Home Blog Page 6053

14 Adegan Reka Ulang KM Sinar Bangun

rekonstruksi: Ditreskrimum Polda Sumut menggelar rekonstruksi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (10/8) siang.
rekonstruksi:
Ditreskrimum Polda Sumut menggelar rekonstruksi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (10/8) siang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut menggelar rekonstruksi (reka ulang) tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (10/8) sekira pukul 14.00 WIB.

Rekontruksi yang diperankan para tersangka dan peran pengganti tersebut, menghadirkan nahkoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun.

Dipimpin Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Utara AKBP Maringan Simanjuntak, disaksikan Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Sumatera Utara, serta Tim Kejari Samosir, dan kuasa hukum para tersangka, rekonstruksi dilakukan sebanyak 14 adegan.

Selama gelaran rekonstruksi, mendapat pengawalan ketat dari Personel Polres Samosir yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Samosir Kompol B Naibaho SSos, serta para pejabat teras Polres Samosir dan Polres Simalungun.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Maringan Simanjuntak memberikan apresiasi terhadap Polres Samosir yang melakukan tupoksinya selama gelaran rekonstruksi.

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni lalu, memakan korban 3 tewas, dan ratusan tenggelama bersama kapal.

Hasil penyelidikan polisi, kapal tenggelama karena cuaca ekstrim dipadu muatan kapal yang melebihi kapasitas yang diperbolehkan. Menurut para saksi, kapal mengangkut 80-an sepeda motor, dan ratusan penumpang. Di antaranya warga lokal dan para turis lokal yang ingin mengisi libur lebaran. (spg/han)

Dua Korban Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan

Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos MENGAPUNG: Jasad Maulidia saat ditemukan warga di bawah jembatan Status Quotes, Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Pulau Rakyat.
Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
MENGAPUNG: Jasad Maulidia saat ditemukan warga di bawah jembatan Status Quotes, Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Pulau Rakyat.

ASAHAN-Lagi, satu per satu dari empat korban hanyut di Sungai Asahan, ditemukan sudah tak bernyawa lagi.

Jumat (10/8) pukul 00.30 WIB, warga menemukan sesosok mayat wanita dengan kondisi terapung di bawah jembatan Status quo Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Pulau Rakyat.

Belakangan diketahui, mayat wanita tersebut adalah salah satu korban hanyut di Sungai Asahan bernama Maulidia Batubara (21) warga Tembung, yang hanyut di pemandian wisata alam Bedeng Dusun III, Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan.

Kapolsek Bandar Pulau, AKP Viktor Simanjuntak mengatakan, setelah dievakuasi, jasad korban dibawah ke Puskesmas Pulau Rakyat. Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada keluarga.”Polsek Bandar Pulau berterimakasih kepada warga yang telah membantu kami dalam pencarian para korban yang hanyut,”kata Viktor.

Sampai dengan hari ini, tim gabungan BPBD Asahan dan Basarnas telah menemukan 2 dari 4 korban hanyut.Sebelumnya, Kamis (9/8) pukul 22.30 WIB, tim menemukan jasad Maya Fadila Daulay di Sungai Asahan, sekitar Lubuk Tuangan. (omi/han)

Wali Kota Ziarah ke TMP Bukit Barisan

TABUR: HT Dzulmi Eldin menaburkan bunga pada satu makam saat berziarah ke TMP Bukit Barisan, Jumat (10/8).
TABUR: HT Dzulmi Eldin menaburkan bunga pada satu makam saat berziarah ke TMP Bukit Barisan, Jumat (10/8).

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (10/8). Ziarah dilakukan bersama sejumlah pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) lingkup Pemko Medan, dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional 2018.

Sebelum ziarah dilakukan, sejumlah prosesi pun dilakukan. Diawali dengan penghormatan terhadap arwah para pahlawan yang dipimpin langsung Eldin, sebagai pimpinan ziarah. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, serta ditutup dengan pembacaan doa.

Setelah itu, Eldin yang didampingi Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, sejumlah pimpinan OPD, seperti Kepala BKD dan SDM Lahum Lubis, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sulaiman, Kabag Humas Ridho Nasution, Kabag Tata Pemerintahan Syahrul Rambe, Kabag Sosial dan Pendidikan Ahmad Raja, beserta seluruh jajaran camat, melakukan penaburan bunga.

Makam mantan Wali Kota Medan Periode 1 April 1980-3 Maret 1990 H Agus Salim Rangkuti, yang pertama diziarahi Eldin. Selain menaburkan bunga di atas pusara, juga diikuti dengan pembacaan doa. Setelah itu, dilanjutkan dengan penaburan bunga di makam seorang veteran HM Rizan.

Kemudian Eldin menziarahi, sekaligus menaburkan bunga, di makam mantan Gubernur Sumut Periode 1988-1998 Raja Inal Siregar. Lalu diteruskan dengan menziarahi dan menaburkan bunga di makam mantan Wali Kota Medan Periode 3 Juli 1974-31 Maret 1980, yakni AM Saleh Arifin. Sedangkan yang terakhir kali diziarahi, yakni makam seorang veteran A Rachman Ishaq.

Usai ziarah, Eldin mengatakan, pelaksanaan ziarah, tabur bunga, dan pembacaan doa, yang dilakukan tidak semata-sama untuk memberikan penghormatan sekaligus bentuk rasa terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan kusuma bangsa maupun veteran, tapi juga sebagai bentuk perenungan.

“Ziarah ini sebagai bentuk perenungan bagi kita, terutama para generasi muda, selaku penerus masa kini maupun masa yang akan datang. Mereka harus mengetahui tentang betapa pentingnya patriotisme dan semangat nasionalisme yang menjadi dasar perjuangan para pahlawan,” tutur Eldin.

Di samping itu, Eldin juga mengatakan, ziarah yang dilakukan ini mengandung makna yang sangat mendalam. Menurutnya, kemerdekaan sangatlah mahal harganya, karena hasil dari pergorban jiwa dan raga. “Untuk itulah, melalui ziarah ini, kita senantiasa menghargai jasa para pahlawan, sekaligus menjadikannya momentum guna memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (ris/saz)

Terapkan Paradigma Revitalisasi Pasar, Pegawai, dan Manajemen

M IDRIS/SUMUT POS POTONG: Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya, didampingi jajaran direksi dan KH Amiruddin, saat memotong nasi tumpeng dalam acara syukuran HUT ke-25, Jumat (10/8).
M IDRIS/SUMUT POS
POTONG: Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya, didampingi jajaran direksi dan KH Amiruddin, saat memotong nasi tumpeng dalam acara syukuran HUT ke-25, Jumat (10/8).

Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-25, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan menggelar syukuran, Jumat (10/8) pagi. Kegiatan syukuran digelar di lantai 3 Kantor PD Pasar Medan, yang diikuti jajaran direksi, karyawan, dan staf.

Sebelum syukuran, kegiatan diawali apel bersama, yang dirangkai dengan pengumuman serta pemberian hadiah kepada pasar dan karyawan terbaik.

Peringkat pertama pasar terbaik diraih Pasar Sei Sikambing, kedua Pusat Pasar, dan ketiga Pasar Titipapan. Sedangkan karyawan terbaik pertama, yakni Erianto dari Bagian Umum, kedua Purnama Dewi Daulay dari Pusat Pasar, dan ketiga Benny Azhar dari Bagian Penertiban.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya. Kemudian, tausyiah yang disampaikan penceramah KH Amiruddin, dan diakhiri makan bersama.

Dalam tausyiahnya, KH Amiruddin mengungkapkan, pasar merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dan juga bagian dari tempat ibadah. Sebab ada proses jual beli, yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidup dan mencari rezeki. Karena itu, keberadaan pasar dapat diperhatikan dengan baik.

“Misalnya, cara-cara menjual barang dagangan harus benar-benar kemanusiaan, seperti tidak berbuat curang dalam timbangan. Kemudian kondisi pasar diharapkan selalu bersih, karena bersih itu sebagian dari iman,” kata Amiruddin.

Lebih lanjut Amiruddin menyampaikan, jajaran PD Pasar diharapkan semakin kompak dan solid dalam mengelola pasar tradisional di Kota Medan. Dengan begitu, keberadaannya semakin eksis, maju, dan berkembang.

Sementara Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan acara puncak. Sebelumnya, telah digelar rangkaian kegiatan, seperti donor darah, pemberian bantuan ke panti asuhan, hingga seminar sehari bersama pedagang. “Syukuran dan rangkaian kegiatan yang dilakukan ini, sebagai wujud syukur dan mudah-mudahan menjadi berkah bagi kita semua terutama PD Pasar,” harapnya.

Rusdi juga mengatakan, melalui kegiatan ini ia ingin menjalin kekuatan, sehingga menjadi lebih kuat dalam mengelola pasar. Sekaligus mengevaluasi kinerja selama setahun belakangan, guna merancang program untuk tahun depan yang lebih baik lagi. “Tema yang diangkat dalam HUT ke-25 ini adalah ‘Dengan Semangat Kebersamaan Kita Wujudkan PD Pasar Kota Medan yang Lebih Profesional’. Artinya, kami ingin jadi lebih profesional lagi dalam mengelola pasar-pasar tradisional di Medan. Untuk mencapai itu, diperlukan kekompakan yang terus terjalin dari seluruh jajaran direksi, karyawan, dan staf,” jelasnya.

Rusdi menambahkan, pengelolaan pasar diterapkan dengan paradigma baru, yakni revitalisasi pasar, pegawai, dan manajemen. Konsep tersebut telah berjalan cukup baik, yang membuahkan hasil surplusnya keuangan PD Pasar dengan meraih laba bersih Rp1,47 miliar. (ris/saz)

Linglung di Pancurbatu, Badan Penuh Luka

DIANIAYA: Personel Polsek Pancurbatu berusaha berkomunikasi dengan Adelina Ebabu, PRT asal Kupang, NTT yang dianiaya di rumah warga Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, Jumat (10/8).
DIANIAYA: Personel Polsek Pancurbatu berusaha berkomunikasi dengan Adelina Ebabu, PRT asal Kupang, NTT yang dianiaya di rumah warga Desa Durin Tonggal, Pancurbatu, Jumat (10/8).

Adelina Ebabu (31), wanita asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak kuasa lagi menahan siksaan dari majikannya. Dengan tubuh lemah dan penuh luka akibat penganiayaan, ia kabur dan diselamatkan warga Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, Kamis (9/8) KISAH pilu selama 8 bulan bekerja di Medan, tampaknya membuat Adelina trauma. Bahkan, dia terlihat linglung dan sulit diajak berkomunikasi ketika ditemukan warga. Bahkan warga harus membopongnya karena tak kuat lagi berjalan.

Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago dikonfirmasi mengatakan, saat ditemukan tampak tubuh Adelina penuh luka. “Di tubuh korban ada tanda kekerasan fisik. Di leher korban ada bekas tusukan berupa benda tajam,” ungkap Faidir kepada wartawan, Jumat (10/8).

Informasi dari korban, ungkap Faidir, ia sudah berada di Medan sejak delapan bulan lalu. Namun, Faidir belum bisa memastikan apakah itu benar atau tidak. “Kalau pengakuannya sudah kurang lebih delapan bulan, tapi saya belum bisa pastikan. Makanya saya pun tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh,” paparnya.

Faidir juga tidak mau berspekulasi tentang siapa pelaku penganiaya tenaga kerja asal Kupang tersebut. Apalagi, Adelina belum bisa dimintai keterangan lebih jauh karena sulit diajak berbicara. “Masih linglung lah dia. Anggota pun susah berkomunikasi dengan korban. Informasinya, yang menyiksa istri dan anak majikan, tapi belum pasti juga,” papar Faidir.

Soal luka memar dan luka bekas tuskan benda tajam yang ada di badan korban, mantan Wakapolsek Medan Timur ini juga enggan memberi keterangan. Dia berdalih, korban saat ini masih dirawat di Puskesmas Pancurbatu. Pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari dokter yang merawat Adelina. “Ya kalau kita lihat, banyak luka sayat benda tajam. Tapi tunggu hasil visum dari dokter. Saat ini korban sudah kita serahkan ke Puskesmas Pancurbatu saat ini sedang masa pemulihan,” katanya.

Lantas terkait alamat rumah majikannya, menurut Faidir, korban juga tidak mengetahui secara jelas alamatnya. “Dia tidak tahu alamat tempat dia disekap dan dianiaya. Kalau kami tahu di mana rumah majikannya itu, sudah saya suruh anggota tangkap. Cuma korban nggak tahu, bagaimana mau ditangkap. Tunggulah nanti kalau sudah jelas kasusnya kita ekspos,” pungkas Faidir. (dvs)

PKL Harus Diberdayakan

MEDAN-DPRD Kota Medan mengaku prihatin melihat kondisi pedagang kecil atau pedagang kaki lima (PKL) karena selalu menjadi korban penggusuran. Bahkan, saat terjadi penggusuran kerap terjadi pertikaian antara pedagang dengan Pemko Medan, hingga akhirnya berdampak kerugian pada kedua pihak.

Sekretaris Komisi III DPRD Medan Boydo HK Panjaitan mengatakan, keberadaan pedagang kecil sesungguhnya merupakan potensi yang mampu menghasilkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi. Sebab, peran pedagang kecil dinilai mampu menstabilkan harga jika terjadi krisis moneter. “Saat ini keberadaan pedagang kecil sangat memprihatinkan, makanya perlu perhatian khusus dari kita,” kata Boydo, kemarin.

Diutarakan anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, di Bandung pedagang kecil menjadi aset pemerintah kota setempat. Mereka diberdayakan dan mampu mendongkrak PAD. Terlebih, para pedagang ditata dengan baik untuk melakukan aktivitasnya di pinggir jalan dengan pengawasan zonasi berdasarkan waktu.

“Zonasi waktu dikaji untuk tempat aktivitas jualan, sehingga tidak mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan. Selain itu, kebersihan tetap dijaga. Terbukti, mereka mampu mendongkrak PAD dari sektor retribusi pedagang,” terang Boydo. Oleh sebab itu, sambung dia, mewujudkan itu dinilai perlu adanya payung hukum guna mengatur keberadaan pedagang. Payung hukum tersebut sedang diusulkan dalan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perlindungan pedagang kecil di Medan.

“Ranperda tersebut sudah tahap usulan inisiatif untuk ditetapkan menjadi perda. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi, sehingga pedagang kecil dapat dilindungi dan ditata dengan baik,” tukas dia.

Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli mengatakan, pedagang kecil atau kaki lima dinilai sebagai penggerak perekonomian di Kota Medan. “Pedagang kecil bukan untuk dibinasakan melainkan ditata dengan baik. Sebab, keberadaan mereka memiliki potensi sebagai salah satu sumber PAD,” tuturnya.

Nanda menyebutkan, terkait ranperda tentang perlindungan pedagang kecil di Medan masih dalam tahap usulan. Dalam ranperda ini diatur mengenai kewajiban pemko dalam penyediaan lokasi berjualan yang layak. Kemudian, pedagang juga wajib menjalankan setiap aturan yang ada. “Pada intinya, kami berharap adanya rancangan perda ini bisa menjamin keberlangsungan usaha pedagang kecil. Di sisi lain, Pemko Medan juga bisa memperoleh pemasukan PAD,” ujar Nanda.

Dikatakan dia, Pemko Medan dinilai masih kesulitan menangani dan menata pedagang kecil. Hal ini tentu menjadi citra buruk bagi kinerja mereka sendiri dalam upaya menata kota. (ris/azw)

Korban Tewas Bertambah Menjadi 321 Orang

PEMPROV SUMUT FOR SUMUT POS LAUNCHING: Pj Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprov Sumut ke Lombok di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/8).
PEMPROV SUMUT FOR SUMUT POS
LAUNCHING: Pj Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprov Sumut ke Lombok di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/8).

Korban tewas akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Beberapa yang sebelumnya tidak terdata, kini sudah dilaporkan, dan beberapa lainnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

“Hingga H+5 tercatat 321 orang meninggal dunia,” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (10/8).

Rinciannya, Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat (26), Lombok Timur (11), Kota Mataram (7), Lombok Tengah (2), dan Kota Denpasar (2). “Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi,” imbuhnya.

Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia yang terus berdatangan, lanjut Sutopo, masih diverifikasi. “Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang. Namun masih memerlukan verifikasi,” jelasnya.

Sementara, pengungsi sebanyak 270.168 jiwa tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik. Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang, yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

Untuk mengatasi ini, sejak Kamis (9/8), distribusi bantuan sudah dilakukanmenggunakan 3 helikopter dari BNPB dan Basarnas. Bantuan dari darat juga terus disalurkan. “Dapur umum dan pos kesehatan, banyak didirikan untuk melayani pengungsi,” tambah Sutopo.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Lombok Utara. Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak.

Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 Puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 musala rusak, dan 20 perkantoran rusak.

Sutopo juga mengungkapkan, kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di NTB dan Bali ini, diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor. “BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi,” katanya.

Launching
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Eko Subowo, me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok, sekaligus memberangkatkan bantuan perdana masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ke Lombok, NTB, di halaman parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (10/8).

“Ini deklarasi (launching) Sumut Peduli Bencana Lombok. Ini merupakan tradisi di Sumut, setiap kali ada provinsi lain, saudara-saudara lain yang mengalami bencana. Kita membantu meringankan beban,” tutur Eko.

Eko juga mengatakan, sebagai bentuk simpati terhadap bencana Lombok, Pemprov Sumut buka posko, termasuk di dalamnya membuka rekening sumbangan sukarela bagi masyarakat, organisasi, Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, dan BUMD, yang akan menyumbangkan secara sukarela untuk bencana Lombok.

Ia juga mengapresiasi inisiasi BPBD Sumut, yang akan mengadakan dinner party pengumpulan donasi dari BUMN BUMD untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana. “Tapi yang sudah terkumpul agar diberangkatkan secepatnya, karena mereka sangat memerlukan bantuan,” kata Eko.

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir, dalam laporannya mengatakan, ada kurang lebih 298 kepala keluarga komunitas masyarakat Sumut yang bermukim di Lombok, dengan sebutan saroha (satu hati), yang memerlukan bantuan dari Sumut khususnya.

BPBD Sumut, lanjutnya, juga telah mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Sumut, BUMN BUMD, dan seluruh ASN provinsi dan kabupaten kota, untuk dapat mendonasikan bantuannya kepada korban bencana gempa Lombok.

Riadil menyampaikan, jumlah dana yang telah terkumpul melalui rekening khusus bantuan bencana pada BPBD Sumut dengan nomor rekening BRI sebesar Rp14 juta. Selain itu, ia juga melaporkan, melalui Baznas Sumut telah mendonasikan Rp100 juta. “Rencana pemberangkatan bantuan pada Ahad (12/8), atau Senin (13/8) mendatang,” pungkasnya. (dna/jpc/prn/saz)

PLN Wilayah Sumut Raih Penghargaan Kemenaker

JAKARTA-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, Kamis (9/8/2018) menggelar Malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2018 dengan penilaian berbagai kategori meliputi perusahaan milik pemerintah dan swasta.

Dalam kegiatan yang digelar di Birawa Hall, Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sedikitnya ada 5 kategori penghargaan yang diberikan bagi perusahaan yakni meliputi perusahaan dengan kecelakaan kerja nihil (zero accident), penerapan SMK3 secara baik, pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kerja, penghargaan terhadap 15 Gubernur selaku Pembina Terbaik K3 dan karyawan peduli HIV/AIDS.

Khusus untuk penerapan Sistim Manajemen K3 (SMK3), dari 1465 perusahaan se Indonesia yang mendapatkan penghargaan bergengsi itu, termasuk diantaranya adalah PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Data yang dihimpun dari pihak Kemenaker RI, dari 166 nilai SMK3 yang wajib dipenuhi, PT PLN Wilayah Sumatera Utara berhasil memperoleh nilai 95,58 %. GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto yang langsung hadir menerima penghargaan itu mengaku senang karena upaya maksimal yang dilakukan pihaknya akhirnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah.

Apa yang kita lakukan untuk menekan angka kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan kerja diapresiasi oleh Kemenaker RI” ucap Feby di sela-sela acara. Feby juga berharap penghargaan ini bisa menjadi cambuk bagi jajarannya di Sumatera Utara untuk bisa berbuat lebih maksimal dalam urusan K3 ini.

“Masalah K3 ini merupakan fokus perhatian bagi PLN Wilayah Sumut dan seluruh area sehingga ke depan kita targetkan ke depan kita akan mencapai kecelakaan nihil atau zero accident” pungkasnya. Suka cita jajaran PLN Wilayah Sumut semakin bertambah karena PLN Area Padangsidimpuan (Psp) di bawah kepemimpinan manajer areanya Ronny Afrianto juga meraih penghargaan serupa dalam K3 setelah memperoleh nilai 93,98.

Sementara, Sekjen Kemenaker Hery Sudarmanto yang mewakili Menaker RI Hanif Dakhiri dalam pidatonya berpesan, agar seluruh perusahaan yang meraih penghargaan untuk terus mempertahankan prestasi itu. (ila/azw)

Data Bansos Harus Dimutakhirkan

JAKARTA-Ketua DPR Bambang Soesatyo, berharap pemerintah segera membenahi data tentang penerima program bantuan sosial (bansos). Menurutnya, perbedaan data di antara instansi pemerintah, membuat bansos tak tepat sasaran.

Misalnya saja pada Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk warga sejahtera (rastra), ataupun bantuan pangan non-tunai (BPNT) lain.

“Harusnya ada koordinasi antara Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah daerah, tentang kalangan yang berhak menerima bansos,” tutur Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo, Jumat (10/8).

Bamsoet juga menegaskan, harus ada pemutakhiran data penerima program prorakyat yang jadi andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. “Lakukan pemutakhiran data bersama, agar terdapat keseragaman data mengenai penerima bansos, sehingga penyaluran bantuan sosial tepat sasaran,” harapnya.

Politikus Golkar itu, juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah. Mengerahkan aparatur di tingkat kelurahan untuk mendata warga secara berkala.

Menurutnya, pendataan itu juga untuk memastikan penerima bansos sesuai dengan kriteria sebagai warga miskin. “Melalui pendataan secara berkala, akan diketahui warga yang dikategorikan miskin sesuai dengan kriteria penerima bantuan sosial, dan setiap program bantuan dapat menggunakan satu sistem basis data yang sama,” jelas Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kemensos bersama instansi terkait, untuk melakukan evaluasi atas penyaluran bansos selama ini. “Agar penyaluran bansos di tahap selanjutnya dapat lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (mam/jpc/saz)

Mobil Travel Terbalik di Tol Tamora, 2 Mahasiswi Pertanian Luka Serius

batara/sumut pos RINGSEK: Mobil travel yang ditumpangi mahasiswi dua mahasiswi STPP Medan ringsek berat, setelah terbalik di Tol Tamora Sumut, karena pecah ban, Kamis (9/8) malam.
batara/sumut pos
RINGSEK: Mobil travel yang ditumpangi mahasiswi dua mahasiswi STPP Medan ringsek berat, setelah terbalik di Tol Tamora Sumut, karena pecah ban, Kamis (9/8) malam.

Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Medan mengalami luka-luka setelah mobil travel yang mereka tumpangi pecah ban hingga terbalik di Tol Km 37,400 Tanjung-Morawa, persisnya di Desa Tanjungmorawa B, Kamis (9/8) malam.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, mobil travel minibus BK 1698 QC yang dikemudikan Joshua Aritonang (25) awalnya melaju dari Tol Lubukpakam-Tanjung Morawa, membawa penumpang empat orang mahasiswa STPP Medan yang baru pulang dari PKL di daerah Simalungun.

Keempat penumpang siswa perempuan tersebut bernama Kristina Silaban, Tamara Gading, Romaito dan Khoirunisa.

Namun saat melintas di lokasi, ban mobil belakang sebelah kiri mengalami pecah ban. Akibatnya, sopir kehilangan kendali dan mobil terbalik dan terguling sejauh 100 meter.

“Aku duduk di depan sebelah sopir pakai sabuk pengaman, makanya aku tetap di kursi dan tergantung, tapi kawanku yang duduk di belakang ada tiga orang, yang dua orang mengalami luka luka serius,”beber Kristina Silaban.

Sementara itu, dua rekannya Romaito dan Khoirunisa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan karena mengalami luka-luka yang cukup serius. “Kalau kawanku Tamara Gading hanya luka ringan saja kayak sopir travel”, kata Kristina lagi.

Peristiwa kecelakaan itu kemudian ditangani pihak satuan lalulintas Polres Deliserdang guna penyelidikan lebih lanjut. (btr/han)