Home Blog Page 606

Pentingnya Sertifikasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Swasta

Penulis: Eko Akbar Sukmana
(Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika UMN Al-Washliyah/Kepala SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan)

SERTIFIKASI guru menjadi isu penting dalam dunia pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah swasta. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah mekanisme yang memastikan bahwa para guru memiliki kompetensi yang memadai untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada siswa. Dalam konteks ini, sertifikasi guru dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi sekolah-sekolah swasta.

Sertifikasi guru bertujuan untuk memastikan bahwa setiap guru memiliki kualifikasi dan kemampuan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Proses sertifikasi mencakup berbagai aspek, mulai dari penilaian kemampuan mengajar, pemahaman terhadap kurikulum hingga kemampuan untuk mengelola kelas dengan efektif. Dengan standar yang ketat, sertifikasi memastikan bahwa hanya guru-guru yang benar-benar kompeten yang diizinkan mengajar di kelas.

Dampak sertifikasi terhadap kualitas pendidikan sangat signifikan. Guru yang telah tersertifikasi cenderung lebih terampil dalam mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan efektif. Mereka lebih mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan individual siswa, yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh guru-guru tersertifikasi memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar oleh guru-guru yang tidak tersertifikasi.

Salah satu studi kasus yang menunjukkan keberhasilan sertifikasi guru dapat dilihat di beberapa sekolah swasta di Medan. Sekolah-sekolah tersebut telah mewajibkan semua guru mereka untuk mengikuti program sertifikasi. Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir, sekolah-sekolah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil ujian nasional siswa dan berbagai kompetisi akademik lainnya. Hal ini membuktikan bahwa sertifikasi guru tidak hanya meningkatkan kompetensi individu guru, tetapi juga berdampak positif pada keseluruhan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Lebih jauh, sertifikasi guru juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan profesionalisme para guru. Proses sertifikasi yang ketat membuat para guru lebih termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi mereka. Selain itu, sertifikasi juga memberikan pengakuan resmi terhadap keahlian mereka, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan profesional. Dengan demikian, sertifikasi tidak hanya menguntungkan siswa, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi para guru.

Selain dampak langsung pada kualitas pendidikan, sertifikasi juga membantu dalam membangun citra positif sekolah. Sekolah yang memiliki guru-guru tersertifikasi cenderung lebih dipercaya oleh orang tua dan masyarakat. Hal ini penting dalam era persaingan yang ketat di sektor pendidikan, di mana reputasi sekolah menjadi faktor kunci dalam menarik minat calon siswa dan orang tua. Dengan demikian, investasi dalam sertifikasi guru dapat dianggap sebagai strategi pemasaran yang efektif bagi sekolah-sekolah swasta.

Untuk memaksimalkan manfaat dari sertifikasi guru, beberapa langkah tindak lanjut perlu dilakukan. Pertama, pemerintah harus memperkuat kerangka kerja sertifikasi dengan menyediakan program pelatihan yang komprehensif dan mudah diakses bagi semua guru, terutama yang berada di daerah terpencil. Pelatihan ini harus mencakup aspek-aspek terbaru dalam metode pengajaran, teknologi pendidikan dan manajemen kelas.

Kedua, sekolah swasta perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung proses sertifikasi guru. Ini bisa berupa beasiswa atau insentif bagi guru yang berpartisipasi dalam program sertifikasi. Selain itu, sekolah dapat mengadakan workshop atau seminar rutin untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan para guru.

Ketiga, perlu ada kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah swasta dalam merancang kurikulum pelatihan yang relevan dan up-to-date. Kurikulum ini harus dapat menjawab tantangan nyata di lapangan dan mempersiapkan guru untuk menghadapi dinamika perubahan dalam dunia pendidikan. Dengan langkah-langkah tindak lanjut yang terencana dan terkoordinasi, diharapkan program sertifikasi guru dapat membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah swasta. Sertifikasi guru bukan hanya sebuah formalitas, tetapi sebuah langkah strategis menuju pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Mari kita dukung upaya ini demi masa depan pendidikan yang lebih cerah dan bermutu. (dmp)

Volume Penyaluran Gas PGN ke Industri & Komersial Jateng Naik 1.000%, Berkat Integrasi Infrastruktur Pipa

KUNJUNG: Karyawan PGN saat berkunjung ke pelanggan di Jawa Tengah, belum lama ini. Kini, penyaluran gas untuk industri dan komersial di Jateng meningkat hingga 1.000 persen.

JAWA TENGAH, SUMUTPOS.CO- PT PGN Tbk terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi melalui integrasi jaringan pipa distribusi gas bumi di Jawa Tengah, sejalan dengan pengembangan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang I(Pipa Cisem), dan Pipa Transmisi Gresik – Semarang (Pipa Gresem). Integrasi tersebut telah membuahkan peningkatan penyaluran gas bumi khususnya untuk industri dan komersial eksisting dari volume 300.000 M³ per bulan pada awal tahun 2022 menjadi 3 Juta M³ per bulan atau mengalami peningkatan yang signifikan sekitar 1.000%.

Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini menerangkan bahwa volume gas bumi dari intregasi pipa disalurkan untuk pelanggan industri, komersial dan pembangkit listrik yang berada di kawasan Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang. Beberapa industri besar yang saat ini menggunakan gas tersebut di antaranya PT Indofood Fortuna Makmur, PT Aroma Kopi Krim dan PT Rumah Keramik Indonesia.

“PGN akan terus mengoptimalkan pengelolaan gas bumi dan infrastruktur khususnya dalam integrasi dan agregasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, karena hal ini yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan penyerapan gas bumi. Tentu, kami harapkan tidak hanya industri eksisting namun juga pelanggan baru yang berada di sekitar infrastruktur yang telah terintegrasi,” ujar Ratih, Selasa (11/6/2024).

Optimasi pemanfaatan gas hilir dan integrasi infrastruktur dilakukan PGN dengan mengembangkan jaringan pipa distribusi gas bumi Jateng. Total pipa distribusi yang sudah dibangun saat ini sepanjang ±34 Km.

Menurut Ratih, Pipa Distribusi PGN yang telah terintegrasi dengan Pipa Cisem dan Gresem juga akan memberikan fleksibilitas mendatangkan pasokan dari beberapa sumber. Selanjutnya, PGN dapat melakukan agregasi pada customer-customer potensial.

Pada tahun 2024 ini, PGN akan terus berupaya menyelesaikan penyelesaian infrastruktur ke calon pelanggan yang sudah terkontrak diantaranya PT KCC Glass Indonesia di Batang dengan kebutuhan volume gas 8 BBTUD. Beberapa pabrik lainnya berada di Kendal dan Mangkang seperti LBM, BTR, Matahari Tire Indonesia dan Sango Ceramic dengan potensi volume awal sekitar 3 BBTUD di tahun 2024 ini. “Dengan demikian, total proyeksi optimasi penyaluran gas melalui Pipa Gresem-Cisem pada di akhir tahun ini sekitar 14 BBTUD atau sekitar 14 juta M³ per bulan,” tutup Ratih. (rel/ram)

Jelang Pilkada 2024, Pemko Medan Minta PPK Bangun Sinergitas dengan Forkopimcam

HADIRI: Kepala Kesbangpol Pemko Medan, Andi Mario saat menghadiri pertemuan orientasi tugas PPK yang digelar KPU Kota Medan di Hotel Grand City Hall, Selasa (11/6/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024, Pemerintah Kota (Pemko) Medan meminta kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Medan untuk dapat membangun sinergitas dan kolaborasi dengan unsur Forkopimcam. Hal itu harus dilakukan agar pelaksanaan Pilkada di Kota Medan dapat berjalan lancar.

“Bangun sinergitas dan hubungan yang baik dengan unsur Forkopimcam. Kalau hubungan PPK dengan Danramil dan Kapolsek serta kecamatan tidak nyaman, maka pelaksanaan Pemilukada tidak akan dapat berjalan lancar dan sukses”, ucap Kepala Kesbangpol Pemko Medan, Andi Mario saat menghadiri pertemuan orientasi tugas PPK yang digelar KPU Kota Medan di Hotel Grand City Hall, Selasa (11/6/2024).

Dikatakan Mario, dengan hubungan yang baik, maka jika terjadi permasalahan, PPK dapat berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Artinya, PPK juga harus dapat menyelesaikan permasalahan dalam Pemilukada di wilayahnya masing-masing.

“Jika ada terjadi permasalahan di wilayah, maka akan dapat memicu keamanan dan ketenteraman. Untuk itu mari kita laksanakan tugas dengan baik agar Pemilukada berjalan sukses,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah menjelaskan bahwa sebanyak 105 orang PPK mengikuti orientasi tugas. Mereka akan mendapatkan bimbingan selama tiga hari.

“Pembekalan yang diberikan kepada PPK ini nantinya dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas nantinya. Kami berharap seluruh anggota PPK dapat mengikuti dengan serius orientasi ini,” ungkapnya dalam orientasi yang menghadirkan narasumber dari Pemko Medan, Polrestabes Medan, Kodim 0201 Medan, dan Kejari Medan tersebut.
(map/han)

Maju di Pilkada 2024, Sereida Tambunan Siap Berkontribusi Memajukan Kabupaten Toba

Bacalon Bupati Toba, Sereida Tambunan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon (Bacalon) Bupati Toba, Sereida Tambunan mengikuti fit and proper test, di Kantor DPD PDI Perjuangan, di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Selasa (11/6). Dia siap bertarung di Pilkada Toba 2024.

Untuk diketahui, Sereida Tambunan, yang merupakan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta 2014-2019 dan sekarang menjadi Sekretaris Internal DPP PDI-P. Kini, Sereida Tambunan pulang kampung untuk membangun kampung halamannya di Kabupaten Toba, lebih baik lagi kedepannya

Pada tanggal 5 Juni 2024 lalu, Sereida secara resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati Toba dan mendaftarkan diri ke PDIP.

“Alasan dibalik keputusan saya untuk maju sebagai bakal calon Bupati adalah karena Toba merupakan kampung halaman saya sendiri,” ucap Sereida Tambunan, kepada wartawan di Kota Medan.

Sereida mengatakan bahwa ia telah aktif terlibat dalam partai sejak tahun 2004 dan telah memiliki pengalaman dalam gerakan sosial, terutama dalam advokasi tanah dan lingkungan hidup sejak tahun 90-an.

“Berangkat dari situ, saat saya menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, saya berbasis di Dapil 8 daerah Jakarta Selatan. Namun, saat ini saya merasa terpanggil untuk kembali ke Toba, karena saya melihat bahwa perkembangan pariwisata di sana cukup lambat dan masih terdapat berbagai permasalahan yang perlu ditangani, seperti masalah sampah yang belum tertata dengan baik,” jelas Sereida.

Dalam upayanya untuk membenahi situasi tersebut, Sereida telah memilih takeline ‘Toba Na Ture Jala Na Sere’ yang artinya Toba yang tertata dan gemilang. Ia menjadikan perbaikan kondisi Toba sebagai tantangan utamanya, untuk memberikan kontribusi yang signifikan pada Kabupaten Toba.

“Menurut saya Toba ini sebagai kabupaten induk dan saya lihat perkembangan pariwisatanya, cukup lambat dan banyak hal di Toba kurang tertata termasuk masalah sampah dan ini tidak tertata dengan baik,” ucapnya.

Sebagai bagian dari tahap awal seleksi, Sereida telah mengunjungi Toba untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di Toba. Ia turun langsung ke pasar-pasar untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta melihat langsung kondisi fasilitas pasar di Toba. Dari pengamatannya ini, Sereida percaya bahwa Toba memiliki potensi untuk menjadi daerah yang tertata dengan baik.

“Visi saya adalah membawa Kabupaten Toba menuju keadaan yang lebih tertata, teratur, bersih, sehat, dan makmur secara ekonomi serta bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme, menuju Toba Gemilang 2035,” tegas Sereida.

Sereida juga telah merumuskan program prioritas dalam visinya tersebut, yang meliputi pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, penguatan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur dan teknologi, serta pemerintahan yang transparan dan inklusif.

Dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Toba, Sereida berharap dapat mendapatkan pasangan yang tepat dari partainya, PDI-P. Ia menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada partai dan menunjukkan bahwa PDI-P biasanya mempertimbangkan kemampuan seseorang untuk memimpin Toba dalam mengajukan pasangan calon.

“Saya juga akan bersaing dengan petahana, yaitu Poltak Sitorus, yang mendapatkan surat mandat dari partai. Meski begitu, saya yakin bahwa sebagai putri asli Toba, saya dapat membawa warna baru dalam program kerja. Semua peluang itu pasti ada,” ujar Sereida.

Seandainya Sereida dipasangkan dengan Poltak, ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan partai.

“Namun demikian, ada harapan besar dari kaum perempuan untuk memimpin di Toba, terutama setelah saya melihat potensi yang ada dalam kunjungannya ke Toba,” tutur Sereida.(gus/han)

Setelah Tiga Bulan, Polsek Binjai Kota Ungkap Kasus Curanmor

DIAMANKAN; Pelaku pencurian kendaraan bermotor diamankan Polsek Binjai Kota.Humas Polres Binjai/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Unit Reskrim Polsek Binjai Kota mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) setelah dua bulan berlalu dilaporkan. Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah menguraikan, korban berinisial AF (63) kehilangan sepeda motor BK 4188 PAM di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Setia, Binjai Kota, Minggu (19/3/2024).

“Korban saat itu mau pulang arisan di dekat rumahnya, Jalan Imam Bonjol, Gang Balai, Kelurahan Setia, Binjai Kota. Saat korban mau mengambil motornya, tidak ditemukan lagi,” kata Riswansyah, Selasa (11/6/2024).

Korban yang merasa dirugikan, membuat laporan ke Polsek Binjai Kota sesuai dengan nomor: LP/B/18/III/2023/SPKT Polsek Binjai Kota/Polres Binjai/Polda Sumut, Rabu (22/3/2024). Atas laporan korban, Unit Reskrim Polsek Binjai Kota melakukan penyelidikan dan akhirnya membuahkan hasil setelah dua bulan berlalu.

“Pelaku berinisial SL (47) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pekan Binjai diamankan petugas, Minggu (10/6/2024) pukul 04.00 WIB,” kata Riswansyah.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti 1 lembar STNK asli Yamaha MIo J BK 4188 PAM dan 1 kunci kontak sepeda motor. “Pelaku disangkakan pasal 363 subsider 352 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tukasnya. (ted/han)

DPRD Medan Minta Perhatian Disdikbud, Sejumlah Sekolah di Medan Utara Tak Miliki Guru Agama Kristen

RAPAT: Margaret MS saat rapat pembahasan LPj Wali Kota Medan pelaksanaan APBD TA 2023 di ruang Banggar gedung DPRD Medan, Selasa (11/6/2024) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Anggota DPRD Medan, Margaret MS, mengaku miris melihat sejumlah sekolah negeri dan swasta tingkat SD dan SLTP di Kota Medan, terutama kawasan Medan Utara. Pasalnya disana, cukup banyak sekolah yang tidak memiliki guru agama Kristen. Padahal, sekolah tersebut memiliki siswa beragama Kristen.

“Kita berharap hal ini menjadi perhatian khusus Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar segera ditindaklanjuti,” ucap Margaret MS saat melakukan rapat pembahasan LPj Wali Kota Medan pelaksanaan APBD TA 2023 di ruang Banggar gedung DPRD Medan, Selasa (11/6/2024) siang.

Dalam rapat Banggar dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan H.T Bahrumsyah itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar dan sejumlah OPD Pemko Medan tampak.

Selain Margaret, sejumlah Anggota DPRD yang bergabung di Banggar juga tampak hadir, yakni Paul Mei Anton Simanjuntak, Modesta Marpaung, Dhiyaul Hayati, Syaiful Ramadhan, Renville P Napitupulu dan Sudari ST.

Pada kesempatan itu, Margaret menyampaikan dengan penuh harapan agar Disdikbud Kota Medan dapat menempatkan guru agama Kristen di tempat sekolah yang memiliki siswa Kristen.

“Kita harapkan ada guru Kristen yang PNS, PPPK ataupun honorer ditempatkan disana,” sebut Margaret.

Disampaikan Margaret MS yang duduk kembali sebagai Anggota DPRD Medan periode 2024-2029 itu, selain pendidikan formal, pendidikan agama juga sangat perlu diterapkan dalam lingkungan sekolah agar siswa mendapat pendidikan akhlak.

“Semoga hal ini menjadi perhatian Disdikbud. Kota Medan sebagai kota besar dan majemuk, aneh juga kalau guru agama kristennya tidak ada,” ungkapnya.

Menyikapi pernyataan Margaret, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar menyebutkan bahwa hal itu akan menjadi perhatian mereka dan segera akan mengevaluasinya.
(map/han)