Home Blog Page 6045

Calhaj Gunungsitoli Diperlakukan Istimewa

Istimewa ARAHAN: Calhaj Kloter 20 mendengarkan pengarahan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci di Asrama Haji Embarkasi Medan, Minggu (12/8).
Istimewa
ARAHAN: Calhaj Kloter 20 mendengarkan pengarahan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci di Asrama Haji Embarkasi Medan, Minggu (12/8).

MEDAN- Sembilan jamaah calon haji (Calhaj) asal Kota Gunungsitoli mendapat keistimewaan dari Pemko Gunungsitoli. Mereka tidak perlu lagi merogoh kocek untuk tiket pesawat dari Gunungsitoli ke Medan dan sebaliknya, serta biaya kamar hotel selama di Medan sebelum masuk Asrama Haji Medan Pasalnya, semua biaya itu telah ditanggung oleh Pemko Gunungsitoli.

“Jemaah calhaj juga mendapat bingkisan berupa satu helai kain dari Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Gunung Sitoli, Hurung Jaya Saragih.

Menurut Hurung, jamaah calhaj yang tergabung dalam Kloter 20 Embarkasi Medan ini dilepas Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli di kantor wali kota, Jumat (10/8). Mereka berangkat dengan pesawat menuju Bandara Kualanamu Deliserdang. Setibanya di Bandara Kualanamu, kesembilan calhaj Kota Gunungsitoli ini disambut Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut dan memfasilitasi mereka bus menuju Medan. Sebelum masuk ke Asrama Haji, para calhaj ini menginap di salah satu hotel di Kota Medan.

Hurung mengatakan, Wali Kota Gunungsitoli berharap tahun depan calhaj Gunungsitoli bisa didampingi satu orang TPHD. “Mudah-mudahan tahun depan hal ini bisa terealisasi karena sudah dianggarkan di APBD Kota Gunungsitoli,” tandasnya.

Sementara, Kabid Dokumen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Eri Nofa kepada wartawan mengatakan, jamaah calhaj yang tergabung dalam Kloter 20 Embarkasi Medan, bertolak ke Tanah Suci dilepas di Aula Jabal Nur Asrama Haji Medan, Minggu (12/8).

isampaikan Nofa, ada 393 orang calhaj dari berbagai daerah yang tergabung dalam Kloter 20 ini. 247 orang diantaranya dari Kabupaten Batubara, 116 orang dari Kota Medan, 6 orang dari Nias Selatan, 9 orang dari Gunungsitoli, 2 orang dari Nias, dari Kabupaten Mandailing Natal 1 orang, Tanjungbalai 1 orang, Labuhanbatu 1 orang, Deliserdang 1 orang, Tapanuli Selatan 1 orang, TPHD Tebingtinggi 1 orang, TPHD Kota Medan 2 orang, TPHI 1 orang, TPIHI 1 orang dan TKHI 3 orang.

Sementara itu Kakankemenag Batubara Ahmad Sofian, yang mewakili Bupati Batubara dalam sambutannya mengingatkan calhaj agar selalu disiplin, menjaga kekompakan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan di Tanah Suci serta selalu berkoordinasi dengan petugas kloter.

Ahmad Sofian mengucapkan selamat jalan kepada jamaah, semoga selalu diberi kesehatan agar dapat melaksanakan rukun dan sunnah haji di Tanah Suci dengan baik dan kembali ke tanah air menjadi haji mabrur. (man)

Sejarah MIS

istimewa TROFI: Pelatih dan atlet MIS bersama trofi juara umum.
istimewa
TROFI: Pelatih dan atlet MIS bersama trofi juara umum.

Sejarah baru ditorehkan klub sepatu roda, Medan Inline Skate (MIS). Mereka memastikan gelar juara umum pada Kejuaraan nasional (Kejurnas) Piala Menpora 2018 di Bantul, Yogyakarta, 3-4 Agustus 2018 lalu. Prestasi yang pertama kali tercipta sejak tahun 1985.

“Sejak saya menjadi atlet dari tahun 1985, Sumut atau khususnya Kota Medan belum pernah sekalipun merebut gelar juara umum seperti Ini,” ungkap pelatih MIS Doli Dalimunthe di sela acara merayakan prestasi itu selepas memimpin atletnya berlatih di Lintasan Sepaturoda Cadika, Minggu (12/8) .

Hasil ini semakin membuktikan jika pembinaan atlet yang dilakukan MIS berjalan sesuai jalur. Hal itu semakin menambah rasa optimismenya atas perjalanan MIS ke depannya. “Dari tahun 1985 tidak ada satu pun klub yang berhasil tapi MIS berhasil membuktikan kalau pembinaan kita sudah berjalan sangat baik,” tegas Doli.

Sementara, Wakil Ketua MIS Agus Kuncoro menjelaskan karena banyaknya jumlah peserta membuat gelar juara umum yakni dengan torehan 17 medali yakni 9 medali emas, enam perak, dan 2 perunggu baru beberapa hari lalu dirilis oleh panitia. “Versi data dari kita sudah ada cuma rilis dari panitia yang kita tunggu. Jadi kelas Liga II 2B juara umum baik di kategori standart maupun speed itu klub MIS yang juara umumnya,” tegas Agus.

17 medali yang ditorehkan atlet MIS yakni Kategori Speed Junior atas nama Athira Filza Isa (2 emas), Khansa Nayra Qatrinnada (1 emas, 1 perak), Faza Anindya (2 emas), dan Rafa Anindya (1 perak).

Di kategori Standart masing-masing Shafa Aqilah (2 emas), Radisty Aqilla Medina (2 emas), M Rendy Pratama (1 perak), M Rasya Rafif (1 perunggu), Nurfaizah Mutiara Ramadhani Ginting (2 perak), dan Nur’aziizah Aliya Permata Ginting (1 perak, 1 perunggu).

Lebih lanjut kata Agus, atlet-atlet senior MIS sudah bisa selevel dengan atlet nasional PON. Hal itu dilihat dari catatan waktunya di Kejurnas Piala Menpora 2018 itu. Diketahui, Liga 2B meliputi Sumatera, Banten, Jambi, Palembang, Kalimantan Barat, dan Papua.

Sementara Liga 2A itu DKI Jakarta, Jateng, Jabar, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. “Faktanya kita lihat dari catatan waktu dan itu tidak bisa dimanupulasi karena sekarang sudah ada transponder, sebuah alat ukur yang memiliki akurasi tinggi,” tandasnya. (don)

Selalu Disiksa, Gaji 8 Bulan Tak Dibayar

DIRAWAT: Adelina Ebabu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.
DIRAWAT: Adelina Ebabu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.

Tergiur gaji Rp1 juta per bulan, Adelina Ebabu (31), wanita asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengadu nasib ke Kota Medan sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Namun setibanya di Medan, apa yang dilaminya tak sesuai impiannya. Gaji tak dibayar, malah siksaan yang hampir setiap hari dirasakannya.

KINI, wanita yang ditemukan warga Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, dalam kondisi memperihatinkan pada Kamis (9/8) lalu itu, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan. Saat ditemui wartawan, Adelina berkisah, dia disiksa majikan dengan cara dibanting, ditusuk pakai kayu, dan dipukuli oleh majikannya yang dia sendiri tak tahu siapa namanya.

“Saya memang tidak kenal mereka. Saya bekerja di rumah itu melalui kabar dari teman saya, kalau ada kerjaan di Medan dengan gaji Rp1 juta per bulan. Saya terima dan dikirim ke rumah itu. Tapi selama delapan bulan saya di sana, saya tidak digaji, malah dianiaya. Dipukuli, ditusuk pakai kayu,” kata Adelina kepada wartawan saat ditemui ruang Observasi IGD RS Pirngadi Medan, Sabtu (11/8).

Dengan logat khas asal Kupang, wanita ini tidak memiliki informasi banyak soal identitas majikannya. Yang dia tahu, majikannya itu bersuku Batak. “Majikan saya suami istri suku Batak. Saya kerja di sana terus dibanting dan dilarang keluar rumah. Saya sudah tidak tahan lagi, makanya saya lari,” ungkapnya.

Ia melarikan diri saat mau membersihkan halaman depan rumah, Kamis (9/8) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Karena sudah tidak tahan, dia berusaha kabur dengan memanjat pagar. Kebetulan, saat itu majikannya tidak berada di rumah. “Saat itu saya melihat tembok di halaman depan rumah yang lebih rendah dari tembok lainnya dan memanjatnya, terus lari tanpa melihat ke belakang,” tuturnya sembari mengaku tidak mengetahui alamat rumah majikan tersebut.

Ia mengaku lari sekencang-kencangnya hingga akhirnya bertemu dengan warga, sembari menanya apakah ada pekerjaan untuknya. “Terus saya minta tolong ke orang, saya bilang boleh tolong saya carikan kerjaan. Mbak itu yang menemukan saya terus tanya, apakah saya sudah makan? Habis itu dibungkusnya nasi, dan saya jalan kembali tanpa tidak mengetahui nama daerahnya. Kemudian saya dibawa warga ke rumah kepala desa jam 3 sore. Setelah itu besok paginya, saya dijemput Polwan,” sebutnya.

Terpisah, Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago SH MH mengatakan Adelina kabur dari rumah majikannya karena tidak tahan disiksa. “Kasus ini sudah kita limpahkan ke PPA Polrestabes Medan,” kata Faidir.

Ia ditemukan warga di pinggir jalan Desa Durin Tonggal, Dusun 4 Tebing Ganjang, Kecamatan Pancurbatu, dalam kondisi menyedihkan, Kamis (9/8) sore. Faidir mengatakan, terdapat beberapa bekas kekerasan fisik pada tubuh Adelina. Salah satunya di bagian leher diduga bekas tusukan benda tajam. Namun, pihaknya belum mengetahui alamat rumah majikan Adelina.

“Saat itu korban masih trauma. Korban juga masih bingung dan tidak tahu, apakah disiksa di rumah majikan atau penampungan. Karena rumah tempat korban bekerja sebagai PRT ramai orang. Korban hanya ingat penghuninya pakai Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Sehari setelah ditemukan, petugas Polsek Pancurbatu menjemput Adelina dari rumah warga dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis. “Korban mengaku berada di Medan sudah delapan bulan,” ungkap perwira satu melati ini.

Disinggung soal kediaman majikan Adelina, Faidir menduga tidak berada di wilayah hukum Polsek Pancurbatu. Memang korban ditemukan di wilayah Polsek Pancurbatu. Tapi kemungkinan penyiksaan yang dialaminya bukan di sini. Kendati begitu, pihak Polsek Pancurbatu tetap menyelidiki penganiayaan yang dialami Adelina. “Akan terus kita selidiki,” tegas Faidir. (dvs)

5 Hal yang Diinginkan Wanita dalam Pernikahan

Seorang pandai emas memperlihatkan cincin kawin di toko perhiasan di Wina, Austria, 14 Desember 2017.
cincin kawin

Dalam setiap pernikahan, hal mendasar yang paling dibutuhkan adalah kepercayaan, cinta, rasa hormat, dan kejujuran satu sama lain. Tetapi, ada faktor lain yang perlu diketahui pria tentang perempuan untuk membangun keluarga yang bahagia.

Dilansir dari Boldsky, Sabtu (11/8), setiap perempuan cenderung memiliki komitmen tinggi dalam keluarga. Untuk itu, pria harus lebih peka terhadap perasaan dan keinginan pasangannya. Contohnya, selalu melakukan komunikasi hangat saat ada masalah. Hal inilah yang membuat wanita merasa dihargai dalam pernikahan.

Tak muluk-muluk, menurut buku Willard Harley tentang pernikahan, para perempuan hanya meminta 5 hal ini dari pasangannya selama berumah tangga. Apa saja itu?

1. Kasih Sayang
Faktor yang paling dicari oleh wanita adalah kasih sayang. Berikah kasih sayang kepada pasangan dalam porsi yang tepat dan berkualitas, Hal ini akan membuat wanita merasa dicintai oleh pasangannya. Kado terindah dalam sebuah pernikahan sejatinya hanya terletak pada kasih sayang yang tak pernah putus satu sama lain. Jadi, selalu berikan kasih sayang kepada pasangan dalam segala hal.

2. Komunikasi Hangat
Perempuan hanya ingin selalu berkomunikasi meskipun sedang tidak bersama pria didekatnya. Mereka ingin melakukan percakapan berdua tentang kegiatan sehari-hari, masa depan, dan berbagi pikiran bersama. Percakapan ini harus saling terbuka dan hangat.

3. Kejujuran dan Keterbukaan
Kejujuran lebih diutamakan dalam sebuah pernikahan. Sedangkan, keterbukaan adalah kebutuhan dasar seorang wanita dalam perkawinan. Kaum hawa ingin suaminya memahami bahwa bersikap terbuka adalah kunci sukses kebahagiannya dalam membina rumah tangga.

4. Komitmen Keuangan
Menurut Willard Harley, seorang perempuan dalam pernikahan mencari komitmen keuangan dari suaminya. Mereka mengharapkan suaminya menjadi orang yang tepat untuk segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Komitmen keuangan dari seorang pria diperlukan dalam pernikahan agar rumah tangga tetap seimbang dan bahagia.

5. Komitmen Keluarga
Komitmen keluarga adalah suatu keharusan dalam sebuah pernikahan. Perempuan menginginkan hal ini kepada pria atau suami mereka. Hal ini bertujuan agar visi dan misi dalam membina keluarga akan terwujud dengan sempurna dan bahagia. (fid/JPC/ram)

Bersepeda Sambil Patroli

BERSAMA: Kaden A Brimob Poldasu, AKBP Nugroho Tri Nuryanto berfoto bersama rekan sejawat saat akan bersepeda sambil patroli.
BERSAMA: Kaden A Brimob Poldasu, AKBP Nugroho Tri Nuryanto berfoto bersama rekan sejawat saat akan bersepeda sambil patroli.

Bagi seorang perwira di kepolisian, menjaga tubuh tetap segar berstamina merupakan kewajiban. Cara yang dipilih untuk menjaganyapun beraneka ragam, olahraga misalnya.

Dan bersepeda adalah pilihan dari Kepala Datasemen (Kaden) A Brimob Polda Sumut, AKBP Nugroho Tri Nuryanto untuk menjaga agar dirinya tetap sehat, kuat, dan memiliki kekuatan.

Pilihannya jatuh dengan bersepeda, karena menurutnya bisa dilakukan sambil bertugas. Tetapnya, saat sore hari, saat dirinya mengeliligi lingkungan rumahnya sekaligus berpatroli untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Ini baru saja siap bersepeda keliling Binjai, kira-kira 40 Km lah. Sekalian patroli juga melihat keadaan sekitar,” ujar perwira menengah yang akrab disapa Nugie, Sabtu (11/8) kemarin.

Dirinya menyatakan, awalnya dirinya menyukai bersepeda karena sangat praktis dan ramah lingkungan. Setelah itu, dirinya mulai menggabungkan antara hobi dan pekerjaan. Ternyata, manfaat yang didapatnya sangat banyak.

Taruna akademi kepolisian (Akpol) lulusan tahun 2000 lalu ini saat bersepeda menyisir daerah-daerah pinggiran wilayah Binjai-Langkat. Seperti halnya wilayah Sei Bingai dan Selesai, Langkat yang masih berada di wilkum Polres Binjai.

Saat bersepeda, perwira menengah dengan dua melati emas dipundaknya itupun tak sungkan menyempatkan diri singgah ke warung-warung untuk mendapatkan informasi. Apalagi informasi mengenai narkoba, dan tidak jarang tentang terorisme.

“Pernah dapat informasi yang baik dari bersepeda ini. Informasi tersebut langsung saya teruskan ke seksi Intel di Den A Brimob, untuk dilakukan penyelidikan secara mendalam,” sambung Nugie.

Untuk melakukan hobinya ini, Nugie terkadang sendirian, terkadang juga dia mengajak teman sejawatnya, bila temannya tidak memiliki kesempatan, Nugie juga sering mengajak masyarakat yang berada di sekitaran Mako Den A Brimob Poldasu di Binjai untuk menemani dirinya berpatroli atau hanya sekadar bersepeda.

Aktivitas bersepeda di pagi hari dapat dilakukannya setiap hari. Dengan catatan jika tidak kesibukan mendadak. Pun kalau ada kesibukan mendadak, sebelum matahari terbit bersepeda itu dilakukannya.

“Kalau sore hari, saya bersepeda lebih sering sendirian saja agar stamina tubuh kita terjaga. Bersepeda dapat memompa jantung untuk menjaga kestabilannya. Tim sepeda kami namanya Teratai Cyling Club (TCC). “ pungkasnya.

Sebelum diamanahkan sebagai Kaden A Brimob Poldasu, Nugie juga kerap tugas ke daerah konflik dalam negeri. Seperti Aceh, Ambon hingga Poso.

“Tugas luar negeri pernah menjadi Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 4 di Sudan,” tukasnya.

Selain bersepeda, dirinya juga menyukai olahraga lari kemudian ngetrail dan sepakbola. Tetapi, bersepeda dengan rombongan adalah yang menjadi pilihan utamanya.(ted/ram)

Eldin Tekankan Pengaktifan Siskamling

foto-foto pemko medan for sumut pos SEPEDA SANTAI: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani dan Forkopimda Kota Medan saat bersepeda santai, sekaligus memantau sejumlah ruas jalan, termasuk kebersihannya, yang dimulai dari Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/8).
foto-foto pemko medan for sumut pos
SEPEDA SANTAI: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani dan Forkopimda Kota Medan saat bersepeda santai, sekaligus memantau sejumlah ruas jalan, termasuk kebersihannya, yang dimulai dari Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/8).

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani, dan Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, melepas ribuan peserta gerak jalan santai di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/8). Selain menyemarakkan car free day (CFD), jalan santai juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-90 RSUD dr Pirngadi Medan.

Usai melepas peserta jalan santai, Eldin, Rita, dan Akhyar, serta unsur Forkopimda Kota Medan, selanjutnya bersepeda melintasi sejumlah ruas jalan, untuk melihat lebih dekat kondisi sejumlah ruas jalan, termasuk kebersihannya.

Adapun ruas jalan yang dilintasi, yakni Jalan Balai Kota, Merak Jingga, serta Perintis Kemerdekaan. Sedangkan unsur Forkopimda yang ikut bersepeda, yakni Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, serta Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah.

Tidak hanya kondisi jalan dan kebersihan, ketika melintasi Jalan Sena, Eldin sempat singgah sejenak untuk melihat pos siskamling. Ia sangat mengapresiasi kehadiran pos siskamling tersebut, sebab keberadaannya cukup vital dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat setempat.

“Saya berharap agar keberadaan pos siskamling ini dapat diikuti lingkungan lain. Saya telah berulangkali menekankan, agar seluruh lingkungan mengaktifkan kembali siskamling. Sebab, siskamling merupakan upaya bersama dalam meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika siskamling di setiap lingkungan aktif, tentunya mampu mencegah terjadinya tindak kriminal di tengah-tengah masyarakat,” jelas Eldin.

Setelah itu, Eldin dan rombongan meneruskan perjalanan, dan mengakhiri olahraga bersepeda itu di RSUD dr Pirngadi Medan. Di lokasi itu, sejumlah kegiatan tengah dilaksanakan, seperti bazar dan pameran, untuk memeriahkan Hari Jadi RSUD dr Pirngadi Medan. Selain meresmikan pembukaan pameran, Eldin dan rombongan juga berkesempatan ikut mencabut kupon lucky draw.

Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran, termasuk stand milik TP PKK Kota Medan, yang menampilkan hasil kerajinan tangan para pengrajin Kota Medan, satu di antaranya Batik Medan.

Usai melakukan peninjauan, sebelum meninggalkan lokasi acara, Eldin berpesan, agar seluruh jajaran RSUD dr Pirngadi Medan terus meningkatkan kinerja, dan senantiasa melakukan perbaikan, sehingga memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Layanilah masyarakat dengan sebaik-baiknya. Terus lakukan inovasi, serta senantiasa lakukan perbaikan, sehingga masyarakat yang datang berobat merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Apabila ini dapat terus dilakukan, kita dapat meminimalisir warga Medan yang berobat ke luar negeri,” harapnya optimis. (ris/saz)

Pelapak di Sumut Ada 60 Ribu

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos TUMPENG: Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak bersama Kadis Perdagangan, Armansyah potong tumpeng bersama.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
TUMPENG: Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak bersama Kadis Perdagangan, Armansyah potong tumpeng bersama.

Dengan maju pesat bisnis online di era digital membuat Bukalapak mengembangkan usahanya. Kini, Bukalapak sudah memiliki 60 ribu pelapak di Sumatera Utara (Sumut) dan secara nasional sebesar 3,5 Juta pelapak.

Hal itu, diungkapkan Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak pada puncak perayaan ulang tahun yang ke-3 Komunitas Bukalapak berlangsung dengan meriah di Taman Hairos, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (12/8) siang.

“Komunitas Bukalapak Medan merupakan salah satu komunitas kami yang terbesar, dengan jumlah anggota pelapak yang tergabung mencapai lebih dari 165 pelapak dan masih terus bertambah.

Komunitas Bukalapak Medan ini terkenal sangat kompak, dan cekatan dalam ngelapak maupun dalam setiap kegiatan. Slogan Komunitas Bukalapak Medan.Kompak Pelapaknya, Ligat Berbagi Ilmunya, sangat tepat menggambarkan para anggota yang tergabung didalamnya.”? ucap Zaky.

Dalam acara ini, melibatkan masyarakat umum, para pelapak, serta anggota Komunitas Bukalapak Medan sebanyak lebih dari 300 peserta. Untuk diketahui, Komunitas Bukalapak Medan didirikan pada tanggal 9 Agustus 2015 dan diresmikan langsung oleh Zaky.

Komunitas Bukalapak Medan ini telah melakukan sejumlah kegiatan bermanfaat baik untuk anggota komunitas dan pelapak maupun untuk masyarakat di sekitar. Mulai dari kopdar rutin setiap bulan, Kopdar Piknik hingga beberapa kegiatan sosial seperti donor darah, berbagi bersama masyarakat di bulan Ramadan dan menggalang bantuan peduli bencana Sinabung di awal tahun 2018.

Achmad Zaky menambahkan nilai-nilai kegotongroyongan, kebersamaan, kejujuran, serta tidak pernah puas untuk memperkaya diri dengan wawasan selalu ditanamkan dalam Komunitas Bukalapak dimanapun. Namun keunikan karakter pelapak, komoditas yang diperdagangkan, serta nilai-nilai kedaerahan membuat masing-masing Komunitas Bukalapak yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia memiliki ciri khas tersendiri di setiap daerah.

“Bukalapak akan selalu mendukung para pelapak kami untuk naik kelas, maju dan tumbuh bersama Bukalapak. Kami akan mengoptimalkan pemanfaatan dan inovasi teknologi untuk mendukung kemajuan para UKM dan memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat di Indonesia.” tutur Achmad Zaky.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis mengatakan bisnis era digital menjadi tantangan kedepan bagi pelaku usaha. Untuk itu, perlu didukung pengusaha di Kota Medan untuk memajukan usahanya melalui online.

“Bisnis era digital, tidak bisa dirasakan dari awal dengan perubahan. Komunitas buka lapak, memberikan dagang yang dibina untuk perdagangan era digital. Jadinya, tidak perlu ?ke toko dan membuka toko,” ucap Armansyah.

Armansyah juga menyebutkan dibawah binaan Dinas Perdagangan Kota Medan, ada 200 Industri Mengah Kecil (IKM). Atas hal itu, ia meminta kepada Bukalapak untuk dibina sebagai pelapak di Bukalapak.

“Kalau UKM sudah berusaha, tapi IKM ini baru mau berusaha. Makanya kita meminta ?Bukalapak untuk bergabung menjadi pelapak,” ucapnya. Hal tersebut, langsung direspon dan diaminkan untuk bergabung di Bukalapak. (gus/ram)

PGN Biayai Instalasi Listrik 2.000 KK

.

 

ist
TANDA TANGAN: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), PT Pos Indonesia (Persero), dan Perum Percetakan Negara RI menjalin kerjasama pelaksanaan penyambungan listrik untuk 2.000 masyarakat tidak mampu di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Dalam penandatangan kerjasama ini, PGN diwakili oleh Direktur SDM dan Umum, Desima Equalita Siahaan (tengah, berbaju putih).

BOGOR- Sebagai komitmen dan mewujudkan program BUMN Hadir untuk Negeri, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), PT Pos Indonesia (Persero), dan Perum Percetakan Negara RI menjalin kerjasama pelaksanaan penyambungan listrik untuk 2.000 masyarakat tidak mampu di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Program ini terjalin melalui Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani antara Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin, Direktur SDM dan Umum PGN Desima Equalita Siahaan, Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan Pos Indonesia Ihwan Sutardiyantai, dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Djakfarudin Junus di Kementerian BUMN, Selasa (7/8).

“Sebagai BUMN, para pihak sepakat untuk melakukan kerjasama sebagai upaya untuk menjamin terlaksananya penyambungan listrik untuk masyarakat tidak mampu dengan waktu yang tidak terlalu lama dan dengan biaya penyambungan didanai dari Dana Program BUMN Hadir untuk Negeri oleh PGN,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama melalui keterangan resmi, Rabu, (8/8).

Rachmat mengatakan, Program Sambungan Listrik Gratis atau elektrifikasi merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri Tahun 2018. Program ini bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang salah satunya adalah listrik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

Di tahun-tahun sebelumnya, BUMN telah melakukan program elektrifikasi sebanyak 9.114 sambungan di 34 provinsi. “Sejalan dengan slogan BUMN Hadir untuk Negeri, Kementerian BUMN menugaskan BUMN untuk berkontribusi melistriki wilayah masing-masing berdasarkan penetapan dari Kementerian BUMN,” ujar Rachmat.

Merujuk Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor S-810/MBU/S/08/2018 tanggal 6 Agustus 2018, PGN mendapat penugasan untuk melistriki wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. “Dengan target sejumlah 2.000 satuan sambungan dengan tarif RT 1 dan daya tersambung 450 VA,” ujar Rachmat.

Dalam kerjasama ini, selain pembiayaan dari PGN, masing-masing BUMN sudah mendapat porsi tanggung jawabnya masing-masing. PLN selaku Pihak Pertama dalam hal ini, bertugas untuk menyampaikan daftar kepala keluarga yang diusulkan mendapatkan bantuan dan melakukan penyambungan serta menyalurkan tenaga listrik dengan tarif RT1 untuk daya 450 VA.

PT Pos Indonesia selaku Pihak Ketiga dalam hal ini bertugas menyediakan layanan escrow account/rekening penampung untuk menerima dana program BUMN Hadir untuk Negeri untuk kemudian digunakan sebagai pembayaran biaya pemasangan instalasi dan biaya SLO.

Sementara itu, Perum Percetakan Negara bertugas untuk memproduksi dan melakukan pengiriman paket akrylic dan sertifikat untuk masyarakat tidak mampu sesuai spesifikasi dan jumlah berdasarkan perjanjian. (rel/ram)

Berkedok Jualan Es Krim, Hiburan Malam Khusus ABG Digerebek

DIVA/SUMUT POS RAZIA: Razia yang dilakukan Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan mendapati gadis-gadis di bawah umur pada salah satu ruko di Komplek MMTC, Jalan Selamat Ketaren, Medan, Sabtu (11/8) malam.
DIVA/SUMUT POS
RAZIA: Razia yang dilakukan Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan mendapati gadis-gadis di bawah umur pada salah satu ruko di Komplek MMTC, Jalan Selamat Ketaren, Medan, Sabtu (11/8) malam.

Hiburan malam khusus anak baru gede (ABG) berkedok jual es krim digerebek, Sabtu (11/8). Lokasi yang berada di Komplek MMTC Jalan Selamat Ketaren itu, ditengarai menjadi lapak sex bebas dan penjualan narkoba.

“Jadi di dalam itu diduga tempat penjualan narkoba dan sex bebas yang khusus diperuntukkan bagi anak di bawah umur. Awalnya kita mendapat info dari masyarakat,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha di lokasi, Sabtu (11/8).

Tampak dalam razia itu, Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan turun. Sejumlah polisi bersenjata lengkap juga mengawal razia.

“Jadi sewaktu razia tadi, banyak anak usia sekolah yang berada di dalam lokasi hiburan tersebut. Saya pun terkejut. Anak-anak remaja semua isinya,” terang Putu.

Selanjutnya, pengunjung yang didominasi remaja itu kemudian dilakukan tes urine. Hasilnya, empat pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Dalam razia itu, pemilik ruko sekigus pengelola tempat hiburan, Salim Wongso bersama istrinya, Julia Lim diamankan petugas. Bersama keduanya, polisi memboyong 71 orang dari tempat hiburan itu.

Dalam razia, polisi menyita uang tunai senilai Rp2.164.000 (uang bisnis tempat hiburan malam), sebuah laptop, satu set alat DJ, 7 unit speaker, satu unit amplifier dan satu set lampu disco.

Sementara, untuk pengelola tempat hiburan malam itu, polisi masih melakukan pemeriksaan. “Terkait status nya masih kita lakukan pemeriksaan, nanti dulu, ya,” pungkas Putu tanpa menjelaskan apakah keduanya sebagai tersangka.

Pantauan Sumut Pos, sepintas dari luar, ruko tiga tingkat yang berada di Komplek MMTC Jalan Selamat Ketaren itu tak nampak seperti lokasi hiburan malam.

Di lantai satu, pemilik gedung menyediakan kafe yang khusus menjual es krim. Tapi siapa sangka, begitu bergeser ke lantai dua gedung, suara dentuman musik keras memekakkan telinga sontak mengubah suasana.

Dari toko penjualan es krim menjadi tempat hiburan malam. Makin menarik, tampak di lokasi hiburan malam itu, diramaikan sejumlah ABG atau remaja.(dvs/ala)

Sakit Hati Diusir dari Kontrakan, Pengontrak Tikam Pemilik Rumah

DIAMANKAN: Petrus Toroziduhu Nehe diamankan di Mapolres Nias.
DIAMANKAN: Petrus Toroziduhu Nehe diamankan di Mapolres Nias.

GUNUNGSITOLI – Sakit hati karena diusir dari kontrakan, Petrus Toroziduhu Nehe (48) nekat menikam Mesta Alam alias Teta (48) pemilik kontrakan yang dihuni pelaku selama ini.

Warga Jalan Karet, Komplek Remeling, Kota Gunungsitoli itu sakit hati diusir dari kontrakan.

arena tidak membayar sewa selama satu tahun.

“Motif sementara karena pelaku sakit hati kepada korban,” kata Ps Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Minggu (12/8).

Akibatnya, korban yang juga pemilik toko roti Monica di Jalan Gomo menderita luka serius. Kini korban dirawat di Rumah Sakit Gunungsitoli untuk penanganan luka-luka yang dideritanya di bagian dada dan lengan.

Sedangkan pelaku telah ditahan di Mapolres Nias untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku kita tahan rutan Mapolres Nias. Dia dijerat pasal melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan. Pasal 351 ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Restu.

Sebelum kejadian, Sabtu (11/8) sekira pukul 15.30 WIB pelaku yang bekerja sebagai buruh ini mendatangi Toko Roti Monica milik korban.

Pelaku kemudian menarik pisau yang diselipkan di pinggangnya dan langsung menikam korban. Dada dan pergelangan tangan korban terkena tusukan belati pelaku.

“Melihat banyak orang, pelaku kemudian berusaha kabur. Akan tetapi, personel Lalulintas dan Intelkam Polres Nias yang sedang melaksanakan patroli berhasil menangkap pelaku,” pungkasnya.(mag-5/ala)