Home Blog Page 6217

Angel Lelga Diajak Liburan ke Bandung

Foto: Yuliani NN/JPC Pasangan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga.
Foto: Yuliani NN/JPC
Pasangan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga.

SUMUTPOS.CO – Angel Lelga dikabarkan mengalami keguguran. Menurut suaminya, Vicky Prasetyo, istrinya keguguran saat berlibur ke Bali pada Juni lalu.

“Pas liburan kemarin ia jatuh, dan saat diperiksa, benar, keguguran,” ungkap Vicky.

Tak ingin melihat istrinya larut dalam duka, Vicky lantas mengajak Angel berlibur lagi ke Bandung. Di sana Angel terlihat menikmati liburan yang direncanakan Vicky.

Mantan istri siri Rhoma Irama itu, terlihat bahagia saat naik kuda, seolah lupa ia baru saja keguguran. “Besok kan udah mulai masuk kerja lagi, biar ia senang, dan enggak sedih lagi,” harap Vicky.

“Makasih daddy liburannya,” ucap Angel kepada Vicky. (chi/jpnn/saz)

Olla Ramlan Pede Main Film Horor

SUMUTPOS.CO – Artis Olla Ramlan tak hanya menjajal dunia presenter, kini ibu 3 anak itu, mencoba berani ambil tawaran untuk bermain film di layar lebar. Untuk pertama kalinya, Olla akan bermain film bergenre horor.

“Dari sekian skrip, ini yang aku terima. Ini pertama kalinya aku main film, genrenya horor,” tutur Olla di kawasan Tendean, Jakarta, Senin (2/7).

Meski belum memiliki pengalaman berakting di layar lebar, Olla tampak percaya diri memantapkan diri mengambil genre horor, seperti saat ia mencoba berduet dengan Dewi Sandra beberapa tahun lalu. “Enggak tahu kenapa, pas aku baca, bagus aja jalan ceritanya. Pokoknya bedalah sama horor lainnya,” kata Olla, memberi sedikit bocoran tentang film yang ia mainkan.

Hanya saja untuk saat ini, Olla masih merahasiakan judul film yang ia mainkan. Olla hanya meyakinkan, jalan cerita film horor yang ia mainkan berbeda. (chi/jpnn/saz)

Pevita Pearce Tutup Kolom Komentar

SUMUTPOS.CO – Pevita Pearce ketahuan jalan bareng Ariel Noah beberapa waktu lalu. Mereka tertangkap kamera paparazzi sedang di mall. Bukti Pevita dan Ariel jalan bareng pun juga sudah ada dari foto netizen. Seorang warganet berfoto satu per satu dengan Pevita dan Ariel.

Setelah kabar itu, banyak pro dan kontra terkait Ariel yang memikat hati Pevita. Belakangan ini, Pevita juga menutup kolom komentar dari sebagian posting-annya di Instagram.

Ada sekitar 4 posting-an terbaru Pevita di Instagram yang ditutup komentarnya.

Kok comment-nya di-hide sih Peeevvv,” tanya akun @muhammad**holeh01, Senin (2/7).

Dari kabar yang beredar, Ariel dan Pevita memang sedang menjalin kedekatan. Ariel sebelumnya putus dari Sophia Latjuba. Sampai saat ini, baik Ariel maupun Pevita, belum ada yang bisa dimintai klarifikasi soal asmara mereka. (dtc/saz)

The Avengers 4: End Game?

SUMUTPOS.CO – The Avengers 4 masih jadi film yang ditunggu-tunggu setelah kesuksesan The Avengers: Infinity War. Banyak rahasia di dalamnya, bahkan judul film tersebut juga belum terjawab.

Namun sinematografer film tersebut, Trent Opaloch, dianggap telah membocorkan judul resmi film itu, setelah mencantumkan di situs web-nya. Judul film tersebut katanya The Avengers: End Game.

Karena informasi itu bukan untuk publik, sinematografer yang menggarap Captain America: The Winter Soldier, Captain America: Civil War, dan The Avengers: Infinity War itu, pun mengubahnya kembali dengan menulis The Avengers 4. Meski informasi itu kini sudah menyebar.

Padahal pihak Marvel sudah merahasiakan dengan begitu ketat judul film itu. Hal itu semakin membuat penggemar melahap habis segala informasi sekecil apapun. Namun ada signifikansi yang luar biasa tentang frasa End Game, karena tak lama setelah Doctor Strange secara sukarela menyerahkan Time Stone kepada Thanos, ia berkata dengan samar. ‘We’re in the end game, now,’ katanya.

Namun 2 sutradara, Anthony dan Joe Russo, menyebutkan, bukan itu judul sebenarnya. Jadi masih mungkin kebocoran itu hanyalah sekadar isu saja, karena tak mengherankan penggemar begitu tergesa berspekulasi tentang The Avengers 4.

Di Infinity War, Thanos berhasil menjentikan jarinya dan menghapus separuh alam semesta. Ia percaya cara itu membuat semuanya kembali seimbang. Thanos kemudian hidup tenang, meninggalkan apa yang terjadi dengan rasa puas.

Sepertinya sudah menjadi jelas juga The Avengers bakal membatalkan cara keji Thanos itu, karena ada korban termasuk karakter seperti Black Panther dan Spider Man yang kita tahu mereka punya film solo.

Pertanyaannya kini adalah, bagaimana mereka akan melakukannya, dan apa arti Doctor Strange ketika berbicara tentang The Avengers berada di end game? Petunjuk kuncinya adalah adegan Doctor Strange mengatakan, ia telah menjelajahi 14 juta kemungkinan masa depan, dan hanya menemukan satu, yakni The Avengers menang, meski ia tak terlihat senang dengan penglihatannya itu.

The Avengers 4 akan dirilis pada 3 Mei 2019 di bioskop Amerika Serikat. (dtc/saz)

Paris Hilton Buat 3 Replika Cincin Tunangan

SUMUTPOS.CO – Tak hanya gaya hidup mewah Paris Hilton yang menarik perhatian publik. Jalinan percintaannya dengan Chris Zylka pun banyak membuat kejutan. Terakhir, keduanya membuat publik berdecak kagum dengan harga cincin pertunangan yang mencapai 2 juta dolar AS, atau Rp28 miliar.

Namun, mahalnya cincin tersebut membuat bintang reality show The Simple Life ini, khawatir. Pasalnya, seperti dilansir dari People, Senin (2/7), belum lama ini cincin berlian berbentuk pir tersebut hampir hilang.

Saat itu, Paris diketahui tengah menari di sebuah klub di Miami, ketika cincin itu ‘terbang’ dari jarinya. Sehingga tak mengherankan jika ia mengambil langkah pencegahan ekstra.

Dalam Access Live belum lama ini, Paris Hilton mengungkapkan, ia memang benar-benar melakukan usaha untuk melindungi cincin tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ia langsung menciptakan 3 replika cincin. Ia juga mengambil setiap tindakan pencegahan dengan menyewa keamanan ekstra. “Saya punya beberapa replika yang dibuat, karena saya takut pergi ke negara-negara tertentu, dan memakai cincin ini. Jadi saya punya 3,” bebernya.

Perlu diketahui, awal tahun ini Paris Hilton mengumumkan, ia dilamar sang kekasih, Chris Zylka, dengan cincin seharga 2 juta dolar AS. Dengan batu berlian berbentuk pir, cincin Paris Hilton memiliki berat 20 karat.

Paris Hilton dan Chris Zylka telah berkencan selama 2 tahun, dan tidak malu memamerkan cinta mereka satu sama lain di media sosial. (ana/jpc/saz)

28 Tim Ikuti Liga 3

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Salah satu kontestan Liga 3 menarik undian.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Salah satu kontestan Liga 3 menarik undian.

SUMUTPOS.CO – Liga 3 akan kick off 9 Juli mendatang. Jadwal ini mundur sepekan dari jadwal sebelumnya. Sebanyak 28 klub resmi menjadi peserta kompetisi kasta ketiga ini.

Ketua Komite Kompetisi Asprov PSSI Sumut Dr Syahril Efendi SSi MIT menjelaskan ke-28 tim yang mengikuti kompetisi tahun ini dibagi delapan pool dalam tiga wilayah. Nantinya masing-masing juara dan runner-up pool berhak melaju ke babak 16 Besar.

“Kick off Liga 3 Sumut digelar 9 Juli. Jadwal ini memang berubah dari rencana awal pada 1 Juli. Hal ini karena PSDS sebagai peserta juga mengikuti Piala Indonesia,” jelas Syahril Efendi didampingi M Yusuf Siregar dan Muhammad usia memimpin manager meeting di Sekretariat Asprov PSSI Sumut, Senin (2/7).

Lebih lanjut Syahril mengatakan, nantinya tiga tim terbaik Liga 3 Provinsi Sumut berhak melaju ke babak Regional Sumatera pada Agustus. Selanjutnya empat tim terbaik babak Regional Sumatera berhak melaju ke babak Nasional yang akan digelar pada Desember 2018.

etua Asprov PSSI Sumut Kodrat Shah melalui Sekum Ir Fityan Hamdy menegaskan Asprov PSSI Sumut akan menjalankan kompetisi sesuai regulasi, sehingga dapat melahirkan tim juara yang mampu berbicara di tingkat Regional dan Nasional.

“Asprov juga ingin dari kompetisi Liga 3 tahun ini lahir pemain-pemain andal yang ke depan dapat memperkuat klub-klub profesinal dan khususnya memperkuat tim sepakbola Sumut dalam ajang PON 2020 di Papua,” jelas Fityan Hamdy. (don)

Pembagian Grup
Wilayah I (Stadion Baharoeddin Siregar)
Pool A PSSA Asahan, PS Kwarta, Agtagana FC, Medan Sakti
Pool B PSDS, PS Taruna Satria Tebingtinggi, Tanjungbalai United, PS Patriot Disporasu
Pool C PS Bhineka, PS Sergai, Deliserdang United.

Wilayah II (Stadion mini Mencirim City)
Pool D Mencirim City, PS Keluarga USU, PS TGM, dan PS PLN.

Pool E Kurnia Medan City, Medan Utama, Medan Soccer FC
Pool F Bina Sentra Asam Kumbang, PS Arjuna Putra, Gumarang FC.

Wilayah III (Stadion Pemda Madina)
Pool G Madina Jaya FC, PS Palas, PS Padangsidimpuan, Mandailing Raya FC
Pool H PS Bintang Utara Rantauprapat, Toba Samosir FC, Victory Dairi FC.

Low Diharapkan Bertahan

Sebagian Fans Jerman meminta Joachim Loew tetap menjadi pelatih Jerman.
Sebagian Fans Jerman meminta Joachim Low tetap menjadi pelatih Jerman.

SUMUTPOS.CO – Penggemar dan pemain Jerman mengatakan mereka mendukung Joachim Low tetap bertahan sebagai pelatih tim nasional meskipun juara bertahan itu mengalami bencana di Piala Dunia Russia 2018.

Dalam sebuah survei oleh stasiun televisi RTL, 48 persen orang Jerman mengatakan Loew harus tetap sebagai pelatih, 37 persen ingin dia mundur dengan 15 persen sisanya belum memutuskan.

Para pemain Jerman juga setuju, tetapi Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) berharap untuk mendengar keputusan Loew dalam beberapa pekan mendatang di tengah krisis terbesar dalam 12 tahun era kepelatihannya.

“Dia harus bertahan. Dia telah melakukan pekerjaan hebat selama bertahun-tahun, membawa pemain muda ke dalam tim, dan saya berharap ‘Jogi’ akan bertahan,” ujar gelandang Sami Khedira kepada harian Jerman Bild.

Pemain depan Thomas Muller mengatakan hal yang sama. “Pada dasarnya kami semua yakin pada cara dia melakukan sesuatu,” ujarnya.

Low memainkan Khedira dan Mueller yang tampil mengecewakan melawan Meksiko dan Swedia di babak grup. Itu terbukti menjadi keputusan yang salah. Baru bulan lalu, Loew menandatangani perpanjangan kontrak dengan DFB hingga 2022.

Namun sekarang dia telah pulang ke rumahnya di Freiburg untuk mempertimbangkan masa depannya. Meskipun memenangkan Piala Dunia 2014, kemudian mengangkat Piala Konfederasi 2017, reputasi emas Low telah tecoreng.

Tim asuhannya yang berstatus juara bertahan finis pada posisi juru kunci grup dan Jerman gagal melaju ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak 1938. (bbs/don)

Swedia v Swiss: Kans Melangkah Jauh

Granit Xhaka menjadi ancaman bagi Swedia.
Granit Xhaka menjadi ancaman bagi Swedia.

SUMUTPOS.CO – Swedia dan Swiss akan bentrok memperebutkan tiket ke babak perempat final, di Stadion Saint Petersburg, Selasa (3/7) malam. Siapapun yang menang berpeluang untuk melangkah lebih jauh.

Swiss terakhir kali mencapai semifinal pada 1954. Sementara Swedia terakhir kali lolos ke semifinal pada 1994. Tentu saja mereka berambisi untuk menyamai bahkan melebihi itu.

Sebelum pertemuan di babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini, Swedia dan Swiss telah 28 kali bertemu di pertandingan Internasional. Swiss berhasil menang 11 kali, Swedia 10. Sisa 7 pertandingan berakhir imbang.

Pertandingan ini tentu menjadi ajang uji konsistensi kedua kubu. Swedia berhasil menjadi pemuncak klasemen Grup E, dengan mengalahkan Meksiko dengan skor telak 3-0 di partai krusial.

Satu faktor yang bisa membantu Swedia adalah bagaimana pertahanan mereka yang sangat kokoh. Hanya kebobolan dua kali saja yang semuanya berasal dari Jerman membuat para pemain jelas lebih percaya diri menyambut laga ini. Apalagi di sisi lain, sektor penyerangan juga tak kalah tajamnya dengan mampu mengemas total lima gol. Menjadi menarik karena di sisi lain Swedia ternyata tak mempersiapkan diri untuk menghadapi adu penalti di laga ini.

“Intinya adalah semua pemain kami bermain di lapangan sebagai pemain bertahan. Marcus Berg dan Ola Toivonen bisa melakukan tugasnya dengan baik dalam membantu pertahanan. Adu penalti? Itu jelas situasi yang baru bagi kami karena dalam beberapa tahun terakhir kami jarang melakukannya. Kali ini pun kami juga tak melakukan persiapan khusus untuk itu,” ujar Janne Andersen, pelatih Swedia.

Memang mereka menelan satu kekalahan dari Jerman, akan tetapi, mereka berhasil tampil impresif saat menghadapi Korea Selatan dan Meksiko. Produktifitas gol Swedia juga yang tertinggi di Grup F.

Akinfeev Tembok yang Pulangkan Spanyol

Igor Akinfeev menahan dua eksekusi penalti Spanyol.
Igor Akinfeev menahan dua eksekusi penalti Spanyol.

SUMUTPOS.CO – Timnas Rusia masih menjaga kehormatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Tim asuhan Stanislav Cherchesov itu secara gagah melangkah ke perempat final usai menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar, Minggu (1/7) malam WIB. Bisa dibilang, sosok yang memulangkan La Furia Roja adalah kiper Igor Akinfeev.

Kiper CSKA Moskow itu tak hanya gemilang dalam adu penalti dengan menggagalkan tendangan Koke dan Iago Aspas. Akinfeev yang berusia 32 tahun juga bermain luar biasa dalam waktu normal dan babak perpanjangan waktu.

Bermain defensif dengan banyak menumpuk pemain di belakang, pertahanan Rusia terus digempur Spanyol. La Furia Roja mampu melepaskan 25 percobaan dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Andai Akinfeev tak tampil sempurna, Rusia sudah kebobolan lebih dari satu gol dan mungkin akan tersingkir.

Dari 9 tembakan on target, tak ada yang berbuah gol. Artinya, Akinfeev melakukan 9 penyelamatan! Satu-satunya gol Spanyol bukan dari percobaan pemain mereka, melainkan bunuh diri bek gaek Sergei Ignashevich.

Sembilan puluh menit berjalan plus 30 menit perpanjangan waktu, Akinfeev tampil gagah di Stadion Luzhniki. Sampai akhirnya dia harus menghadapi babak tos-tosan. Mentalnya benar-bernar teruji. Dua tendangan dari Koke dan Aspas berhasil dia tepis. Arah tendangan Koke mampu dibaca secara tepat.

Selanjutnya Akinfeev sebenarnya sudah terkecoh tendangan Aspas. Dia bergerak ke kanan, sementara tendangan Aspas mengarah sedikit ke tengah. Namun, faktanya bola tidak masuk lantaran masih ada kaki kiri Akinfeev yang menghalaunya. Rusia menang adu penalti dengan skor 4-3.

Akinfeev pun diberi penghargaan man of the match oleh FIFA. Itu pertama kalinya bagi dia di Piala Dunia 2018. Namun, kiper berusia 32 tahun itu berusaha tetap membumi. Dia menyebut dirinya bukan pahlawan atau man of the match.

“Saya bukan man of the match. Man of the match sesungguhnya adalah tim dan pendukung setia kami,” sebut Akinfeev seperti dilansir FIFA.com.

Menariknya, Akinfeev telah percaya diri selama waktu normal dan babak perpanjangan waktu bahwa Rusia akan meraih hasil terbaik dalam adu penalti. “Kami memang mengharapkan adu penalti,” tegas Akinfeev.

Mental Akinfeev telah teruji selama waktu normal dan babak perpanjangan waktu. Hal itu menjadi senjata saat menghadapi adu penalti. Sebanyak 9 penyelamatan gemilang dia lakukan. Berbeda dengan David De Gea. Dalam waktu normal dan babak adu penalti, gawangnya adem ayem. Hanya satu tendangan on target dan merobek gawangnya, itu pun dari titik putih. Selebihnya, tak ada yang on target dan dia tak teruji dalam melakukan penyelamatan. (epr/jpc/don)

Hattrick Gagalkan Penalti, Schmeichel Buat sang Ayah Bangga

Kasper Schmeichel dipeluk kapten tim, Kjaer.
Kasper Schmeichel dipeluk kapten tim, Kjaer.

SUMUTPOS.CO – Gugurnya timnas Denmark dari Piala Dunia 2018 menyisakan cerita heroik. Adalah performa Kasper Schmeichel yang menjadi sorotan pada pertarungan 16 besar kontra Kroasia di Novograd, Senin (2/7).

Kasper Schmeichel mendapat gelar Man of The Match usai kalah melawan Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2018 lewat adu penalti. Sang ayah, Peter Schmeichel menjadi orang yang paling reaktif, saat kiper Denmark, Kasper Schmeichel menjadi bintang lapangan.

Peter yang namanya makin mendunia saat berdiri di bawah mistar Manchester United itu, sengaja minta izin untuk tidak liputan Piala Dunai 2018 untuk media RT, karena ingin menyaksikan aksi Kasper dan Denmark sebagai penonton di Nizhny Novgorod Stadium.

Kasper menggagalkan tiga penalti pemain Kroasia. Pertama eksekusi dari Luka Modric, di babak perpanjangan waktu. Sebelum penalti di extra time itu, skor kedua tim 1-1. Kasper sukses membaca dan menangkap bola tendangan Modric.

Skor pun bertahan 1-1, dan laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak ini, Kasper kembali cemerlang. Dua eksekusi pemain Kroasia, Milan Badelj (penendan pertama) dan Josip Pivaric (penendang keempat) gagal di depan Kasper. Namun, dewi fortuna belum berpihak ke Denmark. Tiga eksekutor Denmark juga gagal menunaikan tugas. Setiap aksi Kasper, Peter tampak emosional, memberikan reaksi mengharukan.

“Ini perasaan yang aneh. Ada kekecewaan yang sangat banyak tapi juga kebanggaan yang besar pada penampilan kami. Kami punya peluang dan kami adalah tim yang lebih baik di paruh kedua,” ucapnya, dikutip dari situs resmi FIFA.

“Saya telah memainkan banyak pertandingan dan (laga dengan) penalti. Saya mengikuti intuisi saya, seperti yang saya rasakan saat ini dan sayangnya itu tidak cukup,” imbuh kiper Leicester City itu. (bbs/don)