Home Blog Page 6213

Rusia Bermimpi Lebih Jauh

Timnas Rusia saat merayakan keberhasilan lolos ke ababk perempat final setelah menumbangkan Spanyol.
Timnas Rusia saat merayakan keberhasilan lolos ke ababk perempat final setelah menumbangkan Spanyol.

SUMUTPOS.CO – Tuan rumah gelaran Piala Dunia bukan jaminan mengangkat trofi pada akhir turnamen. Namun, Rusia kini bermimpi untuk bisa sukses secara penyelenggaraan dan di lapangan. Keberhasilan Prancis menjadi juara di Piala Dunia 1998 menjadi inspirasi Tim Beruang Merah. Kenapa Prancis? Prancis adalah negara Eropa terakhir sebagai tuan rumah yang berhasil menjadi juara.

Seperti diketahui, dari 20 gelaran Piala Dunia sebelumnya, hanya 6 tuan rumah yang berhasil menjadi juara. Itu terjadi pada Piala Dunia 1930 di Uruguay (Uruguay juara), Piala Dunia 1934 di Italia (Italia juara), Piala Dunia 1966 di Inggris (Inggris juara), Piala Dunia 1974 di Jerman Barat (Jerman Barat juara), Piala Dunia 1978 di Argentina (Argentina juara), dan Piala Dunia 1998 di Prancis (Prancis juara).

Rusia kini tengah dihinggapi euforia untuk bisa mengikuti langkah Prancis. Keberhasilan melaju ke perempat final telah membuncahkan optimisme tinggi. Apalagi mereka mampu menyingkirkan juara Piala Dunia 2010, Spanyol, lewat drama adu penalti. Artinya, kini Rusia tak takut melawan siapapun. Bahkan, juara dunia lima kali Brasil pun, Rusia tak takut.

Sebenarnya, perempat final Piala Dunia bukan hal yang baru bagi Rusia. Tapi, itu terjadi saat masih bernama Uni Soviet. Uni Soviet mencapai perempat final pada 1958, 1962, 1966, dan 1970. Bahkan, pada 1966 mampu melaju ke semifinal dan akhirnya meraih peringkat keempat.

Timnas Rusia, Piala Dunia 2018
Stanislav Cherchesov sebut keberhasilan menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar baru awal (Juan Mabromata / AFP)

Namun, semenjak Uni Soviet bubar, ini pertama kali Rusia mampu lolos dari fase grup dan bahkan sejauh ini hingga perempat final. Pencapaian tim asuhan Stanislav Cherchesov tersebut sebenarnya mengejutkan. Fedor Smolov cs sama sekali tak diunggulkan, bahkan oleh pendukung sendiri. Maklum saja, Rusia tak bisa berbuat banyak di Piala Konfederasi 2017 yang merupakan ‘pemanasan’ jelang Piala Dunia 2018.

Rusia tak lolos dari fase grup setelah mengalami dua kekalahan dan hanya meraih satu kemenangan. Bahkan, dalam 7 laga uji coba secara beruntun jelang Piala Dunia 2018, Rusia tak pernah menang. Rusia mengalami 4 kekalahan dan 3 imbang. Padahal kebanyakan laga dihelat di depan publik sendiri.

Saat Piala Dunia 2018 tinggal beberapa hari digelar, penduduk Rusia bahkan ada yang tidak tahu bahwa negaranya menjadi tuan rumah gelaran akbar tersebut. Ini indikasi bahwa Timnas Rusia tak diperhitungkan, bahkan oleh warga Rusia sendiri. Sungguh miris.

Namun, semua berubah 180 derajat saat Piala Dunia 2018 berlangsung. Pada laga pertama, Rusia menang telak 5-0 atas Arab Saudi. Kemudian, mereka menang 3-1 atas Mesir. Meski kalah 0-3 dari Uruguay di laga terakhir fase grup, Rusia tetap melaju ke babak 16 besar. Dan, secara perkasa Rusia menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar dengan adu penalti. Terlepas dari permainan bertahan, Rusia kini berada di perempat final dan akan menghadapi Kroasia.

Dalam rekor pertemuan, Rusia tak pernah menang melawan Kroasia dari tiga laga. Tapi, itu tak menjadikan alasan Rusia takut. Ingat, saat melawan Spanyol, Rusia – semenjak Uni Soviet bubar, juga tak pernah menang. Tapi, mereka justru mampu menyingkirkan La Furia Roja.

Prancis di Piala Dunia 1998 juga mengejutkan. Sebelumnya mereka tak lolos di Piala Dunia 1990 dan 1994. Namun, sebagai tuan rumah, Les Bleus memanfaatkan secara baik dukungan publik. Memang, Prancis kala itu dihuni banyak pemain berkualitas sehingga sangat layak untuk juara. Namun, setidaknya Rusia bisa menjadikan semangat para pemain Prancis kala itu untuk bisa mengikuti jejak kesuksesan mereka.

Timnas Rusia, Piala Dunia 2018
Skuad Rusia mengutamakan kolektivitas dalam bermain (Worldfootball)

Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, secara implisit mengungkapkan bahwa mimpi Rusia kini adalah melaju ke final dan mengangkat trofi juara. Usai menyingkirkan Spanyol, Cherchesov mengatakan bahwa keberhasilan itu baru awal untuk mencapai sesuatu yang lebih ‘mewah’.

“Saya percaya kemenangan ini hanyalah awal. Kami akan merayakan kembali kemenangan di laga selanjutnya. Sekarang saatnya memikirkan laga ke depan,” jelas Cherchesov.

Rusia memang tak memiliki bintang sekelas Zinedine Zidane yang menjadi bintang Prancis di Piala Dunia 1998. Namun, mereka mempunyai kebersamaan. Sbonarya – julukan Timnas Rusia, bermain sebagai sebuah tim, bukan mengandalkan individu atau bertumpu pada satu atau dua pemain saja. Selain itu, Rusia kini memiliki pemain ke-12 yang bakal setia memberikan dukungan. Fans Rusia akan memadati stadion setiap kali Timnas kesayangan mereka bertanding. (bbs/jpc/don)

Bintang di Antara Para Bintang Itu Tetap Maradona

Diego Maradona berbincang bersama rekan-rekannya saat nonton di VIP.
Diego Maradona berbincang bersama rekan-rekannya saat nonton di VIP.

Laporan Langsung Wartawan Jawa Pos dari Rusia

Saya seolah “berjodoh” dengan Argentina. Dari sepuluh pertandingan Piala Dunia 2018 yang sudah saya liput, tiga di antaranya melibatkan Argentina. Yakni, dua laga penyisihan grup melawan Islandia dan Kroasia, serta babak 16 besar melawan Prancis.

Nonton langsung pertandingan Argentina memang asyik. Banyak pemainnya yang terkenal. Selain itu, pendukungnya seru. Fans Argentina selalu mendominasi stadion. Dandanannya lucu-lucu, nyanyian dan sorakannya kencang serta heboh.

Sayang, hasil tidak menggembirakan bagi Tango, julukan timnas Argentina. Dari tiga pertandingan yang saya tonton itu, mereka tidak pernah menang. Seri, kalah, dan kalah. Lionel Messi dkk pun harus pulang lebih awal dari Rusia.

Ada sosok istimewa yang selalu hadir pada tiga pertandingan itu. Dia adalah Diego Armando Maradona. Legenda hidup sepak bola Argentina. Kapten Tango saat menjadi juara Piala Dunia 1986 di Meksiko sekaligus pencetak Gol Tangan Tuhan ke gawang Inggris yang terus menjadi kontroversi hingga kini (untung saat itu belum ada VAR!).

Maradona juga menjadi saksi ketika Argentina mengalahkan Nigeria. Seperti yang ramai diberitakan, saat itu dia sampai harus mendapatkan perawatan medis karena larut dalam euforia lolosnya Argentina ke babak 16 besar. Terlalu heboh sorak-soraknya.

Ada yang bilang Maradona menenggak semua jenis minuman beralkohol yang disediakan di ruang VIP pada malam itu. Apakah dia juga mengisap cerutu seperti saat menyaksikan laga melawan Islandia di Stadion Spartak, Moskow? Entahlah.

Yang jelas, setelah itu dokter menyarankan Maradona mengurangi aktivitas yang berlebihan. Boleh nonton lagi, tapi hanya satu babak. Begitu turun minum, pria 57 tahun itu harus istirahat. Tapi, apalah arti saran dokter itu untuk Maradona. Tentu dia mengabaikannya.

Nah, saat hadir di Stadion Kazan Arena pada laga melawan Prancis, Maradona tidak sendiri. Didampingi dokter? Jelas tidak! Maradona duduk di tribun VIP didampingi seorang perempuan ber-jersey Argentina. Dia adalah Rocio Oliva.

Oliva dikenal sebagai mantan pesepakbola profesional di beberapa klub besar Argentina. Usianya 27 tahun. Terpaut 30 tahun dari Maradona. Keduanya berkenalan pada 2012. Lalu dua tahun kemudian mereka bertunangan dalam sebuah acara privat di Roma, Italia.

Kabarnya, Maradona mengirimkan pesan suara kepada Oliva untuk datang ke Rusia. Maradona ingin membuktikan bahwa dia sehat. Tidak seperti yang dikatakan dokter.

Neymar Dianggap Lebay

Neymar terlihat kesakitan karena diinjak.
Neymar terlihat kesakitan karena diinjak.

SUMUTPOS.CO – Neymar sukses menjadi bintang kemenangan saat Brasil menekuk Meksiko 2-0 di Samara Arena pada lanjutan 16 Besar Piala Dunia 2018. Dia mencetak satu gol dan berperan atas gol kedua yang dicetak Roberto Firmino.

Soal kemampuan mengolah si kulit bundar, Neymar memang jago. Namun, yang menjadi sorotan saat ini, pemain berusia 26 tahun itu dianggap jago acting.

Pemain Paris Saint-Germain itu dianggap terlalu lebay saat disentuh, dipegang dan dijatuhkan pemain lawan. Contohnya saat melawan pemain Meksiko malam tadi. Di pinggir lapangan, Neymar dan pemain Meksiko, Miguel Layun terlibat insiden kecil.

Layun menginjak kaki Neymar yang sedang terkapar di luar garis lapangan. Reaksi Neymar, seperti dalam sebuah sinetron atau film. Pengguna internet pun segera membuat beragam komentar dan meme. Neymar dianggap pantas menerima Oscar, penghargaan untuk aktor atau aktris terbaik di dunia.

Kritikan juga dilontarkan Mantan kiper timnas Denmark, Peter Schmeichel yang mengaku sangat muak melihat tingkah Neymar di lapangan. Dia menilai bintang timnas Brasil itu kerap berlebihan saat dilanggar lawan. Saking muak, Schmeichel meminta FIFA turun tangan dengan menjatuhkan sanksi.

“Neymar dinobatkan sebagai man of the match oleh FIFA. Saya kira, dalam hal ini, FIFA perlu melihat tingkah lakunya di pertandingan. Saya tak bisa menemukan kata selain memalukan!” tegas Schmeichel seperti dikutip dari Russia Today.

“Semua pencinta sepak bola, saya lihat di Twitter, mereka mengeluhkan hal itu. Saya pribadi ingin pemain seperti ini tak bermain sama sekali. Pasalnya, pemain seperti ini sangat tak enak dilihat. Dia selalu mencoba membuat pemain lawan dikenai kartu,” tambah legenda Manchester United itu.

Tak berhenti di sana, Schmeichel berujar, “Neymar terlihat seperti sekarat. Saya pikir dia akan diangkut dengan tandu, dibawa oleh ambulans, dan kita tak akan melihat dia lagi.” (adk/jpnn/don)

3 Belgia v Jepang 2: Super Comeback

Para pemain Belgia merayakan gol Naser Chadli yang dicetak di masa injury time.
Para pemain Belgia merayakan gol Naser Chadli yang dicetak di masa injury time.

SUMUTPOS.CO – Belgia sukses mengantongi satu tiket perempat final Piala Dunia 2018, usai menang dramatis dengan skor 3-2 dari Jepang dalam laga 16 Besar di Rostov Arena, Selasa (3/7) dini hari WIB. Setan Merah, julukan timnas Belgia, menang setelah tertinggal 0-2.

Setelah dua gol dari Jan Vertonghen dan Marouane Fellaini, Belgia memastikan diri ke babak perempat final lewat gol Nacer Chadli di menit 90+4. Berawal dari sepak pojok Jepang, kiper Thibaut Courtois langsung memukul bola dengan keras ke arah depan. Bola yang disambut oleh Thomas Meunier langsung dibawa lari dengan cepat menuju jantung pertahanan Jepang.

Para pemain belakang Jepang yang tidak siap pun gagal menjaga Meunier. Berhasil masuk ke kotak penalti, Meunier memberikan crossing kepada Chadli yang sudah menunggu di kiri.

Chadli pun tanpa ragu langsung menyabet bola ke arah gawang Eiji Kawashima. Rostov Arena pun mengharu biru usai gol yang berbuah dari serangan balik yang cepat dan terstruktur tersebut.

Sebelumnya Jepang secara heroik mampu mengejutkan Belgia lewat dua gol di 12 menit awal babak kedua. Gol indah pertama Jepang lahir dari kaki Genki Haraguchi di menit 48. Memanfaatkan blunder Jan Vertonghen, Haraguchi langsung melesat cepat menuju area bertahan Belgia sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras. Thibaut Courtois tak mampu menghalau bola.Belum hilang rasa frustrasi Setan Merah, Jepang kembali membuat kejutan. Kali ini lewat tendangan jarak jauh Takashi Inui di menit 52.

Tapi Belgia menunjukkan mentalitasnya dengan tiga gol tersebut. Dengan hasil ini, Belgia berhak maju ke babak delapan besar, dan akan menghadapi Brasil yang sudah lebih dulu meraih tiket perempat final usai menekuk Meksiko 2-0.

Hasil itu membuat Belgia adalah tim pertama sejak 1966, yang menang di babak gugur, setelah sempat tertinggal dua gol atau lebih dalam 2 x 45 menit. Sepanjang sejarah Piala Dunia, torehan itu terakhir kali tercipta saat Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu, Portugal era Eusebio menang 5-3 atas Korea Utara di perempat final.

Portugal bahlan sempat tertinggal 0-3 dalam waktu 25 menit. Lalu Eusebio mencetak empat gol, dua di antaranya dari titik penalti. Satu gol lagi dicetak Jose Augusto.

“Ini hari yang sangat membanggakan para pemain,” kata Pelatih Belgia, Roberto Martinez, mengutip dari Sky Sports, Selasa (3/7).

Gregoria Pelajari Ratchanok

Gregoria Mariska Tunjung
Gregoria Mariska Tunjung

SUMUTPOS.CO – Gregoria Mariska Tunjung membuktikan keyakinannya lolos dari babak pertama Indonesia Terbuka 2018. Ia melaju ke babak kedua usai menundukkan wakil Taiwan, Lee Chia Hsin.

Menang 21-13 dan 21-7 di babak pertama, Jorji, sapaan akrabnya, akan menemui tantangan sesungguhnya di babak kedua. Untuk pertama kalinya, ia akan bersua Ratchanok Intanon (Thailand). Ratchanok sendiri sudah lebih dulu lolos ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Indonesia, Fitriani, di babak pertama dengan skor 21-8 dan 21-16.

Menghadapi Ratchanok, Jorji mengaku sudah mempelajari permainan pebulu tangkis ranking empat dunia itu. “Sudah ada persiapan khusus dan sudah latihan juga. Karena tidak akan mudah untuk mengalahkan Ratchanok. Saya akan nonton video dia lagi dan akan diskusi dengan pelatih bagaimana cara mengalahkan dia,” ujar Jorji, Selasa (3/7).

Jorji menuturkan, sebelum Piala Thomas dan Uber 2018 kemarin bergulir, tim kepelatihan sudah memberikan latihan untuk memperkuat pergerakan kakinya. Hasil latihan tersebut diakui Jorji memberikan banyak pengaruh.

“Soalnya kekuatan kaki saya memang kurang. Tapi Puji Tuhan sudah ada perubahan. Ke depannya saya harus bisa lebih konsisten dengan pola pikir,” ujar Jorji.

Selain Jorji, ganda putra Berry Angriawan/Hardianto juga memenangkan pertandingan babak pertama. Mereka menundukkan wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor 20-22, 21-18, dan 21-18. (ce1/kar/jpc/don)

Kwarta Siap Hadapi Liga 3

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos PS Kwarta sian mengarungi kompetisi Liga 3 Zona Sumut yang digelar mulai 9 Juli.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
PS Kwarta sian mengarungi kompetisi Liga 3 Zona Sumut yang digelar mulai 9 Juli.

SUMUTPOS.CO – PS Kwarta menjadi salah satu kontestan Liga 3 zona Sumatera Utara yang akan kick off 9 Juli mendatang. Burung Sumatera bertekad tampil maksimal pada kompetisi kasta ketiga tanah air itu.

Kwarta tergabung dalam grup A bersama Agtagana FC, Medan Sakti dan PSSA Asahan. Laga akan digelar di Lapangan Pasar III Marindal.

Pelatih Kwarta, Amrico mengatakan Kwarta sudah siap tempur. Sejauh ini persiapan telah digelar selama tiga bulan terakhir. “Sudah siap. Segala hal persiapan telah kita lakukan termasuk latihan intensif dan uji coba. Saya pikir tidak ada cerita tidak siap,” kata Amrico.

Kwarta akan mengandalkan keseluruhan pemain U-23. Meskipun ada jatah tiga pemain senior, sejauh ini Kwarta belum menggunakannya. “Pemain semuanya usia 23 ke bawah. Pemain senior belum ada. Kami maksimalkan para pemain muda saja dulu,” beber pelatih berlisensi C AFC itu.

Mantan pemain Persikad Depok itu melihat perkembangan skuadnya cukup baik. Itu terbukti dengan tren positif selama uji coba.

“Sejauh ini uji coba bisa dijalani anak-anak dengan hasil bagus. Kami masih terus memperbaiki kerjasama dan kesolidan tim ini. Mudah-mudahan kami bisa melangkah sejauh mungkin. Tapi target awal lolos dari grup dulu,” beber Amrico.

Mantan pelatih PSGL ini juga mengaku masih buta kekuatan lawan. “Saya pikir semua di grup kami bagus-bagus. Terus terang masih buta kekuatan mereka,” tambahnya.

Di antara kontestan Liga 3 zona Sumut, hanya Kwarta yang pernah menjejak level profesional. Burung Sumatera pernah menembus Divisi Utama (kini Liga 2) pada tahun 2014. Sayangnya Kwarta harus turun kasta di musim pertamanya itu. (don)

4 PSMS v Bhinneka 0: Modal Positif

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Wilfried Yessoh membawa bola saat menghadapi PS Bhineka pada uji coba di Stadion Teladan Medan, Selasa (3/7) sore. PSMS menang telak 4-0.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Wilfried Yessoh membawa bola saat menghadapi PS Bhineka pada uji coba di Stadion Teladan Medan, Selasa (3/7) sore. PSMS menang telak 4-0.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan punya modal bagus jelang laga uji coba kontra Madura United. Tim besutan Djadjang Nurdjaman menang dengan skor 4-0 atas PS Bhinneka di Stadion Teladan, Medan, Selasa (3/7).

Djadjang mengatakan skema permainan yang diterapkan menjadi gambaran untuk duel kontra Madura United. Sejauh ini sudah cukup berjalan meskipun masih ada beberapa kekurangan. “Artinya dalam hal strategi dan taktikal kita sudah bisa lihat hari ini akan dilakukan di Madura. Saya nilai cukup berhasil dan cukup berjalan apa yang diperagakan anak – anak,” kata Djanur.

Terkait penampilan sang striker Yessoh yang saat ini masih menjadi sorotan terkait evaluasi tim, Djanur masih belum puas dengan penampilan di laga tersebut. Banyaknya peluang di depan gawang gagal di maksimalkan pemain asal Pantai Gading itu untuk membobol gawang lawan. Pada laga itu Yessoh mencetak satu gol.

“Masih seperti itu (Yessoh). Terlalu banyak yang harusnya dia lakukan misalnya memberikan umpan kepada pemain lain. Banyak tadi peluang satu lawan satu, tapi dia belum confidence,” jelas Djanur.

Di awal laga, PSMS yang secara kasta lebih tinggi dibanding Bhinneka, mengambil inisiatif serangan. Menurunkan skuat terbaiknya meski minus Frets dan Alwi, tim ayam Kinantan unggul di menit ke -15. Berawal dari sepakan pojok di sisi kanan gawang Bhinneka yang dieksekusi Suhandi, Reinaldo Lobo menyambut umpan dengan melakukan sundulan, dan masuk mengarah ke sudut kanan atas jala Bhinneka.

Unggul 1-0, PSMS tidak mengendurkan serangan. Sesekali Yessoh dan Erwin memiliki peluang emas untuk menciptakan peluang. Alhasil pada menit ke -36, PSMS gandakan skor menjadi 2-0. Kali ini, Antoni Putro Nugroho menciptakan gol melalui sepakan mendatar yang mengarah ke sudut kanan gawang Bhinneka, usai mendapat assist Yessoh dari sektor tengah pertahanan Bhinneka. Hingga babak pertama usai, skor 2-0 bagi keunggulan PSMS.

Memasuki babak kedua, PSMS kembali mendominasi jalannya laga. Menit ke – 52, sundulan Dilshod masih mengenai tiang kiri gawang Bhinneka, usai menerima umpan sepakan pojok Suhandi. Namun menit ke – 54 PSMS kembali unggul 3-0. Kali ini, Yessoh mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat assist Erwin dari sisi kanan dalam kotak penalti, Yessoh melepaskan tendangan kaki kiri mendatar yang mengarah ke sudut tiang kiri gawang, dan sulit dijangkau kiper Bhinneka, M Masai.

Sudah TO, Terancam Dipecat

Paminal Seksi Propam Polres Binjai sudah menyerahkan Bripka Syahril P (43) warga Kuala, Langkat dan Candra Irawan (32) warga Jalan Simpang Marcapada, Binjai Selatan ke Satuan Reserse Narkoba guna penyidikan lebih lanjut.
Paminal Seksi Propam Polres Binjai sudah menyerahkan Bripka Syahril P (43) warga Kuala, Langkat dan Candra Irawan (32) warga Jalan Simpang Marcapada, Binjai Selatan ke Satuan Reserse Narkoba guna penyidikan lebih lanjut.

SUMUTPOS.CO – PERSONEL Pengamanan Internal (Paminal) Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Binjai sudah menyerahkan Bripka Syahril P (43) warga Kuala, Langkat dan Candra Irawan (32) warga Jalan Simpang Marcapada, Binjai Selatan ke Satuan Reserse Narkoba guna penyidikan lebih lanjut.

Ternyata, oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Binjai itu sudah menjadi target operasi (TO) Seksi Propam Polres Binjai.

“Dia (Bripka Syahril) sudah menjadi target operasi. Dia ditangkap setelah lidik hampir sebulan atas informasi dari masyarakat kepada petugas polisi,” jelas Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak disela-sela wawancara terkait tertangkapnya Brigadir Gideon Ginting oleh prajurit Kodam I/BB, Selasa (3/7) petang.

Kapolres menduga, Bripka Syahril ikut dalam pusaran bisnis gelap dengan menjadi pengedar kristal putih. Donald terlihat berang karena ada anggotanya menjadi pengedar sabu seperti Bripka Syahril.

Mantan Kapolres Samosir ini mengaku tak akan memberi ampun kepada oknum polisi tersebut.

“Yang jelas pertama, proses pidana. Anggota Polri juga berlaku peradilan umum. Yang bersangkutan diproses pidana karena Polres Binjai tidak membedakan aparat dan masyarakat biasa,” ujar mantan Kasat Intelkam Poltabes (sekarang Polrestabes) Medan.

Dia memberi atensi, agar oknum polisi itu diproses pidana di peradilan umum. Setelah memiliki kekuatan hukum tetap, Bripka Syahril juga dilakukan proses kode etik.

“Terancam pemecatan tidak dengan hormat (PTDH),” jawab Donald ketika disoal sanksi terhadap anggotanya itu.

Ancaman PTDH itu, kata Donald, karena Indonesia saat ini tengah gencar memerangi narkoba. Bahkan, itu sudah menjadi atensi dari Presiden Indonesia Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw.

Dengan ditangkapnya Bripka Syahril, Donald mengatensi agar memberikan hukum tegas terhadap yang bersangkutan.

Dia menambahkan, hasil interogasi sementara, Bripka Syahril mengaku baru kali pertama. Namun dengan didapatnya barang bukti cukup banyak, Kapolres tak percaya begitu saja.

Saksi Ngaku Terima Uang dari Kroni Tamin Sukardi

Tamin Sukardi (paking kiri) mendengarkan katerangan saksi-saksi saat sidang di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Selasa (3/7).
Tamin Sukardi (paking kiri) mendengarkan katerangan saksi-saksi saat sidang di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Selasa (3/7).

SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan kasus penyelewengan aset milik PTPN 2 yang menyeret nama Tamin Sukardi sebagai terdakwa, kembali digelar di ruang sidang Cakra Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/7).

Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo itu, beragendakan mendengar keterangan sepuluh orang saksi yang dihadirkan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Salman SH MH dari Kejagung.

Saksi-saksi yang merupakan ahli waris dalam perkara itu yakni M. Hadi, Muchsin, Tasman, Harun, Kliwon, Suwarti dan yang lainnya. Keseluruhannya merupakan warga Desa Helvetia yang mengaku didatangi oleh almarhum Tasman Aminoto. Almarhum Tasman Aminoto meminta fotocopy KTP dan pas foto para ahli waris.

“Pak Tasman datang kerumah, dia minta fotocopy KTP dan pas foto. Katanya fotocopy KTP dan pas foto itu untuk pengurusan tanah di Helvetia,” ujar sejumlah saksi dalam persidangan di depan majelis hakim.

Para saksi yang merupakan ahli waris juga menjelaskan, bahwa Tasman Aminoto meminta data-data tersebut dan menjanjikan akan memberikan surat keterangan ahli waris dan membagikan sebagian lahan ataupun ganti rugi berupa uang kepada mereka.

“Tapi ada juga diantara kami yang tidak mendapatkan surat keterangan ahli waris itu. Begitu mendapatkan fotocopy KTP dan pas foto, pak Tasman tidak pernah kelihatan lagi,” ucap para saksi

Pada persidangan itu terungkap, enam dari sepuluh saksi ada yang diminta menandatangani surat kuasa penjualan tanah di kantor salah satu notaris di jalan Brigjen Katamso Medan. Setelah menandatangani surat itu, sebagian saksi ada yang menerima uang dari kroni Tamin Sukardi bernama Sudarsono.

“Beda-beda jumlah uang yang kami terima, ada yang menerima Rp6 juta dan sebagian lagi ada yang menerima Rp7 juta. Tapi tidak dijelaskan itu uang apa. Sudarsono memberikan uang itu kepada saya, ya saya terima saja, namanya juga dikasih uang,” ucap salah seorang saksi.

Saksi lainnya menyebutkan, dirinya diminta datang kesalah satu kantor di kawasan Thamrin Medan. Kantor tersebut diduga milik terdakwa Tamin Sukardi.

“Di sana saya tidak ketemu sama terdakwa, saya juga gak tahu kalau itu kantornya terdakwa. Saya disana ketemu sama pak Sudarsono. Pak Sudarsono lah yang memberikan uang Rp7 juta itu sama saya,” ucap saksi Kliwon.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, kasus tersebut bermula pada tahun 2002. Saat itu, terdakwa mengetahui diantara tanah HGU milik PTPN II di Perkebunan Helvetia Kabupaten Deliserdang, ada tanah seluas 106 hektar yang dikeluarkan atau tidak diperpanjang HGU nya.

Kemudian terdakwa ingin menguasai dan memiliki tanah tersebut. Berbekal 65 lembar SKTPPSL, terdakwa pun melancarkan aksinya dengan meminta bantuan Tasman Aminoto, Misran Sasmita dan Sudarsono.(ain/adz/ala)

 

Bripka Gideon Edarkan Ekstasi

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos Brigadir Gideon Ginting (dua dari kiri) bersama tiga rekannya diamankan dan dicek personel Provost Polres Binjai.
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Brigadir Gideon Ginting (dua dari kiri) bersama tiga rekannya diamankan dan dicek personel Provost Polres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Belum lagi tuntas penyidikan Bripka Syahril, oknum polisi di jajaran Polres Binjai kembali berurusan karena narkotika. Kali ini, Brigadir Gideon Ginting yang berdinas di Polsek Binjai Utara ditangkap dengan barang bukti narkotika jenis pil ekstasi.

Oknum polisi yang pernah dinas di jajaran Satuan Brimob Polda Sumut hingga anggota Opsnal Sat Reskrim Polres Binjai itu ditangkap prajurit Datasemen Intelijen Kodam I/BB di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, kemarin (1/7) malam.

Prajurit TNI tidak hanya menangkap Brigadir Gideon Ginting. Rendi (29) warga Jalan Ikan Gurami Nomor 6, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur juga turut diamankan.

Selain keduanya, prajurit TNI juga menciduk seorang kontraktor bernama Arfiansyah (40) warga Jalan Diski, Deliserdang dan Bambang Eriadi (38) warga Jalan Besar Menciri, Deliserdang.

Keduanya ditangkap atas hasil pengembangan. Rendi awalnya ditangkap prajurit TNI dengan barang bukti 45 butir pil ekstasi, 67 buah plastik klip transparan, 1 buah tas warna hitam, 1 buah dompet warna cokelat, 1 buah KTP dan 1 buah kotak lampu. Dari hasil interogasi Rendi, prajurit TNI mengantongi nama Arfiansyah.

Kontraktor itu kemudian ditangkap dengan barang bukti sepucuk senjata laras panjang airsoftgun jenis MP5 dan hasil urine positif konsumsi sabu-sabu.

Sekira pukul 19.00 WIB, Bintara Opsnal Reskrim Polsek Binjai Utara itu diamankan di Jalan Besar Sei Mencirim, Deliserdang. Barang bukti yang disita dari Brigadir Gideon yakni, 100 butir pil ekstasi warna oranye, 3,3 gram narkotika jenis sabu, 1 buah senjata organik jenis revolver, 18 butir peluru kaliber 38 mm, uang tunai Rp511 ribu, 1 buah BPKB mobil, 4 buah telepon genggam, 1 buah lencana, KTA Polri, kartu senjata, 1 kotak peluru senapan angin dan 1 buah buku tabungan BNI.

Selain itu, disita juga 1 buah kalung emas, cincin, 1 buah sarung pistol, sebilah belati, 1 buah dompet dan 2 buah SIM A serta SIM C.

“Dari hasil tes urine yang dilakukan ke Brigadir Gideon Ginting, hasilnya positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu,” jelas Kepala Seksi Media Cetak Penerangan Kodam Bukit Barisan, Mayor Yamin Sohar.

Bambang Eriadi turut diamankan karena sedang bersama Brigadir Gideon. “Hasil tes urine yang dilakukan kepada Bambang, positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Tersangka dan barang bukti selanjutnya akan diserahkan ke Propam Poldasu guna penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Terpisah, Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak mengaku sudah mengetahui anggotanya ditangkap prajurit TNI.

“Sudah (tahu). Intinya ini memang suatu sinergitas TNI-Polri,” ujarnya, Selasa (3/7).

Karenanya, Donald mengucapkan terimakasih kepada jajaran prajurit Kodam I/BB yang ikut bantu memberantas oknum Polri karena keterlibatan narkotika.

Meski yang ditangkap oknum Polri, Donald mengaku, tetap memberikan atensi kepada Satuan Narkoba Polrestabes Medan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.