Home Blog Page 6048

Diharap Tingkatkan Penelitian dan Publikasi Ilmiah

ist/Sumut Pos SEMINAR: Peserta foto bersama narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Quality di Medan.
ist/Sumut Pos
SEMINAR: Peserta foto bersama narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Quality di Medan.

MEDAN-Sebanyak 260 peserta dari berbagai perguruan tinggi mengikuti seminar nasional Sains Teknologi Humaniora dan Pendidikan (Sinastekmapan) 2018. Kegiatan ini digelar Universitas Quality Medan yang bekerjasama dengan Universitas Quality Berastagi di Medan, Sabtu (11/8).

Rektor Universitas Quality Medan Prof DR Dra Erna Frida MSi mengharapkan kegiatan ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia. “Kami berharap dari hasil seminar ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah agar pendidikan lebih baik lagi dan nyaman bagi akses publik,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana, Ronald Rezeki Tarigan STMT mengatakan, kegiatan seminar nasional diikuti oleh 260 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara, dan dua perguruan tinggi dari pulau Jawa yakni Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Sanata Dharma Jogyakarta, serta Universitas Sriwijaya Palembang.

Seminar ini untuk menjaring dan menyatukan pendapat, pemikiran, ide-ide cemerlang dan konstruktif komprehensif untuk kemudian dirumuskan sebagai kertas kerja yang akan menjadi bagian usulan-usulan solusi bagi kemajuan pembangunan wilayah.

“Kemudian untuk meneguhkan kembali entitas sebagai wilayah Budaya dan Filosofis bukan wilayah administratif, sehingga manusia tidak terkotak-kotak karena pemekaran wilayah dan jati diri manusia Buton tetap akan terjaga”,ujarnya.

Disamping itu, kata Ronald, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai implementasi nyata dari bagian agenda kerja bagi Universitas Quality dan Universitas Quality Berastagi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu fungsi tridharma perguruan tinggi yakni Pengabdian Pada Masyarakat.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi pembangunan wilayah. Di samping itu, keputusan seminar ini dapat mempertegas entitas sebagai wilayah Kebudayaan dan Filosofis yang mampu mempersatukan seluruh komponen warga”,ujarnya.

Dalam seminar nasional ini pihak panitia menghadirkan narasumber, seperti Prof DR Drs Masno Ginting MSC, Prof DR Ing Johanes Tarigan , Prof DR Drs Edy Syahputra, MPD, Prof DR Dra Erna Frida, MSI dan lainnya. (rel/dek/han)

Ketua KNPI Binjai Diminta Kembalikan Rp150 Juta

BINJAI-Pasca menjadi sorotan publik, ternyata diam-diam Inspektorat Binjai juga melakukan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana hibah untuk organisasi kepemudaan (OKP) itu dengan membentuk tim khusus. Santernya lagi, Ketua KNPI Binjai Arief Rahman Nasution pun sudah dipanggil dan diminta untuk mengembalikan sebesar Rp150 juta dari anggaran hibah Dispora sebesar Rp550 juta.

Kepala Inspektorat Kota Binjai, Aspian mengakui telah membentuk tim untuk menangani kasus dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP tersebut. “Lagi dilipsus, kasusnya lagi diperiksa. Sudah dipanggil tim inspektorat terkait benang merahnya dimana,” ujar Aspian, Minggu (12/8).

Sayangnya, Aspian belum bersedia membeberkan kesimpulan dari penyelidikan yang dilakukan Inspektorat Kota Binjai. “Kalaupun ada yang harus dikembalikan ya dari situ (dana Rp 550 juta) lah, bukan yang lain. Itukan tahun 2018, kalau pun ada keputusan bersama, ya dikembalikan lah,” ujar Aspian di sela-sela menghadiri pesta pernikahan di Kodam Bukit Barisan.

Menurut Aspian, penyelidikan yang dilakukan Inspektorat Kota Binjai itu berprinsip untuk tidak menimbulkan kegaduhan. “Artinya harus saling mengerti. Jangan diulangi lagi di tahun selanjutnya,”sambung dia. Dia menambahkan, soal pembagian dana pembinaan OKP harus disalurkan oleh Ketua KNPI Binjai dengan hati-hati. “Sensitif masalah OKP ini,” ujarnya.

Saat disinggung adanya dugaan OKP yang fiktif, atau mati SK tapi tetap dimasukkan Ketua KNPI sebagai daftar bagi-bagi hibah, Inspektorat enggan berkomentar lebih jauh. Begitupun, kata Aspian, ada potensi besar dugaan penyelewengannya.

“Itulah kami pikir-pikir, kalau begitu kejadiannya ya OKP yang terlibat harus memulangi dana yang sudah diterima. Kalau enggak pulangi apa gak berpotensi menimbulkan riak yang lebih besar,” katanya.

Lebih lanjut, sambung Aspian, laporan Badan Pemeriksa Keuangan memang tidak menuai masalah pada anggaran 2016 dan 2017. Namun, ujar Aspian, jika ditelusuri anggaran 2016 dan 2017 akan menimbulkan kekusutan. “Terus terang kalau saya ditanya itu kusut. Karena enggak bisa dibagikan begitu saja.

Ke depan itu enggak bisa, kalau tanpa tanggungjawab yang jelas OKP-nya,” sambungnya. Kedepannya, Aspian meminta, dana pembinaan OKP yang disalurkan Arif Rahman itu harus teliti. Pendataan harus dilengkapi. “Harus lengkap data baru pencairan. Intinya kami mau bagus-bagus saja mereka. Intinya kasus ini kami juga belum putuskan,” tandasnya.

Sementara, Kadispora Binjai, Nani Sundara belum berhasil ditemui. Dihubungi melalui telepon selularnya, Nani juga tak menggubrisnya. Bahkan, pesan singkat yang dilayangkan ke Nani pun tidak mendapat balasan.

Diketahui, Unit Tipikor Polres Binjai terus mendalami dugaan penyelewengan dana hibah yang dibagi-bagikan KNPI Binjai ke 61 Organisasi Kemasyarakatan dan Pemudaan (OKP). Di mana dana hibah diduga sebesar Rp 550 juta dibagikan KNPI untuk pembinaan OKP, bersumber dari Dispora Binjai. (ted/han)

Turnamen Futsal Tia Butong Cup Digelar

jawa pos JUARA: Timnas U-16 merayakan keberhasilan menjuarai AFF U-16.
jawa pos
JUARA: Timnas U-16 merayakan keberhasilan menjuarai AFF U-16.

MEDAN-Mens sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah ‘Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat’. Berangkat dari kalimat inilah Tia Ayu Anggraini menggelar Tia Butong Cup yang akan berlangsung 17 Agustus 2018 mendatang.

Dikatakan, beberapa hari ke depan bangsa Indonesia akan merayakan Kemerdekaan RI yang ke-73 tahun. Dengan mengusung tema ‘Semangat Nasionalisme Pemuda Dalam Memperingati HUT RI ke-73 Melalui Olahraga’, ia mengajak seluruh warga Kota Medan untuk berpartisipasi mengikuti kompetisi Futsal yang akan berlangsung di GOR Garudayaksa Jalan Paluh Nibung No. 88 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan.

“Pendaftaran kita mulai sejak 10 – 14 Agustus 2018 mendatang. Uang pendaftarannya Rp250 ribu untuk satu tim yang terdiri dari 5 pemain inti dan 5 lagi pemain cadangan. Hadiah yang kita siapkan jutaan rupiah dan tentunya ada penyerahan tropy serta top score dan pemain terbaik,” ungkapnya, Minggu (12/8).

Lebih lanjut Tia yang juga bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra untuk DPRD Sumut ini menjelaskan, saat ini generasi penerus khususnya anak muda lebih memilih mengkonsumsi narkoba, balap liar dan kegiatan negatif lainnya dari pada menekuni kegiatan positif.

“Banyak dari anak muda kita sudah terjerumus ke dalam lingkaran narkoba. Karena menurut mereka itu tempat pelarian yang lebih baik dari pada melakukan kegiatan positif seperti olahraga. Nah, dengan adanya kegiatan Tia Butong Cup ini, kami berharap pemikiran-pemikiran untuk mengkonsumsi narkoba tidak lagi bergelanyut di kalangan pemuda di Kota Medan.

Untuk jadi pemain futsal yang profesional, kan harus punya tubuh yang sehat. Bagaimana kalau pemainnya mengkonsumsi narkoba, pasti tidak akan mampu menciptakan permainan yang apik,” sebutnya.

Bendahara Kampung Gerindra ini menambahkan, siapa saja bisa mengikuti Tia Butong Cup tersebut. Dan yang paling penting mereka merupakan warga Kota Medan, dibuktikan dengan identitas seperti e-KTP dan usianya tidak lebih dari 30 tahun.

“Bagi yang ingin mendaftarkan timnya bisa menghubungi Agung Laksono di 081397361999 atau datang langsung ke GOR Garudayaksa di alamat yang telah kami sebarkan melalui brosur-brosur. Ayo, ramaikan Tia Butong Cup ini dan tentunya jangan lupa tetap menjunjung tinggi sportifitas,” pungkasnya. (ris/don)

Lomba Hatinya PKK Tingkat Nasional ,Desa Subur Masuk Lima Besar

Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos KUNJUNGI:TimPenilai Hatinya PKK tingkat Nasional kunjungi Desa Subur, Kec. Air Joman,Kabupaten Asahan.
Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
KUNJUNGI:TimPenilai Hatinya PKK tingkat Nasional kunjungi Desa Subur, Kec. Air Joman,Kabupaten Asahan.

ASAHAN-Tim Penilai Lomba Hatinya PKK tingkat Nasional mengunjungi Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Jalan Balai Desa Air Joman, Minggu (12/8). Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan diharapkan Desa Subur bisa lebih maju lagi setelah dikunjungi tim PKK tingkat Nasional.

“Artinya kunjungan diharapkan dapat menambah kualitas penilaian Desa Subur, sehingga bisa menjadi terbaik,”Kata Surya.

Dikatakan Surya, kunjungan tim penilai mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Desa Subur. Dimana kunjungan lebih menitikberatkan pada pemanfaatan halaman dan pekarangan dari setiap desa yang mengikutinya. Tim juga melihat secara langsung kreativitas masyarakat Desa Subur dalam memanfaatkan halaman dan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan, sayur sayuran, bumbu dapur dan tanaman obat keluarga.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Hatinya PKK Tingkat Nasional, Johan Susmono mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Subur yang telah memberikan sambutan yang cukup baik atas kehadiran pihaknya. “Saat ini kedatangan kami adalah untuk memverifikasi hal – hal yang terkait dalam laporan tentang Desa Subur yang telah dikirimkan kepada Tim Penilai,” kata Johan.

Menurut Johan, Desa Subur yang mewakili Propinsi Sumatera Utara telah masuk dalam rangking 5 Besar dari peserta lomba Hatinya PKK tingkat Nasional yang tinggal menyisakan wakil dari Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Tengah dan DIY dari 34 Provinsi di Indonesia.(omi/han).

Malam Puncak HUT ke-101 Tebingtinggi, Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

SAMBUTAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat memberikan sambutan pada malam puncak peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.
SAMBUTAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat memberikan sambutan pada malam puncak peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI-Malam puncak HUT ke-101 Kota Tebingtinggi menggelar hiburan rakyat dengan menghadirkan penampilan artis ibukota di Lapangan Merdeka, Jalan Sut Kota Tebingtinggi, Sabtu (11/8) malam. Hiburan rakyat inipun dihadiri ribuan pengunjung dari Hinterland seperti Rampah, Bandar Khalifah, Pagurawan dan Kuala Tanjung.

Hadir dalam acara puncak tersebut Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan, unsur pimpinan FKPD Kajari Muhammad Novel, Kapolres AKBP Sunadi, Wakil Ketua DPRD Hazly Ashari Hasibuan dan beberapa pimpinan OPD. Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan hiburan rakyat merupakan puncak dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.

Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi juga menyampaikan turut prihatin atas musibah gempa yang terjadi di Lombok dan Mataram. “Untuk itu Pemko Tebingtinggi dan berbagai elemen masyarakat berupaya memberikan bantuan dengan mengumpulkan dana dari berbagai dermawan, guna meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita disana,”bilang Umar.

Dikatakan Umar Zunaidi, aksi penggalangan dana merupakan semangat kebangsaan yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, saling membantu dan bergotong royong sebagai warisan dari pendahulu bangsa yang harus senantiasa dilestarikan, apalagi di tengah momen kta akan merayakan hari Kemerdekaan RI ke-73.

Wali Kota Umar Zunaidi pun langsung memimpin pembacaan doa bagi warga Lombok dan Mataram dan khususnya Tebingtinggi, agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemajuan dan perlindungan dari Allah, Indonesia semakin maju dan jaya jauh dari segala bencana. Puncak hiburan yang diawali penampilan dari Duo Bahar, dan diakhiri penampilan bersama Siti Badriah dengan tembang Syantik. (ian/han)

Diduga Korupsi, 4 Oknum Distan Padang Lawas Ditangkap

Tangkap-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polda Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Kementerian Pertanian pada Kamis (9/8). Sebanyak empat orang dari Dinas Pertanian Padang Lawas diamankan dalam OTT tersebut.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Saat ini, penyidik tengah melakukan pengembangan.

“Dua hari yang lalu. Hanya saja saya belum mengeksposenya karena direkturnya lagi bekerja. Yang diamankan, sekitar empat orang,” kata Paulus, Sabtu (11/8).

Dari informasi yang dihimpun, polisi mengamankan Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas berinisial AN. Selain itu turut diamankan tiga orang anggotanya, yakni Kabid Tanaman Pangan dan Horikultural Muhammad Hamzah Hasibuan, Kasi Produksi Dinas Pertanian Joni Prantanto Simanjuntak dan seorang staf bernama Aulia Rahman.

Dalam operasi ini, polisi dikabarkan menyita barang bukti total Rp 1,8 miliar, dalam bentuk uang tunai dan buku rekening.

Sementara itu, Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, sejauh ini kasus tersebut masih diserahkan proses hukumnya ke Polda Sumut.

Daniel mengatakan pihaknya belum berencana mengambil alih kasus tersebut ke Satgas Pangan Polri, karena penyidik setingkat Polda mampu menangani kasus korupsi itu.

Mengenai kasus di sektor pertanian, lanjutnya, Polri memang memberi perhatian terhadap potensi korupsi di sektor pangan ataupun sektor pertanian.

“Memang pernah dalam pembahasan (mengenai korupsi pertanian), karena ada hal yang menjadi pertanyaan-pertanyaan gitu. Mungkin, ini sebagai tindak lanjutnya,” ucap Daniel.

Dia menjelaskan, pengawasan dalam sektor pangan atau pertanian dilakukan di semua lini.

Beberapa di antaranya yang dia sebut adalah pengawasan dalam sektor penambahan lahan, pemberian subsidi pupuk, pemberian subsidi benih.

Dalam hal penanganan korupsi di sektor pertanian, tambah Daniel, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan membaga penegak hukum terkait seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan. “Secara rutin sih ada pembicaraan terus menerus dilakukan,” tegas Daniel.

Untuk diketahui, terkait OTT Dinas Pertanian Padang Lawas, diduga tindak pidana korupsi terkait dengan pemotongan dana bantuan kepada kelompok tani serta pembiayaan kegiatan fasilitas penerapan budidaya padi dan palawija di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018. (tan/jpnn)

Ketum PSSI Siapkan Bonus Besar

Timnas U-16 Juara
Timnas U-16 Juara

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO – Ada keharuan yang tercipta dari kompetisi di Piala AFF U-16. Usaha anak-anak Timnas Indonesia membuahkan hasil manis dengan menjuarai turnamen tersebut.

Indonesia mengakhiri dahaga gelar dengan menjadi kampiun Piala AFF U-16. Bagi Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, prestasi ini sangat membanggakan untuk bangsa.

Edy Rahmayadi berharap status penguasa di kawasan Asia Tenggara ini akan menjadi motivasi mereka untuk terus berprestasi. Apalagi, selanjutnya, mereka akan menghadapi turnamen yang lebih besar yakni Piala AFC U-16. Turnamen ini akan digelar September nanti di Malaysia.

“Selamat kepada pemain dan tim pelatih. Hasil ini tentu sangat membanggakan. Namun, jangan cepat puas karena perjuangan pemain masih panjang. Semoga ini bisa memotivasi semua atlet Indonesia,” kata Edy Rahmayadi.

Edy juga mengaku menyiapkan bonus besar untuk skuat Timnas U-16 Indonesia. Menurut Edy, ada sekelompok pemain yang menjanjikan dan ke depan bakal menjadi embrio Timnas Indonesia. Karena itu, dia akan mengapresiasi pemain secara khusus. “Tentu nanti anak-anak yang sudah menyumbangkan prestasi ini akan diberikan bonus. Karena telah memberikan kado manis buat Hari Kemerdekaan,” katanya.

Meski tak menyebutkan nominal, jumlah bonus yang diberikan nilainya biasanya akan memuaskan. “Jumlahnya bonusnya pasti aman, sudah disiapkan. Saya nggak berani sebut, ini dipastikan memotivasi tim,” ucap sumber yang tak mau namanya ditulis tersebut.

Di level kelompok umur, biasanya tak ada bonus langsung berupa uang tunai. Bentuk bonus berupa beasiswa yang bisa menjamin pendidikan setiap pemain. Tapi, melihat isyarat bonus dari Edy dan kebiasaannya selama ini, bonus diyakini dalam bentuk uang tunai.

Sementara, Pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini ternyata sudah memiliki firasat Indonesia bakal memenangi laga adu penalti melawan Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Fakhri melihat, motivasi semangat dan kepercayaan diri pemainnya cukup bagus. Rasa tegang memang ada, tapi dia melihat ketegangan itu bisa tertutupi dengan motivasi dan kepercayaan diri pemain jelang adu tendangan 12 pas.

“Kami apresiasi anak-anak. Keberhasilan penalti ini karena anak-anak juga sering melatihnya,” katanya kepada para awak media, usai penyerahan Piala AFF. Pujian khusus ditujukan Fakhri kepada sosok Ernando Ary. Penjaga gawang skuat Garuda Asia tersebut menurutnya telah menunjukkan performa yang ciamik. Langkah Ernando, menurut Fakhri sangat menjanjikan saat masuk ke lapangan jelang adu penalti. “Kami yakin bahwa Ernando akan melaksanakan tugasnya dengan baik, karena pada saat memasuki lapangan, saat akan menjalankan tugasnya, dia terlihat bugar dan tidak terlihat tegang,” ungkapnya.

Menurut pengalaman Fakhri, sikap pemain jelang adu penalti, bisa memberikan gambaran bakal seperti apa penampilan dia. Eks kapten Timnas senior tersebut menganggap ini memang harinya Timnas U-16 dan harinya Ernando Ary.

Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 4-3 dalam drama adu penalti malam tadi. Adu tos-tosan harus dilakukan untuk menentukan pemenang setelah kedua negara bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit.

Bagi Indonesia, ini adalah gelar pertama mereka di turnamen ini. Sebelumnya, prestasi terbaik Garuda Asia hanya menjadi runner up di Piala AFF U-16. Saat itu, Indonesia kalah dari Malaysia juga lewat drama adu penalti.  (jpnn/amr/fajar)

Maxime dan Kenny: Cinta Remaja Tanpa Gombal

Foto: Dame/Sumut Pos SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).
Foto: Dame/Sumut Pos
SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, hadir di Kota Medan, mempromosikan film yang diadaptasi dari novel karya Erisca Febriani, terbit 2016.

“Ini film cinta remaja yang melibatkan gosip, hoax, dan bullying. Cerita tentang situasi yang dialami remaja masa kini, melibatkan bullying di medsos dan sekolahan,” ungkap Maxime dan Kenny, dalam meet and greet di Kota Medan, Sabtu (11/8) lalu.

Menurut Maxime, pemeran Gibran di Serendipity, perannya sangat menantang. Slengean, periang, banyak teman, dan mudah bergaul. “Ceritanya, saya murid baru yang juga youtuber yang populer. Saya berharap, penonton suka dengan interpretasi karakter Gibran yang saya perankan. Gibran ini sungguh karakter yang sangat asik,” bebernya.

Di novel terlihat sekilas, kisah utama akan berfokus pada Rani (Mawar Eva deJongh) dan Arkan (Kenny Austin), yang awalnya saling sayang, kemudian tidak saling menyapa satu sama lain. Namun di film yang disutradarai Indra Gunawan ini, ada plot yang berubah, dengan konflik yang diramu sedemikian rupa.

Menurut Maxime, meski ceritanya diadaptasi dari novel, adegan-adegannya mengalir natural tanpa terasa dipaksakan saat difilmkan. Kenny Austin, pemeran Arkan, mengatakan, meski film ini tentang roman remaja, tapi tidak ada rayuan gombal di sana. “Tidak ada aksi atau adegan lebay. Flow mengalir natural. Arkan sendiri di film ini karakternya pendiam dan rada cuek,” katanya.

Ia mengatakan, filmnya dikemas menghibur dan bisa ditonton semua umur. “Di film ini ada drama keluarga. Jadi enggak cuma cinta-cintaan atau bully. Banyak banget nilai yang bisa diambil,” ujar Kenny.

Tentang adegan bully di media sosial dan sekolah, keduanya sepakat mengatakan, kalau mau mem-bully, jangan sembunyi di balik akun palsu. “Kalau berani, hadapi satu lawan satu. Face to face,” kata Kenny tegas.

Poster film Serendipity yang disutradarai Indra Gunawan.

Film Serendipity berkisah tentang seorang gadis bernama Rani (Mawar Eva deJongh), yang menjadi seorang lady escort, demi kehidupan yang lebih baik. Apalagi ketika ayahnya wafat, Rani harus berjuang untuk hidupnya sendiri dan ibunya. Ia harus menjadi seorang lady escort untuk sebuah klub malam.

Namun, tidak ada yang tahu persis kisah Rani sebenarnya. Kisah tentang hidup Rani antara di sekolahnya dengan kehidupan di luar sekolah sangat berbeda. Bahkan Rani menjalin kasih dengan siswa di sekolahnya, Arkan.

Nasib sial menghampiri Rani. Arkan mengetahui apa yang dikerjakannya setelah pulang sekolah. Sebuah perbedaan persepsi, membuat Arkan memilih untuk meninggalkan Rani. Meskipun Rani tahu Arkan sangat membencinya, namun ada semacam ego yang posesif dari Rani. Baginya, Arkan seharusnya mendukung, hidupnya hanya untuk bertahan hidup.

Foto: Istimewa/Sumut Pos
SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).

Di tengah kesendiriannya, Rani bertemu dengan anak baru bernama Gibran (Maxime). Kehidupan Rani semakin rumit, setelah Gibran merasa begitu dekat dengan Rani. Sementara itu, Arkan seperti masih menyimpan rasa pada Rani. Seperti apa kelanjutan hidup Rani setelah itu?

Sebelum diproduksi ke film, Serendipity sudah berhasil mencatatkan keberhasilan. Diproduksi hingga cetakan kelima, novel karya Erisca Febriani ini, atau terjual sebanyak 50 ribu eksemplar. Ketika penerbit mengalihkan media baca berbasis aplikasi webtoon, Serendipity dibaca lebih dari 12 juta pengguna.

Serendipity sudah tayang di bioskop-bioskop Medan, sejak Sabtu, 11 Agustus 2018. (mea)

Angkatan Darat-Laut-Udara Pun Tidak Cukup

Oleh: Dahlan Iskan

 

Kok seperti tidak aman lagi. Kok seperti tidak tenang lagi. Kok seperti tidak damai lagi.

Dunia ini.

Presiden Trump sedang memaksakan dibentuknya Angkatan Luar Angkasa. Di Amerika. Di luar angkatan darat, laut dan udara. Panglimanya juga harus jendral bintang empat.

Pentagon heboh: diterima atau ditolak. Terjadi pro-kontra. Mayoritas jendral menolak. Mengapa tidak menjadi bagian dari AU saja. Ini hanya akan memperlemah angkatan yang ada.

Tentu Trump tidak peduli. Ia tidak perlu persetujuan kementerian pertahanan. Ia sudah mengajukan usulan itu ke DPR. Tahun depan sudah harus disetujui.

Harus diakui Trump sangat kreatif. Dunia memang punya tantangan baru: di luar bumi.

Di luar angkasa. Diperlukan angkatan di atas angkatan udara. Siapa tahu Trump juga perlu membentuk angkatan perut bumi. Yang tidak terjangkau oleh angkatan darat.

Jangan-jangan stars war benar-benar akan terjadi.

Alasan Trump: siapa yang mengamankan kepentingan Amerika di angkasa luar.

Bumi tidak bisa lagi menghidupi keperluan penghuninya. Terutama keperluan untuk bikin instagram. Juga keperluan untuk membangun sentimen kesukuan model baru: grup WA.

Atau juga keperluan untuk memamerkan celana dalam: di i-Cloud.

Semua perlu satelit. Yang bisa menjadi tali bumi. Bersaing dengan tali bumi lambangnya NU.

Angkasa luar perlu dikapling-kapling. Satelitnya siapa di kapling nomor berapa. Sudah perlu ada real estate satelit di sana. Negara kaya tidak mau dapat kapling RSS. Harus ada penguasa luar angkasa.

Bisa saja saling rebut kapling. Di masa depan. Yang tidak lama lagi. Ketika setiap makan di kantin pun ada pemandangan ini: makanannya difoto dulu.  Sebelum disendok. Di upload dulu. Sebelum dilahap.

Sekarang ini sudah ada 4.600 satelit di atas sana. Yang terbanyak milik Amerika: 568 satelit. Tiongkok nomor dua: 177. Rusia sudah turun ke  nomor tiga: 133.

Indonesia saja sudah punya 17. Sejak Palapa 1 di zaman Pak Harto dulu.

Maka kalau caviar saja sudah menjadi obyek perang dagang. Mengapa sepenting satelit tidak.  Ide Trump itu memang masuk akal –setidaknya akalnya sendiri.

Idul Adha 1439 H Jatuh pada 22 Agustus

Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Rukyatul Hilal: Assisten Administrasi Umun dan Aset, Zonny Waldi, S. Sos, M.M bacakan sambutan Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Utara, Drs. Eko Subowo, MBA dalam acara Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1439 H, di Anjungan lt. 9 Kantor Gubsu, Sabtu (11/8).
Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
Rukyatul Hilal: Assisten Administrasi Umun dan Aset, Zonny Waldi, S. Sos, M.M bacakan sambutan Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Utara, Drs. Eko Subowo, MBA dalam acara Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1439 H, di Anjungan lt. 9 Kantor Gubsu, Sabtu (11/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama selesai menggelar sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1439 H. Hasilnya, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 22 Agustus 2018.

“Kita telah putuskan berdasarkan sidang isbat, bulan Zulkaidah tahun 1439 H, kita sempurnakan dengan cara istiqmal jadi 30 hari, maka malam ini tanggal 30 Zulkaidah. Sehingga 1 Zulhijah tahun 1439 H jatuh pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018, dan tanggal 10 Zulhijah tahun 1439 H yakni Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin saat konferensi pers di Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Dalam penentuan awal Zulhijah ini, Kemenag menaruh pelaku pemantau hilal di 92 titik di seluruh Indonesia. 29 orang itu mengatakan hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

“Dari 29 (orang) tidak satupun menyaksikan hilal,” ujarnya.

Dia berharap keputusan ini menjadi berkah bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Kemenag pun mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha bagi seluruh umat muslim.

“Mudah-mudahan keputusan ini berkah, dan sekali lagi mewakili Menag, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pda hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018, maka atas nama pemerintah kami menyampaikan selamat memasuki bulan Zulhijah dan menyabut Idul Adha 1439 H,” tutur dia. (dtc)