Home Blog Page 6139

Walikota dan Wawako Banda Aceh Jadi Barista di Indonesia City Expo Apeksi

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman saat menyajikan kopi Aceh kepada pengunjung stand.(Ist for Sumut Pos)
Walikota Banda Aceh Aminullah Usman saat menyajikan kopi Aceh kepada pengunjung stand.(Ist for Sumut Pos)

ACEH, SUMUTPOS.CO – Indonesia City Expo Apeksi Tarakan, menjadi peluang bagi Pemko Banda Aceh dalam mempromosikan kopi Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM dan Wakil Wali Kota, Zainal Arifin bahkan menjadi barista dadakan yang menyuguhkan kopi bagi pengunjung di stand milik Kota Banda Aceh usai kegiatan gala dinner berlangsung, Selasa (24/7) malam.

Saat jadwal mengunjungi stand-stand milik peserta Apeksi tiba, stand Pemko Banda Aceh diserbu pengunjung yang ingin menikmati kopi. Aminullah yang meracik sendiri kopi terlihat sangat sibuk melayani pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Begitu juga dengan Wakil Wali Kota, Zainal Arifin juga menjadi barista dan ikut meracik kopi kemudian menyerahkan kopi kepada pengunjung untuk dinikmati.

Kopi Aceh memang menjadi primadona yang diburu oleh pengunjung Inodesia Citu Expo Apeksi Tarakan tahun 2018.

Dodot, salah-satu pengunjug asal Bau-bau, Sulawesi yang ikut menikmati kopi Aceh racikan Aminullah mengaku sangat menikmati kopi yang disuguhkan di stand milik Kota Banda Aceh itu.

“Kopinya enak, Saya dari Bau-bau sangat menyukai kopi Aceh. Saya selalu pesan kopi Aceh setiap ada teman yang lagi melawat ke Aceh atau Sumatera. Kopinya memang beda dari kopi daerah lain di Indonesia,” ujar Dodot.

Senada dengan Dodot, Yeni seorang Ibu muda warga Tarakan juga mangaku sangat menyukai kopi Aceh.

“Saya asli Tarakan, Saya dengar dari teman-teman katanya kopi Aceh enak. Malam ini Saya coba buktikan dan ternyata memang enak. Rasanya khas sekali,” aku Yeni usai menikmati kopi Aceh racikan Wali Kota.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman memanfaatkan event Indonesia City Expo Apeksi tahun 2018 di Tarakan sebagi ajang untuk mempromosikan kopi Aceh.

Kata Aminullah, kopi Aceh memiliki cita rasa yang tinggi. Dengan gencarnya promosi, kopi akan menjadi salah-satu yang paling diincar oleh wisatawan.

“Dengan kopi akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya kesejahteraan petani, tapi juga pengusaha warung kopi hingga pekerja di warung kopi,” ungkap Aminullah. (zal)

Dor! Residivis Begal dan Curanmor Ambruk Ditembak Polisi

Tersangka curanmor saat diamankan oleh petugas Sat Reskrim Polres Lhokseumawe.(Foto:IST for Sumut Pos)
Tersangka curanmor saat diamankan oleh petugas Sat Reskrim Polres Lhokseumawe.(Foto:IST for Sumut Pos)

ACEH, SUMUTPOS.CO – Sat Reskrim Polres Lhokseumawe menangkap seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan begal di Jalan Darussalam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Selasa (24/7/2018) sore kemarin, sekira pukul 17.00 WIB.

Pelaku yang berinisial EG (38), warga setempat, terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kakinya karena melawan petugas menggunakan sebilah samurai saat ditangkap.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu, mengatakan penangkapan dilakukan oleh personel Unit V Resmob Sat Reskrim Polres Lhokseumawe berdasarkan sejumlah laporan masyarakat yang kehilangan motornya.

“Tersangka EG ini diketahui pernah divonis setahun penjara di PN Bireuen dan setahun di PN Lhokseumawe atas kasus Curanmor. Selama ini, ada 8 laporan kehilangan motor dari masyarakat yang kita terima,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (25/7/2018).

Kasat menjelaskan, aksi pencurian motor yang dilakukan tersangka terakhir kali yakni terhadap seorang mahasiswa bernama T Zaki Parista (22), warga Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe pada Kamis (1/3/2018) lalu saat korban memarkirkan motor jenis Honda NF miliknya di tepi jalan.

“Saat itu korban singgah ke Masjid Darussalam Hagu Selatan untuk buang air. Saat kembali, motornya diketahui sudah hilang dan kemudian korban melapor ke Polres Lhokseumawe,” kata Budi.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, tersangka EG akhirnya ditangkap saat tengah mengendarai sebuah mobil Toyota Hilux warna hitam yang saat ini masih diselidiki kepemilikannya. Setiba di depan Rumah Sakit Vinca Rosea, polisi menghadang mobilnya dan berupaya menangkap tersangka.

“Saat akan ditangkap tepatnya saat ditarik keluar dari dalam mobil, pelaku melawan dengan menggunakan sebilah samurai, sehingga pelaku kita ambil tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kakinya,” ungkap Kasat Reskrim.

Pelaku yang terkena timah panas pun kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah dilakukan penggeledahan di sejumlah lokasi termasuk rumah EG, polisi menemukan barang bukti kendaraan bermotor.

“Diamankan 3 unit motor jenis Honda Supra X dan Yamaha Mio, satu unit mobil Toyota Hilux, satu amp ganja kering, sebilah samurai, sebuah kunci T, satu set kunci ukuran variasi dan sebuah gunting stainless,” jelasnya.

Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolres Lhokseumawe. Polisi pun hingga kini masih melakukan pengembangan lanjut guna mencari dan mengungkap dugaan adanya sindikat Curanmor lain yang berkaitan. (zal)

BNN Sweeping Tempat Karaoke di Banda Aceh, Ini Hasilnya

Sejumlah wanita yang diamankan di Fat Karaoke Banda Aceh saat berada di kantor BNNP Aceh.(Foto: IST)
Sejumlah wanita yang diamankan di Fat Karaoke Banda Aceh saat berada di kantor BNNP Aceh.(Foto: IST)

ACEH, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh bersama tim gabungan, Selasa (24/7) malam, melakukan sweeping di sebuah tempat karaoke di Kota Banda Aceh.

Dalam razia tersebut, BNNP Aceh mengamankan puluhan muda mudi saat sedang pesta musik di Fat Karaoke, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.
Kabid Berantas BNNP Aceh Armanto kepada wartawan mengatakan, total ada 30 orang yang digelandang petugas dalam operasi penggerebekan itu. Sebanyak 16 diantaranya adalah perempuan, sedangkan 14 sisanya laki-laki.
Selain mengamankan pasangan muda mudi, kata dia, pihaknya juga mengamankan barang bukti dua pil ekstasi dan minuman keras dari pengunjung.
“Mereka yang diamankan tersebut kebanyakan berasal dari luar Banda Aceh,” kata Armanto, Rabu (25/7).
Kata dia, petugas BNNP Aceh telah melakukan pemeriksaan terhadap pasangan muda-mudi yang ditangkap di Fat Karaoke tersebut. Hasilnya, seorang wanita berinisial A asal Sumetera Utara positif menggunakan narkoba.
Armanto mengungkapkan, berdasarkan pengakuan pelaku, saat itu sedang ada acara ulang tahun dari salah satu perempuan yang ditangkap.
Perempuan itu lantas mengundang teman-temannya untuk hadir di Fat Karaoke. Sementara Fat Karaoke sendiri memang disinyalir sering disalahgunakan. “Informasi dari masyarakat, lokasi itu sering disalahgunakan,” kata Armanto.
Petugas masih terus melakukan pengembangan terkait asal dua butir ekstasi yang ditemukan saat penggerebekan.
“Sementara yang perempuan sudah dites urine. Begitu juga dengan para lelaki yang ditangkap, mereka juga akan menjalani tes urine,” katanya.(zal)

Witan Bakal Susul Egy ke Eropa

Witan Sulaiman
Witan Sulaiman

SUMUTPOS.CO – Salah satu penggawa Timnas U-19 Indonesia, Witan Sulaiman, saat ini tengah menjadi incaran klub Eropa. Andai benar, dia bakal menyusul rekan setimnya, Egy Maulana Vikri yang kini memperkuat klub Polandia, Lechia Gdansk.

Kabar diincarnya Witan oleh klub Eropa dibeberkan oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. Menurutnya, Witan memang sedang dipantau klub Eropa, tapi saat ini masih belum bisa disebutkan nama klubnya.

Menurut Raden Isnanta, pemain berusia 16 tahun tersebut masih harus menyelesaikan studinya terlebih dahulu di Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta. Baru setelah selesai semuanya, dia bisa saja berkarir di Eropa.

“Betul, Witan sedang diincar, tapi belum bisa kami ekspos karena masih kelas dua. Klub yang memantau dia sudah ada dari Eropa tapi belum bisa memastikan. Dia punya banyak alternatif seperti Egy yang detik-detik terakhir bisa berubah-ubah. Tapi saya inginnya Eropa bukan klub Asia,” ujar Raden Isnanta kepada wartawan.

Saat ini, diakui Isnanta ada salah satu pencari bakat dari Jerman yang memantau perkembangan Witan. Namun, dia harus membuktikan dirinya dahulu.

“Witan terus dipantau rekam jejaknya, performanya, dan prestasinya. Kami juga berikan data ke klub yang memantau, tapi terpenting wajib menjaga performanya,” pungkas Isnanta. (ies/hpc/don)

Delapan Besar Liga 3 Sumut Pakai Empat Venue

MATCH Commisioner Asprov PSSI Sumut Srigunana Tarigan (tengah) didampingi Sekum Fityan Hamdy (2 kanan), Anggota Exco Sri Radrida Lubis, Komite Kompetisi M Yusuf, dan Komite Wasit Riswanda memimpin manager meeting 8 Besar Liga 3 Sumut, Selasa (24/7).
MATCH Commisioner Asprov PSSI Sumut Srigunana Tarigan (tengah) didampingi Sekum Fityan Hamdy (2 kanan), Anggota Exco Sri Radrida Lubis, Komite Kompetisi M Yusuf, dan Komite Wasit Riswanda memimpin manager meeting 8 Besar Liga 3 Sumut, Selasa (24/7).

SUMUTPOS.CO – Pertandingan babak delapan besar Liga 3 Provinsi Sumut tahun 2018 digelar serentak di empat venue pada Minggu (29/7). Hal ini sesuai hasil manager meeting babak delapan besar di Aula Wisma Universitas Sumaters Utara (USU) Medan, Selasa (24/7).

Sekum Asprov PSSI Sumut, Ir Fityan Hamdy, dalam hal ini mewakili Exco Bidang Kompetisi menjelaskan, laga delapan besar mestinya digelar empat hari mulai Selasa (24/7). Namun karena pada waktu yang bersamaan ada agenda kegiatan Asprov, yakni Kursus Pelatih Lisensi C AFC, maka jadwalnya diundur.

“Sisi negatifnya tentu konsistensi, tapi kami yakin mundurnya jadwal delapan besar menguntungkan klub-klub sehingga persiapan tim bisa lebih maksimal,” jelas Fityan didampingi Anggota Exco Sri Radrida Lubis (Chici), Match Commisioner Srigunana, Komite Kompetisi M Yusuf, dan Komite Wasit Riswanda. Juga hadir Exco Bidang Hukum H Dody Safnul.

Lebih lanjut Fityan menjelaskan, sesuai hasil manager meeting menjelang babak 16 Besar sebelumnya, tim yang menjadi tuan rumah babak delapan besar adalah tim yang tampil sebagai juara grup. Tim-tim yang menjadi juara grup, yakni PS Bhineka, Tanjungbalai United, Medan Utama, dan PSDS.

PS Bhineka sebagai tuan rumah akan menggelar pertandingan di Stadion Mini Disporasu, Jl Pancing Medan. Tanjungbalai United di Stadion Asahan Sakti Kota Tanjungbalai. Medan Utama di Stadion TD Pardede Medan dan PSDS menggelar pertandingan di Stadion H Baharoeddin Siregar Lubukpakam.

Seperti diketahui, pada laga babak delapan besar PS Bhineka akan menghadapi PS Keluarga USU,

Tanjungbalai United vs Toba Samosir FC, Medan Utama vs Gumarang FC, dan PSDS bertemu PS Kwarta. Pertandingan digelar serentak pada Minggu (29/7) mulai pukul 15.00 WIB.

“Sesuai harapan Ketua Umum Asprov PSSI Sumut Bapak Kodrat Shah, diharapkan babak delapan besar berjalan sukses dan tim juara tingkat Sumut bisa berbicara di babak Regional Sumatera hingga Nasional dan mampu promosi ke Liga 2 musim depan. Dari liga ini juga diharapkan muncul pemain-pemain andal untuk Sumut menuju PON 2020 di Papua,” tambah Fityan.

Lebih lanjut Fityan mengatakan, untuk laga semifinal juga ada sedikit perubahan jadwal dari awalnya akan digelar 31 Juli dan 1 Agustus menjadi 1-2 Juli. Begitu juga laga final dari rencana awal digelar 4 Agustus menjadi Minggu 5 Agustus.

“Kita rencanakan laga semifinal dan final digelar di Stadion Teladan,” jelas Fityan.

Seperti diketahui, selain juara, tim peringkat kedua dan ketiga Liga 3 Sumut berhak melaju ke babak Regional Sumatera yang diikuti 16 tim dengan sistem knock out (home away). Sedangkan empat tim terbaik dari Regional Sumatera melaju ke babak Nasional bersama 20 klub lainnya ditambah 40 klub degradasi Liga 2 musim lalu.

“Dengan demikian, babak Nasional Liga 3 total akan diikuti 64 klub untuk memperebutkan enam tiket promosi ke Liga 2 musim depan. Ini sesuai regulasi kompetisi PSSi,” jelas Fityan Hamdy.

Dihubungi via handphone, Ketua Umum Asprov PSSI Sumut Kodrat Shah berharap babak delapan besar berjalan sukses dan tim juara tingkat Sumut bisa berbicara di babak Regional Sumatera hingga Nasional dan mampu promosi ke Liga 2 musim depan.

“Dari Liga 3 Sumut ini juga diharapkan muncul pemain-pemain andal untuk Sumut yang akan dipersiapkan menuju PON 2020 di Papua,” jelas Kodrat Shah. (don)

 

PSMS Khawatir Kena Sanksi Usiran

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Pihak kepolisian saat menangani kerusuhan usai laga.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Pihak kepolisian saat menangani kerusuhan usai laga.

SUMUTPOS.CO – Kericuhan suporter PSMS usai laga kontra PSM Makassar di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7) malam menyisakan kekhawatiran manajemen. Pasalnya Ayam Kinantan bakal terancam sanksi dari PSSI.

Manajemen kemarin menggelar rapat evaluasi di Sekretariat Kebun Bunga. Tak dipungkiri ada beberapa kerugian yang ditimbulkan akibat kericuhan tersebut.

“Kericuhan itu menjadi pembelajaran bagi kami untuk laga melawan Bali United supaya pertandingan berjalan aman dan lancar. Dalam pertandingan kemarin 2×45 menit tidak ada kendala dengan tim, tapi usai laga ada gesekan dari salah satu kelompok suporter, terutama PSMS fans Club,” kata Sekretaris PSMS, Julius Raja.

Beberapa item rusak pasca peristiwa itu. Terutama aboard atau papan iklan dan pintu-pintu besi yang dijebol. Ini menjadi tanggung jawab manajemen. “Aboard rusak ada sekitar 29 buah. Terus pintu-pintu juga. Masih ada waktu dua sampai tiga hari memperbaikinya sebelum lawan Bali United. Sampai tadi malam kami sudah dimintai keterangan dari Polsek,” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. “Kami sudah sampaikan kronologis. Hasilnya hukuman dari mereka memang belum kita ketahui. Sudah berikan terperinci, karena secara keseluruhan pengamanan cukup baik. Tim tamu, tuan rumah dan wasit juga pulang dengan selamat. Kami lakukan pendekatan, jangan sampai ada partai usiran atau main tanpa penonton,” bebernya.

Pria yang akrab disapa King itu menyadari jika kericuhan itu memuncak dikarenakan ingin ada revolusi di manajemen PSMS. “Mereka minta perbaikan manajemen. Minta King mundur. Sekali lagi saya katakan mari bersikap dewasa. Saya siap mundur. Tapi harus melalui pak Kodrat (Pembina) atau pak Edy Rahmayadi (Penasehat). Kalau mereka minta saya mundur bukan dari kelompok suporter. Kami kan sudah buat perbaikan tapi kok masih dirongrong,” bebernya.

Sementara itu etua PFC, Zulfan Harahap menjelaskan alasan pihaknya menyalakan flare. “Ini bentuk kekecewaan kami kepada pengurus PSMS yang bobrok. Yang semena-mena dan arogan,” ujarnya

ejatinya, kata Zulfan, flare adalah aksi lanjutan, karena imbauan sebelumnya tidak direspon. “Dengan petisi enggak ditanggpi, dengan spanduk juga enggak ditanggapi, dengan nyayian (di stadion) pun enggak ditanggapi. Maka dengan flare lah kami lakukan untuk menuntut mereka mundur,” tegasnya. (don)

Duo Asing Segera Dikontrak

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Aleksandros Tanidis
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Aleksandros Tanidis

SUMUTPOS.CO – Dua pemain asing pilihan Peter Butler, Filipe Marins Dos Santos dan Aleksandros Tanidis sudah mulai ikut berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (24/7). Namun keduanya tidak berlatih secara penuh, melainkan hanya warming up karena baru tiba dari perjalanan jauh. Kedua pemain asal Brasil dan Yunani itu direncakan teken kontrak, Rabu (25/7).

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan keduanya juga belum akan berlatih penuh sebelum tanda tangan kontrak. Dia yakin dua pemain tersebut akan memberikan dampak positif untuk tim. “Tapi mereka tidak ikut latihan hari ini karena perjalanan jauh. Saya kasih mereka sedikit istirahat. Apa lebih penting kita harus buat recovery hari ini buat pemain yang main,” kata Butler.

Sementara itu gelandang asal Afghanistan belum hadir karena masih terkendala visa. “Belum dia masih urus visa. Nanti dia akan menyusul ke sini,” kata pelatih asal Inggris.

Namun, Butler berharap, saat menghadapi Bali United, Sabtu (28/7) mendatang, paling tidak satu dari dua pemain tersebut sudah bisa diturunkan. “Saya harap mereka bisa main lawan Bali United, mudah-mudahan bisa,” ucap eks pelatih Persipura itu.

Lalu bagaimana dengan nasib dua pemain asing PSMS tersisa, Reinaldo Lobo dan Wilfried Yessoh? Dengan masuknya tiga pemain Butler kemungkinan, salah satu atau keduanya bisa jadi angkat koper dari PSMS. Namun Butler belum mau memberikan keputusan dan akan segera membicarakan hal ini dengan keduanya.

Berdalih Gila, Penipu Bebas Berkeliaran

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos M Ali Nafiah memperlihatkan surat tanda bukti laporan ke Bid Propam Polda Sumut kepada wartawan, Selasa (24/7).
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
M Ali Nafiah memperlihatkan surat tanda bukti laporan ke Bid Propam Polda Sumut kepada wartawan, Selasa (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhammad Ali Nafiah mempropamkan Polsek Lubukpakam ke Polda Sumut, Selasa (24/7). Pasalnya, penyidik polsek tersebut diduga ‘menukangi’ kasus penipuan yang menimpanya. Sehingga, pelaku yang selama ini rekan bisnisnya dinyatakan gila dan dilepas.

Kepada wartawan, warga Huta II Desa Nagoribandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun mengaku sangat kecewa dengan Polsek Lubukpakam. Sebab, setelah ditipu mentah-mentah oleh Atiah alias Iteng, polisi masih juga mempermainkannya.

Kasus ini berawal saat Ali mentransfer uang sejumlah Rp24 juta kepada Atiah. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli ayam di Padang Lawas Utara (Paluta).

“Akhirnya saya transferlah uang ke rekening istri Atiah (Yuli), senilai Rp24 juta. Berangkatlah anggota ke Paluta untuk mengambil ayam sesuai arahan Atiah,” beber Ali usai membuat pengaduan di Bid Propam Polda Sumut, Selasa (24/7).

“Rupanya, sesampainya anggota ke sana, pemilik peternakan di Paluta bilang Atiah tidak membayarkan uang untuk membeli ayam senilai Rp24 juta itu,” sambungnya.

Ali kemudian menelepon istri Atiah. Ali mempertanyakan hal itu ke Yuli.

“Kemudian saya tanya ke istrinya. Memang dia sudah menerima uang itu, tapi Yuli tidak mau membayarkan uang itu ke pemilik kandang di Gunung Tua,” katanya.

Merasa ditipu, Ali melapor ke Polsek Lubukpakam. Pengaduan Ali diterima dengan nomor: LP/207/X/2017/SU/RES DS/Lubuk Pakam tanggal 15 September 2017.

“Dua minggu kemudian Atiah ditangkap, tepatnya tanggal 9 Oktober 2017. Tapi akhirnya dilepas dengan alasan tersangka gila berdasarkan surat keterangan dari dokter yang saya duga direkayasa,” beber Ali.

“Sekarang sudah 10 bulan pelaku berkeliaran, saya minta supaya kasus ini diusut Propam. Saya minta keadilan, ” sambungnya.

Banyak kejanggalan yang dilihat Ali terkait penangkapan Atiah. Sebab, setelah dua kali disurati baru kemudian Atiah ditangkap.

“Beginilah, saya berbisnis selama ini dengan Atiah tidak ada masalah. Kok tiba-tiba diperiksa kemudian ditangkap dan sehari kemudian menjadi gila. Jadi selama ini saya berbisnis sama orang gila? Tapi kok tahu dia duit, ini kan lucu,” katanya.

Tak hanya itu, dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) juga banyak kejanggalan. Didalamnya tertulis, pada 11 Oktober 2017 sekira pukul 11.00 WIB, tersangka Atiah dibawa ke RSUD Lubukpakam. Hasil pemeriksaan dokter umum, tersangka menderita Shizofremia Katatorwa (gangguan jiwa)

“Padahal surat keterangan sakitnya Atiah dari RSUD Deliserdang tanggal 12 Oktober 2017. Ini kan janggal. Terus kalau katanya ada surat dari klinik yang menyatakan tersangka harus istirahat, ada surat klinik sampai 30 hari kan lucu,” ujar Ali.

“Surat klinik mana bisa menyatakan sakit sampai 30 hari? Kalau sakitnya parah, bawalah ke rumahsakit jiwa, bukan dirawat jalan di rumahnya. Siapapun yang dengar kan ini nampak mengada-ngada,” tegasnya.

Ali juga sudah melakukan kroscek ke klinik dr Dapot Parulian di Jalan Pelajar, Medan. Dokter Dapot yang mengeluarkan surat istirahat Atiah selama 30 hari.

Prajurit Raider 100/PS Dilempari Batu

Foto: TEDDY/SUMUT POS PERLIHATKAN: Danyon Inf Raider 100/PS Letkol Lizardo Gumay didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Marsauli Siregar dan Kaur Medtak Penerangan Kodam Bukit Barisan Mayor Yamin Sohar memperlihatkan para tersangka kepada wartawan, Selasa (24/7).
Foto: TEDDY/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Danyon Inf Raider 100/PS Letkol Lizardo Gumay didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Marsauli Siregar dan Kaur Medtak Penerangan Kodam Bukit Barisan Mayor Yamin Sohar memperlihatkan para tersangka kepada wartawan, Selasa (24/7).

BINJAI, SUMUTPOS.CO  – Prajurit Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia gagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kg dan 158 butir pil ekstasi berlogo bintang. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya kegiatan pemeliharaan (simulasi) prajurit Raider 100/PS di wilayah Binjai dan Langkat.

“Kami melakukan pencegahan deteksi dini sesuai arahan Pak Presiden dan Pak Panglima TNI. Awalnya dilihat ada sekelompok orang berlari tidak menentu menuju ke Desa Sialang Paku, Kutalimbaru, Deliserdang,” urai Lizardo didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Marsauli Siregar dan Kaur Medtak Penerangan Kodam Bukit Barisan Mayor Yamin Sohar saat temu pers di Lobby Mako Yonif Raider 100/PS, Sei Bingai, Langkat, Selasa (24/7).

Oleh prajurit Raider 100/PS, temuan itu dilapor kepada Pasi Intel. Kemudian diteruskan ke Komandan Batalyon Infanteri Raider 100/PS, Letkol Lizardo Gumay.

“Saya meneruskan informasi kepada Panglima (Kodam I Bukit Barisan), diminta untuk dikejar. Saat dikejar, ditemukan satu tas yang berisikan barang bukti semua, berupa sabu dan ekstasi,” tutur Lizardo.

Saat pengejaran itu, Pasi Intel Yonif Raider 100/PS meminta petunjuk untuk dapat mengirim pasukan tambahan. Itu dilakukan karena warga Kampung Kloneng memberikan perlawanan keras terhadap prajurit Yonif Raider 100/PS.

“Mereka melawan dengan melempari prajurit pakai batu dan senjata tajam. Sehingga perlu dibantu,” ujar dia.

Pengejaran dan bantuan prajurit yang diterjunkan ke TKP berbuah manis. Enam orang ditangkap.

Dari enam tersangka, prajurit menyita barang bukti 1 kg sabu-sabu, 158 butir ekstasi, ratusan kompeng (bagian alat isap sabu), 12 unit mesin jackpot, 2 bong sabu, 130 pipa hisap sabu, 9 mancis, 2 unit Hp Samsung, 4 bungkus plastik klip, 19 batang rokok Gumer, 2 dompet, 3 badik/pisau dan 1 charger handphone Nokia juga turut disita.

“Semua barang bukti ini ditemukan di tempat akhir kejadian (penangkapan),” sambung Lizardo.

Keenam tersangka yang diamankan masing-masing, Sudaryanto warga Tanah Seribu Pasar Tiga Kabupaten Langkat, Rasin warga Pasar V Kecamatan Namutrasi Kabupaten Langkat, Supendi warga Kampung Kloneng Kabupaten Langkat, Usaha Pramaya Tarigan warga Tanah Seribu, Fajar Renaldi warga Kampung Kloneng dan Irwan warga Tanah Seribu. Mereka semua diamankan saat keluar dari gubuk kolam ikan.

Kepala Karyawan Salon Digilas Truk

Foto: Fachril/Sumut Pos Jenazah aryawan salon yang tewas digilas truk.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Jenazah karyawan salon yang tewas digilas truk.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Musdalifah (35) tewas digilas truk. Peristiwa itu terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Km 10,5, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Selasa (24/7) pukul 09.00 WIB.

Kepala warga Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli remuk.

Kecelakaan itu terjadi, saat korban pergi kerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 2995 AHB. Melintas di lokasi, karyawan salon ini coba mendahului truk dari sisi kiri yang berada di depannya.

Naas, korban tersenggol sisi kiri truk dan terjatuh. Saat itu juga, ban truk menggilas kepada korban hingga remuk.

Wanita itu pun tewas di tempat, sopir dan kernet langsung diamankan warga sekitar.

Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi dan melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban yang tewas dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan bersama sopir dan kernet diamankan polisi.

“Tadi korban itu mau motong dari kiri, tiba-tiba terjatuh, ban belakang truk itu langsung menyambar menggilas kepala korban,” kata warga sekitar.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, sopir dan kernet telah mereka amankan. Sedangkan korban sudah divisum ke rumah sakit.

“Kasusnya sudah kita tangani,” sebut AW Nasution.(fac/ala)