Home Blog Page 6046

Jurtul Diringkus, Bandar Bebas Berkeliaran

ISTIMEWA TERSANGKA: NE dan Zup, jurtul togel yang diamankan.
ISTIMEWA
TERSANGKA: NE dan Zup, jurtul togel yang diamankan.

LANGKAT-Personel Sat Reskrim Polres Langkat pimpinan Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting hanya bisa meringkus dua juru tulis (Jurtul) togel. Sedangkan bandar, masih bebas berkeliaran.

Kedua tersangka diringkus dari dua lokasi berbeda. Tersanka pertama, NE (23) warga Dusun IV Desa Banyumas Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. NE diamankan petugas dari kawasan tempat tinggalnya, Jumat (10/8) pukul 20.45 WIB kemarin.

Petugas juga menyita barang bukti uang Rp362 ribu, 1 lembar rekapan angka pasangan dan handphone merek Vivo. Kini tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Langkat.

Kemudian, dihari yang sama petugas menangkap Zup (18) warga Dusun III Desa Banyumas Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Petugas menangkap Zup tak jauh dari rumahnya sekira pukul 21.15 WIB.

Dari Zup, petugas menyita barang bukti Rp108 ribu, buku notes berisikan angka pasangan togel dan handphone merek Advan.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M. Firdaus, membenarkan penangkapan dua jurtul yang dilakukan anggotanya.

“Kedua tersangka ini kita amankan secara terpisah dari dua lokasi berbeda bersama dengan barang buktinya,” ujarnya.

Kedua jurtul ditangkap berkat adanya informasi dari masyarakat yang resah.

“Kedua tersangka ini perannya sebagai tukang tulis dan upahnya 20 persen dari hasil omset yang mereka dapat tiap harinya,” pungkasnya.(bam/ala)

Jambret HP Dicokok Tim Pegasus Polsek Medan Kota

RINGKUS: Tim Pegasus Polsek Medan Kota meringkus Rudianto Siregar (tengah), usai menjambret handphone milik Yuni Artha, Sabtu (11/8).
RINGKUS: Tim Pegasus Polsek Medan Kota meringkus Rudianto Siregar (tengah), usai menjambret handphone milik Yuni Artha, Sabtu (11/8).

Rudianto Siregar (29) warga Jalan Bersama Gang Terong, Kelurahan Bantan, Medan tembung diboyong Tim Pegasus ke Polsek Medan Kota, Sabtu (11/8).

Sebab, pria yang tidak memiliki pekerjaan ini kedapatan telah merampas (jambret) handphone Blackberry milik Yuni Artha Simbolon saat melintas di kawasan Jalan Thamrin, Kecamatan Medan Kota.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani mengatakan, penangkapan tersebut bermula ketika Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Kota sedang melakukan patroli di kawasan Jalan Thamrin.

Saat itu, tim melihat beberapa orang warga beserta seorang polisi lalu lintas (Polantas) tengah mengejar salah seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor.

“Melihat hal tersebut, tim langsung ikut melakukan pengejaran. Sehingga berhasil mengamankan tersangka berikut satu unit sepeda motor yang dikendarainya,” ungkapnya kepada wartawan.

Revi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di lapangan, Rudianto diketahui baru saja menjambret handphone dari saku baju korban. Bahkan, korban yang saat itu sedang di bonceng keluarganya hampir terjatuh karena perbuatan pelaku.

Sementara itu, saat jok sepeda motor digeledah, ditemukan 2 bilah pisau dan satu pucuk pistol mainan yang diduga digunakan pelaku melakukan kejahatan. Selanjutnya, Rudianto pun diboyong ke Polsek Medan Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Perbuatan tersangka diduga telah lebih dari satu kali. Terkait kejahatan ini, korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Medan Kota, sehingga pelaku dapat dijerat secara hukum,” pungkasnya.(man/ala)

Pensiunan TNI AU Itu Dibunuh Perampok

.

 

Setelah sepekan melakukan penyelidikan, akhirnya polisi berhasil menguak misteri pembunuhan pensiunan TNI AU Lanud Soewondo, Pelda (Purn) Rusdianto Barus, Minggu (5/8) lalu. Ia tewas akibat dirampok oleh pelaku berinisial PG (31).

“Ya, sudah kita ringkus. Pelakunya PG warga Jalan Samanhudi, Lingkungan IV, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai,” ujar Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Sabtu (11/8).

“Sejauh ini motifnya adalah perampokan. Sebab, sepeda motor dan beberapa barang berharga milik korban raib digondol pelaku,” ujar mantan Kapolsek Percut Seituan.

Meskipun begitu, polisi masih terus mendalami keterangan pelaku terkait motif lain.

Terkuaknya misteri pembunuhan pensiunan TNI AU ini berawal dari komunikasi pelaku dan korban. Tanggal 22 Juli 2018, pelaku dan korban sempat berkomunkasi.

“Jadi setelah diselidiki, diketahuilah kalau korban dan pelaku ini sempat berkomunikasi. Dari situlah kita langsung mengejar jejak PG dan berhasil meringkusnya,” terangnya.

Bagaimana cara pelaku menghabisi korban? Maringan mengaku masih memintai keterangan lanjut terhadap pelaku.

Rencananya, Senin (13/8), Polda Sumut akan memaparkan hasil penangkapan tersebut.

“Dari pelaku, kita sita sejumlah barang bukti. Diantaranya sebilah parang yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban,” pungkasnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, sesosok mayat laki-laki diduga korban pembunuhan ditemukan warga di perkebunan sawit Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (5/8) petang.

Saat ditemukan, kepala korban ditemukan sekitar 15 meter dari lokasi penemuan badan yang mulai membusuk. Kuat dugaan korban digorok.(man/ala)

Guru Meninggal di Warung Lesehan

BINJAI-Zain Muttaqin, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi seorang guru tutup usia. Ia meninggal dunia di Warung Lesehan Dusun VIII Gunung Kerang, Desa Tandamhilir II, Hamparanperak, Deliserdang, Sabtu (11/8).

Saat itu, ASN tersebut secara mendadak tutup usia setelah pesan teh manis panas di warung milik Zumaida. Pemilik warung yang kaget langsung melapor kepada kepala desa hingga akhirnya terdengar di kuping Bhabinkamtibmas Tandamhilir II Brigadir S Pohan.

“Mayat tersebut seorang laki-laki yang sedang tidur telentang di warung lesehan,” ujar Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan, Minggu (12/8).

Korban diketahui warga Jalan MT Haryono, Lingkungan III, Binjai Utara. Ada beberapa orang yang awalnya mengetahui korban meregang nyawa. Keempatnya masing-masing, Zumaida (40), Abi (50), Safna (35) dan Jarno Suwendi (50).

Kepada polisi, Zumaida mengaku korban datang sendiri ke warungnya sekitar pukul 13.00 WIB. Korban datang menumpangi sepedamotor Supra X 125 warna hitam liris biru BK 3434 PAQ. Di warung, korban memesan segelas teh manis hangat.

Tepat pukul 16.00 WIB, pemilik warung merasa curiga. Sebab, korban belum pulang dan membayar minumannya. Ketika didatangi, korban sudah tidur dengan posisi telentang. Khawatir, Zumaida menghubungi keponakannya, Abi dan Safna.

Sesampai di warung lesehan, Abi dan Safna mendatangi korban dan melihat bahwa korban sudah tidak beryawa lagi. Zumaida pun menelpon Kadus Gunung Kerang, Jarno Suwedi. Oleh Kadus, lantas mengabarkan kejadian ke pihak kepolisian.

“Di lokasi, ditemukan satu gelas, sendok dan piring beserta teh celup sari wangi. Kemudian, 9 batang rokok Sampoerna Hijau dan satu unit sepedamotor,” ujarnya.

Setelah olah TKP, petugas kemudian memasang garis police line. Selanjutnya, memeriksa sejumlah saksi dan memanggil bidan desa bernama Zaitu Lara untuk visum luar.

Hasilnya, korban yang meninggal tidak ditemui tanda-tanda kekerasan atau keracunan. Korban selanjutnya dibawa keluarga ke rumah duka yang beralamat di Jalan MT Haryono Lingkungan III, Binjai Utara.(ted/ala)

Pray for Lombok, Jumlah Korban Tembus 392 Jiwa

Korban jiwa akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bertambah. Catatan terakhir menunjukkan korban jiwa akibat lindu berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8) lalu itu, sudah mencapai 392 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban jiwa gempa Lombok tersebar di sejumlah kabupaten yang ada. Jumlah korban jiwa terbanyak ada di Kabupaten Lombok Utara yang mencapai 339 orang.

Selanjutnya di Lombok Barat ada 30 korban jiwa, Kota Mataram (9), Lombok Timur (10), Lombok Tengah (2), dan Kota Denpasar (2).

“Sementara ini jumlahnya sudah 392. Korban kebanyakan meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa,” tutur Sutopo, Minggu (12/8).

Sementara korban luka-luka mencapai 1.353 orang. Dari jumlah itu, ada 783 orang luka berat, dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara, sebanyak 640 orang.

Kemudian pengungsi ada 387.067 orang. Mereka tersebar di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 198.846 orang, Lombok Barat (91.372), Kota Mataram (20.343), dan Lombok Timur (76.506). “Kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 Puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 musala rusak, dan 20 perkantoran rusak,” beber Sutopo.

Sutopo menambahkan, petugas di lapangan masih terus mendata korban maupun kerusakan yang ada. Pencarian terhadap korban jiwa pun terus dilakukan, karena diduga masih ada yang tertimbun reruntuhan. (cuy/jpnn/saz)

Terlempar ke Luar, Gigi Jumaidi Copot

NET KORBAN SELAMAT: Jumaidi, korban selamat, saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air, Minggu (12/8).
NET
KORBAN SELAMAT: Jumaidi, korban selamat, saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air, Minggu (12/8).

TIMIKA-Sebuah rekaman video dokumentasi Penerangan Kodam 17 Cenderawasih, memperlihatkan Tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, pemda, dan masyarakat setempat yang memberikan pertolongan kepada Jumaidi (12).

Jumadi merupakan seorang korban selamat dari musibah jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Kampung Okatem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Sabtu (11/8) lalu.

Jumaidi menceritakan, ketika pesawat terjatuh dan menghantam pepohonan, ia terhempas ke luar. Dalam keadaan sadar, ia kemudian bangkit berdiri, dan mencari air di balik reruntuhan pesawat, karena saat itu giginya copot akibat benturan.

“Kemarin sore itu saya di luar, terlempar. Saya masuk lagi cari air minum, gigiku pindah. Sa bapak meninggal,” ungkap Jumaidi dalam rekaman video tersebut, sambil menangis.

Jumaidi merupakan anak dari Jamaludin yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah pesawat tersebut. Dari 9 orang yang berada dalam pesawat, hanya Jumaidi yang berhasil selamat.

Jumaidi telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Oksibil. Ia dievakuasi menggunakan Pesawat Dimonim Air PK HVC, Minggu (12/8), dari Bandara Oksibil ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sementara 8 korban meninggal dunia, saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Oksibil. Rencananya, Senin (13/8), seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga. Adapun 8 korban meninggal dunia, yakni Lessie (pilot), Wayan Sugiarta (kopilot), Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, dan Naimus.

Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, ditemukan di Gunung Menuk. Pesawat tersebut ditemukan pada Minggu (12/8) pagi, sekira pukul 08.45 WIT, dalam keadaan hancur.

Sebelumnya, Pesawat Dimonim Air PK-HVQ, Tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi, yang membawa 7 penumpang, hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Sabtu (11/8).

Pesawat yang dipiloti Kapten Lessie dan Kopilot Wayan Sugiarta itu, bertolak dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pukul 13.50 WIT, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekira pukul 14.17 WIT, pilot pesawat melakukan komunikasi dengan pihak Menara Bandara Oksibil. Pesawat seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT. Namun, hingga pukul 15.00 WIT, pesawat tak kunjung mendarat. (kpc/saz)

Ajak Masyarakat Wujudkan Swasembada Pangan

Adi Laoli/sumut pos RAPAT: Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli, MM menghadiri rapat dewan ketahanan pangan Kabupaten Nias Tahun 2018 di Aula Kantor Dinas Pertanian, Jumat (10/8).
Adi Laoli/sumut pos
RAPAT: Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli, MM menghadiri rapat dewan ketahanan pangan Kabupaten Nias Tahun 2018 di Aula Kantor Dinas Pertanian, Jumat (10/8).

NIAS–Dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Nias, diharapkan seluruh elemen masyarakat berperan aktif mewujudkan agenda Nasional.

Hal tersebut disampaikan Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM saat menghadiri rapat dewan ketahanan pangan Kabupaten Nias Tahun 2018 di Aula Kantor Dinas Pertanian, Desa Hiliweto Gido, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Jumat (10/8).

“Untuk tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan ketahanan pangan, diminta perhatian yang serius dari seluruh kepala perangkat daerah dan instansi terkait lainnya termasuk camat bergandengan tangan memikirkan hal-hal yang dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan di kabupaten Nias “Ujar Bupati Nias.

Menurut Sokhiatulo, salah satu masalah yang masih menjadi persoalan di bidang ketahanan pangan adalah menyangkut aspek konsumsi. Sampai saat ini konsumsi sebagian besar masyarakat Kabupaten Nias, masih didominasi oleh beras, sementara konsumsi bahan pangan lainnya seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, pangan hewani, maupun sayur dan buah di bawah anjuran kondisi ini tentu tidak menguntungkan, baik ditinjau dari sisi kesehatan maupun dari sisi upaya kemandirian pangan.

Pada kesempatan ini Sokhiatulo meminta kepada para Camat supaya para petani dimudahkan dalam memperoleh alat-alat pertanian, benih dan pupuk, serta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur.

“Kepada seluruh camat selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah di kecamatan, agar berupaya keras mendukung peningkatan produksi pangan untuk memotivasi dan menggerakkan petani untuk memanfaatkan lahan yang cukup luas termasuk lahan pekarangan untuk pengembangan tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan”,harapnya.

Sementara untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mulai tahun anggaran 2019, Bupati Nias menegaskan agar program kegiatannya perlu dipertajam dan fokus pada peningkatan ketahanan pangan maupun pengembangan sumber daya aparatur dan masyarakat pertanian.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fonaso Laoli, AMd SE menjelaskan, bahwa tujuan rapat dewan ketahanan pangan ini merupakan wadah kordinasi antar anggota ketahanan pangan dari tim Kabupaten hingga Kecamatan, dan melalui rapat dewan ketahanan pangan ini akan membahas permasalahan yang dihadapi dalam tujuan menjadikan Kabupaten Nias sebagai daerah swasembada pangan tutur Faonaso. (mag-5/han)

Jambore TP PKK Kota Medan 2018, Jalin Silaturahim & Bangun Kebersamaan

Sebanyak 250 peserta mengikuti Jambore TP PKK Kota Medan 2018 di The Hill, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, pada 10-11 Agustus. Selain meningkatkan silaturahim dan membangun kebersamaan, jambore ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kecintaan para kader terhadap Gerakan PKK, serta memacu untuk lebih meningkatkan prestasi dalam memajukan gerakan pemberdayaan keluarga sejahtera.

Jambore diikuti seluruh pengurus PKK mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Kota Medan, yang dibuka Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin. Sejumlah kegiatan digelar, selain perlombaan senam jantung sehat, juga dilaksanakan outbound dipandu trainer profesional. Tak lupa sejumlah hadiah pun dipersiapkan bagi para peserta yang tampil sebagai pemenang dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Seluruh peserta mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh kegembiraan, mereka keluar dari aktivitas rutin sehari-hari untuk fokus mengikuti jambore. Beberapa peserta ada yang sampai membawa balitanya, meski demikian tidak menghalangi untuk mengikuti satu per satu rangkaian kegiatan yang digelar dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan itu, Rita mengatakan, selain perlombaan, jambore yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan ini, merupakan bagian dari pengikat silaturahim antar sesama kader PKK maupun Pemko Medan.

“PKK merupakan mitra pemerintah, tentunya jika silaturahim dan rasa kebersamaan sesama kader terbangun, pasti akan tercipta wawasan pengetahuan dan rasa persaudaraan. Sehingga apa yang menjadi program akan mudah terwujud,” jelas Rita.

Dengan demikian, lanjut Rita, terwujud kesejahteraan keluarga secara optimal, berhasil guna dan berdaya guna. Karena itu, melalui berbagai perlombaan yang digelar dalam jambore, diharapkan dapat melahirkan ketrampilan dan kreativitas yang tinggi dari seluruh kader PKK di Kota Medan. “Jika ini dapat terwujud, insha Allah masyarakat dapat lebih berdaya dan maju,” ungkapnya.

Di hadapan seluruh kader PKK, Rita kembali mengingatkan, pemberdayaan terhadap kader mempunyai manfaat yang sangat besar terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Apabila program itu dapat terwujud, ia optimis akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan masyarakat.

“Melalui jambore ini, saya mengajak seluruh kader PKK di Kota Medan agar selalu bersemangat untuk menciptakan inovasi, dan senantiasa memperkuat solidaritas. Dengan demikian, seluruh tugas-tugas yang diamanahkan dapat dikerjakan dengan baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas P3APM Kota Medan Damikrot Harahap, dalam laporannya menjelaskan, sebelum mengikuti jambore, seluruh kader PKK lebih dulu melakoni berbagai perlombaan yang berkaitan dengan program-program PKK.

Perlombaan itu digelar, dalam upaya melahirkan keterampilan dan kreativitas tinggi dari seluruh kader PKK. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memantapkan kesepuluh Program PKK yang dijalankan demi memajukan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat di Medan,” jelasnya.

Jambore TP PKK Kota Medan ini, turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kota Medan Hj Asmalita, Kepala Dinas P3APM Kota Medan Damikrot Harahap, Ketua Dharma Wanita Kota Medan Hj Yurina Rahmah Siregar, Kabag Agama Setdako Medan Adlan, serta Kabag Humas Ridho Nasution. Jambore TP PKK Kota Medan dipungkasi dengan pemberian hadiah kepada seluruh pemenang lomba. (ris/saz)

Guru Harus Terampil dan Kreatif

PELANTIKAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri diabadikan bersama para guru honorer pada Pelantikan dan Pengukuhan IGH Kota Medan di Gedung Serbaguna Stok Bina Guna Medan, Kamis (9/8).
PELANTIKAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri diabadikan bersama para guru honorer pada Pelantikan dan Pengukuhan IGH Kota Medan di Gedung Serbaguna Stok Bina Guna Medan, Kamis (9/8).

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Ikatan Guru Honorer (IGH) Kota Medan masa bakti 2018-2022 di Gedung Serbaguna Stok Bina Guna Medan, Kamis (9/8) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan mengatakan, apapun statusnya, guru merupakan profesi terhormat. Maka dari itu, guru honorer harus mampu meningkatkan kehormatan tersebut dengan cara menekuni profesinya.

“Dengan menekuni profesi, insya Allah suatu waktu akan ada anugerah bagi kita,” tutur Hasan. Hasan menceritakan, ia juga berawal dari seorang guru honorer. Berkat tekad dan ketekunannya dalam bekerja, kini Hasan dipercaya oleh Wali Kota Medan untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. “Tidak ada karir yang instan. Semua ada prosesnya, dan butuh waktu serta ketekunan untuk mencapai kesuksesan. Apabila kalian mempercayainya, insya Allah kalian akan bisa seperti saya,” imbaunya.

Di akhir sambutan, Hasan berpesan, agar para guru honorer senantiasa meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan. “Sebagai guru harus terampil, jangan hanya datang lalu memberikan materi saja. Tapi harus kreatif, misalnya menulis sebuah buku dan menyusun sistem pembelajaran yang berguna bagi anak didik dan sekolah,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Hasan juga menyerahkan secara simbolis SK Guru Honorer atas nama Wali Kota Medan. SK ini dibuat untuk memberikan kepastian kepada guru dalam bekerja. Adapun susunan pengurus IGH Kota Medan Periode 2018-2022, yakni Ketua Rivan, Sekretaris Rusliwati Angraini Sihombing, Bendahara Yuli Debora, dan dibantu bidang-bidang.

Sebelumnya, Ketua terpilih IGH Kota Medan, Rivan mengatakan, IGH merupakan wadah bagi guru honorer seluruh Kota Medan, dengan mengusung misi meningkatkan kompetensi, sehingga semakin profesional dalam mendidik para siswa. Turut hadir dalam acara pelantikan ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan, Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan H Syarial. (ris/saz)

Alumni Bappeda Sumut Diharap Beri Sumbangsih Pembangunan

MEDAN–Keluarga Besar Alumni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) diharapkan dapat terus berperan dan memberikan sumbangsih terhadap proses pembangunan Sumatera Utara (Sumut) menjadi yang lebih baik lagi. Baik melalui kritik yang membangun ataupun saran-saran yang positif bagi kemajuan daerah ini.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Eko Subowo yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj Sabrina MSi di acara Silaturahim Senior/Junior, Alumni dan Keluarga Besar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Hotel Garuda Plaza Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (12/8).

“Meski bukan sebagai ASN lagi, kami tetap mengharapkan peran dari para alumni dan keluarga besar Bappeda, untuk memberikan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Sebagai alumni Bappeda Sumut, Sabrina mengaku sangat bergembira dan mengapresiasi acara silaturahim alumni dan keluarga besar Bappeda tersebut. Karena dengan adanya acara tersebut, tidak disangka dirinya bisa berjumpa dengan para senior yang dulu pernah membimbing dan mengajarinya bagaimana bekerja dengan baik, ketika masih menjadi staf dan juga bertemu para junior.

Selain itu, katanya, acara silaturahim tersebut, juga seperti ‘mengecas batre’. Para senior/junior, alumni dan keluarga besar kembali menjalin silaturahim dan persaudaraan.

“Karena itu, diharapkan ke depan, acara seperti ini hendaknya terus dipertahankan, apalagi kata orang, dengan silaturahim dapat memanjangkan umur dan memudahkan rezeki kita,” ujarnya.

Kepala Bappeda Provsu Ir H Irman MSi menyampaikan terima kasih kepada para panitia yang menggelar acara silaturahim tersebut, dan para senior yang menginisiasi pelaksanaan acara, hingga terbentuknya wadah alumni dan keluarga besar Bappeda Sumut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara senior, junior, alumni dan keluarga besar Bappeda. Ke depan, Ini akan menjadi agenda rutin kita setiap tahun,” ujarnya.

Ketua Panitia Silaturahim Riadil Akhir Lubis menyampaikan, bahwa acara tersebut merupakan inisiasi dari para senior dan alumni.

“Seingat saya ini merupakan pertemuan alumni Bappeda Sumut yang ketiga kalinya. Dihadiri sedikitnya 400 peserta yang terdiri dari para senior, junior, alumni dan keluarga besar Bappeda dari mulai tahun 1974 hingga 2018,” ungkap Riadil yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Provsu. (prn/azw)