DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh
beberapa pejabat Pemkab Karo.
DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.
KARO, SUMUTPOS.CO – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi, terkesan dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, hingga kemarin, keempat tersangka yang dua di antaranya berstatus petinggi di Pemkab Karo, masih bebas berkeliaran.
Jangankan ditahan, hingga kemarin para tersangka yang diduga mencuri uang rakyat Bumi Turang sebanyak Rp605 juta itu belum juga dipanggil juga oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo.
Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapot Manurung SH, yang dikonfirmasi, Kamis (14/9) sore, berdalih pihaknya masih memeriksa saksi-saksi.
Bukankah saksi ahli sudah diperiksa? Saksi apalagi yang diperiksa saat ini? Ditanya demikian, Dapot berdalih pihaknya masih harus memeriksa saksi tersangka, dengan kata lain tersangka satu menjadi saksi atas tersangka lain.
Padahal, Dapot menegaskan pihaknya akan memanggil, sekaligus menentukan nasib tersangka pekan ini. Penahanan keempat tersangka yang dua di antaranya berstatus ASN itu tergantung kebijakan tim penyidik . “Pekan depan para tersangka ini akan kita panggil untuk diperiksa. Soal mereka ditahan atau tidak merupakan kewenangan penyidik. Intinya kita melihat dulu alasan subjektif dan objektifnya. Jadi kita lihat saja nanti,” kata Kasi Pidsus Kejari Karom, Dapot, Selasa (4/9) lalu.
Dipaparkan Dapot, pemeriksaan keempat tersangka dilakukan pasca pihaknya memintai keterangan saksi ahli, baik dari tekhnik sipil USU dan BPK RI.
“Pemeriksaan saksi ahli sudah selesai kemarin, jadi para tersangka ini akan kita panggil. Sampai saat ini tak ada kendala apapun dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.
Dapot juga menyangkal pihaknya belum memberitahukan perkembangan penyidikan kasus ini pada para tersangka.
“Tak ada kewajiban kita memberitahukan perkembangan kasus ini. Meski begitu beberapa waktu lalu kita sudah memberitahukan penetapan tersangka,” tandasnya.
LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Mendukung keberhasilan program panen padi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Langkat menyalurkan pupuk bersubsidi ke petani dan kelompok tani.
“Kita terus menyalurkan pupuk bersubsidi ke masyarakat tani. Diharapkan dengan penyaluran ini, dapat membantu petani untuk meningkatkan hasil panen,”ujar Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Langkat, Nasruddin, Kamis (13/9).
Disebutkannya, penyaluran pupuk bersubsidi kepada kelompok tani yang ada seperti SP 36 mencapai 2.700 ton, ZA mencapai 1.662 ton, NPK/Ponska mencapai 6.577 ton dan Petroganik 279 ton.
“Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dalam rangka mendukung keberhasilan program pertanaman padi, sehingga panennya diharapkan dapat meningkat,”terangnya.
Saat ini, lanjut Nasrudin, panen padi petani di Kabupaten Langkat, sudah mencapai 63,81 persen dari rencana panen seluas 91.085 hektare. “Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada hambatan,”imbuhnya.
Dijelaskannya, secara keseluruhan realisasi panen yang sudah dilakukan petani di daerah telah mencapai 58.120 hektare atau 63,81 persen dari rencana panen seluas 91.085 hektare.
Dimana panen terluas berada di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Sirapit, Kecamatan Bahorok, Kecamatan Kuala, Kecamatan Stabat, Kecamatan Binjai, Kecamatan Secanggang.
“Melalui panen yang ada sekarang ini, diharapkan akan mewujudkan swasembada pangan. Karena selama ini tetap menjadi penyumbang terbesar beras di Sumatera Utara,”ungkapnya.
Disebutkannya lagi, untuk tanaman padi tadah hujan (ladang) sekarang ini juga sudah panen seluas 417 hektare, dari rencana panen seluas 672 hektare atau 62,05 persen. “Kalau untuk panen padi ladang ini terluas berada di Kecamatan Tanjungpura, Kecamatan Hinai, Kecamatan Gebang, Kecamatan Wampu,” ungkapnya. (bam/han)
istimewa for sumut pos
INFORMASI: Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufa menyampaikan informasi program beasiswa di USU Medan.
istimewa for sumut pos INFORMASI: Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufa menyampaikan informasi program beasiswa di USU Medan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Warga Sumatera Utara yang ingin melanjutkan pendidikan di Belanda kini semakin mudah. Nuffic Neso selaku lembaga perwakilan nonprofit dalam bidang pendidikan membuka kesempatan besar bagi warga Indonesia untuk menimba ilmu di sana lewat berbagai prpgram beasiswa. Seperti beasiswa Stuned, beasiswa Orange Tulip, dan Holland Scholarship yang disediakan oleh pemerintah Belanda pada masing-masing universitas disana.
“Beasiswa ini disediakan oleh Pemerintah Belanda untuk menarik minat belajar di Belanda,” kata Student Conselor Nuffic Neso, Viddy Naufal pada pameran pendidikan di Hotel Adi Mulia, Medan, Kamis (13/9).
Viddy menjelaskan program beasiswa untuk kuliah di Belanda saat ini sangat diminati oleh mahasiswa dari Indonesia. Namun, jumlahnya didominasi oleh mahasiswa dari Pulau Jawa. Dari total 4.544 mahasiswa yang mendapat beasiswa tersebut sejak tahun 2000, tercatat hanya 45 mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara.
“Ini yang mendorong kami untuk hadir di Sumatera Utara,” ujarnya.
Tidak hanya memberi beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia, Pemerintah Belanda menurut Viddy juga memberi kesempatan kerja bagi mahasiswa yang telah lulus. Pemerintah disana memberlakukan kebijakan visa “Zoek Jaar” atau visa pencari kerja khusus bagi lulusan dari universitas disana yang berlaku hingga 3 tahun setelah kelulusan. (rel/azw)
istimewa for sumut pos
BERIKAN: Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar ketika menyerahkan piala kepada kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi.
istimewa for sumut pos BERIKAN: Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar ketika menyerahkan piala kepada kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Pertandingan final kejuaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) tahun 2018 antara kesebelasan SMP Negeri 1 Kota Tebingtinggi melawan kesebelasan SMP Negeri 6 Kota Tebingtinggi berlangsung di Lapangan Sepak Bola Ramlan Yatim Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Kamis (13/9). Dalam pertandingan, SMP Negeri I berhasil keluar sebagai juara usai menaklukkan SMP Negeri 6 dengan skor 1-0.
Kemenangan SMP Negeri 1 baru terjadi pada babak ke II lewat pertandingan 2 x 20 menit yang diciptakan Farhan Rayadi, yang memanfaatkan kemelut bola di depan gawang SMP Negeri 6. Meskipun SMP Negeri 1 yang sepanjang pertandingan menguasai jalanya laga, namun sampai wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir SMP Negeri 1 unggul 1-0.
Kemenangan tersebut mengantarkan SMP Negeri 1 sebagai juara GSI 2018 dan berhak mewakili Tebingtinggi untuk berlaga di tingkat provinsi bersama daerah kota/kabupaten lainya.
SMP Negeri 1 berhak menerima piala bergilir dan mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp10 juta. Juara II SMP Negeri 6 mendapat hadiah piala dan uang pembinaan Rp7,5 juta, dan juara III SMP Negeri 5 dapat piala dan uang pembinaan Rp5 juta.
Hadiah diserahkan wali kota yang diwakili Asisten Ekbang Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar dan unsur Forkomfinda Kota Tebingtinggi.
Dalam arahannya Muhammad Dimiyathi meminta kepada yang menang jangan berbangga hati karena masih ada pertandingan selanjutnya untuk ketingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan, kepada yang kalah jangan berkecil hati karena kedepan masih ada segudang prestasi dibidang olahraga.
“Untuk berhasil menjadi juara harus banyak berlatih dan terus berlatih secara berkesinambungan,”pintanya. (ian/azw)
BATARA/SUMUT POS
SERAHKAN:Plt Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Deliserdang, Ir H A Haris Pane MM menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati Ssos.
BATARA/SUMUT POS SERAHKAN:Plt Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Deliserdang, Ir H A Haris Pane MM menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati Ssos.
LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Hal ini dilakukan, dalam rangka percepatan pembangunan dan pengembangan di sektor Usaha Menengah Kecil (UMK).
Kunjungan yang diketuai Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati SSos didampingi Asisten III Hairah Aryani Ssos MM, langsung diterima Plt Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Deliserdang, Ir H A Haris Pane MM didampingi Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Ir H Khoirum Rijal ST MAP, Kadis Koperasi UKM, H Ahmad Tarmiji SH dan pimpinan OPD lainnya, di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Kamis (13/9).
Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati mengatakan, dipilihnya Kabupaten Deliserdang sebagai tempat percontohan, karena memiliki potensi besar serta berprestasi dalam berbagai bidang, terutama pengembangan di sektor UKM.
“Ini sangat penting, dengan harapan sebagai rangka percepatan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kepahiang yang merupakan kabupaten pemekaran 14 tahun yang lalu. Sementara itu Kabupaten Kepahiang memiliki visi-misi pembangunan Maju, Mandiri dan Sejahtera,”terang Netti Herawati.
Sementara itu, Plt Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Ir H A Haris Pane MM memaparkan Deliserdang memiliki penduduk 2.114.627 jiwa yang berada di 22 Kecamatan, 380 Desa dan 14 Kelurahan. Deliserdang berbatasan dengan Kota Binjai, Kabupaten Karo, Simalungun, Serdang Bedagai, Selat Malaka, serta mengelilingi Kota Medan.
Deliserdang menjadi kawasan cepat berkembang, dan telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai kawasan strategis Nasional Mebidangro.
Kemudian, lanjut Harris, Deliserdang memiliki berbagai program unggulan dan inovasi daerah dengan mengandalkan tiga pilar kekuatan antara Pemerintah didukung pihak swasta dan partisipasi masyarakat. Dimana program itu berupa program Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi terhadap Sekolah (CERDAS) , Program Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) dan Program Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak (CERIA) serta gerakan Bedah Rumah.
Ditambahkan Harris, Deliserdang juga memiliki inovasi lainnya, seperti E-Goverment berupa Aplikasi E –Palnning (SIPPDA), E-Budgeting,E-SIPPADU,Pembanguan Ekonomi Daerah berbasis Digital ( E-Commerce) dan membangun Pusat Promosi Produk-produk unggulan daerah. (btr/han)
Solideo/sumut pos
TERONGGOK:Tanah galian proyek saluran air di Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II, dibiarkan teronggok di badan jalan.
Solideo/sumut pos TERONGGOK:Tanah galian proyek saluran air di Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II, dibiarkan teronggok di badan jalan.
GUNDALING,SUMUTPOS.CO -Sejumlah warga dan pengendara bermotor mengeluhkan proyek saluran air di Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II Berastagi. Pasalnya, selain mengancam keselamatan warga, penggalian tidak dilengkapi plang proyek dan plank pemberitahuan.
Parahnya lagi, pekerja proyek membiarkan tanah galian menumpuk di badan jalan. Hal ini yang mengancam keselamatan warga maupun pengendara, khususnya saat melintas di malam hari.
Hal ini dikeluhkan Aries Tarigan (40), salah seorang warga Gang Rukun Berastagi pada sejumlah wartawan, Selasa (11/9). Menurutnya, pengorekan tanah saluran air itu sudah 3 hari dibiarkan di tepi jalan.
“Sudah tiga hari ini tak lanjut lagi pengerjaan galian itu, sedang tanahnya dibiarkan menumpuk begitu saja. Ini yang membuat warga bingung, proyek siapa ini. Kalau begitu kapan bisa siap, sementara ini jalan umum, sangat membahayakan pengguna jalan, apalagi kalau malam hari, bekas galian tidak terlihat, lucunya tidak ada plank proyek, jadi ini dananya dari mana? Mungkin ini dana pribadi, “kata Aries kesal.
Keberadaan proyek ini, kata Aries, sudah beberapa kali nyaris memakan korban, dikarenakan proyek ini hanya menggunakan tanda tanda seadanya saja, dan tidak terlihat pada malam hari, sementara jalan ini dilalui kendaraan dua arah. (deo/han)
LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO -Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (PKA) Pemkab Deliserdang, Drs Agus MSi menggatakan, sampai Agustus 2018 realisasi serapan anggaran masih 44,21 persen atau Rp1.459.912.946.889 dari target Rp 3.302.124.214.408.
Menurutnya, angka serapan anggaran 44,21 persen ini sudah sesuai dengan jadwal dan siklus pekerjaan. “Serapan itu sesuai skedul dan siklus pekerjaan. Serapan itu tak bisa dikatakan rendah. Pasalnya, pekerjaan yang ada di dinas-dinas tidak dapat langsung dikerjakan sekaligus, namun harus mengikuti tahapan,” kata Agus, di Lubukpakam, Kamis (13/9).
Menurutnya, serapan tersebut dapat terjadi demikian karena anggaran besar yang terserap terjadi di triwulan IV atau secara umum kegiatan proyek di dinas-dinas seleslai di triwulan IV (Desember 2018-red).
Disebutkan, realisasi dalam hal penerimaan per Agustus 2018 mencapai 56,81 persen atau Rp2.120.910.228.355 dari target sebesar Rp3.733.345.654.763. Penerimaan terdiri dari pendapatan transfer yang sesuai target Rp2.732.418.594.763, namun yang terealisasi Rp1.687.952.546.135. Kemudian penerimaan dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target Rp1.000.927.060.030, namun masih terealisasi 43,26 persen atau Rp 432.957.682.220.
Untuk penerimaan, perkiraan Agus, juga tercapai sesuai dengan target pada triwulan IV tahun 2018.(btr)
Foto: GUSMAN/SUMUT POS
DIHUKUM: Sri Wahyuni saat mendengarkan hukuman yang dibacakan majelis hakim PN Medan.
Foto: GUSMAN/SUMUT POS DIHUKUM: Sri Wahyuni saat mendengarkan hukuman yang dibacakan majelis hakim PN Medan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sri Wahyuni alias Yuni (34) tak kuasa menahan tangisnya. Pembantu rumah tangga (PRT) ini dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (13/9).
Vonis itupun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mariati Siboro yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara. “Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 3 tahun dan 6 bulan penjara dipotong masa tahanan,”ujar Ketua Majelis Hakim, Aimafni Arli saat bersidang di ruang Cakra IX PN Medan.
Menanggapi putusan itu, baik terdakwa maupun JPU Mariati menyatakan pikir-pikir.
Sementara itu, pantauan di ruang sidang, selama mendengarkan pembacaan vonis, terdakwa tak henti-hentinya meneteskan air mata. Katanya, dia teringat dengan suami dan anaknya di rumah.
“Sudah-sudah jagan menangis lagi. Penyesalan memang datang terlambat. Yang penting siap menjalani hukuman nanti jangan kamu ulangi lagi ya perbuatan seperti ini,” saran majelis hakim.
Sebelumnya, sesuai dengan dakwaan Jaksa menyebutkan, Yuni ditangkap dan diadili atas dasar laporan majikannya Rismadani warga Jalan H Adam malik, Gang Rela No 3 B, Kel Silalas, Kecamatan Medan Barat pada Maret 2018 lalu. Saat itu Yuni mencuri perhiasan milik majikannya seperti cincin dan gelang. Akibat pencurian itu, majikannya merugi hingga Rp12 juta. (man/han)
SOLIDEO/SUMUT POS
SOSIALISASI: Kepala BPBD Karo Martin Sitepu saat memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi bencana alam di Aula Kantor Camat Simpang Empat.
SOLIDEO/SUMUT POS SOSIALISASI: Kepala BPBD Karo Martin Sitepu saat memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi bencana alam di Aula Kantor Camat Simpang Empat.
KARO,SUMUTPOS.CO – Guna mengurangi dampak bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, melakukan sosialisasi, dan simulasi mitigasi bencana serta penanggulangan, di Aula Kantor Camat Simpang Empat,Kamis (13/8).
Mengingat Negara Indonesia merupakan negeri dengan potensi bencana alam sangat tinggi, khususnya untuk bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng/kerak bumi aktif.
Kepala BPBD Karo Martin Sitepu, menyebutkan, perubahan paradigma dari tanggap darurat menjadi siaga bencana, bahwa bencana tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja.
“Tetapi, juga bisa diantisipasi kejadian bencana,korban, dan diminimalisir dampaknya, apalagi Kecamatan Simpang Empat ini, merupakan salah satu Kecamatan yang terdampak langsung oleh letusan gunung Sinabung. Jadi, kita harapkan saudara-saudara yang hadir di sini untuk menyampaikan ke masyarakat kita tentang sosialisasi ini”, ujar Martin.
Kepala Kantor Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra mengatakan, bencana adalah yang bisa mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, yang disebabkan baik oleh faktor alam, non alam ataupun, manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda berdampak psikologis.
Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Desa, Badan Pemusyawarata Desa (BPD) dan tokoh masyarakat dari 17 Desa yang ada di Kecamatan Simpang Empat. (deo/han)
Foto: Corcomm Martabe
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyerahkan hadiah plus sertifikat Juara, kepada Juara I Wartawan harian Sumut Pos, Dame Ambarita, Juara I Lomba Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 yang digelar PT Tambang Emas Martabe, Rabu (12/9).
Foto: Corcomm Martabe Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyerahkan hadiah plus sertifikat Juara, kepada Juara I Wartawan harian Sumut Pos, Dame Ambarita, Juara I Lomba Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 yang digelar PT Tambang Emas Martabe, Rabu (12/9).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wartawan harian Sumut Pos, Dame Ambarita, meraih predikat Juara I Lomba Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 yang digelar PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe. Pengumuman digelar dengan mengundang para peserta lomba serta pengurus PWI Sumut di Kota Medan, Rabu (12/9).
Tulisan News Feature berjudul: Siti Khodijah, Pencari Batu untuk Tambang Emas Martabe “I Never Dreamed about Succes, I Worked for It”, meraih nilai tertinggi dari tim juri yang diketuai Maria D Adriana. Maria adalah Redaktur Senior LKBN Antara sekaligus penulis buku “Mulia Sebagai Perempuan, Kisah Kehidupan yang Menginspirasi”. Ia juga aktif sebagai pengajar jurnalistik di Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS), Dewan Pers, dan di LPJA. Sementara juri lokal adalah Rizal Rudi Surya, Redaktur Kota Harian Analisa. Plus Katarina Siburian Hardono sebagai juri dari pihak Martabe sebagai penyelenggara.
Dame Ambarita, yang saat ini juga menjabat sebagai Pemred Harian Sumut Pos, mengatakan tulisannya yang menjadi pemenang, mengisahkan tentang suka-duka yang dialami Siti Khodijah, geologist di Tambang Emas Martabe, selama bekerja di industri tambang. “Tulisannya bisa dibaca di https://sumutpos.co/2018/08/15/i-never-dreamed-about-succes-i-worked-for-it/,” katanya.
Adapun tema kompetisi pada tahun ini yakni “Tantangan, Potensi dan Peluang Penerapan Inisiatif Keberagaman Gender di Dunia Pertambangan”. Jenis tulisan yang diperlombakan berupa news feature dan in depth reporting.
Juara II diraih Mega Sihombing dari Radio KISS FM Medan, dengan tulisan berjudul “Nilai Lebih Pekerja Tambang Perempuan”. Disusul juara III, Netty Guslina dari Harian Jurnal Asia, dengan tulisan berjudul “Srikandi Tambang, Mengebor Asa di Kerak Bumi”.
Ketiga pemenang berhak atas hadiah masing-masing berupa 5 gram emas, voucher belanja, dan Winner Tour ke sebuah lokasi pertambangan selama 3 hari 2 malam. Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi ditanggung oleh penyelenggara.
Foto: Corcomm Martabe Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, foto bersama para juara Lomba Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 yang digelar PT Tambang Emas Martabe, dan para pengurus PWI Sumut, di Medan, Rabu (12/9).
Tiga pemenang Harapan diraih masing-masing oleh Damai Mendrofa dari media Akurat.co, sebagai Juara Harapan I dengan tulisan berjudul “Perempuan-Perempuan ‘Pelari’ Kencang dari Tambang”. Disusul Arifin Alamudi dari Tribun Medan sebagai Juara Harapan II dengan tulisan berjudul: “Siti Anzarini, Tidak Takut Bersaing dengan Laki-Laki”. Dan Sry Wahyuni dari Smart FM sebagai Juara Harapan III, dengan tulisan berjudul “Srikandi Gagah di Tambang Raksasa”. Ketiga Pemenang Harapan berhak atas 2 gram emas, plus voucher belanja.
Empat peserta yang yang tulisannya meraih penghargaan, masing-masing Sugiatmo dari harian Analisa, dengan tulisan berjudul: “Srikandi Tambang di Camp Permata”. Jason Gultom dari kantor berita Antara dengan tulisan berjudul “Ilmu Medisku Kutumpahkan di Atas Roda Manhaul”. Donna Hutagalung dari Harian Sinar Indonesia Baru dengan tulisan berjudul “Kiprah Perempuan di Industri Pertambangan”. Dan Evalisa Siregar dari kantor berita Antara dengan tulisan berjudul: “Perempuan di Balik Rehabilitasi Lahan Tambang Emas Martabe”. Masing-masing mendapat 1 gram emas plus voucher belanja.
Sebelumnya, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menuturkan, kesuksesan Kompetisi Karya Jurnalistik 2017 Tambang Emas Martabe lalu menjadi dasar perusahaan untuk mengadakan kembali kompetisi serupa.
“Tema tersebut kami pilih pada tahun ini, karena keberagaman gender masih menjadi isu yang belum banyak diangkat oleh media massa baik di Indonesia, maupun di Sumatera Utara. Keberagaman gender, apalagi penerapannya di dunia pertambangan yang selama ini didominasi oleh laki-laki, akan menjadi contoh yang sangat baik untuk diangkat menjadi karya jurnalistik. Di Tambang Emas Martabe, kami meyakini keberagaman, justru akan memperkuat persatuan dan pada akhirnya membuat kinerja perusahaan lebih baik,” jelas Katarina.
Lebih lanjut, Katarina menyebutkan, tema keberagaman gender pada Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 Tambang Emas Martabe juga diharapkan mampu menjadi sarana bagi masyarakat untuk melihat dan menilai secara obyektif mengenai kontribusi keberadaan karyawan perempuan dalam dunia pertambangan. (mea)