Home Blog Page 6162

Calhaj Batal Berangkat Jika Tak Istitha’ah

Triadi Wibowo/Sumut pos_ Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7)
Triadi Wibowo/Sumut pos_
Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan AH. Nasution Medan,tahun lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan mengingatkan jamaah Calon Haji (Calhaj) tidak dapat diberangkatkan apabila tidak istitha’ah (mampu). Hal tersebut disampaikan dr Ziad Batubara saat Manasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan, kemarin. Dijelaskan dr Ziad, istitha’ah adalah peraturan tentang kemampuan fisik, mental dan kesehatan Calhaj.

“Apa boleh buat, kalau nanti pada pemeriksaan dinyatakan tidak istitha’ah, mohon maaf, saya tidak berangkatkan. Ada kriterianya, diantaranya, menderita gagal jantung stadium 4, gagal ginjal yang cuci darah 2 kali seminggu, gila, pikun berat, TBC yang tidak mempan lagi dengan obat, kanker dan cacar air,” ujar Ziad.

Selain itu, Ziad mengatakan, tidak bisa kita pungkiri bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik. Dicontohkannya, kalau di Medan, silahkan pilih ibadahnya mau di rumah boleh, di musala boleh dan di masjid juga boleh. Tapi kalau berhaji, ada kewajiban khusus seperti tawaf di Masjidil Haram, wukuf di Arafah serta Mabit dan juga melontar jumroh di Mina. Tidak boleh tempat lain. Karena berpindah-pindah tempat itu, diingatkannya Calhaj harus sehat.

“Banyak jamaah haji kita yang risiko tinggi (risti), yakni Calhaj yang berpeluang mendapatkan penyakit ataupun kambuh penyakitnya. Ada dua Risti, pertama Risti sehat yaitu usia lanjut dan obesitas, ” tambahnya.

Dijelaskan Ziad, data Kementerian Kesehatan, kematian pada jamaah haji Indonesia didominasi laki-laki usia 55 tahun sampai 65 tahun dengan over aktifitas, kelelahan ada penyakit jantung bawaan. Untuk itu, diingatkan Ziad untuk pinter-pinter membagi waktu ibadah dan istirahat. Disebutnya, normal waktu istirahat 8 jam namun 6 jam bisa. “Sehat juga penting. Bagaimana mau beribadah kalau tidak sehat, ” lanjutnya.

Terakhir, Ziad mengingatkan tantangan sekarang adalah penyakit menular. Paling pasti tantangannya dikatakan Ziad sekarang adalah penyakit miningitis, radang selaput otak di Arab Saudi. “Penularannya adalah percikan dahak dan bersin. Saya anjurkan kalau tidak berihram pakai maskernya, ” tandas Ziad. (ain/gus)

 

 

PDIP Coret Caleg Bermasalah Hukum dari Dapil Sumut

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tidak ingin mencalonkan orang yang sedang menghadapi persoalan hukum untuk maju sebagai bakal calon anggota DPR, yang akan berlaga di Pemilu 2019.

“Di Sumut (Sumatera Utara) ada beberapa yang sedang menjalani proses pemeriksaan atas kasus hukum. Maka kemudian DPP mengambil keputusan tidak mencalonkan nama-nama dimaksud,” ujar Hasto di kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7).

Sayangnya, Hasto tidak menyebut siapa nama kader yang dimaksud. Dia hanya menyatakan, langkah pencoretan diambil sebagai tanggung jawab moral PDIP terhadap masyarakat.

“Jadi, yang kami calonkan adalah tokoh-tokoh yang memang jelas rekam jejaknya. Meraka yang betul-betul dipersiapkan,” katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu juga mencalonkan beberapa nama berlatar belakang jurnalis. Antara lain, mantan wartawan Koran Sindo Rahmat Said dan Putra Nababan. “Dia membuat karya dari buku Bung Karno. Kami juga mencalonkan Pak Putra Nababan,” pungkas Hasto.(gir/jpnn)

 

KPK OTT Bupati Labuhanbatu

Bupati Labuhanbatu,, Pangonal Harahap.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).  Kali ini Bupati Labuhanbatu, Sumut, Pangonal Harahap ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (17/7) malam.

Pada Pilkada Labuhanbatu Desember 2015, Pangonal yang merupakan politikus PDIP berpasangan dengan Andi Suhaimi Dalimunthe, diusung PDIP, PKS, PKB, dan PBB. Pasangan ini dilantik menjadi bupati-wakil bupati Labuhanbatu pada 17 Februari 2016.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menyebutkan bahwa OTT dilakukan di dua daerah. ”Iya benar ada kegiatan (OTT) di Labuhanbatu dan Jakarta,” ungkap dia kemarin malam.

Informasi sementara yang diperoleh, ada lima orang yang diamankan. Termasuk di antaranya Pangonal dan ajudannya. Febri menyebutkan, Pangonal diamankan oleh petugas di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sedangkan tiga orang lainnya diamankan petugas di Labuhanbatu. Guna kebutuhan pemeriksaan lanjutan, KPK membawa ketiga orang tersebut ke Polres Labuhanbatu. ”Ada pihak swasta yang diamankan,” ungkap Febri.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa Pangonal juga sudah dibawa ke kantor KPK di Gedung Merah Putih. Dia dibawa ke markas lembaga super bodi itu untuk diperiksa.

Dalam OTT tersebut, sambung Febri, KPK turut mendapati barang bukti berupa catatan transaksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Barang bukti tersebut masih didalami.

”Jadi, (petugas) masih di lapangan. Saat ini (kemarin malam) masih melakukan rangkaian dari kegiatan ini (OTT),” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Dugaan sementaran, korupsi dilakukan Pangonal dalam proyek di Labuhanbatu.

Informasi sementara yang sudah diperoleh KPK, proyek itu masuk dalam program milik Dinas PUPR Labuhanbatu. KPK juga masih menggali lebih jauh data dan informai berkaitan dengan proyek tersebut. ”Tentu nanti kami identifikasi lebih jauh. Kami sedang dalami itu,” imbuh Febri.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPK punya waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum lima orang yang diamankan dalam OTT kemarin malam. (syn/)

Cewek ABG Dianiaya Ortu, Kaki Dirantai & Digembok

Ilustrasi

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Tega! Kata ini mungkin layak disematkan kepada pasangan Asmara Dena (46) dan Budiarso (50). Tanpa belas kasihan, mereka menganiaya dan merantai kaki putri kandung sendiri.

Cewek ABG bernasib kurang beruntung tersebut yakni Denanda Anastia Budi. Penganiayaan yang dialami cewek berusia 15 tahun ini berlangsung di rumah mereka, Jalan Amir Hamzah, Desa Kota Galuh, Kec. Perbaungan.

Atas perbuatan kejam itu, Unit PPA Satreskrim Polres Sergai bereaksi. Asmara Dena dijemput petugas dari dari kediamannya pada Minggu (15/7/2018) siang sekira pukul 12.00 wib.

Pasutri tersebut melakukan kekerasan terhadap anak kandung sebagaimana dimaksud pasal 76C Jo pasal 80 ayat 4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi, Sabtu (14/7/2018) sekitar pukul 20.30 wib di kediaman mereka. Saat ditemukan warga, korban dalam keadaan kaki kiri terlilit rantai besi dan digembok dan bibir mengalami luka robek.

Selanjutnya korban dan ibu korban diboyong ke Mapolres Sergai guna proses hukum. Dari lokasi petugas mengamankan barang bukti, 1 buah rantai besi dan 1 buah gembok.

“Tersangka sedang dibantarkan di RSUD Sultan Sulaiman. Kasusnya masih dalam proses,” tandas Kanit PPA Satreskrim Polres Sergai, Iptu Ferida Panjaitan kepada POSMETRO MEDAN, Senin (16/7/2018).(war/ras)

Cari Pelampiasan Ketika Istri Malas Bercinta Saat Hamil

SUMUTPOS.CO –  Kehamilan sering membuat mood perempuan mudah berubah. Itu pula yang dialami Sephia (32) yang mulai ogah-ogahan melayani suaminya di atas ranjang, saat usia kehamilannya sudah mencapai usia lima bulan.

Rupanya Donwori (35) sebagai suami Sephia mencari pelampiasan lain. Donwori memilih mencari daun muda terutama dari kalangan anak baru gede (ABG) alias cabe-cabean yang selalu available.

Tapi, Sephia bukannya tak tahu kelakuan suaminya. Meski sedang hamil besar, Sephia memutuskan menggugat cerai suaminya yang berbuat serong.

“Aku sudah curiga lama sebenarnya. Belakangan di kontaknya banyak nomor baru masuk, namanya tapi cowok semua,” kata Sephia di ruang tunggu pengadilan agama belum lama ini.

Sephia menduga suaminya mulai main cewek lain. Sejak kehamilan kedua, Sephia memang malas melakukan apa pun, termasuk urusan ranjang. Dia kerap menolak ketika suaminya sedang pengin begituan. Tapi, kata Sephia, suaminya nyaris tak pernah marah ketika keinginannya ditolak.

Hanya saja, Sephia tak pernah menyangka suaminya bisa begitu nekat dengan mencari pelampiasan di luar. “Apa mungkin karena hamil juga rasanya punyaku kurang enak, akhirnya cari yang lain,” katanya ceplas-ceplos.

Rupanya, ada tetangga Sephia yang tahu kelakuan Donwori saat berjalan-jalan bareng seorang cewek ABG. Tetangga Sephia itu pun mengadu.

Kabar dari tetangga itu menguatkan kecurigaan Sephia tentang ulah suaminya yang mulai sering pulang larut malam. Akhirnya, Sephia mengoprek seluruh pesan yang masuk di ponsel suaminya.

Anehnya, ada nama laki-laki dalam daftar nomor handphone (HP) atau ponsel Donwori yang sering mengirim pesan. Hanya saja, Sephia tak mengenal nomor dan nama itu.

Rupanya, nama laki-laki itu hanya cara Donwori menyamarkan nomor ponsel selingkuhannya. “Dia tak amuk, masih muda, mau-maunya diapa-apain suami orang,” ujar Sephia dengan nada marah.

Donwori langsung berkali-kali meminta maaf setelah ulahnya ketahuan. Tapi, Sephia tak punya alasan untuk memaafkan Donwori. Dia telanjur sakit hati dan tak ingin memaafkan suaminya. Pintu maaf sudah tertutup dan Sephia memilih bercerai.

“Katanya cuma iseng aja, buat selingan. Aku gak butuh suami kalau modelnya kayak begitu,” pungkasnya.(jpr)

Edan, Boru Sihite Tega Bunuh 2 Putranya

Dormian Sihite saat dirawat di rumah sakit.
Dormian Sihite saat dirawat di rumah sakit.

LAMPUNG, SUMUTPOS.CO – Entah apa yang ada dipikran Dormian Sihite (37), tega membunuh dua anaknya yang masih kecil-kecil, Minggu (15/7/2018) sekira pukul 10.00 Wib.

Informasi diperoleh tersangka merupakan warga Dusun Kelapa Dua, Desa Kota Agung, Pesawaran, seolah kesurupan dan menghabisi nyawa kedua buah hatinya itu menggunakan sebilah pisau. Ibu empat anak tersebut kemudian menusuk perutnya sendiri sebanyak enam kali.

Saat itu, suami Dormian, Tunggung Manurung (42), sedang tidur bersama kedua anaknya di dalam kamar. Tak lama kemudian, seorang anaknya itu, bernama Robin Nicholas Manurung (8) kencing di celana. Melihat itu, Tunggung kemudian memanggil istrinya.

Tak lama kemudian, Dormian pun masuk ke kamar dan menggendong anaknya Robin, lalu memindahkan ke kamar sebelah. Namun, setelah beberapa menit, Dormian kembali ke kamar di mana suaminya tidur, lalu mengambil dan membawa anak bungsunya Marcel Rafael Manurung (3), ke kamar sebelah.

Sesaat kemudian, Tunggung mendengar suara tangisan anak bungsunya. Dia pun langsung bangkit dari tidurnya dan menghampiri anaknya yang menangis di kamar sebelah.

Namun, tiba di kamar tersebut, Tunggung kaget bukan kepalang, melihat kedua anaknya dalam posisi tertelungkup dan bersimbah darah. Di samping mereka, istrinya Dormian sedang menusuk perutnya sendiri menggunakan pisau dapur.

Tak membuang waktu, Tunggung kemudian membawa kedua anaknya ke klinik terdekat. Namun, nyawa kedua anak tersebut tidak tertolong dan meninggal dunia. Sedangkan Dormian dilarikan oleh warga sekitar ke rumah sakit Natar Medika, Lampung Selatan.

Kapolres Pesawaran, AKBP Syaiful Wahyudi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan pengumpulan barang bukti dan olah tempat kejadian perkara, Dormian Sihite menjadi terduga tunggal dalam pembunuhan kepada Robin Nicolas Manurung (8) dan Marcel Rafael Manurung (3).

“Dari bukti-bukti dan keterangan saksi yang didapat, terduga pelaku pembunuhan mengarah pada ibu korban. Tapi, saat ini masih dilakukan pemeriksaan kembali apa motif pelaku membunuh kedua anaknya,” ujarnya.

Terkait isu gangguan kejiwaan, AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan soal isu tersebut.

“Itu harus dibuktikan dulu melalui pemeriksaan dari Rumah Sakit (RS) Jiwa Lampung, karena yang berhak bicara seseorang mengalami gangguan jiwa adalah institusi itu,” katanya, Minggu (15/7/2018). (jpg)

22 Menit: Suguhkan Aksi Polisi Lawan Teror Bom

SUMUTPOS.CO – Film 22 Menit bukan film dokumenter. Namun, film tersebut mampu membuat penonton berdebar mengingat tragedi berdarah 14 Januari 2016 lalu, di Jalan Thamrin, Jakarta.

This is not based on true story tapi ini terinspirasi. Kesulitannya, kami 70 persen merekonstruksi kejadian nyata. Jadi, kami enggak bisa memindahkan lokasi syuting. Akhirnya dalam syuting, tim produksi membuat kemacetan Jakarta, dan dimaki-maki,” tutur Sutradara 22 Menit Eugene Panji, usai screening film di Epiwalk, Kuningan, Senin (16/7).

Dibintangi Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Mathias Muchus, Hana Malasan, Ence Bagus, Ajeng Kartika, Taskya Namya, Fanny Fadillah, dan Ardina Rasti, 22 Menit mengisahkan kepanikan warga Jakarta ketika mengadapi ledakan bom di Thamrin.

Film yang juga menjadi bagian dari sosialisasi antiterorisme itu, disutradarai oleh Eugene Panji dan Myrna Paramita Pohan. Berdurasi 75 menit, film yang bekerja sama dengan Polri dalam melakukan riset dan akurasi adegan itu, menyuguhkan drama yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Aktor Ario Bayu didapuk menjadi pemeran utama, yakni Ardi, seorang polisi anggota unit antiterorisme. Ketika ledakan bom terjadi di pusat kota, ia dan rekan-rekannya mempertaruhkan nyawa demi mengamankan situasi.

Dalam 22 menit setelah ledakan di sebuah kafe kawasan Thamrin terjadi, Ardi dan satuan antiterorisme pun berhasil meringkus pelaku. Namun, ledakan bom Thamrin pada akhirnya mengubah hidup banyak orang untuk selamanya.

Film ini menjanjikan adegan aksi mendebarkan, seperti bom meledak, baku tembak di tengah jalan, terjebak dalam lift, hingga aksi berbahaya yang biasa dilakukan polisi terlatih. Rumah produksi Buttonijo Films berkonsultasi dengan jajaran kepolisian agar bisa menggambarkan kondisi seakurat mungkin.

“Beberapa teknik pegang senjata, strategi, dan aspek kepolisisan untuk menetralkan situasi yang mencekam dan kode-kode itu, butuh waktu sebulanan untuk latihan sampai bener-bener tahu,” ungkap Ario.

Kelompok musik Semenjana dan Senar Senja pun didapuk sebagai pengisi soundtrack film itu. Lexy Mere selaku produser, pun berharap 22 Menit dapat menjadi pembelajaran soal antiterorisme di Indonesia. Juga agar selalu waspada dan berani melapor jika ada kegiatan mencurigakan. “Kami berharap film ini bisa jadi pembelajaran soal antiterorisme di Indonesia,” harapnya.

Film 22 Menit rencananya akan tayang di bioskop seluruh Tanah Air mulai 19 Juli 2018. (yln/jpc/saz)

Ashanty: Wajarlah

SUMUTPOS.CO – Ashanty menganggap respon masyarakat terlalu berlebihan perihal Krisdayanti yang lupa usia Aurel Hermansyah.

“Aku juga suka lupa kok. Wajarlah, namanya kita kan orang tua ya, apalagi sudah umur,” kata Ashanty saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat.

Menurut Ashanty, putri sambungnya itu, bahkan menganggap biasa atas kesalahan Krisdayanti. “Kakak saja santai kok. Biasa aja, enggak yang ‘Aduh kok lupa ya’,” bebernya.

“Cuma karena banyak yang komentar, jadi kayak ‘Wah sudah anaknya enggak tinggal serumah. Salah tulis’ heboh banget. Padahal enggak apa-apa,” imbuh Ashanty.

Istri Anang Hermansyah ini, pun mengimbau masyarakat, untuk tidak memberikan komentar-komentar nyinyir pada anak-anaknya. “Jadi anak korban rumah tangga bercerai itu enggak enak loh. Apalagi ada berita macam-macam kayak gitu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Krisdayanti sempat memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Aurel Hermansyah melalui unggahan di Instagramnya. Lucunya, Krisdayanti salah menuliskan usia Aurel Hermansyah. Krisdayanti menulis umur Aurel Hermansyah 21 tahun, padahal seharusnya 20 tahun. (mg7/jpnn/saz)

Ely Sugigi Bakal Tunangan

SUMUTPOS.CO – Pasangan Ely Sugigi dan Irfan Sebastian dikabarkan bakal bertunangan. Kabar ini diketahui lewat orang terdekat Ely, yang mem-posting foto capture percakapan keduanya di Instagram Story.

“Gw mau tunangan ka sm Irfan,” kata Ely.

Hanya saja belum diketahui kapan acara tunangan tersebut akan digelar, karena dalam percakapan itu Ely tidak mengungkapkannya. Janda 2 anak ini, hanya menyebutkan acara pertunangannya tidak digelar di Jakarta.

Posting-an yang kembali diunggah akun gosip makrumpita ini, langsung dibanjiri beragam komentar warganet. Ada yang memberi selamat, namun tidak sedikit yang mencibir Mpok Ely. Ia dinilai tidak belajar dari kesalahan sebelumnya, yang sudah 3 kali menikah. Adapula yang menilai, kabar ini hanya rekayasa untuk menaikkan nama keduanya di dunia hiburan.

“Itu orang nikah mulu kagak capek apa,” ujar yunita.azaria.

Gimmick aja trus smpe kucing betelor,” sambung  _musrifah_.

“Tunangan trs nikah… Ya paling bentar doank. Abis itu cere lgi,” ucap rina19456286.

“Bahagia sll ya mpok… Jgn nangis2 lg klu ud nikah ternyata ga sesuai hrpan… Bljr idup sesuai umur ya mpok… Ud wktnya dwsa,” papar nenk_lily_h. (zul/pojoksatu/jpnn)

Maia Estianty Diserang Haters

SUMUTPOS.CO – Pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise tampaknya tak kapok dikritik publik, karena gaya pacarannya yang dianggap terlalu berlebihan.

Teranyar, keduanya membagikan foto-foto mesra saat berlibur di Pulau Dewata, Bali.

Satu di antaranya foto mesra di kolam renang. Pada foto itu, Al terlihat memeluk Alyssa yang sedang mencium pipinya.

Livin on the edge,” tulis Al dalam keterangan foto tersebut, Sabtu (14/7).

Sejak pertama kali diunggah, foto itu telah disukai lebih dari 200 ribu pengguna Instagram. Foto itu juga menuai kritikan dari warganet. Mereka menilai gaya pacaran Al dan Alyssa sudah seperti pasangan menikah.

Bahkan, ada warganet yang meminta Maia Estianty untuk segera menikahkan keduanya.

“Udah nikahin aja mbak @maiaestiantyreal, daripada bikin dosa terus,” tulis akun annisa_mj13.

“Yang anehnya bundanya @maiaestiantyreal ngasi like,” tulis akun aria.sandra.

“Hhhmmmzzz padahal bunda maia begitu sangat terhormat dan gk kya gtu, kok anknya gtu sih?” tulis akun nenk_ennha_thea. (mg7/jpnn/saz)