Home Blog Page 6051

Senior Unjuk Gigi

net GEMILANG: Stefano Lilipaly tampil gemilang dengan dua gol ke gawang Taiwan.
net
GEMILANG: Stefano Lilipaly tampil gemilang dengan dua gol ke gawang Taiwan.

Tim nasional Indonesia U-23 mengawali kiprahnya di cabang sepak bola Asian Games 2018 dengan mulus. Merah Putih menumbangkan Cina Taipei (Taiwan) dengan skor 4-0 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Minggu (12/8).

Dua pemain senior Indonesia unjuk gigi di laga itu. Stefano Lilipaly mencetak dua gol menit ke-67 dan 70 serta satu assist. Gol lainnya diciptakan Alberto Beto Goncalves menit ke-70 dan Hargianto di masa injury time.

Dengan kemenangan ini, Indonesia untuk sementara berada di peringkat kedua klasemen Grup A dengan koleksi tiga poin dari satu laga. Indonesia hanya unggul selisih gol atas Hong Kong di urutan ketiga.

Peluang tercipta sepanjang babak pertama. Termasuk pada menit 26, solo run yang dilakukan Evan Dimas Darmono berhasil membuat gaduh jantung pertahanan Tairan. Sayangnya, sepakannya masih bisa dikuasai penjaga gawang.

Sayap kanan Timnas, Irfan Jaya berhasil menciptakan peluang emas. Pada menit 30, pemain Persebaya itu berhasil lepas dari kawalan pemain China Taipei dan langsung berhadapan dengan penjaga gawang. Sayangnya pemain bertahan Taiwan berhasil merebut bola dari kaki Irfan. Skor tidak berubah hingga peluit babak pertama dibunyikan.

Di babak kedua, dominasi Indonesia berlanjut. Kali ini serangan-serangan mereka membuat gawang Taiwan lebih terancam. Kebuntuan akhirnya pecah menit ke-67. Lilipaly menyambut sepak pojok Febri Haryadi dengan tandukan yang tak dapat dihalau kiper Taiwan.

Berselang tiga menit, giliran Beto unjuk gigi. Berawal dari aksi Lilipaly menembus dari sayap kanan ke kotak penalti. Dia melepaskan umpan tarik ke Beto yang berlari di sebelahnya. Dengan tenang dia mengecoh kiper Taiwan.

Pada menit ke-76, Indonesia kembali mencetak gol lewat aksi spektakuler Lilipaly. Penyerang Bali United ini melepaskan tendangan salto. Berawal dari umpan silang Rezaldi Hehanussa, Lilipaly terlalu cepat berlari sehingga membelakangi bola. Lilipaly pun melakukan aksi akrobatik dengan tendangan salto yang berhasil merobek gawang Taiwan.

Indonesia harusnya bisa menambah gol padamenit ke-87. Garuda kembali memiliki peluang emas. Sayang, tendangan Febri terlalu melambung karena tidak tepat mengenai kakinya.

Masih belum puas sampai di situ, Indonesia berhasil memperlebar keunggulan di masa injury time. Tembakan keras Muhammad Hargianto dari luar kotak penalti menutup kemenangan Indonesia 4-0 atas Taiwan.

Di laga lainnya grup A, Palestina lebih dulu tertinggal 0-1 dari Laos sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-1 di Stadion Patriot Candrabhaga. (bbs/don)

Guru Besar di Sumut hanya 42 Orang

.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah Sumut menyebutkan, dari 10.230 dosen yang bertugas di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut, hanya 42 orang menjabat sebagai Guru Besar.

“10.230 dosen dengan jabatan fungsional Asisten Ahli sebanyak 3.291 orang, Lektor 2.201 orang, Lektor Kepala 581 orang, dan Guru Besar berjumlah 42 orang,”ungkap Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah Sumut, Prof Dian Armanto pada Sumut Pos, Minggu (12/8) pagi.

Dian Armanto yang baru dilantik menjadi Kepala LLDikti oleh Menristekdikti pada 26 Juli 2018, juga menyoroti jumlah guru besar yang masih minim di PTS Sumut.

“Bagi dosen yang sudah doktor agar termotivasi bisa menjadi Guru Besar, karena dari 10 ribuan dosen yang ada, hanya 42 saja bergelar profesor,” kata Dian.

Dian juga merincikan, dari 10 ribuan dosen itu, dosen S3 hanya 482 orang. Sedangkan bergelar S2 sebanyak 8.312 orang. Untuk itu, diharapkan agar para dosen S3 tersebut ke depannya bisa meraih Profesor atau Guru Besar. Demikian pula bagi dosen S2 didorong untuk bisa lanjut ke S3.

Terkait perubahan Kopertis menjadi LL Dikti, menurut Dian Armanto hal itu sebagai bentuk kemudahan layanan dari perwakilan Kemenristekdikti di tiap-tiap wilayah di Indonesia Kemenristekdikti, misalnya untuk urusan yang terkait kepangkatan dosen, jabatan fungsional dosen, seperti lector kepala dan guru besar yang selama ini diurus di Jakarta.

“Dengan perubahan ini Kemenristekdikti memberikan kemudahan sekaligus membantu peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan bagi PTS maupun PTN untuk mengurusnya masing-masing di wilayah provinsi,” sebutnya.

Dijelaskan Dian, selama ini Kopertis hanya melayani PTS. Namun dengan LL Dikti memiiki layanan yang lebih luas dengan yang juga melayani PTN.” Saya berharap dengan kehadiran LL Dikti pelayanan kepada perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri akan terasa semakin lebih mudah,” tandasnya. (gus/han)

Selanjutnya, Tiket Piala Dunia U-17

Apapun usianya, hanya satu yang diharapkan pecinta sepak bola Indonesia. Yakni gelar juara untuk tim nasional. Maka, keberhasilan timnas U-16 menjadi juara AFF U-16 dengan menumbangkan Thailand dengan skor 4-3 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/8) malam menjadi euforia yang luar biasa untuk Indonesia.

Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional dengan gelar. Indonesia mengalahkan Thailand dalam drama adu penalti dengan skor akhir 5-4 (1-1). “Ini adalah piala ketiga dari anak-anak U-16 untuk pengurus PSSI yang sekarang. Plus kualifikasi AFC di mana kami mencapai nilai sempurna,” ucap pelatih Indonesia, Fakhri Husaini kepada awak media.

Sebelum menjadi jawara Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo, Indonesia telah menjadi kampiun pada dua turnamen internasional lainnya. Yaitu Tien Phong Plastic Cup 2017 (14-18 Juni 2017) dan JENESYS Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament 2018 (Maret 2018).

Fachri mengatakan, Piala AFF U-16 menjadi ajang pemanasan untuk bertarung di Piala AFC. Indonesia membidik target tinggi, yakni meraih tiket ke Piala Dunia U-17.

“Target kami memang Piala Asia. Kami ingin bisa lolos ke Piala Dunia. Saya sudah menyampaikan kepada semua pemain untuk mati-matian di Piala Asia. Alasannya hanya empat tim terbaik yang akan lolos ke Piala Dunia,” tegas Fakhri Husaini.

Fakhri selalu berpesan kepada seluruh pemain, mereka harus menghadapi kalah dan menang secara elegan. Tidak perlu berlebihan. Walaupun demikian Fakhri menyebut timnya layak untuk mendapatkan pujian.

“Mereka berhak untuk menerima respons dan pujian. Sebab mereka bekerja dengan bagus dan luar biasa. Saya tidak bisa larang kalau besok ada banyak cewek yang foto dengan pemain saya,” candanya.

Namun timnas U-16 tak mau berhenti mempersembahkan gelar. Ada tugas lain yang akan dihadapi Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia. Pasukan Garuda Asia akan terbang ke Malaysia, akhir September mendatang. Mereka akan bertarung pada gelaran Piala AFC U-16 2018, 20 September hingga 7 Oktober 2018. Targetnya, tiket piala dunia U-17 dengan cara menembus empat besar ajang itu.

Timnas U-16 pun siap menghadapi teror di Malaysia. “Teror dalam sepak bola itu biasa. Sepanjang teror dalam batas normal. Kalau suara, itu biasa,” ucap Fachri.

Fakhri mengatakan bahwa para pemain Malaysia juga tidak mendapatkan teror yang berlebihan sepanjang Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Malaysia memang mendapat boo dari penonton, tetapi tidak ada tindakan lebih dari itu.

“Satu-satunya teror itu ketika start lagu kebangsaan. Mungkin itu ada reaksi sedikit. Tetapi setelah itu saya tidak melihat ada pemain Malaysia yang merasa terancam. Tidak ada satu batu pun yang masuk ke lapangan,” ungkap Fakhri.

“Saya menaruk respek luar biasa kepada penonton di Sidoarjo. Sebagai suporter mereka tahu cara menghormati tamu,” imbuh mantan pemain PKT Bontang ini. (saf/jpc/don)

Berkontribusi untuk Pemuda Indonesia

ist/Sumut Pos BERBINCANG: Dinnur Garista Wirawan (dua kiri) Asep Sukmayadi (dua kanan), Ketua Panitia Pelaksana Satu Dekade ISYF Rezky Nursaid (kanan) dan Alumni Program ISYF Mentari Putri Novel (kiri) di sela Talkshow Puncak Perayaan Satu Dekade ISYF di Jakarta.
ist/Sumut Pos
BERBINCANG: Dinnur Garista Wirawan (dua kiri) Asep Sukmayadi (dua kanan), Ketua Panitia Pelaksana Satu Dekade ISYF Rezky Nursaid (kanan) dan Alumni Program ISYF Mentari Putri Novel (kiri) di sela Talkshow Puncak Perayaan Satu Dekade ISYF di Jakarta.

JAKARTA- Salah satu syarat terpenting dalam membangun bangsa yang besar adalah mengembangkan dan memberdayakan para pemuda. Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) hadir sebagai ruang khusus bagi pemuda Indonesia terutama yang berusia 15 – 25 tahun untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program sesuai dengan potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya.

Aktif sejak 2008, ISYF secara konsisten berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan pemuda melalui program-programnya antara lain International Youth Forum 2008, International Youth Camp 2009, ASEAN University Student Forum 2009, Asia Africa Youth Forum 2010, Indonesia Youth Forum 2012-2015, ASEAN Japan Youth Forum 2015, Leadership Works 2015 dan Forum Pelajar Indonesia (FOR) sejak 2009.

Tahun ini tepat sepuluh tahun ISYF hadir berkontribusi sebagai organisasi kepemudaan. Bertema “Ten to Infinity”, ISYF berkomitmen untuk dapat terus menghadirkan program-program kepemudaan di masa yang akan datang. “Di usia yang ke sepuluh, kami ingin ISYF dapat lebih banyak menghasilkan program-program kongkrit dan nyata yang tanpa batas. Artinya, ISYF akan terus eksis di masa-masa mendatang”, ujar Executive Director ISYF, Dinnur Garista Wirawan.

Dimulai dari Januari 2018, rangkaian acara Satu Dekade ISYF “Ten to Infinity” mencapai puncaknya pada Jumat, 10 Agustus 2018 di Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta. Selain melibatkan organisasi pemerintah dan lembaga independen seperti Kemendikbud, Kemenkes, Pusbangfilm dan Sinematek Indonesia, ISYF juga menggandeng pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program yang dapat menjangkau generasi muda Indonesia.

Rangkaian acara menuju Satu Dekade ISYF “Ten to Infinity” antara lain Meet The Speakers, Truth Day, ISYF Dialogue, ISYF Pohon Harapan, ISYF Berbagi, Gathering Start Up Digital dan FOR X. “Rangkaian kegiatan yang paling banyak disambut antusias adalah Meet The Speaker, Gathering Start Up Digital dan tentunya Forum Pelajar Indonesia 2018 (FOR X) yang merupakan program tahunan ISYF yang paling dinanti oleh pelajar Indonesia,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Satu Dekade ISYF, Rezky Nursaid.

FOR merupakan kegiatan tahunan ISYF yang pertama kali diadakan pada 2009. Diikuti oleh pelajar tingkat SMA-SMK-MA dari berbagai daerah di Indonesia.K kegiatan ini membuka ruang bagi pelajar untuk saling diskusi serta berbagi pengalaman untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia. (rel/adz)

Diharap Tingkatkan Penelitian dan Publikasi Ilmiah

ist/Sumut Pos SEMINAR: Peserta foto bersama narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Quality di Medan.
ist/Sumut Pos
SEMINAR: Peserta foto bersama narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Quality di Medan.

MEDAN-Sebanyak 260 peserta dari berbagai perguruan tinggi mengikuti seminar nasional Sains Teknologi Humaniora dan Pendidikan (Sinastekmapan) 2018. Kegiatan ini digelar Universitas Quality Medan yang bekerjasama dengan Universitas Quality Berastagi di Medan, Sabtu (11/8).

Rektor Universitas Quality Medan Prof DR Dra Erna Frida MSi mengharapkan kegiatan ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia. “Kami berharap dari hasil seminar ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah agar pendidikan lebih baik lagi dan nyaman bagi akses publik,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana, Ronald Rezeki Tarigan STMT mengatakan, kegiatan seminar nasional diikuti oleh 260 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara, dan dua perguruan tinggi dari pulau Jawa yakni Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Sanata Dharma Jogyakarta, serta Universitas Sriwijaya Palembang.

Seminar ini untuk menjaring dan menyatukan pendapat, pemikiran, ide-ide cemerlang dan konstruktif komprehensif untuk kemudian dirumuskan sebagai kertas kerja yang akan menjadi bagian usulan-usulan solusi bagi kemajuan pembangunan wilayah.

“Kemudian untuk meneguhkan kembali entitas sebagai wilayah Budaya dan Filosofis bukan wilayah administratif, sehingga manusia tidak terkotak-kotak karena pemekaran wilayah dan jati diri manusia Buton tetap akan terjaga”,ujarnya.

Disamping itu, kata Ronald, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai implementasi nyata dari bagian agenda kerja bagi Universitas Quality dan Universitas Quality Berastagi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu fungsi tridharma perguruan tinggi yakni Pengabdian Pada Masyarakat.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi pembangunan wilayah. Di samping itu, keputusan seminar ini dapat mempertegas entitas sebagai wilayah Kebudayaan dan Filosofis yang mampu mempersatukan seluruh komponen warga”,ujarnya.

Dalam seminar nasional ini pihak panitia menghadirkan narasumber, seperti Prof DR Drs Masno Ginting MSC, Prof DR Ing Johanes Tarigan , Prof DR Drs Edy Syahputra, MPD, Prof DR Dra Erna Frida, MSI dan lainnya. (rel/dek/han)

Ketua KNPI Binjai Diminta Kembalikan Rp150 Juta

BINJAI-Pasca menjadi sorotan publik, ternyata diam-diam Inspektorat Binjai juga melakukan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana hibah untuk organisasi kepemudaan (OKP) itu dengan membentuk tim khusus. Santernya lagi, Ketua KNPI Binjai Arief Rahman Nasution pun sudah dipanggil dan diminta untuk mengembalikan sebesar Rp150 juta dari anggaran hibah Dispora sebesar Rp550 juta.

Kepala Inspektorat Kota Binjai, Aspian mengakui telah membentuk tim untuk menangani kasus dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP tersebut. “Lagi dilipsus, kasusnya lagi diperiksa. Sudah dipanggil tim inspektorat terkait benang merahnya dimana,” ujar Aspian, Minggu (12/8).

Sayangnya, Aspian belum bersedia membeberkan kesimpulan dari penyelidikan yang dilakukan Inspektorat Kota Binjai. “Kalaupun ada yang harus dikembalikan ya dari situ (dana Rp 550 juta) lah, bukan yang lain. Itukan tahun 2018, kalau pun ada keputusan bersama, ya dikembalikan lah,” ujar Aspian di sela-sela menghadiri pesta pernikahan di Kodam Bukit Barisan.

Menurut Aspian, penyelidikan yang dilakukan Inspektorat Kota Binjai itu berprinsip untuk tidak menimbulkan kegaduhan. “Artinya harus saling mengerti. Jangan diulangi lagi di tahun selanjutnya,”sambung dia. Dia menambahkan, soal pembagian dana pembinaan OKP harus disalurkan oleh Ketua KNPI Binjai dengan hati-hati. “Sensitif masalah OKP ini,” ujarnya.

Saat disinggung adanya dugaan OKP yang fiktif, atau mati SK tapi tetap dimasukkan Ketua KNPI sebagai daftar bagi-bagi hibah, Inspektorat enggan berkomentar lebih jauh. Begitupun, kata Aspian, ada potensi besar dugaan penyelewengannya.

“Itulah kami pikir-pikir, kalau begitu kejadiannya ya OKP yang terlibat harus memulangi dana yang sudah diterima. Kalau enggak pulangi apa gak berpotensi menimbulkan riak yang lebih besar,” katanya.

Lebih lanjut, sambung Aspian, laporan Badan Pemeriksa Keuangan memang tidak menuai masalah pada anggaran 2016 dan 2017. Namun, ujar Aspian, jika ditelusuri anggaran 2016 dan 2017 akan menimbulkan kekusutan. “Terus terang kalau saya ditanya itu kusut. Karena enggak bisa dibagikan begitu saja.

Ke depan itu enggak bisa, kalau tanpa tanggungjawab yang jelas OKP-nya,” sambungnya. Kedepannya, Aspian meminta, dana pembinaan OKP yang disalurkan Arif Rahman itu harus teliti. Pendataan harus dilengkapi. “Harus lengkap data baru pencairan. Intinya kami mau bagus-bagus saja mereka. Intinya kasus ini kami juga belum putuskan,” tandasnya.

Sementara, Kadispora Binjai, Nani Sundara belum berhasil ditemui. Dihubungi melalui telepon selularnya, Nani juga tak menggubrisnya. Bahkan, pesan singkat yang dilayangkan ke Nani pun tidak mendapat balasan.

Diketahui, Unit Tipikor Polres Binjai terus mendalami dugaan penyelewengan dana hibah yang dibagi-bagikan KNPI Binjai ke 61 Organisasi Kemasyarakatan dan Pemudaan (OKP). Di mana dana hibah diduga sebesar Rp 550 juta dibagikan KNPI untuk pembinaan OKP, bersumber dari Dispora Binjai. (ted/han)

Turnamen Futsal Tia Butong Cup Digelar

jawa pos JUARA: Timnas U-16 merayakan keberhasilan menjuarai AFF U-16.
jawa pos
JUARA: Timnas U-16 merayakan keberhasilan menjuarai AFF U-16.

MEDAN-Mens sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah ‘Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat’. Berangkat dari kalimat inilah Tia Ayu Anggraini menggelar Tia Butong Cup yang akan berlangsung 17 Agustus 2018 mendatang.

Dikatakan, beberapa hari ke depan bangsa Indonesia akan merayakan Kemerdekaan RI yang ke-73 tahun. Dengan mengusung tema ‘Semangat Nasionalisme Pemuda Dalam Memperingati HUT RI ke-73 Melalui Olahraga’, ia mengajak seluruh warga Kota Medan untuk berpartisipasi mengikuti kompetisi Futsal yang akan berlangsung di GOR Garudayaksa Jalan Paluh Nibung No. 88 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan.

“Pendaftaran kita mulai sejak 10 – 14 Agustus 2018 mendatang. Uang pendaftarannya Rp250 ribu untuk satu tim yang terdiri dari 5 pemain inti dan 5 lagi pemain cadangan. Hadiah yang kita siapkan jutaan rupiah dan tentunya ada penyerahan tropy serta top score dan pemain terbaik,” ungkapnya, Minggu (12/8).

Lebih lanjut Tia yang juga bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra untuk DPRD Sumut ini menjelaskan, saat ini generasi penerus khususnya anak muda lebih memilih mengkonsumsi narkoba, balap liar dan kegiatan negatif lainnya dari pada menekuni kegiatan positif.

“Banyak dari anak muda kita sudah terjerumus ke dalam lingkaran narkoba. Karena menurut mereka itu tempat pelarian yang lebih baik dari pada melakukan kegiatan positif seperti olahraga. Nah, dengan adanya kegiatan Tia Butong Cup ini, kami berharap pemikiran-pemikiran untuk mengkonsumsi narkoba tidak lagi bergelanyut di kalangan pemuda di Kota Medan.

Untuk jadi pemain futsal yang profesional, kan harus punya tubuh yang sehat. Bagaimana kalau pemainnya mengkonsumsi narkoba, pasti tidak akan mampu menciptakan permainan yang apik,” sebutnya.

Bendahara Kampung Gerindra ini menambahkan, siapa saja bisa mengikuti Tia Butong Cup tersebut. Dan yang paling penting mereka merupakan warga Kota Medan, dibuktikan dengan identitas seperti e-KTP dan usianya tidak lebih dari 30 tahun.

“Bagi yang ingin mendaftarkan timnya bisa menghubungi Agung Laksono di 081397361999 atau datang langsung ke GOR Garudayaksa di alamat yang telah kami sebarkan melalui brosur-brosur. Ayo, ramaikan Tia Butong Cup ini dan tentunya jangan lupa tetap menjunjung tinggi sportifitas,” pungkasnya. (ris/don)

Lomba Hatinya PKK Tingkat Nasional ,Desa Subur Masuk Lima Besar

Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos KUNJUNGI:TimPenilai Hatinya PKK tingkat Nasional kunjungi Desa Subur, Kec. Air Joman,Kabupaten Asahan.
Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
KUNJUNGI:TimPenilai Hatinya PKK tingkat Nasional kunjungi Desa Subur, Kec. Air Joman,Kabupaten Asahan.

ASAHAN-Tim Penilai Lomba Hatinya PKK tingkat Nasional mengunjungi Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Jalan Balai Desa Air Joman, Minggu (12/8). Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan diharapkan Desa Subur bisa lebih maju lagi setelah dikunjungi tim PKK tingkat Nasional.

“Artinya kunjungan diharapkan dapat menambah kualitas penilaian Desa Subur, sehingga bisa menjadi terbaik,”Kata Surya.

Dikatakan Surya, kunjungan tim penilai mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Desa Subur. Dimana kunjungan lebih menitikberatkan pada pemanfaatan halaman dan pekarangan dari setiap desa yang mengikutinya. Tim juga melihat secara langsung kreativitas masyarakat Desa Subur dalam memanfaatkan halaman dan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan, sayur sayuran, bumbu dapur dan tanaman obat keluarga.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Hatinya PKK Tingkat Nasional, Johan Susmono mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Subur yang telah memberikan sambutan yang cukup baik atas kehadiran pihaknya. “Saat ini kedatangan kami adalah untuk memverifikasi hal – hal yang terkait dalam laporan tentang Desa Subur yang telah dikirimkan kepada Tim Penilai,” kata Johan.

Menurut Johan, Desa Subur yang mewakili Propinsi Sumatera Utara telah masuk dalam rangking 5 Besar dari peserta lomba Hatinya PKK tingkat Nasional yang tinggal menyisakan wakil dari Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Tengah dan DIY dari 34 Provinsi di Indonesia.(omi/han).

Malam Puncak HUT ke-101 Tebingtinggi, Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

SAMBUTAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat memberikan sambutan pada malam puncak peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.
SAMBUTAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat memberikan sambutan pada malam puncak peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI-Malam puncak HUT ke-101 Kota Tebingtinggi menggelar hiburan rakyat dengan menghadirkan penampilan artis ibukota di Lapangan Merdeka, Jalan Sut Kota Tebingtinggi, Sabtu (11/8) malam. Hiburan rakyat inipun dihadiri ribuan pengunjung dari Hinterland seperti Rampah, Bandar Khalifah, Pagurawan dan Kuala Tanjung.

Hadir dalam acara puncak tersebut Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan, unsur pimpinan FKPD Kajari Muhammad Novel, Kapolres AKBP Sunadi, Wakil Ketua DPRD Hazly Ashari Hasibuan dan beberapa pimpinan OPD. Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan hiburan rakyat merupakan puncak dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan HUT ke-101 Kota Tebingtinggi.

Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi juga menyampaikan turut prihatin atas musibah gempa yang terjadi di Lombok dan Mataram. “Untuk itu Pemko Tebingtinggi dan berbagai elemen masyarakat berupaya memberikan bantuan dengan mengumpulkan dana dari berbagai dermawan, guna meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita disana,”bilang Umar.

Dikatakan Umar Zunaidi, aksi penggalangan dana merupakan semangat kebangsaan yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, saling membantu dan bergotong royong sebagai warisan dari pendahulu bangsa yang harus senantiasa dilestarikan, apalagi di tengah momen kta akan merayakan hari Kemerdekaan RI ke-73.

Wali Kota Umar Zunaidi pun langsung memimpin pembacaan doa bagi warga Lombok dan Mataram dan khususnya Tebingtinggi, agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemajuan dan perlindungan dari Allah, Indonesia semakin maju dan jaya jauh dari segala bencana. Puncak hiburan yang diawali penampilan dari Duo Bahar, dan diakhiri penampilan bersama Siti Badriah dengan tembang Syantik. (ian/han)

Diduga Korupsi, 4 Oknum Distan Padang Lawas Ditangkap

Tangkap-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polda Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Kementerian Pertanian pada Kamis (9/8). Sebanyak empat orang dari Dinas Pertanian Padang Lawas diamankan dalam OTT tersebut.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Saat ini, penyidik tengah melakukan pengembangan.

“Dua hari yang lalu. Hanya saja saya belum mengeksposenya karena direkturnya lagi bekerja. Yang diamankan, sekitar empat orang,” kata Paulus, Sabtu (11/8).

Dari informasi yang dihimpun, polisi mengamankan Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas berinisial AN. Selain itu turut diamankan tiga orang anggotanya, yakni Kabid Tanaman Pangan dan Horikultural Muhammad Hamzah Hasibuan, Kasi Produksi Dinas Pertanian Joni Prantanto Simanjuntak dan seorang staf bernama Aulia Rahman.

Dalam operasi ini, polisi dikabarkan menyita barang bukti total Rp 1,8 miliar, dalam bentuk uang tunai dan buku rekening.

Sementara itu, Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, sejauh ini kasus tersebut masih diserahkan proses hukumnya ke Polda Sumut.

Daniel mengatakan pihaknya belum berencana mengambil alih kasus tersebut ke Satgas Pangan Polri, karena penyidik setingkat Polda mampu menangani kasus korupsi itu.

Mengenai kasus di sektor pertanian, lanjutnya, Polri memang memberi perhatian terhadap potensi korupsi di sektor pangan ataupun sektor pertanian.

“Memang pernah dalam pembahasan (mengenai korupsi pertanian), karena ada hal yang menjadi pertanyaan-pertanyaan gitu. Mungkin, ini sebagai tindak lanjutnya,” ucap Daniel.

Dia menjelaskan, pengawasan dalam sektor pangan atau pertanian dilakukan di semua lini.

Beberapa di antaranya yang dia sebut adalah pengawasan dalam sektor penambahan lahan, pemberian subsidi pupuk, pemberian subsidi benih.

Dalam hal penanganan korupsi di sektor pertanian, tambah Daniel, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan membaga penegak hukum terkait seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan. “Secara rutin sih ada pembicaraan terus menerus dilakukan,” tegas Daniel.

Untuk diketahui, terkait OTT Dinas Pertanian Padang Lawas, diduga tindak pidana korupsi terkait dengan pemotongan dana bantuan kepada kelompok tani serta pembiayaan kegiatan fasilitas penerapan budidaya padi dan palawija di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018. (tan/jpnn)