LUBUKPAKAM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang menetapkan 608 bakal calon legislatif (bacaleg) masuk Daftar Calon Sementara (DCS), dan 23 bacaleg dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
“Hasil Rapat Pleno, dari 709 bacaleg yang mendaftar, hanya 686 orang yang masuk DCS dan akan dipublikasikan ke media,” ujar Humas KPU Deliserdang, Bobby I Prayoga di Lubukpakam, Senin (13/8).
Disebutkannya, partai politik (parpol) Partai Keadilan Prsatuan Indonesia (PKPI) di daerah pemilihan (dapil) 6 (Percut Seituan dan Batangkuis-red) semua bacaleg dinyatakan TMS.
Hal itu dikarenakan 2 bacaleg keterwakilan perempuannya TMS, sehingga berdampak ke 9 bacaleg lainnya yang ikut dinyatakan TMS.
Sementara 1 bacaleg masing-masing dari parpol Berkarya dan Gerindra dinyatakan TMS karena ijazah bermasalah. “Indikasinya, saat memberikan surat keterangan ijazah dinyatakan hilang diambil dari kepolisian sehingga tidak sesuai PKPU. Seharusnya surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan sekolah dan harus ada,” sebut Bobby.
“Selebihnya untuk 10 bacaleg dinyatakan TMS karena sebelumnya dinyatakan tidak melengkapi persyaratan Peraturan KPU,” tutur Bobby. Ditambahkan, untuk pejabat Pemkab Deliserdang yang masuk DCS harus ada surat pengunduran diri paling lambat diterima 19 September 2018. Karena pada 20 September 2018, akan ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT).
Terpisah, Ketua PKPI Deliserdang Hendri Rosmawati Sitanggang saat dikonfirmasi mengaku 11 bacalegnya di dapil 6 kandas.
“Dapil 6 kandas, setiap saat sudah saya ingatkan bacaleg agar berkas dilengkapi dengan baik,” katanya singkat. (btr/azw)
ist
RAPAT: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karo saat menggelar rapat pertemuan di Karo, kemarin.
ist RAPAT: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karo saat menggelar rapat pertemuan di Karo, kemarin.
KARO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karo masih menunggu masukan dan tang gapan dari masyarakat dengan Bacaleg DPRD Karo yang telah masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS).
Hal ini terkait penilaian masyarakat tentang bacaleg mantan narapida yang terlibat dalam kasus korupsi, narkoba (bandar) dan tindakan asusila dipastikan akan dicoret oleh KPU Karo.
“DCS sudah kami sahkan dan tetapkan. Sekarang kami minta respon atau tanggapan masyarakat terkait bacaleg tersebut,” kata anggota KPU Karo, Gemar Tarigan pada Sumut Pos, Rabu (15/8) siang.
Dikatakan Gemar, pihaknya sudah mengumumkan ke publik terkait DCS yang sudah mereka tetapkan. Seperti diketahui, ada 342 orang bacaleg yang telah lolos verifikasi dan administrasinya. Dari jumlah tersebut sesuai dengan hasil penyeleksian, ada 66 bakal calon yang sebelumnya ikut mendaftar dinyatakan Tak Memenuhi Syarat (TMS). Para bacaleg yang TMS itu berasal dari 10 dari 16 partai politik pengusung.
Setelah penetapan DCS inilah, KPU Karo menunggu tanggapan termasuk laporan dari masyarakat jika dari 342 bacaleg ini ada yang berstatus mantan napi korupsi, terlibat kasus asusila dan pelecehan seksual serta bandar narkoba.
Penerimaan laporan tersebut sudah dimulai dari tanggal 12 Agustus. Untuk itu, KPU Karo mempersilahkan masyarakat melapor. Masyarakat yang melapor wajib mencantumkan data dan identitas yang jelas, laporannya juga harus valid bukan nersifat fitnah. Meskipun DCS sudah ditetapkan, namun KPU Karo masih bisa merubah atau pun mencoret bacaleg bermasalah tersebut dari pencalonan.
Sementara partai politik pengusung bisa menggantinya dengan bacaleg baru. Namun pascapenetapan DCS hingga hari ini, KPU Karo kata Gemar belum ada menerima laporan dan tanggapan dari masyarakat.
“Sampai hari ini kita belum ada menerima satu pun laporan dari masyarakat. Meski begitu, kita akan menunggu sampai batas waktu penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) di September nanti,” tandas Gemar.
Seperti diberitakan sebelnya, sesuai data penyeleksian ada 66 bakal calon yang sebelumnya ikut mendaftar dinyatakan TMS. Ke-66 bakal calon legislatif itu berasal dari 10 dari 16 partai pengusung. Adapun partai yang calonnya dinyatakan TMS diantaranya, PKB,PDI-P, Berkarya, Perindo, PPP, PSI, PAN, Demokrat, PBB dan PKPI. Dari ke-10 partai itu, PKB yang paling banyak calon legislatifnya yang ke TMS. Dari 29 bacaleg yang mendaftar, hanya 11 calon yang masuk DCS. Sedang 18 diantaranya dinyatakan TMS.
PDIP yang mengajukan 35 bacaleg hanya 1 bacalon yang TMS. Partai Berkarya yang mengajukan 10 bacaleg, 1 dinyatakan TMS. Perindo yang mendaftarkan 35 bacaleg, 4 diantaranya dinyatakan TMS. PPP yang mengajukan 6 bacaleg, 4 dinyatakan TMS.
PSI yang mengajukan 35 bacaleg, 12 diantaranya dinyatakan TMS. PAN yang sebelumnya mengajukan 35 bacaleg, 1 di antaranya dinyatakan TMS. Demikian halnya dengan Demokrat yang sebelumnya mendaftarkan 35 bacaleg, 13 diantaranya dinyatakan TMS. PBB yang mendaftarkan 9 bacaleg, 1 diantaranya dinyatakan TMS. Terakhir PKPI yang mendaftarkan 34 bacaleg, 11 diantaranya dinyatakan TMS.
Sementara 6 partai yang calonnya tetap diantaranya, Partai Gerindra (35 bacaleg), Golkar (35 bacaleg), Nasdem (35 bacaleg), Garuda (4 bacaleg), PKS (5 bacaleg) dan Hanura (31 bacaleg). Dari 342 daftar calon sementara ini terdiri dari 194 laki-laki dan 148 perempuan. Setelah penetapan DCS ini, pihak KPU akan diproses kembali para bacaleg ini untuk menjadi Daftar Calon Tetap (DCT) pada 20 Septermber 2018 mendatang. (deo/azw)
Teks foto: (Istimewa)
DIABADIKAN:Dosen Prodi Peternakan FST Unpab drh Mudhita Zikkrullah Ritonga MVet dan mahasiswa Prodi Peternakan Unpab diabadikan bersama peternak di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. (foto : istimewa)
Teks foto: (Istimewa) DIABADIKAN:Dosen Prodi Peternakan FST Unpab drh Mudhita Zikkrullah Ritonga MVet dan mahasiswa Prodi Peternakan Unpab diabadikan bersama peternak di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. (foto : istimewa)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) merintis pendirian Klinik Hewan Ternak dan Hewan Kesayangan di Provinsi Sumateran Utara (Sumut). Pendirian klinik ini merupakan salah satu skema pengabdian pada masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bidang Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK).
Ketua Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unpab, Andhika Putra SPt MPt mengatakan, pengabdian pada masyarakat yang dibiayai Kemenristekdikti ini berjudul “PPUPIK Klinik Hewan Ternak dan Hewan Kesayangan Unpab” dengan masa pelaksanaan tiga tahun.
“Untuk tahun pertama Klinik Hewan Unpab fokus pada pengembangan klinik hewan ternak di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. Program ini merupakan wujud implementasi tri dharma perguruan tinggi Unpab pada masyarakat, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat,” kata Andhika Putra didampingi dosen Peternakan drh Mudhita Zikkrullah Ritonga MVet kepada wartawan di kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan, Selasa (14/8).
Pada program ini, kata Andhika, Unpab melakukan pengembangan Klinik Hewan Ternak di Kecamatan Namorambe dan pendirian Klinik Hewan Kesayangan yang berada di Kampus I Unpab, Jalan Gatot Subroto KM 4,5 Sei Sikambing Kota Medan. Tujuan program ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan hewan ternak maupun hewan kesayangan milik masyarakat.
Sementara itu, drh Mudhita Zikkrullah Ritonga MVet sebagai penanggung jawab Klinik Hewan Ternak dan Hewan Kesayangan mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pelayanan kesehatan hewan ternak di salah satu peternakan di kawasan Kecamatan Namorambe, Deliserdang.
Ditegaskannya, Klinik Hewan Ternak Unpab tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan hewan ternak secara umum, tapi juga sudah dilengkapi dengan perlengkapan program reproduksi dan kebidanan hewan ternak. Program tersebut berupa pemeriksaan kebuntingan, pertolongan kelahiran, bedah caesar dan program inseminasi buatan (IB) pada sapi dan kambing.
“Dan program ini dapat berjalan atas kerja sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpab, Kopertis Wilayah I dan Kemenristekdikti,” kata Ritonga.
Pelayanan kesehatan hewan di dua klinik ini, menurut drh MZ Ritonga, terintegrasi melalui sistem aplikasi Klinik Hewan Terpadu sehingga tenaga medik Veteriner Dokter Hewan sangat terbantu melakukan pelayanan kesehatan hewan secara terprogram disertai penentuan terapi berdasarkan riwayat pasien yang tercatat dan tersimpan dengan baik.
MZ Ritonga berharap, Klinik Hewan Unpab ini dapat berkontribusi terhadap pelayanan kesehatan hewan ternak maupun hewan kesayangan di Sumut, terutama di sekitar diberdirinya klinik. (ris/han)
KERJA SAMA: Rektor UMSU, Agussani diabadikan bersama Ketua DRD Sumut Prof Dr Harmein Nasution MSIE PhD, dan Kepala Balitbang Sumut Dr Ir HMA Effendy Pohan MSi usai penandatangan kerja sama. (foto: istimewa)
KERJA SAMA: Rektor UMSU, Agussani diabadikan bersama Ketua DRD Sumut Prof Dr Harmein Nasution MSIE PhD, dan Kepala Balitbang Sumut Dr Ir HMA Effendy Pohan MSi usai penandatangan kerja sama. (foto: istimewa)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan penelitian dan riset secara akademis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pemeritah Provinsi Sumatera Utara (Balitbang Sumut) dan Dewan Riset Daerah Sumatera Utara (DRD Sumut).
Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UMSU Dr Agussani MAP, Kepala Balitbang Sumut Dr Ir HMA Effendy Pohan MSi dan Ketua DRD Sumut Prof Dr Harmein Nasution MSIE PhD, di ruang Aula Pascasarjana UMSU, Jalan Denai No 217 Medan, Selasa (14/8).
Rektor UMSU Dr Agussani MAP mengatakan, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dewasa ini tidak cukup hanya sebatas melaksanakan proses pembelajaran klasikal semata. Namun, harus ada kejelasan output yang dihasilkannya.
Dengan itu, UMSU berkomitmen untuk maksimal mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satu pilarnya adalah bidang penelitian dan pengembangan.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini UMSU telah membuktikan komitmennya, terutama dengan membuat kebijakan konkrit dan pengalokasian dana yang maksimal untuk mendukung pengembangan riset ini.
“Bahkan sesuai amanat Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah setiap PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah-red) itu wajib mengalokasikan anggarannya sebesar 5 persen untuk penelitian dan pengembangan. Maka dari itu, tahun ajaran ini UMSU mengalokasikan Rp2 miliar untuk pengembangan riset,” jelas Agussani.
Ditegaskan Agussani, pihaknya sangat membuka diri dan antusias melakukan pelbagai bentuk kerja sama terkait pengembangan riset tersebut, termasuk dengan Balitbang Sumut dan Dewan Riset Daerah Sumut.
“Mudah-mudahan dengan jalinan kerja sama ini kita mampu bersinergi untuk membangun semangat bersama mengembangan dunia riset, khususnya di daerah yang kita cintai ini,” ucap Agussani.
Sementara itu, Kepala Balitbang Sumut, Effendy Pohan mengungkapkan baik dan mengapresiasi kerja sama ini. Ia berharap, kedepan kerja sama ini tidak cuma berhenti di atas kertas dan acara serimonial saja.
“Tapi juga harus bisa direalisasikan dalam program-program nyata,” ucap Effendy.
Sedangkan, Ketua DRD Sumut Prof Dr Harmein Nasution MSIE PhD dalam sambutannya mengatakan, bahwa perguruan tinggi yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah sudah tidak perlu diragukan kredibilitas dan kualitasnya.
Harmein mengungkapkan, selama ini keberadaan PTM dalam dunia pendidikan nasional cukup berperan.“Karena itu, adalah sebuah kehormatan bagi kita bisa menjalin kerja sama ini, dan kita optimis akan bisa membawa manfaat bagi kemajuan dunia penelitian di Sumatera Utara,” tutur Harmein.
Dalam acara ini juga hadir WR I UMSU Dr Muhammad Arifin SH MHum, WR III Dr Rudianto Msi, Sekretaris Universitas Gunawan SPdi MTH, Direktur pascasarjana Umsu Dr Syaful Bahri MAP dan civitas akdemika lainnya.(gus/han)
DUEL: Felipe Martins berduel dengan Vladimir Vujovic pada duel PSMS kontra Bhayangkara di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (3/8). (foto: Sumut Pos)
DUEL: Felipe Martins berduel dengan Vladimir Vujovic pada duel PSMS kontra Bhayangkara di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (3/8). (foto: Sumut Pos)
SUMUTPOS.CO – Kehadiran Felipe Martins dos Santos memberikan harapan baru di lini depan PSMS. Meskipun belum mencetak gol di Liga 1, namun striker asal Brasil itu mulai nyetel dengan tim.
Felipe baru menjalani tiga laga bersama Ayam Kinantan. Dia sudah mencetak dua gol di Piala Indonesia meskipun menghadapi tim yang kastanya di bawah. Namun perlahan performa eks pemain Liga Portugal itu mulai menjanjikan. Pelatih kepala PSMS, Peter Butler mengatakan sejatinya Felipe masih butuh adaptasi dengan PSMS.
“Felipe masih beradaptasi dengan rekan setimnya dan sekelilingnya. Dia baru saja pindah ke apartemen yang akan membuatnya nyaman. Dia pria yang baik dan akan mencetak gol saat dia nyaman,” kata Butler
Pelatih asal Inggris itu mengatakan timnya butuh dukungan berbagai pihak untuk lolos dari degradasi. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dan komitmen bersama.
“Tim ini main baik tapi harus realistis dengan harapan, Anggaran di PSMS sangat kecil, tim memerlukan motivasi yang jelas dari manajemen tidak hanya kata-kata. Aku sudah pernah menangani tim-tim pada situasi begini sebelumnya dan perlu komitmen yang jelas dan setiap orang harus bekerja bersama untuk keluar dari kekacauan ini,”
bebernya.
Menurut eks pelatih Persipura itu poin tandang pertama yang diraih atas Persija membangkitkan kepercayaan diri skuad. Dia yakin akan ada poin tandang berikutnya yang diraih di sisa laga. Tak dipungkiri PSMS memang tidak hanya butuh kemenangan kandang. Tapi juga tandang.
“Aku harap begitu, kami pantas menerima sesuatu saat menghadapi Bhayangkara, Minggu sebelumnya kami harus mengubah pola pikir dan menaikan keyakinan dan kepercayaan diri. Kami akan dapat lebih banyak poin tandang aku yakin akan itu, tapi ini adalah awal dan kami harus membangun itu,” ungkapnya.
Dia yakin pemain bisa mengatasi permasalahan yang ada baik dari luar dan internal tim. Yang terpenting adalah konsentrasi. “Pengaruh dari luar selalu terjadi. Tapi aku bisa mengendalikannya dan aku hanya ingin pemain yang ingin bekerja keras. Aku akan berdiri untuk kesejahteraaan dan hak pemain selama mereka tetap bekerja dengan disiplin dan keinginan untuk lebih berkembang,” katanya.
Butler juga mengatakan timnya harus mendapat fasilitas latihan yang lebih baik. Butler memang tidak suka latihan di Kebun Bunga yang berkualitas buruk. “Manajemen harus memainkan peranan bahwa kami perlu fasilitas latihan lebih baik dan meyakinkan apa yang ada di kontrak dipenuhi dalam waktu seperti ini, krusial dalam harapan kita bertahan,” tambahnya.
Butler sendiri saat ini akhirnya memutuskan kembali ke Inggris. “Aku akan berangkat ke UK karena teman keluarga meninggal dan aku akan terbang pulang Minggu depan. Tidak ada h khusus.aku suka semua makanan Indonesia, aku sangat fleksibel,” pungkasnya. (don)
SPBU: Acara Kampanye digitalisasi bagi bisnis SPBU di Medan.((foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
SPBU: Acara Kampanye digitalisasi bagi bisnis SPBU di Medan.((foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Terus mengkampanyekan tentang digitalisasi bagi bisnis Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Untuk kampanye tersebut, dan melakukan sosialisasi. Pertamina dengan menggandeng BRI Wilayah Medan.
Sosialisasi digitalisasi bagi bisnis dilaksanakan melalui SPBU gathering di Medan, Rabu (15/8) siang. Kemudian, Pertamina juga memberikan penghargaan tertinggi kepada pengusaha dan pengelola SPBU, yang berprestasi diwilayah kerja Pertamina MOR I.
Kegiatan ini, dibuka langsung oleh General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo, dihadiri oleh Pimpinan Wilayah BRI Medan, Rudy Sidharta, serta Ketua Hiswana Migas Sumut, Rajali Husein. Acara juga dihadiri oleh tim manajemen Pertamina MOR I, tim manajemen dari BRI Medan, juga jajaran pengurus Hiswana Migas Sumut.
Dalam kesempatan ini, BRI mensosialisasikan tentang keunggulan dari transaksi digital bagi bisnis SPBU mengggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dari BRI. Melalui transaksi cashless ini, diharapkan akan mempermudah konsumen SPBU dalam melakukan pembelian di SPBU Pertamina.
“Melalui pemaparan tentang digitalisasi ini, kedepannya kami berharap dapat mempermudah konsumen untuk melakukan pembayaran dalam setiap pembelian BBM,” kata Rudy
Disisi lain, Rajali Husein selaku Ketua Hiswana Migas Sumut menyambut dengan baik agenda Digitalisasi Bisnis SPBU di Sumut ini. Ia menilai diera zaman digital, harus ada pembaruan dalam pengembangan bisnis seperti dilakukan saat ini.
“Selain bermanfaat bagi konsumen, digitalisasi bisnis SPBU juga sangat membantu kami untuk mendukung transaksi pembayaran yang lebih akuntabel,” ucap Rajali.
Sementara itu, GM Pertamina MOR I, Joko Pitoyo mengungkapkan bahwa kerjasama yang terjalin antara Pertamina MOR I dan BRI diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan dari SPBU di Sumut.
“Melalui berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh BRI, diharapkan pihak SPBU dapat lebih fokus terhadap pelayanan yang lebih berkualitas bagi konsumen,” ungkap Joko.(gus/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Kota Medan mendesak Polrestabes Medan untuk menghukum berat dua pemilik Kafe Ice Cream Garden, SW dan JL di Kompleks MMTC, Jalan Selamat Ketaren. Pasalnya, perbuatan pengusaha tersebut telah merusak generasi bangsa.
“Pemilik atau pengusaha kafe dihukum seberat-beratnya. Hal ini bertujuan agar ada efek jera ke depannya, sehingga tidak terulang lagi. Kalau hanya ringan hukuman yang diberikan, maka kemungkinan mengulang kembali sangat besar,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Medan Sabar Sitepu, kemarin.
Menurut Sabar, sudah tidak bisa ditolelir lagi perbuatan kedua pengusaha tersebut. Bila perlu, kata Sabar, para penyedia tempat seperti itu dibuat tindakan tegas seperti pelaku begal.
Sebab, yang menjadi korban banyak orang. Lain halnya dengan begal hanya satu atau dua orang yang menjadi target.
Menurut anggota dewan dari Partai Golkar ini, apa yang dilakukan pemilik kafe Ice Cream Garden lebih kejam lagi daripada tindakan begal. Sebab, mereka telah menjerumuskan atau menyesatkan anak-anak bangsa ke arah masa depan yang suram.
“Sama-sama kita ketahui, berawal dari tempat itulah muncul pemikiran berbuat tindak kriminal lantaran sudah kecanduan narkoba. Ada yang nekat mencuri, merampok hingga bahkan menjual diri,” kata Sabar.
“Jadi, apabila aktor intelektualnya lari perlakukan juga seperti pelaku begal, tembak di tempat,” tegas Sabar.
Tak hanya itu, terhadap oknum-oknum yang membekingi dapat diusut tuntas dan juga diproses hukum. Dengan begitu, persoalan tersebut benar-benar teratasi.
“Bukan baru kali ini saja tetapi sudah berulang. Mereka menyiapkan tempat maksiat dan merusak generasi muda bangsa untuk menyalahgunakan narkoba atau meminum minuman keras. Padahal, pemerintah pusat sudah menetapkan bahwa di negara ini sudah darurat narkoba,” ungkap Sabar.
Ditambahkannya, meski lokasi kafe berada di Kabupaten Deliserdang namun masyarakat yang menjadi korban kebanyakan anak-anak muda berasal dari Medan. Untuk itu, hal ini harus menjadi perhatian serius terhadap tempat-tempat hiburan yang menyesatkan atau terindikasi sebagai peredaran narkoba.
Senada disampaikan Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan. Boydo mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak kriminalitas.
Dengan begitu, gangguan keamanan dapat semakin menurun dan berdampak terhadap iklim usaha yang aman.
“Untuk mendukung operasi gangguan keamanan yang dilakukan kepolisian, maka diusulkan dapat diberikan anggaran bantuan setiap pengajuan APBD,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, SW dan JL telah ditetapkan tersangka. Mereka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak. Karena dinilai sengaja menyediakan tempat dugem untuk anak di bawah umur.
Penetapan keduanya sebagai tersangka dilakukan menyusul penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Polrestabes Medan di tempat usaha mereka.
Petugas menemukan lantai dua lokasi itu ternyata dijadikan tempat dugem. Saat tim gabungan melakukan penggerebekan, ditemukan puluhan orang berada di tempat hiburan malam itu. Beberapa diantaranya masih remaja.
Pemilik usaha menyediakan hall untuk berjoget, lengkap dengan sound system dan lampu diskonya. Mereka memungut biaya masuk Rp10.000 per orang dan setiap pengunjung mendapatkan sebotol air mineral.(ris/ala)
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Poltak Sihombing (62) terkapar setelah kepalanya dibacok Mangala Sinaga (75). Sebelum dibacok, kedua pria bertengkar hebat di warung tuak dan berlanjut di rumah Mangala, Selasa (14/8) sekira pukul 18.30 WIB.
Akibat bacokan, warga Kampung Baru Serbalawan, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar itu harus dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar. Sedangkan Mangala Sinaga diamankan polisi.
Peristiwa tersebut membuat warga Kampung Baru Serbalawan geger.
Menurut keterangan dari petugas Polsek Serbalawan, peristiwa ini berawal saat Poltak dan Mangala Sinaga minum tuak bersama di warung yang tidak jauh dari rumah mereka.
Tak jelas apa yang menyebabkan keduanya berselisih. Hingga sore menjelang petang, keduanya bertengkar mulut di dalam warung tuak tersebut.
Melihat adanya pertengkaran tersebut, pemilik warung Ojak Sihaloho (46) berusaha melerainya. Ojak meminta keduanya pulang ke rumah masing-masing.
Mangala mengalah. Ia kembali ke rumahnya. Namun tidak lama, Poltak keluar dari warung dan langsung mendatangi rumah Mangala.
Pertengkaran mulut pun kembali terjadi. Emosi, Mangala akhirnya mengambil golok miliknya dan langsung memback wajah Poltak. Poltak pun tersungkur bersimbah darah di dalam rumah Mangala.
Usai membacok Poltak, Mangala pun keluar rumah dan duduk di teras. Poltak kemudian mengerang kesakitan.
Dengan langkah sempoyongan, Poltak keluar dari rumah Mangala. Melihat hal itu, Mangala mendorong tubuh Poltak yang sudah gontai hingga terjatuh dan pingsan di luar rumah Mangala.
Mendengar ada keributan, para tetangga Mangala langsung menghubungi polisi. Tak lama, polisi datang dan langsung melarikan korban menuju Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.
Selain itu, polisi langsung mengamankan Mangala serta beberapa barang bukti. Masing-masing, 1 buah parang yang berlumuran darah dengan panjang sekira 30 Cm, 1 buah gagang parang terbuat dari kayu yang berlumuran darah, 1 buah sarung parang terbuat dari kayu, 1 satu buah sapu terbuat dari ijuk gagang rotan yang berlumuran darah, 1 buah martil terbuat dari besi yang berlumuran darah dan1 buah kaca mata dalam keadaan rusak.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 40 desa di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. pada 7 November 2018 mendatang.
“Sejauh ini ada 40 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun ini. Dijadwalkan pemilihannya tanggal 7 November dengan jumlah calon kepala desa yang mendaftar ada ratusan orang,”ungkap Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Asahan melalui Kabid Pemdes, Afandi, Rabu (15/8).
Untuk menggelar Pilkades serentak ini, lanjut Afandi, Pemkab Asahan mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar yang ditampung dalam APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2018.
“Artinya untuk setiap desa akan menerima bantuan antara Rp16 juta hingga Rp50 juta, sesuai luas daerah dan jumlah pemilih,”bilang Afandi.
Dimana nantinya, sambung Afandi, panitia tidak diperkenankan memungut biaya dalam bentuk apapun dari para calon kades, mengingat pelaksanaan Pilkades sudah menjadi tanggungan Pemkab Asahan yang ditampung dalam APBD.
Adapun ke-40 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun 2018 di antaranya; Kecamatan Bandar Pasir Mandoge meliputi Desa Suka Makmur, Sei Kopas dan Sei Nadoras. Kecamatan Pulo Bandring meliputi Desa Gedangan. Kecamatan Simpang Empat meliputi Desa Sei Dua Hulu dan Sungai Lama.
Selanjutnya, Kecamatan Tinggi Raja meliputi Desa Teladan dan Sumber Harapan. Kecamatan Air Batu meliputi Desa Perk Air Batu I/II, Hessa Air Genting dan Air Genting. Kecamatan Sei Kepayang Barat (Desa Sei Jawi Jawi, Sei Serindan, Sei Tualang Pandau dan Sei Kepayang Kiri). Kecamatan Aek Kuasan (Desa Aek Loba Afd I dan Sengon Sari).
Kemudian Kecamatan Pulau Rakyat (Desa Tunggul 45 dan Pulau Rakyat Tua).
Kemudian di Kecamatan Aek Ledong (Desa Ledong Timur, Aek Korsik, Aek Nabuntu dan Ledong Barat). Kecamatan Sei Kepayang (Desa Pertahanan). Kecamatan Sei Dadap (Desa Sei Alim Hasak dan Bahung Sibatubatu), dan Kecamatan Rawang Panca Arga (Desa Panca Arga dan Rawang Pasar V).
Kecamatan Tanjung Balai (Desa Bagan Asahan Baru, Sei Apung dan Bagan Asahan Pekan). Kecamatan Teluk Dalam (Desa Pulau Tanjung, Pulau Maria dan Perk Teluk Dalam). Kecamatan Setia Janji (Desa Urung Pane). Kecamatan Bandar Pulau (Desa Padang Pulau). Kecamatan Meranti (Desa Serdang dan Desa Gajah), dan Kecamatan Air Joman (Desa Punggulan dan Subur).(omi/han)
SUMUTPOS.CO – Kontingen Indonesia ke Asian Games 2018 secara resmi memasuki Wisma Atlet Kemayoran, Rabu (15/8). SkuadMerah Putih diwakili sejumlah atlet dalam rombongan kecil.
Indonesia berbarengan Suriah masuk Wisma Atlet Kemayoran hari ini. Welcome seremony yang harusnya digelar 10.30 WIB molor sampai pukul 11.00 WIB.
Bahkan, kontingen Suriah dari tim bola basket berjumlah sekitar 13 orang berikut ofisialnya harus bolak-balik lantaran ada koordinasi yang minim. Sementara, kontingen Indonesia yang mengikuti upacara bendera Merah Putih berjumlah delapan orang. Dari jumlah itu hadir Aero Answar, Aqsa Answar, dan Muhammad Farizi, serta tiga orang dari pencak silat.
Yang menarik adalah Aero dkk belum menempati wisma atlet. Padahal, menyesuaikan aturan atlet yang mengikuti welcome ceremony harusnya atlet yang menempati wisma atlet pertama. Dan atlet yang bisa menempati wisma atlet biasanya H-2 jelang pertandingan.
“Belum, kami belum masuk. Tadi kami buat acara itu saja disuruh datang. Paling check-in nya nanti sehari sebelum balap kali ya. Kami baru mulai tanding 23 Agustus,” kata Aero.
“Bagus sih (wisma atlet). Banyak layernya juga. Lihat security lumayan ketat. Untuk validasi bagus. Kemarin sudah sempet lihat tetapi lihat-lihat saja, harusnya sih bagus aja, karena atlet lain juga tidak ada komplain,” dia menambahkan.
Sementara itu, Major of Athlete Village, Yuni Kartika, mengatakan biasanya kontingen yang masuk wisma atlet adalah yang akan mulai bertanding.
“Baru dua negara memang hari ini dan hanya perwakilan saja untuk hari ini,” ujar Yuni, yang mantan pemain nasional bulutangkis itu.
Asian Games akan resmi bergulir 18 Agustus 2018. Selama itu pula jumlah atlet dan ofisial yang mengisi setiap tower akan bertambah. Direncanakan, ada sekitar 11 ribu atlet dan ofisial yang akan menempati wisma atlet. Namun, mereka tidak bisa tinggal lama dan menyesuaikan kapan mereka mulai bertanding.
“Antisipasi penghuni wisma membludak ya kami harus bisa mengatur jadwalnya dengan sangat baik. Map in out ini jadi peran penting buat kami. Satu in oit dua transportasi kalau tak cukup harus bisa memberi pelayanan terbaik,” dia menjelaskan.
“Kalau ofisial boleh tambah. Ya ketentuannya. Kalau tambah biasa tapi ada biayanya. Makanya kami harus membatasi. Indonesia di tower tiga saja,” tambahnya. (bbs/don)