Home Blog Page 6277

4 Rumah Dinas Brimob Terbakar

Foto: Batara/Sumut Pos Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6).
Foto: Batara/Sumut Pos
Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6) sekira pukul 11.45 WIB.

Informasi diperoleh, api pertamakali berawal dari rumah dinas yang ditempati Bripka Gurning. Personel yang mengetahui kebakaran tersebut, berusaha memadamkan api.

Namun  karena teriknya matahari, si jago merah cepat merambat ke tiga rumah lainnya yang ditempati Bripda Rizki Rahmadi, Aipda Gerry Nasution dan Brigadir Arif Budiman.

Api baru berhasil dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. “Kami tidak tau apa penyebab kebakaran, api pertamakali terlihat dari rumah yang ditempati Gurning. Saat kejadian Gurning tidak ada dirumah,” kata salah seorang warga.

Namun saat sejumlah wartawan yang ingin meliput kebakaran tersebut, Bripka Irfan GS  melarang wartawan  masuk ke lokasi dengan alasan sudah perintah pimpinan.

”Tidak bisa diliput, itu sudah perintah pimpinan,” tegas Bripka Irfan GS .

Terpisah, Kepala Pos Damkar Lubukpakam Arham Affandi, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil damkar yang masing masing dua unit  dari Pos Damkar Lubukpakam dan satu dari Pos Damkar Batang kuis.

“Tiga unit mobil damkar kita turunkan.  Dua dari pakam dan satu dari batang kuis, soal penyebabnya kami blom tahu ” katanya.

Dikatakannya, pihaknya saat tiba kondisi api sudah membakar keempat rumah. “Apinya masih ada kami terus melakukan penyemprotan hingga padam apinya, ini tinggal pendingan saja ” kata Arham.(btr/han)

Dua Sopir Bus Terindikasi Narkoba

Foto: SOPIAN/SUMUT POS PERIKSA: Ratusan sopir AKAP dan AKDP ketika menjalani pemeriksaan kesehatan dan cek narkoba.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
PERIKSA: Ratusan sopir AKAP dan AKDP ketika menjalani pemeriksaan kesehatan dan cek narkoba.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Ratusan sopir Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) menjalani pemeriksaan kesehatan dan cek narkoba di Terminal Bandar Kajum, Jalan KL Yos Sudarso, Kota Tebingtinggi, Senin (11/6).

Pemeriksaan kesehatan mulai dari cek kolestrol, asam urat, gula darah, darah tinggi. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada kepada para pemudik jelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, petugas Dishud dan Sat Lantas Polres Tebingtinggi juga memeriksa kelayakan kendaraan.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan yang turun ke lokasi, mengatakan bahwa pemeriksaan para sopir yang dilakukan tim gabungan Badan Narkotika Nasional Kota Tebingtinggi, Rumkit Bhayangkara, PT Jasa Raharja, untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang yang mudik dan ingin merayakan lebaran di kampung halamannya.

Kepada para sopir diharapkan tidak takut untuk menjalani pemeriksaan, dikarenakan demi keselamatan penumpang. “Kita berharap sopir tidak ugal ugalan di jalan raya, utamakan keselamatan penumpang,”pinta Umar Zunaidi.

Salah seorang sopir, Rianda Manalu (38), mengatakan dirinya terkejut ketika pihak Dinas Perhubungan memaksa semua bus penumpang untuk masuk kedalam terminal, setelah sampai dalam rupanya hanya menjalani pemeriksaan kesehatan dan narkoba. “Awalnya takut, saya pikir di razia terkait apa,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Tebingtinggi, Bambang Rubianto mengatakan bahwa pemeriksaan urine terhadap para sopir, dua diantaranya terindikasi positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja. “Kedua sopir diamankan ke kantor BNNK Tebingtinggi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

Mereka yang diamankan adalah sopir Bus ALS jurusan Padang Medan, Zulkarnain setelah diperiksa BNNK Tebingtinggi dinyatakan positif menggunakan narkoba. Sementara Zulkarnain mengaku dirinya baru mengkonsumsi obat sakit gigi. Sedangkan Roberto, sopir Bus Sejahtera jurusan Medan Parapat, diduga positif menggunakan narkotika jenis Ganja.

Tampak hadir Wakapolres Tebingtinggi Kompol V Siagian, Kepala Dinas Perhubungan Saprin Harahap, mewakili pihak jasa raharja, Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia, Kabag Humas Abdul Halim Purba. (ian/han)

 

 

 

Bupati Perintahkan Dinas PU Perbaiki Jalan Menuju Wisata Air Panas

Seorang petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan yang tergenang air menuju lokasi wisata pemandian air panas di kawasan Desa Doulu.
Seorang petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan yang tergenang air menuju lokasi wisata pemandian air panas di kawasan Desa Doulu.

KARO, SUMUTPOS.CO -Guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan wisatawan berkunjung ke sejumlah titik objek wisata jelang Hari Raya Idul Fitri 1-2 Syawal 1439 Hijriah, Bupati Karo Terkelin Brahmana menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Dinas PU PR serta Dinas Perhubungan segera berkolaborasi untuk memperbaiki kerusakan jalan dan drainase, khususnya menuju pemandian air panas Raja Berneh dan Doulu.

Perintah itu disampaikan Bupati Karo kepada Kadis PU PR Ir Paten Purba, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ir Mulia Barus MSi dan Kadis Perhubungan Gelora Fajar Purba SH MH, saat meninjau kerusakan jalan dan gorong-gorong yang tersumbat di jalan menuju Doulu-Raja Berneh, baru-baru ini.

Menurut Bupati Karo, kerusakan infrastruktur jalan dan tersumbatnya gorong-gorong di kawasan objek wisata perlu perhatian khusus dari dinas terkait, jangan dibiarkan infrastruktur pariwisata mengganggu kenyamanan wisatawan mengunjungi objek wisata.

“Dinas terkait jangan diam, apa yang bisa dikerjakan, langsung kerjakan sehingga kerusakan tersebut tidak semakin parah. Jangan selalu menunggu APBD, diluar itu (APBD-red) bisa kok kita berkreasi,” kecam Bupati Karo.

“Karena dari sektor pariwisata penerimaan terbesar ke dua sumber PAD kita. Kita harus tanggap, perhatian dunia saat ini sangat besar ke Pariwisata Karo, berbenahlah, jangan nanti jelek nama kita diluar, hanya gara-gara tidak terpeliharanya infrastruktur jalan,” tandasnya.

“Untuk memperbaiki jalan dan drainase jangan terlampau bertumpu kepada APBD. Kan ada bantuan beberapa perusahaan yang ada disekitar wilayah ini (Raja Berneh-Doulu) kita minta bantuannya melalu CSR, begitu juga pengusaha-pengusaha pemandian air panas yang ada disini kita ajak bersama-sama berpartisipasi memperbaiki jalan dan gorong-gorong yang sering sumbat bila hujan deras turun,” ujar Bupati.

Dikatakan Terkelin, perbaikan jalan dan gorong-gorong tanpa menggunakan APBD, tetapi memanfaatkan bantuan (CSR) perusahaan, baik dari Pertamina maupun dari PT Tirta Sibayakindo Berastagi serta partisipasi masyarakat. ”Hilangkan ego sektoral, silakan segera bentuk tim kerjanya (Dinas pariwisat dan Dinas PU PR)  bersinergi dengan Pemdes dan masyarakat setempat,”tegasnya.

Diharapkan Terkelin, menyambut Hari Raya Idul Fitri ini, wisatawan tidak boleh terganggu karena kerusakan jalan. ”Harus segera diperbaiki, jangan biarkan berlama-lama,”tegas Bupati kepada kadis Pariwisata Ir Mulia Barus dan kadis PU PR Ir Paten Purba sembari beranjak meninjau gorong-gorong yang tersumbat.

“Siapkan dan standby-kan alat-alat untuk memperbaikinya dan hitung berapa biayanya, segera kalkulasikan dan langsung kerjakan, 2-3 hari sebelum hari “H” Lebaran ini sudah siap, karena ini tujuannya untuk meningkatkan pelayanan jelang lebaran, pekerjaan ini harus segera dilaksanakan, karena ini sifatnya segera dan serius,” sambungnya. (deo/han)

 

 

 

E-KTP Djarot, Semua Urusan Mudah dan Transparan

Calon gubernur Sumatera Utara, Djrot Syaiful Hidayat menunjukkan e-KTP miliknya di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.
Calon gubernur Sumatera Utara, Djrot Syaiful Hidayat menunjukkan e-KTP miliknya di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.

Oleh : Anwar Saragih

(Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Darma Agung Medan)

 

Kita kadung terjebak dalam persepsi negatif tentang birokrasi akibat pengalaman buruk yang berulang-ulang kita terima. Rasa skeptis terhadap jalannya roda pemerintahan menjadi pemicunya.

Sikap pesimis merupakan produk terburuk dari kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi. Ini sangat berbahaya, teramat berbahaya untuk perbaikan sistem pemerintahan Sumatera Utara kedepannya. Karena kita berjalan pada ruang-ruang yang kita tidak kenali sama sekali. Akibat sistem buruk yang kita terima dengan penuh kepasrahan selama ini.

Mengutip ucapan ahli propaganda dari Jerman, Joseph Goebbels (1940) : “A lie told once remains a lie but a lie told a thousand times becomes the truth”– Kebohongan yang diceritakan sekali saja akan tetap menjadi kebohongan tetapi kebohongan yang diceritakan seribu kali suatu saat akan menjadi sebuah kebenaran.

Tentu kita tidak boleh mengamini apa yang diucapkan oleh Goebbels diatas. Sebab, kita hendak membuka kran kebenaran yang selama ini tertutup oleh sistem buruk yang menghambat sehingga segala sesuatunya menjadi lancar.

Mempermudah segala urusan birokrasi yang selama ini terkenal sangat jelimet. Membentuk paradigma baru birokrasi di Sumut yang Semua Urusan Mudah dan Transparan dengan kepemimpinan yang penuh keteladanan. Pemimpin yang jujur. Bersih dari korupsi dan bebas dari hutang politik buruk dari masa lalu.

Adalah Djarot Saiful Hidayat, Calon Gubernur Sumatera Utara yang mendapatkan sorotan yang tidak semestinya dalam beberapa hari belakangan ini. Djarot mendapatkan pertanyaan dari  netizen dan masyarakat bertubi-tubi ihwal kepemilikan KTP Elektronik (E-KTP) miliknya sebgai warga Kota Medan yang dianggap terlalu cepat dan singkat dalam pengurusan data kependudukan.

Spekulasi sesat lalu bermunculan dan dipolitisasi oleh beberapa oknum yang mengatakan bahwa kepemilikan e-KTP Djarot tersebut atas intervensi kekuasaan. Segala sesuatunya lalu digeneralisasi dengan skandal megakorupsi e-KTP yang sebenarnya jauh dari Djarot. Sebab, Djarot yang kita kenal selama ini adalah sosok pemimpin yang bersih dan taat terhadap administrasi.

Apapun bentuknya, karena buktinya secara empirik, 10 tahun memimpin di kota Blitar tidak satupun bawahan Djarot terlibat dalam jeratan hukum karena korupsi. Pun saat Djarot menjadi wakil gubenur dan gubernur DKI Jakarta, tidak sekalipun Djarot bermain api dengan persekongkolan jahat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Masalahnya saat ini adalah ada mata rantai terhadap akses informasi yang harus dijelaskan secara utuh ke publik. Bahwa sebenarnya Djarot sudah taat kepada administrasi. Sebab, 2 tahun yang lalu Kementrian Dalam Negeri mengeluarkan surat edaran terkait percepatan penerbitan KTP elektronik dan Akta Kelahiran.

Surat edaran tersebut merujuk pada pasal 2 huruf a Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 yang mengatakan bahwa setiap penduduk memiliki hak untuk memperoleh dokumen kependudukan, serta mempertimbangkan bahwa sampai saat ini cakupan perekaman KTP elektronik baru mencapai 86%.

Debat Pilgubsu Dinilai Tak Banyak Pengaruh

Pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) menyampaikan program disaksikan pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) pada Debat Publik Kedua Pilgub Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (12/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan.
Debat Publik Kedua Pilgub Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (12/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Debat Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang akan berlangsung 19 Juni mendatang merupakan agenda ketiga dan terkahir sebelum memasuki tahapan pencoblosan 27 Juni 2018. Namun dari dua pengalaman, ajang itu dianggap tidak banyak pengaruh karena beberapa faktor seperti apatisme warga, akses informasi hingga konsep acara yang justru terlihat seperti ajang saling ‘bantai’.

Pengamat Politik dan Pemerintahan UMSU Rio Affandi Siregar mengatakan bahwa pesan yang muncul pada sebuah debat kandidat kali ini menurutnya kurang sampai. Hal itu katanya, karena beberapa hal seperti sikap masyarakat yang apatis dan tidak begitu tertarik dengan kontestasi politik kali ini. Selain karena kurangnya sosialisasi, pesta demokrasi kali ini juga jauh dari kata meriah, tidak seperti sebelumnya.

“Masyarakat juga banyak yang kemungkinan tidak menonton. Pertama sosialisasi, kedua aksesnya terbatas. Bayangkan warga masyarakat yang tinggal di daerah jauh seperti Pematang Siantar atau Kisaran hingga yang terjauh dari ibu kota, mereka mungkin kebanyakan tidak dapat siaran. Bahkan banyak yang tidak mau menonton, khususnya kalangan menengah ke bawah,” ujar Rio, Minggu (10/6).

Sementara, Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Irham Buana Nasution mengatakan, pasangan calon Edy-Ijeck akan memanfaatkan betul momen debat kandidat putaran terakhir yang digelar Komisi Pemilihan Umum Sumut, pada 19 Juni mendatang.

“Debat ini menjadi sarana dan upaya bagi Eramas menyampaikan pesan-pesan politiknya kepada masyarakat Sumut. Ini tentu momen yang penting mengingat 27 Juni hari pencoblosan, untuk meyakinkan masyarakat pemilih akan pilihannya memilih Edy-Ijeck,” katanya kepada Sumut Pos, Minggu (10/6).

Menurut Irham, debat juga menjadi wadah bagi masyarakat melihat langsung kemampuan dan karakter Edy-Ijeck dalam kontestasi Pilgubsu 2018. Dimana selain menyampaikan pesan politik juga untuk mengetahui program kerja serta visi dan misi keduanya. (bal/prn/azw)

 

Djoss Target Menang di 6 Kabupaten/Kota

SALAM DUA JARI: Ketua DPP PDIP Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH, salam dua jari bersama Anggota DPR RI H Irmadi Lubis, Plt Ketua DPC PDIP Deliserdang Sutarto, Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan dan ketua Fraksi PDIP DPRD Deliserdang Hendrik Tampubolon, pada acara berbuka puasa bersama dan konsolidasi internal DPC PDIP Deliserdang di Tanjungmorawa, Senin (11/6).
SALAM DUA JARI: Ketua DPP PDIP Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH, salam dua jari bersama Anggota DPR RI H Irmadi Lubis, Plt Ketua DPC PDIP Deliserdang Sutarto, Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan dan ketua Fraksi PDIP DPRD Deliserdang Hendrik Tampubolon, pada acara berbuka puasa bersama dan konsolidasi internal DPC PDIP Deliserdang di Tanjungmorawa, Senin (11/6).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO -Pasangan Calon Gubsu Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus ditargetkan menang di 6 Kabupaten/Kota. Keenam daerah tersebut adalah, Kota Medan, Kabupaten Langkat, Deliserdang, Labuhanbatu Raya yang terdiri dari Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan. Target tersebut disampaikan “Panglima Perang” tim pemenangan Djoss, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH pada konsolidasi internal DPC PDIP Deliserdang, Senin (11/6) di Tanjungmorawa.

“Jumlah penduduk Medan sekitar 1,5 juta jiwa, Langkat 720.000 jiwa, Deliserdang 1,1 juta jiwa dan Labuhanbatu Raya 900.000 jiwa. Jika keenam kabupaten/kota ini kita menangkan, Djoss pasti menang. Mari kita keroyokan memenangkan Djoss, unjung tombak ada pada struktur partai yang ada di DPC, DPAC , ranting dan anak ranting,” papar Trimedya.

Ketua DPP PDIP ini juga meminta seluruh kader selama lebaran jangan dulu kemana-mana, mudik lebaran diminta supaya diurungkan, liburan cukup di rumah saja. Tanggal 18 Juni diminta semua kader kembali mempersiapkan diri untuk “tempur” memenangkan Djoss. Seluruh pengurus DPC, DPAC sampai ranting diminta Trimedya supaya solid dan kompak, karena tujuan partai untuk memenangkan setiap pemilihan umum termasuk Pilgubsu.

Diakuinya, elektabilitas Djoss di Kabupaten Deliserdang berdasarkan hasil lembaga survei masih di bawah paslon lain. Tapi dengan memenfaatkan sisa waktu yang ada serta kerja keras struktur partai, tidak mustahil Deliserdang bisa dimenangkan. Apalagi elektabilitas Djoss secara keseluruhan sudah semakin baik.

“Deliserdang terdiri dari 22 Kecamatan dan 394 desa, kita harus merebut hati rakyat dengan mempromosikan Djoss adalah pemimpin yang akan mensejahterakan rakyat. Sampaikan track record Djarot yang tidak pernah diperiksa penegak hukum,” terangnya.

Bamusi Sumut Cari pemimpin Jujur dan Amanah

Bamusi Sumut selenggarakan dialog interaktif 'Mencari Pemimpin yang Jujur dan Amanah' di Hotel Candi Medan, Minggu (10/6).
Bamusi Sumut selenggarakan dialog interaktif ‘Mencari Pemimpin yang Jujur dan Amanah’ di Hotel Candi Medan, Minggu (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Baitul muslimin Indonesia (Bamusi) Sumut selenggarakan dialog interaktif ‘Mencari Pemimpin  yang Jujur dan Amanah’ dengan melibatkan Prof DR H Katimin MA dan Prof DR HM Arif Nasution sebagai nara sumber di Hotel Candi Medan, Minggu (10/6).

Ketua Bamusi Sumut Syahrul Ependi Siregar mengatakan, Bamusi melakukan silturahmi antarsesama pengurus diisi dialog interaktif mencari pemimpin yang jujur dan amanah dari calon pemimpin yang ada sesuai keputusan KPUD Sumut berdasarkan UU.

Melalui dialog interaktif itu, kata wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumut itu, masyarakat Sumut dapat menentukan pilihan bukan berdasarkan simbol-simbol keagamaan, tapi sesuai dengan karakter yang jujur, amanah, cerdas dan mampu membawa perubahan di Sumut kearah yang baik. Seperti peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Dicontohkannya, Djarot Syaiful sebagai Cagubsu yang diausung 2 partai besar (PDIP dan PPP) merupakan putra terbaik bangsa ini. Adapun fitnah yang dimaksud jika Djarot jadi Gubsu hanya menjabat 2 tahun kemudian akan ditarik sebagai menteri. “Hal ini tidak benar. Ini salah satu bagian provokasi untuk masyarakat Sumut,” ujarnya.

Prof Katimin menyebutkan, sebaiknya partai jangan menggunakan simbol-simbol Islam, karena misi maupun maindset (cara berpikirnya) tidak jauh beda dengan partai nasionalis.  “Tidak sembarangan memilih pemimpin, karena prinsip dasar pemimpin itu jujur dan amanah,” ujarnya. (adz/bal/azw)

Edy: Di Darah Saya Mengalir Darah FKPPI

Cagubsu Edy Rahmayadi saat buka puasa bersama keluarga besar PD II FKPPI Sumatera Utara di Emerald Garden, Medan, Minggu (10/6).
Cagubsu Edy Rahmayadi saat buka puasa bersama keluarga besar PD II FKPPI Sumatera Utara di Emerald Garden, Medan, Minggu (10/6).

SUMUTPOS.CO – Ketua PD II FKPPI Sumut H Kharuddin Syah yang akrab disapa Haji Buyung menegaskan, sesuai Keputusan PD II FKPPI Sumut, para kader harus mendukung kemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) pada Pilkada 27 Juni 2018.

Haji Buyung pun menyentil sejumlah kader FKPPI yang tidak menjalankan keputusan organisasi. “Jujur saya katakan saya diangkat jadi Ketua PD II FKPPI ini bukan ingin kaya atau gila jabatan. Dari Rayon, Cabang sampai diminta Pak Edy memimpin PD II, ini saya lakukan ikhlas untuk membesarkan organisasi ini. Baru jadi Ketua Cabang saja sudah nyalah. Bagaimana mau besar FKPPI?” ujar Haji Buyung saat buka puasa bersama keluarga besar PD II FKPPI Sumatera Utara di Emerald Garden, Medan, Minggu (10/6).

Ditegaskan H Buyung, selain bagian dari keluarga besar FKPPI, Letjen TNI Purn Edy Rahmayadi sangat peduli dengan kemajuan FKPPI. Selain itu, lanjutnya, kondisi Sumut yang cukup memprihatinkan ini memerlukan sosok putra daerah yang tulus dan cinta terhadap Sumut, tetapi juga tegas dan berani, serta memiliki komitmen membangun Sumut.

“Beliau rela korbankan pangkat dan jabatannya karena perduli dengan Sumut ini. Kita lihat bahaya narkoba, banyaknya pelaku kriminal seperti begal. Kita perlu pemimpin yang tegas,” tegas Haji Buyung sembari menyatakan keyakinannya Eramas akan meraih kemenangan pada 27 Juni mendatang.

Haji Buyung meminta agar seluruh kader FKPPI merapatkan barisan ikut mensukseskan dan mengawal Pilgubsu hingga Eramas terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. “Kita memiliki impian memiliki Rumah Besar FKPPI di Sumut ini. Dan Pak Edy menyatakan siap mewujudkan impian kita dan membesarkan FKPPI ini,” pungkasnya.

Dewan Pembina PD II FKPPI Sumut, Jhon Ismadi Lubis, menegaskan bahwa Edy Rahmayadi merupakan kader FKPPI yang patut mendapat dukungan menjadi Gubernur Sumut mendatang. Kader FKPPI harus patuh terhadap peraturan dan keputusan organisasi.

“Rekomendasinya jelas kita harus memenangkan Eramas. Yang menyeberang ke sebelah tidak perlu kita panggil lagi. Pak Edy mengawal karir sebelum jadi Letnan Jenderal adalah kader FKPPI. Dan sekarang beliau kembali ke FKPPI. Kini giliran kita, mari kita kuatkan persatuan untuk menghantarkan Pak Edy meraih kemenangan dan juga mengantarkan pelantikan pak Edy sebagai Gubernur bersama Bang Ijeck,” tegasnya.

Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan, sebelum lulus di AKMIL, dirinya telah tercatat sebagai anggota FKPPI. Oleh karenanya ia mengaku sedih jika keluarga besar FKPPI sendiri sampai tidak mendukung pencalonan dirinya pada Pilgubsu ini.

“Kalau Haji Buyung ikut pilgubsu, saya kira wajar kalau suara FKPPI terpecah. Tapi Ini, kalau sampai ada kader FKPPI yang memilih ke sana, betapa sedihnya saya. Bukan persoalan saya kehilangan suara dari FKPPI, tapi ini persoalan marwah organisasi ini. FKPPI ini rumah saya. Dalam darah saya ini mengalir FKPPI,” tegas Edy. (rel)

Akademisi USU: E-KTP Djarot Sudah Sesuai Prosedur Kemendagri

Calon gubernur Sumatera Utara, Djrot Syaiful Hidayat menunjukkan e-KTP miliknya di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.
Calon gubernur Sumatera Utara, Djrot Syaiful Hidayat menunjukkan e-KTP miliknya di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – KTP elektronik atau e-KTP milik Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat sedang ramai dibahas masyarakat dan warganet di media sosial. Kepengurusan e-KTP Djarot yang beralamat di Kota Medan tersebut, dianggap banyak orang terlalu singkat, untuk standar waktu pengurusan berkas kependudukan di Medan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mempertanyakan prosedur keluarnya e-KTP Djarot tersebut, pasalnya Djarot disebut-sebut tidak melampirkan surat pengantar dari RT, RW, dan kelurahan/kecamatan yang bersangkutan.

Terkait hal ini, akademisi yang kerap mengkaji kebijakan publik yang juga merupakan Dosen Ilmu Politik FISIP USU, Fernanda Putra Adela SSos MA mengatakan, e-KTP Djarot sepintas memang memunculkan banyak pertanyaan untuk masyarakat terkait waktu penyelesaiannya. Namun, hal ini sudah sesuai dengan prosedur kepengurusan yang dikeluarkan Kemendagri 2 tahun lalu, berdasarkan surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 471/1767/SJ yang diterbitkan 12 Mei 2016.

“Terkait e-KTP Djarot yang menjadi polemik di masyarakat tidak perlu dibesar-besarkan karena sudah sesuai prosedur. Sepintas sih memang memunculkan banyak pertanyaan terkait waktu penyelesaiannya. Namun, hal ini sudah sesuai dengan prosedur kepengurusan yang dikeluarkan Kemendagri 2 tahun yang lalu berdasarkan surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 471/1767/SJ yang diterbitkan 12 Mei 2016,” ujarnya, Senin (11/6).

Fernanda juga mengatakan, dalam kepengurusan administrasi yang berkaitan dengan prosedur administrasi, khususnya akuntabilitas publik yang berkaitan dengan kependudukan, poin paling penting yang harus dipenuhi harus merujuk pada akuntabilitas administratif, akuntabilitas legal, akuntabilitas politik, akuntabilitas profesional dan akuntabilitas moral.

Lebih lanjut menurut Fernanda, Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 471/1767/SJ yang diterbitkan 12 Mei 2016 isinya berkaitan dengan sinergitas database kependudukan di seluruh Indonesia, penerbitan dan pengganti e-KTP yang rusak dan tidak mengubah elemen data kependudukan, perlu penyederhanaan prosedur, yaitu cukup dengan menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga, tanpa surat pengantar dari RT, RW, dan kelurahan/kecamatan.

“Saya pikir jika rujukannya adalah peraturan Kemendagri yang keluar 2 dua tahun lalu tersebut. Jika yang diuji adalah akuntabilitas publik yang berkaitan dengan kependudukan. Djarot tinggal menunjukkan fotokopi KK saja, karena e-KTPnya sudah lama terekam. Tinggal dipindahkan saja dari Dinas Kependudukan Jakarta ke Dinas Kependudukan Kota Medan. Ini tidak perlu dijadikan polemik. Sebab, prosedurnya sudah begitu,” jelas Fernanda. (rel)

Medan-Sei Rampah Cukup 30 Menit

Gubsu resmikan ruas jalan tol Tanjungmorawa (Tamora)-Parbarakan, guna mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Senin (11/6).
Gubsu resmikan ruas jalan tol Tanjungmorawa (Tamora)-Parbarakan, guna mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Senin (11/6).

SUMUTPOS.CO – Ruas jalan tol Tanjungmorawa (Tamora)-Parbarakan resmi dioperasikan, guna mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Senin (11/6). Dibukanya seksi I ruas tol Medan-Tebingtinggi ini, diyakini mampu mengurai kepadatan kendaraan di pintu tol Tanjungmorawa yang selama ini terjadi. Apalagi jalur mudik melewati jalan bebas hambatan ini menjadi pilihan pemudik.

Operasional ruas tol Tamora-Parbarakan sepanjang 10,75 Km ini diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi. Peresmian ruas tol ini seperti menjadi kado bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang merayakan Lebaran. Apalagi masyarakat dapat menikmati ruas jalan tol tersebut secara gratis selama H-5 sampai H+5 Lebaran.

“Selama uji coba tol ini akan diberikan gratis. Ini merupakan kado Lebaran bagi masyarakat Sumut yang memanfaatkan jalan tol ini,” kata Erry Nuradi kepada wartawan di sela-sela peresmian yang dihadiri Dirut PT Jasa Marga Kualanamu Tol Ir Agus Suharjanto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-II Medan Ir Paul Ames Halomoan Siahaan dan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Setdaprovsu Ibnu Sri Hutomo.

Selain itu, menurut Erry Nuradi, dengan dibukanya Tol Tamora–Parbarakan ini masyarakat yang akan menggunakan jalan tol menuju Kualanamu telah memiliki pilihan. “Tidak harus keluar dulu dari tol Tamora, melainkan bisa langsung ke Kualanamu,” sebut Erry.

Dirut PT Jasa Marga Kualanamu Tol Ir Agus Suharjanto mengatakan, dengan difungsikannya tol Tamora–Parbarakan sepanjang 10,75 kilometer ini, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk arus mudik maupun arus balik. “Karena biasanya padat-padatnya pada kondisi itu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Jasa Marga selama arus mudik dan arus balik telah mempersiapkan kendaraan patroli dan ambulans, serta semua sarana penunjang. “Sehingga diharapkan dapat memperlancar masyarakat dalam melaksanakan mudik maupun balik dalam rangka liburan,” katanya.

Agus menyampaikan, selama arus mudik dan arus balik mudik Lebaran, Tol Tamora-Parbarakan ini belum dikenakan tarif. “Khususnya Tol Tamora-Parbarakan ini, H-5 sampai H+5 Lebaran belum dikenakan tarif. Dan selanjutnya tarifnya sama dengan Kualanamu-Sei Rampah,” ungkapnya.

Sementara, sejumlah pemudik terlihat memilih beberapa pintu tol dari Kota Medan menuju ke luar kota hingga Sei Rampah, termasuk Kualanamu untuk mengakses bandara. Selain mengurangi antrean, waktu tempuh perjalanan juga semakin singkat.