Home Blog Page 6064

Sumut Peringkat Ketiga

istimewa GEMBIRA: Kontingen karate PPLP Sumut bergembira setelah menempati posisi ketiga perolehan medali pada Kejurnas PPLP dan SKO 2018.
istimewa
GEMBIRA: Kontingen karate PPLP Sumut bergembira setelah menempati posisi ketiga perolehan medali pada Kejurnas PPLP dan SKO 2018.

MEDAN-Kontingen Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara meraih posisi ketiga perolehan medali umun pada Kejurnas Karate PPLP dan SKO 2018. Pada even yang berakhir Rabu (8/8) di GOR Harapan Bangsa, Banda Aceh, PPLP Sumut meraih 3 emas, 5 perak dan 2 perunggu.

Tiga medali emas Sumut disumbangkan oleh Lala Tantri Sagala di kelas kumite +53 kg putri SMP, Jihan Nursyafira di kelas kumite -60 kg putri, dan Rizky Lawyerme di kelas kumite -55 kg putra SMA. Lima perak disumbangkan Ledy Davega Sagala (+60 kg putri), Audifah Indrawan (-50 kg putra), Leonardo Gregorius (-61 kg putra), Andre Ramadan (+76 kg putra), dan Jihan Nursyafira (kata putri). Serta dua perunggu diraih M Azizul Hakim (-76 kg putri) dan Afifah Ahjura (-53 kg putri).

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara H Baharuddin Siagian. Dia menilai prestasi yang ditorehkan cabor karate terbilang sesuai dengan target awal.

“Kami bangga sekaligus mengapresiasi perjuangan tim karate PPLP Sumut meraih peringkat ketiga umum pada kejurnas kali ini. Ini menandakan bahwa proses pembinaan atlet di PPLP sudah bagus dan berhasil. Hasilnya sudah terlihat, bahwa capaian tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucap Baharuddin Siagian di Medan, Rabu (8/8).

Dikatakan Baharuddin, prestasi yang ditorehkan cabor karate menjadi motivasi bagi cabor binaan PPLP Sumut lainnya untuk menunjukkan prestasi yang lebih baik di even kejurnas yang akan diikuti. “Harapan pemerintah provinsi Sumut ini menjadi cemeti sekaligus motivasi bagi cabor lain bisa bersaing dan berbicara pada kejuaraan tingkat nasional. Kita menginginkan semua atlet pelajar Sumut berprestasi. Karena mereka ini akan kita persiapkan menuju PON 2024, dimana Sumut dan Aceh akan menjadi tuan rumah bersama,” harap Baharuddin.

Sedangkan Pelatih PPLP Sumut Pulungan menilai torehan tersebut sudah sesuai dengan target yang diemban sejak awal. Capaian tahun ini juga lebih baik ketimbang tahun 2017. “Kalau target sudah memenuhi. Tentunya dari segi medali juga lebih baik dari tahun lalu,” ucap Pulungan. (dek/don).

Penegasan Gareth Bale

Foto: REUTERS/Andrea Comas Pemain Real Madrid, Gareth Bale.
Foto: REUTERS/Andrea Comas
Pemain Real Madrid, Gareth Bale.

SUMUTPOS.CO – AS Roma gagal mengulangi penampilan gemilangnya seperti ketika menghadapi Barcelona, 1 Agustus 2018 lalu. Pada penampilan terakhirnya di ajang pramusim International Champions Cup (ICC) 2018, Roma justru tak berkutik di hadapan Real Madrid.

Tampil di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (8/8) pagi WIB, gawang Roma kawalan Robin Olsen sudah kebobolan dua gol di 15 menit pertama. Keunggulan Madrid dibuka Marco Asensio yang berhasil lolos jebakan offside. Usai menerima umpan dari Gareth Bale, Asensio dengan kaki kirinya sukses menyarangkan si kulit bundar ke gawang Roma.

Bale tak mau ketinggalan unjuk kemampuan. Setelah memberikan assist, ia menjelma jadi aktor utama dalam gol kedua Madrid. Pemain kebangsaan Wales tersebut berhasil memperdaya Ivan Mercano yang terus menjaganya. Setelah melihat ruang tembak, Bale kemudian memanfaatkan kesempatan untuk menjebol gawang Olsen.

Roma bukannya tanpa peluang di pertandingan ini. Mereka punya beberapa kesempatan namun masih belum bisa dituntaskan menjadi gol hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan oleh wasit.

Sekembalinya dari masa istirahat, Roma masih terus mencoba mengejar ketertinggalan. Starting XI di babak pertama, berubah total pada paruh kedua. Dari perubahan itu, hanya Kevin Strootman yang bisa memberi perbedaan.

Gelandang kebangsaan Belanda sukses memperkecil ketertinggalan Roma di menit 83. Strootman yang berdiri bebas mampu mencetak gol dengan sepakan kaki kirinya.

Skor 2-1 bertahan hingga bubaran. Bagi Madrid, ini jadi kemenangan ketiga mereka di pentas ICC 2018. Sebelumnya tim asuhan Julen Lopetegui mengalahkan Liverpool serta Juventus.

Di sisi lain, Roma menelan dua kekalahan dalam turnya di Amerika Serikat. Selain Madrid, pasukan Serigala Italia juga ditaklukkan oleh Tottenham Hotspur. Satu-satunya kemenangan Roma diraih saat berjumpa Barcelona.

Usai laga pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui memuji Gareth Bale. Selain mencetak gol, pemain Wales itu terus merepotkan pertahananan lawan. “Ini bukan menjadi pengganti seseorang atau mengisi peran itu. Ini soal bagaimana menjadi bagian dari tim,” kata Lopetegui dikutip laman resmi Real Madrid.

“Dia tidak menjadikan tim sebagai beban di pundak. Dia pemain hebat yang memberikan semua yang terbaik untuk timnya, tetapi tim juga harus bermain satu sama lain,” lanjutnya. (bbs/don)

Pantang Kalah!

istimewa SIAP: Timnas Indonesia U-16 siap menyingkirkan Malaysia pada semifinal di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8).
istimewa
SIAP: Timnas Indonesia U-16 siap menyingkirkan Malaysia pada semifinal di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8).

Timnas Indonesia U-16 dipastikan menghadapi rival bebuyutannya, Malaysia, di semifinal Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8) malam nanti. Catatan buruk menghantui skuat Garuda Asia saat menghadapi Malaysia.

Laga ini sejatinya menarik, karena ke-dua tim pernah bersua di fase gugur pada Piala AFF U-16 2013 silam. Saat itu, skuad Garuda Asia masih dipoles oleh pelatih Mundari Karya.

Pada ajang yang berlangsung di Myanmar tersebut, Indonesia berhadapan sampai dua kali dengan Malaysia. Kedua tim menunjukkan permainan yang berimbang karena keduanya berakhir di waktu normal dengan skor imbang. Di fase grup imbang dengan skor kacamata, di partai puncak saat itu, imbang 1-1.

Tapi, saat harus menjalani babak adu penalti, karena di U-16 tak ada injury time dan pertandingan yang imbang langsung lanjut adu penalti, Indonesia takluk 2-3.

Saat disinggung hal tersebut, Fakhri menegaskan bahwa timnya kali ini sudah bersiap dengan matang. Setiap detil kemungkinan yang akan terjadi dalam sebuah pertandingan sudah diantisipasi olehnya.

“Ya, ada persiapan latihan tambahan untuk eksekusi penalti, untuk antipasi kalau ada tendangan penalti. Kami ingin pemain semakin percaya diri, lebih siap, dan tenang karena kondisi ini sudah dilatih. Kami yakin kami bisa menang. Kalau saya tidak optimistis, bagaimana dengan pemain saya,” ungkapnya.

Skuad Garuda Asia menjadi juara grup dengan rekor sempurna. Tak kehilangan satu poin pun, dan juga punya catatan memasukkan dan kemasukan yang apik. Yakni, dengan 21 kali memasukkan bola ke gawang lawan dan hanya tiga kali kebobolan. Bahkan, di dua laga terakhir Indonesia sukses cleansheet.

Fakhri Husaini tak terlihat takut ataupun gusar. Meski selama ini Malaysia kerap membuat sulit Indonesia, dia meyakini pemainnya sudah sangat siap. Bahkan, dia tak mengkhawatirkan akan berjumpa Malaysia atau Laos.

“Sama seperti yang saya bilang kemarin, kami tidak akan mengubah sikap. Kami siap ketemu lawannya siapa saja entah itu Laos atau Malaysia karena kami yakin setiap tim yang lolos ke semifinal adalah tim yang terbaik di grup masing-masing,” ungkap Fakhri.

Sementara itu, Malaysia adalah tim yang terseok. Harimau Malaya sempat terluka dan nyaris tak bisa lolos ke simifinal. Beruntung, di laga terakhir pada Selasa (7/8) petang tadi, mereka menang atas Laos 1-0. Mengawali turnamen mereka sempat takluk atas Thailand, mereka juga dibuat deg-degan karena Laos bermain imbang dengan Thailand. Beruntung, Malaysia memenangi laga terakhir. Mereka lolos setelah mengoleksi 9 poin.

Pelatih Timnas Malaysia U-16, Raja Azlan Shah, menganggap Indonesia sebagai lawan tangguh dengan organisasi permainan yang sangat bagus. Raja memprediksi tekanan yang akan diberikan suporter terkait aksi mengunggah Bendera Indonesia secara terbalik yang dilakukan Muhammad Amirul Ashrafiq Hanifah, bakal berlanjut.

“Masalah ini juga akan berlanjut, meski saya berharap tidak ada lagi setelah Amirul meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia,” tutur Raja.

Raja mengaku sudah mengetahui kekuatan Indonesia karena kedua pernah bertemu pada laga uji coba pada 6 Juli 2018 di MBPJ Stadium, Petaling Jaya, Malaysia. Ketika itu, tim besutan Fakhri Husaini tumbang dengan skor 3-4 dari tim Negeri Jiran. “Bedanya saat itu kami tuan rumah, Indonesia tandang. Sekarang, kami yang away dan Indonesia tuan rumah,” jelas Raja. (dkk/jpnn/don)

Akhyar Hadiri Milad ke-22 UMN

KATA SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution menyampaikan sambutan pada Milad ke-22 UMN Al Washliyah di Aula Kampus Abdurrahman Shihab, Jalan Garu II Medan, Rabu (8/8).
KATA SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution menyampaikan sambutan pada Milad ke-22 UMN Al Washliyah di Aula Kampus Abdurrahman Shihab, Jalan Garu II Medan, Rabu (8/8).

Al Washliyah harus mampu menunjukkan, Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang mampu menyandingkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap menjaga iman dan takwa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, saat membacakan sambutan Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, pada acara Milad ke-22 UMN Al Washliyah di Aula Kampus Abdurrahman Shihab, Jalan Garu II Medan, Rabu (8/8).

Akhyar juga mengatakan, selama 22 tahun UMN Al Washliyah telah mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Selama kurun waktu itu pula, Al Washliyah telah memajukan Sumatera Utara (Sumut) melalui bidang pendidikan. Ini tentunya prestasi yang tidak bisa diraih, jika UMN Al Washliyah tidak memiliki kualitas yang mumpuni dalam bidang pendidikan.

Karena itu, melalui milad ke-22 ini, Akhyar berpesan, agar Al Washliyah senantiasa menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang tediri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

“Tri Dharma tersebut juga merupakan konsep rahmatan lil alamin, yang memberikan rahmat dan manfaat bagi generasi muda sebagai mahasiswa dan seluruh masyarakat,” tutur Akhyar di harapan Rektor UMN Al Washliyah H Hardi Mulyono, Anggota DPD RI H Dedi Iskandar Batubara, Ketua Umum BP Al Washliyah Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketua PW Al Washliyah Syaiful Akhyar Lubis, Ketua Aptisi Sumut H Bahdin Nur Tanjung, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Ilmu Dokter Mahyuni, para wakil rektor, dekan, mahasiswa, dan seluruh keluarga besar UMN Al Washliyah.

Sebelumnya, Rektor UMN Al Washliyah, H Hardi Mulyono mengatakan, UMN didirikan 22 tahun lalu, selama berdiri, sudah melahirkan sekitar 51 ribu alumni. Peringatan ini juga menjadi refleksi, usia UMN sudah tidak muda lagi. “Ibarat manusia, di usia ini adalah masa paling energik. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk semakin mengembangkan UMN ini,” katanya. (ris/saz)

David Maulana Optimis ke Final

Pemain Timnas U-16 asal Medan, David Maulana.
Pemain Timnas U-16 asal Medan, David Maulana.

SUMUTPOS.CO – Satu nama sejak lama mencuri perhatian di skuad timnas U-16. Dialah pemain asal Medan, David Maulana. Kini eks pemain PSMS U-15 itu berharap bisa membawa timnya lolos ke final Piala AFF U-16 dengan menghadapi Malaysia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (9/8) malam.

“Secara keseluruhan, kami sudah siap. Persiapan latihan, jaga kondisi termasuk makanan dan juga mental bermain. Itu penting karena kami ingin menang,” kata Kapten Timnas U-16, David Maulana ketika dihubungi dari Medan, Rabu (8/8).

Pemain asal Sumatera Utara tepatnya binaan SSB Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah 1 Sumut ini optimis Garuda Muda bisa menjinakkan sang lawan. Rivalitas antara kedua negara diakuinya akan menjadikan laga sangat ketat.

Namun faktor sebagai tuan rumah diakuinya akan membantu tim untuk meraih kemenangan dalam laga tersebut. Dukungan suporter Indonesia akan menjadi motivasi besar dia dan rekan-rekannya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

“Lawan Malaysia selalu menarik dan ketat. Kami ingin main lepas, tentunya juga butuh dukungan suporter. Intinya kami akan berjuang. Persiapan kami baik, latihan terus fokus dan kerja sama kami baik. Kami tak boleh menganggap remeh lawan meski main di kandang,” sebut Bembeng, sapaan akrab David.

Dia pun turut berharap suporter datang ke stadion menjunjung tinggi sportivitas. Gesekan yang selama ini terjadi, termasuk insiden bendera terbalik harus dihindarkan agar laga berjalan fair play.

“Ayo tunjukkan kita tuan rumah yang baik. Tak ada hinaan atau cacian ke tim tamu. Dukung kami agar Indonesia bisa juara. Kami minta doanya. Kami akan berjuang untuk Indonesia,” pungkasnya. (don)

Wali Kota Medan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampus Syekh HM Yunus

TUANG: HT Dzulmi Eldin memasukkan semen ke dalam lubang pondasi pada peletakan batu pertama pembangunan Kampus Syekh HM Yunus di Jalan Stadion Medan, Rabu (8/8).
TUANG: HT Dzulmi Eldin memasukkan semen ke dalam lubang pondasi pada peletakan batu pertama pembangunan Kampus Syekh HM Yunus di Jalan Stadion Medan, Rabu (8/8).

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, meletakan batu pertama pembangunan Kampus Syekh HM Yunus di Jalan Stadion Medan, Rabu (8/8). Peletakan batu pertama ini turut disaksikan Rektor UMN Al Washliyah H Hardi Mulyono, Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Ketua Umum PB Al Washliyah H Yusnar Yusuf, Ketua Aptis Sumut H Bahdin Nur Tanjung, dan ahli waris H Makmur Lubis.

Dalam sambutanya, Eldin mengucapkan selamat atas pembangunan Kampus Syekh HM Yunus ini. Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen yang begitu besar dari Al Washliyah dalam mengantarkan manusia ke gerbang pencerahan yang hakiki.

“Pembangunan kampus ini patut diapresiasi, karena memang di pundak kitalah tersandang harapan untuk memajukan pendidikan agama di masa mendatang,” tutur Eldin.

Di samping itu, peletakan batu pertama gedung kampus ini bertepatan pula dengan perayaan Milad ke-22 UMN Al Washliyah. Untuk itu, melalui perayaan tersebut, Eldin berharap, Al Washliyah dapat semakin memajukan pendidikan di Sumatera Utara (Sumut), dengan tetap menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang tediri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat. “Tri Dharma ini merupakan 3 pola dasar dalam berfikir dan bertanggung jawab yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama dengan penuh kesadaran oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Rektor UMN Al Washliyah, H Hardi Mulyono mengatakan, Kampus Syekh HM Yunus ini, akan menjadi kampus ke-4 UMN Al Washliyah. Kampus ini terdiri dari 5 lantai, yang dilengkapi dengan fasilitas, seperti musala, parkir, kantin, ruang kantor, ruang perkuliahan, aula, dan gedung serbaguna. “Karena itu, kami mohon doa restu untuk pembangunan gedung ini. Semoga ini dapat dimanfaatkan oleh anak cucu kita kelak,” harapnya.

Sementara H Yusnar Yusuf, selaku Ketua Umum PB Al Washliyah, mengaku, sangat mengagumi sosok Almarhum Syekh HM Yunus, seorang ulama dan guru di madrasah. “Beliau merupakan seorang pendiri Al Washliyah. Pada 1930-an sudah melakukan rapat tentang pembentukan satu organisasi yang berkaitan dengan pengembangan Islam ke depannya, tentunya ini adalah gagasan yang mulia,” katanya.

Untuk mengingat jasa Almarhum Syekh HM Yunus yang bermarga Lubis ini, satu kampus milik Al Washliyah diberi nama Kampus Syekh HM Yunus. “Kampus ke-4 milik Yayasan Al Washliyah, yang terletak di Jalan Stadion Medan, persimpangan Jalan Gedung Arca Medan. Hari ini (kemarin, red) peletakan batu pertama, sebagai awal pembangunan oleh Pengurus Al Washliyah dan Wali Kota Medan,” pungkas Yusnar. (ris/saz)

Milad ke-61, Persiraja Bertekad Tembus Liga 1

Skuad Persiraja.
Skuad Persiraja.

SUMUTPOS.CO – Persiraja Banda Aceh telah memasuki usia 61 tahun. Dalam usia yang tak lagi muda, ada harapan yang hendak diwujudkan. Menembus Liga 1 merupakan sebuah keniscayaan demi harkat dan martabat sepak bola Aceh di kancah nasional.

Senin malam (6/8), tim yang berjuluk Laskar Rencong ini mengadakan syukuran Milad ke-61 dengan seremonial santai. Menyantuni anak yatim diiringi doa bersama dan ditutup dengan makan malam. Para pemain baik wajah lama dan wajah baru, ofisial tim, pelatih, dan presiden klub ikut hadir di malam penuh hikmat di Hotel Keumala.

Syukuran tersebut memang diinisiasikan oleh pengusaha muda sekaligus CEO Hotel Keumala, Imam Mahfud. Langkah tersebut merupakan wujud kepeduliannya terhadap Persiraja.

“Syukuran ini saya adakan atas nama sebagai seorang pencinta Persiraja. Klub kebanggaan orang Aceh tentunya perlu perhatian dari banyak pihak,” sebut Imam Mahfud.

Persiraja dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia, pernah berjaya di era 80-an. Di masa kejayaannya, Persiraja cukup disegani oleh tim-tim lawan. Hanya saja, seiring berjalannya waktu Persiraja pernah redup dengan berbagai alasan, bahkan bak telah ditelan bumi.

Absennya Persiraja di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia menyisakan ruang kerinduan dan penuh harap, kiranya tim ini segera merangsek ke Liga 1. Maka, ikhtiar tersebut sedang serius diupayakan.

Di malam syukuran ulang tahunnya, Presiden Persiraja, Nazaruddin berharap kerja sama semua pihak untuk mendukung Persiraja agar target utama di ulang tahunnya ke 61 dengan tagline “PERSIRAJA 6ANGK1T” tembus Liga 1 dapat terwujud.

“Saya membangun Persiraja dengan hati. Tidak ada motif keuntungan pribadi bagi saya. Semua saya lakukan demi menggairahkan dan membangkitkan kebanggaan terhadap Persiraja,” sebutnya.

Saat ini, klub yang lahir 29 Juli 1957 terus berupaya memperbaiki performa. Evaluasi besar-besaran dilakukan Dek Gam -panggilan akrab Presiden Persiraja- bersama pelatih dan manajemen. Langkah tersebut sebagai bentuk respons akan hasil kurang memuaskan di putaran pertama. Tercatat, 7 pemain baru telah digaet untuk menambah daya gedor Persiraja.

Mereka adalah Husnuzhon, Rizky Yusuf Nasution, Ponda Dwi Saputra, Andika Kurniawan, Muhammad Renggur, Andri Abu Bakar, dan Zamroni. Dua nama awal adalah putra asli Aceh yang sempat membela Persika Karawang dan 5 nama terakhir merupakan eks pemain PSPS Pekanbaru. (bbs/jpc/don)

Hobby Main Badminton

BERSAMA: Emaris Sitorus bersama anaknya Muhammad Fahri Rauf usai bermain badminton.
BERSAMA: Emaris Sitorus bersama anaknya Muhammad Fahri Rauf usai bermain badminton.

Guna menjaga kebugaran tubuh, Emaris Sitorus kerap berolahraga. Badminton dipilih Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Asahan ini sebagai medianya. Alhasil, bermain badminton menjadi hobby Emaris.

“Saya hobby bermain badminton, terutama bersama keluarga. Selain mempererat hubungan keluarga, juga berguna untuk kesehatan,” ujar Emaris membuka obrolan bersama Sumut Pos, Rabu (8/8).

Sore hari, waktu yang dipilih Emaris untuk menyalurkan hobbynya. Pria kelahiran Asahan kerap bermain badminton di halaman rumah, Jalan Suluk Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur.

“Setiap bermain badminton, anak-anak kerap merasa bangga bisa bermain badminton bersama ayahnya. Kemudian, anak-anak juga terkadang lebih terbuka untuk bercerita tentang sekolah dan cita-citanya,” kata pria kelahiran 18 Mei 1968.

Karena hobby bermain badminton, Emaris mengoleksi raket. “Karena hobi bermain badminton saya mengkoleksi empat raket,” katanya.

“Harga raketnya masih terjangkau” sambung suami dari Ritayani Situmorang itu.

Selain badminton, Emaris juga hobby joging. Kebiasaan satu ini kerap dilakukan usai bermain badminton di halaman rumah. “Kalau hari libur, kita joging bersama keluarga di lapangan Alun-Alun Kota Kisaran Jalan Lintas Sumatra,” katanya.

Emaris berharap, para generasi muda mau menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

“Tentunya diharapkan badminton ini juga disukai para remaja,” katanya.(omi/ala)

Batik Ombak Sukses di Kanada

AJANG Festival Indonesia 2018 bertemakan “Indonesian Fashion in Ottawa” baru saja digelar di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada. Desainer asal Indonesia pun berkesempatan untuk memeriahkan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke mata dunia.

Salah satunya, Entin Gartini yang banyak dipuji pemerhati fashion di Kanada. Dalam kesempatan ini, Ia mempresentasikan Batik Ombak yang dibuat dengan teknik batik tulis serta ditonton pula oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dr Teuku Faizasyah dan Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson.

Menurut Entin, Batik Ombak adalah konsep sketsa dari kreativitasnya sendiri. Motif Ombak pun terinspirasi dari begitu luar biasanya keindahan laut Indonesia.

“Disinilah sebenarnya terselip kecintaan saya terhadap keindahan laut Indonesia. Deburan ombak itu seperti energi dalam menuangkan ide ide kreatif. Harapan saya, Batik Ombak rancanganku bisa turut mempromosikan pariwisata alam Indonesia ke masyarakat Kanada,” ungkap Entin Gartini seperti dilansir Okezone.

Dari desainnya yang berani mengambil warna warna tegas, ia katakan inilah sebuah kemewahan dari keberagaman budaya Indonesia. Aksen mewah ia tonjolkan dalam permainan warna tegas nan elegan, tanpa manik manik dan aksesoris lainnya.

“Karena saya tidak tertarik bunga dan perhiasan, jadi saya membuat design mewah tanpa harus memakai manik-manik serta aksesoris lainnya. Saya tuangkan dengan permainan pola cutting dan detail pinggir kain yang hampir semua dilapisi,” kata perempuan asal Semarang yang kini menetap di Kanada.

“Supaya warnanya lebih tegas hingga membuatnya tampak mewah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Entin menambahkan, ia tak ingin langkahnya terhenti pada gelaran Indonesian Fashion in Ottawa 2018 saja. Ia pun membicarakan hal ini bersama KBRI untuk Kanada perihal keberangkatannya ke New York Fashion Week 2019 nanti.

Harapannya, melalui karya karyanya, desainer Entin Gartini akan lebih banyak mempresentasikan keindahan alam Indonesia.(okz/ala)

Desa Harus Mandiri, Sejahtera & Inovatif

SEMINAR: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Corry S Sebayang diabadikan bersama Kabiro Perencanaan dan Kerja sama Kemenko PMK Bapak Yatti Yohan, Anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko, Ketua DPRD Karo Nora Else, Anggota DPRD Karo Mansur Ginting pada kegiatan Seminar Menuju Desa mandiri.
SEMINAR:
Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Corry S Sebayang diabadikan bersama Kabiro Perencanaan dan Kerja sama Kemenko PMK Bapak Yatti Yohan, Anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko, Ketua DPRD Karo Nora Else, Anggota DPRD Karo Mansur Ginting pada kegiatan Seminar Menuju Desa mandiri.

BERASTAGI,SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten Karo bekerjasama dengan Yayasan Friedrich Ebert Stiftung (FES) perwakilan Indonesia, Kemenko PMK dan Seknas FITRA menyelenggarakan Seminar Menuju Desa Mandiri, Sejahtera Dan Berkeadilan, Inovatif Serta Berkelanjutan.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di Sinabung Hotel, Berastagi, Selasa (7/8).

Seminar yang diikuti seluruh kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Karo, dengan untuk memberikan wawasan tata kelola pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntable kepada para kepala desa dan aparatnya.

Meningkatkan pemahaman kepala desa dan aparat desa akan peran dan tanggungjawabnya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih terlibat dan bertanggungjawab terhadap program-program pembangunan di pedesaan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada desa tentang pentingnya peningkatan kapasitas pemimpin dalam mendorong inovasi dan pembangunan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada Kemenko PMK, FES perwakilan Indonesia dan Seknas FITRA yang telah bekerjasama dengan Pemkab Karo dalam menggelar seminar.

Bupati Karo menambahkan, langkah awal untuk melaksanakan perspektif desa membangun adalah Human Development Orientation atau pengembangan yang diorintasikan pada manusianya yang menitik beratkan pada unsur Komitmen, Pengetahuan dan Kemampuan.

“Melalui seminar ini diharapkan adanya pengembangan ketiga unsur tersebut bagi kita semua khususnya kepala desa, BPD, dan aparatur desa. Seperti peran dan tanggung jawab pemerintahan desa, perencanaan pembangunan desa, tata kelola pengelolaan anggran desa, pentingnya inovasi dalam pembangunan desa maupun peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih terlibat dalam programprogram pembangunan desa, sehingga nantinya bisa tercipta desa di Kabupaten Karo yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan, inovatif serta berkelanjutan,”ungkap Bupati Karo

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Kabiro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK Bapak Yatti Yohan, Anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko, Ketua DPRD Karo Nora Else, Anggota DPRD Karo Mansur Ginting, Dosen UGM DR. Arie Soejito, Dormiana Tustina Manurung dari FES perwakilan Indonesia, Rurita Ningrum dari Seknas FITRA, Asisten, Pimpinan OPD dan Camat. (deo/han)