kejatisu Tunggu Audit BPKP

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, hingga kini masih menunggu audit dari Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP), terkait dua kasus dugaan korupsi di Mandailing Natal (Madina).

Di antaranya, pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu, di kawasan perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Madina. “Kita masih menunggu audit investigasi dari BPKP. Sabarlah ya, kita tunggu laporan mereka,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Kamis (13/9).

Sampai saat ini, Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu belum menetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan negara ini. Padahal, kasus ini telah disidik jauh-jauh hari.

“Belum, belum ada penetapan tersangka. Kemarin yang kita periksa bangunan konstruksinya, sekarang kerugian negaranya,” kata Sumanggar.

Disinggung siapa-siapa saja yang diperiksa terkait kasus ini, Sumanggar menyebut banyak hingga tak tahu lagi berapa yang sudah diperiksa Kejatisu.

“Udah semua, udah banyak. Pokoknya yang terlibat di situ sudah kita periksa. Udah lupa saya, termasuk SKPD-nya, Kepala Dinas-nya sudah kita periksa yang terlibat dalam kasus itu,” katanya.

Sumanggar menggaransi, bila kasus ini bakalan disidik secara serius oleh Pidsus Kejatisu. “Pokoknya kita serius lah dalam kasus ini. Nanti akan kita kabari bila ada perkembangan soal kasus ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan Tapian Siri-siri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Bahkan penyidik Pidsus Kejati Sumut, sebelumnya telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU, Syahruddin untuk dimintai keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

Pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. (man/han)

PKPU HI Sumut Kirim Tim ke Lombok

ist BERSAMA: Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Mardi Sahendra diabadikan bersama TIM yang diberangkatkan ke Lombok.
ist
BERSAMA: Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Mardi Sahendra diabadikan bersama TIM yang diberangkatkan ke Lombok.

SUMUTPOS.CO – Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Human Initiative kembali mengirim Tim ke Lombok dengan tujuan untuk melakukan asesment dan membantu relawan, khususnya di Pos Kesehatan dan Psikososial.

“Selain itu juga untuk mengawal penyaluran donasi masyarakat Sumut,”ungkap Mardi Sahendra, Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Rabu (12/9).Dikatakan Mardi, tim yang dikirim tersebut juga akan melakukan situasion report setiap harinya. “Dengan begitu, maka diketahui kebutuhan mereka yang terdampak gempa bumi di Lombok,”tandasnya.

Hal ini juga merupakan keseriusan PKPU HI untuk merangkul masyarakat, pemerintah dan perusahaan di Sumatera Utara, dalam berkolaborasi membantu saudara kita di Lombok.

Sejauh ini, lanjut Mardi, PKPU HI Sumatera Utara telah mengumpulkan donasi masyarakat sebesar Rp120 juta, dan sudah dikirim ke Lombok. Sementara PKPU HI Sumut menargetkan bantuan Rp1 Miliar untuk dikirim ke Lombok.

“Oleh karena itu, hingga saat ini kami terus menggalang dana untuk Lombok. Melalui mitra donor tetap kita, sudah terkumpul dan telah dikirim ke Lombok. Bagi yang berniat untuk berdonasi, dapat mentransfer melalui rekening PKPU HI Sumut, Bank Sumut Syariah 614.01.04.000020-0, Bank BCA 4000.430.666, Bank Muammalat 211.0030.574 dan Bank Mandiri 126.000.5906.465. Atau dapat diantar langsung ke kantor PKPU HI cabang Sumut di Jalan Setiabudi, Medan, “sebutnya.

Untuk donasi yang sudah disampaikan, sambung Mardi,PKPU HI Sumut akan langsung melaporkan kepada si pendonor. Untuk membantu korban gempa di Lombok, PKPU HI Sumut memiliki program secara nasional di antaranya 1.000 Rumah Senyum dan sudah terealisasi lebih dari 100 unit.

Selain itu juga, ada bantuan lain yang sudah direalisasikan, yakni Dapur Air di 4 titik, Food Item 500 paket, Hygiene Kits 405 paket, Shleter Kits sebanyak 345 paket, Water Tank 2 unit, Layanan Kesehatan di 2 titik, Psikososial di 6 titik dan Baby Kits untuk di 2 titik.

“Berdasar data scoring skala prioritas kebutuhan, Shelter Kits berupa terpal atau tenda, selimut, kelambu dan alas tidur. Kemudian, sanitasi berupa MCK dan juga pengelolaan sampah limbah pengungsi, air bersih untuk minum, masak, mandi, cuci, layanan kesehatan dan obat-obatan, sarana-prasarana sekolah berupa sekolah darurat dan school kits, bahan makanan dan cooking sets serta sarana ibadah, “beber Mar di mengakhiri. (ain/han)

Kasus Korupsi Tugu Mejuh-juah Dinilai Lamban

DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.
DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh
beberapa pejabat Pemkab Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi, terkesan dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, hingga kemarin, keempat tersangka yang dua di antaranya berstatus petinggi di Pemkab Karo, masih bebas berkeliaran.

Jangankan ditahan, hingga kemarin para tersangka yang diduga mencuri uang rakyat Bumi Turang sebanyak Rp605 juta itu belum juga dipanggil juga oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo.

Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapot Manurung SH, yang dikonfirmasi, Kamis (14/9) sore, berdalih pihaknya masih memeriksa saksi-saksi.

Bukankah saksi ahli sudah diperiksa? Saksi apalagi yang diperiksa saat ini? Ditanya demikian, Dapot berdalih pihaknya masih harus memeriksa saksi tersangka, dengan kata lain tersangka satu menjadi saksi atas tersangka lain.

Padahal, Dapot menegaskan pihaknya akan memanggil, sekaligus menentukan nasib tersangka pekan ini. Penahanan keempat tersangka yang dua di antaranya berstatus ASN itu tergantung kebijakan tim penyidik . “Pekan depan para tersangka ini akan kita panggil untuk diperiksa. Soal mereka ditahan atau tidak merupakan kewenangan penyidik. Intinya kita melihat dulu alasan subjektif dan objektifnya. Jadi kita lihat saja nanti,” kata Kasi Pidsus Kejari Karom, Dapot, Selasa (4/9) lalu.

Dipaparkan Dapot, pemeriksaan keempat tersangka dilakukan pasca pihaknya memintai keterangan saksi ahli, baik dari tekhnik sipil USU dan BPK RI.

“Pemeriksaan saksi ahli sudah selesai kemarin, jadi para tersangka ini akan kita panggil. Sampai saat ini tak ada kendala apapun dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Dapot juga menyangkal pihaknya belum memberitahukan perkembangan penyidikan kasus ini pada para tersangka.

“Tak ada kewajiban kita memberitahukan perkembangan kasus ini. Meski begitu beberapa waktu lalu kita sudah memberitahukan penetapan tersangka,” tandasnya.

DKPP Langkat Salurkan Pupuk Bersubsidi

ILUSTRASI PUPUK
ILUSTRASI PUPUK

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Mendukung keberhasilan program panen padi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Langkat menyalurkan pupuk bersubsidi ke petani dan kelompok tani.

“Kita terus menyalurkan pupuk bersubsidi ke masyarakat tani. Diharapkan dengan penyaluran ini, dapat membantu petani untuk meningkatkan hasil panen,”ujar Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Langkat, Nasruddin, Kamis (13/9).

Disebutkannya, penyaluran pupuk bersubsidi kepada kelompok tani yang ada seperti SP 36 mencapai 2.700 ton, ZA mencapai 1.662 ton, NPK/Ponska mencapai 6.577 ton dan Petroganik 279 ton.

“Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dalam rangka mendukung keberhasilan program pertanaman padi, sehingga panennya diharapkan dapat meningkat,”terangnya.

Saat ini, lanjut Nasrudin, panen padi petani di Kabupaten Langkat, sudah mencapai 63,81 persen dari rencana panen seluas 91.085 hektare. “Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada hambatan,”imbuhnya.

Dijelaskannya, secara keseluruhan realisasi panen yang sudah dilakukan petani di daerah telah mencapai 58.120 hektare atau 63,81 persen dari rencana panen seluas 91.085 hektare.

Dimana panen terluas berada di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Sirapit, Kecamatan Bahorok, Kecamatan Kuala, Kecamatan Stabat, Kecamatan Binjai, Kecamatan Secanggang.

“Melalui panen yang ada sekarang ini, diharapkan akan mewujudkan swasembada pangan. Karena selama ini tetap menjadi penyumbang terbesar beras di Sumatera Utara,”ungkapnya.

Disebutkannya lagi, untuk tanaman padi tadah hujan (ladang) sekarang ini juga sudah panen seluas 417 hektare, dari rencana panen seluas 672 hektare atau 62,05 persen. “Kalau untuk panen padi ladang ini terluas berada di Kecamatan Tanjungpura, Kecamatan Hinai, Kecamatan Gebang, Kecamatan Wampu,” ungkapnya. (bam/han)

Nuffic Neso Tawarkan Kuliah di Belanda

istimewa for sumut pos INFORMASI: Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufa menyampaikan informasi program beasiswa di USU Medan.
istimewa for sumut pos
INFORMASI: Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufa menyampaikan informasi program beasiswa di USU Medan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Warga Sumatera Utara yang ingin melanjutkan pendidikan di Belanda kini semakin mudah. Nuffic Neso selaku lembaga perwakilan nonprofit dalam bidang pendidikan membuka kesempatan besar bagi warga Indonesia untuk menimba ilmu di sana lewat berbagai prpgram beasiswa. Seperti beasiswa Stuned, beasiswa Orange Tulip, dan Holland Scholarship yang disediakan oleh pemerintah Belanda pada masing-masing universitas disana.

“Beasiswa ini disediakan oleh Pemerintah Belanda untuk menarik minat belajar di Belanda,” kata Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufal pada pameran pendidikan di Hotel Adi Mulia, Medan, Kamis (13/9).

Viddy menjelaskan program beasiswa untuk kuliah di Belanda saat ini sangat diminati oleh mahasiswa dari Indonesia. Namun, jumlahnya didominasi oleh mahasiswa dari Pulau Jawa. Dari total 4.544 mahasiswa yang mendapat beasiswa tersebut sejak tahun 2000, tercatat hanya 45 mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara.

“Ini yang mendorong kami untuk hadir di Sumatera Utara,” ujarnya.

Tidak hanya memberi beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia, Pemerintah Belanda menurut Viddy juga memberi kesempatan kerja bagi mahasiswa yang telah lulus. Pemerintah disana memberlakukan kebijakan visa “Zoek Jaar” atau visa pencari kerja khusus bagi lulusan dari universitas disana yang berlaku hingga 3 tahun setelah kelulusan. (rel/azw)

SMP Negeri 1 Juara Satu

istimewa for sumut pos BERIKAN: Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar ketika menyerahkan piala kepada kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi.
istimewa for sumut pos
BERIKAN: Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar ketika menyerahkan piala kepada kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Pertandingan final kejuaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) tahun 2018 antara kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi melawan kesebelasan SMP Negeri 6 Kota Tebingtinggi berlangsung di Lapangan Sepak Bola Ramlan Yatim Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Kamis (13/9). Dalam pertandingan, SMP Negeri I berhasil keluar sebagai juara usai menaklukkan SMP Negeri 6 dengan skor 1-0.

Kemenangan SMP Negeri 1 baru terjadi pada babak ke II lewat pertandingan 2 x 20 menit yang diciptakan Farhan Rayadi, yang memanfaatkan kemelut bola di depan gawang SMP Negeri 6. Meskipun SMP Negeri 1 yang sepanjang pertandingan menguasai jalanya laga, namun sampai wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir SMP Negeri 1 unggul 1-0.

Kemenangan tersebut mengantarkan SMP Negeri 1 sebagai juara GSI 2018 dan berhak mewakili Tebingtinggi untuk berlaga di tingkat provinsi bersama daerah kota/kabupaten lainya.

SMP Negeri 1 berhak menerima piala bergilir dan mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp10 juta. Juara II SMP Negeri 6 mendapat hadiah piala dan uang pembinaan Rp7,5 juta, dan juara III SMP Negeri 5 dapat piala dan uang pembinaan Rp5 juta.

Hadiah diserahkan wali kota yang diwakili Asisten Ekbang Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar dan unsur Forkomfinda Kota Tebingtinggi.

Dalam arahannya Muhammad Dimiyathi meminta kepada yang menang jangan berbangga hati karena masih ada pertandingan selanjutnya untuk ketingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan, kepada yang kalah jangan berkecil hati karena kedepan masih ada segudang prestasi dibidang olahraga.

“Untuk berhasil menjadi juara harus banyak berlatih dan terus berlatih secara berkesinambungan,”pintanya. (ian/azw)