Home Blog Page 6201

Inul Daratista: Ojo Suudzon Aje…

SUMUTPOS.CO – Inul Daratista kembali dibuat kesal dengan sejumlah komentar warganet. Sejumlah netizen menyarankan agar Inul foto tanpa menggunakan efek kamera. Sebab, mereka menilai Inul sudah cantik, sehingga akan terlihat berlebihan bila menggunakan efek kamera.

“Bund, kalau photo kok pake kamera juahattt trus toh bund… Mbok yo sesekali nganggo kamera biasa ae, tnpa efek samping bund… heheee,” ujar netizen.

Menanggapi komentar itu, Inul lantas mengaku, dirinya menggunakan kamera biasa. Untuk itu, pemilik goyang ngebor ini meminta warganet tidak suudzon kepada dirinya.

“Itu pake kamera biasa, prit yang moto goyang-goyang kabur, ojo suudzon aje… Gak apik, tar jadi penyakit loh,” katanya.

Namun, meski sudah dijelaskan, masih saja ada netizen yang berkomentar serupa. “Bunda sesekali ftonya jangan pake efek… Pasti lebih cantik… Karna bunda Inul udah cntik, gk ush pke efek camera 360,” ucap netizen lainnya.

“Sudah malam masih julid, dah bobo dulu deh, besok ngobrol lagi,” saran Inul. (chi/jpnn/saz)

Sekali Manggung Syahrini Dibayar Rp200 Juta

Syahrini.
Syahrini.

SUMUTPOS.CO – Penyanyi sensasional Syahrini, tak mau dicap pamer usai mengungkap jumlah penghasilannya sekali manggung. Ia mengaku, terpaksa membongkar urusan dapurnya lantaran didesak pengacara Hotman Paris Hutapea.

“Ini sebenarnya bukan ingin pamer, karena si abang (Hotman Paris) ini kan pengacara, jadi pertanyaannya begitu,” kata Syahrini, saat menjadi bintang tamu dalam acara Hotman Paris Show.

“Coba jelaskan sampai beres. Jawab sampai beres, dan inilah jawabannya,” lanjut Syahrini, dengan gaya centilnya.

Tak ingin salah paham, Hotman kemudian menjelaskan alasannya membongkar pengasilan Syahrini. “Banyak yang tanya penghasilan Syahrini, tapi enggak berani tanya langsung, darimana duitnya,” jelasnya.

Sebelumnya, mantan pasangan duet Anang Hermansyah ini, mengaku dibayar Rp200 juta untuk sekali manggung.

Bayaran akan meningkat hingga Rp600 juta, saat Syahrini diminta untuk mengisi acara privat. Selain itu, Syahrini juga mengungkap sumber pemasukan lain di luar job manggungnya. “Belum iklan, belum usaha-usahaku yang lain, aku enggak mau sebutin,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)

Nadine Chandrawinata-Dimas Anggara Menikah 15 Juli?

Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata.
Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata.

SUMUTPOS.CO – Rencana pernikahan Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata semakin santer terdengar. Keduanya kini dikabarkan bakal melangsungkan pernikahan pada pertengahan Juli 2018.

Kabar tersebut bermula, usai beredar undangan yang diduga milik Dimas dan Nadine. Pada undangan itu tertulis nama keduanya dengan tanggal pernikahan pada 15 Juli mendatang.

Foto undangan itu diunggah satu akun gosip di Instagram lambe_turah.

“Ada yang mo ikutan minceu kondangan???” tulis akun tersebut, Kamis (5/7).

Beredarnya undangan yang diduga adalah acara pernikahan Dimas dan Nadine semakin membuat warganet penasaran. Apalagi, beberapa waktu lalu keduanya sempat dikabarkan telah menikah di luar negeri.

Hingga saat ini, Dimas dan Nadine belum bisa dikonfirmasi terkait keaslian undangan tersebut. Namun beberapa waktu lalu, keduanya memang dikabarkan juga telah menggelar acara siraman. Apakah benar Dimas dan Nadine menikah 15 Juli nanti? (mg3/jpnn/saz)

Uruguay v Prancis: Hapus Rekor Buruk

Luiz Suarez
Luiz Suarez

SUMUTPOS.CO – Pertarungan Uruguay kontra Prancis di perempat final Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (6/7) malam menjadi duel yang ditunggu. Prancis sedang on fire setelah membungkam Argentina, tapi Uruguay punya rekor bagus atas Prancis.

Uruguay telah mengalahkan Portugal 2-1 lewat dua gol Edinson Cavani yang lahir dari assist Luis Suarez dan Rodrigo Bentacur. Namun sayang, Cavani mengalami cedera di laga itu dan diragukan bisa fit tepat waktu. Selain itu dari catatan pertemuan, kedua tim telah bertemu delapan kali sebelumnya, Uruguay mengamankan tiga kemenangan, terakhir pada tahun 2013, dan Perancis menang hanya sekali.

Meskipun tampil tanpa Cavani, rasa optimisme tetap terpancar dari kubu Uruguay. Gelandang Uruguay, Lucas Torreira, menyatakan Tabarez telah menganalisis kelemahan Prancis dan mereka siap mengeksploitasi kelemahan tersebut.

“Ini akan menjadi laga yang sulit. Mereka memiliki pemain penting di lini tengah yang memiliki kecepatan. Kami telah menganalisis permainan dan kelemahan mereka, sehingga kami bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Satu hal yang membuat La Celeste, julukan Uruguay, pede adalah mereka menjadi satu dari dua tim dengan pertahanan terbaik sepanjang Piala Dunia 2018. Uruguay bersama Brasil baru kebobolan satu gol dari empat laga.

Barisan pertahanan Uruguay yang dikawal Jose Gimenez dan kapten Diego Godin sudah membuat banyak lawan kerepotan.

Hanya saja Prancis punya Griezmann, satu klub dengan Godin di Atletico Madrid. Dia tentu punya celah untuk menembus pertahanan Godin dkk. Apalagi Prancis juga didukung dengan on firenya Kylian Mbappe. Pemain 19 tahun ini sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia. “Uruguay adalah tim Amerika Selatan yang sangat sulit dikalahkan,” kata Deschamps, kepada televisi Prancis Telefoot.

Hal-Hal Kecil yang Menjadikan Rusia Sebagai Bangsa Besar

Masjid Kul Sharif adalah ikon Islam paling populer di Rusia.
Masjid Kul Sharif adalah ikon Islam paling populer di Rusia.

Laporan Langsung Wartawan Jawa Pos dari Rusia

Setelah Moskow dan Nizhny Novgorod, Kazan adalah kota tuan rumah Piala Dunia 2018 ketiga yang saya kunjungi. Setiap kota punya karakter sendiri-sendiri. Moskow? Sibuk. Layaknya ibu kota negara besar pada umumnya. Nizhny jauh lebih tenang. Denyut kehidupan di bekas kota tertutup yang belum genap tiga dekade menerima kunjungan tamu dari luar Rusia itu relatif santai.

Saat kali pertama menginjakkan kaki di Kazan, saya punya good feeling terhadap kota ini. Bandaranya tidak terlalu besar. Rapi dan bersih. Jalanan menuju pusat kota juga mulus. Lalu-lintasnya masih bisa ditoleransi. Tidak sangat padat. Ada sedikit kemacetan di beberapa titik karena saat itu bertepatan dengan jam pulang kerja dan akhir pekan pula. Saya masih bisa menikmati suasana di kanan dan kiri jalan.

Kazan berpenduduk sekitar 1,2 juta. Ibu kota Republik Tatarstan itu adalah kota dengan populasi terbesar keenam di Rusia. Nuansa Islam sangat kuat di kota ini. Separo warga Kazan adalah muslim. Banyak masjid dan restoran dengan menu halal.

Ikon Islam paling populer di Kazan adalah Masjid Kul Sharif. Masjid itu bersanding dengan gereja katedral di dalam kompleks Kremlin Kazan. Situasi yang menggambarkan harmonisnya kehidupan religius warga Kazan.

“Saya muslim. Kami hidup berdampingan dengan warga beragama lain. Tidak ada masalah,” kata Bulat, sopir taksi yang menjemput saya dari bandara. Meski badannya nggak ada bulat-bulatnya sama sekali

Setelah tiga hari di Kazan, saya semakin nyaman. Warganya ramah-ramah. Entah berapa kali mereka dengan spontan menyapa saat berpapasan di jalan. Kebanyakan menanyakan asal negara dan tim apa yang didukung selama Piala Dunia 2018. Begitu tahu saya dari Indonesia, tidak semuanya ngeh. Mayoritas mengira saya datang dari negara Amerika Selatan. Ada juga yang nyaris benar dengan menyebut Malaysia.

Cedera, Tommy Melaju

Tommy Sugiarto lolos meski cedera.
Tommy Sugiarto lolos meski cedera.

SUMUTPOS.CO – Perjuangan luar biasa diperlihatkan Tommy Sugiarto pada babak kedua turnamen Indonesia Terbuka 2018. Meski merasakan sakit di bagian pergelangan kakinya, Tommy tetap melaju hingga babak perempat final.

Kamis (5/7) sore WIB, Tommy sukses mengalahkan unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien-chen. Pertarungan keduanya berlangsung dalam tiga game dengan waktu 63 menit.

Pada game pertama, Tommy yang langsung diberi perlawanan sengit mampu menang dengan skor 21-13. Namun sayang, dirinya keok di game yang kedua. Setelah melalui kejar-kejaran poin, Tommy akhirnya kalah 14-21.

Di game penentuan, aksi membanggakan diperlihatkan pria 30 tahun ini. Pada pertengahan laga, Tommy sempat tumbang karena cedera engkel. Namun dukungan yang diberikan seisi Istora membuatnya bangkit dan melanjutkan jalanya pertandingan. Tommy akhirnya berhasil menyudahi laga dengan skor 21-18. Karena kemenangannya ini, ia mendapat sambutan meriah baik dari penonton maupun awak media.

“Saat awal saya dalam kondisi enak. Saya menang angin dan kondisi itu saya manfaatkan dengan baik,” ucap Tommy seusai laga.

“Di game kedua saya susah mengontrol angin. Makanya saat game ketiga, saya dapat posisi enak lebih dulu dan di situ saya berusaha manfaatkan momen. Saya kumpulkan poin sebanyak mungkin. Ini sesuai dengan strategi saya dan pelatih,” tuturnya.

Soal cederanya, Tommy belum bisa bicara banyak. Ia cuma berharap kondisinya baik-baik saja ketika menghadapi Kento Momota di babak perempat final, Jumat (6/7) besok.

“Di laga tadi saya sempat terpeleset dua kali saat ambil bola di bagian depan. Rasanya memang sulit ya untuk pulih hanya dalam sehari. Tapi saya akan tetap berusaha karena besok saya akan menghadapi Kento Momota,” ujar Tommy.

“Saya berharap dan ingin memberikan penampilan terbaik. Namun saya belum memikirkan apa-apa soal pertandingan besok. Sebab sekarang saya ingin fokus recovery terlebih dulu,” pungkasnya. (bep/jpc/don)

3 PS Keluarga USU v Mandailing Raya 0: Kantongi Tiket

Skuad PS Keluarga USU.
Skuad PS Keluarga USU.

SUMUTPOS.CO – PS Keluarga USU memastikan satu tempat di babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Itu setelah mereka memenangkan pertarungan kontra tim sekasta, Mandailing Raya di Stadion Mini USU, Kamis (5/7).

Pada laga itu Tim binaan Profesor Fidel Ganis Siregar ini mencetak gol lewat dua gol Nurdian Syaputra Chaniago menit 28 dan 41 serta satu gol dari Reza Referendi menit ke-86.

Pelatih PS Keluarga USU, Dasrul Bahri sangat bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya. Meski demikian, dia punya catatan evaluasi agar bisa lebih baik pada pertandingan selanjutnya. “Kita bersyukur atas kemenangan ini. Anak-anak pada menit awal tadi berada dibawah tekanan tim lawan. Namun, 20 menit keatas, kita bisa kuasai keadaan dan berhasil cetak gol,” kata Dasrul kepada pewarta usai laga di Stadion Mini USU di Medan, Kamis (5/7).

Ia mengatakan, gol pertama dimenit 29 yang dilesakkan oleh penyerangnya, Putra Chainago itu meningkatkan kepercayaan diri para pemain. “Gol itu tentu meningkatkan kepercayaan diri kita. Untuk menghadapi 64 besar ini, kita punya evaluasi seperti pada transisi permainan. Kemudian fisik (pemain) juga kendalanya. Tentu jadwal latihan nanti akan kita evaluasi lagi, apalagi kita akan menghadapi Liga 3 nantinya,” sambung Dasrul.

Sementara itu, pelatih Mandailing Raya FC, Suyono juga mengungkapkan hal yang serupa. Dia juga memiliki bahan evalusi untuk berbenah menjelang bergulirnya Liga 3.

Pada pertandingan tadi, timnya harus rela gugur lebih awal setelah menelan kekalahan. Suyono mengakui tim tuan rumah lebih baik dalam segi permainan dari timnya.

“Secara tim mereka lebih baik, mereka persiapannya matang dan panjang. Mereka cukup baik. Dimenit 30-an, agak kedodoran, stamina menurun,” ungkapnya.

Belum diketahui calon lawan yang akan dihadapi PS Keluarga USU nantinya. Sebab, mereka harus menunggu hasil undian berikutnya. (bbs/don)

4 Indonesia U-19 v Filipina U-19 0: Super Saddil

Saddil Ramdani
Saddil Ramdani

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-19 memastikan kemenangan ketiganya di ajang Piala AFF U-19 setelah membungkam Filipina 4-1 di stadion Deltras Sidoarjo, Kamis (5/7). Sempat tertinggal Garuda Nusantara bangkit lewat empat gol di sembilan menit terakhir. Saddil Ramdani menjadi bintang dengan dua golnya.

Hasil laga tersebut, membuat Indonesia masih mempertahankan posisi teratas klasemen Grup A. Skuat asuhan pelatih Indra Sjafri tersebut belum terkalahkan dalam tiga laga yang sudah dilakoni dan kini mengoleksi sembilan angka. Penyisihan di Grup A menyisakan dua laga.

Saat menghadapi Filipina, Indonesia memang sudah tampak unggul. Di babak pertama, Indonesia menguasai 80 persen bola. Tetapi gawang Garuda Muda yang dikawal Muhammad Riyandi berhasil dibobol. Persis menit ke-31, sepakan bebas gelandang pemain Filipina, Tubigon Vergara membuat Indonesia tertinggal 0-1.

Di babak kedua, para penggawa Indonesia mencoba membalas. Masuknya gelandang Todd Ferre menggantikan Risky Fendi pada menit ke-46, membuat lini depan Garuda semakin lincah.

Namun permainan defensif Filipina berhasil mematahkan permainan agresif tuan rumah. Juga para penggawa Garuda, kerap melakukan kesalahan dalam memberikan umpan-umpan terobosan. Indra Sjafrie merotasi pemain terakhirnya pada menit ke-61. Syahrian Abimanyu menggantikan Muhammad Lutfhi Kamal.

Pelatih Filipina, Hirata Reiji merespons dengan ikut mengganti sejumlah pemain tengahnya. Filipina berusaha tetap defensif dari serangan-serangan pemain Garuda. Usaha tersebut berhasil membuat para penggawa Indonesia buntu untuk hanya mencetak satu gol.

Sampai menit ke-80, Filipina masih unggul. Namun kerja keras Indonesia berbuah hasil pada menit ke-81. Saddil Ramdani yang menjadi andalan dalam sepakan-sepakan keras ke gawang, berhasil membongkar lini pertahanan Filipina. Lewat sepakan keras kaki kiri dari areal penalti, berhasil membungkam kiper Jessie Sambiante.

Bripka Syahril Ditangkap Nyabu di Hotel Garuda

Paminal Seksi Propam Polres Binjai sudah menyerahkan Bripka Syahril P (43) warga Kuala, Langkat dan Candra Irawan (32) warga Jalan Simpang Marcapada, Binjai Selatan ke Satuan Reserse Narkoba guna penyidikan lebih lanjut.
Paminal Seksi Propam Polres Binjai sudah menyerahkan Bripka Syahril P (43) warga Kuala, Langkat dan Candra Irawan (32) warga Jalan Simpang Marcapada, Binjai Selatan ke Satuan Reserse Narkoba guna penyidikan lebih lanjut.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bripka Syahril P yang ditangkap dari kamar nomor 3 Hotel Garuda di Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur, Minggu (1/7) malam bersama barang bukti 15 gram sabu dan sebutir pil ekstasi, ternyata punya catatan buruk atas kinerjanya saat bertugas di bagian Seksi Propam Polres Binjai, sebelum berdinas di Satuan Sabhara

Informasi dihimpun, Unit Paminal Seksi Propam Polres Binjai diduga sudah lama mengendus tingkah laku Bripka Syahril P. Bahkan dugaannya, warga Kuala, Langkat itu menjadi pengedar narkotika jenis sabu maupun menjadi oknum polisi yang membekingi pengedar.

“Sudah lama dia, gitu-gitu saja tingkah lakunya (diduga pengguna maupun melindungi),” ujar Kanit Paminal Polres Binjai, Aiptu Nelson Purba di Mapolres Binjai, kemarin (4/7).

Disambangi ke Mapolres Binjai Kamis (5/7), Aiptu Nelson Purba tidak berada di ruang kerjanya. Dihubungi melalui selularnya, Nelson mengaku tidak tahu pasti terkait dugaannya menjadi tingkah laku sebagai pengguna maupun melindungi pengedar kristal putih tersebut.

“Enggak tahu pastinya kita, (tapi) sudah lama itu,” sambung pria berkepala plontos dan berbadan tinggi ini.

Begitupun, Nelson memastikan, yang bersangkutan memang kurang disiplin dalam bekerja sebagai anggota Polri. Hal tersebut tentu merusak slogan Polri sebagai anggota yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. “Kurang disiplin. Sudah 3,5 bulan dia disini (Seksi Propam),” pungkasnya.

Sebelumnya, oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Binjai itu sudah menjadi target operasi Seksi Propam Polres Binjai.”Dia sudah menjadi target operasi. Dia (Bripka Syahril) ditangkap hasil lidik hampir sebulan atas informasi dari masyarakat kepada petugas polisi,” jelas Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak.

Kapolres menduga, Bripka Syahril ikut dalam pusaran bisnis gelap dengan menjadi pengedar kristal putih. Donald terlihat berang karena ada anggotanya menjadi pengedar sabu seperti Bripka Syahril. Karenanya, mantan Kapolres Samosir ini tak memberi ampun kepada oknum polisi tersebut.

Urine Anggota DPRD Gerinda Positif Mengandung Sabu

Foto: Sopian/Sumut Pos PAPARAN: Paur Subbag Polres Tebingtinggi, Aiptu P Sihombing didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga ketika mengapit ketiga tersangka Adlan, Ali dan Koko.
Foto: Sopian/Sumut Pos
PAPARAN: Paur Subbag Polres Tebingtinggi, Aiptu P Sihombing didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga ketika mengapit ketiga tersangka Adlan, Ali dan Koko.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Tebingtinggi dari Partai Gerinda Adlan Lubis alias Adlan (49) warga Jalan Langsat, Lingkungan 1, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi, sudah ditetapkan tersangka atas kepemilikan sabu seberat 0,2 gram. Apalagi dari hasil test urinenya mengandung sabu.

Adlan sebelumnya ditangkap bersama dua rekannya, Ali Yahmad Ketaren (42) warga Jalan Cemara, Lingkungan 1, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir dan Ali Hardana alias Koko (40) warga Jalan Danau Meninjau, Lingkungan 5, Kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi.

“Ketiga tersangka tersebut dinyatakan positif memakai narkotika jenis sabu sesuai dengan hasil pemeriksaan urine dan ditemukan barang bukti satu bungkus kertas rokok berisikan serbuk kristal diduga jenis sabu seberat 0,2 gram,” ujar g Paur Subbag Aiptu P Sihombing didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga.

Dijelaskan Aiptu P Sihombing, ketiga tersangka diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi pada Senin (25/6) sekira pukul 14.38 WIB di sebuah rumah di Jalan Sutoyo, Lingkungan 3, Kelurahan Rambung, Kota Tebingtinggi.

Bersama tiga tersangka juga diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bungkus kertas rokok diduga berita kristal narkotika jenis sabu seberat 0,2 gram, satu buah alat hisab bong, satu kaca pirex yang berisikan narkotika jenis sabu, satu buah mancis, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 5227 FQ dan satu unit Handphone merk Nokia dan satu unit Handphone merk Samsung.

Dari hasil pemeriksaan, awalnya tersangka Adlan memerintahkan Ali Yahmed Ketaren untuk mencari narkotika jenis sabu seharga Rp150.000 melalui hubungan telepon selule. Setelah mendapatkan barang tersebut dari seseorang bernama Arnen (DPO) warga Bagelen, Kota Tebingtinggi, Ali Yahmed Ketaren disuruh menuju ke sebuah rumah di Jalan Sutoyo, Kota Tebingtinggi yaitu bekas Kantor Gerinda.

Setelah sampai di rumah itu, kemudian Adlan dan Ali Yahmed masuk ke dalam rumah, kemudian menyusul Ali Hardana alias Koko datang dan bergabung menggunakan sabu tersebut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka langsung ditahan di tahanan Mapolres Tebingtinggi. Ketiga tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 1, Subs 112 ayat 1 UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Sementara itu, Adlan Lubis yang masih aktif menjadi anggota DPRD Kota Tebingtinggi dari Partai Gerinda saat ditanya enggan berkomentar banyakl. “Kami baru pakai barang itu,” ujarnya sambil tertunduk lesu. (ian/ila)