Home Blog Page 6052

Ketum PSSI Siapkan Bonus Besar

Timnas U-16 Juara
Timnas U-16 Juara

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO – Ada keharuan yang tercipta dari kompetisi di Piala AFF U-16. Usaha anak-anak Timnas Indonesia membuahkan hasil manis dengan menjuarai turnamen tersebut.

Indonesia mengakhiri dahaga gelar dengan menjadi kampiun Piala AFF U-16. Bagi Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, prestasi ini sangat membanggakan untuk bangsa.

Edy Rahmayadi berharap status penguasa di kawasan Asia Tenggara ini akan menjadi motivasi mereka untuk terus berprestasi. Apalagi, selanjutnya, mereka akan menghadapi turnamen yang lebih besar yakni Piala AFC U-16. Turnamen ini akan digelar September nanti di Malaysia.

“Selamat kepada pemain dan tim pelatih. Hasil ini tentu sangat membanggakan. Namun, jangan cepat puas karena perjuangan pemain masih panjang. Semoga ini bisa memotivasi semua atlet Indonesia,” kata Edy Rahmayadi.

Edy juga mengaku menyiapkan bonus besar untuk skuat Timnas U-16 Indonesia. Menurut Edy, ada sekelompok pemain yang menjanjikan dan ke depan bakal menjadi embrio Timnas Indonesia. Karena itu, dia akan mengapresiasi pemain secara khusus. “Tentu nanti anak-anak yang sudah menyumbangkan prestasi ini akan diberikan bonus. Karena telah memberikan kado manis buat Hari Kemerdekaan,” katanya.

Meski tak menyebutkan nominal, jumlah bonus yang diberikan nilainya biasanya akan memuaskan. “Jumlahnya bonusnya pasti aman, sudah disiapkan. Saya nggak berani sebut, ini dipastikan memotivasi tim,” ucap sumber yang tak mau namanya ditulis tersebut.

Di level kelompok umur, biasanya tak ada bonus langsung berupa uang tunai. Bentuk bonus berupa beasiswa yang bisa menjamin pendidikan setiap pemain. Tapi, melihat isyarat bonus dari Edy dan kebiasaannya selama ini, bonus diyakini dalam bentuk uang tunai.

Sementara, Pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini ternyata sudah memiliki firasat Indonesia bakal memenangi laga adu penalti melawan Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Fakhri melihat, motivasi semangat dan kepercayaan diri pemainnya cukup bagus. Rasa tegang memang ada, tapi dia melihat ketegangan itu bisa tertutupi dengan motivasi dan kepercayaan diri pemain jelang adu tendangan 12 pas.

“Kami apresiasi anak-anak. Keberhasilan penalti ini karena anak-anak juga sering melatihnya,” katanya kepada para awak media, usai penyerahan Piala AFF. Pujian khusus ditujukan Fakhri kepada sosok Ernando Ary. Penjaga gawang skuat Garuda Asia tersebut menurutnya telah menunjukkan performa yang ciamik. Langkah Ernando, menurut Fakhri sangat menjanjikan saat masuk ke lapangan jelang adu penalti. “Kami yakin bahwa Ernando akan melaksanakan tugasnya dengan baik, karena pada saat memasuki lapangan, saat akan menjalankan tugasnya, dia terlihat bugar dan tidak terlihat tegang,” ungkapnya.

Menurut pengalaman Fakhri, sikap pemain jelang adu penalti, bisa memberikan gambaran bakal seperti apa penampilan dia. Eks kapten Timnas senior tersebut menganggap ini memang harinya Timnas U-16 dan harinya Ernando Ary.

Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 4-3 dalam drama adu penalti malam tadi. Adu tos-tosan harus dilakukan untuk menentukan pemenang setelah kedua negara bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit.

Bagi Indonesia, ini adalah gelar pertama mereka di turnamen ini. Sebelumnya, prestasi terbaik Garuda Asia hanya menjadi runner up di Piala AFF U-16. Saat itu, Indonesia kalah dari Malaysia juga lewat drama adu penalti.  (jpnn/amr/fajar)

Maxime dan Kenny: Cinta Remaja Tanpa Gombal

Foto: Dame/Sumut Pos SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).
Foto: Dame/Sumut Pos
SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, hadir di Kota Medan, mempromosikan film yang diadaptasi dari novel karya Erisca Febriani, terbit 2016.

“Ini film cinta remaja yang melibatkan gosip, hoax, dan bullying. Cerita tentang situasi yang dialami remaja masa kini, melibatkan bullying di medsos dan sekolahan,” ungkap Maxime dan Kenny, dalam meet and greet di Kota Medan, Sabtu (11/8) lalu.

Menurut Maxime, pemeran Gibran di Serendipity, perannya sangat menantang. Slengean, periang, banyak teman, dan mudah bergaul. “Ceritanya, saya murid baru yang juga youtuber yang populer. Saya berharap, penonton suka dengan interpretasi karakter Gibran yang saya perankan. Gibran ini sungguh karakter yang sangat asik,” bebernya.

Di novel terlihat sekilas, kisah utama akan berfokus pada Rani (Mawar Eva deJongh) dan Arkan (Kenny Austin), yang awalnya saling sayang, kemudian tidak saling menyapa satu sama lain. Namun di film yang disutradarai Indra Gunawan ini, ada plot yang berubah, dengan konflik yang diramu sedemikian rupa.

Menurut Maxime, meski ceritanya diadaptasi dari novel, adegan-adegannya mengalir natural tanpa terasa dipaksakan saat difilmkan. Kenny Austin, pemeran Arkan, mengatakan, meski film ini tentang roman remaja, tapi tidak ada rayuan gombal di sana. “Tidak ada aksi atau adegan lebay. Flow mengalir natural. Arkan sendiri di film ini karakternya pendiam dan rada cuek,” katanya.

Ia mengatakan, filmnya dikemas menghibur dan bisa ditonton semua umur. “Di film ini ada drama keluarga. Jadi enggak cuma cinta-cintaan atau bully. Banyak banget nilai yang bisa diambil,” ujar Kenny.

Tentang adegan bully di media sosial dan sekolah, keduanya sepakat mengatakan, kalau mau mem-bully, jangan sembunyi di balik akun palsu. “Kalau berani, hadapi satu lawan satu. Face to face,” kata Kenny tegas.

Poster film Serendipity yang disutradarai Indra Gunawan.

Film Serendipity berkisah tentang seorang gadis bernama Rani (Mawar Eva deJongh), yang menjadi seorang lady escort, demi kehidupan yang lebih baik. Apalagi ketika ayahnya wafat, Rani harus berjuang untuk hidupnya sendiri dan ibunya. Ia harus menjadi seorang lady escort untuk sebuah klub malam.

Namun, tidak ada yang tahu persis kisah Rani sebenarnya. Kisah tentang hidup Rani antara di sekolahnya dengan kehidupan di luar sekolah sangat berbeda. Bahkan Rani menjalin kasih dengan siswa di sekolahnya, Arkan.

Nasib sial menghampiri Rani. Arkan mengetahui apa yang dikerjakannya setelah pulang sekolah. Sebuah perbedaan persepsi, membuat Arkan memilih untuk meninggalkan Rani. Meskipun Rani tahu Arkan sangat membencinya, namun ada semacam ego yang posesif dari Rani. Baginya, Arkan seharusnya mendukung, hidupnya hanya untuk bertahan hidup.

Foto: Istimewa/Sumut Pos
SERENDIPITY: Dua bintang film Serendipity versi Indonesia, Maxime Bouttiere dan Kenny Austin, dalam meet and greet di Kota Medan, mempromosikan film Serendipity, Sabtu (11/8).

Di tengah kesendiriannya, Rani bertemu dengan anak baru bernama Gibran (Maxime). Kehidupan Rani semakin rumit, setelah Gibran merasa begitu dekat dengan Rani. Sementara itu, Arkan seperti masih menyimpan rasa pada Rani. Seperti apa kelanjutan hidup Rani setelah itu?

Sebelum diproduksi ke film, Serendipity sudah berhasil mencatatkan keberhasilan. Diproduksi hingga cetakan kelima, novel karya Erisca Febriani ini, atau terjual sebanyak 50 ribu eksemplar. Ketika penerbit mengalihkan media baca berbasis aplikasi webtoon, Serendipity dibaca lebih dari 12 juta pengguna.

Serendipity sudah tayang di bioskop-bioskop Medan, sejak Sabtu, 11 Agustus 2018. (mea)

Angkatan Darat-Laut-Udara Pun Tidak Cukup

Oleh: Dahlan Iskan

 

Kok seperti tidak aman lagi. Kok seperti tidak tenang lagi. Kok seperti tidak damai lagi.

Dunia ini.

Presiden Trump sedang memaksakan dibentuknya Angkatan Luar Angkasa. Di Amerika. Di luar angkatan darat, laut dan udara. Panglimanya juga harus jendral bintang empat.

Pentagon heboh: diterima atau ditolak. Terjadi pro-kontra. Mayoritas jendral menolak. Mengapa tidak menjadi bagian dari AU saja. Ini hanya akan memperlemah angkatan yang ada.

Tentu Trump tidak peduli. Ia tidak perlu persetujuan kementerian pertahanan. Ia sudah mengajukan usulan itu ke DPR. Tahun depan sudah harus disetujui.

Harus diakui Trump sangat kreatif. Dunia memang punya tantangan baru: di luar bumi.

Di luar angkasa. Diperlukan angkatan di atas angkatan udara. Siapa tahu Trump juga perlu membentuk angkatan perut bumi. Yang tidak terjangkau oleh angkatan darat.

Jangan-jangan stars war benar-benar akan terjadi.

Alasan Trump: siapa yang mengamankan kepentingan Amerika di angkasa luar.

Bumi tidak bisa lagi menghidupi keperluan penghuninya. Terutama keperluan untuk bikin instagram. Juga keperluan untuk membangun sentimen kesukuan model baru: grup WA.

Atau juga keperluan untuk memamerkan celana dalam: di i-Cloud.

Semua perlu satelit. Yang bisa menjadi tali bumi. Bersaing dengan tali bumi lambangnya NU.

Angkasa luar perlu dikapling-kapling. Satelitnya siapa di kapling nomor berapa. Sudah perlu ada real estate satelit di sana. Negara kaya tidak mau dapat kapling RSS. Harus ada penguasa luar angkasa.

Bisa saja saling rebut kapling. Di masa depan. Yang tidak lama lagi. Ketika setiap makan di kantin pun ada pemandangan ini: makanannya difoto dulu.  Sebelum disendok. Di upload dulu. Sebelum dilahap.

Sekarang ini sudah ada 4.600 satelit di atas sana. Yang terbanyak milik Amerika: 568 satelit. Tiongkok nomor dua: 177. Rusia sudah turun ke  nomor tiga: 133.

Indonesia saja sudah punya 17. Sejak Palapa 1 di zaman Pak Harto dulu.

Maka kalau caviar saja sudah menjadi obyek perang dagang. Mengapa sepenting satelit tidak.  Ide Trump itu memang masuk akal –setidaknya akalnya sendiri.

Idul Adha 1439 H Jatuh pada 22 Agustus

Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Rukyatul Hilal: Assisten Administrasi Umun dan Aset, Zonny Waldi, S. Sos, M.M bacakan sambutan Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Utara, Drs. Eko Subowo, MBA dalam acara Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1439 H, di Anjungan lt. 9 Kantor Gubsu, Sabtu (11/8).
Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
Rukyatul Hilal: Assisten Administrasi Umun dan Aset, Zonny Waldi, S. Sos, M.M bacakan sambutan Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Utara, Drs. Eko Subowo, MBA dalam acara Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1439 H, di Anjungan lt. 9 Kantor Gubsu, Sabtu (11/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama selesai menggelar sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1439 H. Hasilnya, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 22 Agustus 2018.

“Kita telah putuskan berdasarkan sidang isbat, bulan Zulkaidah tahun 1439 H, kita sempurnakan dengan cara istiqmal jadi 30 hari, maka malam ini tanggal 30 Zulkaidah. Sehingga 1 Zulhijah tahun 1439 H jatuh pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018, dan tanggal 10 Zulhijah tahun 1439 H yakni Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin saat konferensi pers di Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Dalam penentuan awal Zulhijah ini, Kemenag menaruh pelaku pemantau hilal di 92 titik di seluruh Indonesia. 29 orang itu mengatakan hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

“Dari 29 (orang) tidak satupun menyaksikan hilal,” ujarnya.

Dia berharap keputusan ini menjadi berkah bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Kemenag pun mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha bagi seluruh umat muslim.

“Mudah-mudahan keputusan ini berkah, dan sekali lagi mewakili Menag, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pda hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018, maka atas nama pemerintah kami menyampaikan selamat memasuki bulan Zulhijah dan menyabut Idul Adha 1439 H,” tutur dia. (dtc)

Gempa 3,9 SR Guncang Nias Barat

Seismograf, alat monitoring gempa bumi-Ilustrasi.
Seismograf, alat monitoring gempa bumi-Ilustrasi.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebagian masyarakat Sirombu Nias Barat dikejutkan dengan adanya goncangan gempabumi magnitudo 3,9, yang mengguncang Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Sabtu (11/8/2018) pukul 15.39.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli Djati Cipto Kuncoro, pusat gempa terdeteksi di koordinat 0.78 LU dan 97.52 BT. Gempa Bumi terjadi di laut yang jaraknya 22 km arah tenggara Kota Sirombu, Nias Barat, dengan kedalaman 28 kilometer.

“Informasi yang kita himpun, warga di dekat lokasi yang merasakan gempa,” kata Djati. Atas gempa ini, Djati mengimbau warga tetap tenang. BMKG Gunungsitoli terus melakukan monitoring terkait aktivitas kegempaan.

Ia juga mengimbau warga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat atau BMKG Gunungsitoli. Seorang warga Nias, Filifo Daeli, mengaku merasakan getaran gempa sebentar. “Tadi bergoyang sedikit, tak lama, cuma sebentar,” kata dia.

Plt. Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Fajar Dwi Prasetyo, ST, dalam rilisnya mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Sirombu Nias Barat berkisar I Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau antara I – II MMI.

“Dilihat dari parameter gempabumi, diketahui bahwa gempabumi ini termasuk gempabumi dangkal dengan mekanisme sumber gempanya merupakan sesar naik dan hal ini dapat disimpulkan gempabumi ini diduga diakibatkan adanya aktivitas subduksi di Pantai Barat Sumatera,” kata Fajar.

Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano).

Historis gempabumi merusak yang pernah terjadi berdekatan pada lokasi tersebut yaitu Gempabumi pada Tanggal 02 Juni 2016 dengan magnitude 6.5 SR. Sebanyak 3 orang luka berat, 13 orang luka ringan dan ratusan rumah rusak di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sehubungan dengan kejadian gempabumi disekitar Nias Barat, masyarakat khususnya di sekitar Sirombu dihimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempabumi setiap saat dapat terjadi. (rel/net)

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

 

Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno.

 

Tafsir 1:

Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi.

Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang.

Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara.

Itu mirip dengan posisi Pak SBY. Di periode kedua. Yang memilih Pak Budiono. Sebagai cawapres: tua, nurut, tidak mbantahan, tidak menjadi matahari kembar, tidak punya potensi menjadi presiden berikutnya.

Dengan pasangan seperti itu Pak Jokowi berharap bisa jadi satu-satunya matahari.

Pertanyaan: benarkah Kyai  Ma’ruf Amin tidak mengurangi suara Jokowi?

Bagaimana dengan banyaknya  Ahoker yang bukan Jokower?  Tentu mereka kecewa. Kyai Ma’ruf Amin adalah tokoh yang membuat Ahok masuk penjara.

Sebaliknya sebagai tokoh sentral 212 bisa jadi Kyai Ma’ruf menambah suara. Dari kalangan Islam. Meski sejak awal tagline 212 adalah ganti presiden.

Tinggal hitung-hitungan. Lebih banyak Ahoker yang kecewa atau 212 yang batal ganti presiden.

Prabowo juga percaya diri. Tidak ambil ulama. Justru ambil anak muda. Tidak takut 212 lari ke sana.

 

Tasfir 2:

Jokowi tidak menyiapkan calon presiden periode berikutnya. Tidak bisa dipungkiri. Posisi wakil presidennya Jokowi nanti punya potensi jadi the next presiden.

Mestinya Jokowi memilih wakil yang khusus: yang bisa diharapkan menjadi the next yang kapabel.

Kalau kelak Jokowi yang terpilih terulanglah sejarah: persaingan lima tahun berikutnya sangat terbuka. Untuk siapa saja.

Kalau kelak Prabowo yang terpilih ada dua kemungkinan: Prabowo maju lagi. Atau Sandi yang ditampilkan.

 

Tafsir 3:

Partai koalisi Jokowilah yang tidak mau ada orang kuat. Di sebelah Jokowi. Bisa merepotkan Jokowi. Dan menghambat partai-partai itu. Itulah sebabnya orang seperti pak Mahfud terpental. Di detik terakhir.

Sebaliknya Prabowo bisa di atas partai-partai pendukungnya. Dengan tidak menggandeng ulama. Termasuk ulama yang diusulkan PKS.

Kini rasanya lebih seimbang.

Kebetulan saya kenal dua calon Wapres ini.

Dengan Kyai Ma’ruf Amin saya kenal sejak tahun 1990-an. Ketika Gus Dur minta saya menyelamatkan Bank Nusumma. Milik NU. Setelah bank itu ditinggal bangkrut Bank Summa. Milik pengusaha Edward Soeryajaya.

Mula-mula Gus Dur minta saya menaruh uang di Nusumma. Lalu menjadi pemegang saham mayoritas. Lantas menjadi direktur utama.

Permintaan terakhir itu saya sanggupi. Asal Gus Dur sendiri yang menjadi komisaris utamanya.

Jadilah saya Dirut Nusumma. Gus Dur preskomnya. Kyai Ma’ruf Amin komisarisnya. Sampai beberapa tahun kemudian. Sampai menjelang Gus Dur jadi presiden.

Menjelang Pak Harto jatuh Gus Dur minta saya menyerahkan kembali saham itu. Untuk diberikan ke Edward lagi. Dibayar dengan cek. Yang ditandatangani oleh Edward sendiri. Di depan saya.

Sampai sekarang cek itu masih ada. Tidak bisa diuangkan. Kosong.

Jokowi Peluang Kuasai Sumut

DAFTAR: Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat mendaftar sebagai Capres dan Cawapres 2019-2024 ke KPU, Jumat (10/8). Pada Pilpres kali ini, Jokowi dan Prabowo kembali head to head merebut suara rakyat.
DAFTAR: Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat mendaftar sebagai Capres dan Cawapres 2019-2024 ke KPU, Jumat (10/8). Pada Pilpres kali ini, Jokowi dan Prabowo kembali head to head merebut suara rakyat.

Kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 sudah menghasilkan dua wajah pasang bakal calon yang akan bertarung. Head to head Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan berlangsung kali kedua. Pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi unggul di Sumatera Utara. Untuk Pilpres 2019 mendatang, akankah keunggulan serupa dapat diraih sang petahana?

MENYIKAPI pertarungan Jokowi vs Prabowo jilid II ini, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutarto meyakini Jokowi akan kembali memperoleh kemenangan suara rakyat di Sumut. Kemenangan itu faktor ketokohan Ma’ruf Amin sebagai Ketua MUI sekaligus tokoh ormas NU.

arena itu, komunikasi antara partai pengusung di daerah juga akan dilakukan guna menguatkan koalisi dengan Golkar, PPP, Hanura, PKB, Nasdem, PKPI dan partai lainnya.

“Dinamika soal kesatuan, ideologi, realitas, fragmentasi hingga menguatnya politik identitas selama ini, bisa mendapat titik temu. Figur antara Ulama dan Umaro akan bisa mengayomi seluruh masyarakat,” sebut Sutarto

Menurutnya, selama ini politik identitas sudah cukup menguras tenaga dan pikiran karena dampaknya mengarah kepada perpecahan. Sehingga dengan pilihan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, persaingan diprediksi akan lebih lembut dan sejuk. Mengingat isu anti ulama secara otomatis terbantahkan.

Selain itu, optimisme perolehan kemenangan di Sumut untuk koalisi Jokowi-Ma’ruf juga diukur dari partai koalisi. Walaupun pada Pilgub lalu pihaknya harus mengakui kemenangan kubu lawan, namun di Pilpres punya nuansa berbeda. “Kalau kemarin kan koalisinya berbeda, termasuk politik identitas masih terasa di Sumut. Sekarang partai pengusung pilpres beda dengan Pilkada. Sehingga bagi kita, Pilgub sudah selesai,” sebutnya.

Untuk itu pihaknya akan mengambil langkah penguatan bersama partially politik lain, dengan menjalin komunikasi dan konsolidasi untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf. “Kita akan munculkan wacana bagaimana bekerja untuk Indonesia, bukan politik identitas,” pungkasnya.

Sandiaga Raup Pemilih Milenial
Sementara itu, keputusan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya, dinilai langkah positif. Sosok mantan Wagub DKI itu dinilai mampu meningkatkan suara kaum milineal pada galeran Pilpres mendatang. “Menurut kami ini adalah pilihan terbaik dan ideal,” kata Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir menjawab Sumut Pos, Jumat (10/8).

Menurutnya, koalisi yang dibangun Gerindra, PAN dan PKS sudah melalui diskusi panjang dan matang. Terlebih sebelum deklarasi yang disampaikan Prabowo dengan memilih tandem Sandiaga. “Dari awal ketiga parpol koalisi kan sudah sepakat bahwa Pak Prabowo sebagai capres yang diusung.

Namun untuk nama cawapres, dari diskusi panjang seluruh partai koalisi nama Sandiaga menurut kami sudah bagus dan positif (dipilih), termasuk Partai Demokrat yang akhirnya kembali bergabung. Ini pula yang Alhamdulillah dapat menjadi jalan tengah bagi bangsa kita ke depan,” katanya.

Duet Prabowo-Sandiaga ini, sambung Yahdi yang akan mereka perjuangkan menuju istana pada Pilpres 2019. Seluruh kader, pengurus dan simpatisan kata dia akan siap habis-habisan meraih simpati rakyat seluruh pelosok nusantara.

“Kami kebetulan baru selesai rakernas tadi malam (Jumat), dan deklarasi capres juga disampaikan tengah malam. Saya pikir secepat mungkin konsolidasi akan kita bangun untuk memenangkan keduanya,” ujarnya yang turut mengantarkan Prabowo-Sandi mendaftar ke KPU.

Yahdi juga menilai, figur kedua kandidat cukup berpengaruh di masyarakat. Tinggal ke depan bagaimana strategi yang digunakan dalam hal mendongkrak perolehan suara. “Kami yakin Sandiaga Uno mampu untuk itu. Beliau adalah sosok yang sejuk, tenang dan cerdas. Apalagi bagi kalangan ibu-ibu sukanya tokoh muda seperti Pak Sandi. Kemudian program-program beliau juga sudah terbukti saat memimpin DKI bersama Pak Anies Baswedan,” katanya.

Hal lainnya disebut Yahdi, sosok Sandiaga Solahuddin Uno juga diharapkan mampu menggaet suara dari kamu milineal. Sebab diprediksi pada 2019 potensi pemilih pemuda cukup besar dalam daftar pemilih tetap (DPT). “Jadi memang pertarungan kedua kandidat ini akan berlangsung seru dan ketat.

Sebab kali ini cawapresnya menghadirkan sosok baru dan lebih fresh. Terutama Sandiaga Uno yang masih muda bisa menjadi nilai tambah bagi pasangan ini untuk meraih suara dari kaum muda,” pungkasnya.

Ketua Bidang Polhukam DPW PKS Sumut, Zulfikar mengatakan, mesin partai akan tancap gas untuk menyosialisasikan pasangan Prabowo-Sandi kepada masyarakat di Sumut, agar tujuan merebut kekuasaan secara konstitusi mampu diwujudkan. “Mesin partai tentu akan bergerak usai pendaftaran diri pasangan ini ke KPU. Dan kami Sumut siap memenangkan keduanya dengan seluruh jaringan yang ada,” katanya.

Ia berpandangan, pilihan Prabowo dengan menunjuk Sandiaga sebagai cawapresnya adalah keputusan brilian. Meski secara ideal, partai koalisi seperti PKS mengharapkan ada kadernya yang dipilih ketum Gerindra tersebut. “Itukan harapan ideal maunya kader kita yang dipilih. Tapi dalam situasi dan kondisi yang ada, saya pikir hal tersebut sudah menjadi kesepakatan koalisi. Kita hormati itu dan siap mendukung untuk pemenangan,” katanya.

Pihaknya optimistis sosok Sandiaga akan mampu mendongkrak suara dari kalangan milineal. Di satu sisi secara pribadi ia melihat, persaingan kedua kandidat menuju istana akan lebih ketat. “Paling tidak dengan beda tandem ini tentunya struk-struk pasar sebelumnya bisa berpindah, dengan posisi Sandiaga Uno bisa mendapat simpati dari pemilih pemula (milineal). Menurut kita persaingan nantinya akan lebih berkelas dan bergengsi,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Partai Gerindra Sumut, Robert Lumbantobing. Katanya, kompetisi dua kandidat di pilpres nanti bakal berlangsung lebih seru ketimbang edisi sebelumnya.

Mengenai sosok Sandiaga juga hemat dia, akan mampu meningkatkan partisipasi kaum muda untuk menggunakan hak politiknya. “Letak perbedaan saya kira ada di situ (kaum milineal). Kita berharap sosok Sandi bisa memengaruhi kamu muda untuk berkontribusi di pilpres nanti. Apalagi jumlahnya saat ini tergolong besar dan berpotensi untuk direbut,” katanya.

Perjalanan panjang koalisi pihaknya bersama PKS dan PAN sebelum menjatuhkan keputusan pada diri Sandi, kata dia adalah jawaban dan menjadi win-win solution bagi semua pihak. “Seperti yang disampaikan Pak Prabowo bahwa ini adalah jalan tengah.

Karena sebelumnya dari hasil ijtimak ulama muncul dua nama, yakni UAS dan Salim Segaf Aljufri. Tapi di perjalanan UAS menolak karena ingin fokus berdakwah. Gak mungkin juga Pak Salim mengingat PAN berada di gerbong koalisi.

Tentu kan ini menjadi pertimbangan Pak Prabowo. Makanya diputuskanlah jalan tengah yang bukan orang partai yang bisa diterima, yaitu Sandiaga Uno,” paparnya seraya menyebut pihaknya segera memanaskan mesin partai untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

Sementara, pengamat politik dan pemerintahan dari UMSU Rio Affandi Siregar menyebutkan, pilihan Jokowi menggandeng KH Ma’ruf Amin merupakan jalan tengah dan cerdas di tengah kondisi dinamika bangsa sedang memanas. Apalagi katanya, Presiden RI itu mengetahui, bahwa partai koalisi punya banyak nama untuk bisa dipilih, namun justru sosok ulama non partai sebagai tokog pendampingnya.

“Kalau dilihat dari dinamika belakangan ini pasca Pilkada DKI, kondisi politik semakin memanas antara kubu pemerintah dengan oposisi. Bahkan ini seperti antiklimaks dari wacana politik identitas yang terbangun selama ini. Akhirnya kandas setelah Jokowi mengambil langkah ‘curi start’,” sebut Rio.

Sementara dari kubu oposisi dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, menurutnya menjadi pilihan berat mengingat figuritas Wakil Gubernur DKI itu kurang begitu kuat baik untuk basis maupun popularitas. Selain itu, partai koalisi selain Gerindra, baik PKS, PAN maupun Demokrat menurutnya juga punya tokoh yang dapat disandingkan dan bisa menambah kekuatan.

“Kita tahu Sandiaga Uno itu kan bisa dibilang dari partai yang sama. Makanya banyak yang bertanya, kenapa pilihan Prabowo justru jatuh kepada sosok Sandiaga. Mengingat pada beberapa bulan belakangan, isu Ulama menjadi topik pembicaraan utama dan sempat menguat sebagai rival berat bagi Jokowi dan pasangannya sebelum deklarasi,” kata Rio.

Meskipun begitu Sandiaga kata Rio, punya pengalaman membangun kemandirian ekonomi.

ilai jual sebagian kelompok muda, yang bisa saja menjual naif pemilih muda dan pemula. Begitu juga sosok yang dapat dinilai enerjik, sehingga diharapkan seorang Wakil Presiden bukan hanya pelengkap yang tidak punya banyak peran.

“Sayangnya walaupun Sandiaga Uno pengalaman membangun kemandirian ekonomi, untuk Pilpres bukan itu saja yang ditawarkan. Tetapi apakah seorang calon dicintai rakyat atau tidak. Sebab perlu diingat, lawan Prabowo ini petahana,” katanya. (bal/prn)

Ma’ruf Bahas Ekonomi Umat, Prabowo Berantas Kemiskinan

JAKARTA – Dua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden telah mendaftar ke KPU pada Jumat (10/8). Kedua pasangan itu adalah pasangan Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Usai mendaftar, Ma’ruf, Prabowo, dan Sandiaga menyampaikan persoalan krusial yang akan menjadi fokus mereka jika terpilih. Ma’ruf membahas isu radikalisme dan ekonomi umat. Sementara Prabowo-Sandi memilih memberantas kemiskinan.

Cawapres KH Ma’ruf Amin membahas sejumlah persoalan krusial

dalam kunjungannya ke Kantor DPP Golkar, Jumat (10/8). Di sana, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu membahas isu kelompok radikal dan terorisme yang dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat.

Menurut Ma’ruf penting untuk menjaga dan menyelesaikan persoalan bangsa agar NKRI tetap terjaga. “Kami juga berdiskusi bagaimana menjaga keutuhan bangsa supaya nggak terganggu oleh berbagai provokasi, kelompok radikal, terorisme dan orang-orang yang nggak punya komitmen kebangsaan,” ujar Ma’ruf di kawasan Jalan Anggrek Nelli, Jakarta Barat, Jumat (10/8).

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf juga mendiskusikan ekonomi umat, yang menurutnya bisa membawa masyarakat sejahtera. “Kita bangun ekonomi bangsa supaya nggak ada kesenjangan antar bagian bangsa, jadi kalau ada perbedaan sedikit aja, jangan senjang,” ucap Ma’ruf.

Ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) ini pun bersyukur telah mendaftar sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019. “Setelah saya ditetapkan cawapres dan didaftarkan di KPU, saya bersyukur bisa silaturahim ke Partai Golkar,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto serta sejumlah pengurus DPP Partai Golkar.

Presiden Jokowi sendiri tidak menyampaikan fokus-fokus programnya jika terpilih kembali menjadi Presiden periode kedua. Selama ini, Presiden fokus membangun infrastruktur di tanah air, mulai pembangunan bandara, jalan tol, pelabuhan, kereta api, dan masih banyak lagi. Tetapi mulai tahun 2019, Presiden dan menteri-menterinya akan fokus membangun Sumber Daya Manusia.

Berantas Kemiskinan
Sementara Calon Presiden yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat, Prabowo Subianto menyatakan ingin berjuang memberantas kemiskinan di Indonesia.

“Kami ingin berkuasa untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia. Kami ingin berbakti sehingga tidak ada orang yang lapar di Indonesia. Tidak boleh ada orang miskin di Indonesia,” kata Prabowo saat berpidato usai mendaftar bersama cawapresnya, Sandiaga Uno, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ia menambahkan, majunya dia dan Sandiaga merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk rakyat dan negara. “Kami berjuang untuk NKRI, untuk Indonesia. Kami berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia apapun agamanya apapun sukunya, apapun kelompok etnisnya, apapun rasnya,” ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa dia ingin berkuasa atas izin rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak berlaku adil dan tidak berbuat curang dalam Pemilu 2019 nanti. Ia menambahkan, apa pun hasil pemungutan suara harus dihormati oleh para kandidat.

Senada, Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno menyebut dirinya dan bakal capres Prabowo Subianto akan mengusung program kerja yang berfokus pada pembangunan ekonomi.

Fokus tersebut, kata Sandiaga, berangkat dari harapan sejumlah partai yang ingin menghadirkan pemerintahan yang kuat dan kemandirian ekonomi, khususnya stabilitas harga.

“Kami fokus ke ekonomi yang menciptakan lapangan kerja,” kata Sandiaga usai mendaftarkan diri sebagai cawapres, di gedung KPU.

Sandiaga mengatakan, dirinya sering turun langsung ke masyarakat. Ia mendengarkan aspirasi warga yang ingin harga bahan pokok menjadi isu utama yang digarap pemimpin Indonesia selanjutnya. “Maka itu kami fokus dalam ekonomi. Kita akan buka lapangan kerja seluas-luasnya dan juga kita ingin harga stabil dan terjangkau, khususnya untuk ibu-ibu,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Sandiaga, tak menutup kemungkinan program Ok Oce yang telah dirinya usung di Pemerintahan DKI Jakarta akan dijadikan program nasional. Rencana tersebut, menurut Sandiaga, sebelumnya juga telah itu didiskusikan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Ok Oce saya sudah diskusi dengan Bapak Gubernur Anies, dan itu akan direpresentasikan di nasional,” tutur Sandi. “Kami akan bangun kewirausahaan yang luas, kalangan muda dan kalangan emak-emak,” kata dia.

Di pihak lain, Partai Demokrat yang sempat menolak Sandiaga Uno sebagai Cawapres Prabowo, akhirnya melunak. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan partainya memutuskan mengusung pasangan Prabowo –Sandiaga, lantaran yakin pasangan tersebut akan menang melawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hal itu disampaikan Hinca saat ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta, Jumat (10/8/2018). “(Karena) yakin menang. Saya yakin pak Prabowo dan Sandiaga Uno punya kemampuan yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini. Apalagi Pak Prabowo punya pengalaman. Belajar dari pengalaman itu,” kata Hinca.

Ia menambahkan, faktor lain adalah bergabungnya Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam tim kampanye nantinya akan menambah kekuatan. Saat ditanya apakah Demokrat tidak merasa kecewa dan rugi sebab Sandiaga merupakan representasi Gerindra, Hinca menjawab partainya tidak kecewa.

“Enggak apa-apa. Karena kan statement kami bahwa Prabowo sebagai calon presiden dan dia kami serahkan kewenangan penuh untuk memilih cawapres,” lanjut Hinca.

SBY sebelumnya membangun komunikasi dengan Jokowi. Pertemuan dilakukan berkali-kali membahas rencana koalisi. Namun, SBY merasa ada hambatan bagi Demokrat merealisasikan koalisi. Akhirnya, SBY menjajaki koalisi dengan kubu Prabowo.

Partai Demokrat belum ikut dalam deklarasi semalam, karena belum mengambil keputusan. Sempat terjadi dinamika karena isu bahwa Prabowo memilih Sandiaga Uno berdasarkan politik transaksional. Isu ini dihembuskan Wasekjen Demokrat Andi Arief. (rdw/JPC/kps/net)

Target 1.412,7 Kilometer Tol Beroperasi

JAKARTA – Sejumlah proyek jalan tol terus dikebut penyelesaiannya agar dapat rampung tepat waktu. Hingga akhir 2019 mendatang, pemerintah menargetkan dapat menyelesaikan jalan tol sepanjang 1.412,7 kilometer.

Dari panjang jalan tol tersebut, 810,95 kilometer di antaranya ditargetkan selesai dan beroperasi hingga akhir tahun 2018. Sementara sisanya, sepanjang 568,8 kilometer ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2019.

Kehadiran jalan tol diyakini akan menjadi salah satu solusi untuk mempersingkat waktu tempuh dan memudahkan proses distribusi barang dan jasa, serta masyarakat. Diharapkan, harga kebutuhan logistik pun dapat ditekan seiring dengan semakin lancarnya proses distribusi. (kps/net)

Jamaah Diimbau Hemat Energi

MAKKAH – Prosesi puncak haji berupa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina) akan berlangsung sekitar dua pekan lagi. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Endang Jumali meminta kepada seluruh jamaah calon haji untuk tetap menjaga kesehatan dan menghemat energi.

“Jangan sampai energi kita terkuras untuk melakukan sunnah, sementara rukun dan wajib haji belum kita lalui,” ujar Endang seperti dilansir dari laman www.kemenag.go.id, Jumat (10/8).

Menurut Endang, pihaknya akan terus mengimbau 170 ribu jamaah yang kini sudah berada di Makkah untuk mengefektifkan energi yang dimiliki. “Kepada jamaah yang baru datang dan akan melaksanakan tawaf qudum (tawaf kedatangan), dimohon tidak berbarengan dengan waktu salat,” tegas Endang.

Sementara itu, Kementerian Agama juga mulai memperketat pengawasan layanan. Pengawasan layanan tersebut diantaranya layanan katering dan transportasi bagi jemaah calon haji. Pasalnya, menurut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, masing-masing penyedia juga melayani jumlah jamaah yang semakin besar setiap harinya.

“Pada fase puncak ini kita harus perketat pengawasan karena masing-masing penyedia melayani jemaah dengan jumlah tambah besar, sehingga pekerjaan jauh lebih berat lagi,” ujar Sri Ilham.

Ia mencontohkan katering. Kata Sri, pada awalnya hanya melayani sepertiga kapasitas, namun sekarang penuh. “Dari yang awalnya mereka menyiapkan setelah Subuh, sekarang lebih awal menjadi tengah malam,” ucapnya.

Menurut Sri, tekhnik memasak sayuran menjadi penting, mengingat mudah basi. Selain itu, pihaknya juga terus mengingatkan jemaah calon haji agar makan tepat waktu.

“Kita beri edaran ke jemaah agar makan tepat waktu dan juga ke penyedia katering agar menyajikan makanan yang tidak mudah basi. Kita minta kepada katering hindari sayuran yang rentan basi misalnya buncis, sekali lagi pada saat peak season ini kita harus ekstra hati-hati,” papar Sri.

//6 Pasutri dari Dairi Tunaikan Ibadah Haji
Sementara Jumat (10/8) kemarin, sebanyak 18 calon haji asal Kabupaten Dairi yang tergabung dalam Kloter 19 sudah memasuki Asrama Haji Medan. Dari ke-18 jamaah calon haji ini, 12 diantaranya merupakan pasangan suami istri (6 pasutri).

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Saidup Kudadiri, kepada wartawan di Asrama Haji Medan, Jumat (10/8). Menurutnya, mayoritas jamaah calhaj Dairi ini bekerja sebagai petani, dan selebihnya adalah PNS dan pedagang.

“Hal yang unik lainnya adalah, keberangkatan jamaah calhaj Kabupaten Dairi ke Asrama Haji diiringi lantunan shalawat yang dibawakan oleh Grup Marhaban yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Dairi,” katanya.

Saidup juga mengatakan, sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Medan, jamaah Dairi ditepung tawari di Pendopo Pemkab Dairi yang dihadiri Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi. Saidup berpesan kepada 18 calhaj Dairi, agar mempersiapkan diri selama menunaikan ibadah haji, hingga proses pemulangan ke Tanah Air berjalan lancar.

“Sangat beruntunglah jamaah haji karena sekian banyak yang menunggu hanya bapak dan ibulah yang dipanggil Allah SWT, menunaikan Ibadah Haji pada tahun ini. Oleh karena itu, syukurilah dan persiapkan diri dengan sebaik mungkin agar dapat maksimal menunaikan ibadah di tanah suci nantinya,” ujarnya.

Selain itu katanya, tidak hanya kesiapan jasmani, para calon jemaah haji juga diingatkan untuk meningkatkan kesabaran dan ketaqwaan kepada Allah SWT. (man)