Home Blog Page 6276

Djanur Tak Lagi 100 Persen

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Djajang Nurjaman menyapa sejumlah suporter PSMS saat akan memberikan kata sambutan di acara penyambutan PSMS, Kamis (30/11).
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Djajang Nurjaman tidak lagi 100 persen menentukan pemain yang diinginkannya.

SUMUTPOS.CO – Perburuan pemain baru untuk memperkuat tim di putaran kedua nanti tidak lagi menjadi keputusan penuh Djadjang Nurdjaman. Manajemen dan beberapa legenda PSMS akan ikut disertakan untuk menentukan pemain baru.

Hal itu didasarkan kepada keputusan manajemen. CEO PSMS, Doddy Taher mengatakan Djanur tidak lagi 100 persen menentukan pemain yang diinginkannya.

“Ya sama-sama kita diskusikan, gak bisa dia (Djanur) putuskan sendiri lagi, harus ada koordinasi. Kalau dulukan 100 persen kami serahkan ke dia. Nanti Parlin (Siagian), Nobon (Kayamuddin) juga akan ikut,” kata Doddy.

Doddy mengatakan beberapa pemain pilihan Djanur tidak sesuai dengan ekspektasi. Termasuk para legiun asing. Buntutnya Sadney Urikhob didepak sebelum putaran pertama berakhir.

“Tidak lagi kita kasih kepercayaan penuh pada Djajang. Dia bukannya kita anggap gagal tapi kurang berhasil. Mungkin dalam pemilihan pemain dia kurang berdiskusi. Kami masukan Suharto untuk membantu dia (Djanur),” katanya.

“Ini kan kami lakukan untuk membantu Djadjang. Dia tidak perlu berpikir capek lagi. Saya gak ngerti bola, tapi ditugaskan harus berhasil kan,” tambahnya.

Senada, Pembina PSMS, Kodrat Shah mengatakan sejak awal meminta beberapa pemain yang dianggap kurang diganti. “Sudah saya prediksi sebelumnya saya minta pergantian. Tapi peraturan tidak membolehkan. Saya lihat memang beberapa pemain tidak maksimal. Pemain asingnya terutama,” kata Kodrat.

“Kami harapkan hasilnya lebih baik. Harus berani ambil sikap. Ini sudah kami lakukan sejak Liga 2. Masuk pelatih baru, pemain baru ketika itu berhasil,” katanya.

Beberapa nama pemain lokal maupun asing telah dibidik baik dari pemain yang daftar lewat agen untuk trial di PSMS maupun dari klub lain.

“Pemain akan datang itu tanggal 21. Ada dua pemain lokal dan empat pemain asing. Sebenarnya banyak yang daftar,” kata CEO PSMS, Doddy Taher.

Di luar beberapa pemain yang daftar itu beberapa pemain dari klub lain kabarnya telah coba dihubungi. Termasuk penyerang sayap Persija, Rudi Widodo. “Kami juga lobi Rudi Widodo. Kan dia kurang dipakai di Persija. Selain itu kami juga coba loby Ghozali Siregar yang dari Persib itu,” kata Doddy.

Rudi Widodo memang tidak banyak mendapat menit bermain di Persija saat ini. Namun Ghozali, meski merupakan pemain Medan saat ini mendapat posisi reguler di tim. Itu tentu akan memberatkan. (don)

Ratusan Mobil Baru Gunakan Plat Palsu Bebas Melintas

Nomor polisi palsu – Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan unit mobil baru menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNBK) atau plat palsu, bebas melintas tengah malam dari Pelabuhan Belawan menuju salah satu gudang di kawasan Marelan.

Sebelumnya, 681 unit mobil baru  berbagai merk dari Pelabuhan Tanjung Priok tiba di Pelabuhan Belawan. Kendaraan roda empat tersebut diangkut menggunakan Kapal Serasi – V, Minggu (10/6).

Ratusan unit mobil baru itu dibongkar melalui unit bongkar muat (UBM) Pelindo I dari kapal ke dermaga terminal khusus mobil (car terminal). Kemudian didistribusikan untuk kebutuhan pasar Sumatera Utara.

Adanya informasi tentang pengiriman mobil baru dari Pelabuhan Belawan ke gudang menggunakan plat palsu, mendapat respon dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut.

Pantauan Sumut Pos, Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Agus Susanto melakukan pengecekan ke Pelabuhan Belawan, Minggu (10/6).

Malam itu, Agus Susanto terlebih dahulu menyambangi salah satu Pos Pelayanan Polres Pelabuhan Belawan di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan.

Kepada penjaga pos, Agus bertanya soal mobil baru yang menggunakan plat palsu. Berpakaian biasa dan dikawal ajudan, Agus mengecek sembari mengumpulkan informasi.

Setengah jam mencari informasi, orang nomor satu di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut itu kembali.

“Pak Dirlantas tadi,” kata seorang petugas yang tidak ingin disebut namanya ketika Sumut Pos mendekatinya.

Namun, setelah Kombes Agus kembali, ratusan mobil menggunakan plat palsu keluar dari Pelabuhan Belawan.

Sekira pukul 00.00 WIB, ratusan mobil dari berbagai merk itu melintas di Jalan KL Yos Sudarso menuju ke salah satu gudang di kawasan Marelan.

Anehnya, mobil-mobil baru berplat palsu itu rata-rata menggunakan angka 14 di depan dan berseri belakang SQ. Contohnya, BK 14xx SQ.

Mobil-mobil tersebut melintas dengan kecepatan tinggi dan tanpa pengawalan. Diketahui, pengiriman mobil baru menggunakan plat palsu itu berlangsung hampir setip bulan.

Seharusnya, pengiriman mobil baru ke gudang menggunakan angkutan truk khusus. Kuat dugaan, ada indikasi ‘permainan’.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis mengaku pengiriman mobil baru dengan cara melintas di jalan menuju gudang sudah berlangsung lama.

“Sudah rutin itu jalan kalau bongkar di Belawan, jadi saya belum tahu, karena saya masih baru,” kata Ikhwan.

Disinggung itu melanggar, orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ini sedikit bingung. “Apa tidak dikawal PJR?” tanyanya sembari mengaku sibuk dan menutup telepon.

Sopir Taksi Tewas Dalam Mobil

Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS TEWAS: Rahimun Munthe ditemukan tewas dalam mobil, Senin (11/6).
Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS
TEWAS: Rahimun Munthe ditemukan tewas dalam mobil, Senin (11/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga seputaran Jalan Djamin Ginting, tepatnya di pelataran parkir Komplek Citra Garden dikejutkan penemuan sesosok mayat pria paruh baya di dalam mobil, Senin (11/6). Pria yang diketahui bernama Rahimun Munthe (51) ini diduga tewas karena sakit.

Personel Polsek Medan Baru yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban. Informasi dihimpun, Rahimun merupakan sopir taksi Medan-Kutacane.

Korban tinggal di Desa Kutacane Lama Kelurahan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara. Dia ditemukan tewas di mobilnya, Toyota Innova BK 1806 AJ sekira pukul 03.30 WIB.

Kasi Humas Polsek Medan Baru Aipda Ayatullah menerangkan, sekira pukul 03.15 korban tiba di lokasi mengendarai mobil Innova BK 1806 AJ. Saat itu, ia bertemu dengan Fadli sekuriti Bank BNI Komplek Citra Garden. Kepada Fadli, dia meminta agar diantarkan ke rumah sakit.

Namun, permintaan itu urung dipenuhi. Fadli kemudian mengatakan akan memanggil taksi. Namun, korban meminta agar Fadli menelpon temannya Teger.

“Selanjutnya korban masuk ke dalam mobil. Sementara Fadli mencari nomor kontak Teger dan memintanya datang ke lokasi sesuai permintaan korban,” ungkap Ayatullah, Senin (11/6).

Selang 10 menit, Teger datang melihat korban dan memanggil manggil nama korban beberapa kali. Namun tidak dijawab oleh korban.

Teger pun memanggil saksi Fadli dan mengatakan sepertinya dia sudah meninggal. Selanjutnya, kedua saksi memanggil kepling dan kepling menghubungi Babinkamtibmas.

“Kita mendapat informasi korban meninggal sekira pukul setengah empat pagi. Kemudian, setelah personel turun ke TKP dan memanggil Inafis selanjutnya membawa jenazah ke RS Bhayangkara Medan,” ujar Ayatullah.

Menurut keterangan keluarga, korban mengalami sakit asam lambung dan tensi tinggi. Atas dasar itu, keluarga korban menyatakan tidak ingin dilakukan autopsi.

Rencananya korban ingin dibawa ke rumah duka di Kutacane

“Kalau menurut adik korban, Seniwati Munthe, abangnya itu memang ada penyakit asam lambung sama tensi tinggi. Tadi keluarga sepakat untuk tidak diautopsi dan meminta agar jenazah mereka ambil agar disemayamkan di rumah duka,” pungkas Ayatullah.(dvs/ala)

 

 

Kaca Mobil Pecah, Barang Raib

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Meski memiliki banyak petugas keamanan, tidak membuat pelataran parkir Plaza Medan Fair aman. Terbukti, kaca mobil salah satu pengunjung pecah. Sedangkan koper yang ditinggalkan di dalam raib.

Kasus ini terungkap dari curahatan hati (Curhat) akun facebook Toms Pane, Minggu (10/6). Korban yang bernama lengkap Tommy Faisal mengaku, telah kehilangan koper dari dalam mobilnya.

Dalam tulisannya, Tommy terlihat sangat kecewa dengan pihak pengelola parkir pusat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto, Medan itu.

“Hari ini tgl 10 Juni 2018 pukul 13:46:43 WIB saya parkir di Plaza Medan Fair dan saat hendak keluar sekitar pukul 21.00 WIB, saya mendapati kaca pintu belakang mobil saya sudah pecah, jebol dan hancur berantakan dibobol maling. Satu koper milik saya hilang diambil maling sementara petugas parkir nya tak tahu di mana. Lalu saya laporkan ke pihak sekuriti dan meminta pertanggungjawaban,” tulis Tommy di akun facebook pribadinya.

Namun, tanggapan dari pihak Plaza Medan Fair menurut Tommy tidak memuaskan. Dia kecewa, karena pihak pengelola parkir hanya mengganti kerusakan kaca mobilnya. Tapi tidak dengan kopernya yang hilang dibawa kabur maling.

“Mereka hanya mau mengganti kaca yg pecah sementara barang yg hilang mereka limpahkan kepada pemilik kendaraan, semoga sang maling diberi hidayah dan pihak pengelola plaza bisa lebih profesional lagi dalam mengelola perparkiran, kalau gini adanya jadi was was untuk kembali ke Plaza Medan Fair tersebut, jadi berfikir akankah saya tuntut mereka sebagai pengelola ataukah saya ikhlaskan saja,” sambungnya.

Sementara, Marcomm Manager Plaza Medan Fair Lenny Yun Manalu mengatakan, pihaknya sudah meminta maaf dan berkoordinasi dengan Tommy.

“Atas kejadian ini Plaza Medan Fair telah bertemu dengan pemilik kendaraan dan meminta maaf secara langsung atas peristiwa tersebut,” kata Lenny kepada wartawan, Senin (11/6)

Leny mengaku pihaknya telah bertanggungjawab atas rusaknya kaca mobil tersebut.

Tapi anehnya, pihak Plaza Medan Fair seolah-olahnya menyalahkan sikap pemilik yang meninggalkan barang berharga di dalam mobil BK 9899 VV tersebut.

Sebab, menurut Leny pihaknya sudah mengimbau pengunjung agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil.

“Didalam tiket parkir pun himbauan ini juga telah kami sampaikan. Kita berharap semua pengunjung mengindahkan hal ini, agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari,” kelitnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polsek Medan Baru, Aipda Ayatullah mengatakan, belum mengetahui soal kasus pecah kaca yang terjadi di parkiran Plaza Medan Fair.

“Saya belum tahu soal itu, coba nanti saya cek dulu apakah ada laporannya atau tidak,” ungkapnya.(dvs/ala)

Demokrat Ingatkan Pimpinan DPRD Medan Jangan Campuri Keputusan DPP

Ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring.
Ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring.

SUMUTPOS.CO – DPP Partai Demokrat mengingatkan agar pimpinan DPRD Medan tidak mencampuri urusan internal partai, yang mengajukan pergantian antar waktu (PAW). PAW tersebut diajukan kepada anggota DPRD Medan atas nama Parlaungan Simangunsong kepada Amiruddin.

Ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan putusan Mahkamah Partai. Dimana, berdasarkan UU partai politik, Mahkamah Partai diakui sebagai lembaga yang memutus masalah internal partai, dan sifat keputusan final mengikat.

Walaupun demikian, diakuinya banyak pihak yang tidak terima dengan keputusan mahkamah partai dan mengajukan gugatan kembali ke Pengadilan.”Pimpinan DPRD itu tugasnya ialah menjalankan Surat Keputusan (SK) Partai. Mengenai gugatan antara Parlaungan dengan SBY selaku pimpinan partai, nanti ada divisi hukum yang akan melakukan pembelaan. Seharusnya SK tetap dijalankan yakni dengan dilakukannya PAW,” katanya di Medan, Senin (11/6).

Menurut Subur, DPRD tidak akan digugat karena kalau digugat pasti mentah. Sebab, proses PAW itu dilakukan atas SK DPP. Dijelaskannya, proses PAW Amiruddin sudah berdasarkan SK DPP Partai Demokrat. Oleh karena itu, Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu punya kewajiban untuk menjalankannya.

“SK DPP sudah diteruskan DPC Medan ke DPRD. Sudah hampir 3 bulan tidak ada tindaklanjut, seharusnya Burhanuddin pro aktif menanyakan dimana penyebab lambatnya proses tersebut, bukan malah diam atau acuh agar proses konfirmasi ke KPU dan SK PAW oleh Gubernur Sumut segera terealisasi,” jelas Subur.

Ia mengingatkan, batas akhir PAW untuk anggota DPRD kabupaten/kota, provinsi dan DPR RI itu Oktober 2018. “Jangan sampai batas akhir, proses PAW juga tidak dijalankan,” ucapnya.

Subur mengaku pernah mengalami hal serupa ketika menjadi Plt Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Dimana, ketika itu salah satu anggota DPRD Kabupaten Bulungan maju sebagai peserta Pilkada.

“Ketentuannya ketika ikut Pilkada, anggota dewan harus mundur. Saat itu, saya dan ketua DPC berkomunikasi dengan pimpinan DPRD setempat untuk mempercepat proses PAW. Jadi segera jalankan SK DPP,  agar PAW dapat dilakukan,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu sendiri nampaknya masih cuek. Dia hanya tersenyum ketika ditanya mengenai kendala belum berjalannya SK DPP Partai Demokrat tentang PAW Parlaungan ke Amiruddin.

Sebelumnya, Komandan Kogasma (Komando Satuan Tugas Bersama) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa proses PAW Parlaungan ke Amiruddin akan diselesaikan sesegera mungkin.”Saya tidak tahu pasti duduk persoalannya. Yang jelas, masalahnya akan diselesaikan sebaik mungkin,” kata AHY di sela-sela kegiatan tour Sumut beberapa waktu lalu. (ris/ila)

 

Pasien di RS Adam Malik Membeludak

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Pasien yang berobat ke IGD RSUP H Adam Malik di hari libur pertama Idul Fitri 1439 H/2018, membeludak, Senin (11/6). Membeludaknya pasien dikarenakan pelayanan kesehatan selama libur lebaran dipusatkan di IGD.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Pasien yang berobat ke IGD RSUP H Adam Malik di hari libur pertama Idul Fitri 1439 H/2018, membeludak, Senin (11/6). Membeludaknya pasien dikarenakan pelayanan kesehatan selama libur lebaran dipusatkan di IGD.

SUMUTPOS.CO – Pasien yang berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik di hari libur pertama Idul Fitri 1439 H/2018, membeludak, Senin (11/6). Membeludaknya pasien di IGD dikarenakan pelayanan kesehatan selama libur lebaran dipusatkan di IGD.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting membenarkan pasien yang berobat ke rumah sakit ini membeludak dikarenakan pelayanan kesehatan selama libur lebaran dipusatkan di IGD.  Pelayanan itu juga termasuk pasien rawat jalan yang membutuhkan pelayanan kesehatan seperti memperpanjang obat, radioterapi dan kemoterapi. “Sebagian besar pasien tujuannya adalah untuk memperpanjang obat,” kata Masahadat.

Guna membantu kelancaran pelayanan kesehatan bagi pasien rawat jalan dan tidak terganggunya pelayanan bagi pasien emergency di IGD, maka khusus pasien dengan tujuan memperpanjang obat, registrasi dialihkan ke ruangan admisi di gedung instalasi rawat jalan lantai 1.

“Kami siap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat baik itu di hari libur maupun tidak hari libur. Untuk dokternya sudah disusun piket melayani masyarakat yang berobat,” jelas Masahadat.

Jumlah pasien rawat jalan di IGD mencapai 273 orang, sedangkan pasien rawat inap sebanyak 21 orang dengan diagnosa berbeda-beda. “Pendaftaran pasien dari pukul 08.00-13.00 WIB. Pasien dilayani sampai habis,” ujar Masahadat didampingi staf kehumasan Andre dan Rosario Simanjuntak. (dvs/ila)

 

Korupsi di Bawah Rp50 Juta Diserahkan ke APIP

Korupsi-ilustrasi
Kepala Inspektorat Provinsi Sumut, OK Henry.

SUMUTPOS.CO – Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) berencana akan membuat kesepakatan bersama terkait penanganan korupsi dibawah Rp50 juta. “Habis Lebaran kita akan buat kesepakatan ini. Sudah kita bicarakan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Kapolda dan Gubernur Sumut. Tinggal menandatangani kesepakatan bersamanya saja,” ucap Kepala Inspektorat Provinsi Sumut, OK Henry kepada wartawan, Senin (11/6).

Ketua Umum Forum Inspektur Provinsi se Indonesia ini juga menyebutkan kesepakatan bersama itu terkait dengan penanganan tindak pidana korupsi yang kerugian negaranya dibawah Rp50 juta.”Jadi kita minta agar tindak pidana korupsi yang dibawah Rp50 juta kedepannya ditangani APIP. Hal ini kenapa? Karena untuk penanganan satu kasus pidana korupsi itu biayanya bisa sampai Rp208 juta,” ucapnya.

Bisa dibayangkan jika penanganannya Rp208 juta, kata dia, sementara kerugian negaranya Rp50 juta maka semakin menghabiskan uang negara. “Ketika nanti di APIP, katakanlah korupsinya Rp50 juta, sebagai efek jeranya kita buat si ASN mengembalikan semua uang kerugian negara, kemudian jabatannya kita copot dan golongannya kita turunkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, OK menyebutkan, hukuman seperti itu lebih membuat efek jera. Saat ini sendiri kesepakatan bersama itu masih menunggu kepastian dari ketiga elemen tersebut.

“Kita lihat nantilah kapan waktu yang pas untuk menandatanganinya. Tergantung gubernur nantinya,” ucapnya.

Jumlah laporan pengaduan dari masyarakat sendiri ke Inspektorat semakin rendah. “Semenjak saya pimpin, jumlah laporan-laporan soal pungli dan korupsi lebih minim. Semoga ke depan setelah penandatangan kerja sama APIP dan APH ini, angka korupsi kebih rendah,” ucapnya. (prn/ila)

 

Berat, di TPS Sendiri Saja Kalah

Foto: Getty Images Amien Rais mengaku telah menerima uang dari Sutrisno Bachir sebesar Rp600 juta, tetapi dia mengaku tidak mengetahui asal-muasal uang tersebut.
Amien Rais

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Politikus senior sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan siap maju sebagai bakal calon presiden (Capres) di Pemilu 2019. Amien pernah gagal ketika berpasangan dengan Siswono Yudhohusodo di Pemilu 2004.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, peluang Amien bila maju sebagai capres 2019 berat. Ia menilai, tak bisa disamakan dengan keberhasilan Mahathir Mohamad yang terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Kan Amien sudah pernah gagal, belum berhasil. Kans menangnya tidak besar kalau Amien maju. Kalau mengacunya Mahathir, nah Mahathir pernah jadi PM,” kata Hendri kepada wartawan, Minggu (10/6).

Menurut dia, lebih baik Amien memberikan tabungan elektabilitasnya serta mengarahkan PAN untuk mendukung calon yang kuat untuk melawan Joko Widodo sebagai petahana. Ia menyebut ada beberapa tokoh mulai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hingga mantan Ketua KPK Abraham Samad.

“Kalau mau maju coba ya boleh, namanya negara demokrasi. Tapi, menurut saya lebih baik menabung elektabilitas ke calon lain untuk menghadapi Jokowi daripada Amien sendiri maju,” jelas Hendri.

Kemudian, ia menganalisis secara elektabilitas, kader PAN belum punya indikator kuat untuk bersaing di Pilpres 2019. Hal ini termasuk Amien Rais serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Menurut dia, PAN lebih baik sebagai parpol pendukung.

“Enggak usah ngajuin calon PAN itu. Lebih baik usung calon lain,” sebutnya.

Sementara, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meragukan keseriusan Amien Rais yang ingin menjadi calon presiden di Pilpres 2019. Anggota Badan Komunikasii DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, ia tak yakin Amien bakal menjadi penantang Joko Widodo (Jokowi).

Alih-alih berhadapan dengan Jokowi di depan, Andre meyakini ayah Hanafi Rais itu akan berperan di belakang layar, membantu pemenangan penantang Jokowi.

“Tapi saya nggak yakin, karena Pak Amien sama seperti Habib Rizieq. Ini keyakinan kami,” ujar Andre saat dihubungi, Senin (11/6).

Andre menegaskan, nantinya PAN bakal mendukung pencapresan Prabowo Subianto. “Tapi kami punya keyakinan Amien dan PAN akan bersama-sama mendukung Pak Prabowo di 2019 nanti,” katanya.

DPRD Desak Wali Kota Binjai Copot Kadinkes

dr Mahaniari Manalu.
dr Mahaniari Manalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Kalangan legislatif meminta orang nomor satu di Pemerintah Kota Binjai mencopot jabatan Kepala Dinas Kesehatan, dr Mahaniari Manalu. Pasalnya, wakil rakyat di Kota Rambutan ini menilai, dr Mahaniari Manalu gagal memimpin instansi yang dipimpinnya.

Itu dibeberkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, Njoreken Pelawi menyoal seorang pasien tutup usia di Puskesmas Jalan HAH Hasan, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, belum lama ini. Diduga, pasien yang bernama Pringaten Bukit (65) itu meninggal dunia karena tak sempat mendapat perawatan dari dokter. Sebab, tenaga medis tidak  berada di tempat kala itu.  “Saya minta Wali Kota Binjai, segera mencopot Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas HAH Hasan. Selain itu, berikan juga mereka sanksi tegas,” ujar politisi Partai Demokrat ini, Minggu (10/6).

Sanksi tegas diberikan, kata dia, tujuannya agar tidak terjadi kejadian serupa. Bagi dia, dr Mahaniari gagal memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Alhasil, jabatan yang diamanahkan kepada Mahaniari tidak layak lagi diemban oleh yang bersangkutan.

”Ini membuktikan bahwa Kepala Dinas Kesehatan dr Mahaniari Manalu tidak memiliki moral yang baik dalam menjaga kesehatan masyarakat. Jika Kepala Dinas Kesehatan tidak mampu menempatkan PNS dan Dokter di Puskesmas tersebut, sebaiknya diganti. Masih ada orang lain yang memiliki kapabilitas dalam mengelola dinas kesehatan,” tegas Njoreken.

Dari peristiwa tersebut, dia mengaku merupakan bagian dari keluarga pasien. Alhasil, dia menyatakan, kecewa atas buruknya pelayanan di Puskesmas yang berstatus rawat inap 24 jam tersebut.

“Saya tidak ada bermaksud lain, tetapi hendaknya Wali Kota HM Idaham benar-benar menempatkan orang-orang yang memiliki hati saja ditempatkan di sini. Kalau seperti ini, jelas pimpinannya tidak punya hati. Nyawa seseorang seolah-olah tidak begitu dia hargai. Kemudian saya juga takut peristiwa serupa akan dialami oleh pasien lainnya,” tukasnya.

Ketika dikonfirmasi pada akhir pekan lalu, Kepala Puskesmas (Kapus) tak berada di tempat. Bahkan tak seorang pun tampak di Puskesmas Rawat Inap 24 jam tersebut.

Sebelumnya, Pringaten Bukit (56) warga Kelurahan Payaroba, hendak berobat ke Puskesmas Jalan HAH Hasan. Sayang,  dokter yang bertugas tidak ada di tempat, Jumat (8/6) lalu.

Kondisi kesehatan saat itu memburuk. Pun, hal tersebut tak juga mendapat penaganangan. Malah, seorang petugas medis memberi surat rujukan untuk diboyong ke Rumah Sakit Kesrem di Binjai Kota.

Namun, nasib berkata lain, dalam perjalanan menuju RS Kesrem, pasien yang dibawa tiga anggota DPRD Binjai tanpa dokter pendampimg itu menghembuskan napas terakhirnya. (ted/han)

4 Rumah Dinas Brimob Terbakar

Foto: Batara/Sumut Pos Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6).
Foto: Batara/Sumut Pos
Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Empat unit rumah dinas di Asrama Brimob, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, ludes terbakar, Senin (11/6) sekira pukul 11.45 WIB.

Informasi diperoleh, api pertamakali berawal dari rumah dinas yang ditempati Bripka Gurning. Personel yang mengetahui kebakaran tersebut, berusaha memadamkan api.

Namun  karena teriknya matahari, si jago merah cepat merambat ke tiga rumah lainnya yang ditempati Bripda Rizki Rahmadi, Aipda Gerry Nasution dan Brigadir Arif Budiman.

Api baru berhasil dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. “Kami tidak tau apa penyebab kebakaran, api pertamakali terlihat dari rumah yang ditempati Gurning. Saat kejadian Gurning tidak ada dirumah,” kata salah seorang warga.

Namun saat sejumlah wartawan yang ingin meliput kebakaran tersebut, Bripka Irfan GS  melarang wartawan  masuk ke lokasi dengan alasan sudah perintah pimpinan.

”Tidak bisa diliput, itu sudah perintah pimpinan,” tegas Bripka Irfan GS .

Terpisah, Kepala Pos Damkar Lubukpakam Arham Affandi, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil damkar yang masing masing dua unit  dari Pos Damkar Lubukpakam dan satu dari Pos Damkar Batang kuis.

“Tiga unit mobil damkar kita turunkan.  Dua dari pakam dan satu dari batang kuis, soal penyebabnya kami blom tahu ” katanya.

Dikatakannya, pihaknya saat tiba kondisi api sudah membakar keempat rumah. “Apinya masih ada kami terus melakukan penyemprotan hingga padam apinya, ini tinggal pendingan saja ” kata Arham.(btr/han)