Home Blog Page 6050

Linglung di Pancurbatu, Badan Penuh Luka

DIANIAYA: Personel Polsek Pancurbatu berusaha berkomunikasi dengan Adelina Ebabu, PRT asal Kupang, NTT yang dianiaya di rumah warga Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, Jumat (10/8).
DIANIAYA: Personel Polsek Pancurbatu berusaha berkomunikasi dengan Adelina Ebabu, PRT asal Kupang, NTT yang dianiaya di rumah warga Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, Jumat (10/8).

Adelina Ebabu (31), wanita asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak kuasa lagi menahan siksaan dari majikannya. Dengan tubuh lemah dan penuh luka akibat penganiayaan, ia kabur dan diselamatkan warga Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, Kamis (9/8) KISAH pilu selama 8 bulan bekerja di Medan, tampaknya membuat Adelina trauma. Bahkan, dia terlihat linglung dan sulit diajak berkomunikasi ketika ditemukan warga. Bahkan warga harus membopongnya karena tak kuat lagi berjalan.

Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago dikonfirmasi mengatakan, saat ditemukan tampak tubuh Adelina penuh luka. “Di tubuh korban ada tanda kekerasan fisik. Di leher korban ada bekas tusukan berupa benda tajam,” ungkap Faidir kepada wartawan, Jumat (10/8).

Informasi dari korban, ungkap Faidir, ia sudah berada di Medan sejak delapan bulan lalu. Namun, Faidir belum bisa memastikan apakah itu benar atau tidak. “Kalau pengakuannya sudah kurang lebih delapan bulan, tapi saya belum bisa pastikan. Makanya saya pun tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh,” paparnya.

Faidir juga tidak mau berspekulasi tentang siapa pelaku penganiaya tenaga kerja asal Kupang tersebut. Apalagi, Adelina belum bisa dimintai keterangan lebih jauh karena sulit diajak berbicara. “Masih linglung lah dia. Anggota pun susah berkomunikasi dengan korban. Informasinya, yang menyiksa istri dan anak majikan, tapi belum pasti juga,” papar Faidir.

Soal luka memar dan luka bekas tuskan benda tajam yang ada di badan korban, mantan Wakapolsek Medan Timur ini juga enggan memberi keterangan. Dia berdalih, korban saat ini masih dirawat di Puskesmas Pancurbatu. Pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari dokter yang merawat Adelina. “Ya kalau kita lihat, banyak luka sayat benda tajam. Tapi tunggu hasil visum dari dokter. Saat ini korban sudah kita serahkan ke Puskesmas Pancurbatu saat ini sedang masa pemulihan,” katanya.

Lantas terkait alamat rumah majikannya, menurut Faidir, korban juga tidak mengetahui secara jelas alamatnya. “Dia tidak tahu alamat tempat dia disekap dan dianiaya. Kalau kami tahu di mana rumah majikannya itu, sudah saya suruh anggota tangkap. Cuma korban nggak tahu, bagaimana mau ditangkap. Tunggulah nanti kalau sudah jelas kasusnya kita ekspos,” pungkas Faidir. (dvs)

PKL Harus Diberdayakan

MEDAN-DPRD Kota Medan mengaku prihatin melihat kondisi pedagang kecil atau pedagang kaki lima (PKL) karena selalu menjadi korban penggusuran. Bahkan, saat terjadi penggusuran kerap terjadi pertikaian antara pedagang dengan Pemko Medan, hingga akhirnya berdampak kerugian pada kedua pihak.

Sekretaris Komisi III DPRD Medan Boydo HK Panjaitan mengatakan, keberadaan pedagang kecil sesungguhnya merupakan potensi yang mampu menghasilkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi. Sebab, peran pedagang kecil dinilai mampu menstabilkan harga jika terjadi krisis moneter. “Saat ini keberadaan pedagang kecil sangat memprihatinkan, makanya perlu perhatian khusus dari kita,” kata Boydo, kemarin.

Diutarakan anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, di Bandung pedagang kecil menjadi aset pemerintah kota setempat. Mereka diberdayakan dan mampu mendongkrak PAD. Terlebih, para pedagang ditata dengan baik untuk melakukan aktivitasnya di pinggir jalan dengan pengawasan zonasi berdasarkan waktu.

“Zonasi waktu dikaji untuk tempat aktivitas jualan, sehingga tidak mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan. Selain itu, kebersihan tetap dijaga. Terbukti, mereka mampu mendongkrak PAD dari sektor retribusi pedagang,” terang Boydo. Oleh sebab itu, sambung dia, mewujudkan itu dinilai perlu adanya payung hukum guna mengatur keberadaan pedagang. Payung hukum tersebut sedang diusulkan dalan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perlindungan pedagang kecil di Medan.

“Ranperda tersebut sudah tahap usulan inisiatif untuk ditetapkan menjadi perda. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi, sehingga pedagang kecil dapat dilindungi dan ditata dengan baik,” tukas dia.

Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli mengatakan, pedagang kecil atau kaki lima dinilai sebagai penggerak perekonomian di Kota Medan. “Pedagang kecil bukan untuk dibinasakan melainkan ditata dengan baik. Sebab, keberadaan mereka memiliki potensi sebagai salah satu sumber PAD,” tuturnya.

Nanda menyebutkan, terkait ranperda tentang perlindungan pedagang kecil di Medan masih dalam tahap usulan. Dalam ranperda ini diatur mengenai kewajiban pemko dalam penyediaan lokasi berjualan yang layak. Kemudian, pedagang juga wajib menjalankan setiap aturan yang ada. “Pada intinya, kami berharap adanya rancangan perda ini bisa menjamin keberlangsungan usaha pedagang kecil. Di sisi lain, Pemko Medan juga bisa memperoleh pemasukan PAD,” ujar Nanda.

Dikatakan dia, Pemko Medan dinilai masih kesulitan menangani dan menata pedagang kecil. Hal ini tentu menjadi citra buruk bagi kinerja mereka sendiri dalam upaya menata kota. (ris/azw)

Korban Tewas Bertambah Menjadi 321 Orang

PEMPROV SUMUT FOR SUMUT POS LAUNCHING: Pj Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprov Sumut ke Lombok di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/8).
PEMPROV SUMUT FOR SUMUT POS
LAUNCHING: Pj Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprov Sumut ke Lombok di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/8).

Korban tewas akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Beberapa yang sebelumnya tidak terdata, kini sudah dilaporkan, dan beberapa lainnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

“Hingga H+5 tercatat 321 orang meninggal dunia,” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (10/8).

Rinciannya, Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat (26), Lombok Timur (11), Kota Mataram (7), Lombok Tengah (2), dan Kota Denpasar (2). “Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi,” imbuhnya.

Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia yang terus berdatangan, lanjut Sutopo, masih diverifikasi. “Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang. Namun masih memerlukan verifikasi,” jelasnya.

Sementara, pengungsi sebanyak 270.168 jiwa tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik. Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang, yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

Untuk mengatasi ini, sejak Kamis (9/8), distribusi bantuan sudah dilakukanmenggunakan 3 helikopter dari BNPB dan Basarnas. Bantuan dari darat juga terus disalurkan. “Dapur umum dan pos kesehatan, banyak didirikan untuk melayani pengungsi,” tambah Sutopo.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Lombok Utara. Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak.

Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 Puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 musala rusak, dan 20 perkantoran rusak.

Sutopo juga mengungkapkan, kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di NTB dan Bali ini, diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor. “BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi,” katanya.

Launching
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus memberangkatkan bantuan perdana masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ke Lombok, NTB, di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (10/8).

“Ini deklarasi (launching) Sumut Peduli Bencana Lombok. Ini merupakan tradisi di Sumut, setiap kali ada provinsi lain, saudara-saudara lain yang mengalami bencana. Kita membantu meringankan beban,” tutur Eko.

Eko juga mengatakan, sebagai bentuk simpati terhadap bencana Lombok, Pemprov Sumut buka posko, termasuk di dalamnya membuka rekening sumbangan sukarela bagi masyarakat, organisasi, Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, dan BUMD, yang akan menyumbangkan secara sukarela untuk bencana Lombok.

Ia juga mengapresiasi inisiasi BPBD Sumut, yang akan mengadakan dinner party pengumpulan donasi dari BUMN BUMD untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana. “Tapi yang sudah terkumpul agar diberangkatkan secepatnya, karena mereka sangat memerlukan bantuan,” kata Eko.

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir, dalam laporannya mengatakan, ada kurang lebih 298 kepala keluarga komunitas masyarakat Sumut yang bermukim di Lombok, dengan sebutan saroha (satu hati), yang memerlukan bantuan dari Sumut khususnya.

BPBD Sumut, lanjutnya, juga telah mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Sumut, BUMN BUMD, dan seluruh ASN provinsi dan kabupaten kota, untuk dapat mendonasikan bantuannya kepada korban bencana gempa Lombok.

Riadil menyampaikan, jumlah dana yang telah terkumpul melalui rekening khusus bantuan bencana pada BPBD Sumut dengan nomor rekening BRI sebesar Rp14 juta. Selain itu, ia juga melaporkan, melalui Baznas Sumut telah mendonasikan Rp100 juta. “Rencana pemberangkatan bantuan pada Ahad (12/8), atau Senin (13/8) mendatang,” pungkasnya. (dna/jpc/prn/saz)

PLN Wilayah Sumut Raih Penghargaan Kemenaker

JAKARTA-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, Kamis (9/8/2018) menggelar Malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2018 dengan penilaian berbagai kategori meliputi perusahaan milik pemerintah dan swasta.

Dalam kegiatan yang digelar di Birawa Hall, Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sedikitnya ada 5 kategori penghargaan yang diberikan bagi perusahaan yakni meliputi perusahaan dengan kecelakaan kerja nihil (zero accident), penerapan SMK3 secara baik, pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kerja, penghargaan terhadap 15 Gubernur selaku Pembina Terbaik K3 dan karyawan peduli HIV/AIDS.

Khusus untuk penerapan Sistim Manajemen K3 (SMK3), dari 1465 perusahaan se Indonesia yang mendapatkan penghargaan bergengsi itu, termasuk diantaranya adalah PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Data yang dihimpun dari pihak Kemenaker RI, dari 166 nilai SMK3 yang wajib dipenuhi, PT PLN Wilayah Sumatera Utara berhasil memperoleh nilai 95,58 %. GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto yang langsung hadir menerima penghargaan itu mengaku senang karena upaya maksimal yang dilakukan pihaknya akhirnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah.

Apa yang kita lakukan untuk menekan angka kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan kerja diapresiasi oleh Kemenaker RI” ucap Feby di sela-sela acara. Feby juga berharap penghargaan ini bisa menjadi cambuk bagi jajarannya di Sumatera Utara untuk bisa berbuat lebih maksimal dalam urusan K3 ini.

“Masalah K3 ini merupakan fokus perhatian bagi PLN Wilayah Sumut dan seluruh area sehingga ke depan kita targetkan ke depan kita akan mencapai kecelakaan nihil atau zero accident” pungkasnya. Suka cita jajaran PLN Wilayah Sumut semakin bertambah karena PLN Area Padangsidimpuan (Psp) di bawah kepemimpinan manajer areanya Ronny Afrianto juga meraih penghargaan serupa dalam K3 setelah memperoleh nilai 93,98.

Sementara, Sekjen Kemenaker Hery Sudarmanto yang mewakili Menaker RI Hanif Dakhiri dalam pidatonya berpesan, agar seluruh perusahaan yang meraih penghargaan untuk terus mempertahankan prestasi itu. (ila/azw)

Data Bansos Harus Dimutakhirkan

JAKARTA-Ketua DPR Bambang Soesatyo, berharap pemerintah segera membenahi data tentang penerima program bantuan sosial (bansos). Menurutnya, perbedaan data di antara instansi pemerintah, membuat bansos tak tepat sasaran.

Misalnya saja pada Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk warga sejahtera (rastra), ataupun bantuan pangan non-tunai (BPNT) lain.

“Harusnya ada koordinasi antara Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah daerah, tentang kalangan yang berhak menerima bansos,” tutur Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo, Jumat (10/8).

Bamsoet juga menegaskan, harus ada pemutakhiran data penerima program prorakyat yang jadi andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. “Lakukan pemutakhiran data bersama, agar terdapat keseragaman data mengenai penerima bansos, sehingga penyaluran bantuan sosial tepat sasaran,” harapnya.

Politikus Golkar itu, juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah. Mengerahkan aparatur di tingkat kelurahan untuk mendata warga secara berkala.

Menurutnya, pendataan itu juga untuk memastikan penerima bansos sesuai dengan kriteria sebagai warga miskin. “Melalui pendataan secara berkala, akan diketahui warga yang dikategorikan miskin sesuai dengan kriteria penerima bantuan sosial, dan setiap program bantuan dapat menggunakan satu sistem basis data yang sama,” jelas Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kemensos bersama instansi terkait, untuk melakukan evaluasi atas penyaluran bansos selama ini. “Agar penyaluran bansos di tahap selanjutnya dapat lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (mam/jpc/saz)

Mobil Travel Terbalik di Tol Tamora, 2 Mahasiswi Pertanian Luka Serius

batara/sumut pos RINGSEK: Mobil travel yang ditumpangi mahasiswi dua mahasiswi STPP Medan ringsek berat, setelah terbalik di Tol Tamora Sumut, karena pecah ban, Kamis (9/8) malam.
batara/sumut pos
RINGSEK: Mobil travel yang ditumpangi mahasiswi dua mahasiswi STPP Medan ringsek berat, setelah terbalik di Tol Tamora Sumut, karena pecah ban, Kamis (9/8) malam.

Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Medan mengalami luka-luka setelah mobil travel yang mereka tumpangi pecah ban hingga terbalik di Tol Km 37,400 Tanjung-Morawa, persisnya di Desa Tanjungmorawa B, Kamis (9/8) malam.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, mobil travel minibus BK 1698 QC yang dikemudikan Joshua Aritonang (25) awalnya melaju dari Tol Lubukpakam-Tanjung Morawa, membawa penumpang empat orang mahasiswa STPP Medan yang baru pulang dari PKL di daerah Simalungun.

Keempat penumpang siswa perempuan tersebut bernama Kristina Silaban, Tamara Gading, Romaito dan Khoirunisa.

Namun saat melintas di lokasi, ban mobil belakang sebelah kiri mengalami pecah ban. Akibatnya, sopir kehilangan kendali dan mobil terbalik dan terguling sejauh 100 meter.

“Aku duduk di depan sebelah sopir pakai sabuk pengaman, makanya aku tetap di kursi dan tergantung, tapi kawanku yang duduk di belakang ada tiga orang, yang dua orang mengalami luka luka serius,”beber Kristina Silaban.

Sementara itu, dua rekannya Romaito dan Khoirunisa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan karena mengalami luka-luka yang cukup serius. “Kalau kawanku Tamara Gading hanya luka ringan saja kayak sopir travel”, kata Kristina lagi.

Peristiwa kecelakaan itu kemudian ditangani pihak satuan lalulintas Polres Deliserdang guna penyelidikan lebih lanjut. (btr/han)

Warga Helvetia Gagal Edar Sabu di Binjai

Rencana Budi Satria Nugroho (36) ingin edarkan sabu di Jalan Bandung, Lingkungan II, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan kandas. Warga Jalan Bakti Luhur Nomor 75, Gang Rahayu, Medan Helvetia itu keburu ditangkap polisi usai dilapor warga.

KINI, Budi meringkuk di sel Mapolres Binjai setelah ditangkap petugas Unit III Satuan Reserse Narkoba, Kamis (9/8) malam. Selain Budi, polisi juga menangkap Andika Putra alias Dika (31) warga Jalan Andalan VIII Nomor 263, Kelurahan Berngam, Binjai Kota.

“Keduanya ditangkap di rumah Dika,” jelas Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto, Jumat (10/8).

Dari tangan keduanya, disita 14 paket sabu sebesar 17,71 gram, 12 plastik klip kosong, 2 buah timbangan elektrik, 2 buah skop, sebuah dompet tempat simpan sabu, sebuah telepon selular dan sebuah kotak rokok yang dijadikan tempat penyimpanan sabu.

“Pengungkapan ini berhasil atas informasi dari masyarakat,” sambung Aris.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi. Setelah mengantongi ciri-ciri yang sesuai diucapkan masyarakat, polisi membuntuti hingga ke rumah Dika.

“Barang bukti awal didapat 12 paket sabu dan lainnya dari saku celana belakang sebelah kanan pelaku Budi,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.

Kepada petugas, Budi tak membantah barang bukti tersebut adalah miliknya untuk diedarkan. Menurut Kasat, Dika berperan membawakan Budi mengambil sabu hingga ke Langsa, Aceh.

Tak puas dengan barang bukti itu, kediaman Dika juga digeledah. Dari kamar Dika, polisi mendapati dua paket sabu seberat 10 gram dan sebuah timbangan elektrik.

Petugas masih melakukan pengembangan. Pasalnya, petugas curiga ada bandar besar yang berhubungan langsung dengan tersangka. (ted/ala)

Nias Canangkan Imunisasi MR

adi laoli/sumut pos IMUNISASI MR: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli menyaksikan seorang anak di imunisasi MR.
adi laoli/sumut pos
IMUNISASI MR: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli menyaksikan seorang anak di imunisasi MR.

NIAS–Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Kesehatan menggelar pencanangan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di SD Hiliweto Gido, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Rabu (8/8).

Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM pada saat pencanangan imunisasi campak dan rubella, mengatakan bahwa imunisasi MR merupakan program nasional yang diperuntukkan bagi anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Tujuan imunisasi MR tersebut, untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella bagi anak usia 9 bulan sampai 15 tahun tanpa memperhatikan status imunisasi sebelumnya.

“Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, dan apabila menyerang wanita hamil akan menyebabkan abortus dan kelainan bawaan bayi yang dilahirkan,seperti kelainan pada jantung, kebutaan, tuli, kelainan pada sistem saraf pusat termasuk retardasi mental”,jelas Sokhiatulo.

Dikatakan Sokhiatulo, program ini merupakan program nasional yang wajib didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, baik unsur pemerintah maupun masyarakat saling membantu, sehingga program imunisasi measies rubella dapat terwujud.

“Ayo dukung keluarga, teman dan masyarakat sekitar kita untuk membawa anak-anak mereka Pos Immunisasi MR, baik di sekolah pada Augustus 2018, maupun sarana kesehatan Posyandu, Poskesdes, Pustu, dan Puskesmas pada bulan September 2018”,Katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Nias meminta Kadinkes beserta jajarannya agar melaksanakan imunisaai measles dan rubella kepada seluruh sasaran dengan penuh dedikasi dan pengabdian, serta sesuai mekanisme dan prosedur. (mag-5/han)

Kadispora Binjai Utus Tiga Kabid

BINJAI-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Binjai, Nani Sundari mangkir dari panggilan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Binjai, untuk diperiksa atas kasus dugaan penyelewengan dana hibah OKP.

Meski mangkir dari panggilan, Kadispora Nani Sundari mengutus 3 anak buahnya dengan jabatan sebagai Kepala Bidang (Kabid) untuk memenuhi panggilan Polres Binjai.

“Kadispora enggak ada datang. Cuma kabid-kabid yang datang (diperiksa), ada tiga orang (Kabid) yang datang,” jelas Kanit Tipikor Polres Binjai, Iptu Irvan Pane, Jumat (10/8).

Dikatakan Irvan, ketiga Kabid di Dispora Binjai tersebut, diperiksa seputaran dasar hukum mengenai pembagian dana hibah yang disalurkan oleh KNPI Binjai. Bahkan, Irvan juga mempertanyakan perihal lembaga yang benar untuk menyalurkan dana pembinaan OKP.

Irvan pun menilai ada janggal dalam hal penyaluran dana hibah tersebut. Soalnya, berdasarkan Undang-Undang yang ada pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Binjai, Ketua KNPI Binjai menyalurkan dana pembinaan terhadap OKP.

Hasil pemeriksaan sementara kepada pegawai Dispora Binjai, urai Irvan Pane, ada sekitar empat OKP yang kembali men daftarkan lembaganya untuk mendapat dana hibah tersebut. Artinya, empat OKP ini di luar 61 yang mendapat dana hibah melalui KNPI Binjai.

“Kita masih dalami alasan hukum mereka untuk membagikan dana hibah. Setiap hari lah ini akan ada yang diperiksa,”pungkasnya.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP yang disalurkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Binjai ini ditangani Mapolres Binjai. Bahkan dalam pembagian dana hibah tersebut, KNPI Kota Binjai melakukan penyunatan sebesar Rp400 ribu diduga menyunat aliran dana senilai Rp400 setiap pencairan. (ted/han)

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu

MEDAN – Tim Pegasus Polsek Patumbak meringkus 3 pengedar kecil sabu-sabu dari dua lokasi terpisah. Lokasi pertama di Jalan Sumber Rukun, Gang Berkah Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Jumat (2/8) pukul 12.00 WIB.

Sedangkan lokasi kedua di Jalan Sumber Rukun, Gang Berkah, Marendal I, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (3/8) lalu. Dari lokasi pertama, petugas menangkap dua orang. Masing-masing, M Rusmin Dedi (30) warga Jalan Pasar Bengkel, Lidah Tana, Dusun 1 Perbaungan dan Rahmad Abdi (29) warga Jalan Jermal 15 Gang Ikhlas Medan Denai.

Sedangkan di lokasi kedua, polisi mengamankan Herianto (42) warga Jalan Sumber Rukun, Gang Berkah Marindal, Kelurahan Harjosari ll, Medan Amplas.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin menjelaskan, untuk penangkapan pertama berawal dari laporan masyarakat yang resah lantaran kerap terjadi transaksi narkoba di lokasi penangkapan.

Petugas Reskrim Polsek Patumbak kemudian menggerebek salah satu rumah yang jadi target. Hasilnya, tim ini menemukan Dedi dan Abdi berada didalam sebuah kamar.

Saat dilakukan penggeledahan berhasil ditemukan 3 plastik klip kecil yang berisikan serbuk sabu-sabu dan 1 bong siap pakai tidak jauh dari tersangka.

“Dari interogasi pada kedua tersangka, mereka mengakui pemilik barang haram itu. Selanjutnya keduanya kita boyong ke Mapolsek Patumbak,” jelasnya.

Sementara, untuk penangkapan kedua, Yaqin mengatakan, Tim Pegasus Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Herianto dengan cara menyamar sebagai pembeli. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi narkoba di daerah tersebut.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita satu bungkus paket kecil sabu-sabu dan uang 200 ribu. Selanjutnya, Herianto diboyong ke Polsek Patumbak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi untuk ketiga tersangka, kita kenakan Pasal 114 ayat 1 subs 112 ayat 1 dengan ancaman pidana 5 sampai 10 tahun,” pungkasnya.(man/ala)