Home Blog Page 6183

Harga Emas Naik Tipis

Sutan SIREGAR/SUMUT POS Pekerja menyusun perhiasan di toko Emas Suranta Jalan Pringgan Medan, Senin (1/2). Harga emas batangan antam turun Rp 2.000/gram menjadi Rp 548.000/gram, dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp 550.000/gram.
Sutan SIREGAR/SUMUT POS
Pekerja menyusun perhiasan di toko Emas Suranta Jalan Pringgan Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Harga emas naik tipis di awal perdagangan Asia, setelah mencapai level tertinggi dua pekan di sesi sebelumnya. Kenaikan emas kali ini di tengah ketidakpastian politik terkait Brexit dan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.258,12 per ounce pada pukul 00.57 GMT. Logam kuning itu menyentuh level tertinggi sejak 26 Juni di posisi USD1.265,87 pada perdagangan Senin.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus 0,1 persen lebih rendah menjadi USD1.258,70 per ounce.

Bersinarnya harga emas merupakan imbas dari sentimen Menteri Luar Negeri dan negosiator Brexit Inggris yang mundur dari Kabinet Perdana Menteri Theresa May, Senin, sebagai protes atas rencana untuk menjaga hubungan perdagangan yang erat dengan Uni Eropa setelah Inggris meninggalkan blok tersebut, sehingga memicu penentangan di barisan partai May.

Buruknya proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa dinilai bisa merusak pertumbuhan ekonomi di zona euro, kata penyusun kebijakan Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny.

Disamping itu, sentimen lain juga berasal dari Presiden Donald Trump yang menyebut China tengah berusaha menggagalkan upaya Amerika untuk denuklirisasi Korea Utara, tetapi mengatakan dia yakin pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan menjunjung pakta yang disepakati bulan lalu.

Sementara mengutip situs resmi Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 649.000/gram. Harga ini turun Rp 2.000

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turun Rp 2.000 dan dibanderol Rp 579.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Perdagangan hari ini, harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.275.000 dengan harga per gram Rp637.500. Harga emas 2,5 gram dibanderol Rp1.584.000 dengan harga per gram Rp633.6

Harga emas 3 gram dipatok Rp1.895.000 dengan harga per gram Rp631.667. Harga emas 4 gram senilai Rp2.516.000 dengan harga per gram Rp629.000. Sementara harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp3.134.000 dengan harga per gram Rp626.800. Harga emas 10 gram dijual Rp6.195.000 dengan harga per gram Rp619.500.

Harga emas 25 gram Rp15.387.000 dengan harga per gram Rp615.480. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.661.000, dengan harga per gram Rp613.220.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp61.195.000, dengan harga per gram Rp611.950. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp152.691.000, dengan harga per gram Rp610.764, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp305.091.000 dengan harga per gram Rp610.182.

Sementara untuk emas batik ukuran 10 gram, dijual dengan harga Rp6.790.000 dengan harga per gram sebesar Rp679.000, dan ukuran 20 gram dijual dengan harga Rp13.030.000 dengan harga per gram sebesar Rp651.500. (mys/JPC/ram)

 

PLN Suplai Daya Baru Untuk 20 Ribu Rumah

Foto:BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos LISTRIK: GM PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Prihanto.
Foto:BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
LISTRIK: GM PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Prihanto.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan kondisi pasokan daya listrik surplus, PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara siap melakukan pemasangan daya baru untuk 20 ribu unit rumah bersubsidi yang baru dibangun di Sumut ini. Hal ini, sebagai mewujudkan program satu juta unit rumah bersubsidi.

Untuk merealisasikan pemasangan daya baru itu. PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara bersama dengan DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara melaksanakan kerjasama atau MoU berlangsung di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (10/7).

GM PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Prihanto mengatakan dengan kerjasama ini, akan mengsinkronkan program kerja antara REI dan PLN Sumatera Utara. Dengan kerjasama bisa mencapaikan nawacita Presiden Joko Widodo untuk membangun rumah bersubsidi di Sumut ini.

“Dengan ini, kita harapkan bisa manfaat secara luas oleh teman-teman asosiasi perumahan, terutama REI. Kita harapkan dengan program nawacita Pemerintah Indonesia rumah rakyat terwujud dengan mematangkan lagi program kerja kita,” ucap Feby kepada wartawan, usai acara, kemarin.

Melalui MoU ini, Feby menyebutkan pihaknya siap mengalirkan listrik kepada perumahan baru di Sumatera Utara. Hal ini, tidak lepas kontribusi PLN untuk masyarakat. Kemudian, listrik menjadi fasilitas utama dari perumahan yang dibangun tersebut.

“Untuk kedepannya untuk lebih baik lagi. Kalau bicarakonsep tenaga listrik, pastinya adanya konsep ketersedian. Untuk di Sumatera Utara ini, kita memiliki keseterdian 15 sampai 20 persen,” jelas Feby.

Feby menjelaskan keseterdian pasokan listrik yang berlebih ini. Tidak lepas dari suplai tenga listrik dimiliki PLN Sumut seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara dengan jumlah 330 MW.

Belum Ada Parpol Mendaftar di KPU Medan

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Akifitas petugas KPU di gedung KPU Medan jalan Kejaksaan Medan, Selasa 19/5).
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Akifitas petugas KPU di gedung KPU Medan jalan Kejaksaan Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, belum ada juga partai politik (parpol) yang mendaftarkan bakal calegnya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. Padahal, pendaftaran yang dibuka sejak 4 Juli lalu akan berakhir pada 17 Juli mendatang.

Salah seorang petugas KPU Medan yang ditemui di kantornya Jalan Kejaksaan No 37, mengaku belum ada parpol yang mendaftarkan calegnya. Petugas KPU Medan yang tak menyebutkan namanya itu, tidak mengetahui apa penyebabnya.

“Belum ada memang yang mendaftar. Tapi, biasanya seperti periode sebelumnya banyak parpol yang mendaftarkan calegnya diakhir-akhir pendaftaran,” ujarnya.

Ketua KPU Medan Herdensi Adnin tak menampik hingga kemarin sore belum ada satupun caleg yang didaftarkan parpolnya.

“Belum ada yang menyerahkan berkas caleg (kemarin sore). Mungkin, besok (hari ini) atau lusa (besok) ada yang datang,” kata Adnin tanpa menjelaskan kenapa parpol belum ada yang mendaftarkan.

Herdensi mengaku, pada hari libur pendaftaran caleg tetap dibuka. Hal itu dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki tahapan penerimaan pendaftaran caleg untuk tingkat dua.

“Hari libur, pendaftaran tetap buka karena merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan KPU kepada setiap parpol peserta Pemilu 2019. Hal ini pun sudah resiko, walaupun tidak ada yang daftar nantinya,” sebut dia.

Ia meyakini, dalam waktu dekat parpol akan mendaftarkan calegnya yang bakal diusung. Sebab, biasanya beberapa hari menjelang pendaftaran ditutup, disaat itulah parpol akan berduyun-duyun mendaftarkan calegnya.

“Seperti saat pendaftaran parpol periode sebelumnya, menjelang penutupan baru semua sibuk datang. Namun, kami mengimbau agar mendaftar lebih awal agar ketika ada yang kurang berkasnya bisa diperbaiki atau dilengkapi,” tukasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain mengatakan, Partai Demokrat secara serentak di seluruh Indonesia akan mendaftarkan caleg untuk Pemilu Legislatif 2019 pada 14 Juli 2018. Keputusan ini berdasarkan petunjuk DPP.

“Pemilihan tanggal 14 Juli karena pada Pemilu 2019 Partai Demokrat mendapatkan nomor urut 14. Jadi, angka 14 itu istimewa dan pertanda kebangkitan Partai Demokrat. Pengurus di daerah siap menjalankan instruksi DPP untuk mendaftar ke KPU tanggal 14,” ujar  Herri yang disebut-sebut akan bertarung pada caleg DPR RI tahun depan.

Menurut Herri, Partai Demokrat Sumut telah memenuhi syarat kuota untuk mendaftar caleg. Sebab, syarat kuota tersebut adalah 30 persen perempuan.

“Ada beberapa partai kita dengar tidak cukup kuotanya. Tapi, Demokrat 100 persen terpenuhi termasuk kuota perempuan sebesar 30 persen,” tukasnya.(ris/ala)

 

 

Hanura Medan Kesulitan Penuhi 30% Caleg Perempuan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Hendra DS.
Sekretaris DPC Hanura Kota Medan, Hendra DS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Medan belum bisa mendaftarkan calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung di pemilu legislatif 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. Sebab, partai yang didirikan Wiranto itu masih belum bisa memenuhi kuota caleg perempuan.

“Kuota perempuan itu kan 30 %. Itu belum bisa terpenuhi sampai saat ini. Dapil III dan Dapil II yang belum terpenuhi kuota perempuannya,” ujar Sekretaris DPC Hanura Kota Medan, Hendra DS, di Medan, Selasa(10/7).

Untuk melengkapi persyaratan tersebut, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh pengurus wanita untuk ikut mendaftar sebagai caleg. Sejumlah 30% dari jumlah pengurus merupakan perempuan dan diminta untuk mendaftar semua agar bisa segera ke KPU.

Kendala ini, lanjut Hendra, sudah dilaporkan ke DPD Partai Hanura Sumut.

“Nanti malam ada halal bi halal DPD Hanura Sumut. Seluruh pengurus kabupaten/kota diminta untuk menyerahkan daftar caleg sementara (DCS). Nanti kita laporkan lagi kalau kuota perempuan masih belum bisa terpenuhi,” tuturnya.

Seperti diketahui, KPU di semua tingkatan telah membuka pendaftaran caleg untuk Pemilu 2019. Sejak dibuka pendaftaran 4 Juli, belum ada  satu pun parpol yang mendaftar. Sementara pendaftaran akan berlangsung hingga 17 Juli 2018.(bbs/ala)

 

Politisi PDIP: 30% Keterwakilan Perempuan Bukan Hal Mudah

Sarma Hutajulu
Sarma Hutajulu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keterwakilan perempuan di parlemen sebesar 30% sebagaimana diamanatkan UU Pemilu bukanlah hal mudah. Termasuk juga bagi partai besar seperti PDI Perjuangan.

“Karena bukan persoalan ketersediaan calon semata, tapi bagaimana calon yang kita usung ini juga berkualitas. Karena tentu kita mau menang pada Pileg nanti,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Sarma Hutajulu kepada wartawan, Selasa (10/7).

Selain persoalan Sumber Daya Manusia (SDM), rumitnya pengurusan syarat-syarat yang diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mendaftar sebagai calon cegislatif (caleg) juga cenderung membuat seseorang jadi mengurungkan niatnya. Termasuk dirinya yang mengaku harus direpotkan mengurus persyaratan untuk maju kembali jadi Caleg pada Pileg 2019.

“Terkadang memang dalam pengurusan syarat-syarat ini membuat kita repot. Seperti kami untuk yang mengikuti Pileg DPRD Sumut mengurus SKCK saja harus mendapat rekomendasi dari Polsek, Polres baru ke Polda. Makanya kita heran dengan sistem yang serba terpusat ini kita harus melalui tahapan-tahapan itu,” ungkap Anggota Komisi A DPRD Sumut.

“Itu untuk pengurusan SKCK saja belum yang lain seperti surat sehat. Karena rujukannya tiga RS Sakit yang dari daerah-daerah mengantrilah semua di RS karena ramainya,” sambung Sarma.

Sarma mengaku, karena mengurus persyaratan pencalegan, sejumlah anggota dewan terpaksa menunda kegiatannya sebagai wakil rakyat.

Seperti saat ini, anggota DPRD Sumut sedang fokus melaksanakan agenda Kunjungan Kerja (Kunker) terkait penggunaan APBD Sumut 2017.

“Banyak kawan-kawan harus memecah dan menunda jadwal kunkernya. Ada yang sudah ke daerah buru-buru pulang karena mengurus persyaratan itu,” ujar Sarma tersenyum.

Dalam kesempatan tersebut, Sarma pun mengaku kalau saat ini kuota 30% keterwakilan perempuan di partainya telah terpenuhi.

“Kalau sekarang partai kita sudah terpenuhi. Saat ini sudah di Jakarta untuk mendapat persetujuan dari DPP. Karena kalau kami caleg-caleg ini harus ditandatangani langsung ketua umum,” pungkasnya.(bbs/ala)

 

Raidir Sigalingging Daftar Balon DPD RI

Raidir Sigalingging
Raidir Sigalingging

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Deputi Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Raidir Sigalingging mendaftar sebagai bakal calon (balon) anggota DPD RI periode 2019-2024.

Ia merasa terpanggil untuk memperbaiki pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik. Menurutnya, ketiga hal ini masih kurang maksimal.

“Memang selama ini terus terang, kita ingin berbuat baik. Perihal masalah pendidikan dan kesehatan, ini yang menjadi fokus. Dan juga yang penting adalah pelayanan publik. Ini yang masih sangat kurang,” sebut Raidir kepada wartawan usai mendaftar, Selasa (10/7).

Khusus untuk pelayanan publik, Raidir menegaskan kondisinya masih sangat mengkhawatirkan. Hampir seluruh kondisi pelayanan kepada masyarakat di Sumut belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Sehingga menurutnya perlu ada penyesuaian dan perubahan.

“Sumut masih mengkhawatirkan. Paling tidak, perlu ada pemotongan birokrasi atau penyesuaian birokrasi dengan daerah dan itu bisa dilaksanakan. Jadi bisa saja pelayaannya satu hal serupa tetapi tidak sama,” katanya.

Kerja berikutnya yang menjadi fokus Raidir adalah koordinasi kepada pemerintah daerah (pemerintah provinsi). Bagaimana dirinya bisa memberikan masukan dan saran.

Sehingga apa yang menjadi kebutuhan bagi Sumut, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun pusat, dapat dikomunikasikan dan disampaikan kepada masing-masing tingkatan.

“Makanya kita akan berusaha maksimal. Banyak (bakal calon) yang bagus-bagus, seperti incumbent juga masuk (mendaftar),” sebutnya.

Melawan balon incumbent lanjutnya, tidak membuat Raidir khawatir atau takut. Justru baginya, bersaing dengan calon yang disebutkan punya kans besar, menjadikan semangat bertarungnya lebih besar.

“Justru makin semangat kita. Kalau melawan yang kuat kan kita jadi semangat,” katanya.

Untuk persiapan, dirinya menunggu proses pemberkasan dan penetapan dari KPU terkait syarat pencalonan dan syarat calon yang disampaikannya.

Kemudian, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kekuatan jaringan yang ada.

“Sosialisasi kita tunggu keluar nomor dulu dari KPU. Kalau belum ada, kita belum bisa tampil. Jadi kita ikuti saja permainan (aturan main),” sebutnya.

Selain itu, Raidir juga mengaku akan menggunakan kekuatan jaringan PLN yang selama ini dia berada di dalamnya. Bahkan diakuinya, seluruh wilayah di Sumut yang terdapat jaringan listrik akan menjadi titik kekuatannya.

“Dimana ada jaringan PLN, di situ ada kita,” ujarnya singkat.

Saat mendaftar, dirinya didampingi sejumlah pendukung yang sejak awal hadir bersamanya mengawal dan mengantarkan dirinya ke KPU Sumut.(bal/ala)

 

 

Putus Kemudi, KM Roma Nyaris Tenggelam di Danau Toba

Video Penyelamatan KM Roma Parsaulian yang Nyaris Karam di Danau Toba.
Video Penyelamatan KM Roma Parsaulian yang Nyaris Karam di Danau Toba.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kabar mengejutkan kembali datang dari Danau Toba. Kapal Motor (KM) Roma Parsaulian putus kemudi dan nyaris tenggelam di Pantai Horsik, Danau Toba, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Selasa (10/7/2018).

Insiden ini terjadi ketika KM Roma melakukan perjalanan mengangkut penumpang dari Pelabuhan Nainggolan (Samosir) – Ajibata (Toba Samosir).

“Iya, kronologisnya tadi datang dari Nainggolan menuju Ajibata kemudian pas di Horsik pukul 11.00 tadi, ada laporan warga datang langsung ke kapal ada putus kemudi gak bisa bergerak,” jelas Kepala Koordinator SAR Danau Toba, Torang Hutahaean seperti dilansir pojoksatu (Sumut Pos Group) hari ini.

Mendengar laporan itu, tim SAR langsung bergerak ke lokasi. Mereka juga meminta bantuan dari KM Bunda dan KM Aquafarm. “Kapasitas punya kita kan egngak memungkinkan menampung semua maka kita hubungi KM Bunda dan KM Aquafarm untuk membantu evakuasi penumpang,”sebutnya.

Akhirnya semua penumpang yang berjumlah puluhan berhasil diselamatkan. Saat ini KM Roma juga sudah ditepikan. “Para penumpang selamat semua. Sebagian ada yang pake pelampung sebagian tidak,” sebutnya.

Para penumpang lanjut Torang merupakan rombongan pesta. “Kapal itu kapal penumpang bukan kapal wisata biasa dipake menyebrang,” sebut Torang.

Torang menjelaskan kondisi cuaca saat insiden itu terjadi memang sedang berangin dan air cukup cukup bergelombang. ” Saat ini sudah bereslah,” tukasnya. (fir)

Galian C Marak di Kaki Sinabung

Foto: SOLIDEO/SUMUT POS BEROPERASI: Mobil pengeruk Galian C saat beroperasi di kaki Gunung Sinabung.
Foto: SOLIDEO/SUMUT POS
BEROPERASI: Mobil pengeruk Galian C saat beroperasi di kaki Gunung Sinabung.

TIGANDERKET, SUMUTPOS.CO -Warga Kecamatan Payung dan Tiganderket, Kabupaten Karo mengeluhkan maraknya praktek galian C dan pengerukan sungai di sekitar kaki gunung api Sinabung. Penambangan tanah dan dolomit tersebut, dituding warga sebagai biang berkurangnya suplay air untuk lahan pertanian mereka.

Salah satu galian C yang bertahun-tahun beroperasi di  kaki Gunung Sinabung tepatnya di Desa Mardinding, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo.

Galian C berupa pasir dari aliran sungai, koral dan batu setiap harinya beroperasi di wilayah zona merah tepatnya di titik 5 kilometer dari bukaan kawah Gunung Sinabung.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Karo Ida, kepada wartawan berapa waktu lalu mengutarakan terkait maraknya Galian C yang tidak bisa tersentuh oleh hukum mengutarakan,  dasar Dinas Lingkungan Hidup Karo adalah tata ruang untuk pembuatan UKL/UPL.

“Kalau ada masyarakat yang keberatan dengan keberadaan Galian C itu, akan kita tinjau kembali,” kata Ida.

Dijelaskannya, meski berada dalam zona merah Gunung Sinabung, boleh dikeluarkan ijinnya untuk Galian C, tapi tidak untuk hunian. “Apabila ada masyarakat yang komplain maka kami dari lingkungan hidup akan turun ke lapangan untuk mengeceknya,”  jelasnya.

Diketahui sejak gejolak erupsi Gunung Sinabung terjadi maka diberitahukan untuk masyarakat sekitar, agar tidak beraktivitas dalam jarak 5 km dari bukaan kawah Gunung Sinabung.

Tetapi kenyataannya, kegiatan mencari pundi-pundi dilakoni pengelolah galian C yang saban hari beraktivitas, dan membawa hasil bumi tersebut guna diolah ke wilayah Kabupaten Deliserdang dan kota Medan.

Keselamatan nyawa menjadi nomor dua bagi mereka yang bekerja di lereng kaki Gunung Sinabung. Hingga sampai saat ini, galian C tetap beraktivitas seperti biasanya.(deo/han)

 

 

Sembilan Varietas asal Aceh Besar Terdaftar di Kementan

Foto:IST For Sumut Pos Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan SP MM bersama Tim BPTP Aceh Ir Basri A Bakar MSi menyerahkan sertifikat tanda daftar varietas lokal kepada Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali.
Foto:IST For Sumut Pos
Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan SP MM bersama Tim BPTP Aceh Ir Basri A Bakar MSi menyerahkan sertifikat tanda daftar varietas lokal kepada Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar, menerima sembilan sertifikat tanda daftar varietas lokal dari  Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia (P2VTP Kementan RI).

Sertifikat tersebut diserahkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan  SP MM bersama Tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, dan diterima Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (10/7).

Sembilan varietas lokal yang telah diakui sebagai kepemilikan Aceh Besar antara lain ubi jalar madu, ubi jalar sarioto, sawo siku, ubi jalar sari madu, ubi jalar jepang, ubi jalar rujak, ubi jalar hitam, mangga golek dan langsat Indrapuri.

Kesembilan varietas tersebut telah tercatat di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementan RI.

Bupati Aceh Besar Ir Mawadi Ali dalam kesempatan itu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan peneliti, pemulia dan semua pihak sehingga Aceh Besar sudah memiliki hak kepemilikan yang telah diakui secara undang-undang.

“Harus kita upayakan varietas lainnya untuk segera  diusulkan termasuk padi Ramos Seulawah yang banyak ditanam di wilayah Lamteuba,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Mawardi Ali meminta bantuan Dinas Perkebunan dan Pertanian Aceh agar hasil penelitian dapat diterapkan di Aceh Besar, serta Pemerintah akan membantu memfasilitasi dalam upaya mendapatkan dukungan masyarakat.

“Hasil penelitian harus dicoba dan kembangkan dengan menerapkan model, sehingga nanti akan membudaya seperti zaman dulu masa kerajaan Aceh yang memiliki “ulee umoeng” sebagai patokan waktu tanam serentak. Jangan pernah berhenti untuk terus berinovasi, Aceh Besar punya lahan pertanian yang sangat luas untuk dikelola dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Mawardi Ali. (zal)

Walikota Lantik 5 Anggota KIP Banda Aceh

Foto: IST for Sumut Pos Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, melantik lima Komisioner KIP Banda Aceh, Selasa 910/7).
Foto: IST for Sumut Pos
Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, melantik lima Komisioner KIP Banda Aceh, Selasa 910/7).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, mengharapkan agar seluruh komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP), bekerja secara independen dan bebas intervensi dari pihak manapun.

Menurutnya, independensi KIP selaku penyelenggara Pemilu merupakan hal yang sangat penting. Karena, KIP lah yang membuat dan melaksanakan keputusan yang dapat mempengaruhi hasil Pemilu.

“Hanya dengan independensi para penyelenggara pemilihan umum, maka kita semua akan mendapatkan wakil-wakil atau pemimpin-pemimpin yang benar-benar diterima oleh seluruh masyarakat,” ujar Aminullah, pada acara pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan lima anggota KIP Kota Banda Aceh Periode 2018-2023, Selasa (10/7/2018).

Ia mengingatkan, tahapan Pemilu di Banda Aceh telah berjalan dan tugas KIP untuk memastikan dan menuntaskan proses.

“Saya berharap seluruh proses ini dapat dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga warga dapat menerima hasil Pemilu tanpa keraguan,” katanya.

Adapun kelima Komisioner KIP Banda Aceh periode 2018-2023 yang dilantik tadi adalah Indra Milwady, Yushadi, Yusri, Muhammad, dan Hasbullah. Mereka menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Munawarsyah, Aidil Azhary, Ranisah, Indra Milwady, dan M Dahlan. (zal)