Home Blog Page 5963

Gubsu: Percepat Pembangunan Kawasan Danau Toba

Keindahan Danau Toba, di Sumatera Utara. Sebanyak 10 sutradara dipilih untuk mengerjakan 10 film fiksi panjang yang lokasinya berpusat di 10 tempat wisata prioritas pilihan pemerintah, salahsatunya di Danau Toba.
Keindahan Danau Toba, di Sumatera Utara.

SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mendukung perubahan nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII, dan mengajak seluruh masyarakat juga ikut memberikan dukungan yang sama, khususnya di kawasan
Danau Toba.

Menurut Edy Rahmayadi, perubahan nama tersebut akan memberikan dampak positif bagi Provinsi Sumut, khususnya seluruh daerah kawasan Danau Toba.

“Nama bandara internasional (Raja Sisingamangaraja XII, Red) ini sangat baik dan mari kita dukung. Sambil kita menghormati pahlawan kita. Raja Sisingamangaraja XII inikan pahlawan nasional, jadi sudah sewajarnya diabadikan namanya menjadi sebuah nama bandara,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan di Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (13/9)sore.

Dia berharap, semoga penabalan Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII yang telah dilakukan pemerintah pusat, bisa menjadi momentum membesarkan lapangan terbang tersebut, terlebih untuk kepentingan masyarakat sekitarnya.

“Juga mendukung perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB tersebut juga memastikan, jika Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII ini sudah beroperasi maksimal, tentu akan mempercepat pembangunan jalan termasuk jalan tol maupun rel kereta api di kawasan Danau Toba. Karena aktivitas pengunjung makin meningkat melalui bandara ini, dan tentu akan memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi rakyat.

“Termasuk pembangunan tol dari Pematangsiantar ke Parapat tentu akan semakin dipercepat untuk mendukung perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba nantinya,” ujar Edy.

Apalagi lanjut dia, Presiden Jokowi sangat peduli dengan pembangunan kawasan Danau Toba, yakni telah menetapkan kawasan itu menjadi bagian dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang diprioritaskan untuk dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata. “Jadi saya sangat mendukung nama Bandara Raja Sisingamangaraja XII ini,” ujarnya.

Menurut Edy, perubahan nama bandara ini dikarenakan Raja Sisingamangara XII adalah seorang pahlawan Nasional dari tanah Batak. Itu dilakukan pemerintah pusat untuk mengenang jasa-jasanya terhadap bangsa ini, khususnya di Tanah Batak.

“Karenanya sudah sepantasnya nama Raja Sisingamangaraja XII dibuat di bandara internasional tersebut. Mari kita dukung, sebab nama Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII di Silangit ini, akan memotivasi para generasi muda, khususnya suku Batak dalam membangun bangsa ini ke depannya. Serta akan selalu mengenal pahlawan bangsa ini yang telah berjuang dengan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa,” pungkasnya.

Diketahui, perubahan nama Bandara Internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 Tahun 2018. Surat tertanggal 3 September 2018 itu kemudian ditindaklanjuti Setjen Kemenhub dengan mengirim surat No. 243/Srt/B.IV/IX/2018. Surat ditujukan kepada Sesditjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara.

Surat tertanggal 4 September 2018 itu ditandatangani Kepala Biro Hukum Kemenhub Wahju Adji. Isinya meminta kepada aparat terkait untuk menindaklanjuti keputusan Menhub. Perubahan nama itupun sudah disetujui Presiden Jokowi. (prn/han)

USU Sosialisasi di Thailand

istimewa for sumut pos KUNJUNGAN: USU foto besama saat Sosialias di Thailand, kemarin.
istimewa for sumut pos
KUNJUNGAN: USU foto besama saat Sosialias di Thailand, kemarin.

SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan ke Universitas Srinakharinwirot, Ongkharak Thailand, Kamis (13/8). Kegiatan ini, sebagai pengenalan kemajuan institusi yang telah dicapai USU. Sekaligus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan civitas akademika.

“Usu tak pernah berhenti melakukan berbagai upaya. Di antaranya, dengan cara melakukan kunjungan lapangan dan sosialisasi dengan berbagai pihak, baik yang telah menjalin kerja sama maupun yang masih dalam tahap penjajakan,” kata Ketua Program Studi Magister, Dr Ir Hotnida Sinaga, M Phil dalam keterangan pers diterima Sumut Pos, kemarin petang.

Kunjungan tersebut dipimpin Hotnida Sinaga bersama staf dosen Era Yusraini STP MSi dan para mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Pangan khususnya angkatan Tahun Akademik 2017.

Dalam kesempatan itu, Program Studi Magister Ilmu Pangan Fakultas Pertanian USU melakukan sosialisasi dan kunjungan ke Faculty of Agricultural Product Innovation and Technology (Fakultas Inovasi dan Teknologi Produk Hasil Pertanian).

“Hal itulah yang ditempuh oleh Program Studi Magister Ilmu Pangan Universitas Sumatera Utara yang baru-baru ini melakukan kunjungan selama tiga hari ke Universitas Srinakharinwirot, Ongkharak Thailand,” kata Hotnida.

Ia menjelaskan Universitas Srinakharinwirot, Ongkharak, Thailand, sebelumnya telah menjalin kerja sama dan memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan USU sejak awal 2018. Kegiatan sosialisasi dan kunjungan ini, merupakan wujud implementasi MoU yang telah disepakati yaitu butir pertukaran informasi akademik antara kedua program studi.

“Pada kesempatan itu Dekan Fakultas Inovasi dan Teknologi Produk Hasil Pertanian Universitas Srinakharinwirot, Ongkharak Thailand, Ass Prof Arusa Chaovanalikit, bersama beberapa dosen setempat menyambut baik kedatangan tim Program Studi Magister Ilmu Pangan USU,” jelas Hotnida.

Selain memperkenalkan Program Studi Magister Ilmu Pangan dengan mempresentasikan profil program studi dan membagikan leaflet, juga disosialisasikan bahwa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara telah memiliki jurnal online yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian yaitu Indonesian Journal of Agricultural Research (Injar).

“Kita juga mempublikasikan hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu Journal of Saintech Transfer,” tandasnya. (gus/azw)

Perjalanan Melelahkan, PSMS Bawa 16 Pemain ke Serui

sutan siregar/sumut pos TENDANG: Shohei Matsunaga melakukan tendangan saat bersua PSIS di Stadion Teladan, Rabu (12/9).
sutan siregar/sumut pos
TENDANG: Shohei Matsunaga melakukan tendangan saat bersua PSIS di Stadion Teladan, Rabu (12/9).

SUMUTPOS.CO – PSMS tak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan kandang kontra PSIS Semarang di Stadion Teladan, Rabu (12/9). Pasalnya laga selanjutnya sudah menunggu di Serui. Adalah Perseru yang harus dihadapi pada Minggu (16/9).

Jarak Medan ke Serui yang panjang membuat Skuad PSMS Medan harus berangkat ke Serui lebih awal. Ayam Kinantan langsung bertolak, Kamis (13/9) sore. Untuk lawatan ke tanah Papua ini, Peter Butler hanya membawa 16 pemain untuk perjalanan melelahkan ini. Skuad berangkat dari Bandara Kualanamu, Deliserdang pada Kamis malam dan transit di Jakarta untuk menunggu penerbangan ke Biak , Jumat dini hari.

Sebelum tiba di Biak, pemain dan official harus kembali transit di Makassar dan melanjutkan penerbangan ke Biak pada jumat dinihari. Dari Biak pemain dan official tim PSMS Medan terbang ke Serui pada hari Jumat pukul 10 pagi.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan timnya akan coba terus survive demi bisa bertahan di Liga 1. Kekalahan dari PSIS tak dipungkiri meruntuhkan mentalitas pemain. Padahal kepercayaan diri mulai timbul saat berhasil menahan imbang Persija di kandangnya.

“Mereka survive atau degradasi kita harus jujur bicara di situasi ini. Saya senang bekerjasama dengan mereka. Tapi kasih 100 persen bakal sulit. Saya bukan psikolog, kami kerja keras tapi situasi di lapangan kadang-kadang tak kondusif untuk survive,” kata Butler.

Mengandalkan lebih dari separuh pemain dari musim lalu, Butler menilai PSMS butuh mentalitas yang lebih baik untuk bisa bertarung di Liga 1. “75 persen pemain dari musim lalu main di Liga 2.Tapi saya tahu mereka bekerja keras,” tambahnya.

Dari 16 pemain yang dibawa, PSMS menyertakan Roni Fatahillah yang sebelumnya tak bermain karena akumulasi kartu. Selain itu Butler juga kembali membawa pemain muda Donni Dio Hasibuan yang belum memulai debutnya di Liga 1.

PSMS juga masih tanpa Firza Andika yang mengikuti pemusatan latihan di timnas U-19. Danie Pratama juga dibawa serta.

“Roni saya suka, Dani juga tapi dia baru kembali dari kompetisi tentara (Porad). Firza tidak bisa dibawa karena dia ikut tim nasional. Gusti sebenarnya cukup baik tapi tak ada lagi pilihan di bek kiri,” tambahnya.

Sementara itu Shohei Matsunaga berharap timnya bisa bangkit di laga sisa. Saat ini Perseru berada dua strip di atas PSMS dengan koleksi 23 poin. Ayam Kinantan tertinggal empat poin dari dua tim di atasnya. Jika kalah lagi, kondisinya bakal lebih buruk.

Gelandang PSMS, Shohei Matsunagan mengatakan timnya harus segera bangkit. Eks pemain Persib dan Persela itu juga berharap fans terus mendukung mereka dalam situasi sulit ini. “Tolong fans selalu bantu kami. Kami selalu berikan 100 persen,” pungkasnya. (don)

6 Kadus Terpilih Diambil Sumpah

SOLIDEO/SUMUT POS DIABADIKAN: Camat Kabanjahe, Frans Leonardo Surbakti didampingi Sekcam, Habel Karo Sekali dan Kepala Desa Samura, Harepenta Sembiring Milala diabadikan bersama 6 Kades usai diambil sumpah.
SOLIDEO/SUMUT POS
DIABADIKAN: Camat Kabanjahe, Frans Leonardo Surbakti didampingi Sekcam, Habel Karo Sekali dan Kepala Desa Samura, Harepenta Sembiring Milala diabadikan bersama 6 Kades usai diambil sumpah.

KABANJAHE,SUMUTPOS.CO – Camat Kabanjahe, Frans Leonardo Surbakti didampingi Sekcam, Habel Karo Sekali dan Kepala Desa Samura, Harepenta Sembiring Milala melantik langsung 6 Kepala Dusun (Kadus) di wilaya Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo,Rabu (12/9) siang
Pelantikan berlangsung di kantor Kepala Desa Samura sesuai dengan surat keputusan nomor 9 tahun 2018.

Pengangkatan ke-6 Kadus diambil sumpah sesuai dengan kepercayaan masing – masing. Adapun nama Kadus yang dilantik masing-masing, Frans Leonardo Surbakti, Ali Armadi Sembiring Kadus I, Terkelin Barus Kadus II, Jonatan Kadus III, Safrizal Kadus IV, Suheendri Efendi Kadus V, dan Juster Tarigan Kadus VI.

“Dengan dilantiknya ke- 6 Kadus di Desa Samura hari ini, dapat menjalankan tugas serta fungsi nya bagi masyarakat sekitar, guna mengayomi warga nya. Kiranya pelantikan yang amanah ini, dilindungi tuhan yang maha esa, serta berjalan sesuai dengan sumpah yang sudah kita nobatkan kepada para Kadus,” ucap Camat Kabanjahe, Leonardo Surbakti.

Salah satu Kadus terpilih Safrizal mengutarakan, dengan mengemban tugas selaku perpanjangan lidah masyarakat di lingkungan IV, dirinya berharap peran aktif pemuda setempat untuk saling menjaga desa yang diamanah kan kepadanya.

“Insya Allah kita bisa bersaing dengan desa – desa lainnya, guna membangun generasi muda – mudi aktif dalam bidang positif, seperti mencintai desanya, guna memajukan desa yang saya jaga, sesuai dengan amanah dari bapak Camat Kabanjahe sesuai sumpah yang saya emban,” ucap Safrizal usai pelantikan Kadus.

Di lokasi terpisah, warga Desa Kutarayat Kecamatan NAMANTERAN-Wisatawan melaksanakan pemilihan kepala desa, Rabu (12/9) sekira pukul 07.00 WIB. Dimana 2 Calon Kepala Desa bersaing, dari kelompok Padi, Satar Ginting, dan Jagung, Aris Sitepu.

Pemilihan Kades Desa Kutarayat dihadiri langsung Camat Naman Teran, Dwikora Stp, Sekcam, Dekengta Surbakti, Kapolsek Simpang Empat, AKP Rided dan Koramil Simpang Empat. Dimana kegiatan pemilihan Kandes berlangsung di Losd Desa Kutarakyat dengan situasi terkendali.

Pemilihan Kades antar waktu tersebut dengan jumlah peserta pemilihan berdasarkan Daftar Pemilih Tetap berjumlah 1.612 orang dengan rincian laki -laki 808 orang, dan perempuan 804 orang. Dimana sebelum nya, Kades Kutarayat, Rustam Efendi mengalami sakit hingga tidak bisa aktif guna menjalankan tugas yang efektif. Dimana pemilihan Kades tersebut dikawal ketat dari pihak personil Polsek Simpang Empat. (deo/han)

Gala Siswa Indonesia SMP se-Kabupaten Sergai, Jadikan Modal Pengembangan Prestasi

surya/sumut pos BERI TROPY : Bupati Ir H Soekirman bersama Wabup Darma Wijaya dan Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, memberikan tropy kepada pemenang SMPN 1 Perbaungan, Rabu (12/9).
surya/sumut pos
BERI TROPY : Bupati Ir H Soekirman bersama Wabup Darma Wijaya dan Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, memberikan tropy kepada pemenang SMPN 1 Perbaungan, Rabu (12/9).

SERGAI,SUMUTPOS.CO – SMP 1 Perbaungan meraih juara 1, pada pertandingan final sepakbola Gala Siswa Indonesia (GSI) antar siswa tingkat SMP se – Kabupaten Sergai, di Lapangan sepakbola PT Socfindo Matapao, Dusun II, Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Rabu (12/9).

Bupati Ir H Soekirman yang hadir dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hadiah, mengucapkan selamat kepada siswa yang meraih juara, yang telah berjuang dengan semangat serta tetap menjaga sportifitas dan persaudaraan. Diminta kepada tim juara untuk tidak terlena dengan prestasi yang diraih.

Dengan diraihnya prestasi ini, lanjut Soekirman, hendaknya menjadikannya sebagai modal dasar pengembangan prestasi, serta pengalaman berharga guna selalu dikembangkan agar terus mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi nantinya termasuk Gala Siswa Tingkat Provinsi Sumut.

Kepada tim yang belum yang belum meraih juara agar jangan patah semangat, karena setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda dan jadikan sebagai modal untuk lebih tekun, ulet, rajin dan bekerja keras lagi guna mencapai prestasi yang diimpikan.

“Saya berharap GSI ini menjadi wahana dalam rangka mengoptimalkan pembinaan dan pengembangan olahraga sepakbola yang dilakukan secara berkesinambungan agar nanti mampu mencetak bibit-bibit atlet olahraga sepakbola yang menjadi kebanggaan daerah dan mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional,” harap Soekirman.

Oleh karena itu, Bupati Ir H Soekirman mengapresiasikan atas penghargaan dan ucapan terimakasih kepada para pelatih, ofisial dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya event ini.

“Mari terus junjung tinggi sportifitas dan fair play, saling menghargai, menghormati serta mematuhi aturan yang berlaku, serta yang tak kalah penting jadikan olahraga sepakbola sebagai pemacu kita membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba dan dampak negatif perkembangan tek nologi yang semakin mengkhawatirkan, seperti lirik lagu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, yang menang berprestasi, yang kalah jangan frustasi,” pintanya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik, MM dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Bupati dan Wabup serta seluruh pihak sehingga event GSI Tingkat SMP ini berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan ini dimulai pada 20 Agustus 2018 dan berakhir 12 September 2018 dan diikuti oleh 16 tim yang berasal dari SMP Negeri/Swasta se-Sergai.

Pada pertandingan final Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP se-Sergai Tahun 2018 antara kesebelasan SMPN 1 Pegajahan melawan SMPN 1 Perbaungan, disaksikan langsung oleh Bupati Ir H Soekirman dan Wabup H. Darma Wijaya berakhir dengan kemenangan SMPN 1 Perbaungan melalui adu penalti dengan skor 7-6.

Untuk peringkat tiga diraih SMPN 1 Pantai Cermin, kemudian juara 4 SMPN 1 Sipispis. Sementara untuk gelar pemain terbaik diraih oleh Novri dari SMPN 1 Perbaungan dan gelar top skor diraih Gilang, gelandang serang kesebelasan SMPN 1 Pegajahan.

Sebelumnya, juga digelar dipertandingan eksebisi antara Kesebelasan Old Crack Kemenag Sergai melawan Old Crack Dinas Pendidikan. Pada pertandingan tersebut, Wabup H Darma Wijaya menjadi bagian dalam kemenangan old crack Dinas Pendidikan dengan skor akhir 2-1. (sur/han)

Pembunuh Jasiaman Dituntut 40 Tahun

Teddy Akbari/Sumut Pos DITUNTUT: Kedua terdakwa pembunuh Jasiaman Purba mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Cakra PN Klas I-B Binjai
Teddy Akbari/Sumut Pos
DITUNTUT: Kedua terdakwa pembunuh Jasiaman Purba mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Cakra PN Klas I-B Binjai

SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Benny Surbakti menuntut kedua terdakwa pembunuhan Jasiaman Purba yakni, Hardi Sihaloho dan Rosmalinda br Saragih masing-masing 20 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum juga meminta majelis hakim, agar Hardi Sihaloho dan Rosmalinda br Saragih, tetap berada di tahanan atau tidak diizinkan menjadi tahanan kota.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun (untuk kedua terdakwa) dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap berada di dalam tahanan,”ujar Benny membacakan tuntutannya pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi, didampingi dua hakim anggota Diana Febrina Lubis dan Nur Erfianti Meliala, di ruang Cakra Pengadilan Negeri Klas I-B Binjai, Kamis (13/9).

JPU Benny dalam tuntutannya menjerat kedua terdakwa dengan pidana Pasal 340 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dari KHUP dalam dakwaan primair.

“Terdakwa Rosmalinda br Saragih dan Hardi Sihaloho telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,”sebutnya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim mempersilahkan kedua terdakwa untuk berunding kepada penasehat hukumnya.

Menjawab tuntutan JPU, penasehat hukum kedua terdakwa mengajukan pledoi (pembelaan).

Dalam persidangan sebelumnya, kedua terdakwa membantah melakukan pembunuhan terhadap Jasiaman Purba.

“Kita membuktikan materil, apa sih sebenarnya. Di sini kita mencari pembuktian. Kalau dia dituduh membunuh, harusnya praperadilan (prapid),” ujar Benny.

Sementara itu, Penasehat Hukum Terdakwa Hardi Sihaloho dan Nasib Maringan Silaban menilai, tuntutan dari JPU Benny masih ragu-ragu. Artinya, JPU Benny masih ragu menuntut kedua terdakwa tersebut dengan tuntutan 20 tahun kurungan penjara.

“Bagi kami, ketika jaksa yakin itu pembunuhan berencana, harusnya jaksa seminim-minimnya menuntut mati atau seumur hidup,” ujar Maringan usai sidang.

JPU memang ditugaskan yang dibayar dengan uang negara menuntut terdakwa. Maringan meyakini, bahwa kliennya tidak bersalah. Sebab selama persidangan, ujar Maringan, kedua kliennya membantah melakukan pembunuhan.

Baik itu Rosmalinda yang menyangkal membunuh suaminya, Jasiaman Purba atau tidak menyuruh membunuh. “Saya yakin jaksa ragu bahwa klien kami Hardi Sihaloho bersalah. Rosmalinda yang didakwa (membunuh), menyangkal.

Tidak ada (Rosmalinda) menyuruh, buktinya dia mencabut BAP kepolisian dalam persidangan kemarin. Dalam sidang, Hardi juga tidak pernah tahu tentang kejadian kasus pembunuhan ini,” tandasnya.

Sidang ditunda pekan depan, Kamis (20/9) dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. (ted/han)

Pelaku Manfaatkan Kepanikan Nasabah, Maraknya Pembobolan di Mesin ATM

Ilustrasi atm
Ilustrasi atm

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Nasabah Bank diimbau untuk selalu waspada dalam melakukan penarikan uang tunai yang dilakukan pada mesin ATM, khususnya di mall, hotel, SPBU maupun gerai toko baik Alfamart maupun Indomaret.

Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) melalui Kanit I Kompol RA Sitinjak, mengatakan, para pelaku kejahatan pembobol ATM ini, umumnya kerap memanfaatkan kepanikan nasabah untuk menguras isi tabungan korbannya.

“Biasanya pelakunya memanfaatkan kepanikan nasabah, yang kartunya tersangkut di dalam mesin ATM,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (13/9).

Kompol RA Sitinjak menjelaskan, ketika nasabah panik karena kartunya tertelan dalam mesin, biasanya pelaku akan berpura-pura untuk menjadi penolong.

Modus itu dilakukan pelaku, untuk dapat memperoleh informasi kode pin ATM korban, seperti yang dilakukan tersangka Dedy Agustriono (37), warga Jalan Karya Bakti I Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal Gang Baru, yang ditangkap saat beraksi di ATM Alfamidi, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, pada Kamis (6/9) pukul 17.00 WIB lalu.

“Karenanya jika ada masalah pada mesin ATM agar melaporkan kepada sekuriti atau petugas di lokasi. Jangan malah bertanya kepada masyarakat yang ada disekeliling, karena bisa jadi merupakan bagian dari sindikat pembobol ATM,” jelasnya.

Untuk kasus Dedy, terangnya, dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik, tersangka telah 10 kali beraksi membobol ATM nasabah dengan menggunakan sebatang lidi. Dari aksinya, ia paling banyak memperoleh uang sebesar Rp 2,5 juta sejak setahun terakhir.

“Pelaku belajar dari tutorial youtube dan televisi. Sebelumnya ia juga pernah ditahan di Polsek Sunggal dengan kasus yang sama,” terangnya.

RA Sitinjak mengaku, untuk mengembangkan kasus yang dilakukan Dedy, pihaknya juga sudah melakukan penyuratan terhadap manajemen BRI. Hal ini dilakukan, karena saat ditangkap, dari tangan Dedy juga ditemukan 10 unit kartu ATM BRI.

“Senin depan rencana kita akan minta keterangan terhadap pihak Bank,” tandasnya.

Ditambahkannya, masyarakat harus berhati-hati terhadap modus pelaku pembobol ATM lainnya yang menempelkan nomor telpon dengan berpura-pura sebagai operator Bank.

Sebab biasanya, pelaku pembobolnya juga memanfaatkan kepanikan nasabah yang kartunya tersangkut agar menelpon nomor tersebut untuk memperoleh kode pin ATM nya. “Kasusnya dulu juga pernah ditemukan di Tebing Tinggi. Biasanya pelaku menggunakan nomor telpon flexy yang memiliki kode 061 atau 021,” pungkasnya. (dvs/han)

40 Jemaah Haji Kloter Dua Asahan Pulang

Info haji
Info haji

ASAHAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 40 jamaah haji Kloter Dua asal Kabupaten Asahan disambut Wakil Bupati (Wabup) Asahan di Aula Gedung Tahfidz Quran Masjid Agung Ahmad Bakri Kisaran, Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Kisaran Barat, Rabu (12/9).

Wakil Bupati Asahan, H Surya menyampaikan selamat datang kembali para jamaah haji di kampung halaman. Dan mendapat nilai-nilai positif yang diperoleh dalam pelaksanaan ibadah haji. “Saya yakin para jemaah haji menjadi haji yang mabrur,”bilangnya.

Untuk itulah, Wabup Surya meminta agar para jamaah haji tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara, serta bersama-sama mewujudkan visi dan misi Pemerintah Ka bupaten Asahan yakni Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.

“Saya yakin para jamaah haji asal Kabupaten Asahan pada kloter kedua ini juga kembali dalam keadaan sehat walaupun afiat dan utuh,”katanya.

Penyambutan kepulangan jamaah haji juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Kakan Kemenag Asahan, Ketua MUI Asahan, perwakilan dari Kapolres Asahan, perwakilan Dandim 0208 Asahan, OPD dan Camat se-Kabupaten. (omi/han)

Kejatisu Tunggu Audit BPKP

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, hingga kini masih menunggu audit dari Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP), terkait dua kasus dugaan korupsi di Mandailing Natal (Madina).

Di antaranya, pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu, di kawasan perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Madina. “Kita masih menunggu audit investigasi dari BPKP. Sabarlah ya, kita tunggu laporan mereka,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Kamis (13/9).

Sampai saat ini, Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu belum menetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan negara ini. Padahal, kasus ini telah disidik jauh-jauh hari.

“Belum, belum ada penetapan tersangka. Kemarin yang kita periksa bangunan konstruksinya, sekarang kerugian negaranya,” kata Sumanggar.

Disinggung siapa-siapa saja yang diperiksa terkait kasus ini, Sumanggar menyebut banyak hingga tak tahu lagi berapa yang sudah diperiksa Kejatisu.

“Udah semua, udah banyak. Pokoknya yang terlibat di situ sudah kita periksa. Udah lupa saya, termasuk SKPD-nya, Kepala Dinas-nya sudah kita periksa yang terlibat dalam kasus itu,” katanya.

Sumanggar menggaransi, bila kasus ini bakalan disidik secara serius oleh Pidsus Kejatisu. “Pokoknya kita serius lah dalam kasus ini. Nanti akan kita kabari bila ada perkembangan soal kasus ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan Tapian Siri-siri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Bahkan penyidik Pidsus Kejati Sumut, sebelumnya telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU, Syahruddin untuk dimintai keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

Pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. (man/han)

PKPU HI Sumut Kirim Tim ke Lombok

ist BERSAMA: Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Mardi Sahendra diabadikan bersama TIM yang diberangkatkan ke Lombok.
ist
BERSAMA: Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Mardi Sahendra diabadikan bersama TIM yang diberangkatkan ke Lombok.

SUMUTPOS.CO – Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Human Initiative kembali mengirim Tim ke Lombok dengan tujuan untuk melakukan asesment dan membantu relawan, khususnya di Pos Kesehatan dan Psikososial.

“Selain itu juga untuk mengawal penyaluran donasi masyarakat Sumut,”ungkap Mardi Sahendra, Kepala Cabang PKPU HI Sumut, Rabu (12/9).Dikatakan Mardi, tim yang dikirim tersebut juga akan melakukan situasion report setiap harinya. “Dengan begitu, maka diketahui kebutuhan mereka yang terdampak gempa bumi di Lombok,”tandasnya.

Hal ini juga merupakan keseriusan PKPU HI untuk merangkul masyarakat, pemerintah dan perusahaan di Sumatera Utara, dalam berkolaborasi membantu saudara kita di Lombok.

Sejauh ini, lanjut Mardi, PKPU HI Sumatera Utara telah mengumpulkan donasi masyarakat sebesar Rp120 juta, dan sudah dikirim ke Lombok. Sementara PKPU HI Sumut menargetkan bantuan Rp1 Miliar untuk dikirim ke Lombok.

“Oleh karena itu, hingga saat ini kami terus menggalang dana untuk Lombok. Melalui mitra donor tetap kita, sudah terkumpul dan telah dikirim ke Lombok. Bagi yang berniat untuk berdonasi, dapat mentransfer melalui rekening PKPU HI Sumut, Bank Sumut Syariah 614.01.04.000020-0, Bank BCA 4000.430.666, Bank Muammalat 211.0030.574 dan Bank Mandiri 126.000.5906.465. Atau dapat diantar langsung ke kantor PKPU HI cabang Sumut di Jalan Setiabudi, Medan, “sebutnya.

Untuk donasi yang sudah disampaikan, sambung Mardi,PKPU HI Sumut akan langsung melaporkan kepada si pendonor. Untuk membantu korban gempa di Lombok, PKPU HI Sumut memiliki program secara nasional di antaranya 1.000 Rumah Senyum dan sudah terealisasi lebih dari 100 unit.

Selain itu juga, ada bantuan lain yang sudah direalisasikan, yakni Dapur Air di 4 titik, Food Item 500 paket, Hygiene Kits 405 paket, Shleter Kits sebanyak 345 paket, Water Tank 2 unit, Layanan Kesehatan di 2 titik, Psikososial di 6 titik dan Baby Kits untuk di 2 titik.

“Berdasar data scoring skala prioritas kebutuhan, Shelter Kits berupa terpal atau tenda, selimut, kelambu dan alas tidur. Kemudian, sanitasi berupa MCK dan juga pengelolaan sampah limbah pengungsi, air bersih untuk minum, masak, mandi, cuci, layanan kesehatan dan obat-obatan, sarana-prasarana sekolah berupa sekolah darurat dan school kits, bahan makanan dan cooking sets serta sarana ibadah, “beber Mar di mengakhiri. (ain/han)